Anda di halaman 1dari 13

MODUL PRAKTIKUM

AKUNTANSI BIAYA
Neneng Sayidah

Disusun oleh:
Neneng Sayidah SE., MM., MSi Koordinator

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA MEMBANGUN

(STIE INABA)
BAB 1
BANDUNG

2019
BAB 3

AKUNTANSI BIAYA BAHAN BAKU, AKUNTANSI TENAGA KERJA DAN AKUNTANSI BIAYA
OVERHEAD

Tujuan :

Setelah melakukan kegiatan praktikum akuntansi biayabahanbaku, tenaga kerja, overhead ,


diharapkan mahasiswa dapat mengetahui , memahami pengertian dan pengendalian bahan
baku, tenaga kerja dan overhead pada kegiatan produksi barang dan jasa.

Soal – soal :

1. Apakah secara umum benar bahwa semua pembayaran gaji pada akhirnya dibatasi
oleh dan biasanya didasarkan, baik langsung maupun tidak langsung, pada
produktivitas pekerja ? jelaskan

Benar. Karena biaya tenaga kerja merupakan salah satu dari tiga elemen biaya
produksi.

Sebagai elemen biaya produksi, besarnya biaya tenaga kerja menggambarkan


besarnya kontribusi tenaga kerja terhadap proses produksi. Kontribusi tenaga kerja
terhadap proses produksi merupakan segala usaha fisik dan mental yang
dikerahkan oleh karyawan pabrik untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi.

2. Apakah yang dimaksud produktivitas ?

Produktivitas merupakan suatu ukuran yang menyatakan bagaimana


baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang
optimal.

3. Mengapa produktivitas penting bagi perusahaan, bagi pekerja dan bagi masyarakat ?

a. Bagi perusahaan : Produktivitas penting sebagai rasio output dan inpu


t suatu proses produksi dalam periode tertentu.
Input terdiri dari manajemen, tenaga kerja, biaya produksi, peralatan s
erta waktu.
b. Bagi pekerja : Produktivitas penting agar banyak hal yang bisa dicapa
i sehingga meningkatkan nilai etos kerja.
c. Bagi masyarakat : Produktivitas penting untuk meningkatkan kesejaht
eraan kehidupan dan perekonomian masing – masing

4. Bagaimana efisiensi tenaga kerja ditentukan dan di ukur ?

Hasil tenaga kerja dapat dikatakan efisien apabila hasil riil yang dicapai
lebih besar dari pada hasil minimum yang ditentukan.

5. Apa tujuan dari rencana pemberian insentif ?

Tujuan Pemberian Insentif :

tujuan utama pemberian insentif adalah untuk meningkatkan produktivitas kerja individu
maupun kelompok (Panggabean, 2002 : 93).

Secara lebih spesifik tujuan pemberian Insentif dapat dibedakan dua golongan yaitu:

a. Bagi Perusahaan.

Tujuan dari pelaksanaan insentif dalam perusahaan khususnya dalam kegiatan produksi
adalah untuk meningkatkan produkstivitas kerja karyawan dengan jalan
mendorong/merangsang agar karyawan :

1) Bekerja lebih bersemangat dan cepat.

2) Bekerja lebih disiplin.

3) Bekerja lebih kreatif.

b. Bagi Karyawan

Dengan adanya pemberian insentif karyawan akan mendapat keuntungan :

1) Standar prestasi dapat diukur secara kuantitatif.

2) Standar prestasi di atas dapat digunakan sebagai dasar pemberian balas jasa yang diukur
dalam bentuk uang.

3) Karyawan harus lebih giat agar dapat menerima uang lebih besar.

6. Apakah yang dimaksud dengan rencana insentif organisasi (rencana pembagian


keuntungan) ?
Rencana pembagian laba secara umum merupakan program insentif di seluruh
organisasi yang memberikan kepada karyawan satu bagian (share) dari laba organisasi
dalam satu periode khusus.

7. Akuntansi untuk tenaga kerja memiliki aspek ganda : Akuntansi keuangan dan
akuntansi biaya, bedakan antara keduanya ?
Jawab :

Akuntansi biaya dan akuntansi keuangan adalah dua cabang akuntansi yang
sangat penting. Keduanya digunakan oleh sebagian besar organisasi. Pengguna
utama akuntansi biaya dan akuntansi manajemen adalah manajemen internal
organisasi. Ini menciptakan kesan bahwa akuntansi biaya dan akuntansi manajemen
sama.
Perbedaan antara akuntansi biaya dan akuntansi keuangan adalah sifat yang baik
dan memiliki nuansa minor. Akuntansi biaya pada dasarnya berfokus pada aspek
kuantitatif. Sedangkan akuntansi keuangan menggunakan kombinasi aspek
kuantitatif serta aspek kualitatif.
Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang berkaitan dengan
pengumpulan, pencatatan, klasifikasi, memastikan, dan analisis informasi dan data
yang terkait dengan biaya yang terlibat dalam operasi dan proses produksi suatu
organisasi.
Akuntansi biaya menyediakan informasi yang sangat penting dan bermanfaat untuk
biaya dan membantu dalam penentuan harga. Akuntansi biaya memiliki tiga elemen
biaya utama yaitu sebagai berikut:

 Biaya material yang terutama diklasifikasikan sebagai biaya langsung dan biaya tidak
langsung.
 Biaya tenaga kerja yang terutama diklasifikasikan sebagai biaya tenaga kerja
langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung.
 Biaya overhead seperti biaya tetap, biaya kantor, penjualan, biaya umum dan
administrasi, dll.
 Tujuan utama dari akuntansi biaya termasuk operasi pelacakan dan biaya produksi,
biaya tetap, dan biaya relevan lainnya untuk suatu perusahaan atau organisasi.
Informasi tersebut membantu organisasi dalam mengendalikan dan mengurangi
berbagai biaya, dan meningkatkan kinerja operasionalnya.
Penghitungan biaya untuk suatu organisasi biasanya dilakukan oleh karyawannya
sendiri. Informasi akuntansi biaya dan laporan tidak perlu dilaporkan atau
diserahkan pada akhir tahun keuangan

Akuntansi keuangan adalah salah satu cabang penting akuntansi. Akuntansi manajemen juga
dikenal sebagai akuntansi manajerial yang bertujuan untuk melayani manajemen organisasi,
terutama untuk top manajemen. Ini berkaitan dengan pengumpulan, pencatatan, klasifikasi,
analisis, dan penyajian data dan informasi yang terkait dengan aspek kuantitatif dan kualitatif.
Ini berkaitan dengan keuangan serta aspek non-keuangan yang berkaitan dengan kegiatan
organisasi.
Akuntansi keuangan memberikan informasi yang bermanfaat dan berguna dalam pengambilan
keputusan, pembuatan kebijakan, perencanaan, penganggaran, peramalan, membandingkan,
dan mengevaluasi kinerja manajerial.

8. Dengan cara yang bagaimanakah penciptaan dan pemeliharaan atas tenaga kerja
yang efisien dapat mendorong usaha kerja sama ?
Jawab:
Untuk menciptakan pemeliharaan atas tenaga kerja yang efisien dapat mendorong
usaha kerja sama dapat menggunakan Asas-asas Pemeliharaan Karyawan sebagai
berikut :

1. Asas Manfaat dan Efesiensi


Pemeliharaan yang dilakukan harus efesien dan memberikan manfaat yang
optimal bagi perusahaan dan karyawan.Pemeliharaan ini hendaknya meningkatkan
prestasi kerja, keamanan, kesehatan, dan loyalitas karyawan dalam mencapai
tujuan.Asas ini harus deprogram dengan baik supaya tidak sia-sia.
2. Asas Kebutuhan dan Kepuasan
Pemenuhan kebutuhan dan kepuasan harus menja didasar program
pemeliharaan karyawan.Asas ini penting supaya tujuan pemeliharaan, kesehatan, dan
sikap karyawan baik, sehingga mereka mau bekerja secara efektif dan efesien
menunjuang tercapainya tujuan perusahaan.
3. Asas Keadilan dan Kelayakan
Keadilan dan kelayakan hendaknya dijadikan asas program pemeliharaan
karyawan. Karena keadilan dan kelayakan akan menciptakan ketenangan dan
konsentrasi karyawan terhadap tugas-tugasnya, sehingga disiplin, kerjasama, dan
semangat kerjanya meningkat. Dengan asa sini diharapkan tujuan pemberian
pemeliharaan akan tercapai.
4. Asas Peraturan Legal
Peraturan-peraturan legal yang bersumber dari undang-undang, Keppres, dan
keputusan mentri harus dijadikan asas program pemeliharaan karyawan.
Hal ini penting untuk menghindari konflik dan intervensi serikat buruh dan
pemerintah.
5. Asas Kemampuan Perusahaan
Kemampuan perusahaan menjadi pedoman dan asas program pemeliharaan
kesejahteraan karyawan. Jangan sampai terjadi pelaksanaan pemeliharaan karyawan
yang mengakibatkan hancurnya perusahaan.
Dalam pemeliharaan dibutuhkan strategi dalam pelaksanaannya, pemilihan metode
yang tepat sangat penting, supaya pelaksanaannya efektif dalam mendukung
tercapainya tujuan organisasi perusahaan.Manajer yang cakap akan menerapkan metode
yang sesuai dan efektif dalam pelaksanaan tugas-tugasnya. Pemeliharaan keamanan,
kesehatan, dan sikap loyal karyawan hendaknya dengan metode yang efektif dan
efesien supaya tercapai manfaat yang optimal.

9. Apa tujuan dari penentuan jumlah jam kerja dari setiap karyawan dari setiap
pesanan atau departemen ?
10. Jika kartu absen karyawan menunjukkan lebih banyak jam kerja dibandingkan
dengan kartu jam kerja, bagaimana rekonsiliasi atas selisih tersebut ?
11. Jaime Vasquez, seorang karyawan dari orange city canning company , menyerahkan
data tenaga kerja berikut ini untuk minggu pertama bulan Juni :
Hari Unit Jam
Senin 250 8
Selasa 270 8
Rabu 310 8
Kamis 350 8
Jumat 260 8
Diminta : Buat jadwal yang menunjukan pendapatan mingguan, tarif efektif per jam
dan biaya tenaga kerja per unit, dengan asumsi rencana bonus seratus persen
dengan upah dasar sebesar $ 9 per jam dan tingkat produksi standar sebesar 3 unit
per jam asumsikan bonus dihitung per minggu berdasarkan total produksi minggu
tersebut, buatlah persentase bonus sampai dua angka dibelakang koma.

12. Seorang karyawan departemen perakitan dibayar sebesar $ 9 per jam untuk jam
kerja reguler sebanyak 40 jam per minggu. Selama minggu terakhir tanggal 22 maret,
karyawan tersebut bekerja selama 46 jam dan memperoleh tingkat upah satu
setengah kali upah regular untuk jam lembur.
Diminta : Buatlah ayat jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja jika premium
lembur dibebankan ke produksi yang dikerjakan selama jam lembur. Buatlah ayat
jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja jika premium lembur tidak dibebankan ke
produksi yang dikerjkaan selama jam lembur.
13. Sebutkan daftar dari beberapa biaya yang termasuk dalam overhead pabrik!

a. Biaya Overhead Tetap

Berapa pun volume penjualan Anda, biaya overhead tetap harus dipenuhi
setiap bulannya. Contoh dari biaya overhead tetap adalah:
– pembayaran sewa atau hipotek.
– depresiasi aset tetap (seperti mobil dan peralatan kantor).
– Biaya Tenaga Kerja untuk manajer, karyawan akuntan, dan yang serupa. Intinya,
biaya ini ditujukan kepada karyawan di luar karyawan yang ditugaskan langsung pada
kegiatan produksi.
– Beban Asuransi.
– Iuran keanggotaan.
– Biaya jasa hukum atau konsultan akuntansi.

Biaya-biaya tersebut tidak berubah, terlepas dari apakah kegiatan penjualan


perusahaan sedang naik atau turun.

b. Biaya Overhead Variabel

Biaya overhead variabel adalah biaya yang yang berubah-ubah atau berfluktuasi dari
waktu ke waktu. Perubahan tersebut tergantung dari volume aktivitas penjualan dan
faktor lainnya. Seperti upaya promosi, perubahan musim, kondisi ekonomi, dan
lainnya yang jelas hal tersebut tidak bisa diprediksi secara tetap dari waktu ke waktu.
Intinya, biaya overhead variabel mengalami fluktuasi dan tidak pernah tetap dalam
satu periode. Contoh dari biaya overhead variabel adalah biaya pemasaran, biaya
telepon, perlengkapan kantor, dan lainnya.

c. Biaya Overhead Semi-Variabel

Biaya ini bersifat fleksibel dibandingkan dengan biaya overhead variabel yang
selalu berubah-ubah setiap waktunya. Terkadang pada kurun waktu tertentu suatu
biaya overhead bisa terjadi secara tetap. Namun di waktu berikutnya karena faktor
eksternal atau kegiatan operasional perusahaan yang meningkat atau menurun, biaya
overhead tersebut menjadi berubah pula. Salah satu contohnya adalah tinta printer
sebagai perlengkapan kantor. Terkadang suatu akuntan mungkin menggunakan printer
secara konstan dari bulan ke bulan. Dikarenakan pada akhir tahun perusahaan harus
tutup buku, akuntan mungkin akan menggunakan printer secara intens daripada
sebelumnya.

Penting untuk memonitor biaya overhead. Karena biaya ini berpengaruh pada
kegiatan penjualan perusahaan walaupun secara tidak langsung. Biaya overhead
dapat merugikan perusahaan jika tidak dikontrol dengan baik dan teratur. Untuk bisa
memaksimalkan pengontrolan biaya overhead, tentunya Anda membutuhkan Software
Akuntansi modern yang bisa meninjau seluruh biaya yang terjadi. Adalah Jurnal,
Software Akuntansi Online yang menawarkan fitur-fitur Akuntansi dan beroperasi
secara real-time dan cloud-storaged..

14. Mengapa overhead pabrik bervariasi dari bulan ke bulan ?


15. Kapan dan mengapa tarif ovrehead yang ditentukan sebelumnya harus digunakan
indikasinya ketidakpraktisan dan ketidakakuratan dari pembebanan overhead aktual
ke pesanan dan produk ?
16. Sebutkan enam dasar yang digunakan untuk membebankan overhead pabrik , faktor
– faktor apakah yang sebaiknya digunakan dalam pemilihan dasar pembebanan
tertentu ?
6 dasar yang digunakan untuk membebankan overhead pabrik:
a. Unit Produksi
b. Biaya bahan baku
c. Biaya tenaga kerja langsung
d. Jam tenaga kerja langsung
e. Jam kerja mesin
f. Aktivitas atau transaksi lainnya

Faktor yang digunakan dalam pemilihan dasar pembebanan :

a. Memperhatikan jenis biaya overhead pabrik yang dominan jumlahnya dalam


departemen produksi
b. Diperhatikan sifat-sifat biaya overhead pabrik yang dominan tersebut dan eratnya
hubungan sifat-sifat tersebut dengan dasar pembebanan yang akan dipakai

17. Mengapa pemilihan tarif yang ditentukan sebelumnya yang sesuai adalah penting
untuk perhitungan biaya yang wajar ? jelaskan ?

A. Biaya bahan baku standar

1. Standar harga (tarif) bahan langsung ditentukan oleh

 Harga unit bahan langsung yang harus dibeli


 Perubahan harga yang terjadi selama tahun yang bersangkutan
 Suatu standar yang terpisah harus ditetapkan untuk setiap bahan
 Akuntansi biaya atau departemen pembelian

1. Kuantitas standar bahan baku dapat ditentukan dengan :

 Penyelidikan teknis
 Analisis catatan masa lalu

B. Biaya tenaga kerja langsung standar

1. Jam tenaga kerja standar dapat ditentukan dengan cara :

 Menghitung rata-rata jam kerja yang dikonsumsi dalam suatu pekerjaan dari kartu
harga pokok (cost sheet) periode yang lalu.
 Membuat test- run operasi produksi di bawah keadaan normal yang diharapkan.
 Mengadakan penyelidikan gerak dan waktu dari berbagai kerja karyawan keadaan
nyata yang diharapkan.
 Mengadakan taksiran yang wajar, yang didasarkan pada pengalaman dan
pengetahuan operasi produksi dan produk

1. Tarif upah standar ditentukan oleh :


 Perjanjian dengan organisasi karyawan.
 Data upah masa lalu yang dapat digunakan sebagai tarif upah standar.
 Perhitungan tarif upah dalam keadaan operasi normal

C. Biaya overhead pabrik standar

1. Menyusun anggaran biaya overhead pabrik dengan memperhatikan tingkat


kegiatan (kepasitas) yang meliputi.

 Kapasitas teoritis adalah kapasitas pabrik atau suatu departemen untuk


menghasilkan produk pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama jangka waktu
tertentu.
 Kapasitas notmal adalah kemampuan persuahaan untuk memproduksi dan menjual
produknya dalam jangka panjang.
 Kapasitas yang sesungguhnya adalah kapasitas yang diperkirakan akan dapat
dicapai dalam tahun yang akan datang.

1. Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk, diantaranya


adalah :

 Satuan produk.
 Biaya bahan baku.
 Biaya tenaga kerja langsung.
 Jam tenaga kerja langsung.
 Jam mesin

1. Menghitung tarif biaya overhead pabrik

Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu dengan


menentukan biaya standar terlebih dahulu maka perusahaan dapat dengan mudah
untuk melakukan perencanaan dan dapat dengan mudah dalam mengambil
keputusan. Dengan ditentukannya biaya standar ini perusahaan juga dapat
menekan biaya yang akan dikelurkan (biaya sesungguhnya), sehingga perusahaan
dapat meminimalisir pengeluaran biaya yang besar. Dari pembahasan diatas juga,
dapat diketahui cara penentuan biaya standar yang baik dan benar.

18. Bedakan antara kapasitas teoritis, kapasitas praktis, kapasitas aktual yang
diperkirakan dan kapasitas normal.
- Kapasitas teoritis mengasumsikan bahwa tidak ada hasil produksi Anda yang salah.
Akuntan menggambarkan kapasitas ini sebagai bekerja dengan efisiensi penuh
setiap saat.
- Kapasitas praktis adalah tingkat kapasitas yang mencakup gangguan operasi yang
tidak dapat dihindari. Penjelasan lain adalah kehilangan waktu operasi yang tidak
dapat dihindari. Pertimbangkan pemeliharaan peralatan, liburan karyawan, dan hari
libur. Anda bersedia menerima tingkat kapasitas yang bagus, bukan sempurna.
Kapasitas normal.
- Kapasitas normal adalah kemampuan peerusahaan untuk memproduksi dan menjual
produknya dalam jangka panjang.
- Kapasitas sesungguhnya yang diharapkan. Kapasitas sesungguhnya yang diharapkan
adalah kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun
yang akan datang
19. Bagaimana pemilihan atas kapasitas normal atau maksimum mempengaruhi laba
oprasi dalam menentukan tarif ovrehead ?
Jawab:

Dalam menyusun anggaran BOP harus diperhatikan tingkat kegiatan yang


akan dipakai sebagai dasar penaksiran BOP. Ada tiga macam kapasitas yang dapat
dipakai sebagai dasar pembuatan anggaran BOP antara lain:
a. Kapasitas Praktis
Untuk menentukan besarnya kapasitas praktis dan kapasitas normal terlebih dahulu
harus ditentukan kapasitas teoritis, yakni volume produksi maksimum yang dapat
dihasilkan oleh pabrik.
Kapasitas teoritis dapat diartikan sebagai kapasitas pabrik atau suatu departemen
untuk menghasilkan produk pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama jangka
waktu tertentu. Kapasitas praktis adalah kapasitas teoritis dikurangi dengan kerugian-
kerugian waktu yang tidak dapat dihindari karena hambatan-hambatan intern
perusahaan. Penetapan kapasitas praktis ini perlu dilakukan karena sangat tidak
mungkin suatu pabrik dijalankan pada kapasitas teoritis. Dengan demikian perlu
diperhitungkan kelonggaran-kelonggaran waktu dalam penentuan kapasitas seperti
penghentian pabrik yang tidak dapat dihindari karena kerusakan mesin.

b. Kapasitas Normal
Adalah kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual produknya dalam
jangka panjang. Jika dalam penentuan kapasitaspraktis hanya diperhitungkan
kelonggaran-kelonggaran waktu akibat faktor-faktor intern perusahaan, maka dalam
penentuan kapasitas normal diperhitungkan pula kecenderungan penjualan dalam
jangka panjang.

c. Kapasitas Sesungguhnya yang Diharapkan


Adalah kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun
yang akan datang. Jika anggaran BOP didasarkan pada kapasitas sesungguhnya yang
diharapkan, maka berarti ramalan penjualan tahun yang akan datang dipakai sebagai
dasar penentuan kapasitas, sedangkan jika anggaran tersebut didasarkan pada
kapasitas praktis dan normal, maka titik berat diletakkan pada kapasitas fisik pabrik.
Penentuan tarif BOP atas dasar kapasitas sesungguhnya yang diharapkan
merupakan pendekatan jangka pendek, dan metode ini umumnya mengakibatkan
digunakan tarif yang berbeda dari periode ke periode. Penentuan tarif BOP atas dasar
kapasitas praktis atau kapasitas normal merupakan pendekatan jangka panjang, yang
menghubungkan tingkat kegiatan perusahaan dengan kapasitas fisik pabrik dan tidak
dipengaruhi oleh perubahan-perubahan penjualan yang bersifat sementara. Dengan
pendekatan ini tarif BOP relatif konstan untuk jangka waktu yang relatif lama.

20. Apa saja langkah – langkah yang terlibat dalam akuntansi untuk overhead pabrik
aktual ?
21. Akun pengendali overhead pabrik memiliki saldo kredit diakhir periode. Apakah
overhead pabrikdibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah ?
22. Jika sejumlah besar overhead pabrik yang dibebankan terlalu rendah dari bulan ke
bulan, tarif overhead sebaiknya direvisi untuk mebuat biaya per unit lebih akurat.
23. PT. Dwiguna menganggarkan overhead pabrik sebesar $255.000 untuk periode
tersebut bagi departemen A, berdasarkan volume yang dianggarkan sebesar 50.000
jam mesin. Di akhir periode, aktual overhead pabrik adalah sebesar $ 281.000 dan
jam mesin aktual adalah sebesar 52.500. Diminta hitunglah jumlah overhead pabrik
yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk periode tersebut.
24. PT. Bahana merakit dan menjual alt bor tangan. Semua komponen dibeli dari luar,
dan biaya komponen per alat bor totalnya adalah sebesar $ 50. Tenaga kerja dibayar
berdasrkan tarif $32 per alat bor yang dirakit. Oleh karena perusahaan menangani
hanya satu produk ini, maka dasar biaya per unit digunakan untuk membebankan
overhead pabrik menggunakan tarif yang telah ditentukan sebelumnya. Overhead
pabrik yang di estimasikan untuk periode mendatang, berdasarkan pada tingkat
produksi 30.000 unit adalah sbb :
Bahan baku tidak langsung $ 220.000
Tenaga kerja tidak langsung $ 240.000
Listrik $ 30.000
Penyusutan $ 25.000
Lain – lain $ 55.000
Selama periode tersebut, overhead pabrik aktual adalah sebesar $ 561.600dan
29.000 unit dirakit. Unit – unit ini diselesaikan tetapi belum ditransfer ke gudang
barang jadi.
Diminta : Buatlah ayat jurnal untuk mencatat informasi sebelumnya dan tentukan
jumlah overhead pabrik yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah

DAFTAR PUSTAKA

Buku Referensi

Carter, William K & Usry F. Milton. (2009). Akuntansi Biaya Edisi 14. Jakarta: Salemba Empat.

Fahmi Irham. (2015). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.

Hansen dan Mowen. (2013). Akuntansi Manajerial. Jakarta: Salemba Empat.

Mulyadi. (2016). Akuntansi Biaya, Edisi 5. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.

Siregar, dkk.(2016).Akuntansi Biaya, Edisi 2. Jakarta : Salemba Empat.


Dunia & Abdullah (2012). Akuntansi Biaya, Edisi 3. Jakarta : Salemba Empat.

Tunggal (2012). Tanta jawab akuntansi Biaya dan Manajemen, Edisi 1. Jakarta : Harvarindo.

Firmansyah (2013).kuntansi biaya gampang bagi pemula, Edisi 1.Jakarta :Niaga Swadaya