Anda di halaman 1dari 17

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kinerja Pelaksanaan Proyek

Agar proyek dapat terlaksana sesuai dengan sasaran, maka perlu diperhatikan
kinerja dari proyek tersebut.Untuk melihat apakah kinerja proyek telah sesuai dengan
sasaran, perlu diamati anggaran, jadwal dan mutu.Anggaran biasanya diamati dari segi
biaya, jadwal diamati dari segi waktu, sedangkan mutu diamati dari segi kinerja biaya
dan waktu kadang - kadang, dalam pelaksanaan suatu proyek, pihak kontrktor kurang
memperhatikan kinerja pelaksanaan proyek. Padahal kinerja pelaksanaan suatu proyek
akan menentukan apakah proyek tersebut akan tepat sasaran atau tidak. Kinerja proyek
sangat diperlukan untuk mengetahui efisiensi dan evektifitas pelaksanaannya sehingga
permasalahan yang timbul dalam pengelolaan proyek dapat diidentifikasi dan dicari
solusinya serta dijadikan pelajaran untuk pelaksanaan proyek - proyek serupa
berikutnya.
(Sumber:http://jurnalonlineteknikunbara.blogspot.com/2013/05/analisa-kinerja-
proyek-infrastruktur.html)

Kinerja proyek dapat diukur dari indikator kinerja biaya, mutu, waktu, serta
keselamatan kerja dengan merencanakan secara cermat, teliti dan terpadu seluruh
alokasi sumberdaya manusia, peralatan, material, serta biaya yang sesuai dengan
kebutuhan yang diperlukan.Semua itu diselaraskan dengan sasarn dan tujuan proyek.

Agar hasilnya efektif dan efisien, standar kinerja proyek selama proses
berlangsung harus ditetapkan sedetail dan seakurat mungkin untuk meminimalkan
penyimpangan, biaya, mutu, dan waktu, dan keselamatan merupakan tolak ukur kinerja
proyek dalam mencapai sasaran dan tujuan proyek. Optimasi pencapaian paling penting
adalah keselamatan kerja, karena bila factor ini diabaikan dapat mempengaruhi kinerja
biaya, mutu, dan waktu, yang lebih jauh dapat mengakibatkan kerugian materi dan jiwa
yang besar.

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
5
Defenisi dari kata efektif yaitu suatu pencapaian tujuan secara tepat atau memilih
yujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternative atau pilihan cara dan menentukan
pilihan dari efisien yaitu tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu
(dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya) maupun menjalankan tugas
dengan tepat dan cermat, berdaya guna, dan bertepatguna.
(sumber:http://mancinginfo.blogspot.com/2012/12/pengertian-efektif-dan-efisien.html)

2.2 Prinsip dan Dasar Manajemen Proyek

Dalam proses penyelesaian proyek ini ada hal yang sangat penting dari awal
sampai akhir yang menjadi tanggung jawab baik pemilik, konsultan maupun kontraktor
pelaksana, maka di pilih suatu cara yang tepat yaitu sistem manajemen guna
memecahkan masalah-masalah yang terjadi di lapangan, di perlukan suatu cara/suatu
proses atau keragka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok
orang-orang kearah tujuan atau maksud yang nyata, diantaranya meniadakan
kecenderungan untuk melaksanakan sendiri semua urusan. Sejalan dengan
perkembangan kebudayaan manusia pengetahuan manajemen sebagai karya-karya
praktik yang nyata sebab, manajemen merupakan suatu kekuatan yang mempunyai
yang mempunyai fungsi sbagai alat pemersatu, penggerak, dan pengkoordinir faktor
alam, tenaga dan modal.

Diperlukannya manajemen sebab manajemen adalah sebagai ilmu dan seni yang
merupakan bentuk kerja, berfungsi penting sebagai pedoman kegiatan, standar
pelasanaan, sumber motifasi maupun sebagai rasional pengoganisasian agar
pelaksanaan kegiatan-kegiatan dapat mencapai suatu tujuan yang berhasil dan berdaya
guna secara cepat, efektif dan efisien.

Dari kalangan para ahli belum terdapat adanya konsesus keseragaman dalam
membagi jumlah fungsi manajemen. Tetapi pada umumnya kita dapat membagi fungsi
manajemen itu dalam defenisi yang di uraikan dengan singkatan POMC (Planning,
Organizing and Staffing, Motivating , controlling).

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
6
1. Perencanaan (Planning) : mempunyai tiga arti, yaitu :
a) Pengambilan keputusan (decision making)
b) Memikirkan secara mendalam untuk memutuskan apa yang harus
diperbuat
c) Menetapkan sasaran dan menjabarkan cara mencapai sasaran-sasaran tersebut

Tujuan perencanaan adalah menemukan kesempatan-kesempatan di masa


mendatang dan membuat rencana-rencana untuk memanfaatkannya. Rencana
yang paling efektif adalah memanfaatkan kesematan dan meghilangkan
halangan atas dasar kekuatan dan kelemahan dari organisasi.

2. Pengaturan dan Penyediaan Staff (Organizing and Staffing)

Dalam suatu pekerjaan umumnya terdiri dari beberapa orang yang


bersepakat untuk bekerja sama, maka diperlukan suatu pengaturan yang jelas,
siapa yang mengerjakan apa, dan kepada siapa orang yang bekerja tersebut harus
mempertanggung jawabkan pekerjaannya (memberikan laporan). Maka tercipta
struktur organisasi yang berfungsi sebagai sarana penent dan pengatur, serta
pmbagi tugas antara orang/kelompok orang. Dalam struktur organisasi ada
beberapa hal yang perlu di perhatikan, antara lain :
 Hubugan antara bawahan dan atasan harus jelas, komunikasi timbal balik harus
terpelihara.
 Tugas disertai pemberian wewenang ang berimbang dengan tanggung jawab
(responsibility) yang dipikul
 Tanggung gugat (accounbility) terhadap atasan juga harus ada.
 Uraian tugas pekerjaan untuk staff dan pimpinan perlu dijabarkan dengan
jelas dan konkrit (job discription)
 Makin tinggi jenjang manajerial makin sedikit bawahannya, dan sebaliknya
makin kebawah makin banyak orang yang dibawahinya (struktur piramida)

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
7
3. Menggerakan (Motivating)

Menggerakan yang di maksud adalah kemampuan dari seoang manager


proyek untuk memberikan alasan kepada bawahannya untuk pengembangan
sumber daya manusia dan bimbingan kerja (yang berperan di sini adalah faktor
leadership/jiwa kepemimpinan). Pemimpin proyek selalu berusaha agar para
bawahannya menjadi ahli dalam bidang pekerjaannya dan terampil dalam bidang
manajemennya. Motoivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan ,
menyalurkan dan memelihara perilaku manusia .dan motivasi ini merupakan suatu
subyek yang penting bagi manager, karena meurut devenisi manager harus bekerja
dengan melaui orang lain, maka manager perlu memahami orang-orang yang
berperilau tertentu agar dapat mepengaruhi untuk bekerja sesuai dengan yang di
inginkan organisasi. Namun motivasi adalah juga subyek yang membingungkan,
karena motivasi tidak dapat di amati atau di ukur secara langsung, tetapi harus di
simpulkan dari perilaku orang yang tampak. Motivasi bukan haya satu-satunya
faktor yang mempengaruhi tingkat prestasi seseorang. Dua faktor lainnya yang
terlibat adalah kemampuan individu dan pemahaman tentang perilaku yang
di pelukan untuk mencapai prestasi yang tinggi atau di sebut persepsi peranan
adalah saling berhubungan.
Jadi bila salah satu faktor rendah, maka tingkat prestasi akan rendah
walaupun faktor-faktor lain tinggi.

Faktor Motivasi yang perlu diciptakan oleh seseorang manager proyek, meliputi:
 Komunikasi timbal balik antara atasan dan bawahan, sehingga trcipta iklim
kerja yang berkesinambungan.
 Diciptakan unsur partisiasi dalam memecahkan masalah dan pengambilan
keputusan.
 Metoda, program kerja yang mantap dan jelas.
 Berorientasi kepada hasil pekerjaan.
 Delegasi pekerjaan harus disertai tanggung jawab yang jelas, limitasi wewenag
untuk dapat mengambil keputusan serta kriteria tentang hasil pekerjaan.
 Menghargai bawahan yang berprestasi dan ciptakan disiplin yang tegas.

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
8
 Menciptakan suasana agar bawahan memilki kemampuan untk bekerja sama
secara kelompok (team work)

4. Pengontrolan (Controlling)

Pengontrolan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan, apakah


sesuai degan rencana, atau apakah ada penyimpangan ? Pengontrolan bisa
dilakukan dari laporan dan dari pengecekkan lapangan, dan dari keduanya
dilakukan pencocokan mana yang lebih aktual mendeteksi kondisi nyata.
Tujuan pengntrolan tidak mecari kesalahan orang, melainkan untuk manjaga
dan melihat apakah hasil pekerjaan sesuai dengan recana atau tidak, sesuai
rencana yang dimaksud adalah kegiatan proyek dapat dimulai, dilaksanakan
dan diselesaikan menurut jadwal yang telah ditentukan, budget yang disediakan,
mutu pekerjaan yang di tetapkan dan sumber daya alam serta sumber daya
manusia yang tersedia.

5. Langkah dalam melakukan fungsi control

a) Adanya prestasi standard sebagai tolak ukur


b) Mengukur hasil prestasi pekerjaan
c) Membandingkan dan mengevaluasi hasil prestasi aktual dengan
standard prestasi yang diharapkan
d) Melakukan tindakan koreksi, bilamana standard prestasi tidak tercapai.

Secara spesifikkonsep manajemen adalah merupakan suatu proses, dimana


di dalamnya diberikan input dan diharapkan manajemen dapat menghasilkan
output sesuai sasaran sebagaimana yang di tetapkan. Input dalam proses
manajemen terdiri dari bermacam-macam sumber daya (resource), seperti:
- Sumer daya manusia (tenaga kerja)
- Sumber Daya Alam/ Material (Bahan)
- Sumber Modal (Dana)
- Mesin Peralatan (Alat)
- Metode Kerja

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
9
Manajemen proyek adalah sebagai satu usaha kegiatan untuk meraih
sasaranyang telah didefinisikan dan di tentukan dengan jelas secara efisien dan
seefektif mungkin dengan menggunakan anggaran dana serta sumber daya yang
tersedia, yang harus diselesikan dalam jangka waktu tertentu.

Ciri-ciri umum manajemen proyek sebagai berikut:

1. Tujuan, sasaran, harapan-harapan, dan strategi proyek hendaknya


dinyatakan secara jelas dan terinci sedemikian rupa sehingga dapat dipakai
untuk mewujudkan dasar ksepakatan segenap individu dan satuan organisasi
yang terlibat.
2. Diperlukan Rencana Kerja, Jadwal dan anggaran Belanja yang realitas.
3. Diperlukan kejelasan dan Kesepakatan tentang peran dan
tanggungjawab diantara semua satuan organisasi dan individu yang terlibat
dalam proyek untuk berbagai strata jabatan.
4. Diperlukan mekanisme untuk memonitor, mengkoordinasikan
mengendalikan, dan mengawasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
pada berbagai strata organisasi.
5. Diperlukan mekanisme sistem evaluasi yang diharapkan dapat memberikan
umpan balik bagi manajemen. Informasi umpan balik akan
dimanfaatkan sebagai pelajaran dan dipakai sebagai pedoman didalam
upaya peningkatan produktifitas proyek.
6. Diperlukan satuan organisasi proyek yang dapat dimungkinkan untk
melakukan kegiatan-kegiatan yang mungkin harus bergrak diluar kerangka
organisasi, akan tetapi tetap berorientasi pada terapainya produktivitas.
7. Diperlukan pengertian dn pemahaman mengenai tatacara dan dasar- dasar
peraturan birokrasi, dan pengetahuan tentang cara-cara mengatasi kendala
birokrasi.

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
10
2.3 Sistem Manajemen Proyek

Sisitem manajemen proyek disusun dan dijabarakan menjadi seperangkat


pengertian, alat dan petunjuk tatacara yang mudah untuk dilaksanakan sedemikan rupa
sehingga :
1. Mampu menghubungkan dan menjembatani kesenjangan persepsi diantara para
perencana dan pelaksana, sehingga kesemuanya mempunyai satu kerangka konsep
yang sama tentang kriteria keberhasilan suatu proyek.
2. Dapat memberikan kesamaan bahasa yang sekaligus memadkan tertib teknis dan
sosial, yang dapat diterapkan pada setiap proyek dengan cara sederhana, jelas,
sitematis dan efisien.
3. Mampu mewujudkan duatu bentuk kerjasama dan koordinasi antar satuan
organisasi pelaksana sehingga terwujud suatu semangat bersama untuk
merencanakan proyek secara lebih terperinci dan cukup cermat dalam
mengantisipasi masalah-masalah yang akan timbul dalam pelaksanaan.

2.4 Siklus Manajemen

Semua kegiatan proyek merupakan suatu siklus mekanisme manajemen yang


didasarkan atas 3 (tiga) tahapan, yaitu Perencanaan dan evaluasi. Siklus mekanisme
manajemen tersebut merupakan proses terus menerus selama proyek berjalan, oleh
karenanya pelaksanaan proyek berlansung dalam suatu tata hubungan kompleks yang
selalu berubah-ubah disesuaikan dengan kondisi mutakhir dengan memanfaatkan
umpan balik dari hasil evaluasi. Keberhasilan pelaksanaannya tergantng pda jabatan
diberbagai jenjang manajemen. Siklus mekanisme manajemen proyek tersebut
ditunjukan pada gambar :

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
11
Gambar 2.1. Siklus Mekanisme Manajemen Proyek

2.5 Perencanaan Evaluasi Pelaksanaan

Untuk membentuk suatu sistem manajemen proyek yang lengkap dan kokoh,
dalam pelaksanaan pada masing-masing tahapan siklus mekanisme tersebut
memerlukan perangkat manajemen yang terdiri dari :
a) Analisa masalah, dalam merencanakan suatu proyek yang merupakan perangkat
manajemen yang terdiri dari keragka strategi program, diperlukan cara
analisa yang sistematis, sederhana mudah dikomunikasikan, dan didasarkan pada
suatu kerangka pemikiran logis, pendekatan akan dipermudah dengan
mewujudkannya dalam bentuk bagan yang dapat menjelaskan seluruh harapan-
harapan serta tujuan program.
b) Erangka logis, suatu proyek pada hakekatnya merupakan proses ntuk merubah suatu
keadaan yang dipilih dari sejumlah proyek pilihan, yang mewakili kemungkinan
terbaik untuk mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan program.

Agar dapat melakukan analisis, maka diperlukan suatu pedoman kerangka


proses berfikir secara sitematis dan logis untuk digunakan sebagai alat
perencanaan, pengorganisasian dan komunikasi, yang akan sangat membantu dalam

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
12
merancang dan menetapkan proyek terpilih. Kerangka logis merupakan “penelasan
urut dan nalar dalam proses perencanaan proyek-proyek yang berhasil guna” ,
terutama dipandang dari aspek pendanaan dimulai sejak dari latar belakang sampai
dengan tercapainya tujuan. Kerangka logis juga berungsi sebagai alat komunikasi
yang dapat menjelaskan sasaran pokok proyek secara ringkas, ukuran- ukuran
keberhasilannya, analisa segenap keadaan yang berpengaruh terhadap keberhasilan
proyek. Dengan demikian kerangka logis merupakan seperangkat pengertian
yang saling berkaitan, yang mampu menjelaskan secara logis tentang :

- Mengapa suatu proyek harus dilaksanakan

- Bagaimana proyek aan dilaksanakan

- Faktor-faktor apa saja yang mengakibatkan ketidakpastian keberhasilan proyek

- Bagaimana wujud proyek tersebut apabila sudah selesai

- Bagaimana menetapkan ukuran keberasilan proyek yang sudah selesai

c) Analisa anggaran keuangan, angaran keuangan disusun secara realistis, bertahap,


dengan berorientasi pada keluaran atau kegiatan-kegiatan proyek. Analisis
anggaran keuangan bukan hanya dibuat berdasarkan Daftar Rencana Kerja pada
saat perencanaan proyek saja, akan tetapi harus ditunjang dengan suatu istem
akuntansi yang benar dan aik selama proyek berjalan. Analisis anggaran keuangan
berguna untuk membagikan sumber daya yang terbatas guna hasil keseluruhan yang
optimal , menganalisa perbandingan antara pembiayaan dan manfaat yang diperoleh,
serta menyusun anggaran belanja yang realistis.

d) Rincian Tanggung Jawab, salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan
proyek adalah adanya peranan dan tanggung jawab yang jelas bagi setiap personil,
yang disetujui bersama oleh sesama pelaku-pelakunya

Suatu organisasi dengan melibatkan bnyak unsur apabila tanpa dilandasi


dengan kesepakatan yang jelas, cenderung akan mengandug masalah yang akan
megakibatkan kekacauan, kelambatan, bahkan pembekakan biaya. Untuk itu suatu

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
13
organisasimemerlukan baian rincian tanggunga jawab yang merupakan salah satu
perngkat Sistem Manajemen Proyek dengan kegunaannya antara lain sebagai berikut:

1) Dapat membat tercapainya kesepakatan menenai peran dan tanggung jawab


masing-masing individu dalam organsasi yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.

2) Untuk menyederhanakan pelaksanaan koordinasi proyek dan sebagai sarana untuk


media komunikasi antar masing-masing penanggung jawab.

3) Memperhatikan hbungan tugas dan jabatan secara jelas, sehingga membantu


memastikan bahwa tugas dan seluruh personil yang diperlukan untuk pelaksanaan
dapat bejalan.

e) jadwal pelaksanaan proyek, jadwal berguna untuk menentukan waktu dan urutan
kegiatan-kegiatan proyek. Perankat manajemen yang berupa jadwal ini menunjukan
kapan suatu kegiatan harus di mulai dan diselesaikan, serta memberikan landasan
dalam penyusunan sistem monitoring dan pelaporan secara terus menerus/kontinyu.
Terdapat bermacam-macam cara penjadwalan proyek yang dikenal, seperti
jaringan kerja (networ planning), bagan balok (bar chart) dan kurva-S (s curve).
f) Sistem Monitoring dan Pelaporan, dalam rangka pengendalian dan pengawasan
terhadap pelaksanaan proek dibutuhkan suatu media atau alat yang mampu
merangkum informasi yang harus secara aktif diketahui, diikuti dan diamati selama
pelaksanaan yang dikenal dengan Sistem Monitoring dan pelaporan. Media sistem
monitoring dan pelaporan tersebut umumnya berupa formulir-formulir isian yang
berfungsi sebagai media masalah-masalah yang muncul, serta peluang-peluang yang
dapat dioptimlkan guna pengambilan keputusan/tindakan.
g) Sistem Evaluasi, sistem ini ditujukan untuk penyempernaan pelaksanaan proyek,
sehingga lebh bersifat berorientasi ke depandalam upaya peningkatan kesempatan
demi keberhasilan proyek. Sistem evaluasi diterapkan untuk dapat memeriksa
kemajuan dan kemampuan proyek dalam mengatasi segenap permasalahan
yang dihadapi, serta perlu tidaknya melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam
pelaksanaan. Ruang lingkup evaluasi lebih luas dibandingkan dengan monitoring,
dimana monitoring adalah kegiatan mengukur apahkah proyek masih tetap
berjalan pada jalurnya, sedangkan evaluasi menanyakan apakah proyek berjalan pada
jalur yang benar. Perencanaan evaluasi hendaknya sudah harus dipertimbangkan

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
14
pada saatpenyusunan rencana proyek secara terinci atau pada saat tahap awal
pelaksanaan proyek.
h) Konsep pendekatan team, team approach merupakan upaya membangkitkan
semangat untuk menggalang persatuan dalam bekerja sama, memudahkan tindakan,
meningkatkan komunikasi, mengurangi masalah dan mendorong keikutsertaan
mereka yang diperlukan demi keberhasilan proyek. Pendekatan team proyek
hendaknya diterapkan sedini mungkin, sejak dimlainya proyek dan terus
berlangsung selama pelaksanaan proyek.

2.6 Manajemen Biaya

2.6.1 Kinerja Biaya

Seluruh urutan kegiatan proyek perlu memiliki standar kinerja biaya


proyek yang dibuat dengan akurat dengan cara membuat format
perencanaan seperti di bawah ini.
1. Kurva S, selain dapta mengetauhui proses waktu proyek, kurva S berguna
juga untuk mengendalikan kinerja biaya, hal ini ditujuakandari bobot
pengeluaran kumulatif masing-masing kegiatan yang dapat dikontrol
dengan membandingkan dengan baseline periode tertentu sesuai dengan
kemajuan actual proyek.
2. Diagram Cash Flow, diagram yang menunjukan rencana aliran
pengeluaran dan pemasukan biaya selama proyek berlangsung. Diagram
ini diharapkan dapat mengendalikan keseluruhan biaya proyek secara
detail sehingga tidak mengganggu keseimbangan kas proyek.
3. Kurva Earned Value, yang menyatakan nilai uang yang telah dikeluarkan
pada baseline tertentu sesuai dengan kemajuan actual proyek. Bila ada
indikasi biaya yang dikeluarkan melebihi rencana, maka biaya ini
dikoreksi dengan melakukan penjadwalan ulang dan meramalkan seberapa
besar biaya yang harus dikeluarkan sampai akhir proyek karena
penyimpangan tersebut.

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
15
4. Balance sheet, yang menyatakan besarnya aktiva dan pasiva keuangan
perusahaan selama periode satu tahun dengan keseluruhan proyek yang
telah dikerjakan beserta asset-aset yang dimiliki perusahaan.
Keempat hal tersebut dibuat dalam laporan periodic dengan maksud
agar dari waktu dapat dievaluasi serta dikendalikan dan menjadi rujukan dalam
membuat keputusan terkait dengan tindakan koreksi bila terjadi penyimpangan.

2.6.2 Perkiraan Biaya

Perkiraan biaya melibatkan pendekatan (perkiraan) dari biaya sumber daya


yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan proyek. Dalam aproksimasi biaya,
estimator menganggap penyebab variasi estimasi akhir untuk tujuan lebih baik
mengelola proyek.

Ketika sebuah proyek dilakukan di bawah kontrak, perawatan harus


dilakukan untuk membedakan perkiraan biaya dari harga. Perkiraan biaya
melibatkan pengembangan penilaian yang kemungkinan hasil kuantitatif. berapa
biayanya organisasi melakukan untuk menyediakan produk atau layanan yang
terlibat? Harga adalah bisnis keputusan berapa banyak biaya yang dilakukan
organisasi untuk produk atau layanan yang menggunakan perkiraan biaya sebagai
satu dari banyak pertimbangan.

Perkiraan biaya termasuk mengidentifikasi dan mempertimbangkan


berbagai alternatif biaya. Sebagai contoh, di unit aplikasi yang paling banyak
bekerja, tambahan selama desain fase banyak diadakan untuk memiliki potensi
untuk mengurangi tahap biaya produksi. Proses estimasi biaya harus
mempertimbangkan apakah biaya tambahan karya desain akan diperhitungkan
oleh tabungan yang diharapkan

2.6.3 Anggaran Biaya

Penganggaran Biaya melibatkan pengalokasian perkiraan biaya keseluruhan


untuk kegiatan individu atau bekerja untuk mendirikan sebuah paket biaya

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
16
dasar untuk mengukur kinerja proyek. Realitas dapat mendikte bahwa
perkiraan yang dilakukan setelah persetujuan anggaran adalah disediakan,
namun perkiraan harus dilakukan sebelum permintaan anggaran

2.6.4 Hasil dari Anggaran Biaya

Baseline biaya anggaran bertahap waktu yang akan digunakan untuk


mengukur dan memonitor kinerja biaya pada proyek tersebut. Hal ini
dikembangkan oleh penjumlahan estimasi biaya dengan periode dan biasanya
ditampilkan dalam bentuk kurva-S, banyak proyek, khususnya yang lebih besar,
mungkin memiliki beberapa data dasar untuk biaya aspek yang berbeda ukuran
kinerja biaya.

2.7 Kinerja Waktu

Standar kinerja waktu ditentukan dengan merujuk seluruh tahapan


kegiatan proyek beserta durasi dan pengguanaan sumber daya. Dari semua informasi
dan data yang diperoleh, dilakukan proses penjadwalan sehingga aka nada output
berupa format-format laporan lengkap mengenai indikator progress waktu.

2.7.1 Kurva S

Menurut barrie (1995), bentuk kurva S berasal dari pemaduan kemajuan


setiap than waktu untuk mendapatkan kemajuan kumulatif yang digunakan dalam
pemantauan pekerjaan. Ukuran kemajuan dititikberatkan pada prestasi kerja dan
biaya.Sumbu X menunjukan skala waktu, sedangkan pada sumbu Y merupakan
skala biaya atau prestasi kerja.Pada sebagian besar proyek, pengeluaran dari
sumber daya untuk setiap satuan waktu condong berjalan lambat, berkembang ke
puncak, kemudian berangsur-angsur berkurang bila mendekati ujung akhir.Karena
itulah kemajuan sering tergambar seperti huruf S.

2.7.2 Laporan Kemajuan

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
17
Laporan minggun merupakan sebuah pertanggung jawaban dalam bentuk
tertulis mengenai kegiatan yang sudah dijalankan selama satu minggu untuk
kemudian dituangkan dalam bentuk tertulis.Laporan mingguan ini dibuat oleh
kontraktor atau konsultan pengawas untuk diberikan kepada owner atau pemilik
proyek. Dengan adanya laporan ini maka proses pelaksanaan pekerjaan dapat
diarsipkan.

Sebelum membuat laporan mingguan proyek maka terlebih dahulu dibuat


laporan harian proyek yang merupakan laporan per hari mengenai pekerjaan yang
sedang dilaksanakan, dari 7 laporan harian proyek tersebut maka dapat dibuat
rekap selama satu minggu dalam bentuk laporan mingguan.

Laporan mingguan proyek kontraktor berisi berbagai data pekerjaan


yang antara lain sebagai berikut :
1. Nomor laporan mingguan
2. Nama kontraktor dan nama konsultan
3. Judul laporan
4. Periode tanggal dan waktu laporan
5. Jumlah tenaga kerja dan keahlian masing-masing tenaga kerja selama satu
minggu bekerja di proyek, dapat dibuat dalam bentuk mengisi jumlah absen
harian.
6. Pekerjaan yang dilaksanakan dibuat sejelas mungkin mengenai
lokasi pekerjaan, namapekerjaan dan besarnya volume progress yang sudah
diselesaikan selama satu minggu penuh.
7. Bahan atau material yang digunakan.
8. Alat kerja yang dipakai untuk melaksanakan pekerjaan.
9. aporan curah hujan atau cuaca selama proses pelaksanaan proyek
berlangsung satu minggu, laporan cuaca ini dapat digunakan kontraktor
sebagai alas an keterlambatan kerja untuk menghindari denda keterlambatan
pekerjaan dikemudian hari.
10. Form persetujuan konsultan pengawas atau manajemen konstruksi
11. Form pengajuan kontraktor atau yang membuat laporan mingguan proyek.

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
18
12. Lampiran-lampiran foto pelaksanaan proyek maupun hasil akhir kegiatan.
13. Serta data-data lain menyesuaikan kebutuhan dan permintaan pemilik
proyek.

Masing-masing perusahaan kontraktor atau konsultan pengawas biasanya


mempunyai standar formulir laporan mingguan tersendir untuk digunakan disetiap
pekerjaan proyek.Dari laporan mingguan proyek ini kemudian didapat rekap
dalam bentuk bulan selama 1 bulan penuh.

Dengan demikian, setiap selesai perekapan laporan kemajuan oleh pihak


kontraktor atau konsultan pengawas, laporan tersebut dapat dikirim dan di
lakukan pengimputan pada program primavera project planner. Dengan
kata lain, pengguna software tidak harus berada dilokasi pengerjaan untuk
melakukan pelaporan?reporting ke dalam software primavera project planner.

2.7.3 Durasi Dipercepatnya Proyek

Pada awal saat proyek direncanakan, durasi aktivitas direncanakan dengan


sumber daya yang tersedia (sumber daya normal). Bila kemudian hari
penyelesaian pekerjaan ingin dipercepat karena alsan tertentu seperti penambahan
sumber daya yang mengakibatkan pertambahan biaya langsung, ada beberapa cara
yang dapat dilakukan, yaitu :

1. Penambahan jam kerja (lembur)


Bila dokumen kontrak menurut jadwal kerja yang singkat, maka harus
dipertimbangkan kemungkinan program kerja lembur dalam upaya
memenuhi target waktu. Kerja lembur dapat dilakukan dengan
menambahkan jam kerja (lembur), maka perlu dievaluasi dampak dari
jadwal terhadap pembiayaan. Upah tenaga kerja untuk penambahan jam
kerja lembur adalah sebesar 1,5 sampai 2upah kerja normal. Hal ini

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
19
disebabkan karena produktivitas kerja lembur tidak sama dengan
produktivitas kerja normal.

2. Pembagian Giliran Kerja.


Jika tenaga kerja cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan mungkin dapat
diatur dengan cara bergantian yaitu unit pekerja giliran sore sampai malam.
Untuk menjaga agar produktivitas ini tetap maka giliran kerja diprioritaskan
dan diusahakan agar seseorang pekerja dapat bekerja sam dengan timnya.

3. Penambahan Tenaga Kerja.


Penabahan tenaga kerja dimaksudkan sebagai penambahan jumlah
pekerja dalam satu unit pekerja untuk melaksanakan suatu aktivitas tampa
menambahkan jam kerja, tetapi penambahan tenaga kerja yang optimum
akan meningkatkan produktivitas kerja, tetapi penambahan yang terlalu
banyak justru menurunkan produktivitas kerja.

4. Penambahan atau Pergantian Peralatan.


Penambhan atau pergantian peralatan dimaksudkan untuk menambah
produktivitas kerja, mencegah keletihan kerja yang lebih dan mengurangi
jumlah tenaga kerja manusia.

5. Pergantian atau Perbaikan Metode Kerja


Pergantiann atau perbaikan metode kerja dilakukan bila metode yang sudah
dilakukan terlalu terlambat atau tidak efisien.

6. Konsentrasi Pada Aktivitas Tertentu


Konsentrasi ini berarti penambahan/pemindahan peralatan pada suatu
aktivitas tertentu

7. Kombinasi dan Alternatif Yang Ada.


Dalam perencanaan, percepatan durasi dapat dilakukan dengan
mengkombinasikan alternatf-alternatif yang ada sehingga menghasilkan

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
20
suatu cara yang sesuai dengan proyek tersebut, terutama pada proyek yang
berskala besar dan mempunyai banyak aktifitas.

ANALISA EFEKTIFITAS PENERAPAN KONSEP MANAJEMEN PROYEK PADA


PEKERJAANPEMBANGUNAN KAWASAN PARKIR
21