Anda di halaman 1dari 17

STATUS KEDOKTERAN KELUARGA

“INFEKSI: DEMAM TIFOID”

Oleh : Kitty Fabiola

Pembimbing: dr. Feny Tunjungsari

Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Malang
2017

1
I. IDENTITAS
A. PENDERITA

1. Nama (Inisial) : Nn. F


2. Umur : 17 thn
3. Jenis Kelamin :P
4. Agama : Islam
5. Pekerjaan : Pelajar SMA
6. Status Perkawinan: Belum Menikah
7. Jumlah Anak :-
8. Pendidikan terakhir: SMP tamat
9. Alamat lengkap : Jl.
RT 001 RW 001
Desa / Kelurahan Wates
Kecamatan Ngletih
Kota / Kabupaten Kediri

B. PASANGAN (Bila sudah menikah atau sudah pernah menikah)

1. Nama (Inisial) :
2. Umur :
3. Jenis Kelamin :
4. Agama :
5. Pekerjaan :
6. Status Perkawinan :
7. Jumlah Anak :
8. Pendidikan terakhir :
9. Alamat lengkap : Jl
(bila tdk serumah) RT RW
Desa / Kelurahan
Kecamatan
Kota / Kabupaten

2
C. GENOGRAM (minimal 3 generasi)

Ny. M Tn. L Ny. A Tn. S

Ny. k / 33 Ny. T / 37 Tn. L / 42 Tn.Y / 33


tahun/guru tahun/swast tahun/peg tahun/pegawai
a awai swasta
Ny. B/ 40
tahun/IRT
swasta
Tn.E / 37 tahun / SMA/
petani / 2-4 juta Ny. R / 34 tahun / SMA/
IRT

Nn. F / 17 tahun / Nn. G / 14 tahun /


Pelajar SMA Pelajar SMP

Keterangan:

: Laki-laki : Meninggal
: Perempuan
: Meninggal
: Pasien

3
D. INTERAKSI DALAM KELUARGA

Keterangan
Status
Nama Usia Pekerjaan Hubungan Keluarga Domisili
No Sex Perkawinan
(Inisial) (Bln/Th) (deskripsi lengkap) (S, I, AK, AA) Serumah
(TK, K, J, D)
Ya Tdk
1 Tn. E Lk 37h Petani Ayah Menikah Ya
2 Ny. R Pr 34th IRT Ibu Menikah Ya
3 Nn. G Pr 14th Pelajar SMP Adik Nlm menikah Ya
4 Nn. S Pr 17th Pelajar SMA Tetangga Blm menikah Tdk
5
dst

4
II. DATA DASAR KESEHATAN
STATUS MEDIS (Klinis)

KU : Panas

Anamnesis : panas sejak 1 minggu yang lalu. Panas naik turun, terutama

pada malam hari. Menggigil +. Pasien juga mengeluh nyeri perut sejak 5 hari yang

lalu. Nyeri perut hilang timbul di seluruh bagian perut. Nyeri seperti ditusuk-tusuk.

Pasien juga mengeluh mual dan perut agak sebah. Muntah 1 kali 1 hari yang lalu.

Muntah isi makanan dan air. Bab cair sejak 1 minggu yang lalu, ampas + konsistensi

lunak kadang hanya air saja. Sehari bisa BAB sebanyak 3-4x, tidak ada lendir

maupun darah. Pasien juga mengeluh nyeri kepala +. Ibu pasien sempat membelikan

obat ke apotik untuk menurunkan panas dan obat untuk mengurangi nyeri

perutnya.

Pem. Fisik :

Kesan Umum : Lemah

GCS : 456

Vital Sign :

- TD : 110/70 mmHg

- N : 92x /menit

- Temp : 38.8 C

- RR : 20 x /menit

Berat Badan : 42 Kg

Status Generalis:

Kepala/Leher:

Anemis (-), Ikterus (-), Cyanosis (-), Dypsneu (-)

Lidah tampak kotor +

5
Nafas cuping hidung -\-

Thorax :

Pulmo:

Inspeksi : simetris, retraksi intercostal (-), ictus cordis tidak kuat angkat

Palpasi : Massa (-), Stem fremitus menurun D , krepitasi (-)

Perkusi :

Sonor Sonor

Sonor Sonor

Sonor Sonor

Auskultasi :

Vesikular Vesikular

Vesikular Vesikular

Vesikular Vesikular

Suara tambahan: Ronchi -/- Wheezing -/-

Cor:

Inspeksi : Ictus cordis (-)

Palpasi : dbn

Perkusi : batas jantung dbn

Auskultasi : S1S2 tunggal regular, murmur (-) , gallop (-)

6
Abdomen

Inspeksi : distended.

Palpasi : Soepel, nyeri tekan (+), hepar dan lien teraba normal, liver

span dbn, defans muscular -

Perkusi : hypertimpani.

Auskultasi : Bising usus normal, Meteorismus (-)

Ekstremitas :

Hangat Kering Merah

Edema (-)

Pem Penunjang : Lab widal titer O/S/H 1/320

Rw Imunisasi :-

Rw Persalinan :-

Rw KB :-

RPD : kejang -

RPK : tidak ada yang mengalami hal serupa

7
Riwayat Sosial, Budaya, Ekonomi, Lingkungan dll

UPAYA & PERILAKU KESEHATAN


KETERANGAN
NO KOMPONEN URAIAN UPAYA & PERILAKU (RASIONAL ATAU
IRRASIONAL)
 Pasien jarang mendapatkan penyuluhan tentang penyakit demam
1 Promotif  Irasional
tifoid.
 Pasien berusaha untuk makan makanan secara teratur, makanan
yang bersih dan sehat.
 Rasional
2 Preventif  Pasien sering diingatkan untuk tidak membeli jajan sembarangan  Rasional
 Pasien senang bermain bersama teman-temannya dan sering tidak  Irasional
mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
 Bila keluhan ringan, Ibu pasien sering membeli obat sendiri di
3 Kuratif  Rasional
apotik

4 Rehabilitatif  Istirahat yang cukup dan makan minum yang teratur  Rasional

STATUS SOSIAL
NO KOMPONEN KETERANGAN (Deskripsikan dengan lengkap dan jelas)
Setiap harinya pasien bangun pukul 05.00 pagi dan bersiap-siap kesekolah menyiapkan buku
1 Aktifitas sehari-hari
dan seragam sekolah lalu mandi dan sarapan sebelum pergi kesekolah pukul 06.30 diantar oleh

8
ayahnya. Pasien bersekolah mulai pukul 07.00 hingga pukul 14.30. pasien tidak pernah
membawa bekal kesekolah dan selalu jajan disekolah. Pulang sekolah dijemput ayah pasien dan
sampai rumah pukul 15.00 lalu mengerjakan tugas yang didapat dari guru. Setelahnya pasien
ikut latihan voli hingga magrib menjelang. Setelah magrib pasien belajar hingga pukul 09 malam.
Sebelum belajar pasien akan makan malam terlebih dahulu.
Pasien makan 3x/hari. Sehari-hari pasien makan dirumah kecuali makan siang, makan sehari-
hari seperti nasi, lauk, sayur, terkadang makan buah dan minum susu. Selain makan dirumah,
2 Status Gizi pasien juga sering membeli jajan diluar bersama temannya ketika sedang bermain, lebih sering
membeli minum diluar ketika latihan voli daripada membawa minu dari rumah. Alergi
makanan: tidak Ada
3 Pekerjaan Pelajar SMA

4 Jaminan Kesehatan Tidak memiliki asuransi kesehatan


 ..

9
FAKTOR RESIKO LINGKUNGAN
KOMPONEN
NO KETERANGAN
LINGKUNGAN
 Tanah dan bangunan rumah milik sendiri
 Luas bangunan 9x20 m
 Jenis dinding tembok
 Jenis lantai keramik

1 Fisik  Ventilasi cukup, cahaya matahari yang masuk cukup


 Pencahayaan cukup, sumber penerangan listrik
 Atap terbuat dari genteng
 MCK 2
 Kamar tidur 3
 Hewan peliharaan: -
2 Biologi
 SPAL : Selokan kecil
 Sumber air minum: Galon
3 Kimia
 Model pembuangan sampah: Sampah biasanya dibuang di depan rumah dan biasanya
dibakar dibelakang rumah.
 Hubungan antar orang tua dan saudara baik, waktu untuk berkumpul dengan keluarga
4 Sosial
cukup

10
5 Budaya  Hubungan dengan tetangga dan teman sebaya baik.

 Pasien adalah anak yang cukup aktif, ceria, tidak rewel dan punya banyak teman
6 Psikologi
dilingkungan rumah
 Pendapatan diperoleh dari hasil bertani
 Pendapatan yang diperoleh sekitar Rp 3.000.000- Rp 4.000.000,
7 Ekonomi
 Kebutuhan per bulannya sekitar Rp.3.500.000 untuk kebutuhan sehari-hari makan, biaya
listrik, air, pendidikan.
 Nn. F sering latihan voli dan selalu bersepedah setiap berangkat voli dan sering

8 Ergonomi membungkuk
 Nn. G sering belajar sambil tengkurap setiap harinya dilantai kamarnya.

11
III. DIAGNOSIS HOLISTIK (Lima ASPEK)

Aspek 1:
Chief Compliments: nyeri perut sejak 1 minggu, mual dan BAB cair >3x/harinya.
Panas badan dirasakan setiap malam hari dan menggigil.
Fear: takut di suntik
Wish: cepat sembuh dan kembali bersekolah karena bulan depan akan
menghadapi ujian semester.
Aspek 2:
Diagnosis: Demam Thyfoid (A 01.0)
Diagnosis Banding: GEA

Aspek 3:
 Pasien sering membeli jajan sembarangan diluar rumah

 Pasien sering tidak mencuci tangan setelah bermain, sebelum dan sesudah makan

Aspek 4:
 Kurangnya pengawasan terhadap anak jika sedang di luar rumah

 Kurangnya promosi kesehatan mengenai demam tifoid di lingkungan tempat

pasien tinggal pasien.

Aspek 5:
Aspek fungsi sosial,: tingkat 2

12
IV. PENATALAKSANAAN KOMPREHENSIF:

No Aspek Dx Holistik Penatalaksanaan Komprehenship


(Uraian permasalahan/penyebab maslah yang dapat dilakukan oleh
kesehatan berdasarkan tiap aspek) penderita (Langkah Operasional)

1 Personal: Promotif:
panas sejak 1 minggu yang lalu. Panas - Menjelaskan pada pasien
naik turun, terutama pada malam hari.
dan kelauarga bahwa
Menggigil +. Pasien juga mengeluh nyeri
perut sejak 5 hari yang lalu. Nyeri perut pasien mengalami infeksi
hilang timbul di seluruh bagian perut.
saluran cerna oleh kuman
Nyeri seperti ditusuk-tusuk. Pasien juga
mengeluh mual dan perut agak sebah. Salmonella thypi
Muntah 1 kali 1 hari yang lalu. Muntah isi
- Menjelaskan pada pasien
makanan dan air. Bab cair sejak 1 minggu
yang lalu, ampas + konsistensi lunak bahwa penyakit infeksi ini
kadang hanya air saja. Sehari bisa BAB
disebut demam tifoid yang
sebanyak 3-4x, tidak ada lendir maupun
darah. Pasien juga mengeluh nyeri kepala banyak terjadi karena
+.
kurangnya kebersihan
2 Klinis: makanan yang dikonsumsi
Pem. Fisik :
dan kurangnya kesadaran
Kesan Umum : Lemah mencuci tangan terutama
setelah bermain, sebelum
GCS : 456
makan dan setelah makan
Vital Sign :
- Petugas kesehatan
- TD : 110/70 mmHg sebaiknya lebih aktif
memberikan penyuluhan
- N : 92x /menit
atau informasi singkat bisa
- Temp : 38.8 C
dalam bentuk poster,
- RR : 20 x /menit media lainnya tentang
pentingnya menjaga
Berat Badan : 42 Kg
kebersihan, menjaga pola
Status Generalis:
makan yang baik, dan
Kepala/Leher: hidup bersih dan sehat
untuk mencegah penyakit
Anemis (-), Ikterus (-),
infeksi
Cyanosis (-), Dypsneu (-)

13
Lidah tampak kotor +

Nafas cuping hidung -\-


Preventif:
Thorax : - Dokter menyarankan agar
pasien membiasakan
Pulmo:
membawa bekal ke sekolah
Inspeksi : simetris, retraksi
sehingga mengurangi
intercostal (-), ictus cordis tidak keinginan untuk jajan
sembarangan.
kuat angkat
- Edukasi agar pasien
Palpasi : Massa (-), Stem
mencuci tangan pakai
fremitus menurun D , krepitasi (-) sabun setelah bermain,

Perkusi : sebelum dan sesudah


makan
Sonor Sonor
- Istirahat cukup untuk
Sonor Sonor menjaga kondisi tubuh
dalam kondisi baik
Sonor Sonor
sehingga tidak kelelahan.
- Menjaga kebersihan
Auskultasi : lingkungan. Membuang
sampah pada tempatnya
Vesikular Vesikular

Vesikular Vesikular
Kuratif:
Vesikular Vesikular - MRS
- IVFD Ringer Laktat
1.500cc/24jam  20 tpm
Suara tambahan: Ronchi -/- - Chloramphenicol inj 2x500
Wheezing -/- mg
- Paracetamol tab 4x500mg
Cor:
Terapi Non-farmakologis :
Inspeksi : Ictus - Tirah baring, istirahat
cordis (-) cukup

Palpasi : dbn

14
Perkusi : batas - Makanan lunak rendah
serat seperti nasi lunak,
jantung dbn
sayur rendah serat seperti
Auskultasi : S1S2
wortel dan kentang
tunggal regular, murmur (-) ,
Rehabilitatif:
gallop (-)
- Jangan membeli makanan
Abdomen sembarangan di luar
rumah
Inspeksi : distended.
- Jangan bermain di tempat
Palpasi : Soepel, nyeri
yang kotor
tekan (+), - selalu menjaga kebersihan
diri setelah bermain,
hepar dan lien
sebelum dan setelah makan
teraba
harus mencuci tangan
normal, liver pakai sabun juga
- Istirahat cukup
span dbn,
- Makan teratur
defans

muscular -

Perkusi :

hypertimpani.

Auskultasi : Bising usus

normal, Meteorismus (-)

Ekstremitas :

Hangat Kering Merah

Edema (-)

3 Internal:
 Pasien sering membeli jajan

sembarangan diluar rumah

15
 Pasien sering tidak mencuci tangan

setelah bermain, sebelum dan

sesudah makan

4 Eksternal:
 Kurangnya pengawasan terhadap

anak jika sedang di luar rumah

 Kurangnya promosi kesehatan

mengenai demam tifoid di

lingkungan tempat pasien

tinggal pasien.

5 Fungsi Sosial: Tingkat 2

16
Lampiran:

17