Anda di halaman 1dari 4

1.

Manusia Diciptkan Untuk beribadah


Sebagaimana yang telah allah jelaskan dalam alquran QS. az-Zariyat
ayat 56.

‫نس ٱ ْل ِجنُ َخلَ ْقتُ َو َما‬


َُ ‫ون ِإّلُ َُوٱ ْ ِْل‬
ُِ ‫ِليَ ْعبد‬
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
mengabdi kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat : 56
Allah menegaskan dalam QS. az-Zariyat ayat 56 diatas bahwa tujuan
diciptakannya jin dan manusia tidak lain adalah untuk beribadah kepada-Nya.
Beribadah dalam arti menyembah, mengabdi, menghamba, tunduk, tata dan patuh
terhadap segala yang dikehendaki-Nya. Ketundukan, ketaatan dan kepatuhan
dalam kerangka ibadah tersebut harus menyeluruh dan total, baik lahir maupun
batin. Tujuan ibadah adalah untuk mencari ridha Allah Swt. Secara garis besar,
ibadah dapat dibedakan menjadi dua yaitu: ibadah mahdah yakni ibadah yang
telah ditetapkan ketentuan pelaksanaannya, seperti: shalat, puasa, zakat dan haji;
dan ibadah ghairu mahdah yakni ibadah yang belum ditetapkan ketentuan secara
khusus dalam pelaksanaannya. Sebagai contoh, ibadah melalui menyantuni fakir
miskin, berbuat baik, dan hal-hal lain dalam bentuk mu’amalah. Ibadah merupakan
bukti rasa syukur manusia kepada Allah Swt. yang telah menciptakan manusia
dengan sebaik-baik bentuk dan yang dengan kemurahanNya Allah Swt.
memberikan fasilitas hidup. Sikap tersebut sudah seharusnya dimiliki oleh setiap
manusia, apabila manusia mempunyai kesadaran akan hak itu. Lain halnya
apabila manusia tidak mempunyai kesadaran untuk mensyukuri segala yang telah
diberikan oleh Allah Swt., maka ia akan menjadi manusia yang tidak mau tunduk,
tidak mau taat dan mengingkari Allah Swt. dengan tidak mau beribadah kepada-
Nya.

2. Allah Mengutus Manusia Sebagai Rahmat Bagi Alam Semesta


QS Al- Anbiya 21:107

َُ ‫س ۡل ٰن‬
ُ‫ک َماُ َو‬ َ ‫ِل ۡل ٰعلَ ُِمُۡينَُ َر ۡح َُمۃُ اِّلُ ا َ ۡر‬
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk
(menjadi) rahmat bagi seluruh alam” QS Al- Anbiya 21:107
Tujuan Allah mengutus Nabi Muhammad yang membawa agama-Nya itu,
tidak lain adalah memberi petunjuk dan peringatan agar mereka bahagia di dunia
dan di akhirat.Rahmat Allah bagi seluruh alam meliputi perlindungan, kedamaian,
kasih sayang dan sebagainya, yang diberikan Allah terhadap makhluk-Nya. Baik
yang beriman maupun yang tidak beriman, termasuk binatang dan tumbuh-
tumbuhan.Jika dilihat sejarah manusia dan kemanusiaan, maka agama Islam
adalah agama yang berusaha sekuat tenaga menghapuskan perbudakan dan
penindasan oleh manusia terhadap manusia yang lain.Seandainya pintu
perbudakan masih terbuka, itu hanyalah sekedar untuk mengimbangi perbuatan
orang-orang kafir terhadap kaum Muslimin.
Sedangkan jalan-jalan untuk menghapuskan perbudakan disediakan, baik
dengan cara memberi imbalan yang besar bagi orang yang memerdekakan budak
maupun dengan mengaitkan kafarat/hukuman dengan pembebasan budak.
Perbaikanperbaikan tentang kedudukan perempuan yang waktu itu hampir sama
dengan binatang, dan pengakuan terhadap kedudukan anak yatim, perhatian
terhadap fakir dan miskin, perintah melakukan jihad untuk memerangi kebodohan
dan kemiskinan, semuanya diajarkan oleh Alquran dan Hadis.

3. Manusia Disuruh Menegakan Sholat Bukan Sekedar


Mengerjakan Sholat
QS Al-Ankabut 29:45
‫يُ َما اتْ ُل‬
َ ‫وح‬ ِ ‫ى الص ََل ُةَ إِنُ ُۖالص ََل ُةَ َوأَقِ ُِم ا ْل ِكتَا‬
ِ ‫بُ ِمنَُ إِلَيْكَُ أ‬ ُٰ ‫َن ت َ ْن َه‬
ُِ ‫َاء ع‬ ُِ ‫ُۗوا ْلم ْنك َُِر ا ْلفَحْ ش‬
َ
ُ‫ّللا َولَ ِذ ْكر‬
ُِ ُ‫َما يَ ْعلَمُ َوّللاُ ُۗأ َ ْكبَر‬
َُ‫صنَعون‬
ْ َ‫ت‬
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran)
dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-
perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat)
adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah
mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Pada pangkal ayat ini, Rosulullah diberi tuntunan oleh Tuhan bagaimana
caranya memperteguh jiwa menghadapi tugas yang berat (melakukan dakwah
kepada manusia).
1. Hendaklah dia selalu membaca, merenungkan, dan memahami isi dari
wahyu-wahyu yang diturunkan Tuhan kepadanya.
2. Hendaklah mendirikan shalat. Pada kalimat selanjutnya dari ayat ini adalah
“…sesungguhnya shalat itu mencegah dari yang keji dan yang mungkar…”
yang telah disebutkan secara jelas bahwa shalat yang kita kerjakan lima
waktu itu (subuh, zuhur, ashar, magrib dan isya’) dapat membentengi kita
dari perbuatan yang keji, seperti berzina, merampok, merugikan orang
lain,berdusta, menipu dan segala perbuatan mungkar yang dapat celaan
dari masyarakat karena shalat mengandung berbagai macam ibadat,
seperti takbir, tasbih, berdiri dihadapan Allah, ruku’, dan sujud dengan
kerendahan hati, seraya pengagungan, lantaran di dalam ucapan dan
perbuatan shalat terdapat isyarat untuk meninggalkan kekejian dan
kemungkaran.

4. Manusia Disuruh Menegakan Agama Bukan Hanya Mempunyai


Agama
QS Asy-Syura 42:13
َ ‫ْن ِمنَُ لَك ُْم ش ََر‬
ُ‫ع‬ ُِ ‫الدي‬ ُْ ‫ن َو ِعي ْٰسى َوم ْو ٰسى اِب ْٰر ِه ْي َُم ِبهُ َوص ْينَا َو َما اِ َليْكَُ ا َ ْو َح ْينَاُ والذ‬
ِ ‫ِي ن ْوحا ِبهُ َوصّٰى َما‬ ُْ َ ‫ا‬
ُِ َ ‫الديْنَُ ا‬
‫قيْموا‬ ِ ‫علَى كَب َُر فِ ْي ۗ ُِه تَتَفَرق ْوا َو َُّل‬
َ َُ‫ّللا اِلَ ْي ُِۗه تَدْع ْوه ُْم َما ا ْلمش ِْر ِكيْن‬ ُْ ِ‫ن اِلَ ْي ُِه يَجْ تَب‬
ُّٰ َ ‫ي‬ ُْ ‫ِي يشَاءُ َم‬
ُْ ‫َويَ ْهد‬
ُ‫ن اِلَ ْي ِه‬ ُۗ ‫ُّي ِني‬
ُْ ‫ْب َم‬
“diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan
kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada
Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan
ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat
berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu
serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada
agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang
kembali (kepada-Nya)”
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah mensyariatkan agama
kepada Muhammad saw dan kaumnya sebagaimana Dia telah mewasiatkan pula
kepada Nuh dan nabi-nabi yang datang sesudahnya yaitu Ibrahim, Musa dan Isa.
Syariat yang diwasiatkan kepada Nabi Muhammad saw dan nabi-nabi
sebelumnya memiliki kesamaan dalam pokok-pokok akidah seperti keimanan
kepada Allah swt, risalah kenabian dan keyakinan adanya hari pembalasan atau
hari Kiamat.