Anda di halaman 1dari 13

MODUL PENGELOLAAN MICE XII UPW

KD 3.16 Mengevaluasi sumber daya untuk pemasangan/ pembongkaran pameran

KD 3.17 Menganalisis proposal pameran

KD 3.18 Menganalisis kegiatan loading dan unloading

KD 3.19 Mengevaluasi laporan kegiatan pameran sederhana berdasarkan permintaan dan


kebutuhan pelanggan

KD 3.20 Menganalisis publikasi

(Marista S, S.Tr.Par)
KEGIATAN BELAJAR 6

Mengevaluasi sumber daya untuk pemasangan/ pembongkaran pameran

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah melakukan diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:

3.16.1 Menganalisis sumber daya untuk pemasangan/ pembongkaran pameran dengan tanggung
jawab

3.16.2 Mengevaluasi sumber daya untuk pemasangan/ pembongkaran pameran dengan tanggung
jawab

4.16.1 Disediakan SOP dan job sheet, peserta didik mampu mengerjakan pengecekan sumber
daya untuk pemasangan/ pembongkaran pameran sesuai tugas dengan tepat

4.16.2 Disediakan SOP dan job sheet, peserta didik mampu merumuskan pengecekan sumber
daya untuk pemasangan/ pembongkaran pameran dengan inisiatif dan tanggung jawab

MATERI PEMBELAJARAN

Mengelola kinerja SDM

Sumber daya manusia pada bidang pemasangan/ pembongkaran pameran harus memiliki
kompetensi sesuai dengan kualifikasi pekerjaan tersebut, sehingga para pekerja dapat
menunjukkan kinerja yang baik.

Pengecekan sumber daya untuk pemasangan/ pembongkaran pameran perlu dilakukan


agar dapat ditindaklanjuti, sehingga menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan pameran di masa
mendatang. Kinerja SDM perlu dikelola dengan langkah- langkah berikut:

1. Mengalokasikan pekerjaan
a. Menetapkan deskripsi pekerjaan (tugas-tugas yang merupakan kewajiban yang ada dalam
surat tugas/ kontrak) sesuai dengan kebutuhan.
b. Menempatkan pihak- pihak/ staff sesuai dengan deskripsi pekerjaan.
c. Melakukan pengarahan (briefing dan rapat evaluasi) untuk memperjelas deskripsi
pekerjaan.
d. Umpan balik (penilaian lisan dan penilaia tertulis) dari staf diperoleh sebagai konfirmasi
kejelasan deskripsi pekerjaan.
2. Menilai kinerja
a. Menetapkan sistem penilaian kinerja sebagai acuan.
b. Melakukan penilaian kinerja secara berkala dan konsisten.

3. Memberikan umpan balik


a. Menyiapkan informasi yang akan disampaikan terkait penilaian kinerja.
b. Memberikan umpan balik kepada staf terkait hasil penilaian kinerja.

4. Melakukan tindak lanjut


a. Menetapkan rancangan tindak lanjut terkait hasil penilaian kinerja dengan
mempertimbangkan pendapat pihak terkait internal.
b. Melakukan tindak lanjut terkait hasil penilaian kinerja berupa training, surat peringatan
atau pembinaan.

Rangkuman :

Pengelolaan kinerja SDM dilakukan dengan langkah- langkah berikut:

1. Mengalokasikan pekerjaan
2. Menilai kinerja
3. Menilai kinerja
4. Melakukan tindak lanjut

Tugas :

1. Bentuk kelompok yang terdiri dari 4 anggota.

2. Diskusikan dalam kelompokmu tentang pengelolaan kinerja sumber daya fisik (SDM) dalam
industri MICE!

Tugas :

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan tepat! Anda ditugaskan untuk mengelola kinerja
staff pada kegiatan pameran. Bagaimana langkah yang akan anda lakukan dalam melaksanakan
pekerjaan tersebut agar optimal hingga tahap tindaklanjut?
Lembar Kerja :

1. Bacalah Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi Republik Indonesia Nomor 348
Tahun 2014.

2. Alat dan bahan yang diperlukan: alat tulis dan jaringan internet

3. Langkah kerja: a. Carilah di internet informasi berupa kasus tentang kinerja sumber daya
manusia dalam pemasangan dan pembongkaran pameran! b. Rumuskanlah pengecekan sumber
daya untuk pemasangan dan pembongkaran pameran dari permasalahan dan solusi kasus yang
telah didiskusikan!
KEGIATAN BELAJAR 7

Menganalisis proposal pameran

MATERI PEMBELAJARAN

A. Pengertian Proposal
Proposal adalah suatu rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kegiatan
dalam bentuk tulisan dan dijelaskan secara sistematis dan terperinci. Proposal umumnya
dijadikan pedoman kerja atau acuan dalam pelaksanaan kegiatan yang direncanakan.
Secara etimologis kata proposal berasal dari bahasa Inggris, yaitu Propose yang
artinya pengajuan/ mengajukan atau permohonan. Suatu pihak memberikan proposal untuk
menawarkan ide, gagasan, atau rencana kepada pihak lain agar mendapatkan dukungan.
Dukungan tersebut dapat berupa ijin, persetujuan, dana, dan lain-lain.

B. Tujuan Proposal
Secara umum tujuan dibuatnya proposal adalah untuk mendapatkan ijin atau
persetujuan dari suatu pihak mengenai rencana atau rancangan yang akan dilakukan. Selain
itu, proposal juga sering dibuat untuk permohonan dana/ sponsorship melalui kerjasama
dengan pihak lain.
Selain penjelasan mengenai rincian kegiatan yang akan dilaksanakan, umumnya di
dalam proposal juga tertera mengenai dana yang akan dibutuhkan dalam pelaksanaannya.
Jadi, secara keseluruhan isi dari proposal tersebut harus dapat dimengerti oleh pihak lain
yang ingin dimintai ijin/ persetujuan atau dana.

C. Fungsi Proposal
Proposal dibuat tentunya ada fungsi dan tujuannya, baik bagi pihak pembuat proposal
maupun bagi pihak yang menerima proposal. Berikut ini adalah beberapa fungsi proposal:
1. Di bidang penelitian umum, proposal berfungsi sebagai dasar untuk melakukan penelitian
yang berhubungan dengan sosial, budaya, agama, ekonomi, dan bidang lainnya.
2. Di bidang usaha atau bisnis, proposal berfungsi sebagai gambaran dan proyeksi dalam
mendirikan suatu usaha.
3. Proposal berfungsi untuk memberikan informasi mendetail tentang suatu kegiatan ketika
mengajukan dana untuk pelaksanaan kegiatan, misalnya perayaan, seminar, pelatihan,
dan lain-lain.
4. Dalam suatu proyek, proposal berfungsi sebagai dasar melakukan tender, baik dari
lembaga pemerintah maupun swasta.
D. Jenis-Jenis Proposal

Secara umum, proposal dapat dibedakan dalam empat jenis. Mengacu pada
pengertian proposal di atas, berikut ini adalah beberapa jenis proposal tersebut:

1. Proposal Kegiatan
Ini merupakan proposal untuk melakukan suatu kegiatan. Isi proposal kegiatan
adalah pengajuan rencana kegiatan, baik yang sifatnya individu maupun kelompok,
misalnya pentas seni dan budaya.
Seringkali proposal kegiatan ini sekaligus untuk pengajuan permohonan dana dari
pihak tertentu. Dan sebagai kompensasi, penyelenggaran kegiatan akan menawarkan
sesuatu yang bermanfaat bagi donatur, misalnya space iklan.

2. Proposal Bisnis
Ini adalah proposal yang berhubungan dengan dunia bisnis, baik perseorangan
maupun kelompok. Contohnya adalah proposal pendirian suatu usaha, proposal
kerjasama antar perusahaan, dan lain-lain.

3. Proposal Penelitian
Jenis proposal ini umumnya digunakan pada bidang akademisi. Contohnya
proposal penelitian untuk membuat skripsi, tesis, dan lainnya. Proposal ini dibuat sebagai
pengajuan kegiatan penelitian.

4. Proposal Proyek
Jenis proposal ini umumnya dipakai pada dunia bisnis dimana isi proposal
tersebut tentang rangkaian rencana kegiatan. Contohnya adalah proposal suatu proyek
pembangunan.

E. Bentuk-Bentuk Proposal

Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Proposal Formal

Proposal formal biasanya dilengkapi dengan tiga bagian utama:


 Pendahuluan (sampul, halaman judul, kata pengantar, ikhtisar, daftar isi, lembar
pengesahan)
 Isi proposal (latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, susunan
panitia, waktu, biaya)
 Data pelengkap proposal (lampiran, tabel, daftar pusaka, dan lain-lain)
2. Proposal Semi Formal
Proposal semi formal umumnya tidak selengkap proposal formal namun masih
berbentuk baku. Di dalam proposal semi formal biasanya terdapat informasi
mengenai masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.

3. Proposal Non Formal


Proposal non formal biasanya hampir sama dengan proposal semi formal dan
disampaikan dalam bentuk surat atau memorandum. Di dalam proposal non formal juga
terdapat beberapa hal seperti masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.

F. Unsur-Unsur Proposal
Di dalam setiap proposal biasanya terdapat beberapa unsur penting dimana isinya
tergantung jenis proposal yang dibuat. Unsur di dalam proposal bisnis tentunya tidak akan
sama dengan unsur di dalam proposal penelitian.
Sebagai contoh, berikut ini adalah beberapa unsur di dalam proposal penelitian :
1. Latar Belakang masalah
2. Rumusan masalah
3. Tujuan penelitian
4. Hipotesis
5. Asumsi Penelitian
6. Manfaat Penelitian
7. Ruang Lingkup penelitian
8. Kajian pustaka
9. Definisi Operasional
KEGIATAN BELAJAR 8

Menganalisis kegiatan loading dan Unloading

MATERI PEMBELAJARAN

A. Pengertian Loading dan Unloading


Kegiatan loading artinya kegiatan memuat barang sedangkan kegiatan unloading
artinya kegiatan membongkar barang dilakukan setelah kegiatan dilaksanakan pada sektor
pariwisata bidang MICE meliputi :
1. Pemeriksaan Foorplant
2. Pembangunan stand
3. Mengawasi pemasukan barang oleh peserta
4. Mengawasi penempatan barang oleh peserta
5. Mengawasi pembongkaran stand yang digunakan untuk mengawasi loading dan unloading

B. Kegiatan Loading dan Unloading Barang menggunakan Dokumen Pengiriman barang


yang meliputi :
1. Packing list
Packing List adalah dokumen packing atau pengemasan yang menunjukkan
jumlah, jenis, serta berat dari barang ekspor impor, sekaligus merupakan penjelasan dari
uraian barang yang disebut di dalam commercial invoice. Jika nama barang yang diekspor
atau diimpor lebih dari 1 (satu), nama barang umumnya diuraikan atau di-Break Down
berdasarkan nomor HS (Harmonized System Codes). Packing List dibuat oleh perusahaan
yang melakukan pengemasan secara langsung dari barang-barang tersebut.

Fungsi packing list ini ialah untuk memudahkan dalam mengetahui isi barang
dalam peti apabila sewaktu-waktu ada pemeriksaan. Dengan adanya packing list, maka
akan lebih mudah dalam meneliti isi tiap peti atau koli. Koli merupakan istilah untuk
menyebut suatu kesatuan bungkusan yang biasa digunakan dalam pengemasan, semisal
peti, bal, pak atau lain sebagainya.

2. Airway bill
Airway Bill (AWB) yaitu dokumen penting untuk angkutan transportasi udara
(pesawat) yang berisikan berbagai informasi tentang barang yang dikirim seperti jenis,
berat, nilai barang tersebut, dari mana asal barang tersebut dan hendak kemana barang
tersebut dikirimkan. Selain itu berfungsi sebagai tanda bukti bahwa barang telah diangkut
atau dikirim dan bisa digunakan sebagai tanda bukti dalam mengambil paket atau barang
kiriman. Selanjutnya juga sebagai kontrak pengangkutan antara carrier dan shipper serta
consignee sebagai faktur /kwitansi biaya pengangkutan sebagai surat muatan dll.

Bedanya adalah AWB di gunakan untuk moda angkutan transportasi udara


sedangkan B/L di gunakan untuk transportasi laut. Jadi,pengertian AWB adalah dokumen
yang dipergunakan untuk melindungi angkutan barang yang di angkut dengan
menggunakan pesawat udara.Pada kesempatan ini saya akan mendeskripsikan Airway bill
saja.

3. Bill of Lading
Bill Of Lading, atau biasa di singkat dengan B/L, arti sederhananya adalah
Konosemen atau bukti pengiriman barang dan pengambilan barang. Form Bill Of Lading
itu sendiri harus sudah mendapatkan legalitas dari dunia International sebagai alat / bukti
pengiriman dan pengambilan barang export / import. Didalam Bill of Lading memuat
data-data Shipper, Consignee, Notify Party, Vessel & Voy. No Shipping Marks &
Numbers, Description of Goods, GW, NW, Measurement, POD, POL, Destination. B/L
dikeluarkan oleh pihak pengangkut baik pelayaran, penerbangan atau lainnya atau
agennya yang menunjukkan bahwa pengirim mengirimkan barangnya dengan kesepakatan
yang tertulis di dalam B/L tersebut.

C. Peralatan yang diperlukan untuk kegiatan Loading dan Unloading Barang antara lain
yaitu:
1. Fork lift
2. Pallet
3. Trolley

D. Sedangkan Perlengkapan yang diperlukan untuk kegiatan Loading dan Unloading


Barang antara lain yaitu:
1. Checklist
2. Packing List
3. Airway Bill
4. Bill of Lading
5. Surat izin loading
KEGIATAN BELAJAR 9

Mengevaluasi laporan kegiatan pameran sederhana berdasarkan permintaan dan kebutuhan


pelanggan

MATERI PEMBELAJARAN

A. Mengevaluasi laporan kegiatan pameran

Evaluasi Kegiatan pameran mulai dari (Persiapan Pameran, Pelaksanaan Pameran


sampai pada kegiatan akhir pameran) adalah Evaluasi Pameran. Mulai dari pembentukan
panitia, rapat perdana untuk membagi tugas masing-masing personil dalam kepanitiaan, dan
juga sampai pada kegiatan pembuatan proposal guna untuk bekal mencari dana untuk
kegiatan (Persiapan Pameran), sampai pada gladi kotor, gladi bersih, pelaksanaan
pameran, dan terakhir sampai pada evaluasi, semua harus dilalui satu persatu, tahap demi
tahap, kegiatan pameran akan selesai juga.

Secara istilah bahwa yang dimaksud evaluasi adalah kegiatan melihat,


memperhatikan, kemudian mengoreksi kembali dari proses awal atau tahap 1, pelaksanaan
pameran atau tahap 2, sampai tahap 3 atau tahap akhir kegiatan pameran. Apakah ada
kesulitan, atau keganjalan, hambatan-hambatan apa yang sekiranya perlu diatasi pada
kegiatan berikutnya. Dari hasil evaluasi tersebut tentunya akan didapat sebuah keuntungan-
keuntungan diantaranya :

1. Dengan diadakannya evaluasi diharapkan kegiatan berikutnya dapat berjalan lebih baik
dan lebih lancar dibanding yang telah lalu.
2. Prediksi anggaran dapat diketahui dengan akurasi sekitar 90 persen. Data yang lalu akan
memberikan informasi mengenai jumlah anggaran yang akan dikeluarkan nantinya.
3. Evaluasi merupakan sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kegiatan sebuah
pameran.

Demikian beberapa keuntungan yang diperoleh jika panitia mau mengadakan


evaluasi. Untuk mengabadikan hasil evaluasi, perlu adanya laporan pertanggung jawaban
yang biasa kita kenal dengan sebutan LPJ, laporan Pertanggung Jawaban. Jika demikian
tentunya adanya LPJ maka tentu akan menghasilkan beberapa manfaat LPJ diantaranya
sebagai berikut :

1. Dapat dijadikan acuan untuk kegiatan berikutnya karena digunakan sebagai bahan
perencanaan kegiatan berikutnya
2. memberikan semangat para donatur sebab uangnya benar-benar digunakan dalam
kegiatan.

Kesimpulannya adalah bahwa kegiatan pameran merupakan kegiatan yang sangat


bermanfaat bagi siswa, dengan kegiatan pameran maka siswa dilatih untuk berorganisasi,
siswa dilatih untuk mengemukakan pendapatnya, siswa dilatih untuk berdiskusi,
menghormati pendapat orang lain, dan siswa dilatih etika bermusyawarah. Intinya adalah
kegiatan pameran adalah sarana melatih siswa untuk terus berlatih, jika nanti benar-benar
sudah terjun dalam masyarakat secara nyata, maka siswa tersebut tidak kesulitan dalam
berorganisasi.

Anjuran untuk siswa yang ada di jenjang MTs/SMP, MA/SMA/SMK, jangan hanya
melulu belajar mata pelajaran saja, siswa hanya mempelajari materi IPA, IPS, Matematika,
Bahasa dan lain sebagainya, sedangkan melupakan organisasi misalnya OSIM/OSIS,
Pramuka, PMR dan lain sebagainya, maka siswa tadi jika sudah keluar dari bangku sekolah,
siswa tadi akan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat.

Melakukan hal positif semacam ini akan memunculkan beberapa keuntungan yang
luar biasa. Dengan berorganisasi siswa diharapkan menjadi lebih kreatif, inovatif, memiliki
kecerdasan tinggi, Miliki integritas tinggi, Berkualitas, dan dilengkapi dengan AKhlaqul
Karimah, sehingga siswa menjadi generasi yang sudah siapa untuk melanjutkan perjuangan
generasi yang sudah tidak muda lagi.
KEGIATAN BELAJAR 10

Menganalisis publikasi

MATERI PEMBELAJARAN

A. Pengertian publikasi
Mempublikasikan adalah membuat konten yang diperuntukkan bagi publik atau
umum. Sementara penggunaan yang lebih spesifik dapat bervariasi dimasing-masing negara,
biasanya diterapkan untuk teks, gambar, atau konten audio visual lainnya di media apapun,
termasuk kertas (seperti surat kabar, majalah, katalog, dll) atau bentuk
penerbitan elektronik seperti situs, buku elektronik, CD, dan MP3. Kata publikasi berarti
tindakan penerbitan, dan juga mengacu pada setiap salinan.

B. Bentuk dan cara publikasi


Publikasi kegiatan merupakan langkah untuk mempromosikan produk kegiatan yang
akan diselenggarakan. Perlu diingat ini menjadi penting jika memang event yang anda
selenggarakan nantinya membutuhkan apresiasi khalayak umum, iya namanya juga event
harusnya untuk umum.

Ada beberapa cara untuk melakukan publikasi guna promosi event:


1. Promosi by Friend to Friend
Ini cara pertama yang harus anda lakukan dan perlu! Promosikan acara anda
kepada teman terdekat, teman sekantor, teman sekolah bahkan tetangga anda. Dari sinilah
anda akan terbantukan dalam proses promosi kegiatan, meski beberapa akan langsung
respon kurang baik atau bahkan respon namun tidak hadir, it’s Ok bukan masalah, yang
penting mereka sudah diinformasikan mengenai acara yang akan laksanakan. Dari teman
ke teman ini kemungkinan menguntungkan beberapa persen dari usaha promosi anda,
karena bisa jadi teman anda akan memberitahukan ke lainnya tanpa sepengetahuan anda
ini yang menjadi menguntungkan nantinya. Jadi memang perlu cara ini, jangan putus asa.

2. Promosi by community
Cara kedua adalah memberikan info acara kepada komunitas yang anda ikuti dan
yang tidak anda ikuti namun berhubungan dengan topik acara anda. Cara ini sungguh
manjur, karena dengan memberitahukan acara kepada sekelompok grup atau komunitas
sama seperti anda membeli barang grosir. Terlebih lagi jika komunitas tersebut sangat
berhubungan erat dengan topik acara yang akan diselenggarakan. Pastikan mereka
mendapat feedback dari anda jika mereka merespon acara anda nanti, karena ini sangat
berdampak pada event yang berlangsung nantinya.
3. Publikasi cetak
Cara ketiga ini memang cukup mengeluarkan isi kantong, karena anda harus
membuat poster, banner, katalog atau flyer. Tapi memang ini harus dilakukan meski
jumlah yang anda cetak nantinya tidak banyak, cukup mewakili saja, seandainya lebih
banyak promosi cetak juga lebih baik. Dalam melakukan promosi cetak, tipsnya harus
melakukan desain cetak semenarik mungkin sesuaikan dengan tema acara anda nantinya.

4. Publikasi media iklan berbayar


Cara keempat memang tidak wajib, tapi alangkah baiknya anda lakukan jika
memang budgeting mendukung. Publikasi iklan media berbayar ini seperti memasang
baliho, membuat iklan di televisi dan radio, memasang iklan di koran. Memang ini cara
praktis namun tidak ekonomis tapi sangat berpengaruh karena bersifat massal.

5. Publikasi online socmed


Cara ke lima ini sangat ekonomis dan cara tebaik dari keempat cara diatas, karena
hanya perlu duduk manis mengoperasikan gadget atau laptop lalu sebarkan kebaikan
anda dengan promosi acara menarik. Untuk online andapun bisa membuat website khusus
event yang sedang berlangsung, ini akan memudahkanmu bagi pengunjung yang ingin
melihat lebih jauh kegiatan nantinya. Bagi yang melalui socmed, sudah banyak aplikasi
seperti facebook, instagram, twitter, whatsapp, dan lainnya yang mampu mendukung
kerja promosi. Masyarakat umum mayoritas mereka menggunakan socmed online untuk
bersosialisasi ini menjadi kesempatan emas bagi promosi untuk mendulang pengunjung
agar hadir di eventmu, buatlah content-content menarik untuk mengikat mereka.
Gambaran penjelasan diatas sudah menjadi kewajiban bagi anda event maker
yang ingin acaranya sukses meraih pengunjung dan mendapat apresiasi dari mereka.