Anda di halaman 1dari 29

Panduan Umrah

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. 30 Juni 2012 15 Comments


 Share on Facebook
 Share on Twitter

Pertama:

Jika seseorang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum
berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub, memakai wangi-wangian
yang terbaik jika ada dan memakai pakaian ihram.

Kedua:

Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihran yang berfungsi sebagai sarung
dan penutup pundak. Adapun bagi wanita, ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan
yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar/ niqab (penutup
wajahnya) dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan.

Ketiga:

Berihram dari miqat untuk dengan mengucapkan:

‫رلببميرك ععممررةة‬

“labbaik ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah).

Keempat:

Jika khawatir tidak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau adanya penghalang lain,
maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat di atas dengan
mengatakan,

‫حلليِ رحمي ع‬
ِ‫ث رحربمسرتنني‬ ‫اللبعهبم رم ن‬

“Allahumma mahilli haitsu habastani” (Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau
menahanku).

Dengan mengucapkan persyaratan ini—baik dalam umrah maupun ketika haji–, jika
seseorang terhalang untuk menyempurnakan manasiknya, maka dia diperbolehkan
bertahallalul dan tidak wajib membayar dam (menyembelih seekor kambing).
Kelima:

Tidak ada alat khusus untuk berihram, namun jika bertepatan dengan waktu shalat wajib,
maka shalatlah lalu berihram setelah shalat.

Keenam:

Setelah mengucapkan “talbiah umrah” (pada poin ketiga), dilanjutkan dengan membaca dan
memperbanyak talbiah berikut ini, sambil mengeraskan suara bagi laki-laki dan lirih bagi
perempuan hingga tiba di Makkah:

‫ إبن املرحممرد رواللنمعرمرة رلك رواملعمملرك رل رشنري ر‬، ‫ك رلك رلببميرك‬


‫ك رلك‬ ‫ رلببميرك رل رشنري ر‬، ‫رلببميرك اللبعهبم رلببميرك‬

“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata,
laka wal mulk, laa syariika lak”. (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab
panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab
panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu,
tiada sekutu bagi-Mu).

Ketujuh:

Jika memungkinkan, seseorang dianjurkan untuk mandi sebelum masuk kota Makkah.

Kedelapan:

Masuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk
masjid:

‫اللبعهبم امفرتمح نلىِ أرمبروا ر‬


‫ب ررمحرمنت ر‬
.‫ك‬

“Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-


Mu).[1]

Kesembilan:

Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca “Allahu akbar” atau
“Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika
tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium
tangan yang mengusap hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka
cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan
yang memberi isyarat. Ini dilakukan pada setiap putaran thawaf.

Kesepuluh:

Kemudian, memulai thawaf umrah 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar
Aswad pula. Dan disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa
pada 4 putaran terakhir.

Kesebelas:

Disunnahkan pula mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Namun tidak
dianjurkan mencium rukun Yamani. Dan apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya,
maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan.

Keduabelas:
Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca,

‫ررببرناَّ آرنترناَّ نفيِ الددمنرياَّ رحرسرنةة رونفيِ املر ن‬


‫خررنة رحرسرنةة رونقرناَّ رعرذا ر‬
‫ب البناَّنر‬

“Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya
Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta
selamatkanlah kami dari siksa neraka). (QS. Al Baqarah: 201)

Ketigabelas:

Tidak ada dzikir atau bacaan tertentu pada waktu thawaf, selain yang disebutkan pada no.
12. Dan seseorang yang thawaf boleh membaca Al Qur’an atau do’a dan dzikir yang ia
suka.

Keempatbelas:

Setelah thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju ke makam Ibrahim sambil
membaca,

ِ‫صةللى‬
‫خعذوا نممن رمرقاَّنم إنمبررانهيرم عم ر‬
‫روابت ن‬

“Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam


Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).

Kelimabelas:

Shalat sunnah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim[2], pada rakaat pertama
setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua
setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas.[3]

Keenambelas:

Setelah shalat disunnahkan minum air zam-zam dan menyirami kepada dengannya.

Ketujuhbelas:

Kembali ke Hajar Aswad, bertakbir, lalu mengusap dan menciumnya jika hal itu
memungkinkan atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanya.

Sa’i Umrah

Kedelapanbelas:

Kemudian, menuju ke Bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i umrah dan jika telah mendekati
Shafa, membaca,

‫صرفاَّ رواملرممررورة نممن رشرعاَّنئنر ب ن‬


‫ا‬ ‫إنبن ال ب‬

“Innash shafaa wal marwata min sya’airillah” (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah
sebagian dari syiar Allah) (QS. Al Baqarah: 158).

Lalu mengucapan,

‫رنمبردأ ع نبرماَّ ربردأر ب‬


‫ا ع نبنه‬

“Nabda-u bimaa bada-allah bih”.


Kesembilanbelas:

Menaiki bukit Shafa, lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya—jika hal itu
memungkinkan—, kemudian membaca:

(3x) ‫ا ع أرمكربعر ا ع أرمكربعر ا ع أرمكربعر‬

‫ك رورلعه املرحممعد عيمحنيىِ روعينمي ع‬


‫ت روعهرو رعرلىِ عكلل رشمىِءء رقنديرر‬ ‫ك رلعه رلعه املعممل ع‬ ‫لر إنرلره إنلب ب‬
‫ا ع رومحردهع لر رشنري ر‬

‫صرر رعمبردهع رورهرزرم الرمحرزا ر‬


‫ب رومحردهع‬ ‫ا ع رومحردهع أرمنرجرز رومعردهع رورن ر‬
‫لر إنرلره إنلب ب‬

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x)

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu
bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang
menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah
melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan
sendirian.”[4]

Keduapuluh:

Bacaan ini diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a
apa saja yang dikehendaki.

Keduapuluhsatu:

Lalu turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwah.

Keduapuluhdua:

Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda
lampu hijau yang beada di Mas’a (tempat sa’i) bagi laki-laki, lalu berjalan biasa menuju
Marwah dan menaikinya.

Keduapuluhtiga:

Setibanya di Marwah, kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Shafa, yaitu menghadap


kiblat, bertakbir, membaca dzikir pada no. 19 dan berdo’a dengan do’a apa saja yang
dikehendaki, perjalanan (dari Shafa ke Marwah) dihitung satu putaran.

Keduapuluhempat:

Kemudian turunlah, lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk
berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa
dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran.

Keduapuluhlima:

Lakukanlah hal ini sampai tujuh kali dengan berakhir di Marwah.

Keduapuluhenam:

Ketika sa’i, tidak ada dzikir-dzikir tertentu, maka boleh berdzikir, berdo’a, atau membaca
bacaan-bacaan yang dikehendaki.
Keduapuluhtujuh:

Jika membaca do’a ini:

‫ت الررعدز الرمكررعم‬
‫اللبعهبم امغنفمر روامررحمم روأرمن ر‬

“Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom” (Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah
aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah), tidaklah mengapa
karena telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu
‘anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa’i.

Keduapuluhdelapan:

Setelah sa’i, maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur
gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Adapun bagi wanita, cukup
dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.

Keduapuluhsembilan:

Setelah memotong atau mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umrah dan Anda telah
dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.

Demikianlah ringkasan amalan umrah yang merupakan faedah dari Buku “Petunjuk Praktis
Manasik Haji dan Umrah”, penulis Abu Abdillah, terbitan Darul Falah.

@ 4 Dzulqo’dah 1431 H, in King Saud University, Riyadh, KSA

Penyusun: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

[1] Do’a masuk masjid dan keluar masjid sebagaimana terdapat dalam hadits Abu Sa’id:

‫ك‬ ‫ روإنرذا رخرررج رفملريقعنل اللبعهبم إنلنىِ أرمسأ رل ع ر‬.‫ب ررمحرمنترك‬


‫ك نممن رف م‬
‫ض لن ر‬ ‫جرد رفملريقعنل اللبعهبم امفرتمح نلىِ أرمبروا ر‬
‫إنرذا ردرخرل أررحعدعكعم املرممس ن‬

“Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, maka ucapkanlah, ‘Allahummaftahlii
abwaaba rohmatik’ (Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu). Jika keluar dari masjid,
ucapkanlah: ‘Allahumma inni as-aluka min fadhlik’ (Ya Allah, aku memohon pada-Mu di
antara karunia-Mu).” (HR. Muslim no. 713)

[2] Yang dimaksud Maqam Ibrahim, yaitu tempat berdiri Nabi Ibrahim ‘alaihis salam ketika
membangun Ka’bah, bukan kuburan beliau. Shalat di belakang Maqam Ibrahim jika
kondisinya memungkinkan. Adapun jika tidak memungkinkan karena dipadati oleh orang-
orang yan thawaf atau yang mengerjakan shalat, maka boleh shalat di tempat mana pun di
dalam Masjidil Haram.

[3] Dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu yang amat panjang disebutkan,

( ‫ ) قل هو ا أحد ( و ) قل ياَّ أيهاَّ الكاَّفرون‬: ‫ هق حم [ فكاَّن يقرأ فيِ الركعتين‬: ‫فجعل المقاَّم بينه وبين البيت ] فصلىِ ركعتين‬
‫ ) قل ياَّ أيهاَّ الكاَّفرون ( و ) قل هو ا أحد‬: ‫) وفيِ رواية‬
“Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan maqom Ibrahim antara dirinya dan
Ka’bah, lalu beliau laksanakan shalat dua raka’at. Dalam dua raka’at tersebut, beliau
membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al
Kafirun). Dalam riwayat yang lain dikatakan, beliau membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun
(surat Al Kafirun) dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (Disebutkan oleh Syaikh Al
Albani dalam Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 56)

[4] HR. Muslim no. 1218.

Tata cara ibadah umroh lengkap sesuai sunnah, beserta doa, bacaan dan
keistimewaannya

Tata cara pelaksanaan umroh

Tata cara pelaksanaan umroh dimulai dengan membaca niat dan memakai
pakaian ihram dari miqat-miqat yang telah ditentukan. Miqat adalah garis start
seorang jamaah yang hendak melakukan ibadah umroh.

Dengan kata lain miqat adalah tempat berihram (niat umroh) dan masuknya
seseorang ke dalam pelaksanaan umroh yang akan dilakukan.

1. Dari bandara menuju miqat Masjid Dzulhulaifah atau lebih dikenal Abyar 'Ali.

Di miqat yang terletak di Madinah ini, para jamaah melakukan persiapan sebelum
ihram, mulai dengan mandi, mengenakan pakaian ihram, berwudhu dan
mengerjakan sholat sunnah ihram 2 rakaat.
Setelah itu niat mengerjakan ibadah umroh dengan membaca bacaan niat umroh
yaitu Labbaikallahumma 'umratan. Yang artinya 'Aku sambut panggilanMu ya
Allah untuk menjalankan umroh'.

2. Setelah mengenakan pakaian ihram, seorang jamaah umroh dilarang untuk


melakukan hal-hal yang sudah ditentukan syariat.

Bagi pria, dilarang:

 memakai pakaian biasa


 memakai alas kaki yang menutupi mata kaki

 menutup kepala dengan peci, topi, dan sebagainya

Bagi wanita, dilarang:

 memakai kaos tangan


 menutup muka

Bagi pria dan wanita, dilarang:

 memakai wangi-wangian
 memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut/bulu

 memburu atau mematikan binatang apa pun

 menikah, menikahkan atau meminang wanita untuk dinikahi

 bermesraan atau berhubungan intim

 mencaci, bertengkar atau mengeluarkan kata-kata kotor

 memotong tanaman di sekitar Mekah

3. Menuju Masjidil Haram di Mekah

Dalam perjalanan, memperbanyak bacaan kalimat talbiyah yang selalu diucapkan


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika umroh dan haji.

LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK. LABBAIK LAA SYARIKA LAKA LABBAIK.


INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WAL MULK LAA SYARIKA LAK

Artinya:

" Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu
bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan
kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu"
Akhir waktu membaca talbiyah untuk umroh adalah saat akan memulai thawaf.

4. Melakukan thawaf.

Sebelum masuk Masjidil Haram, jamaah dianjurkan berwudhu terlebih dahulu.


Jamaah boleh masuk Masjidil Haram lewat pintu mana saja, tapi dianjurkan
mengikuti contoh Rasulullah SAW yang masuk melalui pintu Babus Salam atau
Bani Syaibah.

Saat masuk Masjidil Haram, disarankan untuk mengucap doa BISMILLAH WASH
SHOLATU WAS SALAMU ‘ALA RASULULLAH. ALLAHUMMAFTAHLI ABWABA
RAHMATIKA

Artinya: Dengan nama Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah
bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.

Setelah itu turun dan terus menuju tempat thawaf (mataf). Jamaah mulai thawaf
dari garis lurus (area dekat Hajar Aswad) antara pintu Kabah dan tanda lampu
hijau di lantai atas Masjidil Haram.

Di sini jamaah diberi pilihan antara lain:

 Taqbil yaitu mencium Hajar Aswad


 Istilam dan Taqbil yaitu mengusap, meraba, dan mencium Hajar Aswad
 Istilam yaitu mengusap Hajar Aswad dengan tangan atau sesuatu benda
yang kita pegang, kemudian benda tersebut dicium, atau

 Melambaikan tangan atau benda yang kita pegang 3 kali, tidak dicium tapi
mengucapkan Bismillah, Allahu Akbar (Dengan nama Allah, Allah Maha
Besar)

Salah satu pilihan ritual ini dilakukan setiap kali melewati Hajar Aswad dan Rukun
Yamani pada putaran satu sampai tujuh. Jika tidak mampu mencium Hajar Aswad
dan Rukun Yamani karena alasan keamanan akibat banyaknya jamaah yang
umroh, maka bisa memilih istilam dengan tangan atau benda, atau hanya
melambaikan tangan atau benda yang kita pegang.

Pada putaran 1-3 jamaah pria dianjurkan untuk lari-lari kecil. Sedangkan pada
putaran 4-7 dengan jalan biasa. Sementara untuk tata cara umroh wanita tidak
ada lari-lari kecil saat melakukan thawaf.
Sepanjang thawaf, membaca doa saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar
Aswad. Doa saat thawaf yang selalu dibaca oleh Rasulullah SAW adalah doa sapu
jagad, yaitu:

RABBANA ATINA FIDDUNYA HASANATAN WA FIL AKHIRATI HASANATA WA


QINA ‘ADZABANAR

Artinya:

" Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan
peliharalah kami dari siksa api neraka."

5. Sholat 2 rakaat di depan Maqom Ibrahim

Maqom Ibrahim bukanlah kuburan dan tidak pula tempat yang terkait dengan
kuburan lain. Namun di tempat itu Nabi Ibrahim pernah berdiri dalam rangka
membangun Kabah. Rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan
dengan membaca surat Al-Kaafiruun. Rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah
dilanjutkan dengan membaca surat Al-Ikhlas.

6. Beristirahat sejenak dan minum air zam-zam.

Sebelum minum air zam-zam, membaca doa:

ALLAHUMMA INNI ASALUKA 'ILMAN NAFI'AN WA RISQON WAASI'AN WA


SYIFAA'AN MIN KULLI DAA'IN WA SAQOMIN BI ROMHATIKA YA ARHAMAR
ROHIMIIN

Artinya:

" Ya Allah, aku mohon padaMu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang
luas dan kesembuhan dari segala penyakit."

7. Melakukan sai antara Safa dan Marwah 7 kali bolak balik.

Sai dimulai dari Safa ke Marwah yang dihitung sebagai satu kali perjalanan. Jadi,
Safa ke Marwah 1, Marwah ke Safa 2, dan seterusnya. Sai berakhir di Marwah. Sai
dikerjakan dengan berjalan, tapi pada batas di antara 2 lampu hijau, berlari-lari
kecil.
Sai ini merupakan penghargaan Allah SWT kepada istri Nabi Ibrahim. Saat itu istri
Nabi Ibrahim, Siti Hajar, bolak-balik antara Safa dan Marwah sebanyak 7 kali
dalam rangka mencari air untuk minum putra beliau yaitu Nabi Ismail.

8. Melakukan tahallul

Tahallul adalah akhir dari pelaksanaan ibadah umroh yang ditandai dengan
bercukur. Untuk laki-laki lebih baik dicukur sampai gundul, tapi jika tidak sampai
gundul tak mengapa. Sedangkan untuk tata cara umroh wanita hanya dicukur ala
kadarnya.

Dengan melakukan tahallul, maka sudah sempurna tata cara ibadah umroh
lengkap sesuai sunnah.

1 dari 1 halaman

Keistimewaan ibadah umroh

Meski bukan yang utama, ibadah umroh tak kalah istimewanya dengan haji. Agar
lebih memahami, berikut Dream berikan ulasan mengenai 6 keistimewaan ibadah
umroh.

1. Ibadah umroh yang satu kepada umroh berikutnya adalah Kaffaroh atau
penghapus dosa

Allah SWT akan menghapus dosa-dosa kita di antara pelaksanaan umroh yang
satu dengan umroh berikutnya. Sederhananya begini, bila 5 atau 10 tahun lalu
kita sudah melaksanakan umroh, tahun berikutnya berkesempatan untuk
melakukan umroh, maka dosa-dosa di antara kedua waktu umroh tersebut akan
diampuni Allah SWT.

2. Umroh adalah jihad bagi para wanita dan orang yang lemah

Para ibu dan kaum wanita umumnya serta mereka yang lemah fisik pada
masa Rasulullah SAW, tak bisa ikut berjihad atau berperang. Namun mereka masih
mendapatkan fadillah pahala jihad dengan cara melaksanakan ibadah umroh.

3. Jemaah umroh adalah tamu-tamu Allah yang doanya dikabulkan

Ibadah haji dan umroh menjadi istimewa karena orang yang datang ke Tanah Suci
untuk menunaikan ibadah tersebut adalah tamu Allah SWT. Begitulah biasa
disebut dan memang Rasulullah SAW menyebutkannya demikian. Jemaah haji dan
umroh adalah tamu undangan Allah SWT sehingga apa yang diminta sang tamu
akan dikabulkan oleh-Nya. Ini adalah bentuk keistimewaan yang paling istimewa.

4. Wafat saat menjalankan ibadah umroh pahalanya dicatat sampai hari kiamat

Keutamaan orang-orang yang wafat dalam perjalanan untuk melaksanakan ibadah


haji dan umroh, serta keutamaan orang yang wafat dalam keadaan berihram (di
tengah pelaksanaan ibadah haji dan umroh) adalah mendapatkan anugerah
pahalanya dicatat sampai hari kiamat. Semuanya termaktub jelas dalam hadits.

5. Ibadah umroh bisa menghilangkan kefakiran

Bila kita melihat saudara kita yang setelah pulang dari haji atau umroh maka
terlihat kehidupannya semakin baik, rezekinya mengalir terus dan keluarganya
bertambah berkah, itulah salah satu fadillah ibadah tersebut. Seluruh biaya yang
digunakan untuk berangkat haji dan umroh akan diganti oleh Allah SWT dengan
berlipat-lipat.

6. Fadillah pahala satu kali umroh dengan sholat dua rakaat di Masjid Quba

Sholat di Masjid Quba memiliki keutamaan tersendiri. Menurut Hadits Nabi SAW
yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif RA, ia pernah mendengar
Rasulullah SAW bersabda: " Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian
mendatangi Masjid Quba, lalu ia sholat di dalamnya, maka baginya pahala seperti
pahala umroh." (HR. Tirmizi no. 298, Ibnu Majah no. 1401)

Masjid Quba ini terletak di luar kota Madinah. Jadi, mengingat fadillah sholat di
Masjid Quba yang sangat besar, maka bila kita sudah berada di Madinah dalam
rangka menjalankan ibadah umroh atau haji, jangan sampai lupa melakukan
sholat di Masjid Quba.
Doa Umroh Sesuai Sunnah
1. Bacaan niat ibadah umroh
Doa umroh yang pertama dan tentunya bisa Anda hafalkan adalah doa niat
umroh, lafalnya berikut ini:

Labbaika Allahumma Umratan.

Artinya :
“Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk niat berumroh.”

2. Doa ketika thawaf


Doa umroh ketika thawaf berbeda-beda sesuai dengan putarannya. Berikut
bacaan umroh saat thawaf mulai dari putaran pertama hingga putaran ketujuh:
a. Doa putaran ke 1 dibaca, mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani:

Subhanallahi wal-hamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar, wa la haula wa


la quwwata illa billahil – aliyyil – azim, was salatu – was –salamu ‘ala rasulillahi
sallallahu ‘alaihi wa sallam. Allahumma imanan bika wa tasdiqan bikitabika wa
wafa’an bi ‘ahdika wattiba’an lisunnatika nabiyyika muhammadin sallallahu ‘alaihi
wa sallam. Allahumma inni as’ alukal – ‘afwa wal-‘afiyatawal-mu’afatad-da’imata
fid-dini wad-dun-ya wal-akhirah, wal- fauza bil-jannati wan-najata minan-nar.

Artinya :
“Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha
Besar. Tiada daya (untuk memperoleh manfaat) dan tiada kemampuan (untuk
menolak bahaya) kecual dengan pertolongan Allah yang Maha Mulia dan Maha
Agung. Salawat dan salam bagi Rasulullah SAW. Ya Allah, aku tawaf ini karena
beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu dan memenuhi janji-Mu dan
mengikuti Sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW. Ya Allah sesungguhnya aku mohon
kepada-Mu ampunan, kesehatan dan perlindungan yang kekal dalam menjalankan
agama, di dunia dan akhirat dan beruntung memperoleh surga dan terhindar dari
siksa neraka.”
b. Doa putaran ke 2 dibaca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani:

Allahumma inna hazal-baita baituka wal-harama, haramuka wal-amna amnuka


wal-‘abda ‘abduka wa ana ‘abduka wabnu ‘abdika wa haza maqamul- a’izi bika
minan-nari faharrim luhumana wa basya-ratana ‘alan-nar. Allahumma habbib
ilainal-imana wa zayyinhu fi qulubina wa karrih ilainal-kufra wal-fusuqa wal-isyan,
waj ‘alna minar- rasyidin. Allahumma qini azabaka yauma tab’asu ibadak. Allahum
marzuqniyal-jannata biqairi hisab.

Artinya :
“YaAllah, sesungguhnya bait ini rumah-Mu. Tanah muliah ini tanah-Mu, negeri
aman ini negeri-Mu, hamba ini hamba-Mu anak dari hamba-Mu dan tempat ini
adalah tempat orang berlindung pada-Mu dari siksa neraka, maka haramkanla
daging dan kulit kami dari siksa api neraka. ya Allah cintakanlah kami pada iman
dan biarkanlah ia menghias hati kami, tanamkan kebencian pada diri kami pada
perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka serta masukkan kami ini dalam
golongan orang yang mendapat petunjuk. Ya Allah lindungilah aku dari azab-Mu di
hari Engkau kelak membangkitkan hamba-hamba-Mu “ya Allah anugerakanlah
surga kepadaku tanpa hisab.”

Diantara rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca :

Rabbana atina fid-dun-ya hasanatan wa fil akhirat hasanatan qa qina azaban-nar.

Artinya :
“Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan dunia dan kebaikan di akhirat dan
hindarkanlah kami dari siksa neraka.”
c. Bacaan Putaran ke 3:

Allahumma inni a’uzu bika minasy-syakki wasy-syirki wasy-syoqaqi wan-nifaqi wa


su’il akhlaqi wa su’il-manzari wal-munqa labi fil mali wal-ahli wal-walad.
Allahumma inni as’aluka ridaka wal-jannah, wa a’uzu bika min sakhatika wan nar.
Allahumma inni a’uzu buka min fitnatil – qabri wa a’izi bika min fitnatil mahya wal-
mamat.

Artinya :
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keraguan, syirik, percekcokan,
kemunafikan, buruk budi pekerti dan penampilan dan kepulangan yang jelek
dalam hubungan dengan harta benda, keluarga dan anak-anak. Ya Allah,
sesungguhnya aku mohon kepada-Mu keridaan-Mu dan surga. Dan aku berlindung
kepada-Mu dari pada murka-Mu dan siksa neraka. Ya Allah, aku berlindung pada-
Mu dari fitnah kubur, dan aku berlindung pada-Mu dari fitnah kehidupan dan derita
kematian.”

d. Bacaan Putaran ke 4 membaca:


Allahummaj’alhu hajjan mabruran wa sa’yan masykuran wa zanban magfuran wa
‘amalan salihan maqbulan wa tijaratan lan tabur, ya ‘alima ma fis-sudur, akhrijni
ya Allahu minazzalumati ilan-nur. Allahumma inni as’aluka mujibatu rahmatika wa
‘aza’ima magfiratika was-salamata min kulli ismin wal-ganimata min kulli birrin
wal-fauza bil-jannati wannajata minan-nar. Rabbi qanni’ni bima razaqtani wa barik
li fima a’taitani wakhluf ‘alayya kulla ga’ibatin li minka bikhair.

Artinya :
“Ya Allah karuniakanlah haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni,
amal saleh yang diterima dan usaha yang tidak akan mengalami rugi. Wahai
Tuhan Yang Maha mengetahui apa-apa yang terkandung dalam hati sanubari.
Keluarkanlah aku dari kegelapan ke cahaya yang terang benderang.ya Allah aku
mohon kepada-Mu segala hal yang mendatangkan Rahmat-Mu dan keteguhan
ampunan-Mu selamat dari segala dosa dan beruntung dengan mendapat berbagai
baikan, beruntung memperoleh surga, terhindar dari siksa neraka. Tuhanku,
puaskanlah aku dengan anugerah yang telah Engkau berikan, berkatilah untukku
atas semua yang Engkau anugerahkan kepadaku dan gantilah apa-apa yang ghaib
dari pandanganku dengan kebaikan dari-Mu.

e. Putaran ke 5 membaca:

Allahumma azillani tahta zilli ‘arsyika yauma la zilla illa zilluka wa la baqiya illa
wajhuka wa asqani min haudi nabiyyika muhammadin sallallahu ‘alahi wasallama
syurbatan hani’atan mari’atan la azma’u ba’daha abada. Allahumma inni as’aluka
min khairi masa’alaka minhu nabiyyuka muhammadun sallallahu alahi wa sallam,
wa a’uzu bika min syarri masta’azaka minhu nabiyyuka muhammadun sallallahu
‘alahi wa sallam. Allahumma inni as’aluka-jannata wa na’imaha wa ma yaqurribuni
ilahiha min qaulin au fi’lin au ‘amalin, wa a’uzbika minan- nari wa ma yuqarribuni
ilahiha min qaulin au fi’lin au ‘amal.
Artinya :
“Ya Allah, lindungilah aku di bawah naungan singgsana-Mu pada hari yang tida
ada naungan selain naungan-Mu, dan tidak ada yang kekal kecuali Zat-Mu, dan
berilah aku minuman dari telaga Nabi Muhammad SAW dengan suatu minuan
yang lezat, segar dan nyaman, sesudah itu aku tidak akan haus untuk selamanya.
Ya Allah, aku mohon pada-Mu kebaikan yang dimohonkan oleh Nabi-Mu
Muhammad SAW. Ya Allah, aku mohon pada-Mu surga serta nikmat dan apapun
yang dapat mendekatkan aku kepadanya baik ucapan, maupun amal perbuatan
dan aku berlindung pada-Mu dari neraka serta apapun yang mendekatkan aku
kepadanya baik ucapan ataupun amal perbuatan.”

f. Putaran ke 6 membaca:

Allahumma inna laka ‘alayya huququan kasiratan fima baini wa bainaka, wa


uquqan kasiratan fima baina wa baina khalqik. Allahumma ma kana laka minha
fagfirhu li wa ma kana likhalqika fa tahammalhu ‘anni, wa agnini bihalalika ‘an
haramika wa ita’atika ‘an ma’siyatika wa bifadlika ‘amman siwaka ya was’al-mag
firah. Allahumma inna baitaka ‘azimun wa wajhaka karimun wa anta ya Allahu
halimun karimun ‘azimun tuhibbul-‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya :
“Ya Allah sesungguhnya Engkau mempunyai hak kepadaku banyak sekali dalam
hubunganku dengan Engkau dan Engkau juga mempunyai hak banyak sekali
dalam hubunganku dengan makhluk-Mu. Ya Allah apa yang menjadi hak-Mu
kepadaku, maka ampunilah diriku. Dan apa saja yang menjadi hak-Mu kepada
makhluk-Mu maka tanggunglah dariku, cukupkanlah aku dengan rizki-Mu yang
halal, terhindar dari pada yang haram, dengan ta’at kepada-Mu terhindar dari
kemaksiatan, dan dengan anugerah-Mu terhindar pada mengharapkan dari orang
lain selain dari pada-Mu,wahai Tuhan yang Maha Pengampun. Ya Allah,
sesungguhnya rumah-Mu (Baitullah) ini agung. Zat-Mu pun mulia, Engkau Maha
Penyabar, Maha Pemurah, Maha Agung yang sangat suka memberi ampun, maka
ampunilah aku.”
g. Putaran ke 7 membaca

Allahumma inni as’aluka imanan kamilan, wa yaqinan sadiqan, wa rizqan wasi’an,


wa qalban khasyi’an wa lisanan zakiran, wa halalan tayiiban, wa taubatan
nasuhan, wa taubatan qablal-mauti, wa rahatan ‘indal-mauti, wa magfiratan wa
rahmatan ba’dal mauti, wal ‘afwa ‘indal-hisabi, wal-fauza bil-jannati, wan-najata
minan-nari, bi rahmatika ya’ azizu ya gaffar. Rabbi zidni ‘ilman wa alhiqni
bissalihin.

Artinya :
“Ya Allah, aku mohon pada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rizki
yang luas, hati yang khusyu’, lidah yang selalu berdzikir (menyebut nama Allah)
rizki yang halal dan baik, taubat yang diterima dan taubat sebelum mati,
keampunan dan rahmat sesudah mati, keampunan ketika dihisab, keberuntungan
memperoleh surga dan terhindar dari neraka dengan rahmat kasih sayang-Mu,
wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengampun. Tuhanku, berilah aku
tambahan ilmu pengetahuan dan gabungkanlah aku ke dalam golongan orang-
orang saleh.

3. Doa Umroh Setelah Menyelesaikan Thawaf

Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca sesudah menyelesaikan thawaf
adalah sebagai berikut:
Doa setelah melakukan thawaf, yang artinya:

“Ya Allah yang memelihara Ka’bah ini, bebaskanlah diri kami, bapak dan ibu kami,
saudara-saudara dan anak-anak kami dari siksa neraka, wahai Tuhan Yang Maha
Pemurah, Dermawan dan yang mempunyai keutamaan,kemuliaan, kelebihan,
anugerah pemberian dan kebaikan.
Ya Allah perbaikilah kesudahan segenap urusan kami dan jauhkanlah dari
kehinaan dunia dan siksa akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu,
anak dari hambaMu, tegak berdiri merapat di bawah pintu Ka’bah-Mu,
menundukkan diri di hadapan-Mu sambil mengharapkan rahmat-Mu, kasih
sayang-Mu dan takut akan siksa-Mu.
Wahai Tuhan pemilik kebaikan abadi, aku mohon pada-Mu agar Engkau tinggikan
namaku, hapuskan dosaku, perbaiki segala urusanku, bersihkan hatiku, berilah
cahaya kelak dalam kuburku. Ampunilah dosaku dan aku mohon pada-Mu
martabat yang tinggi di dalam surga.”
4. Doa atau Bacaan Umroh Ketika Melakukan Sa’i

Ketika hendak mendaki Bukit Shafa (sebelum memulai Sa’i) hendaknya membaca
doa di bawah ini:
Yang artinya:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku mulai
dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Shafa
dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka Barang siapa
yang beribadah haji ke Baitullah ataupun berumrah maka tidak ada dosa baginya
mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu
kebajikan dengan kerelaan hati maka sesungguhnya Allah Maha Penerima
Kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
a. Doa Di Atas Bukit Shafa Ketika Menghadap Ka’bah (Sebelum Memulai Sa’i)

Yang artinya:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah,
Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi
Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan
selain Allah Yang Maha Esa.
Tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang
menghidupkan dan mematikan, pada kekuasaan-Nya lah segala kebaikan dan Dia
berkuasa atas segala sesuatu.
Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, yang telah
menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan sendiri musuh-
musuh-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali
kepadaNya dengan memurnikan (ikhlas) kepatuhan semata kepada-Nya walaupun
orang-orang kafir membenci.”

b. Doa Sa’i dari Shofa menuju Marwah (Lintasan Pertama)

Yang artinya:

“Allah Maha Besar (4X) dengan segala kebenaran-Nya. Segala puji bagi Allah Yang
Maha Agung dengan segala pujian-Nya yang tidak terhingga. Maha Suci Allah
Yang Maha Agung dengan pujian, Yang Maha Mulia di waktu pagi dan petang.
Dan pada sebagian malam, bersujud dan bertasbihlah pada-Nya sepanjang
malam. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa yang menepati janji-Nya
membela hamba-hamba-Nya dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya dan tidak ada
sesuatu pun sesudah-Nya.
Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia adalah Maha Hidup kekal
tiada mati dan tiada musnah (hilang) untuk selama-lamanya. Hanya ditangan-
Nya-lah terletak kebajikan dan kepada-Nya-lah tempat kembali dan hanya Dialah
Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
c. Doa Saat Berada di Antara Dua Pilar atau Lampu Hijau

Setiap kali berada di antara dua pilar atau lampu hijau baik dari putaran pertama
hingga terakhir (ketujuh), hendaklah jamaah membaca doa di bawah ini:

Yang artinya:

“Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah-hatilah, dan hapuskanlah


apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa
yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Mulia dan
Maha Pemurah.”

d. Doa Saat Mendekati Bukit Marwah

Yang artinya:

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran)


Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah ataupun berumroh,
maka tidak ada dosa baginya berkeliling (mengerjakan sa’i antara keduanya). Dan
barang siapa mengerjakan sesuatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka
sesungguhnya Allah Maha Menerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
e. Doa dari Marwah ke Shofa (Lintasan Kedua)

Yang artinya:

“Allah Maha Besar (3X), hanya bagi Allah segala pujian. Tidak ada Tuhan selain
Allah yang Maha Esa, Tunggal, dan Tumpuan segala maksud dan hajat, yang tidak
beristri dan tidak beranak, tidak bersekutu dalam kekuasaan. Tidak menjadi
pelindung kehinaan. Agungkanlah Dia dengan segenap kebesaran.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam Al Qur`an-Mu : “Berdoalah
kepadaKu niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. Sekarang kami telah memohon
kepada-Mu wahai Tuhan kami. Ampunilah kami seperti halnya Engkau telah
janjikan kepada kami, sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada


iman (yaitu) “berimanlah” kamu kepada Tuhanmu. “Maka kami pun beriman.

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan


kami, dan wafatkanlah kami beserta orang baik-baik.

Ya Tuhan kami berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan
perantara rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat.
Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. Ya Allah, hanya kepada Engkaulah
tumpuan segala sesuatu dan kepada Engkaulah tempat kembali.

Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa semua saudara kami
seiman yang telah mendahului kami dan jangan Engkau jadikan kedengkian
dalam kalbu kami terhadap mereka yang telah beriman. Ya Allah sesunguhnya
Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

f. Doa dari Shofa ke Marwah (Lintasan Ketiga)

Yang artinya:

“Allah Maha Besar (3X). Hanya bagi Allah semua pujian. Ya Allah, sempurnakanlah
cahaya terang bagi kami, ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa
atas segala sesuatu.

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu segala kebaikan yang sekarang


dan masa yang akan datang dan aku mohon ampunan kepada-Mu akan dosaku
serta aku mohon kepada-Mu rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari
segala yang pengasih.”
g. Doa dari Marwah ke Shofa (Lintasan Keempat)

Yang artinya:

“Allah Maha Besar (3X). Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah Tuhanku, aku
mohon kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau tahu dan berlindung kepada-Mu
dari kejahatan yang Engkau tahu dan aku mohon ampun kepada-Mu dari segala
kesalahan yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang
ghaib. Tidak ada Tuhan selain Allah Maha Raja yang sebenar-benarnya.
Muhammad utusan Allah yang selalu menepati janji lagi terpercaya.

Ya Allah sebagaimana Engkau telah menunjuki aku memilih Islam, maka aku
mohon kepada-Mu untuk tidak mencabutnya, sehingga aku meninggal dalam
keadaan muslim. Ya Allah berilah cahaya terang dalam hati, telinga, dan
penglihatanku. Ya Allah lapangkanlah dadaku dan mudahkan bagiku segala
urusan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari godaan bisikan hati, kekacauan
urusan, dan fitnah kubur.

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang bersembunyi di waktu


malam dan siang hari, serta kejahatan yang dibawa angin lalu, wahai Tuhan Yang
Maha Pengasih dari segenap yang pengasih. Ya Allah Maha Suci Engkau, kami
tidak bisa menyembah-Mu dengan pengabdian yang semestinya. Ya Allah, Maha
Suci Engkau, kami tidak bisa menyebutMu (dzikir) dengan semestinya.”
h. Doa dari Shofa ke Marwah (Lintasan Kelima)

Yang artinya:

“Allah Maha Besar (3X). Segala puji hanya untuk Allah, Maha Suci Engkau, kami
tidak mensyukuri-Mu dengan syukur yang semestinya. Ya Allah, Maha Suci
Engkau. Alangkah Agung Zat-Mu Ya Allah.
Ya Allah, cintakanlah kami kepada iman dan hiaskanlah di hati kami, tanamkanlah
kebencian pada diri kami pada perbuatan kufur, fasik, dan durhaka. Jadikanlah
kami dari golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

i. Doa dari Marwah ke Shofa (Lintasan Keenam)

Yang artinya :

“Allah Maha Besar (3X). Segala puji hanya untuk Allah. Tidak ada Tuhan selain
Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-
musuh-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Dan kami tidak menyembah selain Dia
dengan memurnikan kepatuhan kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir
membenci.
Ya Allah aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, pengendalian diri, dan
kekayaan. Ya Allah, pada-Mu lah segala puji seperti yang kami ucapkan. Ya Allah
aku mohon kepada-Mu dari murka-Mu dan siksa neraka dan apapun yang dapat
mendekatkan aku padanya (neraka), baik ucapan ataupun amal perbuatan.

Ya Allah hanya dengan nur cahaya-Mu kami ini mendapat petunjuk, dengan
pemberianmu kami merasa cukup dan dalam naungan-Mu, nikmat-Mu, anugerah-
Mu dan kebajikan-Mu jualah kami ini berada di waktu pagi dan petang. Engkaulah
yang mula pertama, tidak ada sesuatu pun yang ada sebelum-Mu dan Engkau
pula lah yang paling akhir dan tidak ada sesuatu pun yang ada di belakang
(sesudah) Mu, Engkaulah yang lahir (nyata), maka tidak ada sesuatu pun yang di
atas Engkau. Engkau pula lah yang batin, maka tidak ada sesuatu pun di bawah-
Mu.

Kami berlindung kepada-Mu dari pailit, malas, siksa kubur, dan fitnah kekayaan
serta kami mohon kepada-Mu kemenangan memperoleh surga, dan keselamatan
dari api neraka.”

j. Doa dari Shofa ke Marwah (Lintasan Ketujuh)

Yang artinya:

“Allah Maha Besar (3X). Segala puji bagi Allah dengan pujian yang tidak terhingga.
Ya Allah, cintakanlah aku kepada iman dan hiaskanlah ia di kalbuku. Tanamkanlah
kebencian padaku perbuatan kufur, fasiq, dan durhaka. Dan jadikanlah pula aku
dari golongan orang yang mendapat petunjuk.”

Demikianlah telah selesai rangkaian ibadah Sa’i, sebelum meninggalkan tempat,


hendaklah membaca doa usai melaksanakan Sa’i sebagaimana tersebut di bawah
ini.

k. Doa Setelah Melaksanakan Sa’i


Yang artinya:

“Ya Allah Ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, berilah perlindungan kepada
kami, maafkanlah kesalahan kami dan berilah pertolongan kepada kami untuk
taat dan bersyukur kepada-Mu. Janganlah Engkau jadikan kami bergantung selain
kepada-Mu. Matikanlah kami dalam iman dan Islam secara sempurna dalam
keridhaan-Mu.

Ya Allah rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala kejahatan


selama hidup kami dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak
berguna. Karuniakanlah kepada kami sikap pandang yang baik terhadap apa-apa
yang membuat-Mu ridha terhadap kami. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari
segala yang pengasih.”

Setelah melaksanakan sa’i, maka tahap terakhir dari rangkaian ibadah umroh
adalah bertahallul atau memotong sebagian rambut baik bagi wanita maupun laki-
laki.

5. Doa Bacaan Umroh Ketika Tahallul (Memotong atau Menggunting Rambut)

a. Doa Saat Akan Memotong Rambut

Yang artinya:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah
yang telah memberi petunjuk kepada kita dan segala puji bagi Allah tentang apa-
apa yang telah Allah karuniakan kepada kami.

Ya Allah ini ubun-ubunku, maka terimalah dariku (amal perbuatanku) dan


ampunilah dosa-dosaku.

Ya Allah, ampunilah orang-orang yang mencukur dan memendekkan rambutnya


wahai Tuhan yang Maha Luas ampunan-Nya. Ya Allah tetapkanlah untuk diriku
setiap helai rambut kebajikan dan hapuskanlah untukku dengan setiap helai
rambut kejelekan. Dan angkatlah derajatku di sisimu.”
b. Doa Setelah Selesai Menggunting Rambut

Yang artinya:

“Segala puji bagi Allah yang telah menyelesaikan manasik kami, Ya Allah
tambahkanlah kepada kami iman, keyakinan, dan pertolongan dan ampunilah
kami, kedua orang tua kami dan seluruh kaum muslimin dan muslimat.”

Selesailah Ibadah Umroh dan Doa-doa Umroh


Setelah berakhirnya ritual tahallul (memotong atau memendekkan rambut), maka
selesai sudah seluruh rangkaian ibadah umroh yang Anda lakukan. Semua doa-
doa diatas dapat Anda baca dengan bimbingan dari pemandu atau pembimbing
ibadah umroh yang telah disediakan oleh pihak travel umroh dan haji yang anda
pilih.