Anda di halaman 1dari 6

Efektifitas Penyuluhan Senam Hamil terhadap Tingkat

Pengetahuan Ibu Hamil

Disusun Oleh :

KHOLIPATUL JANNAH

POLITEKNIK KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES KEMENKES BENGKULU
PRODI DIV KEBIDANAN
TAHUN 2017
A. LATAR BELAKANG

Derajat kesehatan sangat ditentukan oleh kesehatan ibu dan anak.


World Health Organization(WHO) memperkirakan di seluruh dunia setiap
tahunnya lebih dari 585.000 meninggal saat hamil atau bersalin (Kepmenkes,
2012). Berdasarkan survei demografi dan kesehatan indonesia (SDKI) tahun
2012 angka kematian ibu diindonesia masih tinggi sebesar 359 per 100.000
kelahiran hidup( Kemenkes RI), Sedangkan AKI di kota Bengkulu berdasarkan
hasil Survey Kesehatan Daerah sebesar 224 per 100.000 kelahiran hidup
(Dinkes bengkulu, 2015).
Penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan 28%, eklampsi
24%, infeksi 11%, partus lama 5%, abortus 5% dan lain-lain (Kepmenkes,
2012). Angka kematian ibu hingga saat ini belum menunjukkan penurunan
yang pasti. Salah satu penyebab kematian ibu adalah persalinan yang tak
normal atau adanya penyulit. Terjadinya persalinan yang tak normal ini
dipengaruhi oleh umur kehamilan, umur ibu, komplikasi kehamilan dan
paritas ibu (Kepmenkes 2003).
Lamanya proses persalinan dapat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu
tenaga, jalan lahir dan janin. Sampai saat ini yang dapat dikendalikan adalah
masalah tenaga atau power, yaitu ditingkatkan dengan senam hamil. Senam atau
latihan selama kehamilan memberikan efek positif terhadap pembukaan serviks
dan aktivitas uterus yang terkoordinasi saat persalinan. (Ida 2012)

Senam hamil adalah program kebugaran yang diperuntukkan bagi ibu


hamil sehingga memiliki prinsip-prinsip gerakan khusus yang disesuaikan
dengan kondisi ibu hamil. Latihan senam hamil dirancang khusus untuk
menyehatkan dan membugarkan ibu hamil, mengurangi keluhan yang timbul
selama kehamilan serta mempersiapkan fisik dan psikis ibu dalam 30 Jurnal
Involusi Kebidanan, Vol. 6, No. 11, Januari 2016 menghadapi persalinan. Senam
hamil biasanya dimulai saat kehamilan memasuki trimester ketiga, yaitu sekitar
usia 28-30minggu kehamilan (Ida, 2012).

Menurut jurnal dewi, 2013 vol 1 menyatakan bahwa Pergerakan dan


latihan dari senam kehamilan tidak saja menguntungkan sang ibu, tetapi juga
sangat berpengaruh terhadap kesehatan bayi yang dikandungnya. Pada saat bayi
mulai dapat bernafas sendiri, maka oksigen akan mengalir kepadanya melalui
plasenta, yaitu dari aliran darah ibunya ke dalam aliran darah bayi yang
dikandung. Senam kehamilan akan menambah jumlah oksigen dalam darah di
seluruh tubuh sang ibu dan karena itu aliran oksigen kepada bayi melalui plasenta
juga akan menjadi lancar

Senam hamil yang memiliki manfaat sangat besar ini ternyata masih
banyak tidak dipahami oleh ibu hamil, yang menyebabkan ibu hamil merasa
enggan untuk mengikuti senam. Hal ini ditakutkan akan menjadi salah satu
faktor penyulit proses persalinan. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang
senam hamil disebabkan karena rendahnya minat masyarakat untuk
mengakses informasi tentang senam hamil dan keterjangkauan informasi yang
masih rendah.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis tertarik untuk


melakukan penelitian tentang “Bagaimana Efektifitas Penyuluhan Senam Hamil
terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil ”

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas maka di rumusankan masalah penelitian


Efektifitas Penyuluhan Senam Hamil terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil .

C. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui Efektifitas Penyuluhan Senam Hamil terhadap Tingkat


Pengetahuan Ibu Hamil.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil pada tingkat baik


b. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil pada tingkat cukup
c. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil pada tingkat kurang
KERANGKA TEORI

Pengetahuan Ibu Senam Hamil


Hamil

1. Pengertian
Faktor yang mempengaruhi
2. Tujuan
1. Pendidikan
3. Manfaat
2. Informasi
4. Sasaran
3. Budaya
5. Syarat
4. Pengalaman
6. Pelaksanaan
5. Sosial Ekonomi
7. Contoh Gerakan
KERANGKA KONSEP PENELITIAN

Pengetahuan Ibu Hamil


tentang Senam Hamil
Baik
1. Pengertian
2. Tujuan
3. Manfaat Cukup
4. Sasaran
5. Syarat
6. Pelaksanaan Kurang
7. Contoh Gerakan

Faktor yang mempengaruhi


1. Pendidikan
2. Informasi
3. Budaya
4. Pengalaman
5. Sosial Ekonomi

KET :

: Diteliti

: Tidak diteliti
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini penulis menggunakan desain penelitian deskriptif yaitu
menggambarkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil. Pada
penelitian ini teknik sampling yang digunakan metode “Consecutive” yaitu
penetapan sample dengan memilih sample dengan menetapkan subjek yang
memenuhi kriteria penelitian dimasukan dalam penelitian sampai kurun waktu
tert Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil dengan jumlah 40 ibu hamil
yang melakukan pemeriksaan tertentu, sehingga jumlah pasien yang diperlukan
terpenuhi.