Anda di halaman 1dari 35

No.

Tanggal Data Pasien Diagnosis Tata Laksana Ringkasan Penyakit


1 19 Juli Tn. Kadir, 45 Hemoroid + DM Anjuran rawat inap: Pasien dengan keluhan denjolan pada anus dialami sejak 1
2019 tahun  IUFD RL 18 TPM bulan ini awal nya dapat keluar masuk sendiri tapi mulai
 Ketorolac /8 jam/iv kemarin benjolan tidak dapat keluar masuk. Nyeri (+). Darah
 Cefadroxil 2x500 mg (-). Sulit BAB sejak 2 hari yang lalu. Demam sejak 1 hari
 Metfotmin 3x1 tab SMRS. Riwayat HT(-). Riwayat DM (+) tidak terkontrol.

KU: tampang sakit sedang


TD : 120/80
N: 78 x /menit
S: 38,0 c
RR: 28 x/menit

Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-),
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal, nyeri
tekan (-)
- Terdapat benjolan pada anus berukuran 3x2x2 cm, mobol,
nyri tekan (+), darah (-).
- ekstremitas : dalam batas normal.

WBC 17.000
RBC 4,49
HB 8,5
HCT 42,6
PLT 395.000
LAB GDS 400
2 19 Juli Tn Sardi, Usia Hipertensi Anjuran rawat inap: Pasien diruju dari pusesmas dengan Hipertensi kronik grade II,
2019 49 Tahun Urgency + Post  Tirah Baring pasien datang hari ini datang dengan keluhan sakit kepala, hal ini
Stroke + Dispepsia  Diet M II dialami sejak 2 hari belakangan ini. Selain itu os juga mengeluhkan
 IVFD R Sol 10 gtt/i lemas yang dialami bersamaan dengan sakit kepala. Mual (+) dan
macro muntah (+) dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam sehari, berisi
 Inj omperazole 1 apa yang dimakan dan diminum. Os riwayat stroke yang dialami 2
amp/12 jam/IV tahun yang lalu. BAK (+) dan BAB (+) normal.
 Inj ondansetron 1 Dari pemeriksaan vital sign didapatkan TD 200/100 mmHg
amp/8jam/IV
 Captopril 3 x 25 mg
 HCT 1 x 25 mg
 Sucralfat siryp 3 x CI
3 19 Juli Tn Ramli, Usia Colic abdomen, Anjuran rawat inap: Pasien 2ating dengan keluhan nyeri pinggang sebelah kanan, hal ini
2019 55 Tahun Suspect BSK  Pemasangan Kateter dialami lebih kurang dua hari belakangan ini, keluhan ini disertai
 IVFD RL 20 gtt/i makro dengan keluhan susah buang air kecil, nyeri saat buang air kecil (+)
 Ceftriaxon 1gr/12 jam , setiap os buang air kecil selalu merasa tidak puas (+), mual (-) dan
 Inj Ketorolac 1 muntah (-).
amp/8jam/IV Dari pemeriksaan fisik didapatkan nyeri ketok pinggang sebelah
 Inj rantidin 1 amp/12 kanan (+).
jam/IV
 Inj omperazole 1 gr/12
jam/IV
 DR, Uriin rutin, USG
4 19 Juli NY Yuli, Usia suspek ulkus Anjuran rawat inap: Pasien 2ating dengan keluhan muntah darah, hal ini dialami lebih
2019 74 Tahun pepticum  IVFD Nacl 0,9 % 20 gtt/i kurang 1 hari ini, darah berwarna merah segar,frekuensi muntah
makro darah lebih kurang 3 kali dalam sehari ini. Sebelum os mengalami
 Ceftriaxon 1gr/12 jam muntah darah os mengalami keluhan kepala pusing dan demam
 Inj Asam Traneksamat yang dialami seminggu yang lalu. Mual (+) dan muntah (+). BAB
500 mg/8jam/IV hitam bau amis (+), BAK biasa, pasien memiliki riwayat konsumsi
 Inj Ondansetron 1 obat herbal dalam jangka lama.
amp/12 jam/IV
 PCT 3 x 500 mg KU: tampang sakit sedang
 Sucralfat sirup 3 x CI TD : 120/80
 DR N: 68 x /menit
S: 38,0 c
RR: 28 x/menit
konjungtiva anemis (+/+)
nyeri tekan epgasrium dan umbilikalis (+)
5 19 Juli NY Regina, Hepatoma + Anjuran rawat inap: Os datang dengan keluhan lemas dan mual, hal ini dialami sejak 1
2019 Usia 40 Tahun Dyspepsia  02 2 -4 L/i minggu belakangan ini. Selain itu os tampak kuning pada seluruh
 IVFD D 5 % 10 gtt/i tubuh, mata kuning (+), sklera kuning (+). Perut os terkesan
macro membesar (+), sebelumnya os telah menjalani pengobtan dan
 Inj Lansoprazole 1 dirurjuk ke makassar namun os tidak meneruskan pengobatan. Os
vial/24 jam/IV sebelumnya didiagnosa hepatoma. Berdasarkan keterangan
 Sucralfat sirup 3 x CI keluarga os sering mengkonsumsi jamu (+), riwayat merokok (+).
 Curuma tab 3 x 1
 Pemsangan Kateter KU: tampang sakit sedang
 Pemasangan NGT TD : 110/80
N: 68 x /menit
S: 37,0 c
RR: 30 x/menit

- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (+/+),sklera


ikterik (+/+), nafas cuping hidnung (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-),
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : cembung (+), caput medussa (+), bising usus
(+)menurun, nyeri tekan (+), teraba hepatosplenomegali
(+)
- ekstremitas : oedema pretibial minimal (+/+)

6 20 Juli Tn Jura, Usia DM Tipe II + Anjuran rawat inap, advice Os datang dengan keluhan lemas hal ini dialami sejak 1 hari
2019 46 Tahun Dispepsia + dr. Sp.PD: belakangan ini, muntah (+) dialami 1 hari ini, frekuensi muntah 3
Gangren  IVFD RL 20 gtt/i macro kali dalam sehari, berisi apa yang dimakan dan diminum. Os juga
Diabetikum  Inj Ranitidine 1 amp/12 mengeluhkan nyeri pada ulu hati (+) dan demam (+) dialami sejak 1
jam/iv hari belakangan ini. Terdapat luka pada telapak kaki kanan pasien
 Inj Novalgin 1 amp k/p terkesan luka kotor. Riwayat penyakit os DM dan riwayat
jika temo . 39 o C penggunaan obat Novorapid, Levemir, Clindamisin, Ciprofloxaci n,
 Inj Novorapid 12 – 12 - Paracetamol dan Domperidone.
12 IU KU: tampang sakit sedang
 Inj Levemir 0 – 0 – 12 IU TD : 130/80
 Clindamisin 2 x 300 mg N: 68 x /menit
 Ciprofloxacin 2 x 500 mg
 PCT 3 x 500 mg S: 37,0 c
 Domperidone 3 x 10 mg RR: 20 x/menit
 Sucralfat sirup 3 x CI
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-),sklera
ikterik (-), nafas cuping hidnung (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-),
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : nyeri ekan epigastrium (+)
- ekstremitas : ulkus pada ventral pedis deksra (+)
6 20 Juli Tn Amri, Usia PSMBA ec Stress  Tirah baring Os datang dengan keluhan buang besar berarna kehitaman, hal ini
2019 66 Tahun. Ulcer + Anemia ec  Diet bubur saring via sudah dialami os sejak 1 bulan belakangan ini. Setaiap buang air
Penyakit Kronik ngt besar os sulit dan hanya keluar sedikit demi sdikit. Selain itu os
 IVFD Nacl 0,9 % 20 gtt/i juga mengeluhkan nyeri pada ulu hati (+) yang sudah sering
macro dialami dan terasa meberat satu hari ini, leas (+), gatal-gatal pada
 Inj ceftriaxon 1 kulit (+) dialami 1 bulan ini. Riwayat batuk darah (+) dialami 1bulan
gr/12jam/iv lalu. Os juga mengeluhkan demam (+) dialami satu hari ini.
 Inj omperazole 1 vial/24
jam/iv
 Inj asam traneksamat
500 mg/8 jam/iv
 Rencana transfusi PRC 1
bag
7 20 Juli TN.Tiberius, 59 SUSP bsk  Batugin sy 3x1c Pasien mengatakan nyeri saat BAK dirasakan seperti dililit oleh tali pada
2019 tahun  Paracetamol tab 3x500 bagian seluruh perutnya sudah dialami pasien 2 minggu ini. Nyeri perut
mg tersebut dirasakan hilang timbul namun, mengganggu waktu tidur malam
 Lansoprazol 2X1 pasien. Keluhan nyeri perut semakin memberat dirasakan ketika pasien
 Vit B com 2x1 melakukan aktivitas dan membaik ketika pasien istirahat dengan duduk
atau rebahan. BAK berwar kuning dan keruh kadang disertai dengan
darah, pasien juga mengeluhkan demam 1 minggu ini. Mual (+) muntah (-
). Napsu makan turun.
O/ KU: tampang sakit sedang
TTV
TD : 120/80
N: 72 x /menit
S: 38,7 c
RR: 20 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-/-),
nafas cuping hidnung (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+) pada
epigastrik dan suprapubik. CVA (+)
ekstremitas : dalam batas normal.

8 20 Juli Tn. Handoko, 45 SUSP bsk  IUFD RL 20 TPM Pasien mengatakan nyeri saat BAK dirasakan seperti dililit oleh tali pada
2019 tahun  Ketorolac /8 jam/iv bagian seluruh perutnya sudah dialami pasien 2 minggu ini. Nyeri perut
 Paracetamol tab tersebut dirasakan hilang timbul namun, mengganggu waktu tidur malam
3x500 mg pasien. Keluhan nyeri perut semakin memberat dirasakan ketika pasien
 Lansoprazol 2X1 melakukan aktivitas dan membaik ketika pasien istirahat dengan duduk
 Vit B com 2x1 atau rebahan. BAK berwar kuning dan keruh kadang disertai dengan
darah, pasien juga mengeluhkan demam 1 minggu ini. Mual (+) muntah (-
). Napsu makan turun.
O/ KU: tampang sakit sedang
TTV
TD : 110/80
N: 62 x /menit
S: 38,0 c
RR: 20 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-/-),
nafas cuping hidnung (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+) pada
epigastrik dan suprapubik. CVA (+)
ekstremitas : dalam batas normal.

9 20 Juli Tn. Danu, 60 ISK  IUFD RL 20 TPM Pasien mengatakan nyeri saat BAK sudah dialami pasien 1 minggu ini.
2019 tahun  Ketorolac /8 jam/iv Nyeri perut tersebut dirasakan hilang timbul namun Keluhan nyeri perut
 Paracetamol tab semakin memberat dirasakan ketika pasien melakukan aktivitas dan
3x500 mg membaik ketika pasien istirahat dengan duduk atau rebahan. BAK berwar
 Cifixim 2x 200 kuning dan keruh, darah(+), pasien juga mengeluhkan demam 4 minggu
ini. Mual (+) muntah (-). Napsu makan turun. Riwayat HT (-).Dm (-)
O/ KU: tampang sakit sedang
TTV
TD : 130/80
N: 82 x /menit
S: 38,7 c
RR: 20 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-/-),
nafas cuping hidnung (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+) yeri
tekan suprapubik. CVA (-)
ekstremitas : dalam batas normal.

10 20 Juli Tn. Angky, 43 ISK  IUFD RL 20 TPM Pasien mengatakan nyeri saat BAK sudah dialami pasien 1 minggu ini.
2019 tahun  Ketorolac /8 jam/iv Nyeri perut tersebut dirasakan hilang timbul namun Keluhan nyeri perut
 Paracetamol tab semakin memberat dirasakan ketika pasien melakukan aktivitas dan
3x500 mg membaik ketika pasien istirahat dengan duduk atau rebahan. BAK berwar
 Cifixim 2x 200 MG kuning dan keruh, darah(+), pasien juga mengeluhkan demam 4 minggu
ini. Mual (+) muntah (-). Napsu makan turun. Riwayat HT (-).Dm (-)
O/ KU: tampang sakit sedang
TTV
TD : 130/80
N: 82 x /menit
S: 38,7 c
RR: 20 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-/-),
nafas cuping hidnung (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+) yeri
tekan suprapubik. CVA (-)
ekstremitas : dalam batas normal.

11 22 Juli Ny. Eliana, 50 Gout Arhritis  IUFD RL 20 TPM Pasien datang dengan keluhan nyeri sendi dan timbul benjolan
2019 tahun  Ketorolac /8 jam/iv pada pangkal ibu jari kaki kanan yang sudah 3 bulan ini. Memberat
 Paracetamol tab pada pagi hari dan ketika beraktipitas yang berlebihan, 3 hari ini
3x500 mg memberat tidak bisa berjalan karana nyeri. Pasisn juga meneluhkan
 Alluporinil 3x1 demam, mual(-) muntah (-). Pusing(+), napsu pakan merunuh(+).
O/ KU: tampang sakit sedang
TTV
TD : 130/90
N: 80 x /menit
S: 37,7 c
RR: 18 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-/-),
nafas cuping hidnung (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (-) .
ekstremitas : ibu jari kaki kanan dan lutuk kanan nyeri bila
digerakkan serta pada sisi lateralnya terdapat benjolan dengan
diameter 2 cm yang melekat pada dasar.
lab
Asam urat 9

12 22 Juli Ny. Endang, 60 Gout Arhritis  IUFD RL 20 TPM Pasien datang dengan keluhan nyeri sendi dan timbul benjolan
2019 tahun  Na dixlopenax 3x pada pangkal ibu jari kaki kanan yang sudah 4 bulan ini. Nyri
500 mg seperti ditusuki tusuk jarum, nyeri kerika berjalan, dan ketika
 Paracetamol tab menggerakan kak. Memberat pada pagi hari dan ketika beraktipitas
3x500 mg yang berlebihan, 2 hari ini. Pasisn juga meneluhkan demam, mual(-
 Alluporinil 3x1 ) muntah (-). Pusing(+), napsu pakan merunuh(+). Riwayat HT(-).
DM(-).
O/ KU: tampang sakit sedang
TTV
TD : 140/80
N: 80 x /menit
S: 37,0 c
RR: 18 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-/-),
nafas cuping hidnung (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (-) .
ekstremitas : ibu jari kaki kanan dan lutuk kanan nyeri bila
digerakkan
lab
Asam urat 8

13 22 Juli Tn. Rivan, 20 DHF  IUFD RL 20 TPM S/ pasien datang dengan demam sejak 5 hari yang lalu, demam
2019 tahun  ceftriaxone 1 gr/12 turun naik, nyeri kepala, badan lemas, nyeri otot, flu (+), nyeri perut
jam /i.v (+), muntah dan penurunan nafsu makan.
 paracetamol O/ KU: tampang sakit sedang
3x500mg TTV:
 ranitidine 25 TD 110/70 mmhg
mg/12 jam/iv N: 100 x /menit
S: 38 c
RR: 20 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (+/+),sklera ikterik
(-/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-)
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+)
regio epigastrium dan hipokondriaka sinistra
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
HB:10,1
htc : 37%
plt :68,000
14 22 Juli Tn. Andira, 18 DHF  IUFD RL 20 TPM S/ pasien datang dengan demam sejak 5 hari yang lalu, demam
2019 tahun  ceftriaxone 1 gr/12 turun naik, nyeri kepala, badan lemas, nyeri otot, flu (+), nyeri perut
jam /i.v (+), muntah dan penurunan nafsu makan.
 paracetamol O/ KU: tampang sakit sedang
3x500mg TTV:
 ranitidine 25 TD 120/70 mmhg
mg/12 jam/ivt N: 80 x /menit
 S: 38,2 c
RR: 18 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (+/+),sklera ikterik
(-/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-)
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+)
regio epigastrium dan hipokondriaka sinistra
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
HB:10,1
htc : 37%
plt :68,000

15 22 Juli Tn. Gilang, 26 Typhoid  IUFD RL 20 TPM S/ pasien datang dengan demam sejak 5 hari yang lalu, demam
2019 tahun  ceftriaxone 1 gr/12 turun naik, nyeri kepala, badan lemas, nyeri otot, flu (+), nyeri perut
(+), muntah dan penurunan nafsu makan
jam /i.v
 paracetamol 3x500 O/ KU: tampang sakit sedang
 ranitidine 25 TTV: TD 120/80 mmhg
mg/12 jam/iv N: 80 x /menit
 B com 2x1 S: 38.0 c
RR: 20 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (+/+),sklera ikterik
(-/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-), typhpid tongue (+)
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+)
regio epigastrium dan hipokondriaka sinistra
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
-widal : 1/132
HB:10,1
htc : 37%
plt :200
16 23 Juli Nn. Fidha, 27 GERD  IUFD RL 20 TPM S/ pasien datang dengan mual dan muntah sejak 2 hari yang lalu,
2019 tahun  ceftriaxone 1 isi muntah apa yang di makan dan di minum, demam turun naik,
gr/8jam /i.v nyeri perut bagian bawah dan terasa terbakar menjalar ke bahu,rasa
 paracetamol 1g/8 asam dimulut (+). badan lemas, napsu makan menurun,
jam/i.v sebelumnya pasien sering mengalami lah yang sama, pasien
 ranitidine 25 mempunyai kebiasaan baring setelah makan.
mg/12 jam/iv
 ondansetron 4 mg/ O/ KU: tampang sakit sedang
8 jam TTV:
 TD 120/80 mmhg
N: 74 x /menit
S: 37 c
RR: 18 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+) regio
epigastrium dan hipokondriaka sinistra
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
HB:11,1
Leukosist 12 000
htc : 47%

17 23 Juli Tn. Sapri, 29 GERD  IUFD RL 20 TPM S/ pasien datang dengan nyeri perut bagian bawah dan terasa
2019 taun  paracetamol 1g/8 terbakar menjalar ke bahu sejak 2 hari yang lalu, mual dan muntah
jam/i.v isi muntah apa yang di makan dan di minum, demam turun naik,
 ranitidine 25 ,rasa asam dimulut (+). badan lemas, napsu makan menurun,
mg/12 jam/iv sebelumnya pasien sering mengalami lah yang sama, pasien
 ondansetron 4 mg/ mempunyai kebiasaan baring setelah makan.
8 jam
 domperidon 10 O/ KU: tampang sakit sedang
mg/8jam/i.v TTV:
TD 120/80 mmhg
N: 82 x /menit
S: 37,2 c
RR: 24 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+) regio
epigastrium dan hipokondriaka sinistra
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
HB:13,1
htc : 47%

18 23 Juli Ny. Olviana, 45 GERD  IUFD RL 20 TPM S/ pasien datang dengan nyeri perut bagian bawah dan terasa
2019 tahun  paracetamol 1g/8 terbakar menjalar ke bahu sejak 2 hari yang lalu, mual dan muntah
jam/i.v isi muntah apa yang di makan dan di minum, demam turun naik,
 ranitidine 25 ,rasa asam dimulut (+). badan lemas, napsu makan menurun,
mg/12 jam/iv sebelumnya pasien sering mengalami lah yang sama, pasien
 ondansetron 4 mg/ mempunyai kebiasaan baring setelah makan.
8 jam O/ KU: tampang sakit sedang
 domperidon 10 TTV:
mg/8jam/i.v TD 120/80 mmhg
N: 71 x /menit
S: 37,2 c
RR: 26 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+) regio
epigastrium dan hipokondriaka sinistra
- ekstremitas : akral hangat (+)

19 23 Juli Ny. Yeti, 56 GERD  IUFD RL 20 TPM S/ pasien datang dengan nyeri perut bagian bawah dan terasa
2019 tahun  paracetamol 1g/8 terbakar menjalar ke bahu sejak 2 hari yang lalu, mual dan muntah
jam/i.v isi muntah apa yang di makan dan di minum, demam turun naik,
 ranitidine 25 ,rasa asam dimulut (+). badan lemas, napsu makan menurun,
mg/12 jam/iv sebelumnya pasien sering mengalami lah yang sama, pasien
 ondansetron 4 mg/ mempunyai kebiasaan baring setelah makan.
8 jam
 domperidon 10 O/ KU: tampang sakit sedang
mg/8jam/i.v TTV:
 b com 2x1 TD 130/80 mmhg
N: 82 x /menit
S: 36,2 c
RR: 24 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+) regio
epigastrium dan hipokondriaka sinistra
- ekstremitas : akral hangat (+)

20 24 Juli Tn. Dzulkifli, 30 GERD  IUFD RL 20 TPM S/ pasien datang dengan nyeri perut bagian bawah dan terasa
2019 tahun  paracetamol 1g/8 terbakar menjalar ke bahu sejak 2 hari yang lalu, mual dan muntah
jam/i.v isi muntah apa yang di makan dan di minum, demam turun naik,
 ranitidine 25 ,rasa asam dimulut (+). badan lemas, napsu makan menurun,
mg/12 jam/iv sebelumnya pasien sering mengalami lah yang sama, pasien
 ondansetron 4 mg/ mempunyai kebiasaan baring setelah makan.
8 jam
 domperidon 10 O/ KU: tampang sakit sedang
mg/8jam/i.v TTV:
TD 120/80 mmhg
N: 72 x /menit
S: 37,8 c
RR: 24 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+) regio
epigastrium dan hipokondriaka sinistra
- ekstremitas : akral hangat (+)

21 24 Juli Tn. Abdul Gastritis  IUFD RL 20 TPM S/ pasien datang dengan mual dan muntah isi muntah apa yang di
2019 Karim, 27 tahun  Sefrtiaxon 1gr/12 makan dan di minum bahu sejak 2 hari yang lalu, nyeri perut
jam/ i.v bagian bawah dan , badan lemas, napsu makan menurun,
 paracetamol 1g/8 sebelumnya pasien sering mengalami lah yang sama, pasien
jam/i.v mempunyai kebiasaan baring setelah makan.
 ranitidine 25
mg/12 jam/iv O/ KU: tampang sakit sedang
 ondansetron 4 mg/ TTV:
8 jam TD 120/80 mmhg
 domperidon 10 N: 82 x /menit
mg/8jam/i.v S: 37,2 c
RR: 24 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+) regio
epigastrium dan
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
leukosit 13 000
HB:13,1
htc : 47%

22 24 Juli Tn. Halim, 24 Gastritis  IUFD RL 20 TPM S/ pasien datang dengan mual dan muntah isi muntah apa yang di
2019 tahun  Sefrtiaxon 1gr/12 makan dan di minum bahu sejak 2 hari yang lalu, nyeri perut
jam/ i.v bagian bawah dan , badan lemas, napsu makan menurun,
 paracetamol 1g/8 sebelumnya pasien sering mengalami lah yang sama, pasien
jam/i.v mempunyai kebiasaan baring setelah makan.
 ranitidine 25
mg/12 jam/iv O/ KU: tampang sakit sedang
 ondansetron 4 mg/ TTV:
8 jam TD 120/70 mmhg
 domperidon 10 N: 82 x /menit
mg/8jam/i.v S: 37,2 c
RR: 24 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+) regio
epigastrium dan
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
leukosit 12 220
HB:12,1
htc : 46%
23 24 Juli Ny. Gaby, 37 Gastritis  IUFD RL 20 TPM S/ pasien datang dengan mual dan muntah isi muntah apa yang di
2019 tahun  Sefrtiaxon 1gr/12 makan dan di minum bahu sejak 2 hari yang lalu, nyeri perut
jam/ i.v bagian bawah dan , badan lemas, napsu makan menurun,
 paracetamol 1g/8 sebelumnya pasien sering mengalami lah yang sama, pasien
jam/i.v mempunyai kebiasaan baring setelah makan.
 ranitidine 25
mg/12 jam/iv O/ KU: tampang sakit sedang
TTV:
 ondansetron 4 mg/ TD 120/70 mmhg
8 jam N: 72 x /menit
 domperidon 10 S: 37,2 c
mg/8jam/i.v RR: 24 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (+) regio
epigastrium dan
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
leukosit 14 570
HB:13,7
htc : 47%

24 25 Juli Tn. Gumelar, 64 PPOK  IUFD RL 8 TPM S/ pasien datang dengan batuk berdahak 2 tahun ini , dahak
2019 tahun  paracetamol berwarna kuning kehijauan kadang bercampur dengan darah, batuk
3x500mg terus menerus, pasien juga meneluhkan nyeri pasa dada ketika
 cefoperazon batuk. Pasien merokok jemenjak SMA. berkeringat pada malam
1gr/12jam/i.v hari (-). demam sejak 5 hari yang lalu, demam turun naik, nyeri
 nebu combiven / 8 kepala, badan lemas flu (+). Riwayat asma (-).
jam. O/ KU: tampang sakit sedang
 Symbicort 80/4.5 TTV:
mg 2x2 TD 130/80 mmhg
 N acethyl cytein N: 100 x /menit
3x1 S: 39 c
 Levofloxasin 1x1. RR: 30 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-)
- Thorax :pulmo : simetris, hipersonor, retraksi
(+),brinchovaskuler. Bantuan otot pernapasan (+) WH(-/-), RH
(+/+).
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
HB:13,7
Leukosir 15 790
htc : 37%
poto thorak. Hiperlusen kedua lapangan paru.

25 25 Juli Tn. Rompas, 54 PPOK  IUFD RL 18 S/ pasien datang dengan batuk berdahak 8 bilan, dahak berwarna
2019 tahun TPM kuning kehijauan kadang bercampur dengan darah, batuk terus
 paracetamol menerus, pasien juga meneluhkan nyeri pasa dada ketika batuk.
3x500mg Pasien merokok 1 bungkus perhari mulai usis 20 tahun. berkeringat
 cefoperazon pada malam hari (-). demam sejak 3 hari yang lalu, demam turun
1gr/12jam/i.v naik, nyeri kepala, badan lemas flu (+). Riwayat asma (-). 4 bulan
 nebu combiven / 8 yang lalu pasien dirawat dengan keluhan yang sama.
jam. O/ KU: tampang sakit sedang
 Symbicort 80/4.5 TTV:
mg 2x2 TD 120/90 mmhg
 N acethyl cytein N: 90 x /menit
3x1 S: 38.7 c
 Levofloxasin 1x1. RR: 34 x/menit

Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-)
- Thorax :pulmo : simetris, hipersonor, retraksi
(+),brinchovaskuler. Bantuan otot pernapasan (+) WH(-/-), RH
(+/+).
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
HB:12.5
Leukosir 16 876
htc : 49%
poto thorak. Hiperlusen kedua lapangan paru.
26 25 Juli Tn. Lende 68 PPOK  IUFD RL 18 S/ pasien datang dengan batuk berdahak 8 bilan, dahak berwarna
2019 tahun TPM kuning kehijauan kadang bercampur dengan darah, batuk terus
 paracetamol menerus, pasien juga meneluhkan nyeri pasa dada ketika batuk.
3x500mg Pasien merokok 1 bungkus perhari mulai usis 20 tahun. berkeringat
 cefoperazon pada malam hari (-). demam sejak 3 hari yang lalu, demam turun
naik, nyeri kepala, badan lemas flu (+). Riwayat asma (-). 4 bulan
1gr/12jam/i.v yang lalu pasien dirawat dengan keluhan yang sama.
 nebu combiven / 8 O/ KU: tampang sakit sedang
jam. TTV:
 Symbicort 80/4.5 TD 120/90 mmhg
mg 2x2 N: 96 x /menit
 N acethylcytein S: 38.2 c
3x1 RR: 34 x/menit
 Levofloxasin 1x1. Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-)
- Thorax :pulmo : simetris, hipersonor, retraksi
(+),brinchovaskuler. Bantuan otot pernapasan (+) WH(-/-), RH
(+/+).
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
Leukosir 16 876
htc : 49%
poto thorak. Hiperlusen kedua lapangan paru.
27 25 Juli Tn. Nando, 39 Pneumonia  paracetamol S/ pasien datang dengan batuk berdahak 4 hari ini, dahak berwarna
2019 tahun 3x500mg kuning kehijauan tanpa darah, batuk terus menerus, pasien juga
 cefoperazon meneluhkan nyeri pasa dada ketika batuk. berkeringat pada malam
1gr/12jam/i.v hari (-). demam sejak 3 hari yang lalu, demam turun naik, nyeri
 Symbicort 80/4.5 kepala, badan lemas flu (+). Riwayat asma (-).
mg 2x2 O/ KU: tampang sakit sedang
 N acethyl cytein TTV:
3x1 TD 120/80 mmhg
 Azitromosin 1x1 N: 82 x /menit
S: 39 c
RR: 34 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-)
- Thorax :pulmo : simetris, sonor , retraksi (-),vaskuler. Bantuan
otot pernapasan (-) WH(-/-), RH (-/+).
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
HB:12.5
Leukosir 17 970
28 25 Juli Nn. Imelda, 21 Pneumonia  IUFD RL 18 S/ pasien datang dengan batuk berdahak 4 hari ini, dahak berwarna
2019 tahun TPM kuning kehijauan tanpa darah, batuk terus menerus, pasien juga
 paracetamol meneluhkan nyeri pasa dada ketika batuk. berkeringat pada malam
3x500mg hari (-). demam sejak 3 hari yang lalu, demam turun naik, nyeri
 cefoperazon kepala, badan lemas flu (+). Riwayat asma (-).
1gr/12jam/i.v O/ KU: tampang sakit sedang
 Symbicort 80/4.5 TTV:
mg 2x2 TD 120/80 mmhg
 N acethyl cytein N: 80 x /menit
3x1 S: 37.8 c
 Azitromosin 1x1. RR: 28 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-)
- Thorax :pulmo : simetris, sonor , retraksi (-),vaskuler. Bantuan
otot pernapasan (-) WH(-/-), RH (-/+).
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
HB:12.8
Leukosir 15 800

29 26 Juli Nn. Vera, 28 Bronchitis  paracetamol S/ pasien datang dengan batuk berdahak 4 hari ini, dahak berwarna
2019 tahun 3x500mg kuning kehijauan tanpa darah, batuk terus menerus, pasien juga
 N acethyl cytein 3x1 meneluhkan nyeri pasa dada ketika batuk. berkeringat pada malam
 Cifixim 2x1 hari (-). demam sejak 4 hari yang lalu, demam turun naik, nyeri
kepala, badan lemas flu (+). Riwayat asma (-).
O/ KU: tampang sakit sedang
TTV:
TD 120/80 mmhg
N: 72 x /menit
S: 37.1 c
RR: 24 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-)
- Thorax :pulmo : simetris, sonor , retraksi (-),vaskuler. Bantuan
otot pernapasan (-) WH(-/-), RH (-/-).
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : simetris, supel, bising usus (+) normal
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
HB:13,6
Leukosir 13959
Photo thorak. Peningkatan corakan hilus.

30 26 Juli Ny. Yani, 30 Bronchitis  paracetamol S/ pasien datang dengan batuk berdahak 4 hari ini, dahak berwarna
2019 tahun 3x500mg kuning kehijauan tanpa darah, batuk terus menerus, pasien juga
 N acethyl cytein meneluhkan nyeri pasa dada ketika batuk. berkeringat pada malam
3x1 hari (-). demam sejak 4 hari yang lalu, demam turun naik, nyeri
 Cifixim 2x1. kepala, badan lemas flu (+). Riwayat asma (-).
 O/ KU: tampang sakit sedang
TTV:
TD 120/80 mmhg
N: 72 x /menit
S: 37.1 c
RR: 24 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-)
- Thorax :pulmo : simetris, sonor , retraksi (-),vaskuler. Bantuan
otot pernapasan (-) WH(-/-), RH (-/-).
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : simetris, supel, bising usus (+) normal
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
HB:13,6
Leukosit 12807
Photo thorak, corakan paskuler meningkat.

31 27 Juli Ny. Hardianti, Pneumonia  IUFD RL 18 S/ pasien datang dengan batuk berdahak 4 hari ini, dahak berwarna
2019 43 tahun TPM kuning kehijauan tanpa darah, batuk terus menerus, pasien juga
 paracetamol meneluhkan nyeri pasa dada ketika batuk. berkeringat pada malam
3x500mg hari (-). demam sejak 3 hari yang lalu, demam turun naik, nyeri
 cefoperazon kepala, badan lemas flu (+). Riwayat asma (-).
1gr/12jam/i.v O/ KU: tampang sakit sedang
 Symbicort 80/4.5 TTV:
mg 2x2 TD 120/80 mmhg
 N acethyl cytein N: 80 x /menit
3x1 S: 37.8 c
 Azitromosin 1x1. RR: 28 x/menit
 Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-)
- Thorax :pulmo : simetris, sonor , retraksi (-),vaskuler. Bantuan
otot pernapasan (-) WH(-/-), RH (-/+).
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
HB:12.8
Leukosir 14 986

32 27 Juli Tn. Radit, 43 Orchitis  azitromisin 3x1 pasien datang dengan keluhan nyeri pada kantung kelamuan
2019 tahun  dexamethason 3x kurang lebih 1 minggu ini, semakin lama semakin memberat dan
0,5 mg memberat 2 hari ini, nyeri mencalar keselangkangan, buang air
 Na diklopenac 3x kecil dan besar dalam tatas normal. pasien juga mengeluhakan
24 mg demam dan dakit pada kepala, mual(+) muntah(-).
 parasetamol 3x O/ KU: tampang sakit sedang
500 mg TTV:
 B comlex 1x1 TD 120/80 mmhg
 N: 80 x /menit
S: 37.8 c
RR: 28 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-)
- Thorax :pulmo : simetris, sonor , retraksi (-),vaskuler. Bantuan
otot pernapasan (-) WH(-/-), RH (-/+).
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal
- ekstremitas : akral hangat (+)
testis membesar sebelah kanan, nyri tekan (+). pren'n sing (-).
Aktremitas. Dalam batas normal
33 29 Juli Tn. Tonang, 54 PPOK  infus RL 18 TPM. S/ pasien datang dengan batuk berdahak 4 bulan ini , dan memberat
2019 tahun  O2 2-4 l/menit 4 hari ini. dahak berwarna kuning kehijauan tanpa darah, batuk
 Acetylsytein 3x1 terus menerus, pasien juga meneluhkan nyeri pasa dada ketika
 Inj. batuk.pasien merupakan perokok aktif. berkeringat pada malam hari
Methylprednisolon (-). demam sejak 4 hari yang lalu, demam turun naik, nyeri kepala,
1amp/ 12jam. badan lemas flu (+). Riwayat asma (-).
 Seftriaxone 2 gr/24 O/ KU: tampang sakit sedang
jam TTV:
TD 100/60 mmhg
N: 72 x /menit
S: 39.1 c
RR: 24 x/menit
Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-
/-), nafas cuping hidung (-/-), bibir sianosis (-/-), faring
hiperemis (-/-)
- Thorax :pulmo : simetris, hipersonor , retraksi (+),vaskuler.
Bantuan otot pernapasan (-) WH(-/-), RH (-/-).
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
- Abdomen : simetris, supel, bising usus (+) normal
- ekstremitas : akral hangat (+)
hasil LAB
HB:13,6
Leukosit 16 807
Photo thorak, hiperlusun kedua lapangan paru.
34 29 Juli Tn. Ambo, 75 Respiratory  Tirah baring Pasien masuk dengan keluhan batuk disertai darah sejak kemarin,
2019 tahun tuberculosis, not  Diet protein batuk yang dirasakan kurang lebih 2 bulan yang lalu. Batuk yang
confirmed dirasakan terus menerus. Keringat malam hari disangkal. Demam
bacteriologicallyor  Ivfd RL + adona + (+) 2 hari yang lalu, sesak (+), mual (+), muntah (-). Pasien juga
histologically vit K + asam mengakui penurunan berat badan belakangan ini. Riwayat
tranexamat 20 merokok (+), mengkonsumsi OAT (-) Hipertensi (+) diabetes (-).
tpm
 Injeksi ceftriaxon 1 Ku : sedang / gisi kurang
gr/12 jam Gcs : E4M6V5
 Injeksi ranitidin 1 Kesadaran : composmentis
amp/12 jam
 Amlodipin 1x10 Ttv
mg Td. 150/90 mmHg
 Rencana N. 85 x/m
pengobatan OAT P. 24 x/menit
(rujuk pkm S. 38.0
setempat)
Kepala : dbn
Thorax :
Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris, tidak terdapat luka
Palpasi : vocal fremitus ka=ki, ictus cordis teraba
Perkusi : sonor, batas jantung melebar
Auskultasi : suara paru vesikuler, rh +/-, wh -/-. BJ I/II murni reguler
murumur (-)

Abdomen : dbn
Ekstremitas : dbn

Wbc. 14,8
Rbc. 2,8
Hct. 40,8
Hb. 7,8
Plt. 208
Gds. 156
Foto thorax.
Nampak cavitas di apex pulmo dextra
Nampak bintik kalsifikasi
Kesan —> tb paru aktif

35 30 Juli Nn. Rizky Typhoid  Tirah baring Demam kurang lebih 5 hari yang dirasakan dominan pada sore dan
2019 Sartika, 29  Konsumsi malam hari, pasien juga mengeluhkan badan terasa lemas, mual
tahun makanan lunak (+), muntah (-), nyeri kepala (+), nyeri persendia (+). Pasien juga
mengeluhkan belum BAB selama 3 hari belakangan. BAK dalam
 Ivfd RL 16 tpm kondisi normal
 Injeksi ceftriaxone
1 gr/12 jam Ku: sedang
 Injeksi ketorolac 1 GCS : E4M6V5
Kesadaran : composmentis
amp / 8 jam
 Injeksi ranitidin 1 TTV
amp / 12 jam TD : 110/70 mmHg
 Drips paracetamol N : 70 x/m
1 gr/8 jam P: 18 x/m
S : 38'5 °C

Pemfis :
Kepala : DBN
Thorax : DBN
Abdomen = DBN
Ekstremitas : akral hangat (+/+), edema (-/-)

Laboratorium :
WBC : 9,6
RBC : 3,4 jt
Hb : 10,7
Hct : 42,5
PLT : 178
Salmonella typhi : 1/320
36 31 Juli Ny. Bella, 42 Vertigo, Dyspepsia  Tirah baring Pasien masuk dengan keluhan pusing berputar, yang telah
2019 tahun dirasakan sejak kemarin. Kondisi tersebut diperberat dengan
 Ivfd RL 16 tpm perubahan posisi terutama dari posisi tidur ke posisi duduk dalam
 Betahistine maleat waktu yang cepat. Mual (+), muntah (+) terutama ketika
6 mg 3x1 serangannya datang. Demam (-), batuk (-), sesak (-), penurunan
 Injeksi ranitidin 1 pendengaran disangkal. Pasien pernah mengalami hal yang serupa
amp/12 jam sekitar 1 tahun yang lalu, riwayat trauma (-)

Ku : sedang
Gcs : E4M6V5
Kesadaran : composmentis

Ttv
Td. 130/80 mmHg
N. 92 x/menit
P. 20 x/menit
S. 37.0
Kepala
. Telinga : serumen (+/+), sekret (-/-)
. Hidung : dbn
. Tenggorokan : T1/T1, hiperemis (-)
Thorax : dbn
Abdomen : nyeri tekan epigastrium (+)
Ekstremitas : hangat (+/+)

Wbc. 9,3
Rbc. 2,9
Hct. 42
Hb. 10,6
Plt. 240
37 01 Ny. Sarce, 72 Paralytic ileus and  Tirah baring Pasien masuk dengan keluhan sulit BAB sejak 3 bulan yang lalu dan
Agustus tahun intestinal  Stop intake oral 1 Minggu terakhir pasir telah tidak bab lagi, terkadang bab pasien
2019 obstruction hanya sedikit sedikit menyerupai tai kambing, serta terkadang
without hernia  Ivfd RL 20 tpm disertai dengan nyeri, kentut/flatus (-) 2 hari yang lalu, mual (+)
 injeksi ketorolac 1 muntah (+) tapi tidak dominan. Riwayat menggunakan obat
amp/8 jam pencahar 2 bulan terakhir. Riwayat (-) HT (-)
 Injeksi ranitidin 1
amp/12 jam Ku : sedang
 Dekompresi Gcs : 15
dengan Kesadaran : CM
pemasangan NGT
 Urinisasi dengan Ttv
kateter Td. 130/70 mmHg
 BNO 3 posisi N. 84 x/m
P. 22 x/m
S. 37

Kepala
Anemia -/- ikterik -/-
Thorax
Nampak piano sign, sonor +/+, vf seimbang, vesikuler +/+, rh -/- wh
-/-
Abdomen
Nampak cembung,
Peristaltik (+) kesan meningkat
Hiperthympani, asites (+)
Nyeri tekan (-), distensi (+), organomegali (-)

Ekstremitas
Hangat +/+

WBC. 5,2
RBC 3,49
Hb 11,4
Hct 34,1
PLT 158

Usg
Kesan . Sirosis hepar
Hidronephrosis sinistra
Ascites
38 02 Ny. Leni, 23 Asthma  IVFD RL 16 tpm Pasien masuk dengan keluhan sesak nafas sejak 15 menit yang lalu
Agustus tahun  Nebulisasi : sebelum masuk rumah sakit, pasien merasakan sesak dirasakan
2019 combivent 1 sach memberat ketika tertidur dan merasa membaik ketika bersandar.
NaCl 0,9% 2,5 cc Pasien sulit untuk berbicara baik itu hanya kata kata. Serangan
 Inj Dexa 5mg / 8 jam terakhir pada 2 hari yang lalu, dan dalam 1 bulan telah terjadi 5
 Salbutamol 2 mg 3 x 1 kali serangan serupa. Pasien juga mengeluhkan batuk (+), mual (-),
tab muntah (-). BAB (-) 2 hari, BAK normal. Riwayat asthma (+), riwayat
 Ambroxol 30 mg 3 x 1 keluarga (+) ibu kandung menderita asthma.
tab
Ku: sakit sedang
GCS : E4M6V5
Kesadaran : composmentis

TD : 130/90 mmHg
N : 102 x/m
P : 30 x/m
S : 37 °C
Spo2 : 95 %
Kepala : dbn
Thorax
 I : pergerakan dinding dada simetris
 P : Vf simetris
 P : sonor seluruh lapang paru
 A : vesicular (+/+) wheezing (+/+) , ronkhi (-/-)
Abdomen : dbn
Ekstremitas :dbn

WBC : 8.1
Rbc. 3,5
Hct.40,2
Hb : 10.3
PLT : 187

39 03 Tn. Irwan, 32 GEA  IVFD RL 20 tpm Pasien datang dengan keluhan BAB cair sejak kemarin, hari ini
Agustus tahun  Injeksi Ranitidin 1 sebanyak >5 kali, ampas (+), lender (+), darah (-), pasien
2019 amp/12 jam menyangkal bab cairnya seperti cucian beras, demam (+) sejak tadi
 Injeksi pagi, mual (+), muntah (+) 2 kali. Batuk (-), sesak (-). BAK biasa.
Dexametashone 1 Riwayat mag disangkal.
amp/8 jam
 Cefixime 2x200 mg Ku : sedang
 Paracetamol 3x500 GCS : 15
mg Kesadaran : CM
 Lodia 1 tab tiap BAB
cair Td. 140/80 mmHg
N. 98 x/menit
P. 23 x/menit
S. 40

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen
I : tampak datar
A: peristaltic (+) kesan meningkat
P: timphani (+) 4 kuadran
P: nyeri tekan (-), organomegali (-)
Ekstremitas : hangat +/+

Wbc. 14,5
Rbc.5,57
Hb. 13,7
Hct. 44,5
Plt . 157
40 03 Tn. Gerard, 25 HIV + General  IVFD aminofluid : RL Pasien masuk dengan keluhan lemas yang telah dirasakan sejak + 2
Agustus tahun weakness 16 tpm bulan terakhir, penurunan berat badan secara drastis dalam 3
2019  Injeksi Ranitidin 1 bulan terakhir. Demam (-), mual (+), Muntah (-), nyeri ulu hati (+),
amp/12 jam batuk (-), sesak (-), pasien mengaku nafsu makan menurun karena
 Injeksi sulir menelan makanan diakibatkan sariawan. BAK biasa, BAB cair
Metilprednisolon 125 sejak sebulan terakhir.
mg / 8 jam
 Nystatin drop 4x5ml KU : sedang, gizi kurang
 Cotrimoxazole 1x960 GCS : 15
mg Kesadaran : CM
 Efavirens 1x1 tab
 Duviral 2x1 tab Td. 110/70 mmHg
N. 92 x/m
P. 20 x/m
S. 36,6

Mulut : stomatitis (+), kandidiasis oral (+)


Thorax :
I : piano sign (+), pernafasan simetris
P: VF simestris
P: sonor (+)
A: vesicular +/+, rh -/-, wh -/-

Abdomen
I: nampak cekung
A: peristaltic + kesan meningkat
P: timphani (+)
P: nyeri tekan epigastrium (+)
Ekstremitas : hangat +/+, edema -/-

Status lokalis
Nampak ruam berukuran lentikuler di kedua tangan.

WBC. 1,6
Hb. 12,4
RBC 3,95
PLT 169

SD bioline (reaktif)
Focus Diagnostic (reaktif)
Intec (Reaktif)
Hasil akhir REAKTIF

Hbs Ag non reaktif

SGOT 39
SGPT 25
Ureum 132
Kreatinin 1,06

41 05 Ny. Merry, 53 Diabetic Foot +  Tirah baring Pasien masuk dengan keluhan luka pada kaki kanan sejak 2 bulan
Agustus tahun DM + Hypethiroid yll, disertai nyeri seminggu terakhir. Lemas (-), mual (-) muntah (-)
2019  Ivfd RL 20 tpm batuk (-) sesak (-). Pasien juga mengeluhkan sering merasakan
 Injeksi ceftriaxon 1 lapar dan haus disertai dengan sering buang air kecil. Riwayat
gr/12 jam diabetes (+) dan stroma toksik (+)
 Injeksi Metronidazole
500 mg/8 jam Ku : sedang
 Injeksi ranitidin 1 Gcs : E4M6V5
amp/12 jam Kesadaran : CM
 Novorapid 3x8 unit Ttv
 PTU 3x100 mg Td. 110/70 mmHg
 Propanolol 2x 40 mg N. 100 x/m
 Alprazolam 0,5 mg 0- P. 20 x/m
0-1 S. 37,6
 Wound toilet
Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen : dbn
Ekstremitas
Nampak luka disertai pus berbatas tegas di area dorsal pedis
dekstra

Wbc. 7,6
Rbc. 4,69
Hct. 39,1
Hb. 13,2
Plt. 337
Gds. 396 mg/dl
42 06 Tn. Libu, 76 PPOK + HT  Anjuran rawai tinap Pasien masuk dengan batuk selama 2 bulan yang hilang timbul dan
Agustus tahun  Ivfd RL 10 tpm memberat sejak seminggu terakhir, dahak (+), dahal bercampur
2019  Nebulasi combivent /8 darah (-), keluhan disertai dengan sesak sejak seminggu terakhir,
jam nyeri dada (-), demam (-). BAB dan BAK biasa. Riwayat merokok (+)
 Injeksi ceftriaxon 1 >20 tahun (1 bungkus per hari). Riwayat asma (-), Riwayat HT (+).
gr/12 jam
 Injeksi Ku : sedang
metilprednisolon 125 Gcs : E4M6V5
mg/8 jam Kesadaran : CM
 Ambroxol 3x30 mg
 Salbutamol 3x2 mg Ttv
 Micardis 1x40 mg Td. 150/90 mmHg
 Amlodipin 1x10 mg N. 78 x/m
P. 24 x/menit
S. 36.0

Kepala : dbn
Thorax :
Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris, tidak terdapat luka,
barell chest (+)
Palpasi : vocal fremitus ka=ki, ictus cordis teraba
Perkusi : sonor, batas jantung melebar
Auskultasi : suara paru vesikuler, rh +/+, wh +/+. BJ I/II murni
reguler murmur (-)
Abdomen : dbn
Ekstremitas : dbn

Wbc. 7,7
Rbc. 4,28
Hct. 41,1
Hb. 13,5
Plt. 139

43 07 Ny. Indo Uphe, ISK  Urinter 3x1 Pasien masuk dengan nyeri perut bawah sejak kemarin, yang terus
Agustus 37 tahun  Ranitidin 2x150mg menerus, mual (+),muntah (-). Demam (-), pusing (+), BAB biasa,
2019  Amlodipin 1x10mg nyeri perut bawah saat berkemih. Bak nyeri (+), BAK darah (-)
 Cefadroxil 2c500mg Riwayat Isk berulang (+)
 Ibuprofen 3x400mg
Ku : sedang
Gcs : E4M6V5
Kesadaran : CM
Ttv
Td. 150/90 mmHg
N. 104 x/m
P. 22 x/m
S. 37,2

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen : nyeri tekan suprapubik (+)
Ekstremitas : hangat +/+, edema -/-

Wbc. 16,1
Rbc. 4,68
Hct. 38,8
Hb. 12,5
Plt. 193
Urin rutin
Leukosit ++
Eritrosit +
Epitel cell >3
44 07 Tn. Toga, 71 Gout  IVFD RL 2o tpm Pasien masuk dengan keluhan bengkak dan nyeri persendian,
Agustus tahun  Injeksi Ceftriaxone 1 awalnya hanya nyeri sejak 4 bulan yang lalu, nyeri yang dirasakan
2019 gr/12 jam terus menerus, nyeri yang dirasakan terutama pada persendian
 Injeksi Ranitidin 1 tangan. Bengak muncul dalam 3 hari terakkhir dan memberat.
amp/12 jam Mual (-), muntah (-), batuk (-), sesak (-), BAB dan BAK biasa.
 Injeksi Riwayat asam urat (+), HT (-), DM (-)
Metylprednisolon 125
mg/8 jam Ku : sedang
 Meloxicam 2 x 15 mg Gcs : E4M6V5
Kesadaran : CM
Ttv
Td. 130/70 mmHg
N. 80 x/m
P. 20 x/m
S. 36,6

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen : dbn
Ekstremitas : hangat +/+, edema -/-
Wbc. 15,9
Rbc. 4,38
Hct. 35,5
Hb. 10,8
Plt. 473
Gds 176
As. Urat 8,7
45 08 Tn. Toni, 61 TB Paru + Efusi  Ivfd RL 20 tpm Pasien masuk dengan keluhan sesak seminggu terakhir, dan
Agustus tahun Pleura  Injeksi ceftriaxon 1 memberat sejak kemarin, batuk (+) kurang lebih 2 bulan, dahak (+).
2019 gr/12 jam Keringat malam hari (+). Demam (+) 2 hari yang lalu, mual (+),
 Injeksi ranitidin 1 muntah (-). Pasien juga mengakui penurunan berat badan
amp/12 jam belakangan ini. Riwayat merokok (+), pernah mengkonsumsi obat
 Methylprednisolon TB tetapi tidak tuntas selama 2 bulan. Hipertensi (-) diabetes (-).
125 mg/8 jam
 Codein 3x20 mg Ku : sedang / gisi kurang
 Pasang WSD Gcs : E4M6V5
 Pengobatan OAT Kesadaran : composmentis
Ttv
Td. 110/70 mmHg
N. 78 x/m
P. 24 x/menit
S. 38.1

Kepala : dbn
Thorax :
Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris, tidak terdapat luka
Palpasi : vocal fremitus tidak simetris, ictus cordis teraba
Perkusi : suara dullness setinggi ICS 5 dekstra.
Auskultasi : suara paru vesikuler, rh +/+, wh -/-. BJ I/II murni
reguler murumur (-)

Abdomen : dbn
Ekstremitas : dbn

Wbc. 17,2
Rbc. 3,45
Hct. 38,2
Hb. 7,4
Plt. 218
Foto thorax.
Kesan —>
Efusi Pleura Dekstra
TB paru lama aktif
46 08 Tn. Abdullah, 37 DM + Ulcus  Ivfd RL 20 tpm Pasien masuk dengan keluhan luka pada paha kanan dialami sejak
Agustus tahun diabetic  Injeksi ceftriaxon 1 1 minggu yang lalu, awalnya hanya berupa bisul sebesar biji
2019 gr/12 jam jagung, tetapi lama kelamaan luka tersebut membesar hingga
 Injeksi ranitidin 1 mengeluarkan nanah. Mual (-) muntah (-) batuk (-) sesak (-). Pasien
amp/12 jam juga mengeluhkan sering merasakan lapar dan haus disertai
 Injeksi ketorolac 1 dengan sering buang air kecil. Riwayat diabetes (+) sejak 1 tahun
amp/8 jam yang lalu dan saat ini pasien tidak rutin menggunakan insulin.
 Injeksi metronidazole Riwayat amputasi pada jari karena DM, riwayat hipertensi (+).
500 mg/8 jam
 Candesartan 1x8 mg Ku : sedang
 Amlodipine 1 x 10 mg Gcs : E4M6V5
 Novorapid 3x10 unit Kesadaran : Composmentis
 Wound toilet
Ttv
Td. 150/90 mmHg
N. 83 x/m
P. 18 x/m
S. 36,8

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen : dbn
Ekstremitas
Nampak luka disertai pus berukuran kurang lebih 5cm x 3cmx 2 xm
dengan batas tegas di area femur posterior dekstra.

Wbc. 7,6
Rbc. 2,96
Hct. 27,3
Hb. 8,8
Plt.417
Gds. 340 mg/dl
47 09 Ny. Vina, 41 ISK  Urinter 3x1 Pasien masuk dengan nyeri perut bawah sejak kemarin, yang terus
Agustus tahun  Ranitidin 2x150mg menerus, mual (+),muntah (-). Demam (-), pusing (+), BAB biasa,
2019  Amlodipin 1x10mg nyeri perut bawah saat berkemih.
 Cefadroxil 2c500mg Riwayat penyakit sebelumnya (-)
 Ibuprofen 3x400mg Post rawat inap 3 hari lalu

Ku : sedang
Kesadaran : CM

Td. 140/90 mmHg


N. 98 x/m
P. 20 x/m
S. 37,2

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen : nyeri tekan suprapubik (+)
Ekstremitas : hangat +/+, edema -/-
Wbc. 10,9
Rbc. 3,68
Hct. 40,8
Hb. 11,5
Plt. 206

Urinalisis
Leukosit 10 llp (meningkat)
48 09 Tn. Levin, 22 GEA  IVFD RL 20 tpm Pasien datang dengan keluhan BAB cair sejak kemarin, hari ini
Agustus tahun  Injeksi sebanyak >5 kali, ampas (+), lender (+), darah (-), pasien
2019 pantoprazole menyangkal bab cairnya seperti cucian beras, demam (+) sejak tadi
1A/12 jam pagi, mual (+), muntah (+) 2 kali. Batuk (-), sesak (-). BAK biasa.
 Injeksi Riwayat mag disangkal.
Ondancentron
1A/8 jam Ku : sedang
 Injeksi Ceftriaxone Kesadaran : CM
1 gr/12 jam
 Paracetamol Td. 130/80 mmHg
3x500 mg N. 80 x/menit
 New diatab 2 P. 23 x/menit
tab/BAB S. 39,8

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen
I : tampak datar
A: peristaltic (+) kesan meningkat
P: timphani (+) 4 kuadran
P: nyeri tekan (-), organomegali (-)

Ekstremitas : hangat +/+

Wbc. 12,5
Rbc.4,20
Hb. 12,7
Hct. 42,5
Plt . 190
49 10 Tn. Ferry, 26 Typhoid  Ivfd RL 20 tpm + Pasien masuk dengan demam selama 1 minggu, pola demam naik
Agustus tahun Neurosanbe 1A turun, naik ketika setelah berkativitas dan menelang malam hari,
2019  Injeksi Ranitidin dan setelah padidansiang hari pasien emrasa agake enakan. bebas
1A/12 jam demam (-), lemas (+), pegal seluruh badan (+), nyeri kepala (+),
 Injeksi Ceftriaxone mual (+), muntah (+) 1 kali, nafsu makan menurun, mimisan (-).
1gr/12 jam BAB cair (+) sejak 3 hari yang lalu, BAK biasa. Riwayat maag
 Injeksi disangkal.
Paracetamol
1gr/8jam Ku : sedang
Kesadaran : CM

Td. 110/80 mmHg


P: 20 kali per menit
Nadi: 76 kali per menit
Suhu: 38,5 c

Kepala : dbn
Thorax: dbn
Abdomen: dbn
Ekstremitas: hangat +/+

- WBC:10,5
- PLT: 210
- rbc : 3,60
- hct : 38,2
- hb : 12,4
Widal test (+)1/320
50 20 Ny. Diana, 39 GERD  Ivfd RL 16 tpm Nyeri ulu hati, dirasakan sejak 2 minggu yang lalu, memberat sejak
Agustus tahun  Injeksi Omeprazole kemarin, nyeri terasa tertusuk tusuk, perasaan terbakar terasa di
2019 1 amp/12 jam daerah dada, dan mulut sering terasa asam. Pasien juga
 Sucralfat syrup 3x2 mengeluhkan mual tapi tidak disertai dengan muntah. Keluhan lain
cth disangkal.
Riwayat :
Maag (+)
KU : Sedang
Kesadaran : Composmentis

TD : 130/80 mmhg
S :36.5C
N : 88x/menit
R : 20x/menit

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abd:
I : tampak datar
A: BU (peristaltik) (+) kesan normal
P : nyeri tekan epigastrium (+)
P : Tympani
Ekstremitas : akral hangat (+/+) edema(-/-)

Wbc 9,2
Rbc. 4,50
Hb. 9,2
Hct. 38,3
Plt. 240