Anda di halaman 1dari 6

RUMAH SAKIT KARINA MEDIKA

Jl. BaruKp. KrajanRt 31 Rw 09 Ds. Maracang, Kec.


Babakancikao, Kab. PurwakartaTelp. (0264) 8220544 | Fax. (0264)
8301768

KEPUTUSAN DIREKTUR RSU KARINA MEDIKA

NO : 045/SK-DIR/RSKM/VII/2019

TENTANG

PEMBENTUKAN KOMITE FARMASI dan TERAPI


RSU KARINA MEDIKA
Menimbang: a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit
Karina Medika, maka diperlukan penyelenggaraan Pelayanan
Farmasi yang bermutu tinggi
b. Bahwa agar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit Karina Medika
dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur
Rumah Karina Medika sebagai landasan bagi penyelenggaraan
Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit Karina Medika
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
a dan b, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah
Sakit Karina Medika.
;

Mengingat: a. Undang-undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


b. Undang-undang No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
c. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 58 tahun
2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit
d. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
47/Kemenkes/SK/II/1983 tanggal 21 Februari 1983 Tentang
Kebijakan Obat Nasional
e. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
1009/MenKes/SK/X/1995 tentang Pembentukan Komite Nasional
Farmasi dan Terapi
f. Keputusan Direktur Jendral Pelayanan Medik Departemen
Kesehatan Republik Indonesia Nomor : HK.0006.3.3 tentang
Pedoman Kerja untuk Komite Farmasi dan Terapi

MEMUTUSKAN

Pertama : PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT KARINA MEDIKA


TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE FARMASI DAN
TERAPI DI RSU KARINA MEDIKA

Kedua : Susunan keanggotaan Komite Farmasi dan Terapi terdiri dari :


1. Ketua : dr. Rian Safirta, Sp. An
2. Sekretaris : Ressa Mahendra, S.Farm,. Apt
3. Anggota : dr. Ramli, Sp. A, dr. Riandino Suryo R, dr.
Bambang Heryanto, Rendi Sumarna, S. Farm., Apt, Bd. Risa
kardila, Galuh setia Perkasa, S. Kep., Ners

Ketiga : Komite Farmasi dan Terapi bertanggung jawab kepada Direktur


Rumah sakit, dalam melaksanakan tugas agar berkoordinasi
dengan bagian lain dalam Rumah Sakit.
Keempat : Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila
dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini,
akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya
Ditetapkan di : Purwakarta
Pada Tanggal : 5November 2019
Direktur RSU Karina Medika

Dr. HerlinaDiputri
TINJAUAN UMUM

Dalam pengorganisasian Rumah Sakit dibentuk Komite Farmasi dan


Terapi (KFT) yang merupakan unit kerja dalam memberikan rekomendasi kepada
pimpinan Rumah Sakit mengenai kebijakan penggunaan Obat di Rumah Sakit yang
anggotanya terdiri dari dokter yang mewakili semua spesialisasi yang ada di Rumah
Sakit, Apoteker Instalasi Farmasi, serta tenaga kesehatan lainnya apabila
diperlukan. KFT harus dapat membina hubungan kerja dengan komite lain di
dalam Rumah Sakit yang berhubungan / berkaitan dengan penggunaan Obat.
Ketua KFT dapat diketuai oleh seorang dokter atau seorang Apoteker,
apabila diketahui oleh dokter maka sekretarisnya adalah Apoteker, namun apabila
diketuai oleh apoteker, maka sekretarisnya adalah dokter.
KFT harus mengadakan rapat secara teratur, sedikitnya 2 (dua) bulan
sekali. Rapat KFT dapat mengundang pakar dari dalam maupun dari luar Rumah
Sakit yang dapat memberikan masukan bagi Pelayanan Farmasi dan Terapi,
memiliki pengetahuan khusus, keahlian-keahlian atau pendapat tertentu yang
bermanfaat bagi KFT.
Tujuan KFT
Memberikan usulan penggunaan atau membantu di dalam merumuskan
kebijakan, metode untuk evaluasi, pemilihan dan pemakaian obat-obatan di rumah
sakit dan memberikan usulan atau membantu di dalam merumuskan program yang
dibuat guna memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan profesional (dokter, perawat,
apoteker dan tenaga kesehatan lainnya) akan pengetahuan yang terbaru dan
lengkap berkenaan dengan obat-obatan dan penggunaannya.
Fungsi KFT
Memberikan rekomendasi kepada pimpinan RS mengenai rumusan
kebijakan dan prosedur untuk evaluasi, pemilihan dan penggunaan obat di rumah
sakit dan merumuskan program yang berkaitan dengan edukasi tentang obat dan
penggunaannya kepada tenaga kesehatan di rumah sakit.
Wewenang, Kewajiban, Uraian Tugas, dan Mekanisme Kerja
Komite Farmasi dan Terapi RSIA Mitra Family

Wewenang
1. Merumuskan dan mengendalikan pelaksanaan semua kebijakan, Ketetapan,
prosedur, aturan yang berkaitan dengan obat.
2. Mengadakan, mengembangkan, menetapkan, merevisi Formularium.
3. Mengusulkan perubahan kebijakan Penggunaan obat dan pelayan di
Instalasi Farmasi Rumah Sakit

Kewajiban :
1. Memberikan Rekomendasi kepada pimpinan Rumah Sakit untuk mencapai
budaya pengelolaan dan penggunaan Obat secara Rasional.
2. Mengkoordinir pembuatan pedoman diagnosis dan terapi, formularium
Rumah Sakit, Pedoman Penggunaan Antibiotika dan lain – lain.
3. Melaksanakan pedidikan dalam bidang pengelolaan dan penggunaan obat
terhadap pihak pihak yang terkait.
4. Melaksanakan pengkajian, pengelolaan dan penggunaan obat dan
memberikan umpan balik atas hasil pengkajian tersebut.

Uraian Tugas :
Ketua
1. Menjamin terselenggaranya tugas Komite Farmasi dan Terapi sesuai
dengan kebijakan Direktur Rumah Sakit
2. Menetapkan Jadwal rapat ketua farmasi dan terapi untuk membahas
tentang kebijakan, penetapan prosedur, maupun aturan – aturan berkaitan
obat.
3. Mengkoordinir pengembangan, penyusunan maupun revisi Formularium
Rumah Sakit

Sekretaris
1. Mengatur persiapan dan penyelenggaraan rapat Komite Farmasi dan Terapi
2. Menyiapkan dan memberikan semmua bahan rapat yang dibutuhkan
3. Mencatat semua hasil keputusan dalam rapat dan melaporkan pada
Direktur Rumah Sakit
4. Mengarsip dokumen kesekretariatan dan pendistribusian surat
5. Melakukan tugas kesekretariatan lainnya.

Anggota
1. Membahasa materi rapat
2. Mengkaji dan menganalisa keuntungan/ manfaat dan kerugian
3. Memeriksa dan menganalisa aspek legalitas
4. Menjamin kelancaran distribusi obat
5. Menetapkan obat yang akan ditambahkan atau yang dikurangi dari
formularium
6. Mengembangkan formularium Rumah Sakit yang efisien, efektif dan
ekonomis
7. Menetapkan katagori obat yang digunakan dalam rumah sakit dan
menempatkan tiap obat pada suatu katagori tertentu.