Anda di halaman 1dari 140

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN

BUKU INFORMASI
MENGGUNAKAN PERALATAN
MANUAL DAN LISTRIK
F.410100.003.02

Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan


Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
Tahun 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

KATA PENGANTAR

Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) berbasis kompetensi


merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media
transformasi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja kepada peserta pelatihan untuk
mencapai kompetensi tertentu berdasarkan program pelatihan yang mengacu kepada
Standar Kompetensi.
Modul pelatihan ini berorientasi kepada pelatihan berbasis kompetensi
(Competence Based Training) diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku Informasi,
Buku Kerja dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam
penggunaanya sebagai referensi dalam media pembelajaran bagi peserta pelatihan dan
instruktur, agar pelaksanaan pelatihan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Untuk
memenuhi kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi tersebut, maka disusunlah modul
pelatihan berbasis kompetensi dengan judul “ Menggunakan Peralatan Manual dan
Peralatan Listrik “.
Kami menyadari bahwa modul yang kami susun ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan masukan untuk perbaikan agar tujuan
dari penyusunan modul ini menjadi lebih efektif.
Demikian kami sampaikan, semoga Tuhan YME memberikan tuntunan kepada kita
dalam melakukan berbagai upaya perbaikan dalam menunjang proses pelaksanaan
pembelajaran di lingkungan direktorat guru dan tenaga kependidikan.

Jakarta, ........................ 2018

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 2 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... 2


DAFTAR ISI ............................................................................................... 3
BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................... 5
A. TUJUAN UMUM ......................................................................... 5

B. TUJUAN KHUSUS......................................................................... 5

BAB II. MENGENALI PERALATAN MANUAL DAN LISTRIK .................. 6


A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGENALI PERALATAN
MANUAL DAN LISTRIK.................................................................... 6

B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGENALI PERALATAN


MANUAL DAN LISTRIK................................................................... 32

C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MENGENALI PERALATAN

MANUAL DAN LISTRIK.................................................................... 32

BAB III. MEMILIH PERALATAN MANUAL ............................................... 33


A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMILIH PERALATAN
MANUAL ........................................................................................ 33

B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMILIH PERALATAN


MANUAL ..................................................................................... 43

C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MEMILIH PERALATAN

MANUAL ....................................................................................... 43

BAB IV. MENGGUNAKAN PERALATAN MANUAL .................................... 44


A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGUNAKAN PERALATAN
MANUAL ........................................................................................ 44

B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGUNAKAN PERALATAN


MANUAL ........................................................................................ 56

C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGUNAKAN PERALATAN


MANUAL ........................................................................................ 56

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 3 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

BAB V. MEMILIH PERALATAN LISTRIK .................................................. 56


A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMILIH PERALATAN

LISTRIK ........................................................................................ 56

B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMILIH PERALATAN

LISTRIK ......................................................................................... 74

C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MEMILIH PERALATAN

LISTRIK ......................................................................................... 74

BAB VI. MENGGUNAKAN PERALATAN LISTRIK ..................................... 75


A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGUNAKAN PERALATAN
LISTRIK ......................................................................................... 75

B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGUNAKAN PERALATAN


LISTRIK ......................................................................................... 128

C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGUNAKAN PERALATAN


LISTRIK ......................................................................................... 128

BAB VII. MEMELIHARA PERALATAN MANUAL DAN LISTRIK ............... 129


A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMELIHARA PERALATAN
MANUAL DAN LISTRIK .................................................................. 129

B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMELIHARA PERALATAN


MANUAL DAN LISTRIK.................................................................... 136

C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MEMELIHARA PERALATAN


MANUAL DAN LISTRIK.................................................................... 137

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 138


DAFTAR ALAT DAN BAHAN ..................................................................... 139
A. DAFTAR PERALATAN ...................................................................... 139

B. DAFTAR BAHAN ............................................................................. 139

DAFTAR PENYUSUN ................................................................................ 140

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 4 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

BAB I
PENDAHULUAN
A. TUJUAN UMUM

Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan mampu Menggunakan Peralatan


Manual dan Peralatan Listrik Pekerjaan Kayu

B. TUJUAN KHUSUS

Tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi Menggunakan Peralatan


Manual dan Peralatan Listrik Pekerjaan Kayu ini guna memfasilitasi peserta sehingga
pada akhir diklat diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut :
1. Mengenali peralatan manual dan peralatan listrik
2. Memilih peralatan manual
3. Menggunakan peralatan manual
4. Memilih peralatan listrik
5. Menggunakan peralatan listrik
6. Memelihara peralatan

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 5 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

BAB II
MENGENALI PERALATAN MANUAL DAN LISTRIK

A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGENALI PERALATAN


MANUAL DAN LISTRIK

1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L).

Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) pada pekerjaan konstruksi
bangunan sejalan dengan Norma kerja yang berkaitan dengan manajemen
perusahaan. Kesehatan, keselamatan, keamanan kerja dan Lingkungan bertujuan
untuk menjamin kesempurnaan atau kesehatan jasmani dan rohani tenaga kerja
serta hasil karya dan budayanya.

Pencegahan dan Penanggulangan Kecelakaan :


a. Pemasangan poster/himbauan tentang K3
b. Penggunaan alat keselamatan kerja yang memadai (kaca mata, sarung tangan,
sepatu dll)
c. Pemberian rambu-rambu petunjuk dan larangan.
d. Pemasangan pagar pengaman di antara lantai dan tangga
e. Briffing setiap pagi dengan Mandor dan Sub yang terlibat.
f. Menjaga kondisi jalan kerja agar tetap layak pakai
g. Penempatan material/bahan yang sensitive/berbahaya dengan benar
h. Menjaga kondisi jalan kerja agar tetap layak pakai
i. Perlu mendapat perhatian terhadap alat yang menimbulkan suara bising, asap
dan residu lainnya.
j. Penyediaaan alat pemadam kebakaran
k. Penempatan Satpam
l. Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat.

Faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja :

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 6 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

a. Faktor manusia : Tingkah laku yang sembrono, pengetahuan yang kurang,


keterampilan yang kurang memadai, kelelahan, kondisi fisik yang kurang
sehat, mental yang labil/stress dan tidak disiplin dalam mematuhi aturan
keselamatan.
b. Faktor alat-alat kerja, yaitu Kurang sesuai dengan postur tubuh, tidak layak
pakai, tidak memakai alat pengaman.
c. Faktor lingkungan kerja, yaitu Kondisi tempat kerja yang tidak memenuhi
persyaratan, sikap pimpinan yang kurang mendukung.

Alat untuk perlindungan kecelakaan terhadap Operator/Teknisi pada industri atau


perusahaan biasa disebut Alat Pelindung Diri (APD) yang secara standar terdiri
dari :
a. Sepatu Kerja (Safety Shoes), berfungsi melindungi jari-jari dan kaki dari
benda tajam dan kejatuhan benda berat. Juga berfungsi sebagai alas kaki saat
kita bekerja.
b. Pelindung Telinga bisa berbentuk menutup seluruh daun telinga atau hanya
menutup lubang telinga, berfungsi untuk mengurangi suara bising dari mesin-
mesin perkayuan yang terdengar oleh telinga kita.
c. Masker Hidung ada yang hanya untuk debu atau partikel-partikel lembut dan
untuk uap kimia. Masker Hidung tersebut berfungsi untuk menghalangi
masuknya debu gergajian kayu atau uap bahan kimia finishing kayu ke dalam
pernafasan kita.
d. Kaos Tangan dari bahan kulit dikombinasikan dengan kain tebal yang berfungsi
melindungi jari-jari dan telapak tangan kita pada saat mengangkat atau
membawa beban berat.
e. Kaca Mata Pengaman terbuat dari plastik yang menutup seluruh mata dan
sekitarnya atau bentuk seperti kacamata biasa yang sisi sampingnya ada plastik
pelindungnya dan kacanya bisa berwarna gelap atau terang

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 7 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-2.1. Alat Pelindung Diri (APD)

2. Peralatan Manual dan Listrik Pekerjaan Kayu

Peralatan kerja dan sarana penunjang yang dibutuhkan pada dasarnya akan
disesuaikan dengan objek yang akan dikerjakan, jenis konstruksi yang akan
dibuat, teknologi yang akan dipergunakan dan jumlah (volume) pekerjaan yang
akan dikerjakan. Peralatan kerja kayu pada dasarnya dapat dibedakan atas tiga
kelompok besar, yaitu : Peralatan tangan konvensional / manual, Peralatan tangan
listrik / portable dan Peralatan mesin kayu statis (mesin kayu permanen)

a. Peralatan tangan konvensional / manual

1) Gergaji Kayu

Gergaji kayu berfungsi untuk membagi kayu menjadi beberapa bagian untuk
berbagai keperluan. Pada dasarnya gergaji kayu terbagi atas dua jenis utama,
yaitu gergaji pemotong dan gergaji pembelah. Kedua jenis gergaji ini perlu
dibedakan karena fungsi mata pisaunya berbeda disebabkan sifat serat kayu
yang tersusun dalam arah memanjang kayu.

Disamping kedua jenis gergaji kayu tersebut, ada lagi beberapa jenis gergaji
yang dibuat untuk kebutuhan khusus, seperti Gergaji Punggung, gergaji tusuk,
gergaji lengkung, gergaji rangka dan sebagainya. Gergaji punggung diperlukan

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 8 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

untuk pemotongan kayu dengan tingkat ketelitian yang tinggi, dengan sayatan
mata pisaunya sangat halus, sering digunakan untuk penyetelan sambungan-
sambungan konstruksi agar presisi datau kakuratan sambungannya tinggi.

a) Gergaji Pemotong

Dengan demikian dibutuhkan mata pisau gergaji yang dapat memutus serat
kayu tersebut dengan baik, untuk itu berdasarkan hasil kajian dan penelitian
terhadap perilaku serat, maka gergaji pemotong dirancang berbentuk jejeran
segitiga-segitiga dengan sisi tegak segitiganya angat tajam secara selang
seling arah sisi kiri dan sisi kanan daun gergaji.

Gambar-2.2. Mata gergaji Pemotong

Ukuran standar panjang daun gergaji adalah 10, 12, dan 14 inchi, dengan
jumlah mata pisaunya 7 buah per 1 inchinya. Mata gergaji di bentuk dan
ditajamkan dengan kikir mata gergaji yang mempunyi sudut antar sisinya
600 degan sudut kemiringan 80 derajat dari garis horizontal puncak mata
pisaunya.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 9 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-2.3. Gergaji Pemotong

b) Gergaji Pembelah

Sesuai dengan fungsinya gergaji pembelah adalah membelah kayu sejajar arah
serat, maka mata pisau yang dibutuhkan untuk fungsi tersebut buka memotong
serat lagi, tetapi adalah mengikis atau menyerut kayu searah serat, oleh karena
itu mata pisaunya tidak berada di sisi kiri kanan daun gergaji, tetapi harus
berada di sisi atas atau puncak mata gergaji.

Gambar-2.4. Mata Gergaji Pembelah

Mata gergaji dilihat dari sisi atas mata gergaji lengkap dengan arah penyibakan
matanya yang dilakukan kekiri dan kekanan secara bergantian dengan
pembengkokan ujung matanya masing-masing ± ¼ dari tebal daun gergaji.
Bentuk dasar dari gergaji pembelah sama dengan gergaji pemotong, termasuk
ukuran standar dari daun gergaji ini adalah 10, 12, dan 14 inchi. Bentuk mata

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 10 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

relatif sama (mirip) tetapi dengan ukuran mata relatif lebih kecil (10 poin per
inchi). Sudut kemiringan segitiga mata pisau 750 terhadap garis horizontal puncak
segitiga dengan sudat asahan 900 terhadap sisi daun gergaji.

Gambar-2.5. Gergaji Pembelah

2) Ketam

Ketam adalah sebuah alat perkakas yang digunakan untuk membersihkan,


meluruskan, meratakan dan menghaluskan permukaan kayu atau membentuk
potongan-potongan kayu menjadi bentuk-bentuk tertentu dengan cara
menyerut permukaan kayu sedemikian rupa. Ditinjau dari bahan dan material
pembuat badan ketam, maka ketam dapat dibedakan menjadi dua macam,
yaitu :

a) Ketam Berbadan Kayu

Ketam badan kayu adalah ketam yang berbentuk segiempat yang terbuat dari
kayu keras dan liat. Bagian bawah ketam (dada ketam) dibuat lurus dan rata
serta halus karena berfungsi sebagai penuntun mata ketam agar penyerutan
merata dan konstan. Di tengah badan ketam dibuat berlubang segiempat
untuk menempatkan mata ketam. Ukuran panjang badan ketam berkisar
antara antara 10 s.d. 50 cm sesuai dengan kebutuhan dan fungsi ketam.
Ketam tangan pada dasarnya dapat diklasifikasi atas tiga katagori, yaitu Ketam
panjang dengan ukuran berkisar antara 40-50 cm, ketam pengupas (sedang)
dengan ukuran berkisar antara 25-35 cm, dan ketam pendek (ketam kodok)
dengan ukuran berkisar antara 12-20 cm.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 11 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-2.6. Ketam Kayu

Komponen ketam tangan pada dasarnya terdiri dari : Tangkai atau pegangan
ketam, Celah mata ketam, Mata ketam, Lapisan mata ketam, Pasak, baji, atau
pengunci mata ketam

b) Ketam Berbadan Besi (Logam)

Ketam berbadan logam adalah badan ketam dibuat dengan cara dicetak/ tuang.
Badan ketam di desain sesuai dengan fungsinya, misalnya: panjang ketam
perata kasar adalah 14 inchi dengan lebar 2 inchi,panjang ketam sambungan
22 inchi dengan lebar 23/8 inchi, panjang ketam pelicin 8 s.d. 10 inchi dengan
lebar 2 inchi. Penyetelan ketam badan logam lebih mudah dari dari ketam
badan kayu, yaitu cukup dengan menggunakan obeng.

Gambar-2.7. Ketam Besi

3) Pahat

Pahat pada dasarnya dapat dibagi dua jenis, yaitu Pahat Tusuk dan Pahat
Pelobang. Pahat tusuk adalah pahat yang daunnya relatif tipis dan hampir sama

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 12 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

tebal bagian ujung dengan bagian atasnya, lebar sangat bervariasi sesuai dengan
kebutuhan, namun pahat tusuk yang standar itu adalah dengan lebar kisaran 1-
2 inchi.

Pahat tusuk fungsinya untuk membersihkan permukaan kayu yang belum bersih
dan rapi, baik pada bagian-bagian pen atau lobang tempat hubungan konstruksi.
Pahat lobang adalah pahat dipergunakan untuk membuat lobang empat persegi
dengan jalan memukul tangkai pahat dengan palu kayu dan tidak diben

arkan memukul tangkai pahat dengan martil besi. Pahat ini mempunyai ciri
ketebalan pada ujung pahat lebih tipis dari pangkal pahat. Tujuannya saat pahat
dipukul untuk menembus kayu, maka daun pahat tidak akan membengkok.

Gambar-2.8. Pahat

4) Kampak

Kampak merupakan salah satu alat kerja kayu untuk membelah kayu, membuang
bagian-bagian tertentu dari balok kayu secara cepat sebelum pekerjaan
pengetaman dimulai. Dewasa ini tugas pekerjaan kampak sudah mulai digantikan
dengan banyaknya teknologi dan peralatan kayu yang cara kerja dan hasilnya lebih
baik, sehingga pemakaian kampak sudah mulai berkurang.

Gambar-2.9. Kampak

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 13 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

5) Pensil kayu

Pensil tukang kayu bentuknya dibuat lain dari pensil untuk menulis biasa. Bentuk
penampang bulat telur dan termasuk dalam golongan pinsil keras. Gunanya
untuk menggambarkan /melukis garis konstruksi diatas bidang permukaan kayu
pekerjaan.

Gambar-2.10. Pinsil Tukang Kayu

6) Penggores

Penggores adalah alat yang terbuat dari logam berbentuk silindris lurus dan
diruncingkan dibagian ujung depan. Fungsi penggores adalah untuk membuat
tanda/garis batas pengerjaan.

Gambar-2.11. Penggores

7) Meteran

Meteran adalah suatu alat pengukur panjang yang sangat penting dalam
setiap macam pekerjaan. Meteran yang biasa dipakai adalah untuk Indonesia
pada umumnya dikenal dalam satuan cm.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 14 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-2.12. Meteran

8) Siku-siku

Siku-siku digunakan untuk menarik garis lukisan pada kayu pekerjaan di atas
permukaan dengan garis. Siku-siku juga digunakan hampir untuk semua
pekerjaan konstruksi kayu, mulai dari pekerjaan pengukuran dan pemotongan
balok atau papan, saat mencek kedataran permukaan kayu yang diketam,
pengecekan kesikuan sisi-sisi balok. Saat melukis sambungan konstruksi dan
penyetalan saat pekerjaan perakitan.

Gambar-2.13. Siku-siku

9) Perusut

Perusut dibuat dari kayu kecuali penggoresannya terbuat dari kawat baja yang
keras dan runcing. Perusut digunakan untuk melukis satu garis sejajar terhadap
sisi bidang kayu memanjang yang telah diketam.

Gambar-2.14. Perusut

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 15 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

10) Bor tangan

Bor disebut juga penggerek, fungsinya untuk membuat lubang bulat pada
benda pekerjaan. Bor tangan dilengkapi dengan tangkai pemutar atau
engkol yang fungsinya menggerakan mata bor.

Gambar-2.15. Bor Tangan


11) Palu

Suatu alat pemukul di dalam pekerjaan kayu termasuk alat yang sangat
diperlukan. Palu berdasarkan bahan yang digunakannya terdapat dalam 3
macam, yaitu :
a) Palu kayu

Palu kayu dipergunakan terutama untuk pekerjaan memahat, merakit


konstruksi dan kegiatan berbagai penyetelan konstruksi.

Gambar-2.16. Palu Kayu

b) Palu besi

Palu besi pada umumnya dipakai untuk penyetelan ketam, untuk


membenamkan paku pada konstruksi. Palu besi ada yang dilengkapi
dengan kepala pencabut paku, adanya yang tidak, dan ada pula yang

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 16 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

dilengkapi kepalanya dengan ujung pipih, yang fungsinya untuk membuka


lapisan ketam saat akan mengasah ketam.

Gambar-2.17. Palu Besi

12) Obeng

Obeng adalah alat pemutar sekerup atau baut dengan kepala pipih atau kepala
bungan. Obeng ini biasa dipakai untuk memutar skerup engsel atau kunci dan
alat penggantung lainnya yang mempergunakan sekrup sebagai bahan
penguncinya.

Gambar-2.18. Obeng

13) Kakaktua

Seluruh bagian terbuat dari baja, yang terdiri dari dua buah tangkai, sebuah
engsel yang menghubungkan dua gigi menjadi mulut mengatup, giginya
disepuh dan ditajamkam ukuran kakaktua dari 6 sampai dengan 10 inci.
Kakaktua digunakan untuk mencabut paku-paku yang digunakan untuk
memotong kawat-kawat asal giginya dalam keadaan tajam.

Gambar-2.19. Kakaktua

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 17 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

14) Tang

Tang dibutuhkan untuk memegang benda-benda kecil, memotong paku


maupun kawat.

Gambar-2.20. Tang

15) Ragum
Ragum dalam pekerjaan konstruksi kayu terdapat dua fungsi utama dari
ragum kerja kayu, yang pertama sebagai alat pemegang benda kerja supaya
tidak bergerak sewaktu proses kerja berjalan sehingga dapat menghindarkan
pekerja dari kecelakaan kerja. Fungsi kedua adalah untuk menjepit benda
kerja dalam proses perakitan konstruksi atau kegiatan menyambung papan
dengan lem, dimana selama lem dalam proses mengeras maka konstruksi
tidak boleh bergerak.

Gambar-2.21. Ragum

16) Klem- F.

Ragum F dipergunakan untuk menjepit benda kerja ke bangku kerja, agar


benda kerja lebh stabil di proses. Disamping itu ragum F dipergnakan untuk

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 18 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

mengikat komponen kosntruksi saat melakukan penggambaran, agar ukuran


dari setiap komponen bisa sama persis.

Gambar-2.22. Klem-F

17) Klem- C.

Klem-C punya fungsi hampir sama dengan Klem-F, dipergunakan untuk


menjepit benda kerja pada bangku.

Gambar-2.23. Klem-C
18) Bench hook

Bench hook dipakai sebagai tumpuan benda kerja kecil saat di proses, misalnya
tempat menumpukan benda kerja waktu kita memakai gergaji potong atau
gergaji punggung.

Gambar-2.24. Bench hook

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 19 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

b. Peralatan Listrik untuk pekerjaan konstruksi kayu.


Peralatan kerja kayu portable adalah alat listrik mesin-mesin yang dibawa atau
diangkat mendekati objek kerja atau material kayu yang akan diproses oleh mesin
tersebut.
1) Gergaji Portable
Gergaji Portable digunakan untuk memotong dan membelah kayu/plywood.

Gambar-2.25. Gergaji Portable

Nama bagian-bagian gergaji tangan listrik terdiri dari :


1. Pegangan (pendorong belakang)
2. Sakelar utama
3. Sungkup/tudung pelindung atas
4. Rumah-rumah motor
5. Pegangan depan
6. Pengantar pararel
7. Baut penjepit pengantar
8. Daun gergaji lingkaran
9. Sungkup pelindung bawah
10. Pelat dasar mesin

2) Jig Saw Portable

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 20 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-2.26. Jig Saw Portable

3) Ketam Portable

Bagian-bagian utama dari ketam listrik, terdiri dari :


 Kabel penghubung
 Pegangan pendorong
 Sakelar utama
 Pegangan muka (pengatur tebal tatal/serutan)
 Baut penjepit pengantar pararel
 Lubang batang pengantar pararel
 Penutup puli motor penggerak
 Pelat dasar ketam depan
 Pelat dasar belakang
 Poros pisau

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 21 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-2.27. Ketam Portable

4) Router Portable
Router Portable digunakan untuk membuat profil, memingul benda kerja,
meratakan pelapis sintet ik (formika), membuat alur dan banyak pengerjaan
lainnya.

Gambar-2.28. Router Portable

Komponen dari router portable, antara lain :


1. Kabel power
2. Pegangan mesin
3. Pengunci saklar
4. Saklar utama

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 22 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

5. Kunci dan baut pengatur kedalaman pisau


6. Pisau dan poros kerja
7. Rumah – rumah motor
8. Pegangan dan pengunci poros luncur
9. Poros luncur
10. Kunci untuk alat tambahan
11. Alat mesin

5) Amplas Portable

Komponen Amplas Portable adalah sebagai berikut :


1. Kabel listrik
2. Pegangan
3. Sakelar utama
4. Rumah-rumah motor
5. Pegangan muka
6. Penutup kawat getar
7. Pelat dasar
8. Karet lembaran
9. Kertas amplas
10. Penjepit kertas amplas

Gambar-2.29. Amplas Portable

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 23 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

6) Bor Portable

Gambar-2.30. Bor Portable

Ketrangan Gambar:
1. Kepala penjepit mata bor
2. Kunci penjepit
3. Pelat pengait
4. Lubang sirkulasi
5. Sakelar utama
6. Kunci sakelar
7. Pegangan
8. Kabel listrik

c. Peralatan mesin kayu statis (mesin kayu permanen ).


Mesin kerja kayu statisioner adalah mesin kerja kayu yang dipasang secara
permanen di tempat kerja atau workshop, dimana objek kerja atau kayu yang akan
diproses dibawa mendekati mesin.

1) Mesin Gergaji Pembelah Bundar (Circle Saw)


Mungkin lebih tepatnya disebut mesin gergaji belah karena desain dan fungsi
dasar dari mesin ini adalah untuk membelah papan.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 24 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-2.31. Mesin Gergaji Bundar

Bagian penting mesin gergaji belah


a) Meja kerja sebagai tempat meletakkan benda kerja yang akan dibelah.
b) Penghantar berfungsi untuk menghantarkan benda kerja ke arah yang
berlawanan dengan putaran gergaji.
c) Bilah gergaji belah dengan bentuk mata gigi khusus di desain untuk
membelah kayu.
d) Pisau Belah Berfungsi untuk menahan lemparan balik dari putaran bilah
gergaji.
e) Penutup gergaji Digunakan sebagai alat pengaman dan pelindung mata
gergaji terutama pada waktu membelah kayu yang tebal. Pengatur
ketinggian gergaji, Untuk menentukan ketinggian bilah gergaji sesuai
dengan ketebalan kayu/papan yang akan dibelah.
f) Pengatur Sudut digunkan Mengatur sudut kemiringan bilah gergaji untuk
membelah kayu dengan sudut kemiringan tertentu.

2) Mesin Gergaji Pita (Band Saw Machine)

Gergaji pita biasanya terdapat berbagai jenis ukuran dengan berbagai keperluan
memotong dan membelah kayu secara halus.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 25 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-2.32. Mesin Gergaji Pita


Komponen Utama Mesin Gergaji Pita, antara lain :
 Engkol pengatur jarak termola atas, untuk menyetel ketegangan pita gergaji

 Celah tempat daun gergaji pita lewat

 Alur atau rel alat bantu berjalan

 Meja kerja tempat kayu yang akan dibelah

 Pintu bok atas dan bok bawah

 Tombol atau sakelar On-Off

 Mata gergaji pita

 Motor pengerak gergaji

 Peal Rem untuk menghentikan mata gergaji

 Dan lain-lain

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 26 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

3) Mesin Gergaji Berlengan (Radial arm machine)

Mesin gergaji berlengan dipakai untuk momotong balok, memotong papan untuk
menjadi komponen konstruksi.

Gambar-2.33. Mesin Gergaji Berlengan


Komponen penting dari mesin gergaji berlengan ini adalah :
 Meja tempat kayu akan dipotong
 Bandul pengantar
 Lengan gergaji dengan rel pengantarnya
 Tuas Penyeltel ketinggain
 Motor pengerak
 Tudung pengaman
 Mata gergaji bundar
 Tuas pengendali putaran /rem
 Tombol on-off
 Tuas pengatur sudut kemiringan

4) Mesin ketam perata (Planner Machine)

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 27 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Mesin ketam perata berfungsi untuk menghaluskan sisi kayu setelah proses
penggergajian. Mesin ketam standar bekerja dengan menghaluskan permukaan
satu demi satu sisi kayu.

Gambar-2.34. Mesin ketam perata

a) Meja Belakang, Sebagai tempat meletakkan benda kerja sebelum memasuki


jalur pisau.

b) Meja Depan, sebagai tempat lanjutanbenda kerja setelah proses


pengetaman
c) Penghantar untuk menjaga benda kerja tetap bersudut siku.
d) Poros Pisau tempat Mata pisau pada mesin.
e) Pengaman untuk menutup permukaan poros. Kemungkinan yang bisa terjadi
adalah apabila terjadi lemparan balik karena irisan terlalu besar, pengaman
ini akan membantu melindungi tangan operator dan mengurangi tekanan
balik dari pisau.
f) Tombol ON/OFF.
g) Pengunci Papan Penghantar, untuk memastikan bahwa penghantar tersebut
telah dikencangkan dengan baik agar tidak bergerak karena pengaruh
getaran mesin.

5) Mesin Ketam Penebal (Thicknesser Machine)

Thicknesser atau lebih mudah disebut mesin ketam penebal berguna untuk
menghaluskan sisi lain kayu pada ketebalan yang diinginkan.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 28 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-2.35. Mesin Ketam Penebal

Beberapa bagian penting yang sangat berperan terhadap hasil pengerjaan


antara lain :
a) Meja , sebagaai tempat benda kerja diletakkan.

b) Skala Ukuran: Untuk pengaturan ketebalan hasil serutan yang diinginkan.

c) Roda Pemutar: Untuk menggerakan daun (naik/turun) menjadi sesuai dengan


ketebalan yang diinginkan.

d) Tombol ON/OFF: Tombol utama mesin. Pastikan bahwa semua pengaturan


sudah dilakukan sebelum menekan tombol utama.

6) Mesin Bor Kayu (Drilling Machine)

Mesin Bor Kayu pada prinsipnya untuk membuat lubang pen, dowel atau lubang
untuk sekrup.
Bagian utama mesin bor (dengan mata bor tunggal) terdiri dari :
a) Dasar Mesin: Sebagai dudukan mesin pada penempatannya di atas meja
kerja atau lantai kerja.

b) Meja Kerja: Untuk meletakkan benda kerja.


c) Tuas Penggerak: Tuas ini untuk menggerakkan mata bor ke arah benda
kerja. Panjang dan kedalaman bisa diatur dari tuas ini dengan cara
menentukan ukuran penghenti.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 29 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-2.36. Mesin Bor Kayu

7) Mesin Pahat / Bor Petak

Mesin Pahat merupakan bor kotak yang pada kenyataannya mesin tidak
menggunakan mata bor kotak tetapi memiliki pisau-pelindung berpenampang
kotak.

Gambar-2.37. Mesin Pahat / Bor Petak

8) Mesin Pembentuk Profil (Spindle Moulder Machine)

Mesin spindle tidak jauh berbeda dengan mesin Router, dimana perbedaannya
lebih pada kecepatan putaran mesin dan variasi mata pisaunya. Poros pisau
terpasang vertikal (menghadap ke atas) pada sebuah permukaan meja mesin
dan berfungsi untuk membuat bentuk profile pada sisi samping kayu.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 30 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-2.38. Mesin Pembentuk Profil / Spindle

Bagian mesin spindle moulder

1) Meja Kerja, Untuk meletakkan benda kerja

2) Penghantar, sebagai pengantar yang bergesekan dengan benda kerja.

3) Poros pisau, poros yang terhubung langsung dengan motor untuk memasang
mata pisau.

4. Sumber listrik

Sumber listrik yang digunakan untuk peralatan pekerjaan kayu, antara lain :

a. Peralatan tangan / portable menggunakan sumber listrik 1 phasa dengan


tegangan 220 volt dan daya tergantung alat yang dipakai, misalnya bor tangan
antara 450 watt, 1300 watt, dsb.
b. Peralatan mesin stasioner menggunakan sumber listrik 3 phasa dengan
tegangan 380 volt dan daya tergantung alat yang dipakai yaitu berkisar antara
1 HP s.d 20 HP, dimana 1 HP berkisar 700 watt. Kabel yang digunakan untuk

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 31 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

aliran sumber listrik 3 phasa dengan tegangan 380 volt minimal 4 mm luas
penampangnya, agar terhindar dari kerusakan dan putus.

B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGENALI PERALATAN


MANUAL DAN LISTRIK
a. Mencegah terjadinya kecelakaan sesuai prosedur Keselamatan dan
Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L)
b. Mengidentifikasi Peralatan manual pekerjaan kayu
c. Mengidentifikasi Peralatan listrik pekerjaan kayu
d. Mengidentifikasi Sumber listrik

C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MENGENALI PERALATAN


MANUAL DAN LISTRIK
Harus bersikap secara:
1. Cermat dalam mengenali Peralatan manual dan listrik

2. Teliti dalam mengenali Peralatan manual dan listrik

3. Disiplin dalam mengenali Peralatan manual dan listrik

4. Tanggung jawab dalam mengenali Peralatan manual dan listrik

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 32 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

BAB III
MEMILIH PERALATAN MANUAL

A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMILIH PERALATAN


MANUAL

1. Pahat
a. Pahat lubang
Pahat lubang digunakan untuk pemahatan lubang, karena pahatnya tebal
jadi tidak mudah patah atau bengkok saat membuat lobang.

Gambar- 3.1. Pahat Lobang


b. Pahat tusuk
Pahat tusuk dapat digunakan sebagai alat untuk membersihkan lobang dan
permukaan yang kecil. Pegangan pahat dibuat dari kayu keras dan dilindungi
terhadap pembelahan oleh dua buah cincin pegangan logam. Daun pahat
dibuat dari baja dan lereng potongnya diasah cekung pada sudut antara 250
dan 300.

Gambar- 3.2. Pahat Tusuk

2. Bor
a. Bor tangan jenis penggerek
Bor tangan jenis penggerek sebagai alat pemutar mata bor yang dilengkapi
dengan tangkai bor dan tangkai penggerek/pemutar. Untuk mengebor

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 33 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

dengan menggunakan sprilal tanpa senter sebaiknya sebelum melubang


terlebih dahulu diberi tanda/dititik paku

Gambar- 3.3. Bor tangan jenis penggerek

b. Bor tangan jenis engkol


Bor tangan jenis jenis engkol sebagai alat pemutar mata bor yang dilengkapi
dengan tangkai bor sekaligus sebagai pengengkol. Bor engkol dilengkapi mata
bor jenis Irwin bor, dengan batang berulir dan taji penitik letak lubang juga
berulir.

Gambar- 3.4. Bor tangan jenis engkol

3. Gergaji tangan

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 34 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gergaji bentang / pita dipergunakan untuk membelah dan atau memotong


kayu dalam bentuk dan ukuran yang diperlukan. Alat ini juga dapat
digunakan untuk membuat bentuk-bentuk lengkung atau bentuk lingkaran.

Gambar-3.5. Gergaji Bentang

Bila potongan gergajian harus dibuat sampai suatu kedalaman tertentu,


lebih cocok dipergunakan gergaji punggung. Alat ini dipergunakan untuk
memotong kayu dengan ukuran- ukuran yang tertentu (kecil) dengan
hasil yang lebih halus. Gergaji ini sering digunakan pada pembuatan
konstruksi hubungan ekor burung.

Gambar-3.6. Gergaji Punggung

Gergaji runcing dapat digunakan untuk membuat lubang bundar maupun


persegi.

Gambar-3.7. Gergaji Runcing

Gergaji finir dapat digunakan khusus untuk memotong finir.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 35 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-3.8. Gergaji Vinir

Gergaji kurva ( lingkar) digunakan untuk memotong bentuk-bentuk khusus


dan sulit seperti pembuatan lubang, radius dan bentuk-bentuk yang tidak
beraturan lain.

Gambar-3.9. Gergaji Kurva

Gergaji ini berfungsi untuk memotong siku atau miring / verstek dengan
sudut-sudut tertentu sesuai dengan yang diinginkan.

Gambar-3.10. Gergaji Pembentuk Sudut (Gergaji Potong Miring )

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 36 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gergaji potong/belah digunakan untuk menggergaji kayu denan


potongan/belahan lurus.

Gambar-3.11. Gergaji Belah

4. Ketam tangan
Ketam kayu ( Cina ) adalah ketam berbentuk segiempat yang mempunyai
tangkai sebagai pegangan dan terbuat dari kayu keras dan liat. Ukuran
panjang badan ketam berkisar antara antara 10 s.d. 50 cm sesuai dengan
kebutuhan dan fungsi ketam. Ketam tangan pada dasarnya dapat
diklasifikasi atas tiga katagori, yaitu Ketam panjang dengan ukuran berkisar
antara 40-50 cm untuk meluruskan, ketam pengupas (sedang) dengan
ukuran berkisar antara 25-35 cm, dan ketam pendek (ketam kodok) dengan
ukuran berkisar antara 12-20 cm.

Gambar-3.12. Ketam Kayu

Ketam berbadan logam adalah ketam yang dibuat dengan cara dicetak
tuang. Badan ketam di desain sesuai dengan fungsinya, misalnya: panjang

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 37 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

ketam perata kasar adalah 14 inchi dengan lebar 2 inchi, panjang ketam
sambungan 22 inchi dengan lebar 23/8 inchi, panjang ketam pelicin 8 s.d. 10
inchi dengan lebar 2 inchi. Penyetelan ketam badan logam lebih mudah dari
dari ketam badan kayu, yaitu cukup dengan menggunakan obeng.

Gambar-3.13. Ketam Besi

Ketam kayu ( Eropa ) seperti ketam bangku panjang dapat digunakan untuk
meratakan dan meluruskan permukaan kayu agar rata sempurna. Ketam
bangku panjang ini berukuran dari 50 sampai 70 cm panjangnya.

Gambar-3.14. Ketam Panjang


Ketam pendek dapat digunakan untuk melicinkan permukaan kayu. Ketam
ini kira-kira panjangnya 20 cm, tingginya 3 cm dan lebar pisau ketamnya
kira-kira 4 sampai 5 cm.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 38 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-3.15. Ketam Pendek

Ketam sponing dapat digunakan untuk membuat atau mengetam sponing


dengan lebih halus hasilnya.

Gambar-3.16. Ketam Sponing


Ketam sampan dapat digunakan untuk mengetam bentuk lengkung, baik
cekung maupun cembung.

Gambar-3.17. Ketam Sampan

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 39 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Ketam kupu-kupu dapat digunakan untuk mengaluskan bentuk-bentuk yang


lengkung atau cekung dengan ukuran lebar tertentu.

Gambar-3.18. Ketam Kupu-kupu

5. Meteran
Meteran adalah suatu alat yang sangat penting dalam setiap macam pekerjaan.
Meteran ukuran yang biasa dipakai ada dalam 3 macam :
a. Meteran lurus /plat meter
b. Meteran lipat
c. Meteran gulung /rol meter

Gambar-3.19. Meteran

6. Siku-siku
Siku di sini digunakan untuk menarik garis lukisan pada kayu pekerjaan di atas
permukaan dengan garis siku terhadap bidang lain yang telah diberi tanda paring.
Macam-Macam Siku :
a. Siku biasa

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 40 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-3.20. Siku biasa


Siku-siku ini selalu digunakan hampir untuk semua pekerjaan konstruksi kayu,
mulai dari pekerjaan pengukuran dan pemotongan balok atau papan, saat
mencek kedataran permukaan kayu yang diketam, pengecekan kesikuan sisi-sisi
balok.

b. Siku serong

Gambar-3.21. Siku serong


Siku ini dipergunakan kondisi-kondisi konstruksi tertentu, dimana siku-siku biasa
tidak memungkinkan untuk digunakan. Tangkai siku-siku ini bisa digeser-geser
pada daunnya sesuai keperluan.

c. Siku goyang

Gambar-3.22. Siku goyang


Siku-siku goyang atau siku putar, digunakan untuk pengukuran sudut kemiringan
tertentu, misalnya sudut 250 (sudat yang tidak dimiliki pada siku-siku biasa.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 41 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

d. Siku rangka

Gambar-3.23. Siku rangka


Siku-siku rangka biasanya dipakai untuk penyetalan rangka-rangka besar,
misalnya rangka konstruksi kuzen, partisi dan sebagainya.

7. Perusut
Ada 2 macam perusut : Perusut tunggal dan perusut kembar. Perusut tunggal
digunakan untuk melukis satu garis sejajar terhadap sisi bidang kayu memanjang yang
telah diketam, sedang perusut kembar dapat melukis dua garis sejajar sesuai dengan
jarak dua garis yang telah ditentukan, seperti menarik garis sepooning dengan perusut
tunggal sedang lebar lubang sambungan dengan perusut kembar.

Gambar-3.24. Perusut

B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMILIH PERALATAN


MANUAL

1. Mengidentifikasi Peralatan manual sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.


2. Memeriksa Kehandalan dan kelaikan peralatan
3. Memilih Alat bantu yang sesuai dengan peralatan

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 42 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MEMILIH PERALATAN MANUAL

Harus bersikap secara:


1. Cermat dalam memilih Peralatan manual

2. Teliti dalam memilih Peralatan manual

3. Disiplin dalam memilih Peralatan manual

4. Tanggung jawab dalam memilih Peralatan manual

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 43 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

BAB IV
MENGGUNAKAN PERALATAN MANUAL

A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGUNAKAN


PERALATAN MANUAL
1. Perusut

1) Cara Penggunaan Perusut

a) Menyetel perusut ada beberapa cara, yaitu :

• Dengan menggunakan meteran.

• Dengan membaca skala yang ada pada batang perusut.

• Dengan menempatkan pin pada titik yang sudah dibuat di kayu.

• Khusus untuk perusut ganda yaitu dengan cara menyetel pin-pin


terhadap lebar pahat yang akan dipakai.

b) Memegang perusut yang benar ada dua cara, yaitu :

• Mengapit batang perusut dengan telunjuk dan jari tengah tangan


kanan dengan ibu jari ditekankan pada batang perusut dengan pin.

• Memegang perusut dengan keempat jari tangan kanan berada diatas


badan perusut sedangkan ibu jari ditekankan pada batang perusut
dekat pin.

Gambar-4.1. Posisi Memegang perusut

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 44 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

• Tempatkan permukaan perusut pada permukaan kayu sampai


rapat dipinggirnya, badan dimiringkan kedepan sedikit dan dorong
perusut kedepan dengan dorongan yang cukup, sehinga tidak terlalu
cepat dan tidak terlalu lambat. Selama perusut bergerak harus
diperhatikan badan perusut selalu tetap menempel pada pinggir kayu.

Gambar-4.2. Posisi perusut pada permukaan kayu

2. Palu

Cara Menggunakan Palu

1) Palu besi biasanya digunakan untuk menyetel pisau ketam yang rumah-
rumahnya dibuat dari kayu dan untuk memaku

Gambar-4.3. Palu besi

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 45 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

2) Palu cakar biasanya digunakan untuk memaku. Sewaktu memaku


peganglah paku diantara ibu jari dan jari telunjuk dan tempatkaan paku
tersebut ingin pada tempat yang dipaku. Untuk mendapatkan tenaga yang
optimal maka, ujung dari tangkai palu yang harus dipegang. Palu cakar
dapat juga digunakan untuk mencabut paku

3) Palu kayu digunakan untuk memukul pahat kayu dan perakitan serta
pembongkaran konstruksi kayu.

Gambar-4.4. Palu Cakar

Gambar-4.5. Palu Kayu

3. Klem bingkai

Klem bingkai, digunakan untuk mengepres bagian sudut rangka ataau


bingkai pada pekerjaan pigura atau sambungan menyudut.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 46 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-4.6. Klem bingkai

Klem- F dipergunakan untuk menjepit benda kerja ke bangku kerja, agar benda
kerja lebh stabil di proses. Disamping itu ragum F dipergnakan untuk mengikat
komponen kosntruksi saat melakukan penggambaran, agar ukuran dari setiap
komponen bisa sama persis, seperti terlihat pada gambar 4.7 berikut.

Gambar-4.7. Klem-F

4. Pahat
a. Pahat lubang

Cara Menggunakan Pahat Lubang

a) Sebelum kita membuat lubang terlebih dulu benda kerja dilukis.

b) Posisi benda kerja harus stabil diatas bangku kerja.

c) Jika benda kerja kecil/pendek sebaiknya dijepit pada ragum atau benda
kerja diklem diatas bangku kerja.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 47 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

d) Pahat dipegang dengan tangan kiri pada tangkainya, sedangkan tangan


kanan memegang palu kayu.

e) Ujung pahat diletakkan 1 - 2 mm dari garis lukisan ujung lubang.

f) Posisi pahat tegak lurus terhadap permukaan benda kerja.

g) Tangkai pahat dipukul dengan pukulan yang mantap namun tidak terlalu
keras, kira-kira ujung pahat masuk kedalam kayu sedalam 3 - 5 mm.

Gambar- 4.8. Benda kerja kecil/pendek sebaiknya dijepit

h) Buat pemotongan kedua dengan menempatkan ujung pahat berjarak 5


mm dari hasil pemotongan yang pertama, kedudukan pahat dibuat agak
miring yaitu berkisar 70° - 80° dari permukaan kayu sedangkan kearah
samping tetap tegak lurus.

Gambar -4.9. Cara menggunakan pahat lubang

Cara memahat lubang yang aman adalah :


1) Benda kerja diklem/dijepit agar aman, karena kayu tidak akan bergerak.
2) Pahat lubang bisa diatur dan memahat bisa tepat sesuai dengan garis
lukisan.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 48 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

3) Peganglah ujung tangkai palu kayu agar menekan dengan baik dan tidak
akan pecah.
4) Hati-hati memukulkan palu agar tidak terpeleset mengenai tangan

b. Pahat tusuk

Cara menggunakan pahat tusuk :


1) Bila akan memahat tusuk, gunakanlah pahat tusuk yang tajam dan
mempunyai ukuran sesuai dengan pekerjaan.
2) Apabila memahat tusuk kayu yang kecil-kecil, maka kayu itu harus dijepit
dengan klem atau ditempatkan pada klos penahan kayu sehingga kayu
pekerjaan tidak akan bergerak sewaktu diadakan pemahatan.
3) Memahat tusuk yang betul adalah kedua tangan memegang pahat sehingga
bebas dari arah tusukan pahat, dan kayu pekerjaan diklem dan tetap tidak
bergerak.
4) Tidak boleh menyimpan pahat dengan sisi tajam (sisi potong) menghadap
ke atas untuk menghindarkan tangan menyentuh mata pahat, agar tidak
luka.

Gambar-4.10. Cara Memahat Tusuk yang aman

c. Bor tangan
Dalam penggunaannya yang harus diperhatikan pada pemasangan mata bor
harus sesuai dengan chuck kolet (pemegang mata bor),bor penggerek
dilengkapi mata bor jenis spiral tanpa senter maupun jenis spiral pakai senter,

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 49 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Untuk mengebor dengan menggunakan sprilal tanpa senter sebaiknya


sebelum melubang terlebih dahulu diberi tanda/dititik paku. Pada saat
menggunakan bor tangan bisa cara mengebor posisis vertikal maupun posisi
horizontal, cukup dengan tangan sebelah memegang tangkai bornya dan
tangan sebelahnya mengerakan pengereknya.

Gambar-4.11. Cara melubang posisi vertikal dan horizontal.

5. Gergaji Tangan

Cara menggunakan gergaji pemotong dan pembelah :

(a) Memilih gergaji pemotong atau pembelah yang baik, tajam dan besar
kuakannya disesuaikan dengan kayu akan dipotong atau dibelah.

(b) Pasang kayu yang akan dipotong pada bangku kerja dengan menggunakan
klem atau ragum, atau pada 2 buah kuda-kuda penggergajian bila kayu yang
akan ddipotong panjang.

(c) Letakkan daun gergaji pada sisi sudut kayu dengan sisi gergaji sebelah kiri cepat
pada garis lukisan atau berjarak 1 mm dari garis lukisan.

(d) Pegang daun gergaji dengan tangan kanan dengan telunjuk lurus disamping
pegangan gergaji. Atur kedudukan gigi gergaji terhadap kayu, untuk memotong
membentuk sudut 45° dan untuk membelah membentuk sudut 60°, dan
kedudukan daun gergaji diatur tegak lurus terhadap kayu. Hal ini untuk
mendapatkan hasil penggergajian yang baik, lurus dan siku.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 50 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

(e) Tarik gergaji mundur beberapa kali dengan bantuan ibu jari sebagai pengantar
pendahuluan untuk mendapatkan takikawalkira-kira 3 mm dalamnya sehingga
gergaji tidak dapat meloncat atau menyimpang dari posisi yang dikehendaki.
Setelah itu gergaji didorong dan ditarik, pada waktu menarik tidak perlu diberi
tekanan.
(f) Teknik Penggunakan gergaji pemotong

Pegang ujung kayu yang akan dipotong dengan tangan kiri bilamana
penggergajian hampir selesai. Hal ini untuk mencegah kayu terbelah atau
potong oleh beratnya sendiri.

Gambar-4.12. Cara Memotong Kayu

(g) Teknik Penggunaan gergaji pembelah

Untuk mencegah daun gergaji terjepit pada waktu dipakai, maka gigi-gigi itu
baik untuk gergaji pemotong maupun gergaji pembelah harus disiwar atau
dikuak kekiri dan kekanan selang satu gigi. Besar kuakan/siwaran kira-kira 1/3
dari tinggi gigi gergaji dan lebar kuakan harus sama baik kekiri maupun
kekanan. Untuk kayu yang basah besar kuakan sama dengan 2 kali tebal daun
gergaji dan untuk kayu kering 1 1/2kali tebal daun gergaji.

Gambar-4.13. Teknik Membelah Kayu

Keselamatan kerja menggunakan gergaji tangan pemotong, antara lain :

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 51 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

1) Apabila memotong kayu pendek, tempatkan kayu pekerjaan pada


bangku kerja, seluruh bidang pekerjaan tertahan oleh bangku tersebut
2) Apabila memotong kayu yang panjang, tempatkan kayu pekerjaan pada
dua buah bangku kerja, sehingga kedudukan kayu tertahan dan stabil.

Keselamatan kerja mempergunakan gergaji tangan pembelah, antara lain :


1) Apabila membelah kayu pendek, tempatkan kayu pekerjaan pada
bangku kerja dan diklem/jepit agar pekerjaan tertahan oleh klem
tersebut
2) Apabila membelah kayu yang panjang, tempatkan kayu pekerjaan pada
dua buah bangku kerja, sehingga kedudukan kayu tertahan dan stabil.

6. Ketam tangan
Cara Menggunakan Ketam
a. Mempersiapkan kayu yang tidak cacat dan lapuk sesuai dengan keperluan.
b. Mempersiapkan ketam tangan yang akan digunakan.
c. Menempatkan kayu diatas bangku kerja, dengan posisi kayu yang cekung
menghadap ke bangku kerja.
d. Menyetel ketam tangan sebelum dipergunakan dengan ketentuan :
1) Menyetel lidah ketam terhadap sisi tajam pisau, untuk mengetam kasar
sebesar 1/16" - 1/32" dan untuk mengetam halus 1/32" 1/64".

Gambar -4.14. Menyetel lidah pada ketam tangan

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 52 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

2) Menyetel besarnya pengetaman dengan cara memutar mur-nya berlawanan


atau searah jarum jam sambil dibidik dari alas ketam. Besarnya pengetaman
kasar + 1/32" dan untuk pengetaman halus 1/64".
3) Menyetel posisi sisi tajam pisau ketam sejajar dengan alas ketam dengan
cara menggerakkan tongkat penyetel pisau, sambil dibidik dari alas ketam.
Untuk mendapatkan hasil pengetaman yang lurus dan rata, kekuatan-
kekuatan yang dikenakan pada ketam haruslah sedemikian rupa sehingga
mata ketam tidak akan menyayat ke atas pada permulaan dorongan atau
kebawah pada akhir dorongan. Pada permulaan dorongan, hidung ketam
ditekan ke bawah dengan tangan kanan mendorong ketam sepanjang
permukaan kayu. Pada akhir dorongan, tangan kiri mengendurkan tekanan
ke bawah dan apabila mata ketam melewati ujung kayu, tangan kiri
mengangkat bagian depan ketam

Gambar-4.15. Prosedur Pengetaman pada Awal dan Akhir

Kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi pada pengetaman adalah :

a) Kayu mulai meruncing pada permulaan dorongan karena hidung ketam


tidak ditekan ke bawah.
b) Kayu meruncing pada akhir dorongan karena hidung ketam tidak
diangkat
Keselamatan kerja mempergunakan ketam, dengan cara :

1) Periksalah setelan mata ketam, apakah sesuai dengan macamnya


pekerjaan.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 53 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

2) Pergunakanlah mata ketam yang tajam.

3) Sikap yang tegak sesuai dengan pekerjaan waktu mengetam, kaki kiri ke
muka sedikit sejajar dengan bangku kerja dengan kedudukan kuda-kuda.

Gambar-4.16. Posisi mengetam tangan

4) Perhatikan pada waktu mengetam kayu yang pendek harus selalu dijepit
(diklem).

5) Jika waktu mengetam mata ketamnya tersumbat, janganlah dicoba


mengeluarkan sisa pengetaman dengan jari sebab bisa menyebabkan
luka.

Gambar-4.17. Mengetam kayu pendek

B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGUNAKAN


PERALATAN MANUAL

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 54 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

a. Menggunakan Peralatan manual secara aman dan efektif sesuai


dengan fungsinya.
b. Meletakkan Peralatan manual pada tempat yang aman ketika tidak dipakai.
c. Menggunakan Alat bantu yang sesuai dengan peralatan manual

C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGUNAKAN PERALATAN


MANUAL
Harus bersikap secara:
1. Cermat dalam menggunakan peralatan manual

2. Teliti dalam menggunakan peralatan manual

3. Disiplin dalam menggunakan peralatan manual

4. Tanggung jawab dalam menggunakan peralatan manual

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 55 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

BAB V
MEMILIH PERALATAN LISTRIK

A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMILIH PERALATAN


LISTRIK

1. Mesin Portable

a. Bor Tangan
Bor tangan listrik dapat dijinjing dan badan terbuat dari plastik (nilon) yang
tahan terhadap benturan. Beberapa bor tangan listrik yang dapat dijinjing
dilengkapi dengan cengkaman dan kunci. Akan tetapi ada jenis mesin bor
yang tanpa kunci, cengkamannya dilengkapi dengan dua buah gelang alur
rusuk, yang masing- masing dapat diputar bebas untuk membuka atau
menutup rahang- rahangnya.
Dalam pekerjaan konstruksi, lubang- lubang untuk sekrup biasanya dibor
dengan mata bor puntir tangkai lurus. Mata bor lubang benam dipakai untuk
membenamkan kepala- kepala sekrup. Pengeboran kepala sekrup ialah
perluasan bagian atasnya sampai kedalaman tertentu dengan dasar lubang
rata, misalnya untuk penyumbatan lubang-lubang sekrup. Mata bor tangkai
lurus mengebor lubang pandunya untuk sekrup kayu, sedangkan mata bor
lubang benam membuat bagian atas berbentuk kerucut untuk sekrup kepala
rata.
Mata bor kayu jenis singkup khusus dibuat untuk penggunaan bor tangan
listrik, yang dinamakan juga mata gurdi pesat, karena hanya bekerja
baik pada kepesatan putar tinggi.
Pengeboran lubang pada kayu tipis, kayu lapis tipis, papan serpih, dan
lain-lain. Mata-mata gurdi ini tersedia dalam ukuran untuk lubang-lubang
dari 6 sampai 25 mm.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 56 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-5.1. Mesin Bor Tangan

Gambar-5.2. Mata Mesin Bor Tangan

Bor tangan listrik dapat dibuat tidak bergerak dengan mengikatkan pada
statif khusus. Dasar dapat disekrupkan pada bidang atas bangku kerja. Alat
pegang perkakas dapat meluncur sepanjang tongkat vertikal dan dapat
dikaitkan pada setiap ketinggian yang diinginkan.
Dengan menekan ke bawah pegangannya, pegas akan terdesak, dan alat
pegang perkakas akan diturunkan. Tegangan pegas cukup untuk
mengangkat alat pegang perkakasnya pada kedudukan awal, jika
pegangannya dilepas

a) Statif Bor Vertikal.


 Bor tangan listrik dapat dibuat tidak bergerak dengan mengikatkan
pada statif khusus.
 Dasar dapat disekrupkan pada bidang atas bangku kerja. Alat pegang
perkakas dapat meluncur sepanjang tongkat vertikal dan dapat
dikaitkan pada setiap ketinggian yang diinginkan.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 57 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

 Dengan menekan ke bawah pegangannya, pegas akan terdesak,


dan alat pegang perkakas akan diturunkan.
 Tegangan pegas cukup untuk mengangkat alat pegang
perkakasnya pada kedudukan awal, jika pegangannya dilepas

Gambar-5.3. Posisi Mengebor Statis

Keuntungan dari statif bor adalah dapat dengan cepat mengebor sejumlah
lubang berdiameter dan kedalaman yang sama. Satu tangan menekan benda
kerja pada dasarnya, sedangkan tangan yang lain menggerakkan
pegangan.

b. Mesin Amplas
Mesin amplas getar yang dapat dijinjing merupakan sebuah alat yang sangat
modern dan berguna untuk pekerjaan kayu. Khususnya dalam pekerjaan
finishing kayu alat tersebut tersedia dalam bermacam -macam model,
fungsi, bentuk dan kapasitas.
Ukuran kertas gosok dibagi 3 bagian sama besar , dan satu bagian
cukup untuk sekali pasang kedalam mesin ampas bergetar. Selanjutnya
pilihlah kertas amplas sesuai dengan kebutuan pekerjaan.
Tariklah klem keluar dan tekan ke atas kemudian ujung kertas gosok
dimasukkan ke dalam. Tekan klem ke bawah agar kertas gosok dijepit oleh
giginya kemudian kembalikan klem ke posisi semula.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 58 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-5.4. Jenis Mesin Amplas

Dengan bantuan sebuah mesin amplas ban, seseorang dapat cepat


menggosok permukaan kayu dengan mengunakan kertas gosok sesuai
dengan kekerasan atau nomer yang diperlukan.
Mesin ini dilengkapi dengan kantong debu untuk menampung debu pada
saat pengamplasan

Gambar-5.5. Mesin Amplas Ban.

c. Trimer ( mesin Hias )

Mesin trimer adalah sejenis mesin router yang digunakan untuk membuat
profil, alur, sponing. Karena mempunyai bentuk kecil dan ringan, sehingga
mempermudah untuk mengerjakan benda-benda kerja yang kecil.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 59 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-5.6. Mesin Trimer

Mesin trimer dilengkapi dengan alat-alat bantu, seperti pengantar, kunci


pas, cincin, dsb

Gambar-5.7. Alat Bantu Mesin Trimer

Jenis pisau yang dipakai untuk mesin trimer juga bervariasi modelnya,
sehingga memudahkan kita untuk memilih disesuaikan dengan kebutuhan.

Gambar-5.8. Pisau Mesin Trimer

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 60 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

d. Router
Mesin router bisa digunakan untuk membuat kombinasi bentuk sesuai
dengan keinginan. Diantaranya untuk membuat panil, profil, sponing dan
alur. Sehingga lebih efektif memakai jenis mesin Router. Pasangan pisau
router ke dalam plat cengkam dan kuncikan mur erat-erat dengan
menggunakan dua buah kunci pas berlawanan arah. Untuk menyetel
kedalaman pisau, meja ditarik seperti gambar di samping. Setelah sesuai
dengan yang diinginkan maka kuncilah agar supaya tidak berubah
setelan.

Gambar-5.9. Router

Kegunaan mesin router antara lain adalah Membuat alur terusan, Sponing,
Profil dan Panil dengan mengunakan mata pisau yang sudah ada kita
tinggal menggantinya dengan mudah.
Pengantar lurus digunakan untuk memotong langsung atau kalau diinginkan
pemotongan alur bundar, aturlah jarak yang diinginkan antara pisau dengan
penghantar lurus.

e. Gergaji Portable
Mesin gergaji portable mempunyai desain sedemikian rupa dengan berat
yang ringan, body yang ramping sehingga memudahkan pemakai untuk

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 61 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

pindah tempat. Peralatan gergaji ini mempunyai berat minimal 2,5 kg dan
berat maksimal 8,4 kg. Putaran daun gergaji minimal 4000 RPM dan maksimaL
5400 `RPM. Kemiringan dapat diatur maksimal 45°, Bila daun gergaji ini
diletakkan terbalik maka alasnya dapat berfungsi sebagai meja. Mesin ini
sangat cocok untuk pekerjaaan konstruksi kayu karena punya fungsi multi
guna diantaranya bisa memotong dengan cepat, memotong miring,
memotong bevel dan membelah. Sehingga praktis dipakai untuk pekerjaan
yang bermacam – macam ukuran dan bentuk.
Dalam pemotongan yang dilakukan tanpa pengantar terlebih dahulu dibuat
garis potong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Pemotongan dengan
gergaji harus sebelah luar garis, supaya ukuran tidak kurang dari yang
direncanakan. Untuk mendapat hasil yang lurus dan baik, pergunakanlah kayu
sebagai pengantar yang diklem terhadap benda kerja dengan kuat seperti
gambar di samping.

Gambar-5.10. Gergaji Portable

f. Mesin Gergaji Jig (Jig Saw)

Mesin gergaji jig sangat bervariasi kegunaannya antara lain: untuk


memotong, membelah, membuat lengkungan, potong miring, memotong
bevel dan membuat lingkaran.
Memotong lurus adalah pekerjaan yang paling mudah, dimana kaki/alas
pada posisi 90°, dengan kata lain gergaji jig tegak lurus terhadap benda
kerja. Tangan kiri menahan mesin supaya tidak goyang sedangkan tangan
kanan menghidupkan dan mendorong mesin.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 62 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Memotong pakai pengantar harus didorong ke muka bersamaan dengan


gergajinya supaya hasilnya sejajar dan lurus.

Gambar-5.11. Jigsaw
Memotong lurus adalah pekerjaan yang paling mudah, dimana kaki / alas pada
posisi 90°, dengan kata lain gergaji tegak lurus terhadap benda kerja. Tangan
kiri menahan mesin supaya tidak goyang sedangkan tangan kanan
menghidupkan dan mendorong mesin.

g. Ketam
Fungsi Mesin Ketam untuk meratakan lurus, siku dan halus permukaan kayu
dan sisi tebal kayu.
Bagian-bagian utama dari mesin ketam listrik
• Kabel penghubung
• Pegangan pendorong
• Sakelar utama
• Pegangan muka (pengatur tebal tatal/serutan)
• Baut penjepit pengantar pararel
• Lubang batang pengantar pararel
• Penutup puli motor penggerak
• Pelat dasar ketam depan
• Pelat dasar belakang
• Poros pisau

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 63 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-5.12. Ketam
Mesin ketam bisa dibuat menjadi stationer dengan alat bantu yang dibentuk
sesuai dengan bentuk mesin ketam dan diletakkan terbalik. Diklem terhadap
bangku kerja agar kedudukan kuat. Cara mengetam dengan dua buah tangan
dan didorong secara merata.

1. Mesin Statis
a. Bor
Fungsi dari mesin bor ini adalah untuk melubangi / mengambil mata kayu,
untuk ditambal dengan kayu yang sejenis atau dipilih warna dan serat yang
sejenis dengan kayu yang ditambal.

Gambar – 5.13. Mesin Bor Duduk

Mesin bor Persegi digunakan untuk mengerjakan lubang yang lebar dan dalam

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 64 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

pada pekerjaan kayu. Mesin ini biasanya digunakan untuk membuat lobang
pada sambungan pen dan lobang kerangka furnitur.

Gambar -5.14. Mesin Bor Persegi

Mesin Multi bor sering digunakan pada pekerjaan kayu yang menghendaki jumlah-
jumlah lubang dowel yang banyak dan dikerjakan secara sekaligus

Gambar -5.15. Pneumatik Multi Bor

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 65 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Mesin bor rantai biasanya digunakan untuk mengerjakan lubang yang lebar dan
dalam pada pekerjaan kayu. Karena dengan mesin bor rantai ini dapat dengan
cepat membuat lobang untuk sambungan pen dan lobang kerangka furnitur.

Gambar -5.16. Bor Rantai

b. Mesin amplas

Mesin amplas sangat penting dalam pekerjaan finishing furnitur karena dengan
mesin ini permukaan kayu dapat digosok dan diamplas dengan baik.

Gambar -5.17. Mesin Amplas Selendang

Mesin amplas sisi digunakan untuk menggosok kayu pada bagian sisi / tepi

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 66 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

bidang kayu agar didapatkan hasil kayu yang bersih licin dan rata.

Gambar -5.18. Mesin amplas sisi Roll Sander / Belt Sander

Apabila benda kerja yang akan diamplas mempunyai ukuran yang lebar dan
panjang, maka sebaiknya digunakan mesin amplas Wide Belt Sander (WBS).
Disamping cara kerjanya cepat dan dapat menghasilkan permukaan yang rata dan
halus atau tergantung kertas amplas yang digunakan.

Gambar -5.19. Mesin Wide Belt Sander (WBS)

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 67 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

c. Mesin gergaji
Mesin gergaji berlengan tergolong mesin stationer yang digunakan untuk
memotong benda kerja tegak lurus dan miring 0°-45°

Gambar-5.20. Mesin gergaji berlengan

Mesin gergaji bermeja digunakan untuk membelah dan memotong benda


kerja yang dilengkapi dengan meja dorong diatasnya dan digunakan sebagai
hantaran pemotongan. Penghantar belah dapat diatur sesuai lebar yang
dikehendaki, sedangkan tudung pengaman disetel ½ -1 cm diatas benda
kerja sebagai pengaman jika terjadi lemparan potongan kecil atau serbuk
gergajian.

Gambar-5.21. Mesin gergaji bundar

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 68 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gergaji pita biasanya terdapat berbagai jenis ukuran dengan berbagai keperluan.
Untuk ukuran besar yang disebut juga mesin saw-mill, biasanya dipakai untuk
membelah balok-balok besar (semi gelondangan) menjadi ukuran balok-balok
konstruksi dan papan-papan penel ukuran standar konstruksi yang biasa
didapatkan di pasaran, seperti balok 8/15, 812, 6/12, 5/7, 34, atau papan panel
4/25, 3/25, 2/20 dan sebagainya dengan panjang rata-rata 4 meter. Sedangkan
Gergaji pita pada bengkel-bengkel kerja produksi, biasanya dipakai untuk
membelah material konstruksi untuk kebutuhan komponen konstruksi kayu.
Membelah lurus atau membelah bengkok atau lengkung terbatas dari material-
material konstruksi, membuat pen konstruksi, dan termasuk membelah

Gambar-5.22. Mesin gergaji pita

d. Ketam
Mesin ketam perata (Planner Machine) berfungsi untuk menghaluskan sisi
kayu setelah proses penggergajian. Mesin ketam standar bekerja dengan
menghaluskan permukaan satu demi satu sisi kayu. Hanya satu meja kerja

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 69 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

yang terdapat pisau penyerut. Pada perkembangannya mesin ini bisa


sekaligus menyerut 4 sisi kayu dan dikombinasi dengan jenis pisau lainnya.
Poros pisau terpasang horisontal dengan meja penghantar vertikal. Hasil
kerja dari mesin ini harus menjadi ukuran final yang tidak mungkin lagi
dikurangi kecuali dengan amplas. Hasil permukaan dari kerja mesin ini akan
halus, lebih halus dari mesin gergaji karena tidak akan terdapat cuttermark
sebesar gergaji

Gambar-5.23. Mesin ketam perata

Mesin thicknesser / penebal menjadi sebuah mesin lanjutan setelah proses


dari mesin planer. Pada mesin planer hanya untuk menghaluskan 2 sisi dan
membentuk sudut sisi tersebut siku 90 derajat. Thicknesser atau lebih
mudah disebut mesin ketam penebal bertugas untuk menghaluskan sisi
lainnya pada ketebalan yang diinginkan.

Gambar-5.24. Mesin ketam penebal

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 70 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Mesin moulder terdiri dari panel pengatur semua fungsi komponen yang ada
pada mesin. Mesin moulder ini terdiri 6 head atau 6 spindle, dimana 4 spindle
pada posisi horizontal dan 2 spindle dengan posisi vertical. Spindle horizontal
berfungsi sebagai pengetaman bagian atas dan bawah kayu yang diketam,
sedangkan spindle vertikal berfungsi sebagai pengetaman bagian sisi samping
kiri dan kanan

Gambar-5.25. Mesin Moulder

e. Mesin Frais / Shaper


Mesin Frais jenis ini mempunyai as poros pisaunya tegak l u r u s d a n bisa
dimiringkan. Dilengkapi dengan tudung pengaman, pengantar dan blower/
pengisap tatal kayu, hal ini berguna agar operator bisa terhindar dari terjadinya
kecelakaan. Poros pisau ini harus dijaga kelurusannya. Baut pengunci tidak
boleh terlalu ke bawah agar drat / ulir poros pisau terjaga dari kerusakan atau
aus, jika perlu dipakai ring tambahan . Sesekali antara poros pisau dengan
rumah / blok dibersihkan dengan cairan WD 40

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 71 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-5.26. Mesin Frais

Poros pisau ini harus dijaga kelurusannya. Baut pengunci tidak boleh terlalu ke
bawah agar drat / ulir poros pisau terjaga dari kerusakan atau aus, jika perlu dipakai
ring tambahan . Sesekali antara poros pisau dengan rumah / blok dibersihkan
dengan cairan WD 40.

Gambar-5.27. As / poros dengan block pisau


Pisau jenis strit dapat digunakan untuk membuat sponing dengan ukuran yang lebar
atau untuk membuat alur.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 72 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-5.30. Jenis Strit (Sponing Lurus)


Pisau jenis spindle dapat digunakan untuk membuat assesoris furnitur, seperti
profil pada bagian tepi atau untuk kebutuhan yang lain.

Gambar-5.31. Jenis Cutter Block Spindle

Pisau jenis double nose dapat digunakan untuk membuat assesoris pada furnitur
atau acitrap (hiasan / lis lantai) dan moulding berbentuk rider. Oleh karena pisau
ini agak tebal/lebar, sebaiknya digunakan rool pendorong.

Gambar-5.32. Jenis Doble Nose

Pisau jenis multi bit digunakan untuk membuat probil bertingkat atau jenis profil-LB.
Penggunaan pisau frais ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan rool
pendorong.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 73 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-5.33. Multi Bit

B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMILIH PERALATAN


LISTRIK

1. Memilih Peralatan listrik beserta perlengkapannya sesuai dengan


kebutuhan.
2. Memeriksa Kehandalan dan kelaikan peralatan listrik serta
perlengkapannya , jika ditemukan adanya kerusakan dilaporkan
kepada atasan.
3. Memilih Alat bantu yang sesuai dengan peralatan listrik.

C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MEMILIH PERALATAN


LISTRIK

Harus bersikap secara:


1. Cermat dalam memilih Peralatan listrik

2. Teliti dalam memilih Peralatan listrik

3. Disiplin dalam memilih Peralatan listrik

4. Tanggung jawab dalam memilih Peralatan listrik

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 74 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

BAB VI
MENGGUNAKAN PERALATAN LISTRIK

A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGUNAKAN PERALATAN


LISTRIK

1. Mesin Portable

a. Bor Tangan
Cara menggunakan bor listrik adalah sbb :
Setelah lubang diberi tanda, benda kerja harus diikat atau dipegang kuat-
kuat pada bangku kerja. Sepotong kayu sisa harus diletakkan di bawah
benda kerja, untuk mencegah kerusakan bangku kerja. Pilihlah ukuran yang
tepat dari mata bor dan ikatlah mata bor kedalam cengkamannya.
Hubungkan kabel listrik pada stop kontak dinding.
Letakkan pucuk mata bor ditanda bekas yang telah dibuat dengan jarum
tusuknya. Peganglah bor tangan tegak lurus pada benda kerja.
Hidupkan motor listrik dan borlah lubangnya. Jangan terlalu banyak
menggunakan tekanan, karena mata bor yang melakukan pekerjaannya.
Anda harus mengantarkan perkakasnya. Keluarkanlah mata bor dari lubang,
ketika motor masih hidup.

Gambar-6.1. Mengebor cara Horizontal

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 75 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

b. Mesin Amplas
Cara memasang kertas amplas, yaitu tariklah klem keluar dan tekan ke atas
kemudian ujung kertas gosok dimasukkan ke dalam. Tekan klem ke bawah
agar kertas gosok dijepit oleh giginya kemudian kembalikan klem ke posisi
semula.

Gambar-6.2. Jenis Mesin Amplas

Tariklah saklar dengan jari-jari telunjuk dan bila diinginkan mesin hidup
agak lama, tekanlah tombol pengunci dengan ibu jari. Letakkanlah alas pada
benda kerja dan tidak boleh ditekan waktu bekerja, karena akan
menimbulkan goresan- goresan. Dalam pengamplasan posisi tangan harus
memegang kedua pegangan pada mesin sambil menekan untuk
mendapatkan hasil merata. Gunakan masker untuk kesehatan agar supaya
debu tidak masuk pada paru-paru yang mengganggu pernapasan.
1). Cara Mengamplas :
Pengamplasan umumnya hanya dipakai untuk membuka pori-pori dari
kayu. Kadang-kadang kualitet benda kerja sangat penting terbuka.
Letakkanlah alas pada benda kerja dan tidak boleh ditekan waktu
bekerja, karena akan menimbulkan goresan- goresan.

2). Cara pengopesian sebagai berikut :

a) Pegang peralatan dengan kedua tangan.

b) Periksa peralatan , pastikan dalam keadaan baik.

c) Periksa arus listrik sesuai dengan spesifikasi peralatan terpakai.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 76 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

d) Siapkan kayu pekerjaan dan tempatkan pada posisi yang benar, diatas
bangku kerja.

e) Jalankan/hidupkan peralatan sebelum peralatan diletakkan di kayu jang


akan dikerjakan.

f) Gerakkan peralatan ampelas dengan posisi maju mundur sampai semua


permukaan terampelas semua.

g) Tekanan peralatan harus konstan supaya putaran peralatan tidak


terganggu.

h) Bekerjalah dengan mendorong usahakan searah serat kayu.

i) Peralatan ampelas tidak boleh berhenti di satu tempat.


j) Angkatlah peralatan dan matikan mesin

Gambar-6.3. Posisi Mengamplas.

k) Tidak boleh menjalankan mesin tanpa kertas gosok. Supaya tidak terjadi
kecelakaan/rusak bantalan.

Gambar-6.4. Mesin tanpa kertas gosok

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 77 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

l) Dalam pengamplasan posisi tangan harus memegang kedua pegangan


pada mesin sambil menekan untuk mendapatkan hasil merata. Gunakan
masker untuk kesehatan agar supaya debu tidak masuk pada paru-paru
yang mengganggu pernapasan.

Gambar-6.5. Pakai masker saat mengamplas

Dengan mesin amplas ban, dapat cepat menggosok permukaan kayu


dengan mengunakan kertas gosok yang kasar. Mesin ini dilengkapi dengan
kantong debu untuk menampung debu pada saat pengamplasan

Gambar-6.6. Mesin Amplas Ban.

Cara kerjanya adalah sebagai berikut :


a) Sebelum menghidupkan motor, angkatlah mesin amplas dengan kedua belah

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 78 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

tangan. Jangan menghidupkan mesin pada saat mesin berada diatas benda
kerja kerena akan terjadi lemparan diwaktu mesin dihidupkan.

Gambar-6.7. Mengangkat Mesin Amplas Ban

b) Jepitlah benda kerja antara pasak stop bangku pada bangku kerja atau
dalam ragum. Peganglah mesin dengan kedua belah tangan. Lalu hidupkan
mesin di atas benda karja. Mesin amplas harus diturunkan dalam kedudukan
sedemikian rupa, sehingga arah amplas ban yang berjalan berimpit
dengan serat kayu.

c) Usahakan supaya arah mesin amplas ban selalu sejajar dengan serat kayu.
Antarlah mesin amplas dengan kedua belah tangan anda. Gerakkan mesin
amplas maju dan mundur.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 79 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-6.10. Arah pengamplasan


d) Mesin amplas dapat dipasang terbalik pada suatu alas kaki khusus yang
menjadikannya stationer (tetap). Hal ini cocok sekali untuk pengamplasan
benda- benda kerja kecil dan pengamplasan permukaan- permukaan
lurus. Benda kerja harus selalu dipegang dengan kedua belah tangan.
Susunan stationer terutama cocok untuk pengamplasan cepat
permukaan-permukaan cembung dan cekung. Gunakan kedua belah
tangan untuk memegang benda kerja agar tidak terlempar.

Gambar-6.11. Mesin amplas dijadikan stasioner


c. Trimer ( mesin Hias ) dan Router

Mesin trimer adalah sejenis mesin router yang digunakan untuk membuat
profil, alur, sponing. Karena mempunyai bentuk kecil dan ringan, sehingga
mempermudah untuk mengerjakan benda-benda kerja yang kecil.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 80 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-6.12. Mesin Trimer

Cara pemasangan pisau dengan memasukkan / memutar mur dan cekam,


kencangkan keduanya dengan dua buah kunci pas yang arahnya berlawanan.

Gambar-6.13. Memasang Pisau Mesin Trimer

Cara Mengoperasikan Trimer :

Jagalah dasar mesin trimer terhadap kayu, letakkan benda kerja disebelah
kiri mesin hias. Mesin trimer bergerak dari kiri ke kanan operator menghadap
ke benda pekerjaan. Hidupkan mesin sebelum mesin mengenai benda kerja.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 81 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-6.14. Posisi awal Memprofil

Gunakan pengantar, jika yang akan dikerjakan profilnya lurus atau mengalur
lurus. Dengan lengkap pengantar mesin hias digunakan untuk meluruskan
terutama pinggir benda kerja. Mesin dioperasikan dengan menggunakan
pengantar lurus pada sisi (pinggir) sepotong benda kerja dengan mengatur
kedalaman yang diinginkan.

Gambar-6.15. Pengantar mesin Trimer

Mesin router digunakan untuk membuat alur terusan, Sponing, Profil dan
Panil dengan mengunakan mata pisau yang sudah ada kita tinggal
menggantinya dengan mudah.
Pengantar lurus digunakan untuk memotong langsung atau kalau diinginkan

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 82 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

pemotongan alur bundar, aturlah jarak yang diinginkan antara pisau dengan
penghantar lurus.

Gambar-6.16. Penghantar Lurus

Statis Router dapat dipasangkan dengan tujuan agar pemakaian lebih praktis
dan aman. Keuntungan model ini adalah sangat aman dalam suatu pekerjaan
dimana mata pisau keluar, sedangkan rumah atau body router berada dibawah
meja. Dengan cara dimatikan dengan sekrup dibagian bawah daun meja.
Jadi, yang digerakkan adalah benda kerjanya atau bukan mesin routernya.
Mesin ini sangat aman dan menguntungkan bagi pekerja, apabila yang kita
kerjakan itu berganda karena benda kerja berada diatas meja sehingga efektif
untuk pengerjaannya.

Gambar-6.17. Statis Router

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 83 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

d. Mesin Lamello.
Jenis dan Ukuran Lamello, yaitu Ukuran No. 0 = 45 x 15 x 4 mm digunakan
untuk laur yang dalamnya = 8 mm. Ukuran No. 10 = 55 x 19 x 4 mm
digunakan untuk laur yang dalamnya = 10 mm. Ukuran No. 20 = 63 x 24 x
4 mm digunakan untuk alur yang dalamnya = 12,5 mm.

Gambar-6.18. Mesin Lamello

Sambungan Memanjang, garis pensil benda kerja harus segaris dengan


garis tengah mesin lamello. Tangan kiri menekan ke bawah dan tangan
kanan mendorong ke depan sedikit demi sedikit sampai batas ukuran lamello
yang ditentukan

Gambar-6.19. Membuat lubang datar.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 84 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Tegak Lurus, Garis pensil benda kerja harus segaris dengan garis tengah
mesin lamello. Mesin lamello ditekan ke bawah dan dimulai dari sisi kiri
atau kanan. Posisi benda kerja seperti pada gambar di bawah ini, karena
benda kerja berfungsi sebagai pengantar. Jepitlah benda kerja pada bangku
supaya stabil dan jangan lupa memberi klos agar benda kerja tidak rusak

Gambar-6.20. MelubangTegak Lurus.

Alat Bantu terdiri dari satu set yang dapat dipasang dengan mudah
pada pengantar lamello, dengan cara pengantar dijepit dengan stabil
pada waktu memotong. Ini disesuaikan dengan ketebalan benda kerja
yang akan disambung.

Gambar-6.21. Posisi Mendatar

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 85 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Melubang Miring 45°, Lamello disamping untuk membuat lubang tegak


lurus dan horisontal bisa juga dipakai miring 45° dengan menyetel
pengantar disesuaikan dengan sudut kemiringannya, posisi dan cara
memegang seperti gambar di samping.

Gambar-6.22. Posisi Melubang Miring Sudut 45°

e. Gergaji Portable

Jenis-Jenis Mesin Gergaji Lingkaran :


(1) Gergaji Lingkaran Plafon dipakai untuk meratakan pelapisan dinding atau
plafon. Mesin ini di lengkapi dengan pengantar paralel dan pelindung
sungkup teleskopis. Ukuran potong maksimal 27 mm
(2) Gergaji Lingkaran portabel kecil digunakan untuk keperluan rumah
tangga atau sebagai perlengkapan pertukangan. Ukuran potong
maksimal 25-35 mm.
(3) Gergaji Lingkaran portabel sedang digunakan untuk keperluan rumah
tangga, atau industri kecil dengan ukuran potong maksimal. 40-60 mm.
(4) Gergaji Lingkaran portabel besar digunakan untuk keperluan industri
kecil atau untuk pemasangan perabot rumah tangga. Ukuran potong
maksimal 60-80 mm.
(5) Gergaji Lingkaran berat digunakan untuk industri kecil atau untuk
penggergajian kayu dengan ukuran potong maks 150 mm.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 86 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

(6) Gergaji potong dengan meja penjepit digunakan untuk memotong kayu,
aliminium, atau logam lunak. Posisi gergaji dapat diatur dengan sudut 0,
15, 30, dan 45°. ke kiri atau ke kanan.

Gambar-6.23. Bagian Gergaji Portable

a) Teknik pengoperasian Gergaji Tangan Listrik


(1) Memotong lurus

 Berikan tanda pada benda kerja yang akan dipotong , letakkan


pada posisi aman di atas bangku kerja

 Usahakan permukaan benda kerja yang rata menempel pada


bangku kerja

 Atur kedudukan daun gergaji, usahakan maksimum 5 mm, dibawah


permukaan benda kerja yang terpotong dengan cara dinaikkan
atau diturunkan

 Letakkan alas bagian depan gergaji bundar listrik usahakan daun


gergaji tidak mengenai kayu pekerjaan dan jalankan mesin.

 Tunggu sampai putaran stabil dan peralatan arahklan ke depan.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 87 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-6.24. Memotong Tanpa Pengantar

Untuk mendapat hasil yang lurus dan baik, pergunakanlah kayu sebagai
pengantar yang diklem terhadap benda kerja dengan kuat seperti gambar.

Gambar-6.25. Memotong Dengan Pengantar

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 88 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

(2) Memotong Serong


Untuk memotong serong sama dengan memotong siku yang berbeda pada
letak peralatan terhadap kayu pekerjaan yaitu menyerong dan tudung
pengaman harus ditarik.
 Atur kedudukan daun gergaji terhadap kayu pekerjaan sehingga
menembus maksimum 5 mm dibawah permukaan kayu yang
terpotong

 Pasanglah lat kayu atau busur yang besar ( sudut bisa bisa langsung
disesuaikan) sebagai penghantar dan aturlah sehingga daun gergaji
tepat pada lukisan dan sejajar dengan garis lukisan.

 Letakkan alas bagian depan gergaji bundar listrik usahakan daun


gergaji tidak mengenai kayu pekerjaan dan jalankan mesin.

 Tarik tudung pengaman bawah sehingga bebas, dengan cara :


menarik tudung pengaman dengan ibu jari.

 Dorong peralatan dengan sisi alas sebelah kiri menempel lat kayu
(penghantar), sampai pemotongan selesai dan matikan mesin.

(3) Membelah

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membelah kayu diantaranya sbb :

a. Letakkan benda kerja yang akan dibelah secara permanen

b. Pasang penghantar / usahakan sepanjang bangku

c. Siapkan baji untuk mengganjal bagian kayu yang terbelah

d. Pada posisi membelah gergaji dapat dimodifikasikan/dipasang


permanen di bangku kerja.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 89 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-6.26. Membelah dengan pengantar

(4) Membuat Alur

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat alur diantaranya


sbb. :

 Penghantar permanen harus disiapkan

 Lukis kayu yang akan dibuat alur

 Lebar alur ditentukan oleh tebal iris daun gergaji

 Kedalaman alur juga ditentukan oleh diameter daun gergaji

 Pekerjaan pembuatan alur bisa juga dengan memodifikasi peralatan


gergaji bundar yang diletakkan secara permanen di bangku kerja.

Gambar-6.27. Membuat Alur

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 90 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gergaji Jig (Jig Saw)


Mesin gergaji jig sangat bervariasi kegunaannya antara lain : untuk
memotong, membelah, membuat lengkungan, potong miring, memotong
bevel dan membuat lingkaran.

Gambar-6.28. Jigsaw
Memotong pakai pengantar harus didorong ke muka bersamaan dengan
gergajinya supaya hasilnya sejajar dan lurus

Gambar-6.29. Memotong tanpa pengantar/ bantuan garis

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 91 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-6.30. Memotong dengan Pengantar

Cara memotong miring dapat dilakukan dengan menyetel kaki alas gergaji jig
sesuai dengan kemiringan yang dikehendaki. Benda kerja diklem pada bangku
kerja supaya stabil, sedangkan posisi tangan kiri menekan mesin ke bawah dan
tangan kanan mendorong.

Gambar-6.31. Memotong Miring

Memotong lengkungan harus diperhatikan ketebalan dari pada benda kerja.


Karena mempengaruhi jangkauan mata gergaji.

Gambar-6.32. Memotong Lengkung dengan bantuan Garis

Memotong lingkaran yang diinginkan pada benda kerja dan klem. Atur
pengantar hingga R sama dengan jarak antara daun gergaji kepada pusat
lingkaran. Kerjakanlah memotong garis lingkaran yang dimulai dari lubang
start yang dibor. Pasanglah baji agar daun gergaji jangan terjepit.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 92 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-6.33. Memotong Bulat dengan bantuan Mistar Pengantar

Memotong lubang tanpa menggunakan bor hanya dapat dilaksanakan pada


kayu yang lunak. Gergaji jig dimiringkan ke depan kemudian perlahan-lahan
ditarik sesuai dengan arah panah hingga gergaji tegak lurus terhadap benda
kerja kemudian kerjakanlah dengan normal (biasa).

Gambar-6.34. Memotong Lubang Buntu

g. Ketam
Disamping mengetam pada permukaan kayu, mesin ini dapat
mengetam miring dengan menyetel pengantar sesuai dengan
kemiringan yang diinginkan seperti yang terlihat pada gambar di
samping. Bukalah terlebih dahulu ketiga sekrup dengan kunci
El (L) supaya pisou ketam dapat dibuka. Piringan klem bersama-sama
keluar dengan blok pisau. Bukalan baut blok pisau dengan hati-hati
untuk mengeluarkan pisou atau menyetel pisau dari blok. Untuk

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 93 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

menentukan tingggi pisau sama dengan Plat belakang dapat distel


dengan obeng dan kayu yang lurus. Periksalah selalu apakah
baut-bautnya sudah kokoh atau belum. Benda kerja harus selalu
dipegang dengan kedua belah tangan.

Gambar-6.35. Awal pengetaman


Mesin ketam bisa dibuat menjadi stationer dengan alat bantu yang dibentuk
sesuai dengan bentuk mesin ketam dan diletakkan terbalik. Diklem terhadap
bangku kerja agar kedudukan kuat. Cara mengetam dengan dua buah tangan
dan didorong secara merata.

Gambar-6.36. Ketam portable jadi stasioner

2. Mesin Stasiner

a. Mesin bor

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 94 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Mesin bor digunakan untuk melubangi / mengambil mata kayu, untuk


ditambal dengan kayu yang sejenis atau dipilih warna dan serat yang
sejenis dengan kayu yang ditambal.

Gambar - 6.37. Mesin Bor Duduk

Membuat Lubang Bulat Tembus atau Buntu, Langkah-langkah yang harus


dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Pasang mata bor pada tempatnya dan kemudian kunci.
2) Siapkan kayu pekerjaan dengan pusat lubang yang telah dibuat.
3) Letakkan kayu pekerjaan pada meja mesin dan kencangkan klem
pemegang kayu pekerjaan.
4) Atur kedudukan mata bor dengan kayu pekerjaan.
5) Stel dalamnya pengeboran sampai dengan ujung mata bor.
6) Bila lubang yang akan dibuat tembus, maka pasang papan kayu sebagai
alas agar mata bor tidak mengenai meja dan kayu pekerjaan tidak rusak.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 95 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar -6.38. Mesin Bor tekan

Membuat Lubang Persegi, Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah


sebagai berikut :
1) Siapkan kayu pekerjaan dan lukis sesuai pengeboran.
2) Pasang rangka pemegang pahat pada tempatnya.
3) Pasang pahatnya pada rangka bersama mata bor dengan diberi
kebebasan bagian bawah 8 mm rangka dengan pahatnya dan
kencangkan sedikit agar tidak jatuh.
4) Masukan mata bor sesuai dengan pahatnya.
5) Buka sekrup pemegang pahat dan naikkan pahatnya hingga rapat pada
rangka pemegangnya, kemudian kencangkan kembali pada kedudukkan
pahat sejajar dengan pengamat.
6) Pasang kayu pekerjaan pada mesin.
7) Atur batang penentu dalamnya pemakanan sesuai dengan kebutuhan.
8) Juga penentu gerakkan meja ke samping kiri dan ke kanan.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 96 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

9) Jalankan mesin, dahulukan pemotongan dada lubang, baik dada sebelah


kiri maupun dada sebelah kanan.
10) Kerjakan pembuatan lubang sampai selesai.
11) Matikan mesin bila telah selesai.

b. Mesin amplas

Mesin amplas digunakan dalam pekerjaan finishing, karena dengan mesin ini
permukaan kayu dapat digosok dan diamplas dengan baik. Mesin amplas sisi
digunakan untuk menggosok kayu pada bagian sisi / tepi bidang kayu agar
didapatkan hasil kayu yang bersih licin dan rata.

Gambar -6.39. Mesin amplas sisi Roll Sander / Belt Sander

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 97 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar -6.40. Mengamplas Sisi / Tepi Kayu

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

a) Siapkan kayu yang akan diamplas


b) Pasang tabung amplas pada mesin bor dan dipegang oleh chucknya.
c) Pasang meja pembantu pada meja, mesin pembantu diberi lubang
sebesar bulatan tabung dengan kebebasan  5 mm.
d) Atur posisi tabung amplas masuk sebagian pada lubang meja pembantu
sesuai kebutuhan.
e) Jalankan mesin, letakkan kayu pekerjaan di atas meja pembantu.
f) Gerakkan kayu pekerjaan menuju tabung amplas yang sedang berputar
dan berlawanan dengan putaran tabung.
g) Untuk mengamplas yang berbentuk lengkungan, buat dulu malnya.
Bagian bawah tabung dipasang cincin sebagai pengantar sebesar tabung,
kemudian kayu pekerjaan disatukan dengan acuan dan acuan tersebut
menyentuh cincin.
Untuk menghaluskan bidang permukaan yang lebar dapat digunakan Mesin
Wide Belt Sander (WBS)

Gambar -6.41. Mesin Wide Belt Sander (WBS)

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 98 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar -6.42. Arah Pengamplasan Mesin WBS

c. Mesin gergaji
Mesin gergaji berlengan tergolong mesin stationer yang digunakan untuk
memotong benda kerja tegak lurus dan miring 0°-45°
Cara kerja pada mesin gergaji berlengan adalah :
1) Benda kerja diletakkan diatas meja menempel penuh pada penghantar
2) Mesin dijalankan kemudian ditarik sambil benda kerja di tekan atau di
jepit. Saat bekerja konsentrasi harus dipusatkan pada benda kerja
Mesin gergaji berlengan dapat dipakai untuk membuat Purus / Pen dengan
cara :
1) Siapkan benda kerja yang sudah dilukis untuk dipotong
2) Pasang daun gergaji dado head apabila purus yang akan dibuat cukup
panjang,
3) Stel lengan pada kedudukan yang sesuai dengan dada purus yang akan
dipotong,
4) Stel daun gergaji pada posisi tegak-lurus dengan meja kerja, hal ini akan
menentukan tegak-lurusnya dada purus/pen yang akan dibuat,
5) Atur kedalaman daun gergaji sesuai dengan kedalaman dada purus,
6) Atur tudung pengaman ± 6 mm diatas permukaan benda kerja,

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 99 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

7) Letakkan kayu pekerjaan dengan posisi tebal menempel rapat pada


penghantar dan lebar kayu menempel rapat pada meja,
8) Pegang kayu pekerjaan dengan tangan kiri sementara tangan kanan menarik
gergaji untuk melakukan pemotongan dengan teratur,
9) Pemotongan pertama tepat pada dada purus / pen, selanjutnya kayu digeser
hinggá pekerjaan ini selesai,
10) Apabila posisi purus yang akan dibuat tepat ditengah-tengah penampang
kayu, maka ukuran kedalaman dada kanan-kiri purus tidak perlu dirobah,
11) Balik kayu benda kerja pada posisi 180° selanjutnya dari ujung kayu tersebut
dilakukan pemotongan kedua dan bergeser sampai tepat segaris pada dada
purus yang telah dilakukan pemotongan pertama.
12) Bila pemotongan telah selesai, kembalikan daun gergaji pada sisi semula dan
kuncikan joke.
13) Apabila purus dibuat banyak dalam ukuran yang sama, maka perlu dipasang
kayu penahan (stop blok) pada satu sisi ujungnya.

Gambar-6.43. Mesin gergaji berlengan

Keselamatan kerja menggunakan Mesin gergaji berlengan, antara lain :

1) Bila daun gergaji tidak tertutup atau tidak memakai tudung pengaman,
ingatlah bahwa tangan harus selalu jauh dan daun gergaji yang sedang
berputar.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 100 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

2) Untuk memotong kayu pergunakanlah daun gergaji pemotong yang


tajam.

3) Sisi kayu yang lurus harus menempel pada pengantar.

4) Jika kayu lengkung akan dipotong, letakkan sisi cekungnya pada meja
atau menempel pada pengantar.

5) Aturlah gergaji sedemikian rupa/tidak terlalu dalam, sehingga jangan


sampai memotong meja.

6) Gunakanlah bangku rol penahan yang sama tinggi dengan kedudukan


meja, jika kayu yang dipotong melebihi meja

7) Kalau dibantu memotong kayu yang panjang itu, orang tersebut


memegang kayu harus rata meja

8) Jika berdirinya sebelah kiri daun gergaji, peganglah kayu dengan tangan
kiri dan menarik daun gergaji dengan tangan kanan.

9) Jika berdirinya di sebelah kanan daun gergaji, peganglah kayu dengan


tangan kanan dan menarik gergaji dengan tangan kiri.

10) Jika memotong kayu yang harus sama panjang dan banyak, peganglah
bagian kayu yang letaknya antara daun gergaji dan kayu batas (stop
blok).

11) Jika bekerjanya memakai seorang pembantu, maka pembantu tidak


boleh memutar sakelar (menjalankan atau mematikan mesin).

12) Menarik gergaji dalam operasi harus perlahan-lahan, harus dapat


dirasakan bahwa gergaji itu betul-betul memotong kayu dengan
gerakan yang merata, menarik gergaji terlalu cepat kemungkinan besar
daun gergaji terjepit dan menimbulkan kecelakaan manusia atau motor
mesin.

13) Setelah melakukan operasi, kedudukan gergaji didorong ke ujung


belakang dan dikunci kemudian mesin dimatikan.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 101 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

14) Pikiran harus selalu dicurahkan pada pekerjaan dan hati-hatilah dalam
mempergunakan mesin.

15) Lantai sekeliling mesin gergaji harus bersih dari potongan-potongan


kayu kecil dan kotoran.

16) Janganlah mendekat orang yang sedang bekerja terutama dari


belakang (bisa kaget) atau mengganggunya.

Mesin gergaji bermeja digunakan untuk membelah dan memotong benda


kerja yang dilengkapi dengan meja dorong diatasnya dan digunakan sebagai
hantaran pemotongan. Penghantar belah dapat diatur sesuai lebar yang
dikehendaki, sedangkan tudung pengaman disetel ½ -1 cm diatas benda
kerja sebagai pengaman jika terjadi lemparan potongan kecil atau serbuk
gergajian.

Gambar-6.44. Mesin gergaji bundar

1) Membelah Kayu, Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah


sebagai berikut :

a) Atur tinggi daun gergaji lebih kurang 3 mm di atas permukaan kayu


pekerjaan.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 102 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

b) Pasang tudung pengaman dan pisau belah, tudung pengaman diatur dan
berjarak  5 mm di atas kayu pekerjaan.
c) Pasang anti tendangan balik atau papan pegas bila kayu yang dibelah itu
kecil.
d) Atur pengantar di mana jarak antara gigi-giri yang condong ke arah
pengantar merupakan lebar pembelah.

Gambar-6.45 Membelah Kayu dengan tongkat pendorong

Gambar-6.46. Membelah Kayu dengan Pendorong datar

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 103 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Mengiris Kayu, Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :


a) Siapkan kayu pekerjaan.
b) Ukur besar kayu yang akan diiris, yaitu sama dengan jarak gigi yang
membuka ke pengantar dengan pengantar itu sendiri.
c) Atur tinggi daun gergaji, sesuai dengan irisan yang dikehendaki.
d) Hidupkan mesin, letakkan kayu pekerjaan, sisi tebal menempel pada meja,
sisi lebar merapat pada pengantar.
e) Dorong ke depan kayu pekerjaan pelan-pelan sampai selesai.

Gambar-6.47. Mengiris Kayu dengan Pengantar siku

Gambar-6.48. Mengiris Kayu dengan pengantar samping

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 104 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Membuat Sponing, Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai


berikut :
a) Siapkan kayu pekerjaan dengan lukisan sponing pada kepala kayu.
b) Pasang daun gergaji pembelah.
c) Kerjakan lebih dulu pemotongan ke arah tebal.
d) Atur pengantar terhadap gigi gergaji sesuai lukisan pada kepala kayu.
e) Jalankan mesin, kerjakan penggergajian ke arah tebal.
f) Matikan mesin.
g) Stel penggergajian ke arah lebar sponing dengan yang sama seperti
penggergajian ke arah tebal.
h) Jalankan mesin, coba dulu, bila telah sesuai kerjakan. Dorong ke muka
sampai pembuatan sponing selesai kemudian ambil potongan sponing agar
tidak mengganggu pekerjaan yang lain.

Gambar-6.49. Membuat Sponing

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 105 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-6.50. Proses Membuat Sponing

Membuat Purus, Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :


a) Siapkan kayu pekerjaan dan lukisan purus yang akan dibuat.
b) Pasang daun gergaji pemotong dan stel tegak lurus terhadap meja.
c) Stel panjang purus yang dikehendaki dengan cara yang sama seperti
membuat sponing.
d) Atur tingginya daun gergaji sama dengan dalamnya dada purus yang dibuat.
e) Atur pengantar pemotongan tegak lurus pengantar pembelah dan daun
gergaji.
f) Jalankan mesin dan potonglah dada purus, ujung kayu rapat pengantar
pembelah.
g) Matikan mesin, ganti daun gergaji dengan daun gergaji pembelah.
h) Stel pengantar pembelah terhadap gigi gergaji, bagian purus berada antara
pengantar dan daun gergaji.
i) Letakkan kayu tegak lurus di atas meja dengan ujung yang akan dibuat
purus rapat pada meja.
j) Atur tinggi gergaji setinggi purus yang akan dibuat, jalankan mesin.
k) Doronglah kayu dengan posisi berdiri untuk membentuk pipi purus 1.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 106 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

l) Apabila purus ditengah-tengah, tinggal membalik untuk membentuk pipi


yang ke 2. Jika purus tidak di tengah atur kembali pengantar untuk pipi yang
kedua.

Gambar-6.51. Membelah purus/pen

Gambar-6.52. Memotong purus/pen

Membuat Alur, Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :


a) Siapkan kayu pekerjaan dan lukis bentuk alur yang akan dibuat pada kepala
kayu.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 107 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

b) Pasang daun gergaji dado pada mesin, bila cukup selebar alur yang akan
dibuat.
c) Periksa kedudukan daun gergaji terhadap pengantar dan terhadap meja.
d) Sesuaikan lukisan pada kepala kayu dengan daun gergaji dan tekan terhadap
meja.
e) Stel pengantar pembelah sehingga menempel pada sisi kayu pekerjaan.
f) Naikkan atau turunkan daun gergaji sehingga sama dengan dalamnya alur
yang dikehendaki.
g) Jalankan mesin, doronglah kayu pekerjaan dengan dorongan yang cukup,
rata sampai alur yang dikehendaki selesai.
h) Matikan mesin bila pekerjaan telah selesai.

Gambar-6.53. Membuat Alur

Membuat Cekung, Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai


berikut :
a) Siapkan kayu pekerjaan dan lukis bentuk cekung yang akan dibuat pada
ujung kayu.
b) Buat acuan untuk menentukan miringnya penghantar.
c) Daun gergaji dinaikkan atau diturunkan, dalamnya sama dengan dalamnya
cowakan, diukur dari permukaan meja mesin.
d) Acuan disimpan di atas meja mengelilingi daun gergaji, sehingga sisi muka
dan belakang gigi gergaji menyentuh acuan.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 108 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

e) Buat garis dengan pensil pada meja mesin bagian dalam acuan sebagai
mistar untuk miringnya pengantar.
f) Ukur dari garis pensil tadi keluar sama dengan sisi kayu, muka belakang
dipasang pengantar.
g) Turunkan daun gergaji,hinga tinggal keluar 2-3 mm dari meja mesin.
h) Jalankan mesin, buat pemotongan pertama.
i) Naikkan daun gergaji antar 2-3 mm untuk pemotongan kedua.
j) Lakukan seperti ini sampai cowakan selesai.

Gambar-6.54 . Membuat Lengkung / Cekung

Membuat Tirus, Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebgai berikut :


a) Sebelumnya kayu pekerjaan dipotong panjang bersih.
b) Siapkan kayu pekerjaan dan lukislah bentuk tirus.
c) Buat acuan/mal tirus.
d) Pengantar pembelah diatur, sehingga jarak dari gigi gergaji yang menuju
pengantar sama dengan lebar acuan ditambah lebar tirus terbesar yang akan
dibuat.
e) Atur daun gergaji, sehingga menonjol beberapa mili (5 mm) dari kayu
pekerjaan.
f) Jalankan mesin, siapkan kayu pekerjaan pada kayu acuan tangga pertama
dan dorong ke muka sampai selesai tirus pertama.
g) Simpan kayu pada acuan tangga tangga kedua untuk tirus kedua dorong ke
muka sampai selesai.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 109 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

h) Tangga acuan dibuat sebelah muka, sehingga kita hanya mendorong kayu
pekerjan saja.

Gambar-6.55. Membuat Tirus

Keselamatan kerja menggunakan Mesin gergaji bundar.

1) Jika mengganti daun gergaji, matikanlah schakelar utama.

2) Pergunakanlah daun gergaji pembelah untuk membelah kayu atau untuk


memotong kayu pergunakanlah daun gergaji pemotong.

3) Sisi kayu yang lurus harus menempel pengantar pembelah, atau pada
pengantar pemotong yang terbuat dan kayu lurus.

4) Periksalah apakah kedudukan pengantar pembelah telah baik dan dikunci


sebelum mengadakan pembelahari.

5) Tinggi gigi gergaji dan kayu yang akan dibelah tidak boleh lebih dan 1/8
” (± 3 mm).

6) Pemotongan kayu melengkung, letakkan sisi cekung pada meja.

7) Gunakanlah tongkat pendorong jika membelah kayu kecil dari 7,5 cm

8) Jika daun gergaji panas saat membelah dan mulai goyang berputarnya
kayu harus segera diangkat. Mesin jangan dimatikan, biarkan daun

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 110 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

gergaji berputar terus sehingga daun gergaji dingin dan kembali ke


posisi semula.

9) Pembantu hanya sekedar memegang kayu dan tidak boleh mearik kayu
yang sedang dibelah.

10) Tudung pengaman dan pisau belah harus selalu terpasang

11) Jangan memggunakan pengantar belah sebagai stop blok untuk batas
panjang apabila akan memotong kayu untuk panjang tertentu.

12) Jangan menggergaji sebelum daun gergaji berputar dengan kecepatan


yang normal.

Mesin Gergaji Pita, Meja dapat di miringkan 0 0- 450 dengan cara :

1) Buka pengunci daun meja

2) Lepas klos kayu antar pita gergaji


3) Angkat meja bagian ujung, melihat skala kemiringan meja gergaji
4) Tutup pengunci meja
5) Pasang klos kayu antar pita gergaji, gergaji siap digunakan.

Gambar-6.56. Mesin Gergaji Pita

Dalam pengerjaan pemotongan dengan mesin gergaji pita dapat menggunakan

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 111 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

penghantar potong. Penghantar potong dapat digunakan :

2) Memotong tegak lurus

3) Memotong miring dari 0 0- 450

Gambar-6.57. Penghantar/ Perlengkapan Mesin Gergaji Pita

Karet bantalan gergaji pada roda harus terpasang dengan baik, karena berguna
sebagai pengaman daun agar tidak bersentuhan dengan roda yang terbuat dari
baja.

Gambar-6.58. Karet bantalan Mesin Gergaji Pita

Mesin gergaji pita adalah mesin yang menggunakan pisau berbentuk pita, bila
digunakan mudah bergeser, untuk itu perlu hantaran agar posisi tetap pada dudukan
semula. Rol antara merupakan hantaran yang mengatur posisi dari samping dan
belakang. Penyetelannya 0,5 – 1½ mm dari gergaji.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 112 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-6.59. Rol Penghantar Gergaji Pita Atas dan Bawah


Rol pengantar gergaji pita ini dilengkapi dengan peluru untuk melancarkan
hantaran papan yang sedang dikerjakan, juga berfungsi sebagai perpanjangan meja
shingga papan yang lebih panjang dari daun meja dapat dihantarkan hingga
pemotongan sampai ujung batang. Untuk membelah benda kerja yang tipis dengan
bentuk lengkung atau tidak beraturan, terkadang tidak memerlukan pengantar.

Gambar-6.60. Posisi Membelah Tipis

Tetapi, untuk membelah lurus atau membelah benda kerja yang tebal haruslah
menggunakan pengantar dan alat bantu penopang jika yang dibelah berukuran tipis.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 113 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-6.61. Posisi Membelah Tebal dengan Penghantar

Keselamatan kerja menggunakan Mesin gergaji Pita, antara lain :

1) Periksalah penyetelan daun gergaji dan lihatlah penyetelan meja betul


betul siku terhadap daun gergaji.

2) Jagalah agar jarak antara roda pengantar terhadap permukaan kayu


pekerjaan besarnya ± 1/4”.

3) Gunakanlah daun gergaji yang tajam. Daun gergaji harus dibuka dengan
sama besar.

4) Jika menarik kembali kayu pekerjaan, hanya diperbolehkan jika


penggergajian itu pendek dan lurus.

5) Peliharalah agar lantai dan meja mesin bebas dani perkakas dan
potongan-potongan kayu bekas.

6) Gunakanlah ukuran daun gergaji yang sesuai dengan bentuk dan


macamn ya pekerjaan.

7) Jika sewaktu daun gergaji berputar, kemudian terdengar suara klik-klik,


matikanlah mesin kemungkinan besar daun gergaji mulai retak dan akan
putus.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 114 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

8) Apabila daun gergaji putus, maka cepat-cepat matikan mesin. Janganlah


mengambil daun gergaji yang putus itu, sebelum roda atas dan bawah
berhenti.

9) Jangan mulai menggergaji sebelum daun gergaji berputar dengan


kecepatan yang tetap.

d. Mesin Ketam
Ketam perata digunakan untuk mengetam permukaan kayu, dengan cara :

1) Letakkan papan pada posisi seperti gambar, bagian yang cekung


dimakankan dulu dengan kecepatan dorong yang sesuai.

2) Lakukan beberapa kali pemakanan sampai pada bagian yang


cekung menjadi rata.
3) Perlu diperhatikan di dalam pemakanan jangan terlalu tebal sehingga
papan tidak terlalu berat pada saat didorong.

Gambar-6.62. Cara Mengetam Papan Lebar

Mengetam papan pendek, Perlu diperhatikan keselamatan kerja pada


saat mengetam, apabila papan/benda kerja yang akan diketam pendek
sekali, harus digunakan alat bantu untuk mendorong benda kerja.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 115 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-6.63. Cara Mengetam Papan Pendek

Mengetam sisi papan perlu diperhatikan tentang kesikuan antara muka I


dan II, sehingga pada saat mendorong benda kerja muka I harus segaris
dengan penghantar siku serta tudung pengaman pisau harus menempel
pada benda kerja

Gambar-6.64. Cara Mengetam Sisi Papan

Keselamatan kerja menggunakan Mesin ketam perata, antara lain :

1) Matikanlah schakelar utama, jika hendak mengatur atau menyetel mata


ketam.

2) Pergunakanlah selalu tudung pengaman.

3) Ingatlah bahwa tangan harus selalu berada di atas tudung pengaman.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 116 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

4) Tekanlah kayu dengan penuh hati-hati pada meja dan pengantar.

5) Pergunakanlah kayu pendorong jika mengetam kayu tipis, dan


pergunakan tongkat pendorong bilamana kayu kecil.

6) Pergunakanlah pisau-pisau ketam yang tajam, dan biarkan mesin


berputar pada kecepatan yang penuh, sebelum mulai mengetam.

7) Bila kayu ditekankan kepada pengantar, ingatlah kedudukan tangan


selalu jauh dari putaran sumbu ketam.

8) Pikiran dan penglihatan harus selalu tertuju pada pekeiaan.

9) Jangan mengetam kayu yang panjangnya kurang dari 20 cm.

10) Jangan mengetam kayu lebar dengan dalamnya pengetaman lebih dan
1/16 ” (1/2 mm).

11) Gunakan Pelindung Pisau Ketam Perata saat mengetam

Gambar-6.65. Pelindung Pisau Ketam Perata

Mesin ketam penebal ini dapat berfungsi untuk :


• Mengetam siku sisi ke III dan sisi ke IV
• Mengetam segi 6, 8 dst.
• Mengetam miring sesuai dengan alat bantunya.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 117 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-6.66. Mesin Ketam Penebal (Thicknesser)

Sabuk penghantar / belt harus selalu dalam kondisi tegang / kencang dan dijaga
kebersihannya dari debu serbuk kayu. Karena sabuk ini berguna sebagai pulli pemutar
block bergigi dan cutter block

Gambar-6.67. Sabuk Penghantar Tenaga Mesin

Secara periodik perlu diadakan pengecekan kekencangan mur baut komponen-


komponen/bagian mesin ketam dan diberi minyak pelumas.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 118 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-6.68. Komponen Mesin Ketam Penebal

Pada saat mengetam balok kecil-kecil diusahakan pada permukaan meja digunakan
semua sehingga tekanan dari pisau merata.

Gambar-6.69. Mengetam Balok-balok kecil

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

a) Siapkan kayu pekerjaan


b) Ukurlah tebal kayu pekerjaan yang paling tebal.
c) Atur naik / turun meja sama tebal kayu yang paling tebal dikurangi 4 mm untuk
pemakanan pisau ketam.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 119 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

d) Jalankan mesin dan mulai menjalankan motor penggerak setelah motor yang
memutarkan pisau mencapai putaran penuh.
e) Periksa arah serat kayu harus searah dengan putaran pisau sehingga
menghasilkan pengetaman yang baik.
f) Perhatikan kalau ada benda yang keras seperti paku pada kayu pekerjaan yang
mungkin mengganggu pengetaman.
g) Letakkan bidang kayu yang sudah rata dan lurus pada meja mesin dan doronglah
dengan dorongan yang cukup teratur dan lurus sampai berjalan sendiri ditarik
oleh rol penarik.
h) Ulangi pengetaman ini sampai selesai. Tiap menaikkan meja maksimal 4 mm.
i) Matikan mesin apabila telah selesai.

Mengetam Kayu Tipis, dengan cara sebagai berikut :


a) Siapkan kayu pekerjaan, minimal tipisnya 5 mm.
b) Siapkan kayu pembantu, seperti plywood sebagai alas dengan tebal tertentu
c) Mengatur mesin, yaitu sama dengan tebal papan yang akan diketam
ditambah alas dikurangi tebal pengetaman.
d) Jalankan mesin, letakkan kayu pekerjaan diatas papan alas pada meja,
dorong pelan-pelan hingga ditarik oleh rol penggerak.

Gambar-6.70. Mengetam Kayu Tipis

e) Naikkan meja sesuai dengan makannya pengetaman, makannya


pengetaman antara 0,5 – 1,5 mm.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 120 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

f) Letakkan lagi kayu pekerjaan dan alas pada meja, dorong pelan-pelan
hingga ditarik oleh rol penggerak.
g) Ulangi pengetaman sampai selesai sesuai ukuran yang dikehendaki.

e. Mesin Frais / Shaper


Mesin Frais jenis ini mempunyai as poros pisaunya tegak l u r u s d a n bisa
dimiringkan. Dilengkapi dengan tudung pengaman, pengantar dan blower/
pengisap tatal kayu, hal ini berguna agar operator bisa terhindar dari terjadinya
kecelakaan.
Tinggi kemunculan mata pisau dengan bodi/blok pisau diatur ketinggian maksimal
yang diinginkan 1,1 mm sehingga keselamatan kerja bisa terjamin.

Gambar-6.71. Tinggi Mata Molding terhadap Cutter Block

Alat-alat bantu untuk mesin Frais / Spinde Moulder ini dapat digunakan sesuai
dengan kebutuhan atau bentuk benda kerja yang akan dikerjakan.

Gambar-6.72. Alat pengontrol /Pengatur Tinggi dan Ketebalan Mata Spindle

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 121 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Dengan tudung pengaman yang dipasangkan ini operator bisa mencegah


terjadinya kecelakaan pada tangan.

Gambar-6.73. Penghantar Konvensional

Pengoperasian Mesin pembentuk :


1) Mengetam Lurus Sisi Tebal Kayu

Dalamnya pengetaman

Gambar-6.74. Mengetam Lurus Sisi Tebal Kayu

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

a) Siapkan kayu pekerjaan yang akan diketam.

b) Pasang pisau lepas bersama cutter headnya pada sumbu, diusahan pisau
berputar ke muka.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 122 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

c) Naikkan pisau hingga sisi bawah pisau sedikit di bawah permukaan meja
( 1 mm).
d) Atur pengantar belakang rata dengan putaran pisau.
e) Atur pengantar depan lebih ke belakang untuk kedalaman pemakanan dari
perputaran pisau.
f) Atur sakelar sehingga akan memutar pisau ke arah dengan arah pisau.
g) Hidupkan mesin, kerjakan seperti mengetam dengan mesin ketam perata, di
mana pengantar dianggap meja.

Membuat Alur, Sponing, Lidah dan Profil pada bidang Kayu yang Lurus,
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

Gambar-6.75. Membuat Sponing, Alur, Lidah dan Profil

a) Siapkan kayu pekerjaan yang telah dilukis bentuk pemotongan yang akan
dibuat pada kepala kayu.
b) Pasang pisau sesuai dengan keperluan pada sumbu.
c) Naikkan pisau atau sumbunya hingga pisau keluar dari permukaan meja.
Sedapat mungkin buatlah pemotongan di sebelah bawah kayu agar tidak
rusak serta lebih aman.
d) Atur pengantar muka dan belakang satu garis lurus dan mundur dari
lingkaran pemotongan pisau sesuai dengan lukisan pada kepala kayu.
e) Stel tudung pengaman, batang penekan samping dan atas.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 123 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

f) Hidupkan mesin, doronglah kayu dari arah yang berlawanan arah putaran
pisau yang merata serta tidak boleh berhenti.

Membuat Profil atau Sponing pada Sisi Tebal Kayu yang Lengkung, Langkah-
langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

Gambar-6.76. Membuat Profil pada Sisi Tebal Kayu yang Lengkung

a) Siapkan kayu pekerjaan yang telah dilukis bentuk sponing atau bentuk profil
pada kepala kayu yang telah diketam rata dan lurus.
b) Keluarkan pengantar seluruhnya dari meja.
c) Pasang pisau yang sesuai pada sumbunya serta cincin penguat di atas pisau.
d) Naikkan atau turunkan pisau hingga keluar dari permukaan meja sama
dengan lebarnya pemotongan yang dikehendaki.
e) Pasang tudung pengaman di atas pisau.
f) Pasang starting pin yang terdapat di meja mesin di muka pisau terdekat
untuk pengantar pendahulu.
g) Hidupkan mesin, sisi tebal kayu tekankan pada starting pin dan kemudian
gerakkan kayu pekerjaan yang berlawanan dengan putaran sumbu mesin.
h) Hati-hati pada akhir pemotongan kayu hanya ditahan oleh cincin yang
menentukan dalamnya pemakanan. Gerakkan kayu pekerjaan keluar ke arah
berlawanan dengan putaran pisau shaper.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 124 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Membuat Dada Purus (Cope Cut), pekerjaan ini hanya dapat dilakukan pada
mesin shaper yang pada mejanya mempunyai alur yang dilengkapi dengan
pengantar dorong.

Gambar-6.77. Membuat Dada Purus

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

a) Siapkan kayu pekerjaan yang telah dibuat purusnya.


b) Pasang cope cutter khusus pada stub spindle top yang sesuai dengan bentuk
profil pada tiang pintu atau tiang jendela.
c) Pasang kayu di atas pengantar sorong, sehingga pipi purus rata di sebelah
kanan.
d) Pasang kayu penahan pada pengantar sorong.
e) Atur pemakanan pisau sehingga bagian atas tepat pada pipi purus bagian
bawah.
f) Atur kayu pekerjaan ke kiri atau ke kanan, digeser untuk mendapatkan dalam
cowakan dan klem pada pengantar sorong.
g) Stel pengantar purus muka dan belakang segaris dan mengenai ujung dada
purus yang akan dibentuk.
h) Hidupkan mesin, dorong kayu pekerjaan menuju pisau bersama-sama
pengantar dorong.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 125 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Membuat Bossing, Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai


berikut :
a) Dengan menggunakan pengantar lurus dan pisau jenis solid cutter.
b) Pengerjaannya seperti proses membuat profil.
c) Dengan menggunakan pengantar dorong dan pisaunya jenis Z knife.
d) Pengerjaannya sama seperti proses membentuk dada purus.
e) Kayu diletakkan di atas pengantar didorong dan diberi alas miring.

f. Mesin Bubut

Gambar-6.78. Mesin Bubut Kayu

Keselamatan kerja menggunakan Mesin bubut kayu.

1) Pahat-pahat bubut diusahakan selalu tajam dan bentuk mata pahatnya


beraturan.

2) Ketika memasang kayu antara kedua senter, buatlah ketentuan bahwa


senter hidup memegang kayu, senter mati berputar bebas dan sumbu
kepala lepas dikunci pada kedudukannya.

3) Kepala tetap dalam pemeliharaan yang semestinya.

4) Putaran mesin bubut pada kecepatan yang sebanding dengan ukuran


kayu pekerjaan dan bentuk potongan yang dibuat.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 126 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

5) Bila memakai pelat pembawa (face plate), pastikan bahwa kayu


pekerjaan disekrup dengan kuat

6) Periksa semua kayu pekerjaan dan retak-retak, yang mungkin menjadi


pecah waktu dikerjakan.

7) Kedudukan penahan pahat ± 1/8” jaraknya diatas senter dan kayu


pekerjaan. Bilamana diameter kayu pekerjaan lebih kecil, majukan
penahan pahat itu sampai ukuran tersebut tadi.

8) Putarkan kayu pekerjaan dengan tangan sebelum menghidupkan mesin,


untuk melihat bahwa kayu pekerjaan berputar bebas.

9) Kayu pekerjaan yang panjang dan diameternya kecil, harus ditahan


dengan memasang penahan pembantu untuk menghindarkan patahnya
pekerjaan itu.

10) Lepaskan penahan pahat ketika pekerjaan mengamplas.

11) Periksa semua pemasangan dan telah dikunci dengan balk sebelum
menghidupkan mesin.

12) Pelihara lantai sekeliling mesin tetap bersih dan jauhkan potongan-
potongan kayu.

13) Pakailah selalu kaca mata pengaman, untuk mencegah serbuk kayu
masuk ke mata.

14) Tidak boleh mengerjakan kayu (membubut kayu) yang baru dilem,
biarkan dulu 8 s/d 12 jam supaya Iemnya kering betul.

15) Jangan memegang kayu pekerjaan yang sedang berputar.

17) Jangan berdiri searah dengan putaran pekerjaan, waktu membubut


memakai pelat pembawa.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 127 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGUNAKAN


PERALATAN LISTRIK

1. Menggunakan Peralatan listrik dengan aman dan efektif sesuai


dengan fungsinya.
2. Meletakkan Peralatan listrik pada tempat yang aman.
3. Menggunakan Alat bantu yang sesuai dengan peralatan listrik.

C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGUNAKAN PERALATAN


LISTRIK

Harus bersikap secara:


1. Cermat dalam menggunakan Peralatan listrik

2. Teliti dalam menggunakan Peralatan listrik

3. Disiplin dalam menggunakan Peralatan listrik

4. Tanggung jawab dalam menggunakan Peralatan listrik

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 128 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

BAB VII
MEMELIHARA PERALATAN MANUAL DAN LISTRIK

A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMELIHARA PERALATAN


MANUAL DAN LISTRIK

Pemeliharaan dan Perawatan peralatan merupakan salah satu faktor yang penting
dalam mendukung suatu proses pekerjaan. Oleh karena itu, peralatan yang siap
bekerja setiap saat dan handal akan mendukung proses produksi. Untuk mencapai
hal itu maka peralatan-peralatan penunjang proses produksi ini harus selalu
dilakukan perawatan yang teratur dan terencana.

Merawat alat merupakan salah satu kegiatan penting pada pekerjaan konstruksi
kayu. Berbeda dengan pekerjaan konstruksi batu dan plumbing, peralatan kerja
kayu harus dirawat sedemikian rupa agar pelaksanaan pekerjaan menghasilkan
produk yang rapi, baik dan berkualitas. Jika peralatan tumpul atau bopeng maka
hasil kerja tidak akan pernah baik, walaupun tukang yang mengerjakannya sudah
trampil. Karena jika peralatan tumpul maka serat-serat kayu yang harus dipotong
atau di serut oleh perlatan tidak akan terputus dengan sempurna. Sehingga hasil
kerja cendurung jelek.

Tujuan utama perawatan :

 Untuk memperpanjang umur penggunaan asset.


 Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk
produksi dan dapat diperoleh laba yang maksimum.
 Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang
diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu.
 Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut.
Dalam istilah perawatan disebutkan bahwa disana tercakup dua pekerjaan
yaitu istilah “perawatan” dan “perbaikan”. Perawatan dimaksudkan sebagai
aktifitas untuk mencegah kerusakan, sedangkan istilah perbaikan
dimaksudkan sebagai tindakan untuk memperbaiki kerusakan.
Secara umum, ditinjau dari saat pelaksanaan pekerjaan perawatan, dapat

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 129 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

dibagi menjadi dua cara:


 Perawatan yang direncanakan (Planned Maintenance).
 Perawatan yang tidak direncanakan (Unplanned Maintenance).
Bentuk-bentuk Perawatan :
1. Perawatan Preventif (Preventive Maintenance)
Adalah pekerjaan perawatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya
kerusakan, atau cara perawatan yang direncanakan untuk pencegahan
(preventif).
Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk: inspeksi, perbaikan kecil,
pelumasan dan penyetelan, sehingga peralatan atau mesin-mesin selama
beroperasi terhindar dari kerusakan.
2. Perawatan Korektif
Adalah pekerjaan perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan
meningkatkan kondisi fasilitas/peralatan sehingga mencapai standar yang
dapat diterima.
Dalam perbaikan dapat dilakukan peningkatan-peningkatan sedemikian
rupa, seperti melakukan perubahan atau modifikasi rancangan agar
peralatan menjadi lebih baik.
3. Perawatan Berjalan
Dimana pekerjaan perawatan dilakukan ketika fasilitas atau peralatan dalam
keadaan bekerja. Perawatan berjalan diterapkan pada peralatan-peralatan
yang harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi.
4. Perawatan Prediktif
Perawatan prediktif ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan
atau kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan.
Biasanya perawatan prediktif dilakukan dengan bantuan panca indra atau
alat-alat monitor yang canggih.
5. Perawatan setelah terjadi kerusakan (Breakdown Maintenance)
Pekerjaan perawatan dilakukan setelah terjadi kerusakan pada peralatan,
dan untuk memperbaikinya harus disiapkan suku cadang, material, alat-alat
dan tenaga kerjanya.
6. Perawatan Darurat (Emergency Maintenance)

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 130 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Adalah pekerjaan perbaikan yang harus segera dilakukan karena terjadi


kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga.

Pemeliharaan dan Perawatan peralatan manual dimulai dengan menyiapkan


tempat penyimpanan alat atau perkakas dengan baik dan teratur, sehingga
kemungkinan mata pisau alat akan berantuk-antuk satu sama lain yang akan
membuat matanya pada bompeng dapat di hindarkan sebelum terjadi. Oleh
karena itu dibutuhkan lemari ataupun peti-peti alat yang memungkinkan alat
disusun dan digantung secara baik. Oleh karena itu dibutuhkan almari
ataupun peti peralatan yang baik dan mudah diambil.

Gambar 7.1. Peti atau Kotak Alat

Disamping penyediaan lemari atau peti alat, maka perawatan alat perlu
dilakukan secara berkala melalui kegiatan mengasah mata ketam yang sudah
tumpul, mengasah mata gergaji yang telah tumpul, atau membersihkan
semua peralatan setiap kali selesai bekerja, serta mengolesi peralatan
tertentu dengan oli atau minyak dapur agar peralatan tersebut tidak berkarat
karena pengaruh cuaca langsung maupun tidak langsung

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 131 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar 7.2. Lemari Alat

Pemeliharaan mesin portable lainnya, yaitu dengan cara memeriksa


karbon di dalam mesin. Bila aus tinggal kira-kira 5 mm atau bila terjadi
percikan api, karbon harus diganti dua-duanya sekaligus.
Untuk membuka karbon letakkanlah mesin dalam keadaan miring.
Bukalah kedua penutup dengan obeng. Setelah penutup terbuka
keluarkan karbon dari dalam bersama-sama pernya. Gantilah karbon itu
bila sudah aus.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 132 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-7.3. Pemeliharaan mesin Portable

Perawatan, bila sudah selesai bersihkan motornya dengan komperesor


supaya debu keluar dari celah- celah mesin dan minyaki bagian-bagian
terpenting dengan minyak khusus supaya tidak berkarat.

Gambar-7.4. Perawatan.

Penyimpanan, Jika sudah bersih, selanjutnya dimasukkan ke dalam kotak


atau box mesin tersebut guna untuk menjaga kebersihan dan keamanan.

Gambar-7.5. Penyimpanan
Perawatan dan Penyimpanan mesin portable dapat dibuat berupa kotak kayu,
jika kotak aslinya tidak ada. Ini memudahkan untuk perawatan karena satu
kotak untuk satu mesin beserta dengan alat bantu yang lain.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 133 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar-7.6. Penyimpanan mesin amplas

Cara penyimpanan rol amplas mesin WBS sebaiknya dibuatkan gantungan pada
dinding supaya rol amplas tersebut tidak tertekuk yang berakibat mudah putus.

Gambar -7.7. Penyimpanan Belt Sander

Setelah pekerjaan berakhir peralatan dan perlengkapan kerja dibersihkan dari


kotoran sebelum disimpan pada tempatnya, termasuk alat pelindung diri juga
dibersihkan, dirawat dan disimpan pada tempat yang aman dan mudah
dijangkau bila akan diperlukan.
Pengaturan Kembali, Setelah pekerjaan selesai, tempat kerja kembali dirapikan,
bersih dan peralatan kerja serta perlengkapan kerja disimpan pada tempatnya.
Agar tempat kerja bersih dan rapi, maka material sisa/potongan kayu yang

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 134 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

sudah tidak terpakai lagi, dikumpulkan dan dibuang pada tempatnya sesuai
dengan K3L. Bersihkan sampah kayu, tatal dan debu dengan cara menyapu
lantai dan menggunakan vacuum cleaner.
Pembersihan, Perawatan dan Penyimpanan Peralatan dan Perlengkapan
dimaksudkan Untuk menjaga keutuhan dari peralatan yang telah digunakan.
Disamping itu perlu adanya pengecekan terutama jumlahnya, bila ada yang
kurang dari jumlah sebelumnya maka harus mencari sampai ketemu.

Gambar -7.8. Kotak Sampah

Penyimpanan Bahan yang Masih Dapat Dipakai atau Material/kayu sisa yang
masih dapat digunakan lagi disimpan dengan rapi dan pastikan tidak terkena
air hujan atau terjaga dari pengaruh iklim atau disimpan dalam suatu ruangan
yang beratap, bagian bawah diberi bantalan dari kayu agar tidak kontak
langsung dengan lantai.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 135 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

Gambar -7.9. Penyusunan Bahan Masih Terpakai

Gambar -7.10. Penyimpanan Bahan

B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMELIHARA PERALATAN


MANUAL DAN LISTRIK
1. Merawat Peralatan listrik dan manual yang telah dibersihkan dan disimpan
sesuai dengan prosedur.
2. Merawat Perlengkapan dan peralatan lain untuk disimpan sesuai dengan
prosedur.
3. Membersihkan Tempat kerja sesuai dengan ketentuan.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 136 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

4. Membuang Limbah ke tempat yang aman sesuai dengan prosedur.

C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MEMELIHARA PERALATAN


MANUAL DAN LISTRIK
Harus bersikap secara:
1. Cermat dalam memelihara Peralatan manual dan listrik

2. Teliti dalam memelihara Peralatan manual dan listrik

3. Disiplin dalam memelihara Peralatan manual dan listrik

4. Tanggung jawab dalam memelihara Peralatan manual dan listrik

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 137 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

DAFTAR PUSTAKA

Brian Porter. 2001. Carpentry and Joinery-1. Third Edition. British Library Cataloguing in
Publication Data

Brian Porter and Cristopher Tooke 2005. Carpentry and Joinery-2. Third Edition. Elsevier
Butterworth-Heinemann, New York.

Fatori. Muhammad. “ Teknologi Konstruksi Kayu “.Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah


Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2013.

Hayward Charles. 1978. Carpentry For Beginners, Published by Evans Brothers Limited.
Montaque House Russell Square London.

Kuncoro Cahyo. 2013. Pengoperasian Mesin Kerja Kayu-1, Untuk SMK dan MAK kelas XI.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Martono, Budi. “ Teknik Perkayuan untuk SMK “ Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Walter Ehrmann Dr.-Ing.,Wolfgang Nuttsch Dipl.-Ing, Bernd Spellenberg Dipl.-Ing.


”Holztechnik – Konstruktion und Arbeitsplanung”. Haan-Gruiten: Verlag Europa
Lehrmittel, 1997.

Wolfgang Nutsch Dipl.-Ing, ”Holztechnik – Fachkunde”. Haan-Gruiten: Verlag Europa


Lehrmittel, 2005.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 138 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

DAFTAR ALAT DAN BAHAN

A. DAFTAR PERALATAN

No. Nama Peralatan/Mesin Keterangan


1. Laptop, infocus, laserpointer Untuk di ruang teori
2. Peralatan Manual Untuk di ruang praktek
3. Peralatan Listrik

B. DAFTAR BAHAN

No. Nama Bahan Keterangan


1. Plywood Setiap peserta
2. Kayu
3.

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 139 dari 140
Modul - Versi 2018
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
F.410100.003.02
Bisnis Konstruksi dan Properti

DAFTAR PENYUSUN

No. Nama Profesi

1. Drs. Khoilid, M.Si 1. Asesor


2. 2. Asesor

Judul Modul : Menggunakan Peralatan Manual dan Peralatan Listrik


Halaman: 140 dari 140
Modul - Versi 2018