Anda di halaman 1dari 30

No.

Tanggal Data Pasien Diagnosis Tata Laksana Ringkasan Penyakit Catatan


1 16 Tn .Fadli, Tumor paha  Pro Eksisi tumor. Pesien dengan keluhan benjolan . pada paha
september 16th kana, benjolan tumbuh sekitar 3 tahun yang
2019 lalu, awal nya benjolan kecil lama kelamaan
benjolan semakin membesar. Jenjolan tidak
nyeri.

KU: tampang sakit sedang


TD : 100/70
N: 72 x /menit
S: 36,4 c
RR: 20 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),

Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),

Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal,

Ekstremitas:
Benjolan pada paha kana berukuran 3x4x3 cm,
mobile. Nyeri tekan (-). Konsistensi kenyal.
2 16 Tn Hakim, Hernia Pro Herniotomy Os datang dengan keluhan nyeri dibagia perut
september Usia 59 Inguinalis  IVFD RL 16tpm bawah, hal ini sudah dialami sejak 1 bulan
2019 Tahun Lateral  Puasakan belakangan ini, hal ini dirasakan hilang timbul
 Ranitidin IV 1amp/12 pada awalnya dan sekarang keluhan memberat.
jam Tampak massa pada berut bagian bawah (+)
 Ceftriaxon 1gr/12jam dan skrotum membesar (+)
 Ketorolac IV 1amp/
8jam
3 16 TN Yeremiah, Luka Bakar  IVFD RL 2 Liter Os datang dengan keluhan luka bakar yang
september Usia 45 Grade II ec pemberian pertama dialami sejak lebih kurang 1 jam sebelum
2019 Tahun Sengtan selanjutnya 20 gtt/i samapai ke RS, luka bakar dialami akibat
Listrik  Inj Ceftriaxon 1 tersengat listrik. Luka bakar terdapat pada
gr/12jam/IV tangan sebelah kanan (+) dengan luas luka 9 %
 Inj Ranitidin 1 amp/12 , pada kaki sebelah kiri (+) dengan luas luka 9
jam/ IV % , luka tampak kulit terkelupas dan bula (-).
 Inj Ketorolac 1 amp/8
jam/IV
4 16 NY Novia, Appendisitis  Pro appendectomy Os dating ke polik, dengan keluhan nyeri perut
september Usia 34 akut  Puasakan sebelah kanan, hal ini dialami sejak 2 hari
2019 Tahun  IVFD RL 20tpm belakangan ini, hal ini dialami secara tiba-tiba,
 Ranitidin 1amp/ 12 nyeri dirasakan hingga ke ulu hati (+). Mual (+)
jam dan muntah (+) dialami sejak 2 hari ini, muntah
 Ceftriaxon 1gr/12 jam dialami dengan frekuensi sebanyak 2 kali
dalam sehari dan berisi apa yang dimakan dan
diminum. Demam (+) dialami selama 2 hari
belakangan ini. Sebelumnya os sudah berobat
ke mantri namun tidak ada perubahan.
KU: tampang sakit sedang
TD : 130/70
N: 92 x /menit
S: 36,4 c
RR: 28 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),
Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
Abdomen : nyeri tekan Mc Burney (+), rovsing
sign (+), psoas sign (+)
Ekstremitas:
Akral dingin (+/+)
Alvarado score 9
5 16 TN Kevin, BSK  Rujuk ke RSUD Os datang dengan keluhan buang air kecil
september Usia 34 Undata, poli Bedah tedapat batu hal ini dialami satu hari ini. Eluhan
2019 Tahun Urologi disertai nyeri pinggang kiri. Batu yang keluar
saat buang air kecil sebesar kelereng sebanyak
4 buah. Buang air kecil berdarah (+). Selain itu
1 minggu yang lalu os mengeluhkan nyeri saat
buang air kecil (+) dan semakin memberat hari
ini. Demam (-) dan os sebelumnya belu pernah
berobat.

Nyeri ketuk costovertebra sinistra (+)


6 17 Ny Janice, Nekrtotik  Pro debridement Os datang dengan keluhan luka dan bengkak
september Usia 43 tahun manus digiti II  Wound toilet pada lengan, hal ini dialami os sejak 6 bulan
2019 dekstra +  IVFD RL 20tpm belakangan ini, awal terjadi akibat os terjepit
Susp. Selulitis  Inj Ceftriaxon 1 pintu , pada awalnya luka kecil namun lama
+ DM gr/12jam/IV kelamaan membesar dan membegkak, luka
 Inj Ranitidin 1 amp/12 terdapat pada jari telunjuk kanan, luka tampak
jam/ IV kotor dan bengkak hingga ke pergelangan
 Inj Ketorolac 1 amp/8 tangan kanan (+). Luka pada jari telunjuk
jam/IV tampak terkelupas kulit dan perdarahan aktif
(+), os selama ini dirawat oleh mantri. Riwayat
 Puasakan
penyakit DM,Riwayat penggunaan obat
 DR, GDS
trajenta, riwayat alergi obat amoxcicilin,
cefadroxil, metformin.
7 17 Ny Lili, Usia Hemoroid Pro Hernoroidectomy Os datang ke poli dengan keluhan benjolan
september 28 Tahun Eksterna  IVFD RL 16tpm pada anus, hal ini sudah dialami os dalam
2019  Puasakan waktu 2 bulan belakangan ini, benjolan
 Ranitidin IV 1amp/12 berdiameter lebih kurang 1 cm , benjolan
jam dirasakan nyeri (+), berdarah (+) dialami
 Ceftriaxon 1gr/12jam sesekali ketika buang air besar. Awalnya
 Ketorolac IV 1amp/ sebelum terdapat benjolan os mengeluhkan
8jam susah buang air besar lama kelamaan benjolan
membesar dan semakin nyeri
8 17 Ny Kori, Usia Dislokasi Pro Herniotomy Os datang dengan keluhan nyeri pada lengan
september 22 tahun shoulder  IVFD RL 16tpm kanan, hal ini dialami sejak 1 minggu
2019 dekstra close  Puasakan belakangan ini akibat terjatuh. Tangan kanan
joint  Ranitidin IV 1amp/12 nyeri (+, sulit digerakkan (+), bengkak pada
jam tangan kanan dan bahu (+).
 Ceftriaxon 1gr/12jam
 Ketorolac IV 1amp/ Deformitas pada bahu kanan (+)
8jam kUlit merah (+) nyeri tekan (+), nyeri
digerakkkan
9 17 Tn Zubair, Hernia Pro Herniotomy Os datang dengan keluhan benjolan pada buah
september Usia 45 tahun Inguinalis  IVFD RL 16tpm zakar kanan,hal ini dialami os sejak lebih
2019 Lateral destra  Puasakan kurang dua tahun belakangan ini dan semakin
 Ranitidin IV 1amp/12 memberat dalam waktu 1 bulan belakangan ini.
jam Terasa nyeri pada buah zakar (+).
 Ceftriaxon 1gr/12jam
 Ketorolac IV 1amp/
8jam
10 18 Tn Heri, Usia Fibroma cyst  IVFD RL 20 gtt/i Os datang dengan keluhan benjolan pada
September 38 Tahun o/t Left Wrist macro prgelangan tangan kiri, hal ini dialamios sejak
2019  Inj cefperazone 1 lebih kurang 6 bulan belakangan ini,awalnya
gr/12jam/iv benjolan kecil dan lama kelamaan menjadi
 Inj ranitidin 1 besar. Benjolan berdiamter lebih kuranfg 1 cm,
amp/12jam/iv konsistensi keras,permukaan rata dan mobile.
 Inj ketorolac 1 Rasa nteri pada benjolan (+).
amp/8jam/iv
 Inj asam traneksamat 1
amp/8jam/iv
 Recana dilakukan
tindakan operasi

11 18 An. Fadli, 12 Nekrtotik  Pro debridement Os datang dengan keluhan jari ke-4 dan ke-5
September tahun, 30Kg digiti IV,V  Wound toilet kakki kanan, hal ini dialami os sejak 1 bulan
2019 pedis dekstra  IVFD RL 20tpm lalu pasca operasi debridemen luka bakar. Pada
 Inj Ceftriaxon awalnya luka kecil namun lama kelamaan
500mg/12jam/IV membesar dan menhitam dan terasa nyeri.
 Inj Ranitidin ½ Demam (+) naik turun. Anak aktif, kuat makan
minum, BAB BAK baik. Selama ini hanya
amp/12 jam/ IV dirawat di rumah dan di psukesmas.
 Inj Ketorolac ½ amp/8
jam/IV Jaringan nekkrotik di digiti IV-V hingga
 Puasakan sebagian dorsum Pedis dekstra.
 DR
12 18 Tn Wayan Hernia Pro Hernioraphy Os datang dengan keluhan benjolan di skrotum
September Ari, Usia 29 Inguinalis  IVFD RL 16tpm kiri. Keluhan dialami seja 5 bulan yang lalu.
2019 Tahun Lateral  Puasakan Benjolan hilang timbul dengan sendirinya.
SInsitra  Ranitidin IV 1amp/12 Hilang jika berbaring, muncul lagi jika duduk,
jam beriri dan mengejan. Benjolan tidak nyeri.
 Ceftriaxon 1gr/12jam Nyeri perut (-), demam (-), BAB BAK biasa.
 Ketorolac IV 1amp/ Pasien bekerja sebagai petani.
8jam
Tampak massa pada berut bagian bawah (+)
dan skrotum membesar (+)
13 18 Nn. Widya, FAM Pro eksisi Os datang dengan keluhan benjolan di payudara
September 22 tahun  IVFD RL 16tpm kiri, dietahui sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya
2019  Puasakan hanya seukuran kelereng, lama kelamaan
 Ranitidin IV 1amp/12 membesar hampir seperti telur puyuh. Benjolan
jam nyeri jika saat menstruasi.
 Ceftriaxon 1gr/12jam
 Ketorolac IV 1amp/ Masa soliter di payudara sinsitra regio lateral
8jam superior mendekati areola, bentuk bulat licin
(+), teraba kenyal (+), ukuran + 3-4cm, mobile
(+), nyeri tekan (-).
14 18 Ny. Arini, 36 STT of left Pro eksisi Os datang dengan keluhan benjolan di
September tahun. upper limb dd  IVFD RL 16tpm pergelangan tangan kiri, keluhan muncul sejak
2019 Kista ganglion  Puasakan + 2 tahun lalu. Awalnya kecil, lama kelamaan
 Ranitidin IV 1amp/12 membesar hampir seperti seukuran kelereng.
jam Benjolan nyeri jika ditekan, dan mengganggu
 Ceftriaxon 1gr/12jam pergerakan tangan.
 Ketorolac IV 1amp/
8jam Masa soliter di posterior carpal sinistra, bentuk
bulat licin (+), teraba kenyal (+), ukuran + 1-
2cm, mobile (-), nyeri tekan (+).
15 19 An. Farel, 13 Syndactily Pro OPP Pasien di antar orang tuanya ke poli bedah
September tahun 24 Kg  Amoxicilyn 3x250mg dengan keluhan jari kelingking kaki kiri
2019  As.Mef 3x250mg menyatu dengan jari lainnya. Keluhan tersebut
 Ranitidin 2x75mg dirasakan sejak lahir. Nyeri (-), oedeme (-),
cacat dari lahir di area lain (-). Pasien masih
bisa menggerakkan kedua jari jari tersebut
dengan arah yang berbeda.

Ku : sedang
Gcs : 15
Kesadaran : CM

Kepala : DBN
Thorax : DBN
Abdomen : DBN
Ekstremitas : hangat +/+
Status lokalis
Nampak fusi jaringan lunak tanpa disertai
tulang pada digiti 4 dan 5 pada pedis sinistra

16 19 Tn. Idrus, 43 Cutaneous  Injeksi ceftriaxon Pasien datang dengan keluhan nyeri dan
September tahun abscess, 1 gr/12 jam bengkak di area pantat kiri, tepatnya di
2019 furuncle and  Injeksi ketorolac sekitaran anus. Nyeri dan bengak dirasakan
carbuncle 1 amp/8 jam kurang lebih 1 Minggu terakhir, awalnya hanya
 Injeksi ranitidin 1 benjolan menyerupai kepala pentul, lama
amp/12 jam kelamaan membesar. Sehingga pasien sulit
 Wound toilet untuk duduk. Keluar darah (-), nanah (-). Mual
 Pro insisi (-) muntah (-). Riwayat keluhan yang serupa 1
drainase bulan yang lalu tapi sembuh dengan sendirinya.

Ku : sedang
Gcs : 15
Kesadaran : CM

Kepala : DBN
Thorax : DBN
Abdomen : DBN
Ekstremitas : DBN
Status lokalis
Nampak abses dengan diameter 5 cm disertai
kemerahan, punctum (-) pus (-)

WBC 14,3
RBC 3,82
Hb. 11,3
Hct. 33,8
PLT. 360
17 19 Ny. Zema, 35 Hemmoroid  Ivfd Rl 20 tpm Pasien datang dengan benjolan pada dubur,
September tahun  Inj. Keto benjolan dapat masuk sendiri, dialami sejak
2019  Inj. Rani beberapa bulan yang lalu. Jika bab benjolan
 Inj. As. Tranex keluar disertai perdarahan yang menetes setelah
 Pro kotoran keluar.
hemoroidektomi Riw. DM (-), HT (-), Asma (-), Alergi (-)
Riw. SC 2 bulan yang lalu
Riw. Pengobatan (-)

KU : sedang
GCS : 15
Kesadaran : CM

Td. 110/70 mmHg


N. 80 x/menit
P. 20 x/menit
S. 36,6

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abd : dbn
Ext : akral hangat +/+, edema -/-
RT : spinchter ani mencekik, ampula recti
kosong, mukosa rectum licin, teraba benjolan
arah jam 11 sebesar biji jagung, nyeri tekan,
pelepasan darah (-), lendir (-), feses (-)
18 20 Tn. Adi Post  Rawat luka Pasien datang ke poli bedah untuk kontrol luka
September Mirwan, 32 Appendectomy  AS. Mef 3x500mg post operasi usus buntu seminggu yang lalu,
2019 tahun  Ranitidin 2x150mg saat ini pasien mengeluhkan nyeri area jahitan,
 Cefadroxil keluar darah (-), keluar nanah (-), demam (-),
2x500mg Bab biasa, kentut biasa, BAK biasa.

Ku : ringan
GCS : 15

Td. 120/80 mmHg


N. 82 x/m
P. 18 x/m
S. 37

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen : dbn
Ekstremitas : akral hangat +/+, edema -/-
Status lokalis : nampak luka operasi disertai
jahitan, nanah (-), kemerahan(-), darah (-).
19 20 Tn. Lodi, 58 Post  Rawat luka Pasien datang ke poli bedah untuk kontrol luka
September tahun Hernioraphy  AS. Mef 3x500mg post operasi usus turun pada bagian kanan 10
2019  Ranitidin 2x150mg hari yang lalu, saat ini pasien mengeluhkan
 Cefadroxil nyeri area jahitan tetapi telah berkurang, keluar
2x500mg darah (-), keluar nanah (-), demam (-), bab
biasa, kentut biasa, BAK biasa. Awalnya pasien
datang dengan benjolan pada bagian atas paha
kanna, benjolan telah muncul sekitar sekitar 4
bulan yang lalu, nyeri (-).

Ku : ringan
GCS : 15

Td. 130/70 mmHg


N. 76 x/m
P. 20 x/m
S. 36,5

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen : dbn
Ekstremitas : akral hangat +/+, edema -/-
Status lokalis : nampak luka operasi disertai
jahitan, nanah (-), kemerahan(-), darah (-).
20 20 Tn. Sirajudin, enlarged  Cefixim 2 x 100 mg Pasien datang ke poli bedah dengan keluhan
September 42 tahun lymph nodes  Kontrol 7 hari benjolan pada leher kiri bagian depan yang
2019 kedepan. baru dirasakan sejak 2 bulan yang lalu, nyeri (-
), seminggu terakhir terasa semakin membesar.
Sekitar sebulan yang lalu benjolan tersebut
sempat mengecil. Batuk (-), luka pada area
sekitar (-). Riwayat penyakit sebelmnya (-).

Ku : ringan
GCS : 15

Td. 110/70 mmHg


N. 80 x/m
P. 18 x/m
S. 36,4

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen : dbn
Ekstremitas : akral hangat +/+, edema -/-
Status lokalis : regio coli anterior sinistra,
terasa benjolan dengan diameter 2 cm, mobile
(+), nyeri (-).
21 23 Ny. Mila, 49 Lipoma  Pro eksisi Pasien datang dengan keluhan benjolan di
September tahun  Ivfd Rl 16 tpm pergelangan tangan kanan. Keluhan dirasakan
2019  Injeksi sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya benjolan
Ceftriaxone 1 dirasakan sangat kecil. Namun lama kelamaan
gr/12 jam benjolan dirasakan membesar. Karena benjolan
 Inejeksi yang membesar, dirasakan mengganggu
Ranitidin 1A/12 aktivitas. Setiap melakukan aktivitas dengan
jam tangan kanan seperti bertani, mencuci atau
 Injeksi Ketorolac memasak pasien merasakan nyeri. Benjolan di
1A/8 jam tempat lain disangkal.
Ku : sedang
Kesadaran : CM

Kepala : DBN
Thorax : DBN
Abdomen : DBN
Ekstremitas : DBN
Status lokalis
Look : tampak massa sebesar 2x2x1cm,
deformitas (-), rubor (-)
Feel : nyeri tekan (+), permukaan halus,
kenyal, bebas dari kulit di atasnya, tidak bisa
digerakkan dari dasarnya, kalor (-)
Movement : tidak ada keterbatasan ROM
22 23 Tn. Made Lipoma  Pro eksisi Pesien dengan keluhan benjolan pada
September Wardana, 52  Ivfd Rl 16 tpm punggung, benjolan muncul pertama kali
2019 tahun  Injeksi sekitar 3 tahun yang lalu, awal nya benjolan
Ceftriaxone 1 kecil lama kelamaan benjolan semakin
gr/12 jam membesar seperti telur ayam. Benjolan nyeri
 Inejeksi
jika tertindih lama, terutama saat tidur.
Ranitidin 1A/12
jam
 Injeksi Ketorolac KU: tampang sakit sedang
1A/8 jam TD : 120/80
N: 78 x /menit
S: 36,4 c
RR: 20 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),
Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),

Benjolan pada Thorax posterior regio


scapularis, berukuran +5x8 cm, mobile. Nyeri
tekan (-). Konsistensi kenyal.

Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal,


23 23 Tn. Wellem, Kista Ganglion  Pro eksisi Pesien dengan keluhan benjolan pada pangkal
September 34tahun  Ivfd Rl 16 tpm jari telunjuk tangan iri, benjolan muncul sejak 1
2019  Injeksi Ceftriaxone tahun yang lalu, awal nya benjolan kecil lama
1 gr/12 jam kelamaan benjolan semakin membesar.
 Inejeksi Ranitidin Benjolan nyeri jika ditekan.
1A/12 jam
 Injeksi Ketorolac
1A/8 jam KU: tampang sakit sedang
TD : 130/80
N: 68 x /menit
S: 36 c
RR: 20 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),

Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),

Abdomen : datar, bising usus (+) normal,

Ekstremitas: benjolan di digiti II regio


metacarpal palmar sinistra, berukuran +2x1 cm,
terfiksir (+). Nyeri tekan (+). Konsistensi
kenyal.
24 23 Nn. Venty, 26 Vulnus  Stabilisasi Pasien Pasien masuk dengan post KLL +15 menit
September tahun Laceratum
2019 Dorsum pedis  Debridement luka yang lalu. Luka robek di kaki kanan + 4-5 cm,
dekstra+  Hecting luka, 6 hecting luka ;lecet kedua tangan dan kedua tungkai
Vulnus
eskoriatum  Anestesi Lidocain bawah. Nyeri pada luka (+), sakit kepala (-),
multiple Cruris 1amp pingsan (-), mual (-), muntah (-), BAB BAK
Dekstra et
 Cefadroxil 500mg/12 biasa.
sinistra,
palmar dektra jam
et sinistra
 As. Mef 3x500mg TD 120/80, N 88x/m, S 36,70C, RR 22x/m
Nyeri sedang, Composmentis
 Ranitidin 2x150mg
Status lokalis:
 Vulnus laceratum dorsum pedis medial
dekstra + 4-5 cm
 Vulnus eskoriatum multiple pada dorsum
palmar dektra et sinistra, Cruris Dekstra et
sinistra masing masing +1x2cm
25 23 Nn. Khusnul, Appendisitis  Pro appendectomy Pasien datang dengan keluhan nyeri perut
September 26 tahun akut  Puasakan sebelah kanan, hal ini dialami sejak 5 hari
2019  IVFD RL 20tpm belakangan ini, hal ini dialami secara tiba-tiba,
 Ranitidin 1amp/ 12 awalnya nyeri dirasakan dari ulu hati, ke pusat
jam sampai ke kanan bawah. Mual (+), muntah (+)
 Ceftriaxon 1gr/12 jam dialami sejak 2 hari ini, muntah dialami dengan
frekuensi sebanyak 2 kali dalam sehari dan
berisi apa yang dimakan dan diminum. Demam
2 hari (+). Keluhan sudah pernah dialami
sebelumnyasetahun yang lalu.

KU: tampang sakit sedang


TD : 130/80
N: 102 x /menit
S: 37,8 c
RR: 30 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),
Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
Abdomen : nyeri tekan Mc Burney (+), rovsing
sign (+), psoas sign (+), romberg sign (+)
Ekstremitas:
Akral dingin (+/+)

WBC 16.000
RBC 4,49
HB 11,2
HCT 42
PLT 395.000

Alvarado score 10
26 23 Tn Bernard, Hernia Pro Hernioraphy CITO Os datang dengan keluhan benjolan di skrotum
September Usia 79 Inguinalis  IVFD RL 16tpm kiri. Keluhan dialami sejak 2 tahun yang lalu.
2019 Tahun Lateral sinistra  Puasakan Memburuk dalam 1 minggu terakhir.
akreta  Ranitidin IV 1amp/12 awalnyabenjolan hilang timbul dengan
jam sendirinya. Hilang jika berbaring, muncul lagi
 Ceftriaxon 1gr/12jam jika duduk, berdiri dan mengejan. 5 hari
 Ketorolac IV 1amp/ terakhir benjolan menetap. Benjolan nyeri (+).
8jam Nyeri perut (+), perut kkembung (+), demam
naik turun (+), belum BAB 4 hari. Pasien
bekerja sebagai buruh pabrik.
KU: tampak sakit sedang
TD : 130/80
N: 102 x /menit
S: 37,8 c
RR: 30 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),
Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),

Abdomen :
Perut cembung
Peristaltik usus (+), kesan menurun
Tampak massa pada berut bagian bawah (+)
dan skrotum sinistra membesar (+), teraba
hangat (+)

Akral dingin (+/+)


27 23 Tn. Doris, 56 Cutaneous  Injeksi ceftriaxon 1 Pasien dating ke poli dengan keluhan nyeri dan
September tahun abscess, gr/12 jam bengkak di area pantat kiri, tepatnya di
2019 furuncle and  Injeksi ketorolac 1 sekitaran anus. Nyeri dan bengak dirasakan
carbuncle amp/8 jam kurang lebih 1 Minggu terakhir, awalnya hanya
 Injeksi ranitidin 1 benjolan menyerupai kepala pentul, lama
amp/12 jam kelamaan membesar. Sehingga pasien sulit
 Wound toilet untuk duduk. Keluar darah (+), nanah (+). Mual
 Pro insisi drainase (-) muntah (-). Riwayat keluhan yang serupa 1
bulan yang lalu tapi sembuh dengan sendirinya.

KU: tampak sakit sedang


TD : 130/80
N: 102 x /menit
S: 37,8 c
RR: 30 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),
Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),

Abdomen : datar, bising usus (+) normal,

Gluteus sinistra
Nampak abcess ukuran +3-4cm, memerah kulit
seitar (+), darah (+), nanah (+), nyeri tekan
area abcess (+), punctum (-)
28 24 Tn. Amari, 32 Trauma capitis  Stabilisasi Pasien Pasien masuk dengan post KLL +10 menit
September tahun ringan +
2019 Vulnus  Debridement luka yang lalu. Luka robek kulit kepala sisi kiri + 3-
Laceratum of  Hecting luka, 4 hecting 4 cm, luka lecet di pelipis, dahi, kedua tangan
scalp +
multiple Vulnu  Anestesi Lidocain dan kedua tungkai bawah. Nyeri pada luka (+),
Eskoriatum 1amp sakit kepala (-), pingsan (-), mual (-), muntah (-

 Cefadroxil 500mg/12 ), BAB BAK biasa.

jam
 As. Mef 3x500mg TD 130/80, N 92x/m, S 36,70C, RR 22x/m
Nyeri sedang, Composmentis
 Ranitidin 2x150mg
Status lokalis:
 Observasi
 Vulnus laceratum scalp regio temporalis
sinistra + 3-4 cm
 Vulnus eskoriatum multiple pada capitis
temporalis, frontalis, dorsum palmar dektra
et sinistra, Cruris Dekstra et sinistra masing
masing +1x2cm
29 24 Tn. Trauma capitis  Stabilisasi Pasien Pasien masuk dengan post KLL +10 menit
September Faturrahman, ringan +
2019 30 tahun Vulnus  Debridement luka yang lalu. Luka robek di dagu + 3-4 cm, luka
Laceratum  Hecting luka, 4 hecting lecet di pelipis, dahi, kedua tangan dan kedua
facialis +
multiple  Anestesi Lidocain tungkai bawah. Nyeri pada luka (+), sakit
Vulnus 1amp kepala (-), pingsan (-), mual (-), muntah (-),
Eskoriatum
 Cefadroxil 500mg/12 BAB BAK biasa.

jam
 As. Mef 3x500mg TD 110/70, N 92x/m, S 36,70C, RR 22x/m
Nyeri sedang, Composmentis
 Ranitidin 2x150mg
Status lokalis:
 Observasi
 Vulnus laceratum facialis regio mentalis + 3-
4 cm
 Vulnus eskoriatum multiple pada capitis
temporalis, frontalis, dorsum palmar dektra
et sinistra, Cruris Dekstra et sinistra masing
masing +1x2cm
30 24 Tn. Marlon, STT fore arm  Pro eksisi Pesien dengan keluhan benjolan pada lengan
September 47 tahun  Ivfd Rl 16 tpm atas sisi belakang, benjolan muncul pertama
2019  Injeksi kali sekitar 1 tahun yang lalu, awal nya
Ceftriaxone 1 benjolan kecil lama kelamaan benjolan semakin
gr/12 jam membesar. Benjolan nyeri (-).
 Inejeksi
Ranitidin 1A/12
jam KU: sakit sedang
 Injeksi Ketorolac TD : 110/70
1A/8 jam N: 88 x /menit
S: 36,1 c
RR: 18 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),

Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),

Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal,

Ekstremitas:
Massa di left posterior region of fore arm,
berukuran +2x3 cm, mobile (+). Nyeri tekan (-
). Konsistensi kenyal
31 25 Tn. Mirfan, STT Upper  Pro eksisi Pesien dengan keluhan benjolan pada lengan
September 32 tahun Limb  Ivfd Rl 16 tpm atas sisi belakang, benjolan muncul pertama
2019  Injeksi kali sekitar 5 tahun yang lalu, awal nya
Ceftriaxone 1 benjolan kecil lama kelamaan benjolan semakin
gr/12 jam membesar. Benjolan nyeri (-).
 Inejeksi
Ranitidin 1A/12
jam KU: sakit sedang
 Injeksi Ketorolac TD : 110/80
1A/8 jam N: 78 x /menit
S: 36,4 c
RR: 18 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),
Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),

Abdomen : datar, bising usus (+) normal,

Ekstremitas:
Massa di left posterior region of arm, berukuran
+4x5 cm, mobile (+). Nyeri tekan (-).
Konsistensi kenyal
32 25 tn. Firman, 38 Vulnus  Stabilisasi Pasien Pasien masuk dengan luka iris di lengan bawah
September tahun incisivum
2019  Hecting luka, 5 hecting kanan + 6-7 cm. Nyeri pada luka (+),
otot, 8 hecting kulit perdarahan aktif (+), dialami 1 jam yang lalu.
 Anestesi Lidocain Pasien dalam kondisi mabuk dan dibawa oleh
1amp warga setempat kek UGD RS Wirabuana.

 Cefadroxil 500mg/12 Menurut warga, pasien sedang berkelahi dan

jam mengalami luka iris.

 As. Mef 3x500mg


 Ranitidin 2x150mg TD 140/80, N 88x/m, S 36,70C, RR 16x/m
Nyeri sedang, Composmentis
Status lokalis:
 Vulnus incisivum di fore arm posterior
dekstra + 6-7 cm, perdarahan aktif (+),
nampak jaringan otot (+)
33 26 tn. Ridwan, Vulnus  Stabilisasi Pasien Pasien masuk dengan luka iris di lengan bawah
September 41 tahun incisivum
2019 multiple  Hecting luka fore arm, kanan + 7-8 cm, di punggung kanan + 3-4.
5 hecting otot, 9 Nyeri pada luka (+), perdarahan aktif (+),
hecting kulit dialami 15 menit yang lalu. Luka iris dialami
 Hecting luka regiona akibat terkena pisau gurinda yang terlempar
deltoid, 3 hecting otot, dari holdernya.
5 hecting kulit
 Anestesi Lidocain TD 130/70, N 92x/m, S 36,50C, RR 26x/m
2amp Nyeri sedang, Composmentis
 Cefadroxil 500mg/12 Status lokalis:
jam  Vulnus incisivum di fore arm posterior
 As. Mef 3x500mg dekstra + 7-8 cm, thoraks posterior sinistra

 Ranitidin 2x150mg regio deltoid + 3-4, perdarahan aktif (+),


nampak jaringan otot (+)
34 26 Ny. Indo, 58 Ulcus diabetic  Wound toilet Pasien dengan ulkus di kaki kiri yang dialami
September tahun  Pro Debridement sejak + 1 bulanan. Awalnya hanya nyeri dikaki
2019
 Ranitidin IV 1amp/12 tiba tiba muncul luka dan semakin meluas.
jam Pasien hanya melakukan pengobatan herbal
 Ceftriaxon 1gr/12jam dirumah. Demam (+), Riwayat HT(+). Riwayat
 Ketorolac IV 1amp/ DM (+) tidak terkontrol.
8jam Konsul Spesialis
Interna KU: tampang sakit sedang
TD : 160/90
N: 78 x /menit
S: 38,10 c
RR: 28 x/menit

Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis
(+/+),sklera ikterik (-/-), nafas cuping
hidung (-/-),
-Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-
/-), RH (-/-), cor: BJ I/II murni reguler,
bising (-),
- Abdomen : datar, bising usus (+) normal,
nyeri tekan (-)
- Ekkstremitas: ulkus gangren di pedis
sinistra ventral hingga dorsum (+)
35 26 Ny. Jurana, Kista ganglion Pro eksisi Os datang dengan keluhan benjolan di
September 35 tahun  IVFD RL 16tpm pergelangan tangan kiri, keluhan muncul sejak
2019  Puasakan + 6 bulan lalu. Awalnya kecil, lama kelamaan
 Ranitidin IV 1amp/12 membesar. Benjolan nyeri jika ditekan, dan
jam mengganggu pergerakan tangan.
 Ceftriaxon 1gr/12jam KU: tampak sakit sedang
 Ketorolac IV 1amp/ TD : 100/60
8jam N: 66 x /menit
S: 37,1 c
RR: 18 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),
Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),

Abdomen : datar, bising usus (+) normal

Ekstremitas:
Masa soliter di posterior carpal sinistra, bentuk
bulat licin (+), teraba kenyal (+), ukuran + 1-
2cm, mobile (-), nyeri tekan (+).
36 27 Nn. Ariska, FAM Pro eksisi Os datang dengan keluhan benjolan di payudara
September 24 tahun  IVFD RL 16tpm kiri, dietahui sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya
2019  Puasakan kecil, lama kelamaan membesar. Benjolan
 Ranitidin IV 1amp/12 nyeri jika saat menstruasi.
jam
 Ceftriaxon 1gr/12jam Masa soliter di payudara sinsitra regio lateral
 Ketorolac IV 1amp/ superior mendekati areola, bentuk bulat licin
8jam (+), teraba kenyal (+), ukuran + 6-7cm, mobile
(+), nyeri tekan (-).
37 27 Ny. Ninarni, Kista ganglion Pro eksisi Os datang dengan keluhan benjolan di
September 36 tahun.  IVFD RL 16tpm pergelangan tangan kanan, keluhan muncul
2019  Puasakan sejak + 1 tahun lalu. Awalnya kecil, lama
 Ranitidin IV 1amp/12 kelamaan membesar. Benjolan nyeri jika
jam ditekan, dan mengganggu pergerakan tangan.
 Ceftriaxon 1gr/12jam
 Ketorolac IV 1amp/ Masa soliter di posterior carpal dekstra, bentuk
8jam bulat licin (+), teraba kenyal (+), ukuran + 1-
2cm, mobile (-), nyeri tekan (+).
38 30 Tn. Paldi, 21 STT Paha  Pro Eksisi tumor. Pesien dengan keluhan benjolan . pada paha
September tahun  IVFD RL 16tpm kanan, benjolan tumbuh sekitar 1 tahun yang
2019  Puasakan lalu, awal nya benjolan kecil lama kelamaan
 Ranitidin IV 1amp/12 benjolan semakin membesar. Benjolan tidak
jam nyeri.
 Ceftriaxon 1gr/12jam
 Ketorolac IV 1amp/
KU: tampang sakit sedang
8jam
TD : 100/70
N: 72 x /menit
S: 36,4 c
RR: 20 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),

Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),
Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal,

Ekstremitas:
Benjolan pada paha kana berukuran 2x3 cm,
mobile (+). Nyeri tekan (-). Konsistensi kenyal.
39 30 Tn. Deri, 32 Post  Rawat luka Pasien datang ke poli bedah untuk kontrol luka
September tahun Appendectomy  AS. Mef 3x500mg post operasi usus buntu 3 hari yang lalu, saat ini
2019  Ranitidin 2x150mg pasien mengeluhkan nyeri area jahitan, keluar
 Cefadroxil darah (-), keluar nanah (-), demam (-), BAB
2x500mg BAK biasa.

Ku :sakit ringan
Td. 120/80 mmHg
N. 82 x/m
P. 18 x/m
S. 37

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen : dbn
Ekstremitas : akral hangat +/+, edema -/-
Status lokalis : nampak luka operasi disertai
jahitan, nanah (-), kemerahan(-), darah (-).
40 01 Tn. Edi, 62 Post  Rawat luka Pasien datang ke poli bedah untuk kontrol luka
Oktober tahun Hernioraphy  AS. Mef 3x500mg post operasi usus turun pada bagian kanan
2019  Ranitidin 2x150mg 1minggu yang lalu, nyeri area jahitan
 Cefadroxil berkurang, keluar darah (-), keluar nanah (-),
2x500mg demam (-), BAB BAK biasa.

KU :sakit ringan
TD. 120/80 mmHg
N. 82 x/m
RR. 18 x/m
S. 37

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen : dbn
Ekstremitas : akral hangat +/+, edema -/-
Status lokalis : nampak luka operasi disertai
jahitan, nanah (-), kemerahan(-), darah (-).
41 02 Tn. Elias, 39 Post Eksisi  Rawat luka Pasien datang ke poli bedah untuk kontrol luka
Oktober tahun STT Punggung  AS. Mef 3x500mg post operasi STT punggung 3 hari yang lalu,
2019  Ranitidin 2x150mg nyeri area jahitan berkurang, keluar darah (-),
 Cefadroxil keluar nanah (-), demam (-), BAB BAK biasa.
2x500mg
KU :sakit ringan
TD. 110/80 mmHg
N. 82 x/m
RR. 18 x/m
S. 37

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen : dbn
Ekstremitas : akral hangat +/+, edema -/-
Status lokalis : nampak luka operasi disertai
jahitan, nanah (-), kemerahan(-), darah (-).
42 03 Ny. Misrwati, Post Eksisi  Rawat luka Pasien datang ke poli bedah untuk kontrol luka
Oktober 25 tahun Kista Ganglion  AS. Mef 3x500mg post operasi Kista Ganglion 3 hari yang lalu,
2019  Ranitidin 2x150mg nyeri area jahitan berkurang, keluar darah (-),
 Cefadroxil keluar nanah (-), demam (-), BAB BAK biasa.
2x500mg
KU :sakit ringan
TD. 130/80 mmHg
N. 78 x/m
RR. 18 x/m
S. 36,5

Kepala : dbn
Thorax : dbn
Abdomen : dbn
Ekstremitas : akral hangat +/+, edema -/-
Status lokalis : nampak luka operasi disertai
jahitan, nanah (-), kemerahan(-), darah (-).
43 04 Tn Waris, Hernia Pro Hernioraphy Os datang dengan keluhan benjolan di skrotum
Oktober Usia 54 Inguinalis  IVFD RL 16tpm kiri. Keluhan dialami sejak 5 tahun yang lalu.
2019 Tahun Lateral sinistra  Puasakan Memburuk dalam 1 minggu terakhir. Awalnya
 Ranitidin IV 1amp/12 benjolan hilang timbul dengan sendirinya.
jam Hilang jika berbaring, muncul lagi jika duduk,
 Ceftriaxon 1gr/12jam berdiri dan mengejan. 5 hari terakhir benjolan
 Ketorolac IV 1amp/ menetap. Benjolan nyeri (+). Nyeri perut (+),
8jam perut kkembung (+), demam naik turun (+),
belum BAB 4 hari. Pasien bekerja sebagai
buruh pabrik.

KU: tampak sakit sedang


TD : 150/100
N: 102 x /menit
S: 37,8 c
RR: 30 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),
Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),

Abdomen :
Perut cembung
Peristaltik usus (+), kesan menurun
Tampak massa pada berut bagian bawah (+)
dan skrotum sinistra membesar (+), teraba
hangat (+)

Akral dingin (+/+)


44 07 Ny. Andi Hernia Pro Hernioraphy Pasien datang ke polik bedah dengan keluhan
Oktober Masni, 47 Umbilikalis  IVFD RL 16tpm benjolan di pusat. Benjolan dapat hilang timbul
2019 tahun  Puasakan sendiri. Timbul jika mengeja, duduk dan
 Ranitidin IV 1amp/12 berdiri. Hilang jika berbaring. Selama ini
jam pasien menggunakan korset. Benjolan muncul
 Ceftriaxon 1gr/12jam sejak 1 tahun yang lalu. Pasien memiliki
 Ketorolac IV 1amp/ riwayat operasi SC 2x. SC terakhir 2 tahun lalu,
8jam saat itu operasi mengalami komplikasi jaringan
uterus menempel di usus.

KU: tampak sakit sedang


TD : 150/100
N: 102 x /menit
S: 37,8 c
RR: 30 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),
Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),

Abdomen :
Perut cembung
Peristaltik usus (+), normal (+)
Tampak massa regio umbilcalis (+), bising usus
(+), nyeri tekan (-)
45 08 Tn. Arifandi, STT Ear Lobe  Pro Eksisi tumor. Pasien dengan keluhan benjolan pada daun
Oktober 41 tahun Sinistra  IVFD RL 16tpm telinga, benjolan tumbuh sekitar 1 tahun yang
2019  Puasakan lalu, berwarna hitam seperti tahi lalat, awal nya
 Ranitidin IV 1amp/12 benjolan kecil lama kelamaan benjolan semakin
jam membesar. Benjolan tidak nyeri.
 Ceftriaxon 1gr/12jam
 Ketorolac IV 1amp/
8jam KU: tampang sakit sedang
TD : 120/70
N: 72 x /menit
S: 36,4 c
RR: 20 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),

Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),

Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal,

Status lokalis:
Massa di ear lobe sinistra, imobile (+), nyeri
tekan (+), ukuran +0,5x1cm, batas tegas
46 09 An. Zidan, 15 STT Ear Lobe  Pro Eksisi tumor. Pasien dengan keluhan benjolan pada daun
Oktober tahun Sinistra  IVFD RL 16tpm telinga, benjolan tumbuh sekitar 1 tahun yang
2019  Puasakan lalu, berwarna hitam seperti tahi lalat, awal nya
 Ranitidin IV 1amp/12 benjolan kecil lama kelamaan benjolan semakin
jam membesar. Benjolan tidak nyeri.
 Ceftriaxon 1gr/12jam
 Ketorolac IV 1amp/
KU: tampang sakit sedang
8jam
TD : 120/70
N: 72 x /menit
S: 36,4 c
RR: 20 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),
Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),

Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal,

Status lokalis:
Massa di ear lobe sinistra, imobile (+), nyeri
tekan (+), ukuran +0,5x1cm, batas tegas
47 10 Tn. Idris, 59 Ulcus diabetic  Wound toilet Pasien psot debridemen ulcus diabetic. Pasien
Oktober tahun  Ranitidin IV 1amp/12 dengan ulkus di kaki kiri yang dialami sejak +
2019 jam 1 bulanan. Awalnya hanya nyeri dikaki tiba tiba
 Ceftriaxon 1gr/12jam muncul luka dan semakin meluas. Demam (+),
 Ketorolac IV 1amp/ Riwayat HT(+). Riwayat DM (+) tidak
8jam Konsul Spesialis terkontrol.
Interna
KU: tampang sakit sedang
TD : 130/90
N: 68 x /menit
S: 37 c
RR: 28 x/menit

Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis
(+/+),sklera ikterik (-/-), nafas cuping
hidung (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-
/-), RH (-/-), cor: BJ I/II murni reguler,
bising (-),
- Abdomen : datar, bising usus (+) normal,
nyeri tekan (-)
- Ekkstremitas: ulkus gangren di pedis
sinistra ventral hingga dorsum (+)
48 10 Ny. Besse, 47 Ulcus diabetic  Wound toilet Pasien dengan ulkus di kaki kanan yang
Oktober tahun  Pro Debridement dialami sejak + 5 bulanan. Awalnya hanya
2019
 Ranitidin IV 1amp/12 nyeri dikaki tiba tiba muncul luka dan semakin
jam meluas. Pasien pernah dilakukan debridemen
 Ceftriaxon 1gr/12jam luka, tetapi tidakk pernah kontrol gulan dan
 Ketorolac IV 1amp/ luanya dan hanya dirawat mantri dirumah.
8jam Demam (-), Riwayat HT(+). Riwayat DM (+)
 Konsul Spesialis tidak terkontrol.
Interna
KU: tampang sakit sedang
TD : 170/110
N: 78 x /menit
S: 37,10 c
RR: 28 x/menit

Pemeriksaan Fisik:
- Kepala : normocephal, konjungtiva anemis
(+/+),sklera ikterik (-/-), nafas cuping
hidung (-/-),
- Thorax :pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-
/-), RH (-/-), cor: BJ I/II murni reguler,
bising (-),
- Abdomen : datar, bising usus (+) normal,
nyeri tekan (-)
- Ekkstremitas: ulkus gangren di pedis
Dekstra ventral hingga dorsum (+)
49 10 Ny. Fatimah, Vulnus  Stabilisasi Pasien Pasien masuk dengan luka iris di lengan bawah
Oktober 38 tahun incisivum
2019  Hecting luka, 5 hecting kanan + 6-7 cm. Nyeri pada luka (+),
otot, 8 hecting kulit perdarahan aktif (+), dialami 1 jam yang lalu.
 Anestesi Lidocain Pasien dalam kondisi mabuk dan dibawa oleh
1amp warga setempat kek UGD RS Wirabuana.
 Cefadroxil 500mg/12 Menurut warga, pasien sedang berkelahi dan
jam mengalami luka iris.
 As. Mef 3x500mg
 Ranitidin 2x150mg TD 140/80, N 88x/m, S 36,70C, RR 16x/m
Nyeri sedang, Composmentis
Status lokalis:
 Vulnus incisivum di fore arm posterior
dekstra + 6-7 cm, perdarahan aktif (+),
nampak jaringan otot (+)
50 10 Nn. STT fore arm  Pro eksisi Pesien dengan keluhan benjolan pada lengan
Oktober Mutmainah,  Ivfd Rl 16 tpm atas sisi belakang, benjolan muncul pertama
2019 31 tahun  Injeksi kali sekitar 1 tahun yang lalu, awal nya
Ceftriaxone 1 benjolan kecil lama kelamaan benjolan semakin
gr/12 jam membesar. Benjolan nyeri (-).
 Inejeksi
Ranitidin 1A/12
jam KU: sakit sedang
 Injeksi Ketorolac TD : 110/70
1A/8 jam N: 88 x /menit
S: 36,1 c
RR: 18 x/menit

Kepala :
normocephal, konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), nafas cuping hidnung (-/-),

Thorax :
pulmo : simetris, retraksi (-), WH(-/-), RH (-/-)
cor: BJ I/II murni reguler, bising (-),

Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal,

Ekstremitas:
Massa di left posterior region of fore arm,
berukuran +2x3 cm, mobile (+). Nyeri tekan (-
). Konsistensi kenyal