Anda di halaman 1dari 27

Nama Mahasiswa : Ni Luh Putu Megantari

NIM : 17C10015
Nama panti : Puskesmas II Denpasar Utara
Alamat panti : JL. Gunung Agung, GG II No. 8
Tanggal Pengkajian : 23 Desember 2019

PENGKAJIAN
I. IDENTITAS
Nama : Tn. F
Jenis Kelamin : Laki – laki
Umur : 73 tahun
Agama : Hindu
Status Perkawinan : Kawin
Pekerjaan : Pensiun
Alamat rumah : Jalan Gambuh No. 5

II. KELUHAN UTAMA


Klien mengatakan sulit tidur pada malam hari, karena keinginan berkemih.

III. RIWAYAT KESEHATAN


a. Masalah kesehatan yang pernah dialami dan yang dirasakan saat ini
Saat ini klien mengatakan mempunyai riwayat diabetes militus sejak 10
tahun yang lalu hingga sekarang, tetapi klien sudah kontrol ke dokter dan
sudah diberikan obat insulin 20 unit pagi dan16 unit malam serta klien rutin
minum obat palsartan 160 mg 1x sehari.
b. Masalah kesehatan sebelumnya
Klien pernah dirawat di rumah sakit selama 6 hari pada bulan Maret 2016
untuk melakukan pemasangan ring jantung di RSUP Sanglah. Klien juga
mengatakan pernah di rawat selama 3 hari karena menjalani operasi
retinopati diabetic dan katarak, klien mengatakan sampai saat ini tidak ada
perubahan.
Genogram

24
X X

X X X

Keterangan :

= Laki –laki

= Perempuan

= Klien
X = Meninggal
= Tinggal serumah

IV. KEBIASAAN SEHARI – HARI


a. Biologis
1. Pola makan
Klien mengatakan makan 3 kali sehari dengan lauk pauk nasi, dan
sayur.

2. Pola minum

25
Klien mengatakan minum air putih 6 gelas perhari, diperkirakan 200
ml di selingi dengan susu 1 kali sehari.
3. Pola tidur
Klien mengatakan tidur pada pukul 23.00 dan terbangun pada pukul
06.00, pasien mengatakan sering terbangun dimalam hari untuk buang
air kecil, lalu klien mengatakan sempat tidur siang 30 menit. Hal ini
rutin dilakukan oleh klien. Setelah dilakukan pengisian kuisioner PSQI,
nilai klien adalah 14, yang menandakan kualitas tidur klien tidak baik.
Masalah keperawatan : Ganguan pola tidur.

LAMPIRAN KUESIONER KUALITAS TIDUR (PSQI)


1. Jam berapa biasanya anda mulai tidur malam? 23.00
2. Berapa lama anda biasanya baru bisa tertidur tiap malam?
30 Menit
3. Jam berapa anda biasanya bangun pagi? 06.00
4. a) Berapa lama anda tidur dimalam hari? 5 jam
b) Berapa lama anda di tempat tidur ? 7 jam
5 Seberapa sering masalah-masalah Tidak 1x 2x ≥3x
dibawah ini mengganggu tidur pernah semi semi semi
anda? ngg ngg ngg
u u u
a) Tidak mampu tertidur selama 30 menit √
sejak berbaring
b) Terbangun ditengah malam atau terlalu √
dini
c) Terbangun untuk ke kamar mandi √

d) Tidak mampu bernafas dengan leluasa √


e) Batuk atau mengorok √
f) Kedinginan dimalam hari √
g) Kepanasan dimalam hari √
h) Mimpi buruk √

26
i) Terasa nyeri √
j) Alasan lain ……… √
6 Seberapa sering anda menggunakan √
obat tidur
7 Seberapa sering anda mengantuk ketika √
melakukan aktifitas disiang hari
Tidak Kecil Seda Besar
antusias ng
8 Seberapa besar antusias anda ingin √
menyelesaikan masalah yang anda
hadapi
Sangat Baik kuran Sangat
baik g kuran
g
9 Pertanyaan preintervensi : Bagaimana √
kualitas tidur anda selama sebulan yang
lalu?
Pertanyaan postintervensi : Bagaimana √
kualitas tidur anda selama seminggu
yang lalu?
Jumlah score PSQI :
1) Kualitas tidur subyektif  dilihat dari
pertanyaan no. 9
Score : 1 = baik.
2) Latensi tidur (kesulitan memulai tidur)
total score dari pertanyaan no. 2 dan 5a.
Score = 1 + 0 = 1
3) Lama tidur malam dilihat dari pertanyaan
no. 4
Score : 2
4) Efisiensi tidur( lama tidur / lama ditempat
tidur) x 100%

27
Score : 2
5) Gangguan ketika tidur malam  jumlah dari
pertanyaan 5b sampai 5j.
Score : 11
6) Menggunakan obat tidur  pertanyaan no 6
Score : 0
7) Terganggunya aktivitas di siang hari
penjumlahan score pertanyaan no. 7 dan 8.
Score : 5
Jumlahkan score mulai dari komponen 1 sampai
komponen 7 = 1 + 1 + 2 + 2 + 11 + 0 + 5 = 22
Hasil PSQI adalah 22 yang berarti pasien harus ke
pelayanan kesehatan untuk konsultasi masalah tidurnya.
4. Pola eliminasi (BAB/BAK)
Klien mengatakan BAB 1 kali sehari dengan konsistensi lembek,
sesekali klien mengalami susah buang air besar dan fesesnya keras
dengan warna kuning kecoklatan, berbau khas feses, dan tidak ada
darah. Klien juga mengatakan tidak mengalami konstipasi. BAK klien
frekuensinya kurang lebih 10x dalam sehari, warna kuning dan bau
khas urin. Klien mengatakan sering terbangun setiap tengah malam
untuk BAK, klien mengatakan pada malam hari BAK kurang lebih 5x.

5. Aktivitas sehari – hari


Aktivitas (ADL) 0 1 2 3 4
Makan √
Mandi √
Toileting √
Berpakaian √
Mobilisasi ditempat tidur √

28
Mobilisasi berpindah √
Berias √
ROM √
Keterangan:
0 : Mandiri
1 : Membutuhkan alat bantu
2 : Membutuhkan pengawasan orang
3 : membutuhkan bantuan orang lain
4 : Ketergantungan total.
Kesimpulan : Semua aktivitas sehari-hari klien dilakukan secara
mandiri oleh klien.
SKOR : 0 = Mandiri
6. Rekreasi
Klien mengatakan pergi ke rumah teman dan jalan – jalan ke
lapangan.
7. Indeks KATZ :
Indek Keterangan
Mandiri dalam makan, kontinensia (BAB, BAK), menggunakan
A
pakaian, pergi ke toilet, berpindah, dan mandi.
B Mandiri semuanya kecuali salah satu dari fungsi diatas.
C Mandiri, kecuali mandi, dan satu lagi fungsi yang lain.
D Mandiri, kecuali mandi, berpakaian dan satu lagi fungsi yang lain.
E Mandiri, kecuali mandi, berpakaian, ke toilet, dan satu
F Mandiri, kecuali mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah dan satu
fungsi yang lain.
G Ketergantungan untuk enam fungsi tersebut
Lain - Ketergantungan pada sedikitnya dua fungsi, tetapi tidak dapat
lain diklasifikasi sebagai C, D, E, F dan G

Kesimpulan: Klien mandiri dalam makan, kontinensia (BAB, BAK), menggunakan


pakaian, pergi ke toilet, berpindah, dan mandi.
SKOR : Kategori A

29
b. Psikologis
1. Mental (SPMSQ/ MMSE)
Short Portabel Mental Status Questionaire (SPMSQ)
Skore
N0 Pertanyaan
+ -
√ 1. Tanggal berapa hari ini?
√ 2. Hari apa sekarang ini?
√ 3. Apa nama tempat ini?
√ 4. Berapa nomer telepon anda?
√ 4a. Dimana alamat anda? Tanyakan hanya klien tidak
mempunyai telepon
√ 5 Berapa umur anda?
√ 6 Kapan anda lahir?
√ 7 Siapa presiden indonesia sekarang?
√ 8 Siapa presiden sebelumnya?
√ 9 Siapa nama kecil ibu anda?
√ 10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari setiap angka
baru, semua secara menurun
Jumlah kesalahan total 1

Penilaian SPMSQ :
 Kesalahan 8 - 10 fungsi intelektual berat
 Kesalahan 5 – 7 fungsi intelektual sedang
 Kesalahan 3 - 4 fungsi intelektual ringan
 Kesalahan 0 - 2 fungsi intelektual utuh
 Penilaian skor klien 8 = fungsi intelektual berat
Kesimpulan : Dari penilaian SPMSQ klien memiliki fungsi intelektual sedang
SKOR : 1 = Fungsi intelektual utuh.

Depresi (Beek/ Yesavage)


Penilaian dengan menggunakan skala Depresi Beck

30
No Uraian Depresi Beck Skore
A. Kesedihan
3 Saya sangat sedih atau tidak bahagia dimana saya tak dapat
menghadapinya
2 Saya galau atau sedih sepanjang waktu dan saya tidak dapat
keluar darinya
1 Saya merasa sedih atau galau
0 Saya tidak merasa sedih √
B. Pesimisme
3 Saya merasa bahwa masa depan saya adalah sia-sia dan sesuatu
tidak dapat membaik
2 Saya merasa tidak mempunyai apa-apa untuk memandang
kedepan
1 Saya merasa berkecil hati mengenai masa depan
0 Saya tidak begitu pasimis atau kecil hati tentang masa depan √
C.Rasa kegagalan
3 Saya merasa saya benar-benar gagal sebagi seseorang (orang
tua, suami, Istri)
2 Seperti melihat ke belakang hidup saya, semua yang dapat saya
lihat hanya kegagalan
1 Saya merasa saya telah gagal melebihi orang pada umumnya
0 Saya tidak merasa gagal √
D. Ketidakpuasan
3 Saya tidak puas dengan segalanya
2 Saya tidak lagi mendapatkan kepuasan dari apapun
1 Saya tidak menyukai cara yang saya gunakan
0 Saya tidak merasa tidak puas √
E. Rasa Bersalah
3 Saya merasa seolah-olah saya sangat buruk atau tak berharga
2 Saya merasa sangat bersalah

31
1 Saya merasa buruk atau tak berharga sebagai bagian dari waktu
yang baik
0 Saya tidak merasa benar-benar bersalah √
F. Tidak Menyukai Diri Sendiri
3 Saya benci diri saya sendiri
2 Saya muak dengan diri saya sendiri
1 Saya tidak suka dengan diri saya sendiri
0 Saya tidak mempunyai pikiran-pikiran mengenai √
membahayakan diri sendiri
G. Membahayakan Diri Sendiri
3 Saya akan membunuh diri saya sendiri jika saya mempunyai
kesempatan
2 Saya mempunyai rencana pasti tentang tujuan bunuh diri
1 Saya merasa lebih baik mati
0 Saya tidak mempunyai pikiran-pikiran mengenai √
membahayakan diri sendiri
H. Menarik Diri dari Sosial
3 Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan
tidak perduli pada mereka semua
2 Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan
tidak sedikit perasaan pada mereka
1 Saya kurang berminat pada orang lain dari pada sebelumnya
0 Saya tidak kehilangan minta pada orang lain √
I. Keragu-raguan
3 Saya tidak dapat membuat keputusan sama sekali
2 Saya mempunyai banyak kesulitan dalam membuat keputusan
1 Saya berusaha mengambil keputusan
0 Saya membuat keputusan yang baik √
J. Perubahan Gambaran Diri
3 Saya merasa bahwa saya jelek atau tampak menjijikkan

32
2 Saya merasa bahwa ada perubahan-perubahan yang permanet
dalam penampilan saya dan ini membuat saya tidak menarik
1 Saya khawatir bahwa saya tampak tua atau tidak menarik
0 Saya tidak merasa bahwa saya tampak lebih buruk daripada √
sebelumnya
K. Kesulitan Kerja
3 Saya tidak melakukan pekerjaan sama sekali
2 Saya telah mendorong diri saya sendiri dengan keras untuk
melakukan sesuatu
1 Ini memerlukan upaya tambahan untuk memulai melakukan
sesuatu
0 Saya dapat bekerja kira-kira sebaik sebelumnya √
L. Keletihan
3 Saya sangat lelah untuk melakukan sesuatu
2 Saya lelah untuk melakukan sesuatu
1 Saya lelah lebih dari yang biasanya
0 Saya tidak lebih lelah dari biasanya √
M. Anoreksia
3 Saya tidak lagi mempunyai nafsu makan sama sekali
2 Nafsu makan saya sangat buruk sekarang
1 Nafsu makan saya tidak sebaik sebelumnya
0 Nafsu makan saya tidak buruk dari yang biasanya √

Penilaian:
 0-4 = Derpresi tidak ada atau minimal
 5-7= Depresi ringan
 8-15= Depresi sedang
 >15 =depresi berat
Kesimpulan : Penilaian untuk klien skornya 0 yaitu depresi tidak ada
atau minimal.

33
2. Keadaan emosi
Keadaan emosi klien stabil

3. Konsep diri
Identitas diri :
Klien bisa menyebutkan nama, umur, dan jenis kelamin
Gambaran diri :
Klien mengatakan sudah tua, badannya berisi, rambutnya beruban
dan kulitnya sawo matang serta keriput. Klien mengatakan
menerima perubahan kondisi yang dialaminya sekarang.
Ideal diri :
Klien mengatakan ingin tetap sehat agar bisa menjalani aktivitas
sehari – harinya.
Peran diri :
Klien mengatakan di rumah berperan sebagai seorang ayah dan
nenek. Klien mengatakan tidak ada masalah dalam menjalani peran
tersebut.
Harga diri :
Klien mengatakan bersyukur karena masih bisa berinteraksi dengan
tetangga atau temannya dan bisa dirawat oleh anggota keluarganya
serta klien merasa dihargai oleh anggota keluarganya.

4. APGAR Gerontik
APGAR Gerontik
No Fungsi Uraian Skore
1 Saya puas bahwa dapat kembali pada Gerontik 2
Adaptasi saya untuk membantu pada waktu sesuatu
menyusahkan saya
2 Saya puas dengan cara Gerontik saya 2
Hubungan membicarakan sesuatu dengan saya dan
mengungkapkan masalah dengan saya

34
3 Saya puas bahwa Gerontik saya menerima dan 2
Pertumbuhan mendukung keinginan saya untuk melakukan
aktivitas atau arah baru.
4 Saya puas dengan cara Gerontik saya 1
mengespresikan afek dan berespon terhadap
Afeksi
emosi-emosi saya, seperti marah, sedih atau
mencintai.
5 Saya puas dengan cara teman-teman saya dan 1
Pemecahan
saya menyediakan waktu bersama-sama
Keterangan :
Skor 2 jika selalu
Skor 1 jika kadang-kadang
Skor 0 jika hampir tidak pernah

Penjelasan :
Klien mengatakan mampu beradaptasi dengan lansia lainnya karena
klien merasa dirinya mudah bergaul dan tidak sungkan bertemu dengan
orang baru, klien mengatakan puas dan tidak memiliki masalah dalam
menjalani hubungan dengan sesama lansia, klien mengatakan
dukungan dari teman dan keluarga sangatlah baik dan klien diberikan
kebebasan melakukan hal yang klien suka, klien mengatakan mampu
mengendalikan emosinya, klien mengatakan jarang berkumpul kecuali
ada hari raya besar seperti galungan, kuningan, nyepi dan klien
mengatakan hal itu tidak menjadi masalah bagi klien.
c. Sosial
1. Dukungan Keluarga
Klien mengatakan bahwa anggota keluarga selalu memberikan
dukungan mengenai kesehatan klien.
2. Hubungan dengan Gerontik
Klien mengatakan hubungan dengan teman lansia baik, klien mampu
berkomunikasi dengan baik.
3. Hubungan dengan orang lain

35
Klien mengatakan tidak ada masalah dalam hubungan dengan orang
lain karena klien orangnya suka bergaul.

d. Spiritual
1. Pelaksanaan ibadah
Klien mengatakan sembahyang ketika ada acara (Rerahinan) saja.
2. Keyakinan tentang kesehatan
Klien mengatakan selalu berdoa untuk kesehatannya, dan yakin
kepada Tuhan. Klien mengatakan bahwa sakit yang dialami tidak ada
hubungannya dengan hal lain (mistis).

Pemeriksaan Fisik
Tinjauan Sistem
1. Keadaan umun : Cukup baik
2. GCS : V5 M6 E4
3. Tingkat kesedaran: Compos mentis
4. Suhu : 36oC Nadi : 70 x/menit
Tekanan Darah : 150/60 mmHg RR : 18 x/menit
Tinggi Badan : 169 cm Berat BB : 70Kg
5. Kepala (rambut)
Kepala klien tampak simetris tidak terdapat lesi, bersih dan tidak
berbau.
6. Mata, telinga, hidung dan mulut
Mata : Sklera mata klien tampak putih dan lensa mata tampak
keruh.
Telinga : Telinga klien tampak bersih, simetris, tidak ada luka
Hidung : Hidung klien tampak simetris, bersih dan tidak ada nyeri
tekan
Mulut : Mulut klien tampak bersih, gusi tidak ada pendarahan dan
pembengkakan.

36
Leher : Leher klien tampak bersih, tidak ada luka dan
pembengkakan kelenjar getah bening

7. Dada dan punggung


Dada : Bentuk dada tampak simetris, tidak ada retraksi otot
dada, tidak ada suara napas tambahan (suara paru sonor),
tidak ada suara jantung tambahan atau murmur (suara
jantung pekak), ictus cordis tidak teraba
Punggung : Tidak ada lesi dan tidak ada bengkak
8. Abdomen
Tidak ada nyeri tekan, tidak ada massa dan pembengkakan, suara
auskultasi tympani dengan bising usus 12x/menit.

9. Ekstrimitas atas dan bawah


Atas : Dapat bergerak secara aktif, tidak ada nyeri, tidak ada
pembengkakan sendi, dan tidak ada edema. CRT kembali ≤
2 detik.
Bawah : Dapat bergerak secara aktif, tidak ada nyeri, tidak ada
pembengkakan sendi, dan tidak ada edema. CRT kembali ≤
2 detik.
555 555
555 555
10. Kulit
Kulit klien tampak bersih, tidak pucat, warna kulit sawo matang, tidak
ada lesi, kulit klien sedikit kering, dan kulit keriput.

11. Genitalia
Tidak terkaji. Klien mengatakan pada daerah genetalia tidak ada
pengeluaran cairan yang berlebih, klien mengatakan ada rambut pada
kemaluannya.
Anus : klien mengatakan tidak ada hemoroid yang menonjol, tidak ada
cairan maupun darah yang keluar dan tidak ada luka.

37
e. Keadaan lingkungan
Lingkungan tinggal klien tampak bersih dan terlihat kurang aman untuk
klien.

V. INFORMASI/DATA PENUNJANG
Klien mengonsumsi obat :
Dari poli jantung :
1) Cropidogrel 75 mg
2) Palsartan 160mg
3) Supinurulaktan 250 mg
4) Bisoprolol 2,5 mg
5) Simpalsasin 20 mg
Dari poli umum :
1) Insulin (nopomit 20 unit pada pagi hari dan 16 unit pada malam hari).
2) Asam folat 2 mg
3) Alapurinol 100 mg
4) Arnal 0,4 mg

ANALISA DATA
DATA MASALAH ETIOLOGI
DS : Gangguan Pola Tidur Frekuensi BAK sering
- Klien mengatakan
sulit tidur pada
malam hari. Klien Terbangun pada
mengatakan biasa malam hari
tidur pukul 11
malam dan bangun
pukul 6 pagi. Klien Tidur terganggu
mengatakan sering
terbangun pada
pukul 1 malam Gangguan Pola Tidur
hari untuk BAK

38
dan akan sulit
tertidur kembali.
Keinginan BAK
klien sebanyak
kurang lebih 5x
dalam semalam.
Klien mengatakan
mengalami susah
tidur.
- Klien mengatakan
sering kepanasan
di malam hari.
DO :
- Klien terlihat
mengantuk
- Klien sesekali
tampak menguap.
- Tampak gelap
pada bagian bawah
mata.
- Nilai PSQI yaitu
22 kualitas tidur
klien buruk.
- TD : 150/80
mmHg
- Nadi : 70 x/menit
- RR : 18 x/ menit
- S : 36oC

PRIORITAS MASALAH (DIAGNOSA KEPERAWTAN / MASALAH


KOLABORASI)
Gangguan Pola tidur berhubungan control tidur kurang.

39
RENCANA KEPERAWATAN
Nama Klien : Tn. F

40
Wisma : Puskesmas II Denpasar Utara

No Diagnosa Tujuan & Intervensi Rasional


Keperawata Kriteria Hasil
n
1 Gangguan Setelah 1. Memonitor TTV 1. Untuk mengetahui
Pola Tidur dilakukan 2. Kaji factor penyebab keadaan umum klien
berhubungan kunjungan gangguan tidur. dan mengetahui
dengan rumah selama 3. Ciptakan lingkungan tingkat kenyamanan
kontrol tidur 3x kunjungan yang nyaman. respon klien
kurang diharapkan 4. Anjurkan klien untuk 2. Untuk mengetahui
gangguan pola membatasi asupan dan dapat mengatasi
tidur klien cairan pada malam factor penyebab
dapat teratasi hari. gangguan tidur.
dengan kriteria 5. Anjurkan klien untuk 3. Agar pasien nyaman
hasil : berkemih sebelum saat tidur.
1. Jumlah jam tidur. 4. Agar dapat
tidur 6. Latih pasien untuk mengurangi klien
bertambah melakukan teknik terbangun pada
menjadi 6 – relaksasi. malam hari untuk
8 jam. 7. Kolaborasi pemberian berkemih.
2. Pola tidur obat bila diperlukan. 5. Agar dapat
dan kualitas mengurangi klien
tidur dalam terbangun pada
batas malam hari.
normal, 6. Untuk menenangkan
(apabila pikiran klien dari
terjaga kegelisahan dan
dapat mengurangi
dengan ketegangan otot agar
mudah klien dapat tertidur
pulas.

41
kembali 7. Membantu
tidur). mengatasi masalah
3. Perasaan gangguan pola tidur
segar klien dan merupakan
sesudag cara terakhir.
bangun
tidur.
4. Mampu
mengidentif
ikasi hal –
hal yang
meningkatk
an tidur.

IMPLEMENTASI

42
No Diagnosa Hari / Tgl, Implementasi Evaluasi Nama &
Keperawatan Jam Respon Paraf
1 Gangguan Senin, 23 1. Kaji TTV DS : Megantari
pola tidur Desember 2. Mengkaji - Klien
berhubungan 2019 penyebab mengatakan
dengan control 10.00 wita gangguan kesulitan tidur
tidur kurang pola tidur pada malam
klien. hari, sering
3. Memberikan terbangun
edukasi karena
kepada klien keinginan
untuk berkemih.
menciptakan - setelah
lingkungan dijelaskan teknik
yang nyaman membuat
lingkungan yang
nyaman, klien
mengatakan
merasa terbantu.
DO :
- TD : 150/80
mmHg
- N : 70 x/menit
- RR : 18 x/menit
- S :36.oC

43
Diagnosa Hari / Tgl, Implementasi Evaluasi Nama &
No Keperawatan Jam Respon Paraf
1 Gangguan Rabu, 25 1. Kaji TTV DS : Megantari
pola tidur Desember 2. Memberikan - Klien
2019 edukasi mengatakan
10.00 wita kepada klien akan mencoba
untuk apa yang di
membatasi sarankan.
asupan - Klien
cairan pada mengatakan
malam hari. sudah mengerti
3. Menganjurka tentang apa yang
n klien untuk di jelaskan.
berkemih DO :
sebelum - TD : 120/70
tidur. mmHg
4. Melatih - N : 70 x/menit
pasien untuk - RR : 18 x/menit
melakukan - S :36.oC
teknik
relaksasi.

44
EVALUASI

No Diagnosa Hari / Evaluasi Nama &


Keperawatan Tgl, Jam Paraf
1 Gangguan pola Kamis, 26 S:
tidur Desember - Klien mengatakan sudah Megantari
berhubungan 2019 bisa tidur kurang lebih 6
dengan control 15.30 wita jam, namun masih
tidur kurang. merasa lingkungan
sekitar panas.
- Pengkajian PQSI
terlampir .
O:
- Klien tampak lebih
segar.
- Kesadaran normal
TD : 130/70 mmHg
N : 78 x/menit
S : 36,5°C
RR: 21 x/menit

A : Tujuan tercapai, masalah


belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi
- Lakukan tehnik
relaksasi.
- Anjurkan klien untuk
tetap berkemih
sebelum tidur.

45
- Anjurkan klien untuk
tetap mengurangi
asupan cairan pada
malam hari.
- Ajarkan keluarga dan
klien untuk membuat
lingkungan yang
nyaman.

LAMPIRAN KUESIONER KUALITAS TIDUR (PSQI)


1. Jam berapa biasanya anda mulai tidur malam? 22.00
2. Berapa lama anda biasanya baru bisa tertidur tiap malam?
30 Menit
3. Jam berapa anda biasanya bangun pagi? 06.00
4. a) Berapa lama anda tidur dimalam hari? 6 jam
b) Berapa lama anda di tempat tidur ? 7 jam
5 Seberapa sering masalah-masalah Tidak 1x 2x ≥3x
dibawah ini mengganggu tidur pernah semi semi semi
anda? ngg ngg ngg
u u u
a) Tidak mampu tertidur selama 30 menit √
sejak berbaring
b) Terbangun ditengah malam atau terlalu √
dini
c) Terbangun untuk ke kamar mandi √

d) Tidak mampu bernafas dengan leluasa √


e) Batuk atau mengorok √
f) Kedinginan dimalam hari √
g) Kepanasan dimalam hari √
h) Mimpi buruk √
i) Terasa nyeri √

46
j) Alasan lain ……… √
6 Seberapa sering anda menggunakan √
obat tidur
7 Seberapa sering anda mengantuk ketika √
melakukan aktifitas disiang hari
Tidak Kecil Seda Besar
antusias ng
8 Seberapa besar antusias anda ingin √
menyelesaikan masalah yang anda
hadapi
Sangat Baik kuran Sangat
baik g kuran
g
9 Pertanyaan preintervensi : Bagaimana √
kualitas tidur anda selama sebulan yang
lalu?
Pertanyaan postintervensi : Bagaimana √
kualitas tidur anda selama seminggu
yang lalu?
Jumlah score PSQI :
1) Kualitas tidur subyektif  dilihat dari
pertanyaan no. 9
Score : 1 = baik.
2) Latensi tidur (kesulitan memulai tidur)
total score dari pertanyaan no. 2 dan 5a.
Score = 1 + 0 = 1
3) Lama tidur malam dilihat dari pertanyaan
no. 4
Score : 2
4) Efisiensi tidur( lama tidur / lama ditempat
tidur) x 100%
Score : 0

47
5) Gangguan ketika tidur malam  jumlah dari
pertanyaan 5b sampai 5j.
Score : 4
6) Menggunakan obat tidur  pertanyaan no 6
Score : 0
7) Terganggunya aktivitas di siang hari
penjumlahan score pertanyaan no. 7 dan 8.
Score : 5
Jumlahkan score mulai dari komponen 1 sampai
komponen 7 = 1 + 1 + 2 + 0 + 4 + 0 + 5 = 13
Hasil PSQI adalah 13 yang berarti pasien harus ke
pelayanan kesehatan untuk konsultasi masalah tidurnya.

LEMBAR PENGESAHAN

48
Pembimbing di Puskesmas II Mahasiswa
Denpasar Utara

( ) (Ni Luh Putu Megantari)


NIP. NIM : 17C10015

Pembimbing Akademik

(NS. IGNM Kusuma Negara, S.Kep., MNS )


NIR.

49
RESUME DI POLI UMUM
Seseorang laki – laki berumur 78 tahun dating ke poli umum untuk melakukan
perawatan luka diabetic foot. Pada saat pengkajian didapatkan luka diabetic foot
yang maasih tertutup. Hasil pemeriksaan tanda – tanda vital yang di dapatkan :
TD : 120/80 mmHg, N : 80x/menit, RR : 20x/menit, Suhu : 370C. Hasil pemeriksaan
fisik yang didapatkan luka bagian kaki kiri lukaberlubang. Masalah keperawatan
yang muncul pada kasus diatas adalah risiko infeksi. Intervensi mandiri yang
dilakukan pada pasien diabetic foot : buka perban yang menutupi luka, observasi
keadaan luka dibagian kaki kiri seperti : warna dasar luka, panjang luka, lebar luka,
kedalaman luka, tanda – tanda infeksi, proses penyembuhan luka, eksudat dan
warna eksudat, setelah dilakukan observasi luka tampak bagus luka tersebut dengan
menggunakan has berisikan NaCl 0,9% keringkan luka tutup menggunakan
supratul lalu tutup luka dengan has kering lalu plaster menggunakan hipafix.
Implementasi yang sudah dilakukan terhadap pasien di poliklinik umum adalam
melakukan perawatan luka diabetic foot dan memberikan edukasi tentang merawat
luka diabetic, dan pantangan yang dilakukan oleh pasien seperti : menjaga pola
makan, perhatikan gula darah, jaga luka agar tetap bersih agar tidak terjadi infeksi.
Evaluasi yang dilakukan oleh perawat yaitu luka pasien di observasi, luka pasien
sudah membaik.

50