Anda di halaman 1dari 6

INSTRUKSI KERJA KALIBRASI TIMBANGAN

A. Tujuan

Dokumen ini bertujuan untuk menerangkan metode kalibrasi timbangan.

B. Ruang Lingkup

1) Instruksi kerja ini digunakan sebagai pedoman untuk melakukan proses kalibrasi timbangan dengan metode
perbandingan langsung terhadap anak timbangan standar.
2) Rentang pengukuran kalibrasi timbangan dari kapasitas 0 hingga 1000 kg (1 Ton).
3) Timbangan dengan resolusi 0.01 mg, 0.1 mg, 1 mg, 0.01 gram, 0.1 gram, 1 gram dan seterusnya.

C. Daftar Acuan Kalibrasi

1) Edwin C Morris & Kitty M K Fen, “Monograph 4 : NMI Technology Transfer Series : The Calibration of Weight
and Balances”, National Measurement Institute, May 2010.
2) JCGM 100 : 2008 “Evaluation of Measurement Data - Guide to the Expression of Uncertainty in Measurement”.

D. Alat Standar

1) Standar Anak Timbangan kelas E2, F1 dan M2.

E. Perlengkapan Kalibrasi dan Aksesoris

1) Lap pembersih
2) Sarung tangan
3) Alkohol

F. Teori Ringkas
Timbangan adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran massa suatu benda. Timbangan/neraca
dikategorikan kedalam sistem mekanik dan juga elektronik/digital.

G. Ketidakpastian Pengukuran

Perhitungan ketidakpastian yang terperinci dalam pengukuran dapat dilihat pada Lampiran 1 dari metode kalibrasi
ini.

H. Langkah Kalibrasi
Langkah kerja berikut ini berlaku untuk kalibrasi di laboratorium Sentral Sistem Calibration (PT. Sentral Tehnologi
Managemen) maupun di tempat customer/pelanggan (insitu).

H.1 Persiapan & Function Test


1) Gunakan sarung tangan ketika melakukan kalibrasi.
2) Catat identifikasi alat yang akan dikalibrasi beserta suhu dan kelembaban ruangan pada lembar kerja (untuk suhu
dan kelembaban ruangan dicatat pada waktu awal, tengah & akhir proses kalibrasi).
3) Kalibrasi timbangan dilakukan di tempat dimana timbangan digunakan.
4) Bersihkan pan timbangan dari kotoran.
5) Set level/kedataran timbangan dengan memutar adjustable screw di bagian bawah timbangan serta pastikan dudukan
timbangan bebas dari getaran pada saat pengukuran
6) Siapkan standar anak timbangan yang sesuai dengan titik ukur yang akan dikalibrasi.
7) Lakukan internal calibration jika pada timbangan tersebut tersedia menu kalibrasi internal (tombol CAL).

H.2 Pengambilan Data Kalibrasi


1) Lakukan pengesetan timbangan pada titik nol dengan menekan tombol tare atau zero.
2) Lakukan pengukuran pengulangan pembacaan sebanyak 10x untuk posisi 50% dan 100% dari kapasitas maksimum.
Catat hasilnya pada lembar kerja kalibrasi timbangan.
3) Lakukan pengukuran timbangan menggunakan anak timbangan standar dengan nominal 10%, 20% dan seterusnya
hingga 100% dari kapasitas timbangan (step per 10%), atau sesuai dengan permintaan pelanggan. Catat hasilnya
pada lembar kerja kalibrasi timbangan.
4) Lakukan pengukuran sudut dengan meletakan anak timbangan antara 1/3 sampai 1/2 dari kapasitas timbangan
diposisi tengah, depan, belakang, kiri dan kanan. Catat hasilnya pada lembar kerja kalibrasi timbangan.
5) Kinerja keseluruhan dari timbangan dapat ditentukan dengan menghitung Limit of Performance (LOP) dengan
rumus sebagai berikut :
LOP = 2.26 * s (max) + |Cmax| + U(Cmax )
dimana, s = standar deviasi
Cmax = koreksi maksimum (nilai absolut)
U(Cmax) = ketidakpastian pada koreksi maksimum

H.3 Pengisian Data Hasil Kalibrasi


1) Buka spread sheet template kalibrasi timbangan pada PC/komputer.
2) Input semua spesifikasi dari alat yang akan diukur beserta semua informasi lainnya yang diperlukan.
3) Input data hasil pengukuran kalibrasi kemudian simpan pada folder yang telah ditentukan.
Lampiran
Lampiran 1. Persamaan Ketidakpastian

A. Model Matematis Pengukuran

C = PS – PA . U2 (rep) + U2 (res) + U2 (B) + U2 (Ins)

dimana :
C : Nilai Koreksi
Ps : Nilai Standar
PA : Penunjukan alat (timbangan)
U2 (rep) : ketidakpastian baku daya ulang pembacaan (repeatability) timbangan
U2 (res) : ketidakpastian resolusi timbangan.
U2 (B) : ketidakpastian bouyancy
U2 (Ins) : ketidakpastian instability

Persamaan ketidakpastian pengukuran yang dipengaruh oleh komponen-komponen ketidakpastian pada


kalibrasi timbangan dapat dinyatakan seperti berikut :

U 2 (C) = U 2 (rep) + U 2 (PS) + U 2 (res) + U 2 (B) + U 2 (Ins)

dimana :
U (x) : ketidakpastian pengukuran karena pengaruh faktor x

B. Menghitung Ketidakpastian Pengukuran

B.1. Ketidakpastian Pengukuran Berulang/Repeatability, U(rep)

Hitung ketidakpastian pengulangan pembacaan dengan rumus :


𝑆
U(rep ) =
√𝑛

dimana : s = standar deviasi maksimum


n = banyaknya pengukuran

Standar deviasi dapat dihitung dengan rumus:

∑𝑛𝑖=1 (𝑟𝑖 − 𝑟̅ )2
𝑠= √
𝑛−1

ri = pembacaan pengukuran ke-i


𝑟̅ = rata-rata pembacaan.
n = banyaknya pengukuran
Ketidakpastian pengukuran berulang memiliki distribusi normal, dan derajat kebebasannya dihitung dengan rumus:

v1 = n – 1

dengan koefisien sensitifitas c1 = 1.

Catatan :
Sesuai persyaratan dokumen acuan (Edwin C Morris & Kitty M K Fen, “Monograph 4 : NMI Technology Transfer
Series : The Calibration of Weight and Balances”, National Measurement Institute, May 2010), untuk perhitungan
ketidakpastian repeatability terkecil diestimasi ± 0.41 x resolusi.

B.2. Ketidakpastian Standar Kalibrasi, u(PS)

Nilai standar mempunyai ketidakpastian bentangan hasil kalibrasi dengan tingkat kepercayaan 95% (U95).
Ketidakpastian standar ini mempunyai distribusi normal, dengan nilai k (coverage factor) pada sertifikat kalibrasi alat
standar. Ketidakpastian baku dari alat standar :

𝑈95
𝑈 (𝑃𝑠 ) =
𝑘

Besarnya nilai derajat kebebasan standar kalibrasi (v2) ditentukan oleh hasil konversi nilai k pada tabel
t’distribution. Koefisien sensitifitas ketidakpastian standar adalah c2 = 1

B.3. Ketidakpastian Resolusi Alat, u(res)


Keterbatasan pembacaan pada UUT akibat resolusi menimbulkan suatu ketidakpastian pengukuran. Batas kesalahan
pembacaan akibat keterbatasan resolusi ditetapkan sebesar setengah dari resolusi UUT. Ketidakpastian baku akibat
resolusi mempunyai distribusi rectangular:

𝑎
U (res ) =
√3

dimana : a = 0.5 x resolusi


Besarnya nilai derajat kebebasan v3 = ~, dengan koefisien sensitifitas c3 = 1

B.4. Ketidakpastian Bouyancy, u(B)


Ketidakpastian bouyancy dapat dihitung dengan rumus :
1 1
u (B) : 𝑆𝑀𝐵 = 𝑀 ( − ) (𝑝𝑎 − 1,2)
𝑃 𝑝𝑐

1 1
𝑀 ( − ) (𝑝𝑎 − 1,2)
8000 𝑝𝑐

𝑝𝑎 = 1.19 − 1.18

(𝑝𝑎 − 𝑝1.2 ) = −0,01 ~ − 0.02

1 1
𝑆𝑀𝐵 = 𝑀 ∗ ( − ) ∗ 0.02
8000 𝑝𝑐

Ketidakpastian buoyancy dapat diestimasi sebesar 1 ppm dari nilai nominal timbangan yang diukur.
Besarnya nilai derajat kebebasan v4 = ~, dengan koefisien sensitifitas c4 = 1
B.5. Ketidakpastian Instability, u(Ins)

Ketidakpastian instability dengan rumus :


𝑎
U (ins ) =
√3

dimana : a = 8% dari MPE anak timbangan standar, sesuai dengan dari OIML R111-1 berikut ini:

Tabel Maximum Permissible Error Anak Timbangan


(satuan dalam mg)

Besarnya nilai derajat kebebasan v5 = ~, dengan koefisien sensitifitas c5 = 1


C. Ketidakpastian Gabungan, uC

Hitung Ketidakpastian Gabungan yang dinyatakan dengan rumus :


𝑛

∪𝑐 = √∑(𝑐𝑖 𝑈𝑖 )2
𝑖=1

dimana:
n = banyaknya komponen ketidakpastian
Bila komponen ketidakpastian diatas dimasukkan kedalam persamaan ketidakpastian baku maka akan diperoleh
persamaan berikut :

Uc = √𝑈(rep)2 + 𝑈(𝑃𝑠)2 + 𝑈(𝑟𝑒𝑠)2 + 𝑈(𝐵)2 + 𝑈(𝐼𝑛𝑠)2

D. Faktor Cakupan (k) dan Derajat Kebebasan Efektif.

Faktor cakupan, didapat dari tabel t-distribution pada tingkat kepercayaan 95% namun terlebih dahulu menghitung
nilai derajat kebebasan efektif, veff, dengan menggunakan rumus :

𝑈𝑐 4
Veff = ∪(𝑟𝑒𝑝)4 ∪(𝑃𝑠)4 ∪(𝑟𝑒𝑠)4 ∪(𝐵)4 ∪(𝐼𝑛𝑠)4
+ + + +
𝑣1 𝑣2 𝑣3 𝑣4 𝑣5

E. Ketidakpastian Terentang, U95.


Ketidakpastian pengukuran dinyatakan dalam bentuk ketidakpastian terentang dan dituliskan sebagai ± U95.
Ketidakpastian Terentang (±U95) d ih itung dengan menggunakan rumus :

U 95 = 𝑘. 𝑈𝑐

F. Kemampuan Kalibrasi dan Pengukuran, CMC.

Nilai CMC (Calibration Measurement Capability) merupakan nilai ketidakpastian terkecil yang dapat dicapai
oleh laboratorium dalam lingkup akreditasinya dalam melakukan kalibrasi rutin standar pengukuran yang mendekati
ideal.

G. Referensi

1) JCGM 100 : 2008 “Evaluation of Measurement Data - Guide to the Expression of Uncertainty in Measurement”
2) Edwin C Morris & Kitty M K Fen, “Monograph 4 : NMI Technology Transfer Series : The Calibration of
Weight and Balances”, National Measurement Institute, May 2010.
3) International Recommendation “OIML R 111-1 Edition 2004 (E)”
4) Suplemen Pedoman Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran – KAN
5) Technical Guide Laboratory Balance Calibration Requirements

Anda mungkin juga menyukai