Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor baik roda empat atau roda
dua di Indonesia sangatlah pesat. Dapat dibuktikan data dari Badan Pusat
Statistik bahwa jumlah kendaraan roda dua khususnya, pada tahun 2017
berjumlah kurang lebih 113 juta. Sedangkan pada tahun 2010 hanya berjumlah
kurang lebih 61 juta. Hal ini dikarenakan kelebihan yang dimiliki oleh kendaraan
bermotor yaitu nyaman, murah, dan cepat.
Faktor yang mempengaruhi kenyamanan dan kecepatan kendaraan
bermotor adalah sistem transmisinya. Tenaga dari engine diteruskan ke transmisi
gearbox untuk disesuaikan tenaganya berdasarkan kondisi jalur yang ditempuh
dan keinginan pengendara. Kesuksesan penerusan tenaga dari engine ke
transmisi gearbox sangatlah bergantung pada sebuah elemen mesin yang
dinamakan kopling.
Kopling merupakan elemen mesin yang berguna untuk meneruskan
putaran dari poros penggerak ke poros yang digerakkan. Kopling terdiri dari
beberapa jenis. Salah satu contohnya digunakan pada kendaraan bermotor mobil
yaitu kopling jenis pelat gesek pelat tunggal atau jamak. Kopling jenis tersebut
bekerja berdasarkan gaya gesek dari pelat. Dalam perancangannya, spesifikasi
pelat gesek maupun part kopling lainnya harus dihitung. Adapun perhitungan
lebih lengkap akan dibahas pada laporan ini dengan judul “Perancangan Kopling
Pelat Gesek Pelat Tunggal Kendaraan Roda Empat Spesifikasi Torsi Maksimum
86 Nm Pada Putaran 3600 rpm “.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dalam laporan perancangan ini adalah sebagai
berikut:
1) Perhitungan perancangan kopling pelat gesek pelat tunggal untuk
kendaraan roda empat dengan spesifikasi torsi maksimum 86 Nm
pada putaran 3600 rpm.

1
2) Gambar kerja dan gambar susunan kopling pelat gesek pelat
tunggal untuk kendaraan roda empat dengan spesifikasi torsi
maksimum 86 Nm pada putaran 3600 rpm.

1.3 Batasan Masalah


Dalam laporan ini agar tidak menimbulkan permasalahan yang lebih
luas mengenai perancangan kopling, maka perlu diberikan batasan masalah.
Adapun batasan masalahnya adalah sebagai berikut:
1) Kopling yang dirancang adalah kopling jenis pelat gesek pelat
tunggal.
2) Kopling ini dirancang untuk kendaraan roda empat dengan
spesifikasi torsi masimum 86 Nm pada putaran 3600 rpm.
3) Perancangan hanya sebatas kopling bukan sistemnya seperti
flywheel.

1.4 Tujuan dan Manfaat Penulisan


Tujuan dan manfaat penulisan dalam laporan perancangan ini adalah
sebagai berikut:
1) Mampu melakukan perhitungan perancangan kopling pelat gesek
pelat tunggal untuk kendaraan roda empat dengan spesifikasi torsi
maksimum 86 Nm pada putaran 3600 rpm.
2) Mampu membuat desain kopling pelat gesek pelat tunggal untuk
kendaraan roda empat dengan torsi maksimum 86 Nm pada
putaran 3600 rpm dalam bentuk gambar kerja dan gambar
susunan.

1.5 Sistematika Penulisan


Adapun sistematika penulisan dalam laporan perancangan ini adalah
sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN
Pada bab ini menjelaskan latar belakang perancangan, rumusan
masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, dan
sistematika penulisan.

2
BAB 2 LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan pengertian, jenis, dan macam kopling yang
menjadi landasan dalam perancangan.

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN


Bab ini menjelaskan tahapan-tahapan perancangan dalam bentuk
diagram alir. Baik diagram alir secara umum maupun spesifik pada
bagian tertentu.

BAB 4 PERHITUNGAN PERANCANGAN


Bab ini menjelasakan tahapan perhitungan perancangan, dan
penentuan parameter-parameter dalam perancangan.

BAB 5 KESIMPULAN & SARAN


Bab ini menjelaskan kesimpulan dari seluruh hasil perancangan.