Anda di halaman 1dari 76

LAPORAN

PRAKTIK KERJA LAPANGAN

DI PT. MULTI SARANA INDOTANI

DS. LENGKONG KEC.MOJOANYAR KAB. MOJOKERTO

Disusun Oleh :

1. VITA ADITYA 11945/068.037


2. YUSFIKE FUDZIA NINGSIH 11945/072.037

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH

SMK NEGERI MOJOAGUNG

KABUPATEN JOMBANG

2019
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

DI PT. MULTI SARANA INDOTANI

MOJOKERTO

01 OKTOBER 2019 - 31 DESEMBER 2019

Oleh :

1. VITA ADITYA
2. YUSFIKE FUDZIA NINGSIH

Menyetujui :

Kepala Progam Pembimbing

......................... ..........................

Mengetahui,

Kepala SMK Negeri Mojoagung

Drs. SUPRIYADI, M. Kes.

NIP. 19620610 198710 1 004

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi segala
rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan
menyelesaikan laporan Praktik Kerja Lapangan di PT. MULTI SARANA
INDOTANI.

Kedua kalinya sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada


junjungan Nabi Muhammad SAW. Laporan Praktik Kerja Lapangan ini tidak
mungkin dapat terselesaikan tanpa bantuan dari semua pihak, untuk itu kami
mengucapkan banyak berterimakasih kepada semua puhak, yang telah
banyak membantu dalam menyelesaikan laporan ini, tak lupa juga kami
ucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Bapak Seno Praswanto, selaku Manager QA/QC dan pembimbing.


2. Bapak Mudjaiddin, selaku pimpinan perusahaan.
3. Bapak Drs.Supriyadi, M. Kes ,selaku kepala SMK Negeri Mojoagung.
4. Ibu Erika Anggraini, selaku guru pembimbing serta ketua guru
produktif Kompetensi Keahlian Kimia Lapangan SMK Negeri
Mojoagung.
5. Seluruh pengajar PKL yang telah mengajar dan membing kami.
6. Seluruh karyawan di PT. MULTI SARANA INDOTANI yang telah
banyak membantu dalam pelaksanaan prakein.
7. Bapak/Ibu guru kami yang telah memberi semangat dan dorongan,
keluarga dan saudara-saudara kami, serta juga pihak yang telah
banyak membantu dalam pembuatan laporan ini.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan praktek


Lapangan ini masih jauh dari kesempurnaan. Apapun kelebihan dan
kekurangan dari laporan praktik ini kritik dan saran yang membangun
dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk perbaikan. Kami
berharap laporan PKL ini akan memberi manfaat bagi pembaca dan
pengalaman bagi penulis.

ii
Penulis

ii
DAFTAR ISI

COVER ..............................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN .................................................................. i
KATA PENGANTAR ......................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................... iii

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kegiatan .......................................................... 1

1.2 Tujuan Kegiatan ....................................................................... 2

1.3 Manfaat Kegiatan .................................................................... 3

1.4 Waktu Kegiatan ....................................................................... 4

1.5 Tempat Kegiatan ..................................................................... 4

BAB II. TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Deskripsi Perusahaan ............................................................

2.2 Lokasi Perusahaan ................................................................

2.3 Visi Perusahaan .....................................................................

2.4 Misi Perusahaan ....................................................................

2.5 Kebijakan Mutu .....................................................................

BAB III.

iv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kegiatan


Sebagai siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), PKL (Praktik Kerja
Lapangan) merupakan suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan
keahlian profesional yang memadukan secara sistematik antara progam
pendidikan di sekolah dan penguasaan keahlian yang diperoleh melalui
kegiatan bekerja langsung di dunia Lapangan.
Ada dua pihak yaitu Lembaga Pendidikan dan Lapangan Kerja
(Lapangan/Perusahaan atau Instanti tertentu) yang secara bersama-
sama menyelenggarakan suatu progam keahlian kejuruan. Dengan
demikian kedua belah pihak seharusnya terlibat dan bertanggung jawab
mulai dari tahap perencanaan progam, tahap penyelenggaraan, sampai
penilaian dan penentuan kelulusan siswa.
Dengan melakukan Kegiatan Praktik Kerja Lapangan diharapkan
juga agar siswa dapat mengetahui bagaimana dunia Kerja Lapangan
Kimia. Kegiatan PKL dapat juga digunakan siswa sebagai bahan acuan
saat terjun langsung dalam dunia Lapangan di kemudian hari.

1.2 Tujuan Kegiatan


Penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada SMK bertujuan
untuk :

1. Tujuan PKL bagi siswa yang pertama adalah diharapkan dapat


mengimplementasikan materi yang selama ini didapatkan di sekolah
sehingga dapat diterapkan dengan baik.

2. Tujuan PKL bagi siswa yang kedua adalah dapat membentul pola pikir
yang konstruktif pola pikir bagi siswa-siswi PKL. Sehingga dapat melihat
peluang di masa depan.

3. Tujuan PKL bagi siswa yang ketiga adalah Bisa melatih siswa untuk
berkomunikasi atau berinteraksi secara profesional di dunia kerja yang
sebenarnya. Sehingga tidak merasa takut atau canggung lagi
berkomunikasi secara profssional.
4. Tujuan PKL bagi siswa yang keempat adalah dapat membentuk etos
kerja yang baik bagi siswa-siswi PKL. Sehingga kedepannya siswa dapat
menjadi sosok lulusan dan berkualitas.

5. Tujuan PKL bagi siswa yang kelima adalah bisa menambah dan
mengembangkan ilmu pengetahuan dasar yang dimiliki oleh siswa-siswi
PKL sesuai bidang masing-masing;

6. Tujuan PKL bagi siswa yang keenam adalah dapat menambah jenis
keterampilan yang dimiliki oleh siswa agar dapat dikembangkan dan
diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

7. Tujuan PKL bagi siswa yang ketujuh adalah bisa menjalin kerjasama
yang baik antara sekolah dengan dunia Lapangan maupun dunia usaha.
1.3 Manfaat Kegiatan

Setelah ditinjau dari tujuan PKL dan kewajiban siswa seperti yang telah
dibuat daftarnya diatas. PKL ini memiliki 10 manfaat besar bagi siswa itu
sendiri, di antaranya:

1. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian


profesional, dengan keterampilan, pengetahuan, serta etos kerja yang
sesuai dengan tuntutan zaman.

2. Mengasah keterampilan yang di berikan Sekolah Menengah Kejuruan


(SMK).

3. Menambah keterampilan, pengetahuan, gagasan-gagasan seputar


dunia usaha serta Lapangan yang professional dan handal.

4. Membentuk pola pikir siswa -siswi agar terkonstruktif baik serta


memberikan pengalaman dalam dunia Lapangan maupun dunia kerja.

5. Menjalin kerja sama yang baik antara sekolah dan perusahaan terkait,
baik dalam dunia usaha maupun dunia Lapangan.

6. Mengenalkan siswa-siswi pada pekerjaan lapangan di dunia Lapangan


dan usaha sehingga pada saatnya mereka terjun ke lapangan pekerjaan
yang sesungguhnya dapat beradaptasi dengan cepat.

7. Meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam mendidik dan melatih


tenaga kerja yang berkualitas.

8. Sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan bahwa pengalaman


kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.

9. Mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas yang sesuai


dengan kebutuhan di era teknologi informasi dan komunikasi terkini.

10. Memberikan keuntungan pada pihak sekolah dan siswa-siswi itu


sendiri, karena keahlian yang tidak diajarkan di sekolah didapat didunia
usaha/Lapangan.

1.4 Waktu Kegiatan


Adapun waktu kegiatan untuk melaksanakan praktik kerja
Lapangan (PKL) di PT.MULTI SARANA INDOTANI adalah
mulai dari tanggal 01 Oktober 2019 Sampai 31 Desember 2019.
Hari kerja kami adalah hari Senin s/d Jumat. Sementara jam
kerja kami dimulai pukul 08.00-17.00 WIB yang diselingi waktu
istirahat pertama pukul 12.00-13.00 WIB, dan Istirahat Kedua
pukul 15.00-15.15 WIB.

1.5 Tempat Kegiatan


Di PT.MULTI SARANA INDOTANI berada di Ds.Lengkong
Kec.Mojoanyar Kab.Mojokerto JAWA TIMUR.
BAB II

TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Deskripsi Perusahaan


PT. MULTI SARANA INDOTANI merupakan
perusahaan formulasi pupuk NPK dan pestisida yang
didirikan pada tahun 2005 tepatnya tanggal 10 Mei, yang
memiliki total luas lahan pabrik 5 hektar, perusahaan
formulasi yang berkapasitas 39600 ton pertahun.
Perusahaan ini juga telah dilengkapi dengan labolatoium
dan peralatan formulasi pestisida yang berstandar
internasional. Semua produk pestisida yang dihasilkan
telah melalui pengawasan mutu dengan dukungan
tenaga-tenaga profesional sehingga produk yang
dipasarkan merupakan produk pestisida yang berkualitas
dan bermutu.
Dengan semakin banyaknya produk pestisida dan
pupuk yang dibutuhkan oleh petani, PT. Multi Sarana
Indotani bersama dengan PT Tanindo Intertraco
melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan
pestisida dan pupuk rekanan di manca negara. Beberapa
perusahaan pestisida yang telah dikembangkan oleh
perusahaan dapat dikelompokkan dalam produk
Herbisida dan Inseksida. Dan produk pupuk yang telah
dikembangkan adalah Pupuk Majemuk, Pupuk mikro,
Pupuk Daun.
Pt. Multi Sarana Indotani memproduksi Pestisida
dengan merk Noxone, Divaxone, Divaxone mix,
Servoxon, Rambo, Ruso, Roger, Cypermax, Greta, dan
Trisula. Selain itu PT. Multi Sarana Indotani juga
memproduksi Pupuk NPK dengan merk Mamigro dan
Gardena.
2.2 Lokasi Perusahaan
PT. Multi Sarana Indotani terletak di Desa Lengkong
Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Dengan
nomor telp. (0821)3312220

2.3 Visi Perusahaan :


“ Menjadi produsen pestisida dan pupuk majemuk terbaik
di indonesia ”

2.4 Misi Perusahaan :


“ Menyediakan pestisida dan pupuk majemuk bermutu
tinggi untuk menunjang keberhasilan produksi tanaman
dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani”.

2.5 Kebijakan Mutu


PT. Multi Sarana Indotani berkomitmen untuk
memenuhi harapan konsumen dan memenuhi peraturan
perundang-undangan yang berlaku secara
berkesinambungan meliputi:

a) Meningkatkan kualitas produk sesuai peraturan


KOMPES, FAO, SNI

b) Melengkapi peralatan uji mutu pestisida dan pupuk


NPK yang lengkap sesuai dengan parameter
KOMPES dan SNI

c) Memfasilitasi sarana dan prasarana produksi yang


dibutuhkan

d) Memproduksi pestisida, herbisida, fungisida, dan


pupuk yang berkualitas tinggi, yang memenuhi
tuntunan kebutuhan pelanggan
e) Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia
secara berkelanjutan
f) Meningkatkan formulasi granule, powder, susupention
concentrale,soluble liquid dan emultion concentrane
yang berkesinambungan.
BAB III

KEGIATAN DALAM LAPANGAN KIMIA

A. LABOLATORIUM

Kegiatan yang dilakukan di LABOLATORIUM :

1. UJI PERSEN NITROGEN

Standard Analitical Methode

Produk : Pupuk Mullti NPK padi

Prosedur title : Metode Analisa Total Nitrogen(N)

Tujuan : Penentuan total kandungan Nitrogen(N)


dalam produk pupuk powder Scope : Metode ini digunakan untuk

menentukan kandungan

Nitrogen(N) dari produk


pupuk

powder

Prinsip : Sample di ukur dengan


metode

Titrasi

Bahan : - Zn powder

- NaOH 50 %

- Boric Acid 2%

(Mengandung indikator
BTB)

- NHCL 0,5051 N

Prosedur :

1. Timbang sample dengan massa kira-kira 0,40000 gr


2. Timbang 1 gr Zn powder, 200 ml Aquadest serta 50 ml NaOH 50% dan
masukkan dalam sample didalam erlenmeyer tutup basah, tambahkan
potongan labu didih
3. Pasang pada peralatan destilasi yang dilengkapi dengn corong
4. Panaskan pada suhu kira-kira 380 derajat celcius. Sebelum itu
tambhakan boric Acid + Indikator BTB sebanyak 100ml
5. Setelah berwarna biru keunguan dan mencapai 200ml pindahkan
kedalam Erlenmeyer ukuran 500ml. Lalu tambahkan Eoric Acid +
Indikator BTB sebanyak 50ml
6. Pemanasan diteruskan dengan suhu dinaikkan hingga larutan sample
tersisa kira-kira sepertiga bagian
7. Bilas semua bagian condensor dan satukan kedalam Boric Acid
8. Titrasi dengan NHCL 0,5051 N

Contoh Perhitungan penentuan Persen Nitrogen(N) Pupuk BPK Padi

% Nitrogen : 12,79 %

Massa : 0,41999 gr

V Titran : 7,6 ml

N Titran : 0,5051 N

Analisa Perhitungan : V titran x N titran x 1,4

Massa

: 7,6 x 0,5051 x 1,4 = 12,79%

0,41999

2. TITRASI
Titrasi adalah salah satu metode kimia untuk menentukan
Konsentrasi suatu larutan dengan cara mereaksikan sejumlah
volume larutan tersebut terhadap sejumlah volume larutan tersebut
Terhadap sejumlah volume larutan lain yang konsentrasinya sudah
diketahui. Larutan yang konsentrasinya sudah diketahui disebut
larutan baku. Larutan yang belum diketahui konsentrasinya
ditambahkan beberapa tetes indikator, kemudian ditetesi dengan
larutan yang sudah diketahui konsentrasinya. Titik akhir tirasi
adalah tepat pada saat terjadi perubahan warna indikator. Titrasi
yang melibatkan reaksi asam dan basa disebut titrasi asam-basa.
Ada dua jenis titrasi asam, yaitu asidimetri (penentuan konsentrasi
larutan basa dengan menggunakan larutan baku asam) dan
alkalimetri (penentuan konsentrasi larutan asam dengan
menggunakan larutan baku basa).

Gambar 4.28 TITRASI

CARA MELAKUKAN TITRASI.

1) Larutan yang akan di teteskan di masukkan ke dalam buret.


2) Larutan yang akan di titrasi di maskkan ke dalam erlenmeyer dengan
mengukur volumenya terlebih dahulu memakai pipet gondok.
3) Memberikan 3 – 5 tetes indikator PP pada larutan yang di titrasi
menggunakan pipet tetes.
4) Proses titrasi yaitu larutan yang berada di dalam buret di teteskan
secara perlahan melalui kran buret ke dalam erlenmeyer yang sudah
di letakkan di atas alat stirrer supaya larutan yang berada di dalam
erlenmeyer bisa tergoyang atau teraduk denga kecepatan tertentu.
Penambahan larutan penitrasi ke dalam erlenmeyer dihentikan ketika
sudah terjadi perubahan warna. Perubahan warna menandakan telah
tercapainya titik akhir titrasi (titik ekuivalen).
5) Mencatat volume larutan penitrasi dengan melihat volume yang
berkurang pada buret setelah dilakkan proses titrasi.

3. DESTILASI
Destilasi adalah teknik untuk memisahkan larutan ke dalam
masing-masing komponennya.

Gambar 4.29 Proses Destilasi

PRINSIP DESTILASI

Prinsip destilasi adalah didasarkan atas perbedaan titik didih komponen

Zat-nya. Destilasi digunakan untuk memurnikan senyawa-senyawa yang


mempunyai titik didih berbeda, sehingga dapat dihasilkan senyawa yang
memiliki kemurnian yang tinggi.

Berikut contoh uji destilasi pada produk Pupuk MAMIGRO :

1) Kran, Selang
2) Erlenmeyer
3) Termometer
4) Statif dan Klem
5) Labu Destilasi
6) Kondensor
7) Soxhlet
8) Pemanas
Bahan yang digunakan :

1) Pupuk Mamigro
2) Zinc 1 gram
3) NaOH 50% 50 ml
4) Aquades 200 ml
5) Batu Didih
6) Boric Acid 2% 150 ml

Cara kerja :
1) Timbang produk yang akan di destilasi kedalam timbangan
digital, setelah itu masukkan kedalam labu destilasi.
2) Timbang zinc kedalam timbangan digital, setelah itu campur
dengan produk di dalam labu destilasi.
3) Masukkan NaOH 50% 50ml ke dalam labu destilasi.
4) Masukkan Aquades 200ml ke dalam labu destilasi.
5) Masukkan batu didih ke dalam labu destilasi dan nyalakan
kompor (pemanas).
6) Masukkan Boric acid ke dalam erlenmeyer sebanyak 100ml
(pertama), 50ml (kedua).
7) Setelah larutan yang di dalam erlenmeyer sudah mencapai
250ml, destilasi dihentikan, dan dilakukan titrasi.

4. MENGHILANGKAN BUSA

Gambar 4.30 Power Sonic


Alat meghilangkan busa atau disebut juga dengan alat Power
Sonic. Cara menghilangkan busa adalah sebagai berikut :
1. Tuang produk yang akan dihilangkan busanya kedalam gelas
ukur 250 ml.
2. Masukkan gelas ukur yang sudah diisi produk ke dalam alat
Power Sonic.
3. Setelah itu nyalakan alat lalu tunggu sampai busa pada produk
benar-benar hilang.

PENGOPERASIAN ALAT ULTRASONIC CLEANER

1. Tempatkan alat Ultrasonic cleaner pada tempat yang datar dan


kering.
2. Isi bak air vacum cleaner sebanyar setengah bagian dengan air
bersih.
3. Hidupkan alat dengan menekan tombol on.
4. Atur waktu, suhu dan tingkat getaran alat pada waktu
membersihkan tubing innstrumen HPLC.
5. Masukkan beaker gelas yang berisi etanol dan tubing instrumen
HPLC yang akan dibersihkan.
6. Teksn tombol start untuk memulai pembersihan tubing-tubing HP
7. LC.
8. Ultrasonic cleaner akan beroperasi dalam waktu sesuai dengan
waktu tang kita set.
9. Jika Ultrasonic cleaner sudah berhenti beroperasi ambil beaker
gelas yang berisi tubing HPLC yang sudah dibersihkan.

PEMELIHARAAN ALAT

Ganti air dalam bak ultrasonic cleaner sebulan sekali


5. MENGUKUR KADAR AIR

Tujuan : Untuk mengetahui jumlah kadar air dari setiap produk

pupuk

Prosedur Kerja :

1. Nyalakan tombol ON pada alat dan printer, pilih metode yang


digunakan (A Untuk menentukan Kadar Air dan B untuk
menentukan Solid Content)
2. Buka penutup alat, masukkan PAN dan tutup
3. Tunggu sampai layar muncul tanda pengisian KA atau Solid
Content
4. Buka penutup, isi PAN dengan produk yang akan diukur dengan
berat yang sudah ditentukan layar
5. Tutup kembali alat dengan perlahan dan hati-hati maka alat akan
beroperasi dan hasil akan tercetak secara otomatis pada mesin
printer
6. Untuk melanjutkan analisa lakukan tahap 3 yaitu dengan cara
meletakkan PAN secara langsung dan ikuti step selanjutnya sesuai
dengan petunjuk pada layar.

Standart yang diperoleh 4,3% – 5,8%

7. MENENTUKAN KADAR AIR

Gambar 4.31 Menentukan Kadar Air


Cara Kerja :

1. Buka Alat Mettler Toledo, lalu masukkandan timbang produk yang di


ukur kadar airnya kedalam alat Mettler Toledo.
2. Tutup alat dan tunggu sampai alat berbunyi dan tanda kalau produk
sudah selesai terukur kadar airnya.

6. MENGUKUR VISCOSITAS

Langkah Kerja :

1. Tancapkan kabel conector pada sumber listrik/contactor


2. Nyalakan tombol ON pada sisi belakang alat
3. Pasang spindle sesuai dengan tingkat kekentalan produk yang
diukur.
4. Setting no. Spindle yang digunakan dengan cara menggeser
tombol kearah kanan (ke arah spindle), dan speed (rpm) yang
digunakan dengan menggeser ke arah kiri
5. Selanjutnya cek rangge kekentalan yang dapat diukur dengan
parameter yang telah diukur sebelumnya, dengan menekan tombol
auto range
6. Setelah semua parameter siap tekan tombol ON dan alat mulai
mengukur kekentalan
7. Untuk mengakhiri analisa tekan kembali tombol ON, cuci spindle
dengan aquadest, lepas dan selanjutnya direndam dalam etanol
8. Matikan tombol power bagian belakang alat, cabu kabel conect
7. PENGENCERAN LARUTAN

Tujuan : Untuk mengetahui standart % phosphate yang

diperbolehkan

Prosedur Kerja :

Timbang produk dengan berat yang sudah ditentukan dalam setiap


produk lalu masukkan dalam labu ukur kemudian tambahkan Aquadest
sampai tanda batas lalu tutup dan lakukan pengocokan kurang lebih 5 kali
kemudian langkah selanjutnya dilakukan uji larutan % Phosphate
menggunakan alat yang telah disediakan.
8. PEMBUATAN AIR SADAH
A. Tambahkan air standart 34200 PPM
B. Tambahkan aquadest kedalam labu alas bulat ukuran (1000ml)
sampai tanda batas
C. Kocok selama 1 menit
9. SAMPLING BOX, BOTOL, DAN JERIGEN

Tujuan : Untuk mengetahui/ mencocokkan dimensi atau packaging

Tersebut.

Prosedur Kerja :

1. Sampling Box
A) Pada saat sampling datang lakukan pengecekkan pada box
B) Tulis parameter yang sesuai dengan box terlebih dahulu
C) Kemudian lakukan pengecekkan Panjang, Lebar, dan Tinggi sesuai
produk box
D) Setelah hasil telah memenuhi syarat ketentuan parameter maka
langkah selanjutnya tulis hasil parameter yang telah di isi pada
sheet dan box dinyatakan layak untuk digunakan.
2. Sampling Botol
A) Pada saat sampling datang lakukan pengecekkan pada botol
B) Tulis parameter yang sesuai dengan botol terlebih dahulu
C) Kemudian lakukan pengecekkan Warna, Ketebalan, Berat, Volume,
dan Bentuk tegak simetris
D) Setelah hasil telah memenuhi syarat ketentuan parameter maka
langkah selanjutnya tulis parameter yang telah di isi pada sheet
dan botol dinyatakan layak digunakan.
3. Sampling Jerigen
A) Pada saat sampling datang lakukan pengecekkan pada jerigen
B) Tulis parameter yang sesuai dengan jerigen terlebih dahulu
C) Kemudian lakukan pengecekkan Warna, Tinggi ulir, Berat Jerigen
D) Setelah hasil telah memenuhi syarat ketentuan parameter maka
langkah selanjutnya tulis hasil parameter yang telah di isi pada
sheet dan jerigen dinyatakan layak untuk digunakan.
10. MENGECEK BERAT JENIS (SG/SPESIFIC GRAFITY) PRODUK
DARI PRODUKSI

Tujuan : Untuk mengetahui berat per liter produk liquid

Prosedur Kerja :

1. Pada saat sampling datang dari formulasi lakukan


pemindahan sample produksi kedalam gelas ukur
2. Setelah itu masukkan alat Hidrometer dalam gelas ukur yang
berisi sample produksi
3. Lalu cek berat jenis (SG) tersebut jika memenuhi standart
spec maka sample tersebut layak untuk di packing untuk
tahap selanjutnya jika tidak memenuhi spec maka sample
produksi dikembalikan dan akan di formulasi kembali

Spec : Standart dari masing-masing produk yang


ditentukan
oleh pabrik
11. CARA MENENTUKAN pH

Tujuan : Untuk mengetahui tingkat keasaman produk hasil


formulasi

Prosedur Kerja :

1. Di timbang pupuk powder dengan berat 1 gr


2. Kemudian tambahkan aquadest 100 ml
3. Lalu aduk dengan strirer hingga larut setelah itu cek pH dengan pH
Meter

12. MENGANALISA FILE


B. PRODUKSI HERBISIDA
Pengertian Herbisida :

herbisida (dari bahasa Inggris herbicide) adalah senyawa atau material


yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas
tumbuhan yang menyebabkan penurunan hasil (gulma). Lahan pertanian
biasanya ditanami sejenis atau dua jenis tanaman pertanian. Namun
tumbuhan lain juga dapat tumbuh di lahan tersebut. Karena kompetisi dalam
mendapatkan hara di tanah, perolehan cahaya matahari, dan atau keluarnya
substansi alelopatik, tumbuhan lain ini tidak diinginkan keberadaannya.
Herbisida digunakan sebagai salah satu sarana pengendalian tumbuhan
Dua tipe herbisida menurut aplikasinya

Terdapat dua tipe herbisida menurut aplikasinya: herbisida


pratumbuh (preemergence herbicide) dan herbisida
pascatumbuh (postemergence herbicide). Yang pertama disebarkan pada
lahan setelah diolah namun sebelum benih ditebar (atau segera setelah benih
ditebar). Biasanya herbisida jenis ini bersifat nonselektif, yang berarti
membunuh semua tumbuhan yang ada. Yang kedua diberikan setelah benih
memunculkan daun pertamanya. Herbisida jenis ini harus selektif, dalam arti
tidak mengganggu tumbuhan pokoknya.

Dari cara kerjanya herbisida ada 2 macam:

 Herbisida kontak adalah herbisida yang berguna untuk menyiang gulma


dengan cara langsung mengganggu tanaman untuk berfotositensis,
gulma yang secara langsung terkena herbisida kontak akan mati.
 Herbisida sistemik adalah herbisida yang cara kerjanya dengan
mengganggu enzim yang berperan dalam membentuk asam amino yang
dibutuhakan tanaman, dan mudah menyerap ke seluruh jaringan
tanaman, gulma akan mati sampai akar-akarnya.

Cara kerja herbisida :

Pada umumnya herbisida bekerja dengan mengganggu


proses anabolisme senyawa penting seperti pati, asam lemak atau asam
amino melalui kompetisi dengan senyawa yang "normal" dalam proses
tersebut. Herbisida menjadi kompetitor karena memiliki struktur yang mirip
dan menjadi kosubstrat yang dikenali oleh enzim yang menjadi sasarannya.
Cara kerja lain adalah dengan mengganggu keseimbangan produksi bahan-
bahan kimia yang diperlukan tumbuhan.

Contoh:

 glifosat (dari Monsanto) mengganggu sintesis asam amino aromatik


karena berkompetisi dengan fosfoenol piruvat
 fosfinositrin mengganggu asimilasi nitrat dan amonium karena menjadi
substrat dari enzim glutamin sintase.

Rekayasa genetika dan herbisida

Sejumlah produsen herbisida mendanai pembuatan tanaman transgenik yang


tahan terhadap herbisida. Dengan demikian penggunaan herbisida dapat
diperluas pada tanaman produksi tersebut. Usaha ini dapat menekan biaya
produksi dalam pertanian berskala besar dengan mekanisasi.

Contoh tanaman tahan herbisida yang telah dikembangkan adalah raps


(kanola), jagung, kapas, padi, kentang, kedelai, dan bit gula.

1. ALAT-ALAT/MESIN PADA PRODUKSI HERBISIDA


Alat-alat atau Mesin yang digunakan dalam produksi Herbisida ada
bermacam-macam. Beberapa alat tersebut yaitu sebagai berikut :

a) Mesin Filling
Digunakan untuk mengisi cairan kedalam botol dengan volume
yang sudah ditentukan.

Mesin Filling

b) Mesin Capper Inline


Digunakan untuk memberi tutup pada botol yang sudah diiisi
produk dan dapat menutup botol .
Mesin Capper Inline

c) Mesin Inject Printer


Digunakan untuk memberi nomor batch, Tanggal pembuatan
Produk, dan Exp produk.

Mesin Inject Printer

d) Mesin Induction Heat Sealer


Digunakan untuk memanaskan dan merapatkan aluminium foil
(Seal) pada tutup botol sehingga kemasan produk lebihbrapat
(Tidak Bocor), tahan lama, tidak lembab, dan tidak
terkontaminasi terhadap udara luar.
Mesin Induction Heat Sealer

e) Mesin Shrink Tunnel


Digunakan untuk merekatkan plastik label yang terdapat pada
body luar botol, sehingga plastik label bisa menempel dan
mengeras pada botol.

Mesin Shrink Tunnel

f) Mesin Carton Sealer


Digunakan untuk pengepakan produk yang sudah jadi atau
Siap jual yang dimasukkan kedalam sebuah kardus, lalu kardus
dimasukkan ke mesin carton sealer ini, maka bagian atas dan
bawah kardus bisa tersolatip secara otomatis.
Mesin Carton Sealer

2. PRODUK-PRODUK HERBISIDA

A) NOXONE

NOXONE
Herbisida Kontak berbentuk larutan dalam air, berwarna biru
kehijauan. Digunakan untuk mengendalikan gulma pada lahan
tanpa tanaman dan penyiangan pada tanaman Jagung, Kelapa
sawit (TBM), Karet (TBM), Kakao,Tebu, Padi sawah (TOT),
Padi sawah pasang surut (TOT), dan Teh (TM).
B) NOXONE MIX

Noxone MIX

Herbisida aksi ganda dengan dua bahan aktif kontak dan


Sistemik berbentuk larutan dalam air, berwarna biru kehijauan
Digunakan untuk mengendalikan gulma pada lahan tanpa
tanaman, Kelapa sawit (TBM), dan karet (TBM).

C) DIVAXONE 243 SL
DIVAXONE 243 SL

Herbisida kontak berbentuk larutan dalam air, berwarna biru


kehijauan, Digunakan untuk mengendalikan gulma pada lahan
tanpa tanaman. Merupakan herbisida kontak non selektif,
diserap oleh daun dengan beberapa translokasi dalam xylem.

D) DIVAXONE MIX
DIVAXONE MIX
Herbisida kontak dan sistemik berbentuk larutan dalam air.

E) RAMBO Gold 480 SL


RAMBO Gold 480 SL
Herbisida Sistemik purna tumbuh terbentuk larutan dalam air
berwarna kekuningan, digunakan untuk mengendalikan gulma
pada tanaman Jagung (TOT), Kelapa sawit (TBM), tanaman
Teh, Lahan tanpa tanaman, dan karet (TBM)

F) RAMBO PEAK 550 SL


RAMBO PEAK 550 SL
Herbisida Sistemik purna tumbuh terbentuk larutan dalam air

G) RUSO 485 SL
RUSO 485 SL
Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air,
Berwarna kekuningan, digunakan untuk mengendalikan gulma
berdaun lebar dan berdaun sempit pada lahan tanpa tanaman.

H) ROGER 480 SL
ROGER 480 SL
Herbisida Sistemik purna tumbuh terbentuk larutan dalam air
berwarna kekuningan, digunakan untuk mengendalikan gulma
pada Kelapa sawit (TBM), tanaman Teh, Lahan tanpa tanaman

I) RANGER 240 SL
RANGER 240 SL
Herbisida Sistemik purna tumbuh terbentuk larutan dalam air
berwarna kekuningan, digunakan untuk mengendalikan gulma
pada Kelapa sawit (TBM), tanaman Teh, Lahan tanpa tanaman.

3. PRODUKSI INSEKSIDA
1. Pengertian Inseksida
Insektisida adalah kolobaorasi yang tercampur dengan bahan kimia
dengan sifat racun sehingga kerapkali dipergunakan untuk
membunuh serangga. Maka sudah sangatlah pantas jika
insektisida ini termasuk dalam salah satu jenis pestisida.
Pestisida adalah semua bahan racun yang digunakan untuk
membunuh organisme hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak
dan sebagainya yang dibudidayakan manusia untuk kesejahteraan
hidupnya. Menurut PP yaitu No. 7 tahun 1973, yang dimaksud
pestisida ialah semua zat kimia dan bahan lain dan jasad renik dan
virus yang dipergunakan untuk :

 Memberantas atau mencegah hama-hama serta penyakit-penyakit


yang merusak tanaman, bagian-bagian tanaman atau hasil-hasil
pertanian.
 Memberantas rerumputan atau tanaman pengganggu atau gulma.
 Mematikan daun serta mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan.
 Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian
tanaman, tidak termasuk yaitu pupuk.
 Memberantas atau mencegah hama-hama luar pada hewan-hewan
peliharaan serta ternak.
 Memberantas atau mencegah dari hama-hama air.
 Memberantas atau mencegah binatang-binatang serta jasad-jasad
renik dalam rumah tangga, bangunan dan alat-alat pengangkutan.
 Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang bisa
menyebabkan penyakit pada manusia dan binatang yang perlu
dilindungi dengan penggunaan pada tanaman, tanah dan air.

Dalam Undang-Undang yaitu No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya


Tanaman, yang dimaksud dengan Pestisida ialah zat pengatur dan
perangsang tumbuh, bahan lain, dan organisme renik, atau virus yang
digunakan untuk dapat melakukan perlindungan tanaman.

Kandungan dalam Insekstisida


Adapun untuk beberapa kandungan senyawa dalam insekstisida ini, antara
lain adalah sebagai berikut:
a) Senyawa Organofosfat
Insektisida golongan ini bisa dibuat dari molekul organik dengan penambahan
fosfat. Insektisida sintetik yang masuk dalam golongan ini ialah Chlorpyrifos,
Chlorpyrifos-methyl, Diazinon, Dichlorvos, Pirimphos-methyl, Fenitrothion,
serta Malathion
b) Senyawa Organoklorin
Insektisida golongan ini bisa dibuat dari molekul organik dengan penambahan
klorin. Insektisida organoklorin bisa bersifat sangat persisten, di mana
senyawa ini mashi tetap aktif hingga bertahun-tahun. Oleh karena itu, kini
insektisida golongan organoklorin sudah dilarang penggunaannya karena
begitu memberikan dampak buruk terhadap lingkungan.
c) Karbamat
Insektisida golongan karbamat diketahui sangat efektif yaitu mematikan
banyak jenis hama pada suhu tinggi serta meninggalkan residu dalam jumlah
sedang. Namun, insektisida karbamat akan dapat terurai pada suasana yang
terlalu basa. Salah satu contoh karbamat yang sering dipakai ialah
bendiokarbamat.
d) Pirethrin atau Pirethroid Sintetik
Insektisida golongan ini terdiri dari dua katergori, ialah berisfat fotostabil serta
bersfiat tidak non fotostabil namun kemostabil. Produknya sering dicampur
dengan senyawa lain untuk dapat menghasilkan efek yang lebih baik. Salah
satu contoh produk insektisida ini ialah Permethrin.
e) Pengatur Tumbuh Serangga
Insektisida golongan ini adalah hormon yang berperan dalam siklus
pertumbuhan serangga, misalnya yaitu menghambat perkembangan normal.
Beberapa contoh produknya ialah Methoprene, Hydramethylnon,
Pyriproxyfen, serta Flufenoxuron.
f) Fumigan
Fumigan ialah gas-gas mudah menguap yang dapat membunuh hama
serangga. Fumigan hanya boleh digunakan yaitu oleh personel terlatih
karena tingkat toksisitasnya yang tinggi. Contoh-contohnya ialah Metil
Bromida (CH3Br), Aluminium Fosfit, Magnesium Fosfit, Kalsium Sianida, serta
Hidrogen Sianida.

Fungsi Insektisida
Insektisida berguna untuk dapat mengendalikan berbagai hama serta
mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian
tanaman sehingga bisa memaksimalkan hasil pertanian. Meskipun
kanduangan dari pestisida tersebut berbahaya bagi lingkungan.

Pestisida mengandung berbagai senyawa kimia yang bisa mengganggu


kestabilan komposisi kimia tanah. Pestisida yang banyak dapat digunakan
sekarang adalah dari golongan hidrokarbon berklor. Pestisida ini memiliki
efek menahun atau bioakumulatif dan sulit terurai.

Dampak penggunaan pestisida tidak akan terlihat secara langsung, namun


akan terasa pada tahun-tahun akan datang. Beberapa pestisida sudah diteliti
dapat bersifat carsinogenic agent, mutagenic agent, teratogenic agent, serta
menimbulkan penyakit. Selain itu insektisida dapat menyebabkan pengaruh
resisten pada tumbuhan atau hama pengganggu.

2. ALAT-ALAT / MESIN PADA PRODUKSI INSEKSIDA


Alat-alat atau Mesin yang digunakan dalam produksi Inseksida
hampir sama dengan alat/mesin yang ada di produksi herbisida.
Beberapa alat tersebut yaitu sebagai berikut :

a) Mesin Filling
Digunakan untuk mengisi cairan kedalam botol dengan volume
yang sudah ditentukan.

Mesin Filling

b) Mesin Capper Inline


Digunakan untuk memberi tutup pada botol yang sudah diiisi
produk dan dapat menutup botol .

Mesin Capper Inline

c) Mesin Inject Printer


Digunakan untuk memberi nomor batch, Tanggal pembuatan
Produk, dan Exp produk.
Mesin Inject Printer

d) Mesin Induction Heat Sealer


Digunakan untuk memanaskan dan merapatkan aluminium foil
(Seal) pada tutup botol sehingga kemasan produk lebihbrapat
(Tidak Bocor), tahan lama, tidak lembab, dan tidak
terkontaminasi terhadap udara luar.

Mesin Induction Heat Sealer

e) Mesin Shrink Tunnel


Digunakan untuk merekatkan plastik label yang terdapat pada
body luar botol, sehingga plastik label bisa menempel dan
mengeras pada botol.
Mesin Shrink Tunnel

f) Mesin Carton Sealer


Digunakan untuk pengepakan produk yang sudah jadi atau
Siap jual yang dimasukkan kedalam sebuah kardus, lalu kardus
dimasukkan ke mesin carton sealer ini, maka bagian atas dan
bawah kardus bisa tersolatip secara otomatis.

Mesin Carton Sealer

3. PRODUK INSEKSIDA antara lain yaitu :


a) TRISULA 450 SL
Adalah inseksida sistemik racun kontak dan lambung berbentuk
Larutan dalam air, untuk mengendalikan hama pada tanaman
Bawang merah, Kentang, dan Padi.
TRISULA 450 SL

b) PROTHEPHON 10PA
Zat Pengatur Tumbuh berbentuk pasta, berwarna merah,
diunakan untuk meningkatkan produksi lateks pada tanaman
karet.

PROTHEPHON 10PA

c) CYPERMAX 100EC
Adalah Inseksida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan
yang dapat diernulsikan.
CYPERMAX 100EC

d) WINDER 100EC
Adalah Inseksida racun kontak dan lambun berbentuk pekatan
Yang dapat di emulsikan berwarna coklat muda, untuk
mengendalkan hama wereng coklat, lalat daun, hama putih,
rengit, kutu daun, dan thrips pada tanaman cabai, tomat,
tembakau, teh, mentimun, dan padi.

WINDER 100EC
e) RECOR PLUS 300EC
Fungisida sistemik berbentuk pekatan yang dapat di emulsikan,
Berwarna kekuningan, digunakan untuk mengendalikan penyait
cendawan pada tanaman Padi (Busuk batang -
Helminthosproim
Sigmoideum), Kakao (VSD – Oncobasidium theobromae) dan
Cabai (Antraknosa Colletotrichum gloesporiodes).
RECOR PLUS 300EC

f) PROMECTIN 60 EC
Inseksida promectin 60EC adalah inseksida racun kontak dan
Lambung berbentuk pekatan yang dapat di emulsikan berwarna
kecoklatan, digunakan untuk mengendalikan hama pada
tanaman bawang merah dan cabai.

PROMECTIN 60EC
g) SAMITE 135EC
Adalah akarisida racun kontak berbentuk pekatan yang dapat
Diemulsikan berwarna kuning terang, digunakan untuk
mengendalikan hama tungau pada pertanaman Cabai, Jeruk.
Dan Teh.
SAMITE 135EC

BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Kegiatan PKL sangatlah bermanfaat bagi para siswa-siswi khususnya

Siswa-siswi SMKN MOJOAGUNG. Dengan adanya kegiatan PKL ini siswa


dituntut untuk mempunyai sikap mandiri dan mampu berinteraksi dengan
orang lain sehingga siswa dapat memiliki ketrampilan serta wawasan yang
tinggi. Selain itu PKL merupakan kegiatan praktek diluar jam sekolah yang
bekerja sama dengan masyarakat ataupun instansi, sehingga siswa-siswi
mampu bergaul dan bekerja sama dengan masyarakat luar. PKL dapat
menunjang siswa untuk menjadi tenaga kerja menengah yang ahli dan
profesional dalam bidangnya yang mampu memenuhi pasar nasional maupun
internasional. Dengan begitu siswa-siswi akan mempunyai sikap yang dapat
dijadikan bekal dasar pengembangan diri secara berkelanjutan dan dapat
mengamalkan apa yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

4.2 SARAN

SARAN BAGI SISWA :

1.

2.

SARAN BAGI PIHAK SEKOLAH :

1.
2.

SARAN BAGI PIHAK PERUSAHAAN :

1.

2.

LAMPIRAN

Alat-alat Laboratorium

Pada laboratorium kimia terdapat banyak sekali alat yang digunakan untuk
praktik. Sehingga untuk mempergunakannya kita harus mengenal jenis alat
beserta fungsinya agar nantinya tidak terjadi kesalahan fatal.

Karena salah satu yang mempengaruhi keselamatan pada saat beraktivitas di


laboratorium adalah penggunaan alat-alat tersebut, apakah kita mengetahui
dengan benar prosedur penggunaan alat-alat laboratorium serta bagaimana
karakteristik alat tersebut.
Oleh karenanya pada artikel kali akan membahas tentang sesuatu yang
sangat penting untuk diketahui bagi siapapun khususnya pelajar yang akan
melakukan praktik di laboratorium, yaitu mengenal alat-alat laboratorium
beserta fungsinya. Untuk lebih jelasnya simak beberapa point berikut ini:
DAFTAR PUSTAKA

http://qualitycontrol-07.blogspot.com sumber-sumber lain, di akses pada 01


Oktober 2019
http://www.taniindo.com/index.php?option=com_comtent&view=section&layo
ut=blog&id=3&Itemid=11, di akses pada 01 Oktober 2019
KEBIJAKAN MUTU
P
E K
R E
S P
Y U
A A
R KEBIJAKAN MUTU S
A A
T N
A
N P
E
P L
E PENYEMPURNAAN BERKESINAMBUNGAN A
L N
A G
N TANGGUNG JAWAB G
G MANAJEMEN A
G N
A
N MANAJEMEN PENGUKURAN, ANALISA,
& PENINGKATAN
SUMBER DAYA

RELASI
PRODUK

INCOMING PROCESSING OUTGOING

PENGADAAN PROSES
PEMASARAN
BARANG PRODUKSI

SDM KEUANGAN PMI K3 FOREBANG


DIAGRAM PEMBUATAN PRODUK SECARA GLOBAL

UJI KUALITAS
SAMPLING BAHAN BAKU PROSES FORMULASI
BAHAN BAKU

PENGECEKAN KUALITAS
PACKING HASIL FORMULASI
LAMPIRAN 2
STRUKTUR ORGANISASI PT. MULTI SARANA INDOTANI

No. Dokumen
Revisi (00) Tanggal berlaku 7 Juli 2012 Halaman 1 dari 1
MM

DIREKTUR

PLANT MANAGER
WAKIL MANAJEMEN

ADMINISTRASI AKUNTANSI DAN


KEUANGAN

KEPALA KEPALA KEPALA KEPALA KEPALA KEPALA


QUALITY PRODUKSI PERSONALIA GUDANG PENGADAAN PEMASARAN
ASSURANCE DAN UMUM

STAF STAF STAF


STAF STAF PRODUKSI PRODUKSI MAINTANCE STAF STAF STAF STAF
QUALITY F&D PESTISIDA PUPUK PERS & UMUM GUDANG PENGADAAN PEMASARAN
CONTROL