Anda di halaman 1dari 2

Pascasarjana FKM 2019

Nama : Eka Lestari Br Sitepu


NIM : 197032016
Mata Kuliah : PKIP (Ibu Namora Lubis)

Pendekatan Behavioristik Perilaku Kesehatan

Saat setelah musim hujan wilayah kerja Puskesmas saya bertugas terdapat pasien yang
cukup banyak terjangkit demam berdarang dengue (DBD) setiap harinya. Sebagai kepala
puskesmas saya harus melakukan program untuk mengurangi pasien DBD setiap tahunnya. Hal
pertama yang akan saya lakukan adalah bekerja sama dengan berbagai stakeholder atau sektor
pemerintahan setingkat puskesmas wilayah kerja tempat saya bertugas. Saya akan melibatkan
Camat dan kepala desa berserta jajarannya. Program yang akan saya lakukan adalah menciptakan
lingkungan sehat dan bersih tolak demam berdarah dengue (DBD). Program ini akan dilakukan
penilaian oleh jajaran Camat dan kepala puskesmas sebagai fasilitator. Sebelumnya petugas
puskesmas sudah memberikan penyuluhan dan mempraktikkan langsung mengenai higine dan
sanitasi lingkungan sehat rumah tangga. Sehingga masyarakat dapat memahaminya apa yang
harus dilakukan dan ikut berkontribusi mencegah penyakit DBD wilayah tersebut.

Adapun penilaian dilakukan secara objektif yaitu terlihat tempat sampah organic dan
nonorganic yang terpisah dan diberikan sign, tidak terdapat genangan air di kamar mandi
ataupun perkarangan sehingga tidak mencegah jentik-jentik nyamuk hidup di masing-masing
rumah tangga, selokan sudah dibersihkan dan tidak mampet oleh sampah-sampah plastic maupun
sampah non plastik, terdapat tanaman sederhana yang mempercantik rumah-rumah warga dan
kekompakan warga ikut serta dalam kegiatan ini dengan melihat langsung atau melihat foto-foto
kepala desa dalam bentuk laporan kepada kepala Camat.

Program ini akan diikutsertakan kepada semua lapisan masyarakat baik orang dewasa
maupun anak-anak remaja. Saya akan melibatkan Camat sebagai ketua program yaitu ikut
membantu memberitakan langsung kepada kepala desa dan masyarakat untuk dilakukan program
bersih-bersih gotong royong baik Rumah tangga maupun sekolah-sekolah terdapat di daerah
tersebut. Kemudian akan dinilai setiap 2 minggu sekali oleh jajaran Puskesmas dan Camat
kepada setiap wilayah kerja masing-masing desa. Setiap 6 bulan sekali penilaian akan
diumumkan desa manakah yang sangat baik dan desa manakah yang masih buruk
lingkungannya. maka dari itu sebagai kepala Desa harus ikut serta memberikan`kontribusi yang
terbaik khususnya untuk wilayah kerjsanya masing-masing.

Penilaian yang dilakukan 2 kali sebulan tersebut akan diakumulasi atau dikurangkan dari
penilaian sebelumnya dan berlangsung selama 6 bulan. Desa yang terbaik dari segi penilainnya
maka akan diberikan hadiah special oleh kepala Camat dalam rentang waktu 6 bulan sekali atau
setahun 2 kali. Hadiah yang akan diberikan oleh kepala Camat adalah symbol berupa sertifikat
dan banner besar bertuliskan lingkungan sehat dan bersih kemudian nama kepala desa sebagai
penggerak ditulis besar-besar. Adapun hadiah selanjutnya adalah kepala Camat akan
memberikan alat-alat kebersihan seperti tempat sampah tertutup dan terbuka, sapu, sikat dan
pembersih lantai dan kamar mandi kepada masing-masing rumah tangga. Hadiah itu sebagai
bentuk apresiasi kepada warga yang ikut melakukan gotong royong bersih-bersih lingkungan
desa dalam rangka mencegah penyakit demam berdarag dengue (DBD).

Adapun punishment yang diberikan bagi desa ataupun wilayah jauh dari kategori tidak
bersih dan sehat maka akan diberikan symbol banner besar-besar bertulisankan lingkungan kotor
dan tidak kompak dan berikan pita hitam kepada kepala desa dan jajarannya. Kepala desa wajib
lapor langsung kepada kepala Camat mengenai kendala dan masalah apa yang dialami oleh
masyarakatnya kenapa tidak ikut serta menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

Dengan adanya reward dan punishment diharapkan jajaran Camat dan kepala Desa
tersadarkan akan pentingnya pencegahan penyakit melalui hal-hal kecil yang dilakukan rutin tapi
berdampak besar untuk kehidupan selanjutnya. Stimulus sebagian kecil tersebut diharapkan
mendapatkan respon dari warganya dalam bertindak dan melakukan hal-hal baik seperti memilah
sampah rumah tangga sesuai jenisnya dan lebih memperhatikan genangan-genangan air di
lingkungan rumah masing-masing. Program ini merupakan program penting yang dimana akan
berlanjut dan berkembang untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat.