Anda di halaman 1dari 14

Halaman 1

A. MATA

(1) Anatomi Mata


Mata merupakan indera penglihatan.
Tanpa mata kita tidak dapat melihat.
Kita dapat melihat karena adanya
cahaya yang masuk ke dalam mata kita.
Cahaya tersebut akan diteruskan ke
dalam mata melalui lensa kemudian
bayangan dari benda akan diterima oleh
retina.
Berikut ini adalah bagian-bagian mata beserta fungsi atau manfaatnya masing-masing.
 Kornea merupakan bagian luar mata yang tipis, lunak, dan transparan. Kornea
berfungsi menerima dan meneruskan cahaya yang masuk pada mata, serta melindungi
bagian mata yang sensitif di bawahnya.
 Pupil merupakan celah sempit berbentuk lingkaran dan berfungsi agar cahaya
dapat masuk ke dalam mata.
 Sklera adalah bagian dinding putih mata, berfungsi untuk melindungi bola mata
terhadap ganguan luar yang bersifat mekanis (contoh benturan) serta berfungsi
untuk menjaga bentuk bola mata.
 Iris adalah selaput berwarna hitam, biru, atau coklat yang berfungsi untuk
mengatur besar kecilnya pupil. Warna inilah yang kita lihat sebagai warna mata
seseorang.
 Aquaeus Humour merupakan cairan di depan lensa mata untuk membiaskan
cahaya ke dalam mata.
 Otot Siliar (akomodasi) adalah otot yang menempel pada lensa mata dan
berfungsi untuk mengatur tebal dan tipisnya lensa mata.
 Lensa Mata berbentuk cembung, berserat, elastis, dan bening. Lensa ini
berfungsi untuk membiaskan cahaya dari benda supaya terbentuk bayangan pada
retina.
 Koroid merupakan sebuah membran yang terdiri atas pigmen dan pembuluh
darah. Koroid berfungsi untuk memelihara retina dan mencegah terjadinya
pemantulan cahaya di dalam ruang internal mata dengan cara menyerap cahaya
yang tidak diperlukan.
 Retina adalah bagian belakang mata yang berfungsi sebagai tempat terbentuknya
bayangan.

Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA


Halaman 2

 Vitreous Humour adalah cairan di dalam bola mata yang berfungsi untuk
meneruskan cahaya dari lensa ke retina.
 Bintik Kuning adalah bagian dari retina yang berfungsi sebagai tempat
terbentuknya bayangan yang jelas.
 Bintik Buta adalah bagian dari retina yang apabila bayangan jatuh pada bagian
ini, maka bayangan tampak tidak jelas atau kabur.
 Saraf optik befungsi untuk meneruskan rangsangan bayangan dari retina menuju
ke otak.

(2) Optika Mata


Dalam mata, bayangan yang dibentuk pada retina adalah nyata, terbalik, dan lebih
kecil daripada bendanya. Kemudian bayangan ini ditafsirkan oleh otak sebagai bayangan
tegak.

 Gambar (a) : untuk melihat benda jauh. Mata relaks, lensa mata paling pipih
sehingga jarak fokusnya paing besar dan benda yang sangat jauh difokuskan pada
retina. Pada kondisi ini, mata disebut tidak berakomodasi
 Gambar (b) : untuk melihat benda dekat. Otot siliar menegang, lensa mata menjadi
lebih cembung sehingga jarak fokusnya lebih pendek, dan benda yang dekat juga
difokuskan pada retina. Pada kondisi ini, mata disebut berakomodasi maksimum.

(3) Titik Dekat dan Titik Jauh Mata

 Titik dekat (punctum proximum), disebut juga jarak baca  titik paling dekat ke
mata sehingga mata yang tegang (berakomodas maksimum) dapat memfokuskan benda
pada retina (PP = 25 cm)

Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA


Halaman 3

 Titikk jauh (punctum remutum)  titik paling jauh ke mata sehingga mata yang
relaks (tidak berakomodas) dapat memfokuskan benda pada retina (PR = )
(4) Cacat Mata
a) Rabun jauh (miopi)
Rabun jauh atau terang dekat memiliki titik jauh terbatas di depan matanya
sehingga tidak bisa melihat benda-benda jauh dengan jelas.

Cacat mata ini disebabkan karena lensa mata terlalu cembung, sehingga bayangan
benda jatuh di depan retina. Dapat diatasi dengan menggunakan kacamata lensa
cekung (lensa negatif)

 Gambar atas : pada mata rabun jauh (miopi), bayangan benda jatuh di depan
retina.
 Gambar bawah : dengan menggunakan kacamata berlensa cekung
(negatif/divergen), bayangan benda jatuh tepat di retina.

Kekuatan atau daya lensa kacamata yang diperlukan sesuai dengan rumus:
100 P = kuat lensa (dioptri)
P   P = titik jauh mata (cm)
PR
R

Contoh soal:
Seseorang penderita rabuh jauh hanya dapat melihat benda paling jauh 200 cm.
Tentukan kuat lensa dan jarak fokus lensa yang diperlukan!

b) Rabun dekat (hipermetropi)


Rabun dekat atau terang jauh memiliki titik dekat lebih dari 25 cm di depan matanya
sehingga tidak bisa melihat benda-benda dekat dengan jelas.

Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA


Halaman 4

Cacat mata ini disebabkan karena lensa mata terlalu pipih, sehingga bayangan benda
dekat jatuh di belakang retina. Dapat diatasi dengan menggunakan kacamata lensa
cembung (lensa positif)

 Gambar atas : pada mata rabun dekat (hipermetropi), bayangan benda jatuh di
belakang retina.
 Gambar bawah : dengan menggunakan kacamata berlensa cembung
(positif/konvergen), bayangan benda jatuh tepat di retina.

Kekuatan atau daya lensa kacamata yang diperlukan sesuai dengan rumus:
100 100 P = kuat lensa (dioptri)
P   PP = titik jauh mata (cm)
Sn PP
Sn = jarak benda di depan mata (jarak baca)

Contoh soal:
Seseorang mempunyai titik dekat 60 cm ingin membaca buku dengan jelas pada jarak
30 cm. Tentukan kuat lensa dan jarak fokus lensa yang diperlukan!

c) Mata tua (presbiopi)


Pada penderita presbiopi, daya akomodasi berkurang karena otot sliliar tidak lagi
fleksibel akibat bertambahnya usia. Akibatnya letak titik dekat maupun titik jauh
mata bergeser.

Mata presbiopi ditolong dengan kacamata berlensa rangkap (bifokal), yaitu untuk
melihat jauh dan untuk melihat dekat.

Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA


Halaman 5

B. LUP (KACA PEMBESAR)

Lup atau kaca pembesar adalah sebuah lensa cembung yang


digunakan untuk melihat benda-benda kecil agar tampak
lebih besar dan jelas.
Penggunaan lup
 Mata berakomodasi maksimum  benda diletakkan
antara lup dengan fokus lensa (f), sehingga bayangan
akan terletak di titik dekat mata.

Perbesaran yang dihasilkan:


Sn M = perbesaran lup
M 1
f Sn = jarak baca normal (titik dekat)
f = jarak fokus lup

 Mata tak berakomodasi  benda diletakkan di titik fokus lensa (f), sehingga bayangan
jatuh di tak terhingga.

Perbesaran yang dihasilkan:


Sn M = perbesaran lup
M
f S = jarak baca normal (titik dekat)
n = jarak fokus lup
f

Contoh soal:

Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA


Halaman 6

(1) Sebuah lup memiliki lensa dengan kekuatan 20 dioptri. Seorang dengan jarak titik
dekat 30 cm menggunakan lup tersebut. Tentukan letak benda dan perbesaran lup
untuk:

a) mata berakomodasi maksimum


b) mata tak berakomodasi
(2) Seorang petugas pemilu mengamati keaslian kertas suara dengan menggunakan lup
berkekuatan 10 dioptri. Jika orang tersebut memiliki titik dekat 30 cm dan ingin
memperoleh perbesaran maksimum, berapa jarak kertas suara harus diletakkan di
depan lup?

C. MIKROSKOP

 Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat
kecil sehingga tampak lebih jelas dan diperbesar.
 Sebuah mikroskop terdiri dari susunan dua lensa cembung, yaitu:
1. Lensa obyektif, dekat dengan benda (obyek)
2. Lensa okuler, dekat dengan mata yang berfungsi sebagai lup.
 Benda yang diamati diletakkan di depan lensa obyektif di antara fob dan 2fob
(fob < Sob < 2fob), sehingga bayangan yang terbentuk oleh lensa obyektif bersifat nyata,
terbalik, dan diperbesar.
 Bayangan akhir yang dibentuk oleh lensa okuler bersifat maya, terbalik, dan diperbesar.
 Mata tak berakomodasi

Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA


Halaman 7

Untuk penggunaan dengan menggunakan mata tanpa berakomodasi, dapat dilakukan


dengan cara menggeser lensa okuler menjauhi lensa obyektif sehingga bayangan yang
dibentuk oleh lensa obyektif jatuh tepat di titik fokus lensa okuler

(1) Perbesaran Mikroskop

Lensa Obyektif Lensa Okuler (sebagai Lup)


Berakomodasi maksimum Tak berakomodasi
S '
Mob  ob Sn Sn
S ob Mok  1 Mok 
f ok f ok

Perbesaran total : M  M
ob x Mok

Sob = jarak benda terhadap lensa obyektif


Sob’ = jarak bayangan terhadap lensa obyektif
Sn = jarak baca normal
fok = jarak fokus lensa okuler
Mob = perbesaran lensa obyektif
Mok = perbesaran lensa okuler
M = perbesaran total

(2) Panjang Mikroskop


Panjang mikroskop adalah jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler mikroskop.
Sehingga dari gambar di atas, didapat bahwa
 Mata berakomodasi maksimum
d  S ob '  S ok

 Mata tak berakomodasi


d  S ob '  fok

Contoh soal:
(1) Jarak fokus lensa objekfif dan lensa okuler sebuah mikroscop masing-masing 2 cm
dan 5 cm, digunakan untuk mengamati benda kecil yang terletak 2,5 cm dari lensa
objektif. Tentukan perbesaran yang dihasilkan mikroskop jika pengamatan dilakukan
dengan:
a. mata berakomodasi maksimum
b. mata tak berakomodasi

Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA


Halaman 8

(2) Amatilah diagram pembentukan bayangan oleh mikroskop berikut ini!

obyektif okuler
Mata
Pengamat

5 cm

Fob Fob Fok


B1 Fok

Jika Sn = 25 cm, tentukan perbesaran yang dihasilkan mikroskop!


(3) Sebuah mikroskop
2,2 cm 2 cm memiliki jarak fokus lensa obyektif 0,8 cm dan jarak fokus lensa

okuler 2,5 cm. Bayangan nyata yang dibentuk oleh lensa obyektif berada pada jarak
16 cm dari lensa tersebut. Tentukan:
a. perbesaran total jika mata mengamati dengan berakomodasi maksimum
b. ke mana dan seberapa jauh lensa okuler harus digeser agar pengamatan
dilakukan dengan mata tak berakomodasi

D. TEROPONG (TELESKOP)
Teropong atau teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang
sangat jauh agar tampak lebih dekat dan jelas.
(1) Teropong Bintang

 Teropong bintang atau teropong astronomi digunakan untuk mengamati benda-


benda di langit seperti bulan, bintang, planet, dan benda-benda langit lainnya.
 Menggunakan 2 lensa positif (obyektif dan okuler), tetapi jarak fokus lensa obyektif
lebih besar daripada jarak fokus lensa okuler.
 Pengamatan dilakukan dengan menggunakan mata tidak berakomodasi, sehingga
bayangan lensa obyektif terletak di titik fokus lensa obyektif. Ini berarti titik fokus
lensa obyektif berimpit dengan titik fokus lensa okuler.
Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA
Halaman 9

 Perbesaran yang dihasilkan


f
M  ob
fok

 Panjang teropoang
d  fob  f ok

(2) Teropong Bumi

Bayangan akhir yang dihasilkan oleh teropong bintang terbalik terhadap arah benda
semula. Teropong bumi menggunakan lensa cembung ketiga yang disisipkan di antara
lensa obyektif dan lensa okuler untuk menghasilkan bayangan akhir tegak. Oleh karena
itu lensa cembung ketiga disebut lensa pembalik.
 Perbesaran yang dihasilkan
f
M  ob
fok

 Panjang teropoang
d  fob  4 f p  f ok

(3) Teropong Panggung

 Terdiri dari lensa positif sebagai lensa obyektif dan lensa negatif sebagai lensa
okuler.
Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA
Halaman 10

 Perbesaran yang dihasilkan


f
M  ob
fok

 Panjang teropoang
d  fob  f ok

Contoh Soal
(1) Sebuah teropong bintang memiliki lensa obyektif dan lensa okuler dengan masing-
masing jarak fokus 150 cm dan 10 cm. Teropong digunakan untuk melihat benda-
benda di langit yang sangat jauh. Tentukan panjang dan perbesaran yang dihasilkan
teropong!
(2) Sebuah teropoong bintang digunakan untuk mengamati bintang dengan perbesaran 8
kali untuk mata tak berakomodasi. Jika panjang teropong sama dengan 45 cm,
tentukan:
a. jarak fokus lensa okuler
b. jarak fokus lensa obyektif
(3) Sebuah teropong bumi dengan jarak focus lensa objektif 40 cm, jarak focus lensa
pembalik 5 cm, dan jarak focus lensa okulernya 10 cm. Supaya mata tidak
berakomodasi, tentukan jarak lensa objektif dan lensa okulernya!

SOAL-SOAL LATIHAN
PILIHAN GANDA
Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Sebuah lensa berjarak fokus 5 cm E. 100 cm


digunakan sebagai lup. Jika mata normal 3. Seorang penderita presbiopi memiliki titik
menggunakan lup tersebut dengan dekat 50 cm, hendak membaca pada jarak
berakomodasi maksimum, maka baca normal, maka ia memerlukan
perbesaran anguler lup adalah .... kacamata berkekuatan ....
A. 3 kali A. -2 dioptri
B. 4 kali B. -1/2 dioptri
C. 5 kali C. + 1/2 dioptri
D. 6 kali D. +2 dioptri
E. 8 kali E. +4 dioptri

2. Seseorang bermata hipermetropi supaya 4. Sebuah mikroskop mempunyai lensa


dapat melihat dengan normal harus obyektif dan okuler yang jarak fokusnya
menggunakan kacamata yang kuat masing-masing 0,9 cm dan 5 cm. Seseorang
lensanya +2 dioptri. Maka jarak terdekat memasang preparat 10 mm di depan lensa
yang dapat dilihat orang tersebut tanpa obyektif untuk diamati melalui lensa
kacamata adalah .... okuler tanpa akomodasi. Bila obyek
A. 2,5 cm preparat mempunyai panjang 0,5 mm dan
B. 15 cm jarak baca normal orang tersebut 25 cm,
C. 50 cm maka panjang obyek tersebut akan terlihat
D. 60 cm menjadi ....
Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA
Halaman 11

(4) Lensa mata tidak dapat berakomodasi


sekuat-kuatnya pada titik dekat 25 cm.
A. 7,5 mm Pernyataan diatas yang benar adalah ....
B. 10 mm A. (1), (2) dan (3)
C. 12,5 mm B. (1) dan (3)
D. 15 mm C. (2) dan (4)
E. 20 mm D. (4) saja
E. Semua benar
5. Sebuah mikroskop memiliki jarak titik api
obyektif 2,0 cm. Sebuah benda diletakkan 10. Pernyataan berikut ini yang benar
di bawah obyektif pada jarak 2,2 cm. mengenai cacat mata adalah ....
Panjang mikroskop 24,5 cm dan pengamat A. pada mata miopi, bayangan jatuh di
dilakukan tanpa akomodasi. Jika pengamat belakang retina
bermata normal maka perbesaran total B. pada mata hipermetropi, dapat
mikroskop bernilai .... melihat jelas benda jauh
A. 20 kali C. mata hipermetropi dapat melihat
B. 25 kali dengan jelas bila memakai kacamata
C. 50 kali negatif
D. 75 kali D. mata hipermetropi dapat membaca
E. 100 kali jelas pada jarak baca normal
E. mata miopi dinormalkan dengan
6. Titik dekat mata seorang siswa terletak memakai kacamata positif
pada jarak 120 cm di depan mata. Untuk
melihat dengan jelas suatu benda yang 11. Sebuah lensa berjarak fokus 4 cm
berada 30 cm didepan mata, kekuatan digunakan sebagai lup. Agar mata melihat
lensa kacamata yang harus dipakai tanpa berakomodasi, maka letak benda
memiliki kekuatan/berdaya lensa .... tersebut dari lup adalah ....
A. –5 dioptri A. 2 cm
B. –4,16 dioptri B. 3 cm
C. –2,5 dioptri C. 4 cm
D. 2,5 dioptri D. 6 cm
E. 4,16 dioptri E. 8 cm

7. Pada saat membaca, jarak terdekat yang 12. Seseorang yang mempunyai titik dekat 25
dapat dilihat seorang kakek rabun dekat cm ingin melihat sebuah benda dengan
adalah 40 cm. Kekuatan lensa kaca mata lup. Apabila orang tersebut saat
yang diperlukan adalah .... berakomodasi maksimum menginginkan
A. 3/2 dioptri terjadinya perbesaran sebesar 6 kali, jarak
B. 2/3 dioptri focus lup yang harus digunakan ialah ....
C. 4/3 dioptri A. 5 cm
D. 3/4 dioptri B. 10 cm
E. 1/4 dioptri C. 15 cm
D. 20 cm
8. Seorang rabun dekat, titik paling dekat E. 25 cm
yang dapat dilihat dengan jelas berjarak
2/3 meter. Jika ingin melihat pada jarak 13. Sebuah lup kaca pembesar memiliki jarak
baca normal (25 cm), maka harus memakai focus 5 cm, dipakai melihat sebuah benda
kacamata dengan jarak fokus .... kecil yang terletak 5 cm dari lup.
A. 40 cm positif Perbesaran lup itu adalah ....
B. 40 cm negatif A. 2 kali
C. 25 cm positif B. 4 kali
D. 25 cm negatif C. 4 1/6 kali
E. 10 cm positif D. 5 kali
E. 6 ¼ kali
9. Mata rabun dekat memiliki ciri-ciri:
(1) Bayangan benda pada titik dekat 14. Lensa objektif sebuah mikroskop
normal berada di depan retina. membentuk bayangan sebuah benda, yang
(2) Titik dekatnya lebih dari 25 cm oleh lensa okuler lalu diperbesar. Sifat
(3) Dapat ditolong dengan lensa bikonkav
Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA
Halaman 12

bayangan akhir oleh lensa-lensa tadi 19. Mata miopi/ rabun jauh dengan titik jauh
adalah .... (PR) 8 m hendak melihat benda pada jarak
tak berhingga dengan tanpa berakomodasi.
A. Nyata, tegak, diperbesar dioptri lensa kacamata yang harus dipakai
B. Maya, terbalik, diperbesar sebesar ....
C. Nyata, terbalik, diperkecil A. -0,25 dioptri
D. Maya, tegak, diperbesar B. -0, 50 dioptri
E. Maya, tegak, diperkecil C. -0, 75 dioptri
D. -0,125 dioptri
15. Sebuah benda mikro terletak 1 cm di E. -0, 150 dioptri
depan lensa obyektif mikroskop. Jarak
fokus lensa obyektif 0,9 cm. jika 20. Sebuah mikroskop memiliki panjang fokus
perbesaran lensa okuler lensa okuler = 10 lensa objektif dan okuler masing masing10
kali. Perbesaran total mikroskop cm dan 5 cm. Jika jarak antara lensa
adalah .... objektif dan okuler 35 cm dan mata tidak
A. 11,9 kali berakomodasi, maka perbesaran total
B. 90 kali mikroskop adalah ....
C. 100 kali A. 10 kali
D. 110 kali B. 12 kali
E. 190 kali C. 15 kali
D. 18 kali
16. Jarak fokus lensa objektif dan lensa okuler E. 20 kali
sebuah mikroskop masing-masing 2 cm dan
5 cm, digunakan untuk mengamati benda 21. Bayangan akhir yang dibentuk oleh
kecil yang terletak 2,5 cm dari lensa teropong panggung adalah ....
objektif. Jika pengamat memiliki mata A. nyata, terbalik
normal (pp = 25cm) dan berakomodasi B. nyata, tegak
maksimum, maka perbesaran sudut yang C. maya, tegak
dihasilkan mikroskop adalah .... D. nyata, diperkecil
A. 20 kali E. maya, terbalik
B. 24 kali
C. 25 kali 22. Menggunakan teropong bintang lebih
D. 36 kali rileks bila mata tak berakomodasi, untuk
E. 50 kali itu makapengaturan panjang teropong
harus dikondisikan agar bayangan yang
17. Sebuah teropong dipakai untuk melihat dibentuk oleh lensa objektif diletakan
bintang yang menghasilkan perbesaran pada posisi ....
anguler 6 kali. Jarak lensa obyektif A. Diantara f dan posat lensa okuler
terhadap lensa okuler 35 cm. Teropong B. Diantara f dan 2f lensa okuler
digunakan dengan mata tidak C. Tepat pada focus lensa okuler
berakomodasi. Jarak fokus okulernya D. Tepat di 2f lensa okuler
adalah .... E. Diantara f dan focus lensa objektif
A. 3,5 cm
B. 5 cm 23. Fungsi lensa pembalik pada teropong
C. 7 cm bumi adalah ....
D. 10 cm A. Membentuk bayangan nyata
E. 30 cm B. Memperbesar bayangan
C. Membalik bayangan yang
18. Seseorang memakai kacamata dengan dibentuklensa okuler
kekuatan 1,5 dioptri, sehingga D. Membalik bayangan yang dibentuk oleh
dapat membaca seperti mata normal. Titik lensa objektif
dekat orang tersebut adalah .... E. Memfokuskan bayangan yang dibentuk
A. 36 cm d. 45 cm lensa objektif
B. 40 cm e. 50 cm
C. 42 cm 24. Perhatikan gambar jalannya sinar
D. 45 cm pembentukan bayangan pada mikroskop
E. 50 cm berikut.

Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA


Halaman 13

Berdasarkan gambar di atas, perbesaran


bayangan untuk mata tidak berakomodasi
adalah ....
A. 60 kali
B. 50 kali
C. 45 kali
D. 40 kali
E. 30 kali

26. Sebuah teropong bintang mempunyai jarak


Jarak lensa objektif dan lensa okuler dari fokus lensa obyektif 1 m dan jarak antara
mikroskop tersebut adalah .... lensa obyektif dan lensa okuler 110 cm.
A. 20 cm Jika teropong digunakan dengan
B. 24 cm menggunakan mata tak berakomodasi,
C. 25 cm maka perbesaran teropong adalah ....
D. 27 cm A. 20 kali
E. 29 cm B. 15 kali
C. 10 kali
25. Lintasan berkas sinar ketika melalui sistem D. 8 kali
optik teropong bintang ditunjukkan seperti E. 5 kali
gambar.

27. Berhatikan gambar jalannya sinar pembentukan bayangan pada mikroskop berikut:
obyektif okuler

2 cm 6 cm

fob fok
fob

1,8 cm

Jarak lensa obyektif dan lensa okuler dari mikroskop tersebut adalah ….
A. 20 cm D. 27 cm
B. 24 cm E. 29 cm
C. 25 cm

28. Lintasan berkas sinar ketika melalui sistem optik teropong ditunjukkan seperti pada gambar.
obyektif okuler

fok
fob

160 cm 2 cm

Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA


Halaman 14

Berdasarkan gambar di atas, perbesaran bayangan untuk mata tidak berakomodasi adalah ....
A. 40 kali
B. 80 kali
C. 90 kali
D. 140 kali
E. 180 kali

29. Gambar berikut ini menyajikan sketsa perjalanan sinar pada mata yang mengalami salah satu
cacat mata.

Alfian mengalami cacat mata seperti pada gambar di atas sehingga ia hanya mampu melihat
benda pada jarak 2,5 meter di depannya. Agar Alfian dapat melihat benda seperti mata
normal, maka ia harus menggunakan lensa kacamata yang berupa ....
A. lensa cembung dengan kekuatan 0,4 dioptri
B. lensa cekung dengan kekuatan – 0,4 dioptri
C. lensa cembung dengan kekuatan 0,6 dioptri
D. lensa cekung dengan kekuatan – 0,6 dioptri
E. lensa cekung dengan kekuatan – 1,0 dioptri

30. Gambar berikut menampilkan seseorang yang berpenglihatan normal sedang mengamati
benda dengan menggunakan mikroskop beserta diagram jalannya sinar dan pembentukan
bayangan yang terjadi.

Kemudian orang tersebut mengubah kemampuan berakomodasi matanya sehingga berkas


sinar yang keluar dari lensa okuler merupakan berkas sinar yang sejajar. Agar keadaan ini
bisa terjadi, maka ....
A. lensa okuler digeser 2 cm menjauhi obyektif
B. lensa okuler digeser 2 cm mendekati obyektif
C. lensa obyektif digeser 2 cm mendekati okuler
D. lensa obyektif digeser 2 cm menjauhi okuler
E. lensa obyektif digeser 11 cm mendekati okuler

Bahan Ajar Fisika – Alat Optik – Pay_SMANDA