Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PENDAHULUAN

KANKER PARU

A. Definisi
Kanker paru atau disebut karsinoma bronkogenik merupakan tumor ganas
primer system pernapasan bagian bawah yang bersifat epithelial dan
berasal dari mukosa percabangan bronkus. Penyakit ini jarang terjadi dan
paling sering terjadi didaerah industry (Sylvia A.price). sedangkan
menurut Susan Wilson dan June Thompson, 1990, kanker paru adalah
suatu pertumbuhan yang tidak terkontrol dari sel anaplastic dalam paru.
B. Etiologi
Penyebab dari kanker paru belum diketahui, namun diperkirakan bahwa
inhalasi jangka panjang dari bahan-bahan karsiogenik merupakan faktor
utama, tanpa mengesampingkan kemungkinan peranan predisposisi
hubungan keluarga ataupun suku bangsa atau ras serta status imunologi
seperti kekebalan tubuh. Dari beberapa kepustakaan kebiasaan merokok
menjadi penyebab utama dan penyebab lain seperti polusi udara, diet yang
kurang mengandung (vitamin A, selenin dan betakaronin), infeksi saluran
pernapasan kronik, dan keturunan/genetic. (Sudoyo Aru)
Klasifikasi/pentahapan klinik (Clinical staging)
Klasifikasi berdasarkan TNM : tumor modul dan metastase
1.T: T0 :tidak tampak tumor primer
T1 :diameter tumor<3 cm, tanpa invasi ke bronkus
T2 :diameter>3 cm, dapat disertai atelectasis atau pneumonitis,
namun berjarak lebih dari 2 cm dari karina, serta belum ada efusi
pleura.
T3 :tumor ukuran besar dengan tanda invasi ke sekitar atau sudah
Dekat karina dan atau disertai efusi pleura.
2.N: N0 :tidak didapatkan penjalaran ke kelenjar limfe regional
N1 :terdapat penjalaran ke kelenjar limfe hilus ipsilateral
N2 :terdapat penjalaran ke kelenjar limfe mediastinum/kontralateral
N3 :terdapat penjalaran ke kelenjar limfe ekstratorakal
3.M: M0 :tidak terdapat metastase jauh
M1 :sudah terdapat metastase jauh ke organ-organ lain.
C. Manifestasi Klinis
Pada fase awal kebanyakan kanker paru tidak menunjukkan gejala klinis.
Sudah menunjukkan gejala berarti pasien dalam stadium lanjut. (Sudoyo
Aru)
1.Gejala dapat bersifat local (tumor tumbuh setempat):
-Batuk baru atau batuk lebih hebat pada batuk kronis
-Hemoptisis
-Mengi (wheezing, stridor) karena ada obstruksi saluran nafas
-Kadang terdapat kavitas seperti abses paru
-Atelektasis
2.Invasi local
-Nyeri dada
-Dispnea karena efusi pleura
-Invasi ke pericardium, terjadi tamponade atau aritmia
-Sindrom vena cava superior
-Sindrom Horoner (facial anhidrosis, ptosis, miosis)
-Suara serak, karena penekanan pada nervus laryngeal recurrent
-Sindrom pancoast, karena invasi pada pleksus brakialis dan saraf
simpatis servikalis
3.Gejala penyakit metastasis
-Pada otot, tulang, hati, adrenal
-Limfadenofati servikal dan supraklavikula (sering menyertai metastasis)
4.Sindrom paraneoplastik (terdapat pada 10% kanker paru) dengan gejala:
-Sistemik: penurunan berat badan, anoreksia, demam
-Hematologi: leukositosis, anemia, hiperkoagulasi
-Hipertrofi osteoartropati
-Neurologik: dementia, ataksia, tremor, neuropati perifer
-Neuromiopati
-Endokrin: sekresi berlebihan hormone paratiroid (hiperkalasemia)
-Dermatologic: eritema multiform, hyperkeratosis, jari tabuh
-Renal: syndrome of inappropriate antidiuretic hormone (SIADH)
5.Asimtomatik dengan kelainan radiologis
-Sering terdapat pada perokok dengan PPOK/COPD yang terdeteksi
secara radiologis
-Kelainan berupa nodul soliter
Pemeriksaan penunjang
1.CT-scan
2.MRI
3.Foto toraks
4.Pemeriksaan sitolosi sputum
5.Pemeriksaan Histopatologi
6.Pemeriksaan serologi
Penatalaksanaan
Pembedahan
Indikasi pembedahan pada kanker paru adalah untuk KPKBSK stadium I
dan II. Pembedahan juga merupakan bagian dari combine modality
theropy, misalnya kemoterapi neoadjuva untuk KPBKSK stadium IIIA.
Indikasi lain adalah bila ada kegawatan yang memerlukan intervensi
bedah, seperti kanker paru dengan sindroma vena kava superior berat.
Radioterapi
Penetapan kebijakan radiasi pada KPKBSK ditentukan beberapa faktor,
antara lain :
1.Staging penyakit
2.Status tampilan
3.Fungsi paru
Bila radiasi dilakukan setelah pembedahan, maka harus diketahui :
1.Jenis pembedahan termasuk diseksi kelenjar yang kerjakan
2.Penilaian batas sayatan oleh ahli patologi Anatomi (PA)
Dosis radiasi yang diberikan secara umum adalah 5000-6000 cGy, dengan
cara pemberian 200 cGy/x, 5 hari perminggu. Syarat standar penderita
diradiasi adalah :
1.Hb>10g%
2.Trombosit>100.000/mm
3.Leukosit>3000/dl

Radiasi paliatif di berikan pada unfaveurable group, yakni :

1.Ps<70

2.Penurunan BB>5% dalam dua bulan

3.Fungsi paru buruk.

Kemoterapi

Prinsip pemilihan anti kanker dan pemberian suatu regimen kemoterapi

adalah :

1.Platinum based therapy (siplatin atau karbolatin)

2.Respon obyektif satu obat abti kanker 15%

3.Toksisiti obat tidak melebihi grade 3 skala WHO harusdihentikan atau di

ganti bila setela pemberian 2 siklus pada penilaian terjadi tumor progresif.

Regimen untuk KPKBSK adalah ;

1.Platinum based therapy (sisplatin atau karboplatin)

2.PE(sisplatin atau karboplatin+etoposit)

3.Paklitaksel+sisplatin atau karboplatin

4.Gemsitabin+sisplatin atau karboplatin

5.Dosetaksel+sisplatin atau karboplatin

Syarat standar yang harus dipenuhi sebelum kemotherapy :

1.Tampil>70-80, pada penderita dengan PS<70 atau usia lanjut, dapat

diberikan obat antikanker dengan regimen tertentu dan/atau jadwal

tertentu.
2.Hb>10g%, pada penderita anemia ringan tanpa perdarahan akut, meski

HbM10g% tidak perlu transfuse darah segera, cukup diberi therapy sesuai

dengan penyebab anemia.

3.Granulosit>1500/mm

4.Trombosit>100.000/mm

5..Fungsi hati dengan ginjal baik (creatinin clearance lebih dari

70ml/menit)

Dosis obat abti kanker dapat dihitung berdasarkan ketentuan

farmakologik masing-masing. Ada yang menggunakan rumus antara lain,

mg/kg BB, mg/luas permukaan tubuh (BSA), atau obat yang

menggunakan umusan AUC (area under the curve) yang menggunakan

CCT untuk merumusnya. Luas permukaan tubuh (BSA) diukur dengan

menggunakan parameter tinggi badan dan berat badan, lalu dihitung

dengan menggunakan rumus atau alat pengukur khusus (nomogram yang

berbentuk mistar).

Untuk obat anti kanker yang menggunakan AUC (missal AUC 5),

maka dosis dihitung dengan menggunakan rumus atau menggunakan

monogram. Dosis (mg )= (target AUC )X (GFR+25). Nilai GFR atau

gromenular filtration rate dihitung dari kadar kreatinin dan ureum darah

penderita.

Evaluasi hasil pengobatan :

Untuk kemoterapi diberikan sampai 6 siklus/sekuen, bila penderita

menunjukkan respon yang memadai. Evaluasi respon terapi dilakukan

dengan melihat perubahan ukuran tumor pada foto toraks PA setelah


pemberian (siklus) kemoterapi ke-2 dan kalau memungkinka

menggunakan CT-scan toraks setelah 4 kali pemberian. Evaluasi diberikan

terhadap :

1.Respon subyektif yaitu penurunan keluhan awal

2.Respon semisubyektif yaitu perbaikan tampilan, bertambahnya berat

badan

3.Respon obyektif

4.Efek samping obat

Respon obyektif terbagi atas 4 golongan dengan ketentuan :

1.Respons komplit (complete response, CR): bila pada evaluasi tumor

hilang 100% dan keadaan ini menetap lebih dari 4 minggu

2.Respons sebagian (partial response, PR): bila penurunan ukuran

tumor>50% tetqpi <100%.

3.Menetap (stable disease, SD): bila ukuran tumor tidak berubah atau tidak

mengecil >25% tetapi <50%.

4.Tumor progresif (progressive disease, PD): bila terjadi pertambahan

ukuran tumor >25% atau muncul tumor/lesi baru di paru atau di tempat

lain.

Pengobatan paliatif

Pengobatan paliatif untuk kanker paru yang akan dibedah perlu dilakukan

rehabilitasi medic prabedah dan pascabedah, yang bertujuan untuk

membantu memperoleh hasil optimal tindakan bedah, terutama untuk

mencegah konflikasi pascabedah (misalnya: retensi sputum, paru tidak

mengembang)bdan mempercepat mobilitas.


D. Masalah yang lazim muncul

1.Ketidak efektifan bersihan jalan nafas b.d obstruksi bronkial sekunder

karena invasi tumor (penyakit paru obstruktif kronis)

2.Ketidak efektifan pola nafas b.d obstruksi bronkus, deformitas diding

dada, keletihan otot pernafasan

3.Nyeri akut b.d agen cidera (karsinoma), penekanan saraf oleh tumor paru

4.Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d ketidak

mampuan untuk menelan makanan, anoreksia, kelelahan dan dyspnea

5.Intoleransi aktivitas b.d keyidak seimbangan suplai oksigen (anemia),

kelemahan secara umum

6.Ansietas b.d proses perkembangan penyakit

7.Defisiensi pengetahuan b.d keterbatasan informasi proses dan

pengobatan penyakit

E. Discharge planning

1.Konsultasi dengan dokter tentang penanganan lanjutan (kemoterapi,

radiasi, pembedahan)

2.Tidak merokok sejak usia muda. Berhenti merokok dapat mengurangi

resiko terkena, hindari daerah yang sering polusi udara dan hindarkan

anak-anak terpapas asap rokok.

3.Tingkatkan daya tahan tubuh. Cukup istirahat, makan makanan yang

bergizi.
F. Patofisiologi
ASUHAN KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN
1. Biodata :
Pasien
Nama : Tn. A
Umur : 50 th
Agama : Islam
Pendidikan : Sarjana
Pekerjaan : PNS
Status Pernikahan : Menikah
Alamat : Btn. Taborong Permai
Tanggal Masuk RS : 05 November 2015
Diagnosa Medis : Ca. Paru

2. Keluhan utama :
Sesak napas dan nyeri dada

3. Riwayat Kesehatan :

 Riwayat Penyakit Sekarang :

Klien masuk ke Rumah Sakit tanggal 5 November 2015 akibat mengalami


penyakit Ca. Paru. Klien datang ke RS Pelamonia diantar oleh keluarganya
melalui IGD, pada tanggal 5 November 2015, dengan keluhan sesak napas, nyeri
dada, batuk, tidak nafsu makan, penurunan berat badan, dan cepat letih.

 Riwayat Penyakit Dahulu :

Klien mengatakan tidak mempunyai alergi terhadap makanan atau obat-obatan,


hanya saja tidak terlalu suka sayuran. + 1 tahun yang lalu klien pernah terkena
penyakit bronkitis sampai diopname. Klien pernah mengalami kecelakaan motor
namun tidak fatal. Keluarga klien mengatakan bahwa klien hampir setiap hari
mengkonsumsi daging, jarang makan sayur, dan klien mempunyai riwayat
peminum / alkohol dan merokok, klien biasa merokok kurang lebih 1 bungkus
rokok perharinya, klien mulai merokok sejak umur 18 tahun.

 Riwayat Penyakit Keluarga

Keluarga klien menjelaskan anggota keluarganya tidak ada yang menderita


penyakit keturunan yang umumnya menyerang, seperti DM, Asma, Hipertensi.

4. Basic Promoting physiology of Health

 Aktifitas dan latihan

Pekerjaan Tn. A yaitu seorang PNS dan waktu luangnya diisi dengan beristirahat
di rumah sambil merokok dan berkumpul bersama keluarga. Klien jarang
berolahraga. Saat sakit, klien hanya bisa berbaring di tempat tidur, aktifitas
terbatas, dan klien dibantu oleh keluarganya.

 Tidur dan istirahat

Sebelum sakit lama tidur klien 7-8 jam/hari, hanya dipergunakan untuk tidur
malam karena klien jarang sekali tidur siang dan tidak ada gangguan dalam tidur.
Saat sakit lama tidur klien hanya 5 jam dengan tidur siang selama 1 jam. Klien
kadang-kadang kesulitan tidur di rumah sakit karena sesak dan nyeri dada yang
dialami klien saat bernapas, klien tampak lemah, gelisah dan terlihat pucat.

 Kenyamanan dan nyeri

Klien merasakan nyeri pada dada dalam 2 bulan belakangan ini. Nyeri akan lebih
terasa menyakitkan jika beraktifitas dan akan berkurang saat klien beristirahat.

 Nutrisi

Sebelum sakit, frekuensi makan Tn. A tidak teratur dikarenakan kesibukan jam
kerja yang mengakibatkan sering telat makan. Berat badan klien 66 kg. Berat
badan dalam 1 bulan terakhir turun drastis menjadi 55 kg. Jenis makanan yang
paling sering dikonsumsi klien yaitu daging dan makanan cepat saji (sate &
gulai). Klien tidak suka sayuran, dan tidak memiliki pantangan terhadap makanan
apapun.

Saat sakit, klien hanya mengkonsumsi nasi lembek, sayuran hijau, buah tapi
jarang habis karena klien mual, tidak nafsu makan, & klien tidak makan yang
pedas & berminyak..

 Cairan, elektrolit, dan asam basa

Sebelum sakit frekuensi minum klien 7-8 gelas/hari. Saat sakit, frekuensi minum
klien + 2-3 gelas/hari. Turgor kulit tidak elastis. Klien mendapat support IV Line
jenis RL 20 tetes/menit

 Oksigenasi

Klien mengalami sesak, nyeri dada saat bernafas, klien batuk, klien merokok
kurang lebih 1 bungkus per harinya.

 Eliminasi fekal/bowel

Frekuensi BAB klien sebelum sakit 1x sehari di pagi hari. Feses berwani kuning,
konsistensi padat, berbau khas, warna kuning kecoklatan, dan tidak ada keluhan.
Saat sakit, klien kesulitan BAB, mengalami sembelit, baru 1x selama dirawat di
RS, feses berwarna kehitaman, konsistensi keras.

 Eliminasi urin

Frekuensi BAK klien 5x sehari. Klien mengalami perubahan pola berkemih. Klien
tidak menggunakan kateter, kebutuhan pemenuhan ADL dengan bantuan
keluarga.

 Sensori, persepsi, dan kognitif

Klien tidak memiliki gangguan dan riwayat penyakit yang menyangkut sensori,
persepsi, dan kognitif.
5. Pemeriksaan Fisik Head To Toe
a. Keadaan Umum
Kesadaran klien composmentis, Vital Sign TD 130/90 mmHg, Nadi
112x/menit, Respirasi 36x/menit, Suhu 390 C
b. Aktivitas/ istirahat

Gejala : Ketidakmampuan melakukan aktifitas kebiasaan secara rutin, sesak nafas


karna melakukan aktifitas.

Tanda: Pasien lesu

c. Sirkulasi

Gejala : Terdapat sindrom vena kava superior (cubbing finger), terjadi aritmia,
Takikardi, Jari tabuh.

d. Integritas Ego

Gejala : perasaan takut, menolak kondisi yang berat atau potensial keganasan

Tanda : kegelisahan, insomnia, pertanyaan yang diulang – ulang

e. Eliminasi

Gejala : di area yang hilang timbul (ketidakseimbangan hormonal karsinoma sel


kecil), peningkatan sekresi jumlah urin.

f. Makanan / Cairan

Gejala : Penurunan berat badan, nafsu makan buruk, penurunan masukan


makanan, kesulitan menelan, haus atau peningkatan masukan cairan.

Tanda : kurus, kerempeng atau penampilan kurang bobot, edema wajah atau leher,
dada, punggung ( obstruksi vena kava), edema wajah atau periordital (
ketikaseimbangan hormonal, kalsinoma sel kecil )

g. Nyeri

Gejala : Nyeri dada(tidak biasanya ada pada tahap dini dan tidak selalu pada tahap
lanjut) dimana dapat atau tidak dapat dipengaruhi oleh perubahan posisi, nyeri
bahu atau tangan( khususnya pada sel besar atau adenokalsioma), nyeri tulang
atau sendi:

erosi kapilago sekunder terhadap peningkatan hormone pertumbuhan ( sel besar


atau adenokarsinoma), nyeri abdomen hilang timbul.

h. Pernafasan

Gejala : Batuk ringan atau perubahan pola batuk dari biasanya dan produksi
sputum, napas pendek, pekerja yang terpajan polutan, debu industry, serak,
paralisis pita suara, riwayat merokok

Tanda : Dipsnea, meningkat dengan kerja, peningkatan fremitus


taktil(menunjukan konsuladisasi), krekels atau mengik pada
inspirasi/ekspirasi(gangguan aliran udara), krekels atau mengik menetap,
penyimpanan trakeal (area yang mengalami lesi), hemoptisis

i. Keamanan

Tanda : Demam mungkin ada(sel besar atau adenokarsinoma), kemerahan, kulit


pucat(ketidakseimbangan hormonal, karsinoma sel kecil)

j. Seksualitas

Tanda : Dinekomastia(perubahan horman neopplastik, karsinoma sel besar),


Amenorea/Impoten(ketidakseimbangan hormonal, karsinoma sel kecil)

k. Penyuluhan/pembelajaran

Gejala : Faktor resiko keluarga:kanker atau khususnya paru,


tuberculosis,kegagalan untuk membaik.

Pertimbangan Rencana Pemulangan: DRG menunjukkan rerata lama dirawat:


11hari, bantu transportasi, pengobatan, tindakan, perawatan diri pemeliharaan
rumah.
Analisa Data

NO DATA ETIOLOGI MASALA


H

1. Kl klien mengungkapkan sesak Massa pada mediastinum Ketidakefe


Saat bernafas dan dada Menekan rongga paru ktifan pola
terasa berat. nafas
DO :
Penurunan ekspansi paru
- - Keadaan umum agak
lemah.
- - Suara nafas menghilang
Pengembangan paru
pada dada anterior.
terbatas
- -Pada perkusi dada
terdengar redup.
- -Respirasi 36 x/mnt, cepat
Klien sesak
dan dangkal.
2. DS : Gangguan
pertukaran
- - Pasien mengelu sesak dan Obstruksi jalan nafas oleh
gas
nyeri saat bernafas sekresi dan spasme
DO : bronkus

- - pasien tampak Gelisah,


- Nilai GDA tidak normal,
Kerusakan alveoli
- - Perubahan TTV

Bronkiektasis/Aktelektasis

3. S: -Mengeluh sakit disertai Intrapulmoner Metastatik Nyeri


rasa nyeri yang menetap Akut

O: Adanya Invasi kanker ke


- Pasien tampak gelisah pleura, atau dinding dada.

- Wajahya terlihat pucat

- Tanda vital : TD: 130/90


mmHg, Nadi : 120 x / m,
Suhu : 39 , RR: 36 x/m.

4. DS : Perubahan
nutrisi
- - Mengatakan nafsu makan Sesak Psikologis
kurang dari
menurun dan terasa mual
kebutuhan
DO:
Mual
- - Penurunan berat
badan,(BB sebelumnya
66kg,setelah masuk RS BB
55Kg)
- - pasien tampak Lemas Anoreksia
- P- porsi makan tidak
habis,makan hanya 2 - 4
sendok

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan penurunan ekspansi paru


2. Kerusakan pertukaran gas yang berhubungan dengan gangguan aliran udara ke
alveoli atau ke bagian utama paru, perubahan membran alveoli
3. Nyeri Akut yang berhubungan dengan invasi kanker ke pleura, atau dinding
dada.
4.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan dengan Anoreksia

C. INTERVENSI KEPERAWATAN
Tg N
l o
TUJUAN & KH INTERVENSI RASIONAL
dx

1. Setelah di 1. Kaji frekuensi, 1. Untuk


lakukan tindakan kedalaman pernafasan mengetahui
keperawatan 1x2 dan ekspansi dada. frekuensi & kedalan
4 jam di pernafasan karena
2. Auskultasi bunyi
harapkan pola kedalamam
nafas, dan catat adanya
nafas klien pernafasan bervariasi
bunyi nafas tambahan.
efektif dengan tergantung derajat
KH: 3. Observasi pola gagal nafas.
batuk dan
- Klien 2. Perubahan bunyi
karakter secret
mengungkapkan nafas menunjukan
sesak berkurang/ 4. Berikan pada klien obstruksi sekunder
tidak sesak. posisi semi fowler.
3. Kongesti alveolar
- Respirasi 5. Kolaborasi dalam mengakibatkan
dalam batas pemberian oksigen batuk kering/iritatif
normal. tambahan.
4. Posisi membantu
- Tidak 6. Berikan memaksimalkan
menggunakan humidifikasi tambahan. ekspansi paru dan
otot bantu menurunkan upaya
pernafasan pernafasan

5. Memaksimalkan
pernafasan dan
menurunkan kerja
nafas.
6. Memberikan
kelembaban pada
membran mukosa
dan membantu
pengenceran

Secret

2. Setelah dilakukan 1. Kaji frekluensi dan 1. Berguna dalam


tindakan kedalaman pernafasan. evaluasi derajat
keperawatan distress pernafasan
2. Auskultasi paru
2x24 diharapkan dan kronisnya
untuk penurunan bunyi
pasien prosespenyakit.
nafas dan adanya bunyi
menunjukkan
tambahan 2. Area yang tak
perbaikan
terventilasi dapat
ventilasi dan 3. Observasi ferfusi
diidentifikasikan
oksigenasi daerah akral dan
dengan tak adanya
jaringan yang sianosis (daun telinga,
bunyi nafas.
adekuat bibir, lidah dan
danPertukaran membran lidah ) 3. Menunjukan
gas hipoksemia sistemik
4. Lakukan tindakan
efektif.dengan
untuk memperbaiki 4. Jalan nafas
KH: jalan nafas. lengket/kolaps
menurunkan jumlah
- Tidak bingung 5. Tinggikan
alveoli yang
dan gelisah kepala/tempat tidur
berfungsi Secara
sesuai dengan
- TTV normal negatif
kebutuhan.
mempengaruhi
- Tidak sesak
6. Kaji TTV pertukaran gas.
- Nilai GDA
7. Monitor GDA 5. Meningkatkan
normal
ekspansi dada
8. Berikan maksimal, membuat
o2 tambahan sesuai mudah bernafas
dengan indikasi hasil meningkatkan
GDA. kenyamanan.

6. Takikardia,
disritmia dan
perubahan tekanan
darah dapat
menunjukkan efek
hipoksemia sistemik
pada fungsi jantung

7. PaCO2 biasanya
meningkat, dan
PaO2 menurun
sehingga hipoksia
terjadi derajat lebih
besar/kecil.

8. Dapat
memperbaiki/mence
gah buruknya
hipoksia.
3 Seteh di lakukan 1. Tanyakan pasien 1. Membantu
tindakan tentang nyeri, dalam evaluasi
keperawatan Tentukan karaktersitik gejala nyeri kanker
selama 1x24 jam nyeri yang dapat
Nyeri hilang/ melibatkan visera,
2. Buat skala nyeri 0-
berkurang saraf atau jaringan
10 rentang
dengan KH: tulang
intensitasnya
- TTV normal 2. Penggunaan
3. Observasi tanda-
skala rentang
- Klien tanda vital
membantu pasien
nampak rileks.
4. Kaji pernyataan dalam
- Klien dapat verbal dan non verbal mengkaji tingkat
tidur. nyeri pasien. nyeri

- Klien dapat 5. Evaluasi 3. Untuk


berpartisi dalam keefektifan pemberian mengetahui
aktivitas. obat Penurunan tekanan
darah : peningkatan
nadi dan pernafasan

4. Ketidaksesuaian
6. Berikan tindakan antara verbal dan
kenyamanan, ubah non verbal
posisi, dll. menunjukan.derajat
nyeri
7. Berikan
lingkungan tenang.

8. Kolaborasi: 5. Memberikan
Berikan analgesik rutin obat berdasarkan
s/d indikasi. aturan.

6. Meningkatkan
relaksasi dan
pengalihan
perhatian..

7. Penurunan
stress, menghemat
energy

8. Mempertahanka
n kadar obat,
menghindari puncak
periode nyeri

4. Setelah di 1. Catat ststus nutrisi 1. Berguna dalam


lakukan tindakan pasien pada mengidentifikasi
keperawatan penerimaan, catat derajat kurang
sselama 2x 24 turgor kulit, berat nutrisi dan
jamNutrisi klien badan dan derajat menentukan pilihan
terpenuhi. kekurangan berat intervensi
badan
Dengan KH: 2. Meningkatkan
2. Berikan penjelasan pengetahuan dan
- Berat badan
tentang pentingnya kepatuhan untuk
bertambah dan.
makanan yang adekuat menjalankan
- Menunjukan dan bergizi program diet sesuai
perubahan pola atura
3. Pastikan pola diet
makan.
pasien yang 3. Pertimbangan
disukai/tidak disukai keinginan individu
dapat memperbaiki
masukan diet.
4. Awasi 4. Mengukur
pemasukan/pengeluara kefektifan nutrisi
n dan berat badan dan dukungan
secara periodic cairan.

5. Dorong klien 5. Peningkatan


untuk makan diet pemenuhan
TKTP kebutuhan dan
kebutuhan
6. Pertahankan
pertahanan tubuh
higiene mulut
6. Akumulasi
7. Kolaborasi dengan
partikel makanan di
Ahli gizi dalam
mulut menambah
pemberian makanan
rasa
ketidaknyamanan
pada mulut dan
menurunkan nafsu
makan

7. Meninkatkan
kemampuan asupan
sesuai dengan
kemampuan klien
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari penulisan makalah ini yaitu :

1.Kanker paru (Ca Paru) merupakan penyebab kematian utama akibat kanker
pada pria dan wanita. Kanker paru ini meningkat dengan angka yang lebih
besar pada wanita dibandingkan pada pria dan sekarang melebihi kanker payudara
sebagai penyebab paling umum kematian akibat kanker pada wanita.
2. Kanker paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam
jaringan paru paru yang dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen lingkungan,
terutama asap rokok.
3.Asap rokok merupakan penyebab utama terjadinya Ca. paru.
4.Ada banyak gejala yang dari penyakit ini, gejala paling umum yang ditemui
pada penderita kanker paru adalah Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat,
dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak, napas sesak dan pendek-
pendek, sakit kepala, nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas,
kehilangan selara makan atau turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
5.Kemoterapi, pembedahan dan radioterapi merupakan tindakan yang dapat
dilakukan sebagai bentuk pengendalian dari Ca. Paru

B. Saran

Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.
Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada
kami. Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan dan
memakluminya.
DAFTAR PUSTAKA

Somantri Irman. 2012. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan


Sistem Pernapasan. Jakarta. Penerbit Salemba Medika.

Danusantoso Halim. 2013. Buku Saku Ilmu Penyakit Paru. Jakarta. Penerbit Buku
Kedokteran

Sudoyo Aru, dkk. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi IV. Jakarta

Muttaqin Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan
Sistem Pernapasan. Jakarta. Penerbit Salemba Medika.

Tim CancerHelps. 2010. Stop Kanker “KANKER BUKAN LAGI VONIS MATI”
Panduan Deteksi Dini dan Pengobatan Menyeluruh Berbagai Jenis Kanker.
Jakarta. Penerbit AgroMedia Pustaka.

Suryo Joko. 2010. HERBAL”Penyembuh Gangguan Sistem Pernapasan”.


Yogyakarta. Penerbit B First(PT Bentang Pustaka)

Kusuma Hardhi. 2015. APLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN BERDASARKAN


DIAGNOSA MEDIS & NANDA, NIC-NOC. Jogjakarta. Penerbit Mediaction.
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan ASKEP tentang ‘ KANKER PARU ’
dengan baik. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kehadirat beliau Nabi
Agung Muhammad SAW, sebagai nabi pembawa risalah demi kerahmatan
seluruh alam serta syafa’atnya yang kita nantikan kelak di yaumil qiyamah,
Amien.
Sehubungan dengan penulisan makalah ini, Penulis mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesainya makalah ini dan
secara khusus kami tujukan kepada dosen pengampuh mata kuliah ini. Semoga
amal baiknya mendapat balasan dari Allah SWT. Dengan ini penulis sadari
bahwa penulisan makalah tentang “Pengertian Dan Sejarah Perkembangan
Psikologi Agama” sangat jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran dari
semua pihak penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Harapan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis
khususnya dan para pembaca umumnya, Amien Ya Robbal Alamin.

Sungguminasa,29 September 2018

Penulis
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.A

DENGAN DIAGNOSA CANCER PARU

DI SUSUN OLEH :

KELOMPOK 1

 ASMAWATI
 IRENE AGUSTIN LEFTEUW
 NEVI IDRIYANI
 YENNY ANGEL SAINJAKIT
 HERIANI
 MARTINA RAHANSERANG
 SITTI RAJA

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN

STIK FAMIKA MAKASSAR

2018