Anda di halaman 1dari 23

KONSEP DOMAIN DALAM KESEHATAN

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan

Disusun Oleh :
Rizqi Malinda Alfiyani
17.1.12.98

AKADEMIK KESEHATAN ASIH HUSADA SEMARANG


2019/2020
KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirahim
Assalamualikum Wr.Wb
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas berkat dan rahmatnya
sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Makalah ini terdiri dari pokok
pembahasan mengenai konsep dasar perilaku kesehatan. Setiap pembahasan dibahas
secara sederhana sehingga mudah dimengerti.
Dalam penyelesaian Makalah ini,kami banyak mengalami kesulitan, terutama
disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat
bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan
dengan cukup baik. Karena itu, sudah sepantasnya jika kami mengucapkan terima kasih
kepada semua dosen yang membimbing kami.
Kami sadar, sebagai seorang mahasiswa dan mahasiswi yang masih dalam proses
pembelajaran, penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena
itu,kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna
penulisan makalah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Wassalamualikum Wr.Wb

Semarang, 09 Juli 2019


Penulis,

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perilaku adalah merupakan perbuatan/tindakan dan perkataan seseorang yang
sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang lain ataupun orang yang
melakukannya. Berdasarkan sifatnya perilaku terbagi menjadi dua, yaitu perilaku
perilaku baik dan buruk.
Tolak ukur perilaku yang baik dan buruk ini pun dinilai dari norma-norma yang
berlaku dimasyarakat. Baik itu norma agama, hukum, kesopanan, kesusialaan, dan
norma-norma lainnya.
Dalam kesehatan hubungan perilaku sangatlah erat sekali. Banyak hal yang tanpa
kita sadari dari perilaku yang kecil dapat menimbulkan efek kesehatan yang besar bagi
seseorang. Salah satu contohnya berupa pesan kesehatan yang sedang maraknya
digerakkan oleh promoter kesehatan tentang cuci tangan sebelum melakukan aktifitas,
kita semua tahu jika mencuci tangan adalah hal yang sederhana, tapi dari hal kecil
tersebut kita bisa melakukan revolusi kesehatan kearah yang lebih baik. Sungguh besar
efek perilaku tersebut bagi kesehatan, begitu pula dengan kesehatan yang baik akan
tercermin apabila seseorang tersebut melakukan perilaku yang baik.
Maka dari itu dalam makalah ini, penulis hanya membahas tentang hubungan
kesehatan dengan perilaku, factor-faktor penyebab rendahnya perilaku yang baik,
dampaknya serta control perilaku kearah yang lebih baik, sesuai dengan judul makalah
yaitu hubungan kesehatan dengan perilaku.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan perilaku kesehatan
2. Apa yang dimaksud dengan Domain perilaku kesehatan
3. Apa saja bentuk-bentuk perilaku kesehatan dan perubahannya

3
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kesehatan
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud Domain perilaku kesehatan
3. Untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku kesehatan dan perubahannya

4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perilaku Kesehatan
1. Pengertian perilaku
Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan
yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan dan baik
disadari maupun tidak. Perilaku merupakan kumpulan berbagai faktor yang saling
berinteraksi. Seiring dengan tidak disadari bahwa interaksi itu sangat kompleks
sehingga kadang- kadang kita tidak sempat memikirkan penyebab seseorang
menerapkan perilaku tertentu. Karena itu amat penting untuk dapat menelaah alasan
dibalik perilaku individu, selama ia mampu mengubah perilaku tersebut.
Dilihat dari Segi Biologis
Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme ( makhluk hidup )
yang bersangkutan. Dari sudut pandang biologis, semua makhluk hidup mulai dari
tumbuhan, hewan, dan manusia berperilaku, karena mempunyai aktivitas masing –
masing. Perilaku manusia adalah semua tindakan atau aktivitas manusia, baik yang
diamati lansung maupun yang tidak dapat diamati pihak luar.
Dilihat dari Segi Psikologis
Menurut Skiner (1938 ), perilaku adalah suatu respon atau reaksi seseorang te
rhadap stimulus ( rangsangan dari luar . pengertian itu dikenal dengan teori S-O-R
(stimulus-organisme-respons).skiner membedakan respons tersebut menjadi 2 jenis,
yaitu respondent response (reflexive) dan operant response (instrumental response).
Secara lebih proposional perilaku dapat diartikan suatu respons organisme
atau seseoang terhadap rangsangan (stimulus) dari luar subjek tersebut. Respon ini
berbentuk 2 macam, yakni:
a. Bentuk pasif adalah respon internal yaitu terjadi didalam diri manusia dan tidak
secara langsung dapat terlihat oleh orang lain. Misalnya berpikir , tanggapan atau
sikap batin dan pengetahuan.

5
b. Bentuk aktif yaitu apabila perilaku itu jelas dapat diobservasi secara langsung.
Perilaku sudah tampak dalam bentuk tindakan nyata makan disebut overt
behavior.
Seorang ahli psikologis, merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau
reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). (Skinner, 1938 yang
dikutip dalam Notoatmodjo,2003).
Dilihat dari bentuk respons terhadap stimulus ini, maka perilaku dapat
dibedakan menjadi dua:
1) Perilaku Tertutup (Covert behavior)
Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup
(covert), Misalnya: Seorang ibu hamil tahu pentingnya periksa kehamilan,
seorang pemuda tahu bahwa HIV/AIDS dapat menular melalui hubungan seks,
dan sebagainya.
2) Perilaku Terbuka (Overt behavior)
Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka,
misalnya seorang ibu memeriksakan kehamilannya atau membawa anaknya ke
puskesmas untuk diimunisasi.
2. Pengertian Kesehatan
Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan
tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi,
sosial dan spiritual.
Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan
yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari
penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).Definisi WHO tentang sehat mempunyui
karakteristik berikut yang dapat meningkatkan. konsep sehat yang positif (Edelman
dan Mandle. 1994):
1. Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.
2. Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal.
3. Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.

6
UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah
keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif
secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai
satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial dan di
dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang
dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan
internal (psikologis, intelektual, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik,
social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.
B. Perilaku Sehat
Menurut Becker. Konsep perilaku sehat ini merupakan pengembangan dari
konsep perilaku yang dikembangkan Bloom. Becker menguraikan perilaku kesehatan
menjadi tiga domain, yakni pengetahuan kesehatan (health knowledge), sikap terhadap
kesehatan (health attitude) dan praktek kesehatan (health practice). Hal ini berguna
untuk mengukur seberapa besar tingkat perilaku kesehatan individu yang menjadi unit
analisis penelitian. Becker mengklasifikasikan perilaku kesehatan menjadi tiga
dimensi:
1. Pengetahuan Kesehatan Pengetahuan tentang kesehatan mencakup apa yang
diketahui oleh seseorang terhadap cara-cara memelihara kesehatan, seperti
pengetahuan tentang penyakit menular, pengetahuan tentang faktor-faktor yang
terkait. dan atau mempengaruhi kesehatan, pengetahuan tentang fasilitas pelayanan
kesehatan, dan pengetahuan untuk menghindari kecelakaan.
2. Sikap terhadap kesehatan Sikap terhadap kesehatan adalah pendapat atau penilaian
seseorang terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan, seperti
sikap terhadap penyakit menular dan tidak menular, sikap terhadap faktor-faktor
yang terkait dan atau mempengaruhi kesehatan, sikap tentang fasilitas pelayanan
kesehatan, dan sikap untuk menghindari kecelakaan.

7
3. Praktek kesehatan Praktek kesehatan untuk hidup sehat adalah semua kegiatan atau
aktivitas orang dalam rangka memelihara kesehatan, seperti tindakan terhadap
penyakit menular dan tidak menular, tindakan terhadap faktor-faktor yang terkait
dan atau mempengaruhi kesehatan, tindakan tentang fasilitas pelayanan kesehatan,
dan tindakan untuk menghindari kecelakaan
.Selain Becker, terdapat pula beberapa definisi lain mengenai perilaku kesehatan.
Menurut Solita, perilaku kesehatan merupakan segala bentuk pengalaman dan
interaksi individu dengan lingkungannya, khususnya yang menyangkut pengetahuan
dan sikap tentang kesehatan, serta tindakannya yang berhubungan dengan kesehatan.
Sedangkan Cals dan Cobb mengemukakan perilaku kesehatan sebagai: “perilaku untuk
mencegah penyakit pada tahap belum menunjukkan gejala (asymptomatic stage)”.
Menurut Skinner perilaku kesehatan (healthy behavior) diartikan sebagai
respon seseorang terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sehat-sakit,
penyakit, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan seperti lingkungan,
makanan, minuman, dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, perilaku kesehatan
adalah semua aktivitas atau kegiatan seseorang, baik yang dapat diamati (observable)
maupun yang tidak dapat diamati (unobservable), yang berkaitan dengan pemeliharaan
dan peningkatan kesehatan. Pemeliharaan kesehatan ini mencakup mencegah atau
melindungi diri dari penyakit dan masalah kesehatan lain, meningkatkan kesehatan,
dan mencari penyembuhan apabila sakit atau terkena masalah kesehatan
Perilaku sehat adalah sifat pribadi seperti kepercayaan, motif, nilai, persepsi
dan elemen kognitif lainnya yang mendasari tindakan yang dilakukan individu untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatannya, termasuk pencegahan penyakit,
perawatan kebersihan diri, penjagaan kebugaran melalui olah raga dan makanan bergiz.
Perilaku sehat diperlihatkan oleh individu yang merasa dirinya sehat meskipun secara
medis belum tentu mereka betul-betul sehat.

2.4.Perilaku Kesehatan

8
Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah suatu respon seseorang terhadap
stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan,
makanan, serta lingkungan. Secara lebih rinci perilaku kesehatan mencakup :
1.Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit yaitu bagaimana manusia merespon
baik secara pasif maupun aktif sehubungan dengan sakit dan penyakit. Perilaku ini
dengan sendirinya berhubungan dengan tingkat pencegahan penyakit
a) Perilaku sehubungan dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan misalnya
makan makanan bergizi, dan olahraga.
b) Perilaku pencegahan penyakit misalnya memakai kelambu untuk mencegah malaria,
pemberian imunisasi. Termasuk juga perilaku untuk tidak menularkan penyakit kepada
orang lain.
c) Perilaku sehubungan dengan pencarian pengobatan misalnya usaha mengobati
penyakitnya sendiri, pengobatan di fasilitas kesehatan atau pengobatan ke fasilitas
kesehatan tradisional.
d) Perilaku sehubungan dengan pemulihan kesehatan setelah sembuh dari penyakit
misalnya melakukan diet, melakukan anjuran dokter selama masa pemulihan.

2.Perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan. Perilaku ini mencakup respon


terhadap fasilitas pelayanan, cara pelayanan, petugas kesehatan dan obat – obat.

3.Perilaku terhadap makanan. Perilaku ini mencakup pengetahuan, persepsi, sikap dan
praktek terhadap makanan serta unsur – unsur yang terkandung di dalamnya.,
pengelolaan makanan dan lain sebagainya sehubungan dengan tubuh kita.

4. Perilaku terhadap lingkungan sehat adalah respon seseorang terhadap lingkungan


sebagai salah satu determinan kesehatan manusia. Lingkup perilaku ini seluas lingkup
kesehatan lingkungan.itu sendiri.

Dari batasan ini perilaku kesehatan dapat diklasifikan menjadi 3 kelompok:

9
1) Perilaku Pemeliharaan Kesehatan (health maintenance)
Adalah perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan
agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. Oleh sebab itu perilaku
pemeliharaan kesehatan ini terdiri dari 3 aspek :
a) Perilaku pencegahan penyakit, dan penyembuhan penyakit bila sakit, serta
pemulihan kesehatan bilamana telah sembuh dari penyakit.
b) Perilaku peningkatan kesehatan, apabila seseorang dalam keadaan sakit.
c) Perilaku gizi (makanan dan minuman).

2) Perilaku Pencarian dan Penggunaan Sistem atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau
Sering disebut Perilaku Pencarian pengobatan (Heath Seeking Behavior).

Adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita dan
atau kecelakaan. Tindakan atau perilaku ini dimulai dari mengobati sendiri (self
treatment) sampai mencari pengobatan ke luar negeri.

3) Perilaku Kesehatan Lingkungan

Adalah bagaimana seseorang merespon lingkungan, baik lingkungan fisik


maupun sosial budaya dan bagaimana, sehingga lingkungan tersebut tidak
mempengaruhi kesehatannya. Seorang ahli lain (Becker, 1979) membuat klasifikasi
lain tentang perilaku kesehatan ini.
a) Perilaku hidup sehat
.Adalah perilaku-perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang
untuk mempertahankan dan meningkatikan kesehatannya. Perilaku ini mencakup antar
lain :
(1) Menu seimbang
(2) Olahraga teratur
(3) Tidak merokok

10
(4) Tidak minum-minuman keras dan narkoba
(5) Istirahat yang cukup
(6) Mengendalian stress
(7) Perilaku atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan

b) Perilaku Sakit
Mencakup respon seseorang terhadap sakit dan penyakit. Persepsinya terhadap sakit,
pengetahuan tentang penyebab dan gejala penyakit, pengobatan penyakit dan
sebagainya, dsb.

c) Perilaku peran sakit (the sick role behavior)


Perilaku ini mencakup:
(1) Tindakan untuk memperoleh kesembuhan
(2) Mengenal/mengetahui fasilitas atau sasaran pelayanan penyembuhan penyakit yang
layak.
(3) Mengetahui hak (misalnya: hak memperoleh perawatan, dan pelayanan kesehatan).

2.5.Domain Perilaku Kesehatan


Meskipun perilaku adalah bentuk respons atau reaksi terhadap stimulus atau
rangsangan dari luar organisme (orang),namun dalam memberikan respons sangat
tergantung pada karakteristik atau faktor-faktor lain dari orang yang bersangkutan.
Faktor-faktor yang membedakan respons terhadap stimulus yang berbeda disebut
determinan perilaku. Determinan perilaku ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
a.Determinan atau faktor internal, yakni karakteristik orang yang bersangkutan,
yang bersifat given atau bawaan, misalnya : tingkat kecerdasan, tingkat emosional,
jenis kelamin, dan sebagainya.
b.Determinan atau faktor eksternal, yakni lingkungan, baik lingkungan fisik,
sosial, budaya, ekonomi, politik dan sebagainya. Faktor lingkungan ini sering
merupakan faktor yang dominan yang mewarnai perilaku seseorang.

11
Dari uraian di atas dapat dirumuskan bahwa perilaku adalah merupakan
totalitas penghayatan dan aktivitas seseorang yang merupakan hasil bersama atau
resultante antara berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Dengan
perkataan lain perilaku manusia sangatlah kompleks, dan mempunyai bentangan yang
sangat luas.Sehingga membagi perilaku manusia menjadi 3 domain,ranah atau kawasan
yakni:kognitif(cognitive),afektif(affective),psikomotor(psychomotor).
Dalam perkembangannya, teori Bloom ini dimodifikasi untuk pengukuran hasil
pendidikan kesehatan, yakni:
1. Pengetahuan (knowledge)
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan
penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indra
manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba.
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk
tindakan seseorang (overt behavior).
a. Proses adopsi perilaku
Penilitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku
baru, di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan yakni
Awareness (kesadaran) yakni orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui
stimulus (objek) terlebih dahulu.
Interest, yakni orang mulai tertarik pada stimulus.
Evaluation (menimbang-nimbang baik dan tidaknya stimulus tersebut
bagi dirinya).
Triall, orang telah mencoba perilaku baru.
Adoption, subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan
sikapnya tehadap stimulus.
b. Tingkat Pengetahuan di Dalam Domain Kognitif
Pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu:
Tahu (know)

12
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya,
termasuk mengingat kembali (recall). Tahu merupakan tingkat yang paling rendah dan
untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain
menyebutkan,meguraikan,mendefinisikan,menyatakan dan sebagainya.
Memahami (comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar
tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara
benar.
Applikasi (Aplication)
Diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada
situasi yang real atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, perinsip dan
sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain.
Analisis (analysis)
Adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam
komponen-komponen, tetapi masih di dalam satu struktur organisasi, dan masih ada
kaitannya satu sama lain.
Sintesis (Synthesis)
Sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-
formulasi yang ada misalnya menyusun,merencanakan, meringkas, menyesuaikan dan
sebagainya terhadap suatu teori.
Evaluasi (Evaluation)
Berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap
suatu materi. Evaluasi ini didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau
menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.

2. Sikap (Attitude)
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu
stimulus atau objek.
a. Komponen pokok sikap

13
Sikap mempunyai 3 komponen pokok yaitu:
Kepercayaan (keyakinan), ide dan konsep terhadap suatu objek
Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek
Kecenderungan untuk bertindak (tend to behave)(Alport,1954 yang dikutip dalam
Notoatmodjo)
b. Berbagai Tingkatan Sikap
terdiri dari : menerima (receiving),merespon (responding) menghargai
(valuing), bertanggung jawab (responsible)
c. Praktek atau Tindakan (practice)
terdiri dari : persepsi (perception), respon terpimpin (guided response),
mekanisme (mechanism), adopsi (adoption).
Faktor penentu (Determinan) perilaku kesehatan pada umumnya melibatkan banyak
faktor. Kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh dua hal pokok yaitu
faktor perilaku dan diluar perilaku. Selanjutnya perilaku itu sendiri dipengaruhi oleh
tiga faktor yaitu: faktor pembawa (predisposing faktor) didalamnya termasuk
pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, dan nilai-nilai. faktor pendukung
(enabling faktor) yang terwujud dalam lingkungan fisik, sumber daya, tersedia atau
tidak tersedianya fasilitas dan sarana kesehatan,faktor pendorong (reinforcing faktor)
yang terwujud di dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan maupun petugas lain,
teman, tokoh yang semuanya bisa menjadi kelompok referensi dari periaku
masyarakat.
Dari faktor-faktor di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku seseorang atau masyarakat
tentang kesehatan ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi dari orang
yang bersangkutan. Disamping itu ketersediaan fasilitas kesehatan dan periaku petugas
kesehatan juga mendukung dan memperkuat terbentuknya perilaku (Dinas Kesehatan
Polewali Mandar,2008).

14
2.6.Bentuk-bentuk perilaku kesehatan dan perubahannya

2.6.1.Bentuk-bentuk Perilaku kesehatan

1. Bentuk Suchman
Bentuk Suchman adalah menyangkut pola sosial dari perilaku sakit yang
tampak pada orang mencari, menemukan dan melakukan perawatan medis. Ada empat
unsur yang merupakan faktor utama perilaku sakit yaitu perilaku itu sendiri,
sekuensinya tempat atau ruang lingkup dan variasi perilaku selama tahap-tahap
perawatan medis.

2. Bentuk Hochbaum, Kasl dan Cobb, Rosenstock


Hipotesis HBM adalah perilaku pada saat mengalami gejala penyakit
dipengaruhi secara langsung oleh persepsi individu mengenai ancaman penyakit dan
keyakinannya terhadap nilai manfaat dari suatu tindakan kesehatan.

3. Bentuk Fabrega
Bentuk ini memberikan definisi abstrak tentang perilaku sakit yang dituangkan
dalam 9 tingkatan dan menggambarkan konsekuensi keputusan yang ditetapkan orang
selama dalam keadaan sakit.

4. Bentuk Mechanic
Suatu bentuk mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan cara
orang melihat, menilai serta bertindak terhadap suatu gejala penyakit.(Mechanic,1962
yang dikutip dalam Muzaham,1995)

5. Bentuk Andersen
Bentuk yang menggambarkan suatu sekuensi determinan individu terhadap
pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh keluarga, dan menyatakan bahwa hal itu

15
tergantung pada: predisposisi keluarga untuk menggunakan jasa pelayanan kesehatan,
kemampuan mereka untuk melaksanakannya, dan kebutuhan meraka terhadap jasa
pelayanan tersebut

6. Bentuk Kosa dan Robertson


Upaya lain untuk memahami perilaku sehat dan sakit baik dari perspektif
individu maupun sosial adalah dengan model yang di kembangkan oleh J.Kosa dan
L.S.Robertson (1975). Formulasinya meliputi 4 komponen utama yakni: penilaian
tentang suatu gangguan kesehatan, peningkatan rasa khawatir karena persepsi tentang
gejala penyakit, penerapan pengetahuan sendiri terhadap kesehatan dan bentuk
tindakan untuk menghilangkan kekhawatiran dan gangguan kesehatan tersebut.

7. Bentuk Antonovsky dan Kats


Dalam mempelajari kesehatan preventif, A.Antonovsky dan Kats (1970)
mengemukakan suatu model terpadu untuk membuat kategori tentang berbagai tipe
variabel yang berbeda menurut pola tindakan tertentu, dan membuat spesifikasi
mengenai kaitan antara semua variabel tersebut. Tiga golongan variabel di
identifikasikan sebagai determinan dalam perilaku pencegahan gangguan kesehatan,
termasuk perbuatan tunggal maupun berulang-ulang. Ketiga golongan variabel tersebut
adalah motivasi predesposisi, variabel kendala dan variabel kondisi.

8. Model Langlie
Adalah model perilaku pencegahan gangguan kesehatan dengan cara
menggabungkan variabel-variabel social psikologi dan model kepercayaan kesehatan
dengan karakteristik kelompok social dari formulasi Suchmnan. Perilaku pencegahan
kesehatan yang dirumuskan oleh Langlie sebagai suatu tindakan kesehatan yang di
sarankan, dan dilaksanakan oleh seseorang yang percaya bahwa dirinya dalam keadaan
sehat, guna mencegah penyakit, gangguan kesehatan, atau mendeteksi penyakit pada
saat penyakit belum terlihat.

16
2.6.2. Perubahan Perilaku Kesehatan
Teori perubahan perilaku kesehatan ini penting dalam promosi kesehatan yang
bertujuan “behavior change”
Perubahan perilaku ini diarahkan untuk :
1. mengubah perilaku
2. pembentukan atau pengembangan perilaku sehat
3. memelihara perilaku yang sudah positif
Teori-teori yang akan kita bahas adalah : Teori SOR, Festinger, Fungsi, Kurt Lewin.

Teori Perubahan Perilaku Kesehatan


Menurut teori ini, penyebab terjadinya perubahan perilaku tergantung kepada
kualitas rangsang( stimulus ) yang berkomunikasi dengan organisme. Perilaku dapat
berubah hanya apabila stimulus yang diberikan benar-benar melebihi dari stimulus
semula (mampu meyakinkan). Karena itu kualitas dari sumber komunikasi sangat
menentukan keberhasilan perubahan perilaku, misalnya gaya bicara, kredibilitas
negatif ( tidak sehat ) menjadi perilaku positif ( sesuai dengan nilai-nilai kesehatan
)pemimpin kelompok, dsb

a) Dissonance Theory (Festinger : 1957)

17
Ada suatu keadaan cognitive dissonance yang merupakan ketidakseimbangan
psikologis, yang diliputi oleh ketegangan diri yang berusaha untuk mencapai
keseimbangan kembali.Dissonance tejadi karena dalam diri individu terdapat elemen
kognisi yang bertentangan, pengetahuan, pendapat atau keyakinan. Apabila
terjadi penyesuaian secara kognitif, akan ada perubahan sikap yang berujung
perubahan perlaku.

Contoh :
Orang yang merokok merasa resah, dia tahu bahaya merokok tapi merasa bukan laki-
laki kalau tidak merokok (dissonance). Akhirnya dia memutuskan kalau kejantanan
seseorang bukan hanya dari merokok, tapi dari banyak hal.Akhirnya dia memutuskan
berhenti merokok (consonance).

b) Teori Fungsi (Katz : 1960)


Meurut teori ini perilaku mempunyai fungsi :
1. instrumental
2. defence mechanism
3. penerima objek dan pemberi arti
4. nilai ekspresif
Perubahan perilaku individu tergantung kebutuhan Stimulus yang dapat memberi
perubahan perilaku individu adalah stimulus yang dapat dimengerti dalam konteks
kebutuhan orang tersebut.

c) Teori Kurt Lewin (1970)


Menurut Kurt Lewin, perilaku manusia adalah suatu keadaan seimbang antara
driving forces (kekuatan-kekuatan pendorong) dan restrining forces (kekuatan-

18
kekuatan penahan). Perilaku dapat berubah apabila terjadi ketidakseimbangan antara
kedua kekuatan tersebut. Ada tiga kemungkinan terjadinya perubahan perilaku :
1. Kekuatan pendorong, kekuatan penahan tetap perilaku baru
Contoh : seseorang yang punya saudara dengan penyakit kusta sebelumnya tidak mau
memeriksakan saudaranya karena malu dikira penyakit keturunan, dapat berubah
perilakunya untuk memeriksakan saudaranya ke puskesmas karena adanya penyuluhan
dari petugas kesehatan terdekat tentang pentingnya deteksi dini kusta.
2. Kekuatan penahan, pendorong tetap perilaku baru
Misalnya pada contoh di atas , dengan memberi pengertian bahwa kusta bukan penyakit
keturunan, maka kekuatan penahan akan melemah dan terjad perubahan perilaku.
3. Kekuatan penahan, pendorong, perubahan perilaku.
Misalnya pada contoh di atas dua-duanya dilakukan.

Upaya Perubahan Perilaku Kesehatan


Hal yang penting di dalam perilaku kesehatan adalah masalah pembentukan dan
perubahan perilaku. Karena perubahan perilaku merupakan tujuan dari pendidikan
kesehatan atau penyuluhan kesehatan sebagai penunjang program kesehatan lainnya.
Perubahan yang dimaksud bukan hanya sekedar covert behaviour tapi juga overt
behaviour. Di dalam program – program kesehatan, agar diperoleh perubahan perilaku
yang sesuai dengan norma – norma kesehatan diperlukan usaha – usaha yang konkrit
dan positip. Beberapa strategi untuk memperoleh perubahan perilaku bisa
dikelompokkan menjadi tiga bagian :

1) Menggunakan kekuatan / kekuasaan atau dorongan


Dalam hal ini perubahan perilaku dipaksakan kepada sasaran sehingga ia mau
melakukan perilaku yang diharapkan. Misalnya dengan peraturan – peraturan / undang
– undang yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Cara ini menyebabkan perubahan yang
cepat akan tetapi biasanya tidak berlangsung lama karena perubahan terjadi bukan
berdasarkan kesadaran sendiri. Sebagai contoh adanya perubahan di masyarakat untuk

19
menata rumahnya dengan membuat pagar rumah pada saat akan ada lomba desa tetapi
begitu lomba / penilaian selesai banyak pagar yang kurang terawat.

2)Pemberian informasi
Adanya informasi tentang cara mencapai hidup sehat, pemeliharaan kesehatan
, cara menghindari penyakit dan sebagainya akan meningkatkan pengetahuan
masyarakat. Selanjutnya diharapkan pengetahuan tadi menimbulkan kesadaran
masyarakat yang pada akhirnya akan menyebabkan orang berperilaku sesuai
pengetahuan yang dimilikinya. Perubahan semacam ini akan memakan waktu lama tapi
perubahan yang dicapai akan bersifat lebih langgeng.

3)Diskusi partisipatif
Cara ini merupakan pengembangan dari cara kedua dimana penyampaian
informasi kesehatan bukan hanya searah tetapi dilakukan secara partisipatif. Hal ini
berarti bahwa masyarakat bukan hanya penerima yang pasif tapi juga ikut aktif
berpartisipasi di dalam diskusi tentang informasi yang diterimanya. Cara ini memakan
waktu yang lebih lama dibanding cara kedua ataupun pertama akan tetapi pengetahuan
kesehatan sebagai dasar perilaku akan lebih mantap dan mendalam sehingga perilaku
mereka juga akan lebih mantap.
Apapun cara yang dilakukan harus jelas bahwa perubahan perilaku akan terjadi
ketika ada partisipasi sukarela dari masyarakat, pemaksaan, propaganda politis yang
mengancam akan tidak banyak berguna untuk mewujutkan perubahan yang langgeng.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

20
Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang
dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan dan baik disadari
maupun tidak.
Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang
sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau
kelemahan (WHO, 1947).
Menurut Becker. Konsep perilaku sehat ini merupakan pengembangan dari konsep
perilaku yang dikembangkan Bloom. Becker menguraikan perilaku kesehatan menjadi
tiga domain, yakni pengetahuan kesehatan (health knowledge), sikap terhadap
kesehatan (health attitude) dan praktek kesehatan (health practice).
Hubungan kesehatan dengan perilaku sangatlah erat san saling
berkesinambungan, individu yang sehat akan tercermin dari perilaku yang sehat pula.
Sebaliknya juga begitu perilaku yang sehat akan mencerminkan individu dengan
kualitas hidup baik.

3.2. Saran

Hubungan kesehatan dengan perilaku sangatlah erat san saling


berkesinambungan, individu yang sehat akan tercermin dari perilaku yang sehat pula.
Sebaliknya juga begitu perilaku yang sehat akan mencerminkan individu dengan
kualitas hidup baik.
Manfaat dari hidup sehat yang paling penting adalah meningkatkan produktivitas
kita dengan segala kemampuan dan potensi diri kita. Untuk itu konsep hidup sehat
seperti tingkatkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) harus dipupuk dari tiap
individu untuk dapat meningkatkan kualitas hidup yang sehat.

21
DAFTAR PUSTAKA

www.google.com
http://panthom-zone.blogspot.com/2011/11/hubungan-kesehatan-dengan-
perilaku.html
Notoatmodjo, Soekidjo, & Sarwono, Solita. 1985. Pengantar Ilmu Perilaku Kesehatan.
Jakarta: Badan Penerbit Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Indonesia. Hlm. 23
Muzaham,Fauzi.1995.Sosiologi Kesehatan.Jakarta: Penerbit Universitas
Indonesia.Ircham Machfoedz dan Eko Suryani dan.2008.Pendidikan Kesehatan dan
Promosi Kesehatan.Yogyakarta :Fitramaya.

http://ekwadothomas676.blogspot.com/2013/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Ircham Machfoedz dan Eko Suryani dan.2008.Pendidikan Kesehatan dan Promosi


Kesehatan.Yogyakarta :Fitramaya.
Muzaham,Fauzi.1995.Sosiologi Kesehatan.Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Notoatmodjo,Soekidjo.2003.Pendidikan dan Perilaku Kesehatan.Jakarta:Rineka Cipta.
-----.2003.Ilmu Kesehatan Masyarakat.Jakarta:Rineka Cipta.
Rahim Ali,Arsad.2008.Staf Dinas Kesehatan Polewali
Mandar.Polewali:http//www.arali2008.files.wordpress.com.
Salan,Rudy.1988.Perilaku Kesakitan dan Peranan Sakit(suat

22
23