Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN RESUME POLI THT

Pasien bernama Tn. A berusia 39 tahun dengan No.Rekam medik 14-30-xxx. Alamat

Pulang Pisau, Kalteng. Pasien datang ke poli THT dengan keluhan seperti ada yang

mengganjal ditenggerokon, kadang-kadang bangun pada malam hari, lambat dalam

menelan makanan, nyeri ulu hati. Pasien datang ke poli THT untuk memeriksa keadaan

tenggorokannya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dokter menyarankan pasien untuk pemberian terapi selama

3 bulan yaitu Metilprednosolone 2 x 4 mg , Lansoprazole 2 x 30 mg, N-Acytelsistein 3 x

200 mg . Perawat mengangkat diagnosis gangguan menelan b.d defek laring dengan

label NOC status menelan diharapkan pasien tidak mengalami gangguan menelan dengan

kriteria hasil refleks menelan pasien membaik dengan NIC Pencegahan aspirasi

menyarankan makanan dalam jumlah sedikit dan anjurkan untuk memotong makanan

menjadi potongan kecil-kecil saat makan. Makan makanan dengan tekstur yang lunak.

Kemudian selanjutnya intervensi dilanjutkan dengan dokter menganjurkan pasien untuk

kunjungan ulang 1bulan lagi.


LAPORAN RESUME POLI THT

Pasien bernama Tn. A berusia 29 tahun dengan No.Rekam medik 14-31-xxx. Alamat Jl.

Tembus Mantuil Gg. Arjuna. Pasien datang ke poli THT dengan keluhan hidung seperti

tersumbat, sering bersin jika cuaca dingin, batuk berdahak, hidung gatal dan kadang berair.

Pasien datang ke poli THT untuk memeriksa keadaannya.

Perawat mengangkat diagnosis Risiko respon alergi dengan faktor risiko pajanan

berulang pada substansi lingkungan penghasil alergan dengan label NOC Respon

alergi: Lokal diharapkan pasien dapat terhindar dari pajanan alergan NIC Manajmen

Alergi: Idendentifikasi alergi yang diketahui seperti lingkungan (cuaca), makanan, obat-

obatan, binatang. Anjurkan pasien untuk mencegah terjadinya alergi dengan cara

menganjurkan memakai masker jika keluar rumah. Berkolaborasi dalam pemerian obat-

obatan: Nasacort 3 x 110 mcg/spray, Metelprednosolon 2 x 4 mg/oral, Ambroxol 3 x

30/oral mg Cifropolaxin 2 x 500 mg/ oral.

Kemudian selanjutnya intervensi dilanjutkan dengan dokter menganjurkan pasien untuk

kunjungan ulang 1 minggu lagi.