Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN

DENGAN SNH
DI RUANG RUBY
RSUD Dr. H. M. ANSARI SALEH BANJARMASIN

I. DATA DEMOGRAFI
1. Biodata
Identitas Klien
Nama : Tn. M
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 45 tahun
Alamat : Jl. Kuin Selatan Rt. 1 Gang. Kasturi
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Swasta
Status Perkawinan : Jejaka
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Banjar
Tanggal Masuk RS : 14-06-2017
Tanggal Pengkajian : 15-06-2017
Diagnosa Medis : SNH
No. RM : 3483xx
Identitas Penanggung Jawab
Nama : Ny. N
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 44 Th
Pekerjaan : IRT
Hubungan dengan klien : Adik Kandung

II. RIWAYAT PENYAKIT


1. Keluhan utama
Klien mengatakan pipi kanan dan kiri terasa keram dan mengeluh
kepala terasa sakit
2. Riwayat Kesehatan /penyakit sekarang
Keluarga klien mengatakan awal pertama kali datang ke RS yaitu
tanggal 14 Juni 2017 dengan alasan bahwa Tn. M mengeluh keram
pada pipi kanan dan kiri dan mengeluh kepala terasa sakit . Klien
mengatakan sewaktu santai di rumah tiba-tiba klien merasa keram dan
klein langsung di bawa kepuskesmas untuk di periksa, setelah tidak ada
perkembangan klien langsung di rujuk ke RS H.M. Ansari Saleh.

3. Riwayat Kesehatan/penyakit dahulu

Kluarga klien mengatakan klien baru saja sakit seperti ini dan tidak
pernah dirawat di RS sebelumnya

4. Riwayat Kesehatan/Penyakit Keluarga

Keluarga mengatakan klien belum pernah mengalami stroke


sebelumnya, klien mempunyai riwayat hipertensi yang tidak
terkontrol. Klien tidak memiliki riwayat DM, jantung dan asma.

5. Genogram

Keterangan :
: laki-laki sehat : menikah
: perempuan sehat : meninggal
: Tn. M --- : tinggal satu rumah
III. RIWAYAT AKTIFITAS SEHARI-HARI

Sebelum masuk rumah sakit pasien mampu melakukan aktivitas secara


mandiri tanpa di bantu orang lain seperti makan, mandi, berpakaian,
toileting, berpindah, berjalan dan naik tangga. Sedangkan saat di rumah
sakit pasien melakukan aktivitas yang secara penuh dibantu oleh keluarga
atau perawat.
Sedangkan untuk latihan, sebelum masuk rumah sakit pasien melakukan
kegiatan di rumah dan melakukan olahraga seperti jalan di pagi hari satu
kali sehari. Tetapi saat di rumah sakit untuk melakukan kegiatan pasien
perlu bantuan.
Kemampuan dalam perawatan diri 0 1 2 3 4
Makan/minum √
Mandi √
Toileting √
Berpakaian √
Mobilitas di tempat tidur √
Berpindah √
Ambulasi/ROM √
Keterangan : 0 : mandiri, 1: dengan alat, 2 : dibantu orang lain, 3 : di bantu
orang lain dan alat, 4 : tergantung total.

IV. RIWAYAT PSIKOSOSIAL

Klien sering bergaul dengan tetangga dan sangat berhubungan baik dengan
orang-orang sekitarnya. Klien tidak merasa dibebani dengan biaya rumah
sakit karena klien menggunakan BPJS. Keluarga klien mengatakan klien
mudah panik dan gelisah jika mendengar sesuatu yang mengejutkan dan
setelah itu tekanan darahnya akan naik

V. RIWAYAT SPIRITUAL
Keluarga klien mengatakan selama di RS memang klien tidak menjalankan
ibadahnya, para keluarga terdekat selalu mensupport klien, dapat dilihat
dari ada beberapa anggota keluarga klien yang bergantian menjaga klien,
terutama suami dan anak kandung klien..
VI. POLA NUTRISI – METABOLIK

Sebelum masuk rumah sakit pasien tidak mengontrol makanan , suka


minum-minuman yang manis. Nafsu makan pasien baik, tidak ada kesulitan
menelan, porsi makan satu piring nasi. Saat masuk rumah sakit pasien
mengalami penurunan nafsu makan, makan hanya setengah porsi saja,
pasien merasa mual, menu yang dimakan bubur.

VII. POLA ELIMINASI

Sebelum masuk rumah sakit pola eliminasi pasien normal dan teratur.
Tetapi saat di rumah sakit pasien mengalami gangguan pola eliminasi
seperti 2 hari tidak BAB. Saat di rumah sakit pasien juga menggunakan
pampers (popok).
a. Pola defekasi
DS : Pasien dan keluarga pasien mengatakan sebelum dan selama sakit
kebiasaan BAB 1x sehari, konsistensi lunak, sedikit-sedikit,
warna kuning.
DO : Abdomen supel.
b. Pola eliminasi urin
DS : Pasien mengatakan sebelum sakit lancar 4-5 kali sehari, warna
kuning jernih saat BAK. Selama sakit terpasang DC,warna kuning
DO : pasien terpasang DC

VIII. POLA TIDUR – ISTIRAHAT

Sebelum masuk rumah sakit pola tidur pasien teratur, pasien selalu tidur
siang jam 13.30 sampai dengan 14.30 dan tidur malam pada pukul 20.00
sampai dengan 05.00 pagi. Pasien tidak ada kesulitan tidur dan tidak ada
kebiasaan tidur. Akan tetapi saat di rumah sakit pasien mengalami
perubahan pada jam tidur seperti jam tidur siang dari jam 14.00 sampai
15.00 dan tidur malam pada pukul 21.30 sampai dengan 04.00.
IX. POLA KEBERSIHAN DIRI
Sebelum masuk rumah sakit secara mandiri pasien mampu melakukan
kebersihan diri tidak ada kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan dasar
seperti mandi, gosok gigi dan keramas. Saat masuk rumah sakit pasien
dibantu perawat dan keluarga dalam pemenuhan kebersihan diri hanya di
ska keluarga, frekuensi 1 kali sehari

X. POLA TOLERANSI- KOPING STRESS

Dalam pengambilan keputusan pasien melakukannya sendiri akan tetapi jika


sangat berat maka pasien akan meminta bantuan anaknya. Saat mengalami
masalah pasien biasanya membawa dalam sholat dan pasien memiliki
harapan untuk sembuh setelah menjalani perawatan

XI. POLA PERAN HUBUNGAN

Peran pasien dalam keluarga adalah sebagai Kaka, untuk sistem pendukung
adalah adek kandung. Pasien selalu membina hubungan baik dengan adek
adeknya

XII. POLA KOMUNIKASI


Dalam hubungan komunikasi pasien menggunakan bahasa daerah yaitu
bahasa Banjar dalam komunikasi sehari-hari. Pasien tinggal bersama adek
kandungnya.

XIII. POLA NILAI & KEPERCAYAAN


DS : Pasien merupakan lulusan SMP. Pasien tidak memiliki riwayat
gangguan kejiwaan.

Pasien merupakan orang banjar, sehari-hari menggunakan bahasa banjar.


Pasien beragama islam.
XIV. PEMERIKSAAN FISIK

1. Keadaan umum klien


Penampilan klien sesuai dengan usia klien sekarang, ekspresi wajah yang
datar, sekarang klien mengalami sesak nafas sehingga kadang membuat
klien tidak bisa tidur.
- Keadaan umum : lemah
- Kesadaran : compos mentis
- Nilai GCS : 15
- Respon membuka :4
- Respon motorik :6
- Repon verbal :5
2. Tanda-tanda vital
 Suhu : 38 °c
 Nadi : 103 x/menit
 RR : 24 x/menit
 TD : 160/100 mmHg

3. Kepala dan leher

Kepala : bentuk mesochepal, tidak ada lesi.

1) Rambut : beruban, lurus, tidak berketombe, tampak bersih.


2) Mat : bentuk simetris, tidak tampak sekret, pupil isokor
tidak ada midriasis, konjunctiva tidak anemis,
sklera tidak ikterik.
3) Wajah : bentuk oval
4) Hidung : bentuk simetris, tidak ada sumbatan, tidak ada
sekret, tampak pernapasan cuping hidung
5) Mulut : simetris, tidak menceng, mukosa lembab, bibir tidak
sianosis, lidah kotor, tidak ada stomatitis.
6) Telinga : bentuk simetris, tidak ada serumen
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar limfe, tidak
ada peningkatan JVP

4. Dada, Pernafasan dan sirkulasi


1) Paru-paru
Inspeksi : pengembangan dada simetris, tidak ada lesi
Palpasi : Tidak teraba adanya massa
Perkusi : terdengar sonor pada seluruh lapang paru ICS 1-6
Auskultasi : Terdengan ronchi
2) Jantung
Inspeksi : tidak tampak pulsasi aorta di ICS 2 kanan
Palpasi : tidak teraba nyeri
Perkusi : terdengar pekak pada ICS 2 kanan dan kiri sampai
dengan ICS 5 kiri.
Auskultasi : S1>S2, reguler, tidak terdengar murmur dan S3
atau bunyi gallop.
5. Abdomen
Inspeksi : umbilikus simestris, tidak terdapat luka
Auskultasi : Bising usus 8x/menit
Perkusi : Terdengar timpani, terdengar pekak dari ICS 6 ke arah
umbilikus
Palpasi : perut supel, tidak distensi, tidak terdapat nyeri tekan,
kandung kemih tidak teraba penuh.

6. Genetalia dan reproduksi

Bersih, klien tampak menggunakan pampers, klien tampak menggunakan DC.

7. Ekstrimitas atas dan bawah


1) Ekstremitas atas : terpasang infus Asering 20 tpm, tidak dapat
bergerak bebas.
2) Ekstremitas bawah : Akral hangat, kekuatan otot ekstrimitas bawah
kanan 5, ,kekuatan otot ekstrimitas bawah kiri 5
3) Kekuatan otot :
Tangan kanan Tangan kiri
(4) (4)
Kaki kanan Kaki kiri
(1) (1)
Keterangan :
0 = tidak ada kontraksi
1 = hanya kontraksi
2 = hanya bergeser
3 = hanya bisa mengangkat tetapi tidak mampu menahan
gravitasi
4 = mampu melawan gravitasi tetapi tidak mampu menahan
beban
5 = mampu melawan beban

8. Sistem kardiovaskuler
Konjungtiva tidak pucat, Capillary refill time kembali < 2 detik
Tachicardi, cyanotic negative pada akral bibir klien, tidak terdapat
peningakatan vena juularis, tidak ada bunyi tambahan.

9. Sistem pencernaan
Bibir terlihat kering, mulut tidak ada stomatitis, gigi pasien tidak
lengkap. Pasien mengatakan sulit untuk menelan. tidak terdapat nyeri
tekan atau pun massa pada bagian abdomen, tidak ada keluhan nyeri
seperti magh. bising usus normal.
Bentuk mulut tidak simetris, mukosa bibir kering, reflek menelan ada,
auskultasi pada bising usus 10x/menit
10. System integument
Gastisitas/turgor kulit baik walaupun saat di tarik kulit klien kembali ke
semuala +/- 3-5 detik karena proses penuaan, tidak ada lesi, warna kulit
putih,tidak ada masa, tampilan umum kulit bersih, kulit kepala bersih,
distribusi rambut merata.

11. Sistem endokrin


Tidak terdapat gangguan kelenjar tiroid, tidak mengalami percepatan
pertumbuhan, tidak ada gejala kreatinisme atau gigantisme, suhu tubuh
dan keringat normal, leher tidak kaku, dan tidak ada riwayat air seni
dikelilingi semut.

XV. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK


1. laboratorium
Hasil pemeriksaan laboratorium

Interpret
Tanggal Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal
asi
14-06- MBC 10.3 10^3/uL 4.0-10.0 Normal
2017 LYMOH# 1.5 10^3/uL 0.8-4.0 Normal
MID# 0.7 10^3/uL 0.1-0.9 Normal
GRAN# 8.1 10^3/uL 2.0-7.0 Naik
LYMOH% 11.5 % 20.0-40.0 Turun
MID% 7.1 % 3.0-9.0 Normal
GRAN% 78.4 % 50-70 Naik
HGB 14.0 g/dL 12.0-16.0 Normal
RBC 4.83 10^6/uL 3.50-5.50 Normal
HCT 41.7 % 37.0-50.0 Normal
MCV 86.5 FL 82.0-95.0 Normal
MCH 25.9 pg 27-31 Turun
MCHC 33.5 g/dL 32.0-36.0 Turun
RDW-CV 13.4 % 11.5-14.5 Normal
RDW-SD 42.4 FL 35-56 Normal
PLT 232 10^3/uL 150-450 Normal
MPV 7.4 FL 7.0-11.0 Normal
PDW 15.0 15-17 Normal
PCT 0.173 % 0.108-0.285 Normal

2. Pemeriksaan Radiologi

Tanggal Pemeriksaan Hasil


EKG Normal
Sinus Shythm

CT scan -
Thorak -

4. Trapy

Jenis Rut Kontraindika


Dosis Indikasi & Cara Kerja Efek Samping
Terapi e si
Infus Rl 10ml/ja IV Indikasi Hipernatreim Demam, iritasi atau
m Penggantian cairan plasma a, asidosis, infeksi tempat injeksi,
isotonik yang hilang hipokalemia flebitis
Penggantian cairan pada kondisi
alkalosis hipokloremia

Cara Kerja
Komposisi elektrolit dan
konsentrasinya yang sangat
serupa dengan yang
dikandung cairan
ekstraseluler. Elektrolit yang
terkandung dibutuhkan untuk
menggantikan kehilangan
cairan pada dehidrasi

Ranitidin 40mg/8j IV Indikasi Hipersensitivi Diare, nyeri otot,


am Tukak lambung, tukak usus tas. pusing, timbul ruam
12 jari, refluk esofagitis, kulit, malaise dan
hipersekresi patologis nausea, konstipasi,
gastrointestinal. penurunan jumlah sel
darah putih dan platelet
Cara Kerja pada sejumlah
penderita.hipomagnase
mia, hiponatremia

Methylpred 4mg/8ja IV Indikasi Memiliki Beberapa efek samping


nisolone m Peradangan (pembengkakan) alergi atau metilprednisolon antara
Alergi parah, misalnya karena hipersensitifit lain: Agresi agitasi
makanan atau obat. Gangguan as terhadap kegelisahan penglihatan
hormon adrenal Arthritis atau komponen kabur penurunan jumlah
radang sendi Asma Gangguan obat urin pusing detak
darah atau sumsum tulang Memiliki jantung cepat, lambat,
akibat peradangan atau penyakit berdebar, atau tidak
autoimun Masalah mata atau infeksi jamur teratur atau pulsa sakit
penglihatan akibat sistemik kepala sifat lekas marah
peradangan, alergi, atau Penderita depresi mental
autoimun Penyakit Lupus TBC, perubahan mood
Penyakit kulit akibat diabetes kegugupan mati rasa
peradangan, alergi, atau melitus, atau kesemutan di
autoimun Masalah ginjal herpes lengan atau kaki rasa
akibat peradangan, alergi, atau simpleks, berdebar di telinga sesak
autoimun contohnya sindroma varisela, dan napas pembengkakan
nefrotik Radang usus osteoporosis. jari, tangan, tungkai,
(ulcerative colitis) Multiple Baru saja atau kaki kesulitan
sclerosis. menerima berpikir, berbicara, atau
Bersumber dari: vaksinasi berjalan pernapasan
Methylprednisolone : dengan terganggu saat istirahat
Kegunaan, Dosis, Efek vaksin hidup. penambahan berat badan
Samping - Mediskus

Cara Kerja
Methylprednisolone
merupakan salah satu obat
yang masuk dalam kelompok
glukokortikoid (bertindak
seperti halnya hormon
steroid) dan termasuk derivat
prednison. Obat ini bekerja
dengan cara mengurangi
peradangan (antiinflamasi)
dan menekan respon
kekebalan tubuh
(imunosupresan), dan
mengurangi respon alergi
(antialergi). Sehingga
metilprednisolon dapat
digunakan untuk mengurangi
pembengkakan, kemerahan,
gatal dan reaksi-reaksi alergi
lainnya.

Methylcoba IV Indikasi Pasien yang Anoreksia, mual, diare


lamin Neuropati perifer dan anemia hipersensitif atau gangguan saluran
megaloblastik yang terhadap cerna lainnya dapat
disebabkan defisiensi vitamin Mecobalamin timbul setelah
B12 . penggunaan.
Cara Kerja
Secara biokimia,
Mecobalamin adalah koenzim
yang mengandung vitamin
B12 yang ikut berpartisipasi
dalam reaksi transmetilasi.
Mecobalamin adalah homolog
vitamin B12 yang paling aktif
di dalam tubuh. Mecobalamin
bekerja dengan memperbaiki
jaringan syaraf yang rusak.
Mecobalamin juga terlibat
dalam maturasi eritroblast,
mempercepat pembelahan
eritroblast dan sintesis heme
sehingga dapat memperbaiki
status darah pada anemia
megaloblastik. Uji klinis
tersamar ganda menunjukkan
bahwa Mecobalamin tidak
hanya efektif untuk anemia
megaloblastik, namun juga
untuk neuropati perifer.

XVI. ANALISA DATA

No Data ETIOLOGI Masalah keperawatan


1 DS : Interupsi aliran darah : Perfusi jaringan serebral
hemoragik serebral tidak efektif
DO:
 GCS E4 M5 Vafasia
 Tingkat kesadaran
Composmentis
 Kekuatan otot
ekstremitas
superior ka=ki 1/4,
ekstremitas inferior
ka=ki 1/4
2 DS: Kerusakan Kerusakan mobilitas
neoromuskuler,penurunan fisik
DO:
kekuatan otot
 Penampilan umum
lemah
 Kekuatan otot
ekstremitas
superior ka=ki 1/4,
ekstremitas inferior
ka=ki 1/4
 Hemiplegi
ektremitas dextra
 Indeks KATZ = G
(tidak mandiri
untuk semua
aktivitas sehari-
hari)
 Reflek biseps
ka=ki :+/++
 Refleks triseps
ka=ki :+/++
 Refleks patela
ka=ki :+/++
 Refleks asciles
ka=ki :+/++

3 DS: Penurunan sirkulasi Kerusakan komunikasi


verbal
DO: serebral
 Ketidak mampuan
berbicara dan
menyebutkan kata-
kata
( afasia)
 Kontak mata tidak
ada
 Parese nervus
kranial VII dekstra
sentral dan XII
dekstra sentral

XII. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


Prioritas masalah :

1. Perfusi jaringan serebral tidak efektif berhubungan dengan interupsi aliran


darah : hemoragik serebral.
2. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kerusakan neoromuskuler,
penurunan kekuatan otot.
3. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan penurunan sirkulasi
serebral

XIII. PERENCANAAN KEPERAWATAN

DX
NO TUJUAN INTERVENSI
KEPERAWATAN
1 Gangguan perfusi Setelah dilakukan tindakan Mandiri
1. Monitor tekanan darah.
jaringan serebral keperawatan selama 3x7 jam
2. Letakkan kepala dengan
berhubungan dengan diharapkan perfusi jaringan serebral posisi agak ditinggikan
(30o) dan dalam posisi
interupsi aliran darah: adekuat dengan kriteria hasil:
anatomis.
hemoragi akibat 3. Tinggikan tangan dan
kepala.
perdarahan pada Kriteria Hasil :
4. Pertahankan keadaan tirah
hiperdens pada INDIKATOR IR ER baring.
5. Catat status neurologis.
ganglia basalis kiri  Menunjukkan Kolaborasi
sampai korona radiata peningkatan 1. Berikan O2 tambahan
tingkat kesadaran
menjadi CM sesuai indikasi.
 Menunjukkan
tekanan darah
dalam rentang
normal (120 –
140/60 – 90
mmHg)
 Tidak ada tanda-
tanda peningkatan
TIK
Keterangan :
1) Keluhan ekstrem
2) Keluhan berat
3) Keluhan sedang
4) Keluhan ringan
5) Tidak ada keluhan
2 Kerusakan mobilitas Setelah dilakukan tindakan Mandiri
keperawatan selama 3x7 jam 1. Kaji kemampuan
fisik berhubungan
diharapkan kerusakan mobilitas fungsional/luasnya
dengan kelemahan fisik dapat diminimalkan, dengan kerusakan awal dan
dengan cara yang teratur.
neuromuskuler:
2. Latih melakukan latihan
Kriteria Hasil :
paralisis akibat rentang gerak aktif dan
INDIKATOR IR ER pasif pada semua
perdarahan pada
ekstremitas.
pedunkules cerebri  Klien dapat 3. Sokong ekstremitas dalam
duduk tanpa posisi fungsionalnya,
kiri, mesencephalon bantuan. gunakan papan kaki
dan thalamus  Klien dapat selama periode paralisi
makan dan flaksid. Pertahankan
minum secara posisi kepala netral.
mandiri. 4. Tempatkan bantal
Klien dapat dibawah aksila untuk
melakukan ROM melakukan abduksi pada
tangan.
aktif sesuai
dengan
kemampuannya.

Keterangan :
1) Keluhan ekstrem
2) Keluhan berat
3) Keluhan sedang
4) Keluhan ringan
5) Tidak ada keluhan

XIV. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN


Jum'at , 26 Mei 2017

No Hari/ Diagnosa Implementasi Evaluasi


Tangga Keperawatan
l
1. Kamis, 1 1. Monitor status S: -
14-06 neurologi O: Keadaan umum lemah,
2017 2. Pantau tanda- kesadaran composmentis
tanda vital tiap dengan vital sign : TD
jam 160/100, HR 103x/menit,
3. Evaluasi pupil, SaO2 97%, dan Suhu 38 ⁰C,
refleks terhadap - Klien tampak diam sambil
cahaya
memegang kaki
4. Pantau adanya
- Klien tampak lemah
peningkatan TIK
5. Posisikan kepala - TTV
lebih tinggi 30- TD : 160/100 mmhg
45⁰P: nyeri N : 103x/ menit
akibat rematik R : 24x/menit
T :38 ᴼC
A: Masalah belum teratasi
Indikator I ER
R
1. Masih terliat 3 4
lemah
2. Masih
tampak susah
mengerakan 3 4
angota tubuh

2. Jum'at 2 1.Mengkaji S
15-06- kemampuan secara - Klien mengatakan
2017 fungsional/luasnya aktivitas dibantu
kerusakan awal O
dan dengan cara Tampak selalu dibantu
yang teratur. kelurga dan perawat
Klasifikasikan A
dengan skala Masalah belum teratasi
2. Mengkaji sebagian
kemampuan pasien Indikator IR ER
dalam mobilisasi
3. Memberiakan 1. Klien belum 3 4
klien alat bantu mampu
jika klien melakukan
memerlukan aktivitas
mobilisasi
sendiri
2. Klien belum
mampu 3 4
mempertahan
kan ataupun
meningkatkan
kekuatan dan
fungsi dari
dan/ atau
konpensasi 3 4
bagian tubuh.
3. Klien belum
mampu
mendemonstr
asikan tehnik/
perilaku yang
memungkinka
n melakukan
aktivitas

P
Lanjutkan intervensi
XVII. EVALUASI KEPERAWATAN

No Jam Evaluasi
danTanggal
1. 1 Jam 10.00 wita S
Kamis, 14 - 06 - Klien mengatakan badan masih susah
2017 untuk di gerakan
- Klien mengatakan tidak tahu tentang
penyakitnya
- Klien mengatakan tidak tahu
penyebab dari sakit yang dialaminya

O:
- Pasien tampak sussah mengerakan
angota tubuhnya
- TTV
TD : 160/100 mmhg
N : 103x/ menit
R : 24x/menit
T :38ᴼC
A : Masalah belum teratasi
Indikator IR ER
1. Klien 3 4
belum
mampu
melakukan
aktivitas
mobilisasi
sendiri 3 4
2. Klien
belum
mampu
mempertaha
nkan ataupun
meningkatka
n kekuatan
dan fungsi
dari dan/
atau
konpensasi
bagian
tubuh.
3. Klien 3 4
belum
mampu
mendemonst
rasikan
tehnik/
perilaku
yang
memungkink
an
melakukan
aktivitas

P : Lanjutkan intervensi

2 Kerusakan Jam 10.00 wita S


Mobilitas Kamis, 14 -06
Fisik 2017 - Klien mengatakan terganggu saat
berhubungan beraktifitas
dengan: O
Deformitas
skeletal. - Pasien tampak memegang bagian kaki
Nyeri,
ketidak - Pasien tampak bertanya tentang
nyamanan, penyakit yang dirasakannnya
Intoleransi A
aktivitas,
penurunan Masalah belum teratasi sebagian
kekuatan otot
Indikator IR ER

1.Klien belum
mampu
mempertahan 3 4
kan fungsi
posisi dengan
tidak
hadirnya/
pembatasan
kontraktur.

2.Klien belum
mampu
mempertahan
kan ataupun 4
meningkatkan
kekuatan dan 3
fungsi dari
dan/ atau
konpensasi
bagian tubuh.

3.Klien belum
mampu
mendemonstr
asikan tehnik/
perilaku yang 4
memungkinka
n melakukan
aktivitas 3

Lanjutkan intervensi

- Diskusikan kembali agar klien


melakukan aktifitas dengan perlahan-
lahan

- Diskusikan kembali untuk sering


latihan mobilisasi

- Ajarkan tehnik menarik napas bila


sakit saat beraktifitas