Anda di halaman 1dari 18

LK-3.

FORMAT DESAIN PEMBELAJARAN BERDASARKAN MODEL PEMBELAJARAN


Perumusan kegiatan dibagi ke dalam beberapa pertemuan, disesuaikan dengan kebutuhan konten materi yang disajikan.

Tujuan Pembelajaran:

Melalui kegiatan Pendekatan pembelajaran scientific dengan model , dengan menggabungkan metode ceramah, tanya jawab,
tugas, latihan, diskusi dan presentasi kelompok siswa mampu :

1. Mengidentifikasi obyek yang dapat dimanipulasi dengan teliti dan penuh tanggung jawab
2. Menjelaskan pengertian bentuk akar
3. Menjelaskan hubungan bilangan berpangkat dengan bentuk akar
4. Menemukan kegunaan bentuk akar dalam kehidupan nyata
5. Mengamati permasalahan engenai bentuk akar
6. Menentukan langkah menyelesaikan bentuk akar

1
1. Pertemuan/Pembelajaran Unit Ke-1:

Sumber
No IPK Pengetahuan IPK Keterampilan Kegiatan Pembelajaran Belajar/Me Penilaian
dia
3.1.7 Mengidentifikasi 4.6.3Mengamati Pendahuluan: Buku Instrumen penilaian
bilangan pangkat permasalahan terkait - Menumbuhkan perilaku Matematik sikap
santun dan religius
pecahan sebagai konsep bentuk akar
peserta didik melalui a kelas x
bentuk akar pembiasaan memulai
4.6.4 Memanipulasi konsep pembelajaran dengan Pengetahuan:
3.1.8 Mengidentifikasi salam dan berdoa
bentuk akar yang sesuai Tes tertulis
sifat-sifat bentuk - Memeriksa kehadiran
dalam penyelesaian masalah peserta didik sebagai
akar
IPK Kunci: pembiasaan perilaku
disiplin
3.1.9 Menentukan hasil 4.6.8 Menggunakan konsep Keterampilan:
- Menyampaikan
operasi bilangan bentuk akar dalam informasi tentang Portofolio
bentuk akar penyelesaian kompetensi, ruang
lingkup materi, tujuan,
dengan
4.6.11Memvalidasi manfaat, dan langkah
merasionalkan pembelajaran serta
penggunaan konsep
penyebut pecahan metode yang akan
bentuk akar dalam dilaksanakan

2
IPK Kunci: penyelesaian masalah
3.1.13 Menganalisis
hasil operasi
Inti:
bilangan bentuk Fase I
akar dengan Stimulation
(stimulasi/pemberian
merasionalkan
rangsangan)
penyebut pecahan Peserta didik mengamati
salah satu masalah
kontekstual yang disajikan
guru untuk menumbuhkan
rasa ingin tahu, seperti
contoh berikut :
”Tahukah Saudara bahwa
penulisan bentuk akar
pertama kali bukanlah
simbol √ tetapi yang
diperkenalkan oleh
Regiomontanus (1436 -
1476)”
Guru menstimulus siswa
untuk membayangkan obyek
Permasalahan tentang luas
tanah berbentuk persegi
untuk memahami bilangan

3
pangkat pecahan sebagai
bentuk akar (mengamati)

Fase II Problem statement


(identifikasi masalah)
Secara proaktif, peserta
didik mendiskusikan proses
terjadinya bentuk akar.

Fase III Data collection


(pengumpulan).
Peserta didik mencari data
melalui membaca bahan
bacaan yang telah
disediakan, browsing
Atau melalui sumber lain.
Mengenai bentuk akar,sifat
sifat bentuk akar dan
bagaimana merasionalkan
bentuk akar
(Mengumpulkan informasi)

Fase IV Dataprocessing
(pengolahan data)

4
Peserta didik Menganalisis
pola operasi bilangan
dengan menggunakan sifat
sifat akar
Peserta didik menganalisis
cara menentukan hasil
penyederhanaan bentuk akar
dan merasionalkan.
(menalar)
Fase V Verification
(pembuktian)
-Peserta didik bersama
dengan kelompoknya
memvalidasi jawaban yang
sudah diperoleh
-Peserta didik menjustifikasi
jawaban yang sudah
diperoleh
-Peserta didik
mempresentasikan hasil
diskusi kelompoknya dan
yang lain menanggapi
(mengkomunikasikan)
Fase VI Generalization
(menarik kesimpulan)

5
Dengan bimbingan guru,
peserta didik membuat
kesimpulan berkaitan
dengan materi bilangan akar
dan mencatatnya buku
catatan.

6
Penutup:
- Peserta didik
mengumpulkan seluruh
pekerjaannya untuk
dilakukan penilaian
terhadap proses dan
hasil yang telah dicapai
peserta didik sebagai
pembiasaaan perilaku
bertanggung jawab
- Melakukan refleksi
terhadap pembelajaran
yang telah dilakukan
- Memberikan tugas untuk
memperdalam
pemahaman materi dan
menginformasikan
materi yang akan
dipelajari dipertemuan
selanjutnya
- Mengakhiri
pembelajaran dengan
salam sebagai
pembiasaan perilaku
santun dan religius

7
2. Pertemuan/Pembelajaran Unit Ke-2:

Tujuan Pembelajaran :
Melalui kegiatan Pendekatan pembelajaran scientific dengan model Problem Based Learning, dengan menggabungkan metode
ceramah, tanya jawab, tugas, latihan, diskusi dan presentasi kelompok siswa mampu :

1. Mengidentifikasi obyek yang dapat dimanipulasi dengan teliti dan penuh tanggung jawab
2. Menjelaskan pengertian Variabel dengan teliti dan penuh tanggung jawab
3. Menjelaskan pengertian sistem persamaan linier dua variabel dengan teliti dan penuh tanggung jawab
4. Mengubah soal bentuk cerita ke dalam bentuk persamaan linier dua variabel dengan teliti dan penuh tanggung jawab
5. Menentukan nilai variabel pada sistem persamaan linear dua variabel dalam masalah kontekstual dengan teliti dan penuh
tanggung jawab
6. Menemukan penyelesaian nilai variabel pada sistem persamaan linear dua variabel dalam masalah kontekstual dengan teliti
dan penuh tanggung jawab
7. Mengamati permasalahan terkait sistem persamaan linier dua variabel dengan teliti dan penuh tanggung jawab
8. Memanipulasi permasalahan ke dalam bentuk persamaan linier dua variabel dengan teliti dan penuh tanggung jawab
9. Menyelesaikan masalah terkait sistem persamaan linier dua variabel dengan teliti dan penuh tanggung jawab

8
Sumber
No IPK Pengetahuan IPK Keterampilan Kegiatan Pembelajaran Penilaian
Belajar/Media
IPK Penunjang IPK Penunjang Pendahuluan: Buku Paket kelas Sikap:
3.3.1 Mengidentifikasi 4.3.1 Mengamati permasalahan  Sebagai apersepsi X Instrumen
obyek yang dapat terkait sistem persamaan guru mengingatkan penilaian sikap
kembali tentang
dimanipulasi linier dua variabel
materi fungsi aljabar
3.3.2 Menjelaskan 4.3.2 Memanipulasi  Menanyakan tentang
pengertian Variabel permasalahan ke dalam apa itu variabel, Pengetahuan:
koefisien
3.3.3 Menjelaskan bentuk persamaan linier Tes tertulis
pengertian sistem dua variabel
persamaan linier dua
variabel IPK Kunci Keterampilan:
3.3.4 Mengubah soal 4.3.3 Menyelesaikan masalah Portofolio
bentuk cerita ke terkait sistem persamaan
dalam bentuk linier dua variabel
persamaan linier dua
variabel

9
IPK Kunci
3.3.5 Menentukan nilai
variabel pada sistem
persamaan linear
dua variabel dalam
masalah kontekstual
3.3.6 Menemukan
penyelesaian nilai
variabel pada sistem
persamaan linear
dua variabel dalam
masalah kontekstual

Inti:
Fase I
Mengorientasikan
Siswa pada masalah:
 Diberikan sebuah
permasalahan
konstektual

10
 Guru membagikan
LKPD
 Peserta didik
diminta untuk
melakukan
pengamatan dan
memahami LKPD
yang harus mereka
kerjakan bersama
dengan
kelompoknya
(mengamati)

Fase II
Mengorganisasikan
siswa untuk belajar

 Meminta peserta didik


berkolaborasi atau
bekerja sama antar
anggota kelompok
untuk menyelesaikan
masalah yang telah
diberikan
 Meminta mengamati
dan memahami

11
masalah secara
individu dan
mengajukan hal-hal
yang belum dipahami
terkait masalah yang
disajikan kepada
anggota kelompok
 Meminta peserta didik
untuk menuliskan
informasi hasil
pengamatan yang
terdapat pada
masalah. (menanya)
Apa yang diketahui ?
Apa yang ditanyakan
?
Fase III Membantu
penyelidikan mandiri
dan kelompok

 Meminta peserta didik


untuk bekerja sama
menghimpun berbagai
konsep dan aturan
matematika yang
sudah pernah

12
dipelajari atau
mencari referensi lain
yang berkaitan dengan
masalah yang
diberikan serta
memikirkan rencana
penyelesaian masalah
 Meminta peserta didik
untuk menuliskan
rencana penyelesaian
masalah sesuai hasil
diskusi kelompok
(menalar)
 Meminta peserta didik
untuk melaksanakan
rencana penyelesaian
masalah yang telah
dibuat agar
menemukan solusi
dari permasalahan
yang diberikan
 Mengarahkan peserta
didik untuk mengecek
hasil penyelesaian
masalah yang telah
mereka buat serta

13
mengarahkan untuk
membuat kesimpulan
dari permasalahan
yang diberikan
(mengumpulkan
informasi)

Fase IV
Mengembangkan dan
menyajikan artefak
(hasil karya) dan
memaparkannya

 Meminta perwakilan
dari salah satu
kelompok yang
ditunjuk untuk
mempresentasikan
hasil diskusi dan
meminta kelompok
yang lain untuk
memberikan
tanggapan terhadap
hasil diskusi
kelompok penyaji
(mengkomunikasika

14
n)
 Memberikan
penghargaan atau
applose kepada
kelompok yang telah
mempresentasikan
hasil dikusi
Fase V Analisis dan
evaluasi proses
pemecahan masalah

 Membantu peserta
didiki mengevaluasi
penyilidikan dan
proses yang
digunakan oleh
peserta didik
 Membimbing peserta
didik untuk
menyimpulkan hasil
diskusi
Penutup:
 Memberikan
penguatan tentang
materi SPLDV yang
telah dipelajari

15
 Menyampaikan materi
pada pertemuan
selanjutnya yaitu
tentang SPLDV
dengan metode
substitusi
 Menutuppembelajaran
dengan mengucap
salam

16
17
R-3. RUBRIK DESAIN PEMBELAJARAN BERORIENTASI HOTS

Rubrik ini digunakan fasilitator untuk menilai hasil kerja analisis KD, rumusan IPK dan
kegiatan pembelajaran sesuai model pembelajaran.

Langkah-langkah penilaian hasil kajian:

1. Cermati tugas yang diberikan kepada peserta pembekalan pada LK-3!


2. Berikan nilai berdasarkan penilaian anda terhadap hasil kerja peserta sesuai rubrik berikut!
Kriteria Penilaian:

1. Merumuskan kegiatan pembelajaran sesuai IPK pengetahuan dan keterampilan hasil


analisis unit ke dalam desain pembelajaran unit ke-1 dengan tepat.
2. Merumuskan kegiatan pembelajaran sesuai IPK pengetahuan dan keterampilan hasil
analisis unit ke dalam desain pembelajaran uniit ke-2 dengan tepat.
3. Merumuskan sumber belajar sesuai IPK pengetahuan dan keterampilan hasil analisis unit
ke dalam desain pembelajaran unit ke-1 dan unit ke-2 dengan tepat.
4. Merumuskan penilaian sesuai IPK pengetahuan dan keterampilan hasil analisis unit ke
dalam desain pembelajaran unit ke-1 dengan tepat.
5. Merumuskan penilaian sesuai IPK pengetahuan dan keterampilan hasil analisis unit ke
dalam desain pembelajaran unit ke-2 dengan tepat.

Rubrik Penilaian:

Nilai Rubrik

90  nilai 100 Lima aspek sesuai dengan kriteria

80  nilai 90 Empat aspek sesuai dengan kriteria, dua aspek kurang sesuai

70  nilai 80 Tiga aspek sesuai dengan kriteria, empat aspek kurang sesuai

60  nilai 70 Dua aspek sesuai dengan kriteria, lima aspek kurang sesuai

<60 Satu aspek sesuai dengan kriteria, enam aspek kurang sesuai

18