Anda di halaman 1dari 6

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian


Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan
analisis univariat. Penelitian ini merupakan penelitian yang
mendeskripsikan suatu masalah yang terjadi pada masing-masing lima
keluarga binaan RT 02/ RW 01, Kecamatan Koroncong, Kabupaten
Pandeglang, Provinsi Banten.

3.2 Pop u l as i Pen el i ti an


Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh
anggota keluarga binaan pada lima keluarga binaan yang memiliki
balita (bawah lima tahun) stunting di RT 002/ RW 001, Desa
Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Provinsi
Banten.

3.3 Sampel Penelitian


Jenis penetapan sampel dalam penelitian ini adalah Non –
Probability Sampling dan cara penetapan sampel yang digunakan
adalah Total Sampling. Sampel adalah anggota dari keluarga binaan
yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah sampel pada penelitian ini
adalah sebanyak sembilan orang responden dari anggota keluarga
binaan yang seharusnnya berjumlah 23 orang di lima keluarga binaan
di RT 02/ RW 01, Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Kabupaten
Pandeglang, Provinsi Banten, yaitu keluarga Tn. Rusdi sebanyak
tiga orang, keluarga Tn. Hanapi sebanyak tiga orang, keluarga Tn.
Endang sebanyak satu orang, keluarga Tn. Humaidi sebanyak satu
orang, dan keluarga Tn. Saprudin sebanyak satu orang.
Adapun kriteria inklusi dan eksklusi adalah sebagai berikut :
A. Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi adalah kriteria dimana subjek
penelitian dapat mewakili dalam sampel penelitian yang
memenuhi syarat sebagai sampel, yaitu:

1. Bersedia untuk menjadi informan


2. Merupakan anggota keluarga binaan baik laki-laki
maupun perempuan berusia ≥17 tahun
3. Sehat jasmani dan rohani

B. Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi merupakan kriteria di mana subjek
penelitian tidak dapat mewakili sampel karena tidak
memenuhi syarat sebagai sampel penelitian, yaitu:
1. Anggota Keluarga tidak hadir saat pengambilan data

3.4 Pengumpulan Data


Dalam penelitian ini sebelummnya telah dilakukan
observasi dan teknik wawancara untuk menentukan kemungkinan
area masalah bersama dan menetapkan area masalah yang bertujuan
mengetahui letak masalah dan sejauh mana pengetahuan, sikap
ataupun perilaku keluarga binaan mengenai rumah sehat. Setelah
menetapkan area masalah, dilakukan survey dengan teknik
wawancara yang mendalam menggunakan panduan pertanyaan
terbuka untuk menentukan faktor - faktor yang mempengaruhi dan
akar penyebab masalah kurangnya pengetahuan mengenai rumah sehat
pada keluarga binaan RT 002/ RW 001, Desa Pakuluran, Kecamatan
Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Proses pengumpulan data ditentukan oleh variabel-variabel
yang ada dalam hipotesis. Sebelum mengumpulkan data, dilakukan
persiapan berupa persamaan persepsi antar peneliti. Pengumpulan
data dilakukan di RT 001/ RW 002, Desa Pakuluran, Kecamatan
Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Pengumpulan data ini dilakukan selama tujuh hari, mulai dari
tanggal 19 – 25 November 2019 dengan menggunakan kuesioner
sebagai instrumen pengumpulan data dengan teknik wawancara
terpimpin kepada responden. Wawancara dengan kuesioner dilakukan
dikarenakan kuesioner bersifat objektif dan jujur karena berasal dari
sumber data (responden). Dari lima keluarga binaan ini diambil
sembilan orang sebagai responden untuk menjawab kuesioner

3.5 Jenis dan Sumber Data


3.5.1 Jenis Data
Data kualitatif didapatkan dari pengalaman orang yang
diterangkan secara mendalam, pengalaman dan interaksi sosial
dari subjek penelitian sendiri. Data kualitatif diperoleh melalui
berbagai macam teknik pengumpulan data, misalnya
wawancara, analisis, observasi yang telah dituangkan dalam
catatan lapangan (transkrip). Data kuantitatif menggambarkan
karakteristik responden, pengetahuan, usia, tingkat pendidikan,
penghasilan, sumber informasi dan sosial budaya.
3.5.2 Sumber Data
Sumber data dalam pengumpulan data ini adalah data
primer yaitu para responden kelima keluarga binaan di RT
002/ RW 001, Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong,
Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Data yang diperoleh dapat berupa data:
a. Data primer
Data yang didapatkan dari wawancara dan kuesioner
pada keluarga binaan di RT 002/ RW 001, Desa
Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Kabupaten
Pandeglang, Provinsi Banten.
b . Data sekunder
Data yang diperoleh dari Puskesmas Bangkonol.
c. Data tersier
Data didapat dari penelusuran tinjauan pustaka dari
jurnal ilmiah dan internet.
3.5.3 Skala Pengukuran
Skala pengukuran yang digunakan pada penelitian ini
adalah berupa skala ordinal dan nominal.

3.6 Penentuan Instrumen Pengumpulan Data


Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dengan
kuesionr sebagai instrumen. Selain itu, dilakukan juga observasi
langsung ke lapangan untuk memperoleh data yang lebih lengkap.
Tabel 3.1 Daftar Kegiatan Pengumpulan Data pada Keluarga Binaan RT 002
/RW 001 Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang
16 – 25 November 2019
Tanggal Kegiatan
Selasa, a) Datang ke Puskesmas Bangkonol
16 November
b) Perkenalan dengan Kepala Puskesmas serta pengarahan
2019
c) Menuju ke Desa Pakuluran
d) Perkenalan dengan Kepada desa, Bidan desa dan Kader
e) Ke tempat penginapan di Desa Pakuluran
Rabu – Jum’at, a) Pengambilan data penelitian ke keluarga yang memiliki
17 – 19
balita
November
2019 b) Mengolah data kuesioner

Sabtu-Minggu, a) Diskusi kelompok dan menyelesaikan tugas mengolah


20-21 November
2019 data kuesioner
b) Membuat kuesioner dari area masalah yang sudah
Senin, a) Berkunjung
ditentukan ke keluarga binaan untuk melakukan
22 November 2019
survey dengan kuesioner dan dokumentasi
Selasa, a) Pengumpulan data dari Puskesmas Bangkonol yang
23 November 2019
berhubungan dengan beberapa masalah yang ditemukan
keluarga binaan.
Rabu, a) Diskusi kelompok.
24 November 2019
b) Merapikan tugas diagnosis komunitas.
c) Menetapkan rencana intervensi.
d) Menyiapkan media penyuluhan
Kamis a) Melakukan pretest
25 November
b) Intervensi di rumah kader
2019
c) Melakukan Post test
3.7 Pengolahan dan Analisis Data
Untuk pengolahan data tentang “Kurangnya pengetahuan mengenai rumah
sehat pada keluarga binaan di RT 002/ RW 001, Desa Pakuluran, Kecamatan
Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten” digunakan cara manual
dan bantuan SPSS 23.0. Untuk menganalisa data-data yang sudah didapat adalah
dengan menggunakan analisa univariat.
Analisa univariat adalah analisa yang dilakukan untuk mengenali setiap
variabel dari hasil penelitian. Analisa univariat berfungsi untuk meringkas
kumpulan data sedemikian rupa sehingga kumpulan data tersebut berubah
menjadi informasi yang berguna. Peringkasan tersebut dapat berupa ukuran
statistik, tabel, grafik. Pada diagnosis dan intervensi komunitas ini, variabel yang
diukur adalah :
1. Tingkat pendidikan responden mengenai pengetahuan rumah sehat
2. Tingkat ekonomi responden terhadap pengetahuan rumah sehat

3. Tingkat usia terhadap pengetahuan rumah sehat

4. Sumber informasi yang didapatkan responden untuk mengetahui rumah


sehat

5. Pengaruh sosial budaya yang ada terhadap pengetahuan rumah sehat

6. Pengaruh pengalaman terhadap pengetahuan rumah sehat