Anda di halaman 1dari 10

MODUL PERKULIAHAN

ETIK UMB

Studi Kasus:
Reformasi Birokrasi

13
Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Fakultas EKBIS Akntansi 90004 Hani Yuniani, M.Ikom

Abstract Kompetensi
Reformasi birokrasi adalah konsep Setelah mengikuti perkuliahan ini
untuk membangun wajah mahasiswa diharapkan mampu
pemerintahan yang lebih baik. Ada menjelaskan pengrtian birokrasi
harapan bahwa pengelola negara pemerintah dan memahami fungsinya.
dapat berlaku profsional dan taat pada
peraturan.
Pembahasan

I. Pendahuluan
Makna reformasi birokrasi adalah : perubahan besar dalam pradigma dan tata
keola pemerintahan Indonesia, pertaruhan besar bagi bangsa Indoensia dalam
menghadapi tantangan abad ke-21, berkaitan dengan proses tumpang tindih antar
fungsi-fungsi pemerintahan, melibatkan jutaan pegawai, dan memerlukan anggran yang
tidak sedikit, Upaya menata ulang proses birokrasi dari tingkat tertinggi hingga terendah,
dan melakukan terobosan baru dengan langkah-langkah konkret, realistis, sungguh-
sungguh, berfikir di luar kebiasaan/rutinitas yang ada, dengan upaya yang luar biasa,
upaya merevisi dan membangunberbagai regulasi, ,memodernkan berbagai kebijakan,
dan praktek manajemn pmerintah pusat dan daerah, dan menyesuaikan tugas dan fungsi
pemerintah dengan paradigm dan peran baru.
Atas dasar makna tersebut, pelaksaan reformasi birokrasi diharapkan dapat:
mengurangi dan akhirnya menghilangkan setiap penyalahgunaan kewenangan publik
oleh pejabat di instansi yang bersangkutan. Menjadikan negara yang memiliki biroktrasi
yang brsih, mampu, dan melayani. Meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,
meningkatkan mutu perumusan dan pelaksanaan kebijakan/program instansi.
Meningkatkan efisiensi (biaya dan waktu) dalam pelaksanaan semua segi tugas
organisasi. Menjadikan birokrasi Indonesia antisipatif, proaktif, dan efektif daam
menghadapi globaliasi dan dinamika prubahan lingkungan strategis.
Reformasi birokrasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk
mencapai good governance. Melihat pengalaman sejumlah negara menunjukan bahwa
reformasi birokrasi merupakan langkah awal untuk mencapai kemajuan sebuah negara.
Melalui reformasi birokrasi, dilakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan
pemerintahan yang tidak hanya efektif dan efesien tapi juga reformasi birokrasi menjadi
tulang punggung dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Reformasi birokrasi
memang akan diterapkan dijajaran kementerian dan lembaga pemerintah. Mereformasi
birokrasi kementerian dan lembaga memang sudah saatnya dilakukan sesuai dengan
tuntutan situasi dan kondisi saat ini. Dimana birokrasi dituntut untuk dapat melayani
masyarakat secara cepat, tepat dan profesional. Birokrasi merupakan faktor penentu
dalam mencapai tujuan pembangunan nasional. Oleh sebab itu cita-cita reformasi
birokrasi adalah terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang professional,
memiliki kepastian hukum, transparan, partisipatif, akuntable dan memiliki kredibilitas
serta berkembangnya budaya dan perilaku birokrasi yang didasari oleh etika, pelayanan

2012
2 Nama Mata Kuliah dari Modul
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
dan pertanggungjawaban public serta integritas pengabdian dalam mengemban misi
perjuangan bangsa mewujudkan cita-cita dan tujuan bernegara.
Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan
pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan
pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi),
ketatalaksanaan (business process) dan sumber daya manusia aparatur. Reformasi
birokrasi di Indonesia menempatkan pentingnya rasionalisasi birokrasi yang
menciptakan efesiensi, efektifitas, dan produktifitas melalui pembagian kerja hirarkikal
dan horizontal yang seimbang, diukur dengan rasio antara volume atau beban tugas
dengan jumlah sumber daya disertai tata kerja formalistik dan pengawasan yang ketat.
Penataan organisasi pemerintah baik pusat maupun daerah didasarkan pada
visi, misi dan sasaran strategis, agenda kebijakan, program dan kinerja kegiatan yang
terencana dan diarahkan terbangunannya sosok birokrasi dengan tugas dan
pertanggungjawaban terbuka dan aksessif.
Penyederahanaan tata kerja dalam hubungan intra dan antar aparatur serta antar
aparatur dengan masyarakat dan dunia usaha yang berorientasi pada kriteria dan
mekanisme yang impersonal terarah pada penerapan pelayanan prima. Reformasi
birokrasi juga merupakan langkah strategis membangun sumber daya aparatur negara
yang professional, memiliki daya guna dan hasil guna yang professional dalam rangka
menunjang jalannnya pemerintah dan pembangunan nasional.
Pelaksanaan reformasi birokrasi telah mendapatkan landasan yang kuat melalui
penerbitan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi
Birokrasi 2010-2025. Selanjutnya, dalam implementasinya telah ditetapkan landasan
operasional dalam bentuk Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 20 tahun 2010
tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014. Kemajuan yang cukup berarti, dalam
tahun 2010 ini, sebanyak 9 kementerian/lembaga telah melaksanakan reformasi
birokrasi instansi (RBI). Dengan demikian, saat ini sudah terdapat 13 K/L yang
melaksanakan RBI. Dalam rangka meningkatkan koordinasi, menajamkan dan
mengawal pelaksanaan reformasi birokrasi, telah ditempuh langkah-langkah kebijakan,
antara lain; penerbitan Keppres 14 Tahun 2010 tentang Pembentukan Komite Pengarah
Reformasi Birokrasi Nasional dan Tim Reformasi Birokrasi Nasional, yang
disempurnakan menjadi Keppres Nomor 23 Tahun 2010; Keputusan Menpan dan RB
Nomor 355 Tahun 2010 tentang Pembentukan Tim Independen, dan Keputusan
Menpan dan RB Nomor 356 Tahun 2010 tentang Pembentukan Tim Penjamin Kualitas
(Quality Assurance). Pada tahun 2011, diharapkan K/L yang telah melaksanakan RBI

2012
3 Nama Mata Kuliah dari Modul
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
semakin bertambah sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menuntaskan RBI pada
seluruh K/L. Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis RBI diharapkan dapat
diselesaikan dan diimplementasikan. Sejalan dengan perluasan reformasi birokrasi pada
instansi pemerintah daerah, maka sosialisasi dan asistensi kepada pemerintah daerah
terus ditingkatkan. Kualitas pelaksanaan reformasi birokrasi khususnya dampaknya
pada peningkatan kinerja dan pelayanan publik terus diawasi melalui Tim Quality
Assurance.
Pada akhirnya keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi akan sangat
mendukung dalam penciptaan good dovernance karena reformasi birokrasi merupakan
inti dari upaya penciptaan good governance, sehingga akan dapat meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan investasi di Indonesia yang berujung
pada peningkatan pertumbuhan perekonomian Indonesia yang membawa implikasi
terhadap kesejahteraan rakyat.

Area Perubahan Reformasi Birokrasi


AREA PERUBAHAN HASIL YANG DIHARAPKAN
Cetak Email

Organisasi Organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran

Sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien,


Tatalaksana
terukur dan sesuai prinsip-prinsip good governance

Peraturan Perundang- Regulasi yang lebih tertib, tidak tumpang tindih dan kondusif
undangan

Sumber Daya Manusia SDM aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, capable,
Aparatur profesional, berkinerja tinggi dan sejahtera

Meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan yang bebas


Pengawasan
KKN

Akuntabilitas Meningkatnya kapasitas dan kapabilitas kinerja birokrasi

Pelayanan publik Pelayanan prima sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat

Mindset dan cultural Set Birokrasi dengan integritas dan kinerja yang tinggi
Aparatur

2012
4 Nama Mata Kuliah dari Modul
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
II. Ukuran Keberhasilan Reformasi Birokrasi

 Tidak ada korupsi


 Tidak ada pelanggaran/sanksi;
 APBN dan APBD baik;
 Semua program selesai dengan baik;
 Semua perizinan selesai dengan cepat dan tepat;
 Komunikasi dengan publik baik;
 Penggunaan waktu (jam kerja) efektif dan produktif;
 Penerapan reward dan punishment secara konsisten dan berkelanjutan;
 Hasil pembangunan nyata (propertumbuhan, prolapangan kerja, dan propengurangan
kemiskinan; artinya, menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan, dan
memperbaiki kesejahteraan rakyat).

II. TUJUAN DAN SASARAN


TERWUJUDNYA APARATUR YANG BERSIH, KOMPETEN DAN MELAYANI
SDM SEBAGAI PENGGERAK UTAMA REFORMASI BIROKRASI
TERWUJUDNYA SDM APARATUR YANG KOMPETEN DAN KOMPETITIF
1. Terwujudnya Perumusan Kebijakan dan Evaluasi SDM Aparatur
2. Terwujudnya Perencanaan SDM Aparatur Secara Nasional
3. Terwujudnya Sistem Rekruitmen Terbuka dan Independen
4. Terwujudnya Sistem Pengembangan SDM Aparatur Berbasis
Kompetensi Jabatan
5. Terwujudnya Sistem Penempatan dan Promosi yang Kompetitif dan
Terbuka
6. Terwujudnya SDM Aparatur yang Berintegritas dan Disiplin
7. Terwujudnya Sistem Remunerasi Berbasis Jabatan dan Kinerja
Pelaksanaan Reformasi birokrasi pemerintah di Indonesia dimulai sejak akhir
tahun 2006 yang dilakukan melalui pilot projcet di Kementrian Keuangan, Makamah
Agung, dan Badan Pemeriksa Keuangan. Sejak itu, dikembangkan konsep dan kebijakan
Rformasi Birokrasi yang komprehensif yag ditetapkan dengan Praturan Presiden no.81
tahun 2010, tentang grand design Reformasi Birokrasi Indonesia tahun 2010-2025, dan
Permenpan Rb no.20 tahun 2010 tentang Road map reformasi Birokrasi 2010-2014
selain itu iterbitkan pula 9 (sembilan) pedoman dalam rangka reformasi Birokrasi yang
ditetapkan dengan permenpan Rb Sampai dengan no.15 yang meliputi pedoman tentang
pengajuan dokumen usulan sampai dengan persetujuan pelaksaan reformasi birokrasi
dan tunjangan kinerja (tukin).

2012
5 Nama Mata Kuliah dari Modul
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pelaksanaan rformasi birokrasi di masing-masing instansi pemerintah dilakukan
berdasarkan kebijakan/program/kegiatan yang telah digariskan dalam grand design
reformasi Birokrasi dan road map Reformasi Birokrasi serta berbagai pelaksanaannya.
Selanutnya, pelaksanaan reformasi birokrasi memerlukan sistem monitoring dan evluasi
yang solid dan kredibel, dan dapat mencerminkan satu sistem pengukuran yang objektif,
dan penggguna dapat mnerima dan menindaklanjuti hasil dari sistem tersebut. Dalam
rangka itu ditetapkan Permenpan rb no.1 tahun 2012, tentang Penilaian Mandiri
Pelaksanaan reformasi birokrasi, dan untuk oprerasionalisasinya ditetapkan Permenpan
rb no.31 tahun 2012, tntang Petunjuk teknis pelaksanaan Penulaian Mandiri
Plaksanaaan Reformasi Birokrasi secara on line.
Pedoman dan petunjuk teknis Penilaian mandiri pelaksanaan Reformasi Birokrasi
(PMPRB) tersbut merupakan acuan bagi instansi pemerintah untuk melakukan upaya
penlaian pencapaian program reformasi birokrasi sejalan dengan pencapaian sasaran,
indikator, dan target nasional, PMPRB mengkaitkan penialaian atas output dan outcome
plaksanaan program reformasi birokrasi di instansi pemrintah, serta pencapaian
indikator kinera utama masing-masing instansi pemerintah dengan indikator keberhasilan
reformasi birokrasi secara nasional.
Sistem penialaian mandiri Pelaksanaan reformasi Birokrasi (PMPRB), berperan
sangat peting dalam mengtahui dan menilai serta mengawal pencapaian reformasi
birokrasi seperti yang diharakan.

TIGA PESAN JOKOWI- JK UNTUK REFORMASI BIROKRASI

1. REVOLUSI MENTAL
means changing our mindset and thus our habits; from taking service into giving
service; from sitting back into proactive; and from boss into servant
2. STOP PEMBOROSAN
in unnecessary government activities by promoting “Gerakan Penghematan
Nasional”
3. MORATORIUM
on new Civil Servants recruitment (sistem baru perimaan CPNS).

Revolusi mental harus bisa menjadi sebuah gerakan kolektif rakyat yang
melibatkan partisipasi seluruh rakyat. Rakyat harus menjadi bagian dalam revolusi
mental.

"Sesuai dengan pernyataan Bung Karno tentang Nation and Character

2012
6 Nama Mata Kuliah dari Modul
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Building bahwa, membangun suatu negara, membantu ekonomi, membangun teknik,
membangun pertahanan adalah pertama-tama dan tahap utamanya membangun
jiwa bangsa," ujarnya.

Selain itu menurut Jokowi, membangun suatu negara bukanlah semata-mata


pembangunan fisik yang sifatnya material namun sesungguhnya membangun jiwa
bangsa.

”Bahkan keberlangsungan hidup suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan menjaga


jiwa bangsa,” kata Jokowi

Indonesia, sebut Jokowi, merupakan bangsa yang berkarakter santun, berbudi pekerti,
ramah, dan bergotong royong. Dia mengatakan, karakter tersebut merupakan modal yang
seharusnya dapat membuat rakyat sejahtera.

"Tapi saya juga ndak tahu kenapa, sedikit demi sedikit (karakter) itu berubah dan
kita ndak sadar. Yang lebih parah lagi ndak ada yang nge-rem. Yang seperti itulah yang
merusak mental," ujar Jokowi.

Perubahan karakter bangsa tersebut, kata Jokowi, merupakan akar dari munculnya korupsi,
kolusi, nepotisme, etos kerja tidak baik, bobroknya birokrasi, hingga ketidaksiplinan. Kondisi
itu dibiarkan selama bertahun-tahun dan pada akhirnya hadir di setiap sendi bangsa.
"Oleh sebab itu, saya menawarkan ada sebuah revolusi mental," ujar Jokowi.

Pendidikan dan penegakan hukum

Terminologi "revolusi", kata Jokowi, tidak selalu berarti perang melawan penjajah. Menurut
dia, kata revolusi merupakan refleksi tajam bahwa karakter bangsa harus dikembalikan pada
aslinya.

"Kalau ada kerusakan di nilai kedisiplinan, ya mesti ada serangan nilai-nilai ke arah itu. Bisa
mengubah pola pikir, mindset. Titik itulah yang kita serang," ujar Jokowi.

Satu-satunya jalan untuk revolusi sebagaimana yang dia maksudkan itu, kata Jokowi,
adalah lewat pendidikan yang berkualitas dan merata, serta penegakan hukum yang tanpa
pandang bulu.

2012
7 Nama Mata Kuliah dari Modul
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
"Kita harus mengembalikan karakter warga negara ke apa yang menjadi keaslian kita,
orisinalitas kita, identitas kita," tegas Jokowi. Dia berkeyakinan, dengan komitmen
pemerintah yang kuat disertai kesadaran seluruh warga negara, Indonesia dapat berubah ke
arah yang lebih baik.

Melihat konsep, sasaran, dan ide Reformasi di atas, kita seperti disuguhkan sebuah
film romantis menyuguhkan keharmonisan dan tanpa konflik. Namun, di balik tataran yang
sempurna itu, ternyata usaha untuk merubah mental dankarakter pada sektor pelayanan
publik tidak semudah membalikkan tlapak tangan. Simaklah berita pada portal berita on- line
berikut:

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat menginginkan anggota


Kabinet Kerja untuk lebih bernyali dalam bekerja guna melakukan terobosan
kebijakan untuk kepentingan jangka panjang. Sayang, tidak semua anggota kabinet
mampu melakukannya dan birokrat umumnya masih sulit berubah.

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN), Sutrisno Bachir,


usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/6), mengatakan
hal tersebut masih merupakan penyakit lama bagi Indonesia. Para pembantu
presiden belum mampu bergerak cepat seperti yang diinginkan kepala negara.

“Jokowi mengatakan menteri-menterinya memang harus berani membenahi


ini. Menterinya harus betul-betul bernyali. Disadari bahwa sekarang termasuk
perlambatan ekonomi karena birokrasi yang masih menghambat. Saya kira ini
penyakit lama yang harus kita dobrak,” kata Sutrisno Bachir.

Selain soal kinerja menterinya, Jokowi, menurut Sutrisno Bachir juga


mengeluhkan kinerja birokrasi yang masih menjadi sumbatan utama pembangunan.
Jokowi menginginkan pembenahan birokrasi segera tuntas dan tidak lagi menjadi
masalah bagi pemerintah. Namun, dalam kesempatan itu, Sutrisno menyebutkan,
Jokowi tidak membahas adanya kemungkinan perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja.

“Jokowi punya tim sendirilah kalau soal reshufle. Dalam waktu-waktu dekat bahwa
menteri harus bernyali. Kalau menterinya tidak bernyali, ya bisa saja kan tidak pas di dalam
kabinet ini. Kan sekarang bukan hanya Kabinet Kerja, tetapi kabinet bernyali. Itu urusan
pemerintah,” katanya.

Saling Mengisi
Ketua Komisi II DPR, Rambe Kamarulzaman, mengatakan hingga saat ini
belum ada perkembangan reformasi birokrasi di bawah pemerintahan Jokowi-Jusuf
Kalla. Hal tersebut terjadi karena masih ada tumpang-tindih fungsi dan tugas

2012
8 Nama Mata Kuliah dari Modul
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
kementerian satu dengan yang lain.

“Ada dalam satu kementerian yang memiliki fungsi yang lebih tinggi dari kementerian
lainya. Seharusnya kementerian-kementerian ini saling mengisi satu sama lainnya,”
tutur Rambe.

Ia menilai, kementerian yang ada saat ini tidak saling mengisi tugas sehingga DPR
kesulitan melakukan tugas pengawasan. Ia tak menaruh target tinggi atas keberhasilan
reformasi birokrasi dalam lima tahun ke depan jika merujuk pada apa yang terjadi saat ini.
Karena itu, sebaiknya Presiden Jokowi segera melakukan perubahan drastis agar apa yang
diinginkannya bisa terwujud.

Anggota Fraksi Partai Nasdem, Syarif Abdullah Al Kadrie, mengemukakan reformasi


birokrasi tidak hanya menyangkut level elite, tetapi lapisan bawah. Namun, untuk
mewujudkan reformasi birokrasi, harus ada kerja sama dari semua pihak. Presiden Jokowi
tidak berjalan sendirian dan tentu tak akan berhasil tanpa dukungan seluruh lapisan
masyarakat.

Beri Kejelasan
Mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofyan Wanandi,
berharap pemerintah dapat segera memberikan kejelasan terkait wacana reshuffle Kabinet
Kerja. Hal itu penting untuk memastikan konsentrasi kerja seluruh anggota kabinet. “Isu itu
kita serahkan pada presiden saja. Namun, karena ini sudah banyak dibicarakan, jangan ada
ketidakpastian sehingga para menteri menjadi khawatir,” ucap Sofyan.

Menurutnya, membiarkan isu tersebut berkembang lama tanpa ada kejelasan akan
membuat anggota kabinet tidak konsentrasi bekerja. Karena itu, jika ada anggota kabinet
yang tidak mampu bekerja dengan baik sesuai visi dan misi presiden, sebaiknya segera
diganti.

Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan


pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan
agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan
dan pembangunan nasional. Selain itu dengan sangat pesatnya kemajuan ilmu
pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis
menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika
tuntutan masyarakat. Oleh karena itu, harus segera diambil langkah-langkah yang bersifat
mendasar, komprehensif, dan sistematik, sehingga tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. Reformasi di sini merupakan proses

2012
9 Nama Mata Kuliah dari Modul
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
pembaharuan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga tidak termasuk
upaya dan/atau tindakan yang bersifat radikal dan revolusioner.

Daftar Pustaka
Kemenpan.go.id/Reformasi Birokrasi

http://nasional.kompas.com/read/2014/10/17/22373441/Jokowi.dan.Arti.Revolusi.Mental.

http://sinarharapan.co/news/read/150605130/jokowi-sulit-reformasi-birokrasi

2012
10 Nama Mata Kuliah dari Modul
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id