Anda di halaman 1dari 8

SOAL PAK GELOMBANG 2 INTEGRASI (JANUARI 2018)

(PAHK – VERSI NENI)

ANAMNESIS

Seorang laki2 usia 51 tahun datang dengan keluhan penebalan pada wajah, sekitar mulut dan
tangan. Pasien juga mengeluhkan batuk kering, mudah lelah saat beraktivitas, namun tidak ada
penurunan BB. Pasien bekerja di pertambangan batu gamping sejak usia 18 tahun dan merokok
sejak 15 tahun.

RPD = tidak pernah mengalami keluhan serupa

RPK = tidak ada yg mengeluh keluhan yg sama

PF

KU: tampak sakit

TTV dbn, IMT 21

Pulmo: SD vesikuler menurun

Cor, abdomen dbn

-Extremitas: pucat, mengkilap, kontraktur proksimal pada sendi digiti 3, fenomena raynaud (+)

PP (ro kira2 seperti itu ya gaess)

Ro: penebalan pleura, nodul pada basal pulmo sinistra, kalsifikasi limfe nodi parahiler
Pertanyaan:

1. Apa diagnosis Saudara? Jelaskan alasannya!


a) Pneumokoniasis, Skleroderma
(Setelah dicari InshaAllah jawabannya itu, kemarin beberapa jawaban buat kelainan di
paru cuma pneumokoniasis buat cari aman, soalnya lupa jenis spesifiknya, untuk kelainan
kulit kemarin ku jawabnya DKI & Raynaud Desease, tapi jawaban yg bener tetep
Skleroderma ya gaesss, nah untuk gejala Raynaud nya bukan untuk diagnosis sendiri
Raynaud Disease tapi ternyata setelah dicari Raynaud phenomenon itu menunjukan
gejala awal skleroderma)
b) DD Dx 1: PPOK , Ca Paru
DD Dx 2 : DKI
c) Alasan Dx
i. Anamnesis (Tulis semua yang ada di soal terkait keluhan, RPS, RPD, RPK, RPSos)
RPS
1. Penebalan pada wajah, sekitar mulut dan tangan
2. Batuk kering
3. Mudah lelah saat beraktivitas (tidak ada penurunan BB)
RPSos
1. Pasien bekerja di pertambangan batu gamping sejak usia 18 tahun
2. Merokok sejak 15 tahun.
ii. Px Fisik (Tulis semua yang ada di soal terkait PF)
1. KU: tampak sakit

2. Pulmo: SD vesikuler menurun

3. Extremitas: pucat, mengkilap, kontraktur proksimal pada sendi digiti 3, fenomena


raynaud (+)

iii. Pemeriksaan Penunjang


Ro: penebalan pleura, nodul pada basal pulmo sinistra, kalsifikasi limfe nodi parahiler

2. Apakah penyakit tersebut adalah PAK? Jelaskan alasannya!


Ini jawaban yang versi NON PAK ya... kemarin ga banyak yang jawab non PAK, tp yang penting
dijelasin sama Yaqin

a. Tegakkan dx klinis
Pneumokoniasis , Skleroderma
b. Tentukan pajanan
Pajanan pada saat kerja pasien ini kemungkinan besar adalah gamping, karena pasien
bekerja di pertambangan gamping. Namun dalam hal ini perlu ditanyakan lagi, pasien
bekerja di pertambangan gamping sebagai apa dan aktivitas apa yang dilakukannya.
Apakah ada bagian2 tubuh tertentu pasien yang kontak langsung dengan gamping atau
tidak, mungkin saja pasien bekerja sebagai petugas administrasi di pertambangan
gamping tersebut atau bekerja di dalam sebuah bangunan yang tertutup dan tidak ada
kontak langsung dengan gamping. Oleh karena itu untuk menentukan pajanan terhadap
pasien masih perlu diperjelas kembali mengenai posisi pasien di tempat kerja. Selain itu
pasien juga mengaku merokok sejak usia 15 tahun (sekitar 36 tahun) yang mungkin juga
berpengaruh pada kondisi pasien saat ini.
c. Tentukan apakah pajanan cukup lama untuk dapat menimbulkan gangguan kesehatan
Pajanan sudah cukup lama karena pasien bekerja di pertambangan sejak usia 18 tahun
(33 tahun bekerja) sehingga jika memang pasien bekerja langsung di lapangan dan
kontak dengan gamping hal ini sudah cukup membuat pasien menunjukkan keluhan-
keluhan yang dialaminya. Namun dalam hal ini tetap harus dikonfirmasi kembali apa tugas
pasien di pertambangan gamping tersebut. Selain itu pajanan rokok pada pasien sudah
36 tahun yang juga sangat mungkin berpengaruh pada kondisi pasien saat ini.
d. Tentukan apakah pajanan cukup kuat untuk dapat menimbulkan gangguan kesehatan
Jika pasien bekerja dengan terjun langsung di area pertambangan gamping maka
pajanan sudah cukup kuat karena pasien sudah bekerja selama 33 tahun. Namun jika
pasien tidak terjun langsung di lapangan makan perlu dirinci kembali seberapa lama
dalam sehari pasien berada di lingkungan pertambangan gamping, apakah jadwal kerja
pasien setiap hari atau tidak. Karena hal ini dapat menggambarkan kuat atau tidaknya
pajanan kepada pasien. Kemudian pada pasien ini masih perlu ditanyakan lebih rinci untuk
kebiasaan merokok sejak usia 15 tahun konsumsi rokok berapa batang perhari.
e. Tentukan apakah pajanan berhubungan dengan gangguan kesehatan
Ya, karena pekerja di pertambangan gamping memang memiliki risiko mengalami
penyakit pernapasan maupun gejala-gejala lain akibat kontak langsung dengan
gamping. Selain itu merokok juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Iya gaes
kalau bisa sebutin patofis.
f. Tentukan faktor internal pekerja
 Laki-laki
 Usia 51 tahun
g. Tentukan pajanan eksternal di luar lingkungan pekerjaan (Hati-hati, ini sering kelewatan,
padahal ada di lecture dr. Nendyah)
- Merokok sejak usia 15 tahun (36 th)
h. Tentukan PAK/non PAK
PAHK (Non-PAK)
3. Jelaskan Tatalaksana Pasien Tersebut
(Di soalnya memang hanya ditulis begitu, tapi tuliskan aja semuanya, soalnya waktunya juga
lama, 1 jam. Tuliskan Tatalaksana komprehensif (kaya SOCA, terutama kalau diagnosisnya
PAHK), Manajemen K3 (teori + hubungkan dengan kasus), dan Pencegahan 5 level (teori +
hubungkan dengan kasus)

TATALAKSANA KOMPREHENSIF

a. Patient centered
1) Initial plan
- Darah lengkap
- AFP (ada nodule sih, mbok ada massa gt ya?)
- CT-Scan
- EKG
- Dll (Bisa ditambahkan di poin-poin dibawah ini ya gaes)

2) Medikamentosa
- PO Dextrometrorphan 2 x 1 tab
- PO Mecobalamin 2x1 caps
- PO Prazosin 3-20 mg/hari
- PO Captopril 1x12.5 mg (Ommoo setelah dicari ternyata drug of choice nya ACE-
I gaess)
- Soft Uderm (Emolien)

3) Non-medikamentosa
- Kompres hangat
- Diet TKTP
- Rujuk Spesialis (ini kmrn aku ora nulis ini sih ges)

4) Konsultasi-Informasi-Edukasi (KIE)
- Edukasi tentang penyakit, mulai dari penyebab, faktor risiko, tatalaksananya
- Edukasi tentang prognosis penyakit
- Edukasi tentang PHBS
- Edukasi tentang rumah sehat
- Edukasi tentang bahaya merokok
- Edukasi untuk menghindari pajanan
- Edukasi untuk menghindari dingin
- Menggunakan alat pelindung diri
- Mengindari zat iritan (misal: detergen)
- Sebisa mungkin menghindari

5) Monitoring evaluasi (Monev)


- Gejala klinis (batuk, penebalan pada muka dan tangan, kontraktur)
- Respon terapi (ada alergi obat dll atau tidak)
- Evaluasi ulang hasil lab, radiologi, dan pemeriksaan lain jika perlu

b. Family focus
1) Edukasi keluarga mengenai penyakit mulai dari penyebab, faktor risiko,
tatalaksananya dan kemungkinan penularan
2) Edukasi tentang PHBS
3) Edukasi tentang rumah sehat  jelaskan yaakss
4) Edukasi tentang bahaya merokok
5) Memberikan dukungan sosial dan emosional pada pasien dalam proses pengobatan
penyakit
6) Sosialisasi BPJS

c. Community centered
1) Edukasi masyarakat mengenai penyakit mulai dari penyebab, faktor risiko,
tatalaksananya dan kemungkinan penularan
2) Edukasi tentang PHBS
3) Edukasi tentang rumah sehat  jelaskan
4) Edukasi tentang bahaya merokok
5) Screening penyakit serupa
6) Memberikan dukungan sosial dan emosional pada pasien dalam proses pengobatan
penyakit
7) Kerjasama lintas sektoral untuk bekomitmen lebih gencar lagi memberikan konseling
dan mencegah penyakit saluran pernapasan
8) Sosialisasi BPJS

MANAJEMEN K3 (kaitkan dengan kasus)

1) Pengendalian tekhnik
a) substitusi: mengganti bahan-bahan kimia berbahaya dengan bahan kimia yang kurang
berbahaya
b) eliminasi: memiliki tempat pembuangan khusus untuk bahan-bahan kimia berbahaya
agar dapat langsung dimusnahkan setelah dipakai atau tidak digunakan lagi
c) isolasi: menyediakan tempat khusus dan terpisah terutama untuk bahan-bahan kimia
berbahaya
2) Pengendalian administrasi
a) Mencuci tangan sebelum dan setelah bekerja atau kontak dengan bahan-bahan kimia
b) Hindari kontak dengan kulit, gunakan masker, handscoon, goggle
c) Simpan bahan-bahan kimia berbahaya pada tempat khusus
d) Pelajari material safety data sheet u/kenali bahaya yang potensial
e) mutasi pekerja secara berkala untuk melindungi pekerja dari paparan bahan kimia
tertentu
f) mengurangi jam kerja, membagi shift kerja dengan pekerja yang lain
g) harus ada waktu istirahat di sela-sela saat bekerja
h) memberikan waktu libur untuk pekerja agar terdapat jeda pasien terpapar bahan kimia
3) Penggunaan APD
Menggunakan APD seperti masker, goggle, handscoen, apron dan sepatu bot saat bekerja

5 PILAR PENCEGAHAN (Lecture dr. Yudhi dan dr. Nendyah) (kaitkan dengan kasus)

a. Health Promotion
i. Pendidikan dan penerangan: memberikan edukasi kepada pekerja mengenai faktor
risiko penyakit yang bisa disebabkan bahan-bahan kimia
ii. Perbaikan gizi: memberikan edukasi mengenai makanan sehat bergizi seimbang,
menyediakan konsumsi dengan gizi berimbang di tempat kerja
iii. Perkembangan kejiwaan yang sehat: memberikan edukasi bahwa didalam raga yang
kuat terdapat jiwa yang sehat (kurangi emosi, hindari stress) intinya kelola stres
dengan baik
iv. Perumahan sehat: lingkungan rumah juga dapat mempengaruhi kondisi kesehatan
v. Rekreasi: mengadakan acara gathering atau karyawisata untuk para pekerja untuk
menjalin kebersamaan sekaligus sarana menghilangkan stres
vi. Tempat, cara, lingkungan kerja yang sehat: menjaga kebersihan dan kenyamanan di
laboratorium untuk kebaikan bersama, memiliki tempat sampah khusus untuk limbah
bahan-bahan kimia berbahaya
vii. nasehat perkawinan, KB: memberikan edukasi agar tetap menjaga keharmonisan
rumah tangga, mempertimbangkan beban biaya yang harus ditanggung dengan
jumlah anggota keluarga atau bahkan menunda kehamilan bila kondisi keuanan
belum memadai
viii. faktor keturunan: memberikan edukasi bahwa faktor risiko penyakit ini (hipertensi)
dapat diturunkan dari keluarga
ix. Premployment Medical Check Up
b. Spesific Protection
i. Imunisasi: tidak diperlukan untuk kasus ini
ii. Higene kerja: membersihkan diri setelah bekerja di tempat yang sudah disediakan di
tempat kerja
iii. Sanitasi lingkungan kerja: menyediakan tempat untuk para pekerja membersihkan diri
di tempat kerja, menyediakan tempat pembuangan sampah khusus bekas bahan-
bahan kimia
iv. perlindungan terhadap bahaya: menggunakan alat pelindung diri seperti goggle,
handscoen, apron, sepatu bot, dll
v. Bahan makanan khusus: perusahaan menyediakan konsumsi dengan gizi berimbang
bagi pekerja
vi. Perlindungan karsinogen: menggunakan APD dan menyediakan tempat khusus untuk
penyimpanan bahan-bahan kimia tertentu, memberikan label (labeling), tempat
pembuangan limbah khusus
vii. Menghindari penyebab alergi: tidak diperlukan dalam kasus ini
viii. Ergonomi: edukasi mengenai posisi tubuh yang benar dalam bekerja
c. Early Diagnosis and Promt Treatment
i. Mencari tenaga kerja untuk kasus/gangguan tertentu
ii. Screening yang memiliki faktor risiko
iii. Periodical Medical Check Up: melakukan pemeriksaan kesehatan berkala untuk para
pekerja
d. Disability Limitation
i. Pengobatan yang tepat untuk menghentikan proses penyakit dan mencegah
komplikasi/cacat: segera berobat bila ada keluhan dan rutin kontrol ke dokter,
perusahaan menyediakan klinik berobat untuk pekerja
ii. Penyediaan fasilitas untuk membatasi cacat dan mencegah kematian:
pemerintah/perusahaan menyediakan layanan kesehatan dengan mempermudah
birokrasi dan biaya yang terjangkau
e. Rehabilitation
i. latihan dan pendidikan untuk penggunaan maksimal kemampuan
ii. pendidikan masyarakat untuk menggunakan tenaga cacat
iii. bekerja secara penuh: tidak langsung memecat pekerja bila mengalami kecacatan
iv. penempatan selektif sesuai kapasitas dan kemampuan nya
v. terapi kerja ke RS
vi. tempat kerja dilindungi