Anda di halaman 1dari 3

LO Skenario 1 Blok 7

“ Unwanted Pregnancy “

NAMA : Wira Amaz Gahari


STAMBUK : N 101 14 011
KELOMPOK : 5 (Lima)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2015
1. Macam-macam obat yang dapat digunakan untuk abortus

Jawab :

a. Emmenagogum: obat untuk melancarkan haid


Cara kerja: Indirect Congesti + engorgement mucosa ↓ Bleeding ↓ Kontraksi Uterus ↓ Foetus
dikeluarkan
Direct: Bekerja langsung pada uterus/saraf motorik uterus.
Misal: Aloe, Cantharides (racun irritant), Caulopylin, Borax, Apiol, Potassium
permanganate, Santonin, Senega, Mangan dioksida, dll.

b. Purgativa/Emetica: obat-obatan yang menimbulkan kontraksi GI tract


Misal: Colocynth: Aloe
Castor oil: Magnesim sulfate, Sodium sulfate.

c. Ecbolica: menimbulkan kontraksi uterus secara langsung.


Misal: Apiol, Ergot, Ergometrine, Extract secale, Extract pituatary, Pituitrine, Exytocin.
Cara kerja ergot: Merangsang alpha 1 receptor pada uterus, kontraksi uterus yang kuat dan
lama

d. Garam dari logam: biasanya sebelum mengganggu kehamilannya sudah membahayakan


keselamatan ibu. Dengan tujuan menimbulkan tonik kontraksi pada uterus.
Misal: Arsenicum, HgCl, Potassium bichromate, Ferro sulfate, ferri chloride

Sumber :Chadha, P. Vijay.1995.Catatan kuliah ilmu forensic & toksikologi (Hand book of
forensic medicine & toxicology Medical jurisprudence). Jakarta: Widya Medika
2. Ny. Santi sudah mengkonsumsi obat penggugur kandungan dan tidak terjadi pendarahan,
mengapa demikian?

Jawab :

Hal ini kemungkinan disebabkan oleh plasenta dan selaput ketuban yang melindungi janin, atau
pengaruh-pengaruh luar lain yang menyebabkan obat penggugur tersebut tidak menyebabkan
pendarahan seperti obat yang tidak sesuai dan sejenisnya. Namun, efek obat penggugur yang
dikonsumsi oleh Ny. Santi sendiri kemungkinan juga dapat menyebabkan efek samping kepada
janin yang masih berada didalam fetus, seperti cacat fisik.

Sumber : Pradono, Julianty et al.Pengguguran yang Tidak Aman di Indonesia, SDKI 2011.
Jurnal Epidemiologi Indonesia. Volume 5 Edisi I-2012. hal. 14-19.

3. Standar interval kehamilan yang dianjurkan


Jawab :
Jarak kehamilan yang dianjurkan yaitu 2 tahun keatas, dengan jarak 2 tahun, diharapkan kondisi
ibu dan rahim sudah siap untuk mengandung kembali dan siap juga untuk melahirkan secara
normal (partus spontaneous). Jarak kehamilan kurang dari 2 tahun juga dapat menimbulkan
pertumbuhan janin kurang baik, persalinan lama dan perdarahan pada saat persalinan karena
keadaan rahim belum pulih dengan baik pasca kehamilan sebelumnya. Ibu yang melahirkan anak
dengan jarak yang sangat berdekatan (dibawah 2 tahun) akan mengalami peningkatan risiko
terhadap terjadinya perdarahan pada trimester III, termasik karena alas an plasenta previa,
anemia dan ketuban pecah dini serta dapat melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.

Sumber : Prawirohardjo, Sarwono. 2012. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo