Anda di halaman 1dari 1

Sejarah danau linow

Sejarah danau linow sendiri sangat unik danau ini merupakan kawah alam hasil dari letusan
sekitar 500 ribu tahun lampau. Kata linow diambil dari bahasa minahasa yaitu lilinowan yang
berarti tempat berkumpulnya air. Di danau ini kita bisa melihat warna air yang dapat berubah –
ubah warna menjadi hijau, biru, dan kuning kecoklatan. Perubahan terjadi karena unsur belerang
yang tertimbun di dalam danau serta pembiasan dan pantulan sinar matahari yang menyebabkan
warna air di danau linow bisa berubah. Danau linow memiliki luas kurang lebih 34 hektar. Meski
begitu, resort atau tempat wisata yang dibangun di tepian danau ini Cuma ada beberapa. Dari
dasar danau ini, ada banyak gelembung – gelembung air yang naik, gelembung ini berasal dari
gas belerang di dalam tanah. Karena sifat panas belerang itulah daerah lahendong terkenal
dengan pemandian air panasnya. Suhu tanah pada beberapa lokasi di sekitar danau linow
menunjukkan bahwa suhu tanah sangat bervariasi yang dipengaruhi oleh penyinaran matahari
dank arena adanya sumber termal. Keindahaan alam danau dinikmati oleh sejumlah serangga
bernama sayok dan burung belibis yang terbang rendah sebelum mencelupkan ke permukaan
yang mengandung belerang. Salah satu sisi danau berwarna merupakan campuran biru dan hijau,
sementara sisi lain berwarna biru Kristal. Kalau dijelaskan secara ilmiah berubahnya warna air
danau diakibatkan oleh tingginya kadar belerang yang terkandung di dalamnya. Selain itu, factor
plankton juga berpengaruh terhadap perubahan warna air di danau linow. Di sisi sebelah kiri
resort danau linow areanya membentuk lereng bukit yang ditumbuhi rerumputan dan terdapat
jejeran pohon yang tumbuh rapi salah satunya pohon cemara dengan berbagai jenis cemara,
misalnya cemara jarum dan cemara besar. Sedangkan disebelah kanan terdapat sejumlah pondok
beratap ukuran sedang rumbia menghadap ke danau. Di depan pondok ada teras atau balkon
dengan tempat duduk untuk bersantai menikmati pemandangan. Bila kita lebih ke pinggir
mendekati bibir danau kita akan melihat kondisi air di bibir danau ini timbul gelembung –
gelembung dari dalam. Hal ini adalah lumpur panas yang terdapat disekitar danau, untuk itu kita
perlu berhati – hati jangan sampai tercebur ke lumpur tersebut.

Berjarak 30 km dari kota manado atau memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Danau
linow dapat ditempuh 3 km arah ke barat dari kota Tomohon. Selama perjalanan kita disajikan
pemandangan hijau dari perbukitan yang ditumbuhi pepohonan besar. Gunung Lokon yang
masih aktif juga ikut menjadi panorama yang tersaji disani. Memiliki bentuk hamper segitiga
sempurna, gunung ini seakan memanjakan mata dengan hijaunya pepohonan. Butuh waktu
sekitar setengah jam untuk menuju tempat ini dari pusat kota Tomohon. Bau menyerupai telur
busuk langsung menusuk hidung begitu kita baru tiba di area danau waktu terbaik untuk
mengunjungi danau linow adalah di pagi hari disaat masih agak sepi. Karena di waktu itulah saat
yang paling tepat untuk menikmati keindahaan danau linow. Sunyi dan menenangkan menjadi
suasana yang bisa kita dapatkan. Selain eloknya keindahan cuaca di kawasan danau juga
sangatlah sejuk. Berkeliling di tepian danau menjadi aktivitas yang dapat dilakukan di danau ini.
Namun pengunjung jangan coba – coba untuk berenang kandungan belerang yang tinggi bisa
membuat tubuh terluka dan berakibat fatal.