Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

HERNIA DIAFRAGMATIKA
LBM 3 BLOK 14

Di susun Oleh:
Praktikum 2
ROHIBATUN NASIROH
NIM: 344.039.17.009

PRODI DIII KEBIDANAN


POLTEKKES SEMARANG KAMPUS KENDAL
TAHUN AJARAN 2018/2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat

dan nikmat yang telah dilimpahkan kepada kami, sehingga kami dapat

menyelesaikan makalah yang berjudul “ Makalah Hernia Diafragmatika”.

Terselesainya makalah ini tidak lepas dari dukungan beberapa pihak yang telah

memberikan kepada kami berupa motivasi, baik materi maupun moril. Oleh

karena itu, kami bermaksud mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh

pihak yang tak dapat saya sebutkan satu persatu, semua yang telah membantu

terselesaikannya makalah ini.

Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini belum mencapai

kesempurnaan, sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun sangat

penulis harapkan dari berbagai pihak demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya

kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Kendal, Februari 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................ 1
KATA PENGANTAR.............................................................................. 2
DAFTAR ISI.......................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN........................................................................ 4
A.Latar Belakang............................................................................ 4
B.Rumusan Masalah....................................................................... 4
C.Tujuan......................................................................................... 4
BAB II TINJAUAN................................................................................. 5
A.Pengertian .................................................................................. 5
B.Etiologi........................................................................................ 6
C.Patofisiologi................................................................................. 6
D.Tanda dan Gejala........................................................................ 6
E.Penatalaksanaan......................................................................... 7
BAB III PENUTUP................................................................................ 9
Kesimpulan........................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................. 10

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hernia diafragma konginetal merupakan penyulit pada 1 dari 2000
hingga 5000 kelahiran. Penyakit ini berkaitan dengan anomali mayor lain
atau aneuploidi pada hampir separuh kasus. Jika dijumpai hernia
diafragmatika maka harus dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap
semua struktur janin dan pasien ditawari amniosentesis. Sebagian besar
kelainan terletak di sisi kiri. Biasanya tampilan jantung 4 ruang
memperlihatkan jantung terdorong ke tengah atau ke kanan toraks oleh
lambung atau usus yang tampak sebagai struktur kistik dibelakang atrium
kiri. Dapat terjadi hipoplasia paru dan hidrops, dan hidramnion terjadi
pada sekitar 75 persen. Jika lesinya tersendiri dan berat, dapat
dipertimbangkan bedah janin. (Kenneth J. 2009)

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Hernia Diafragmatika?
2. Apa Etiologi Hernia Diafragmatika?
3. Bagaimana Patofisiologi Hernia Diafragmatika?
4. Apa Tanda dan Gejala Hernia Diafragmatika?
5. Bagaimana Penatalaksanaan Hernia Diafragmatika?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Pengertian Hernia Diafragmatika
2. Untuk mengetahui Etiologi Hernia Diafragmatika
3. Untuk mengetahui Patofisiologi Hernia Diafragmatika
4. Untuk mengetahui Tanda dan Gejala Hernia Diafragmatika
5. Untuk mengetahui Penatalaksanaan Hernia Diafragmatika

4
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian
Hernia diafragmatika adalah kelainan bawaan di mana tidak
terbentuknya sebagian diafragmatika sehingga sebagian sisi perut masuk
kedalam rongga thoraks. (Evrianasari. 2018)
Hernia diafragmatika adalah tebukanya diafragma abdominalis
sehingga usus dapat memasuki rongga dada. (Manuaba. 2007)
Hernia diafragmatika kongenital, salah satu dari malformasi hyang
cukup sering pada bayi baru lahir (1/2000), paling sering disebabkan oleh
kegagalan satu atau kedua membrana pleuroperitonealis untuk menutup
kanalis perikardioperitoneali. Dalam hal ini, rongga peritonium dan pleura
bersambung satu sama lain disepanjang dinding tubuh posterior. Hernia
ini memungkinkan visera abdomen masuk kerongga pleura. Pada 85%-
90% kasus hernia terletak disisi kiri, dan lekung usus, lambung, limfa, dan
sebagian dari hati masuk kerongga torax. Visera abdomen di dada
mendorong jantung kearah anterior dan menekan paru yang sering
mnegalami hipoplasia. Defek besar menyebabkan angka kematian yang
tinggi 75% akibat hipoplasia dan disfungsi paru. (Sadler,TW. 2009)
Pembagian Hernia diafragmatika :
1. Traumatica : hernia akuisita, akibat pukulan, tembakan, tusukan
2. Non-Traumatica :
a. Kongenital
1) Hernia Bochdalek atau Pleuroperitoneal
Celah dibentuk pars lumbalis, pars costalis diafragma.
2) Hernia Morgagni atau Para sternalis
Celah dibentuk perlekatan diafragma pada costa dan sternum
b. Akuisita
Hernia Hiatus esophagus
Ditemukan pada 1 diantara 2200-5000 kelahiran dan 80-90%
terjadi pada sisi tubuh bagian kiri.

B. Etiologi
Terjadi oleh karena tidak terbentuknya sebagian diafragma
sehingga sebagian isi perut masuk kedalam rongga toraks. Lesi ini

5
biasanya terdapat pada distress respirasi berat pada masa neonatus
yang disertai dengan anomali sistem organ lain misalnya anomali sistem
saraf pusat atresia esofagus, omfalokel dan lain-lain.
Pemisahan perkembangan rongga pada dada dan perut
disempurnakan dengan menutupnya kanalis pleuropertioneum
posteriolateral selam kehamilan minggu kedelapan. Akibat gagalnya
kanalis pleuroperikonalis ini menutup merupakan mekanisme terjadinya
hernia diafragma. pada neonatus hernia diafragma disebabkan oleh
gangguan pembentukan diafragma yang ditandai dengan gejala. Anak
sesak nafas terutama kalau tidur datar, dada tampak menonjol tetapi
gerakan nafas tidak nyata. Perut kempis dan menunjukkan gambaran
skafoit. Post apeks jantung bergeser sehingga kadang-kadang terletak di
hemitoraks kanan.

C. Patofisiologi
Disebabkan oleh gangguan pembentukan diafragma. Diafragma
dibentuk dari 3 unsur yaitu membrane pleuroperitonei, septum
transversum dan pertumbuhan dari tepi yang berasal dari otot-otot
dinding dada. Gangguan pembentukan itu dapat berupa kegagalan
pembentukan seperti diafragma, gangguan fusi ketiga unsure dan
gangguan pembentukan seperti pembentukan otot. Pada gangguan
pembentukan dan fusi akan terjadi lubang hernia, sedangkan pada
gangguan pembentukan otot akan menyebabkan diafragma tipis dan
menimbulkan eventerasi. Para ahli belum seluruhnya mengetahui faktor
yang berperan dari penyebab hernia diafragmatika, antara faktor
lingkungan dan gen yang diturunkan orang tua. (Abdoerrachman, dkk.
1985)

D. Tanda Gejala
Gejalanya bergantung kepada banyaknya isi perut yang masuk
kedalam rongga toraks. Bila sebagian isi perut masuk kedalam rongga
toraks, akan timbul gejala gangguan pernafasan seperti biru, sesak nafas,
retraksi sela iga dan substernal, perut kecil dan cekung, suara nafas tidak
terdengar pada paru-paru yang terdesak dan bunyi jantung lebih jelas

6
pada bagian yang berlawanan oleh karena didorong oleh isi perut.
(Abdoerrachman, dkk. 1985)
1. Gangguan pernafasan pada hari pertama
2. Retraksi sela iga
3. Pucat / biru
4. Suara nafas tidak terdengar pada paru-paru
5. Terdengar bising usus pada daerah dada
6. Muntah (Evrianasari. 2018)

E. Penatalaksanaan
1. Pemeriksaan Fisik
a. Bagian bawah esofagus tidak berhubungan dengan lambung
b. Paru di sisi kiri (sebagian besar) tidak berkembang
c. Bila usus yang berada di rongga dada terdistensi maka paru
kontralateralnya akan mengalami gangguan sehingga dapat
terjadi sesak nafas berat dan sianosis
d. Pada pemeriksaan dapat dijumpai:
1) Bunyi jantung yang terdengar disebelah kanan
2) Bising ususnya yang terdengar dirongga dada
e. Saat sesak nafas, memerlukan intubasi yang intensif
sehinggadapat menghisap udara dalam usus.(Manuaba. 2007)
2. Pemeriksaan penunjang.
a. Foto thoraks akan memperlihatkan adanya bayangan usus di
daerah toraks.
b. Kadang-kadang diperlukan fluoroskopi untuk membedakan antara
paralisis diafragmatika dengan eventerasi (usus menonjol ke
depan dari dalam abdomen). (Abdoerrachman, dkk. 1985)

Yang dapat dilakukan seorang bidan bila menemukan bayi baru


lahir yang mengalami hernia diafragmatika yaitu:
1. Pemberian oksigen bila bayi tampak biru
2. Meletakkan bayi pada posisi semi fowler (kepala dan dada harus lebih
tinggi daripada kaki dan perut, yaitu agar tekanan isi perut terhadap
paru berkurang dan membiarkan diafragma bergerak dengan bebas.)

7
3. Mengawasi bayi jangan sampai muntah. Bila terjadi muntah cegah
jangan sampai terjadi aspirasi dan memosisikan bayi tegak
4. Merujuk dan dilakukan operasi herniatomi . (Evrianasari. 2018)

BAB III
PENUTUP

8
Kesimpulan
Hernia diafragmatika adalah tebukanya diafragma abdominalis sehingga usus
dapat memasuki rongga dada. Hernia diafragmatika kongenital, salah satu dari
malformasi hyang cukup sering pada bayi baru lahir (1/2000), paling sering
disebabkan oleh kegagalan satu atau keduua membrana pleuroperitonealis
untuk menutup kanalis perikardioperitoneali. Dalam hal ini, rongga peritonium
dan pleura bersambung satu sama lain disepanjang dinding tubuh posterior.
Hernia ini memungkinkan visera abdomen masuk kerongga pleura. Pada 85%-
90% kasus hernia terletak disisi kiri, dan lekung usus, lambung, limfa, dan
sebagian dari hati masuk kerongga torax. Visera abdomen di dada mendorong
jantung kearah anterior dan menekan paru yang sering mnegalami hipoplasia.
Defek besar menyebabkan angka kematian yang tinggi 75% akibat hipoplasia
dan disfungsi paru.

DAFTAR PUSTAKA

Kenneth J. 2009. Obstetri William Panduan Ringkas edisi 21. Jakarta: EGC

9
Sadler,TW. 2009. Embriologi Kedokteran Langman Ed 10. Jakarta: EGC
Manuaba. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: EGC
Evrianasari. 2018. Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita, Dan Anak
Prasekolah. Yogyakarta: Andi Offset

10