Anda di halaman 1dari 22

WELCOME TO PANTAI KUTA BALI MELALUI STANDAR

OPERASIONAL PROCEDURE (SOP) KELOMPOK JASA KEPANG


RAMBUT PARA WISATAWAN ASING

BIDANG KEGIATAN
PKM -PENGABDIAN MASYARAKAT

Diusulkan oleh :

Maria Angelica Ayu Gloria Jagga Wali; 1801842050005; 2018


Rosmiati Magi Diala; 1801842050015; 2018
Putu Ayu Nanda Candrika; 1801842050023; 2018
Ni Kadek Ayu Weda Tantri; 1908792020017; 2019
Luh Gde Charismandini; 1901842050020; 2019

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR


DENPASAR
2020

i
ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ................................................................................... i


HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ ii
DAFTAR ISI ................................................................................................. iii
BAB 1. PENDAHULUAN ............................................................................ 1
BAB 2. GAMBARAN UMUM KELOMPOK JASA KEPANG .................. 3
BAB 3. METODE PELAKSANAAN ........................................................... 4
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ............................................. 5
4.1 Anggaran Biaya ............................................................................... 5
4.2 Jadwal Kegiatan ............................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 7
LAMPIRAN – LAMPIRAN .......................................................................... 8
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, Biodata Pendamping .................. 8
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ................................................ 15
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagia Tugas ....... 16
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana ......................................... 17
Lampiran 5. Surat Pernyataan Kesediaan Mitra Kerja................................ 18
Lampiran 6. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja ......................................... 19

iii
1

BAB I. PENDAHULUAN
Suatu obyek wisata dan daerah tujuan wisata atau destinasi menjadi
majudan berkembang, kesiapan sisi Supply (penyedia) dan sisi Demand (peminta)
dalam hal ini adalah wisatawan menjadi sentral perhatian. Agar kedatangan
wisatawan berjumlah banyak dan bersifat dinamis lama tinggal (length of stay)
panjang, dibutuhkan kesiapan perilaku dan sikap pelayan usaha jasa wisata yang
menarik atau dikenal dengan suasana ber-Sapta Pesona yakni: Aman, Tertib,
Bersih, Sejuk, Indah, Ramah Tamah, dan Kenangan. Makna terkandung dalam
Sapta Pesona meliputi aspek fisik, dan sosial budaya (lingkungan), lingkungan fisik
harus indah, bersih dan sejuk, lingkungan sosial budaya harus aman, tertib, sejuk,
pelayanan ramah sehingga keseluruhan kondisi lingkungan memberikan kenangan
menyenangkan dan sifatnya positif.
Pulau Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang memiliki banyak
objek wisata alam dan budaya. Keindahan Pulau Bali sudah terkenal ke
mancanegara, bahkan Bali lebih terkenal daripada Indonesia (Juliartini, 2012).
Menurut Saputra (2010) sektor pariwisata di Bali berperan sebagai leading sector
atau sektor basis penopang perekonomian Bali. Hal tersebut dibuktikan oleh
sumbangan tertinggi yang diberikan sektor pariwisata, dalam hal ini diwakili oleh
sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR) terhadap PDRB Provinsi Bali. Data
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Tahun 2013 menunjukkan laju
pertumbuhan sektor PHR selama tahun 2007 sampai dengan tahun 2012 terus
meningkat, hingga di tahun 2012 mencapai 10,57 persen atau mengalami
peningkatan 3,23% dari tahun 2007. Menurut Erawan (1994:31), peran sektor
pariwisata sebagai leading sector perekonomian Bali mempunyai kelebihan
dibandingkan sektor lainnya, karena mampu memberikan efek ganda atau
multiplier effect yang relatif besar dan tersebar luas baik pada masyarakat kota
maupun pedesaan yang berupa berkembang pesatnya beranekaragam usaha-usaha
kecil dalam skala rumah tangga. Usaha-usaha yang tercipta akibat kegiatan
pariwisata tersebut lebih banyak mengarah kepada usaha pada sektor informal
(Rini, 2012) yang selanjutnya dipasarkan kembali oleh masyarakat lokal atau
pedagang-pedagang di daerah tempat tujuan wisata sebagai produk pariwisata
kepada wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Menurut Saputra (2010) setiap Kabupaten di Bali memiliki faktor produksi
berupa daya tarik pariwisata tersendiri sesuai dengan keadaan alam dan kebiasaan
atau budaya masyarakatnya, salah satu contohnya adalah Kabupaten Badung yang
terkenal dengan keindahan pantai-pantainya. Kabupaten Badung merupakan salah
satu Kabupaten di Provinsi Bali yang memiliki potensi pariwisata sangat baik di
antara Kabupaten atau Kota lainnya dan pariwisata Badung menjadi sektor yang
paling di unggulkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung (Badung dalam Angka,
2013). Menurut Peraturan Bupati Badung No. 7 Tahun 2005 tanggal 7 Februari
2005 (Badung dalam Angka, 2013) tentang objek wisata dan daya tarik wisata yang
ada di Kabupaten Badung, objek wisata yang ada di Kabupaten Badung adalah
2

sebanyak 33 objek wisata yang terbagi atas empat klasifikasi lokasi wisata, dengan
rincian 6 lokasi wisata budaya, 1 lokasi wisata buatan, 1 lokasi wisata remaja, dan
sisanya sebanyak 25 lokasi wisata alam yang tersebar di semua kecamatan dan
umumnya berupa pantai. Pantai yang menjadi icon dan paling banyak dikunjungi
oleh wisatawan adalah Pantai Legian dan Pantai Kuta yang berada di Kecamatan
Kuta. Keberadaan objek wisata pantai di Kabupaten Badung tidak hanya
menguntungkan pemerintah daerah, tetapi juga bagi masyarakat disekitar kawasan
objek wisata tersebut (Apriliani, 2012). Hal ini karena objek wisata pantai mampu
menciptakan sektor-sektor informal yang dapat menyerap banyak tenaga kerja.
Peluang dari terciptanya lapangan kerja disektor informal yang disebabkan oleh
adanya aktivitas pariwisata menjadi perhatian khusus bagi para pencari kerja lokal
maupun pendatang (Saputra, 2010).
Keberadaan sektor informal bukan merupakan pengganggu dalam
perekonomian suatu bangsa tetapi merupakan sektor penguat yang mampu
memberikan kesempatan kerja lebih banyak, menciptakan kemandirian penghasilan
bagi masyarakat dan umumnya digunakan sebagai media penyalur dari kegemaran
masyarakat yang memiliki unsur komersialitas (Ngiba, 2009). Salah satu sektor
informal sebagai penopang hidup bagi masyarakat sekitar objek wisata pantai
Kabupaten Badung adalah menjadi pedagang acung (Juliartini, 2012).
Kecamatan Kuta sendiri memiliki dua pantai yang menjadi lokasi berdagang
para penjaja keliling yakni Pantai Kuta dan Pantai Legian (Juliartini,2012).
Beberapa penjaja keliling tersebut menawarkan jasa pijat, sewa papan selancar,
kepang rambut, dan lain lain. Akan tetapi pada kasus dilapangan penjaja keliling di
Kawasan pantai Kuta acap kali kurang mengerti dan memahami akan Standar
Operasional Sistem untuk sebuah jasa yang mereka bangun pada sektor pariwisata.
Misalnya saat menawarkan sebuah jasa, seringkali penjaja keliling langsung
menawarkan jasanya, tanpa memperhatikan kesopanan. Sehingga seringkali penjaja
keliling di Kawasan Pantai Kuta kurang dalam melaksanakan pemberian pelayanan
sehari – hari kepada wisatawan asing yang berkunjung.
SOP (Standar Operasonal Sistem) pada dasarnya adalah pedoman yang
berisi prosedur-prosedur operasional standar yang ada di dalam suatu organisasi
yang digunakan untuk memastikan bahwa semua keputusan dan tindakan, serta
penggunaan fasilitas-fasilitas proses yang dilakukan oleh orang-orang di dalam
organisasi yang merupakan anggota organisasi agar berjalan efektif dan efisien,
konsisten, standar dan sistematis (Tambunan, 2013). SOP disusun untuk
memudahkan, merapikan, dan menertibkan pekerjaan, .sistem ini merupakan suatu
proses yang berurutan untuk melakukan pekerjaan dari awal sampai akhir.
Kelompok Jasa Kepang di Pantai Kuta sendri tak sedikit acap mengeluh
karena kurangnya nilai pendapatan mereka. Tak sedikit dari mereka mengganggap
bahwa mereka membutuhkan sesuatu untuk meningkatkan nilai pendapatan
mereka.
3

Membuat SOP bagi pelaku usaha maupun bisnis tidaklah sulit dan cukup
didasarkan atas kemauan dan upaya – upaya untuk memetakan proses suatu usaha
maupun bisnis yang dijalankan. Seperti halnya Kelompok PKMM dari Universitas
Mahasaraswati Denpasar sebagai generasi muda ingin berperan serta dalam
membangun SDM dibidang Pariwisata dalam bentuk solusi kepada kelompok jasa
kepang rambut keliling di Pantai Kuta melalui Pelatihan Standar Operasional
Prosedur (SOP) untuk berkomunikasi dengan baik bagi para jasa Kepang Rambut
para Wisatawan Asing di kawasan pantai Kuta Bali. Agar menjadikan kelompok ini
dikemudian hari mempunyai kemampuan dalam jasa tersebut (SDM) lebih baik dari
sebelumnya, serta dengan tersusunnya Standar Operasional Prosedur dalam bentuk
buku saku bagi penjual jasa dapat ditularkan kepada kelompok jasa lain yang ada
di kawasan pantai kuta Bali.
Luaran dalam tersusunnya laporan kegiatan, PKMM yang akan
dilaksanakan adalah terbentuknya kelompok Jasa Kepang Rambut Turis Asing di
kawasan Pantai Kuta Bali yang dapat berkomunikasi dengan Bahasa Inggris baik;
sehingga berakibat pada penambahan ekonomi keluarga menjadikan keluarga lebih
sejahtera; selain itu tersusunya buku saku sederahana dalam bentuk SOP yang dapat
digunakan oleh seluruh penjual jasa di Kawasan Pantai Kuta Bali, serta
diterbitkannya artikel Ilmiah tentang PKMM SOP kepada jasa kepang para
wisatawan asing.

BAB II. GAMBARAN UMUM KELOMPOK JASA KEPANG RAMBUT DI


KAWASAN PANTAI KUTA BALI.

Kondisi geografis Pantai Kuta Bali yang berada dipinggir pantai dan
merupakan Kawasan Wilayah Pariwisata Pantai Kuta terletak di bagian barat Pulau
Bali, tepatnya di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Salah satu hal yang
membuat pantai ini selalu ramai, selain karena keindahan yang dimiliki, adalah
karena letaknya yang strategis. Memasuki wilayah pantai, pengunjung akan
disambut sebuah gapura megah berbentuk candi bentar. Gapura ini merupakan
penanda sisi paling selatan dari kawasan Kuta. Setelahnya, pengunjung akan
terpesona dengan garis pantai yang panjang dan hamparan pasir yang lembut. Pantai
Kuta dapat ditempuh mlalui Jalan Udara maupu Jalan Darat, jika melalui jalan
udara Pantai Kuta terletak tidak jauh dari Bandara Internasional Ngurah Rai,
perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. dapat menggunakan Jasa
transpotasi darat yang disediakan oleh Bandara Udara Internasional Ngurah
Rai,Jika melalui jalur darat dapat turun dari angukat umum di Terminal Nengwi
dan terminal Ubung Denapasar, untuk mencapai Pantai Kuta dapat menggunakan
transportasi darat dengan waktu sekitar 120 menit. Welcome To Pantai Kuta Bali
sering menjadi Kebanggaan tesendiri bagi apara wisatawan sehingga muncul
logan” Belum Kebali kalua Belum ke Pantai Kuta” Tingginya intensitas kedatangan
4

wisatawan ke Pantai Kuta memang ibarat sisi mata uang. Di mana mempunyai sisi
yang sangat membantu dalam menambah pendapatan daerah,
Masyarakat Kuta yang ada di Desa Adat Kuta, Kecamatan Kuta dengan
kondisi geografis yang berada di pinggir pantai dan merupakan Kawasan wilayah
Pariwisata. Para Ibu – Ibu Rumah Tangga merasa ada kesempatan untuk melakukan
suatu kegiatan dalam menambah perekonomian keluarga dengan cara salah satunya
adalah penjual jasa Kepang Rambut bagi Wisatawan Asing dengan komunikasi
Bahasa Inggris yang belum baik serta keberanian diri untuk menjual jasa tersebut,
ternyata berakibat kurang baik dalam proses penjualan jasa tersebut. Dengan
rendahnya pemahaman mereka mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP)
dalam penawaran jasa kepada konsumen terutama wisata asing dalam berbahasa
Inggris yang benar dalam berkomunikasi membuat pelayanan menjadi tidak efektif
dan efisien. Kelompok PKKM dari Universitas Mahasaraswati Denpasar dengan
bidang keilmuan dalam berbahasa Inggris yang ada pada kelompok PKKM tergerak
untuk memberikan penyuluhan, bagaimana berkomunikasi dengan baik dalam
menjajakan jasanya terhadap wisatawan asing yang berkunjung ke Pantai Kuta Bali
melalui SOP dalam bentuk buku saku yang mudah untuk dibaca atau dipelajari jika
mereka lupa.

BAB III. METODE PELAKSANAAN


Keberhasilan PKMM dari kelompok kami tidak terlepas dari bagaiamana cara
mengidentifikasi dan melakssnakan kegiatan ini sehingga berhasil.
1. Identifikasi kelompok penjual Jasa Kepang rambut di kawasan pantai Kuta
Melalui kegiatan observasi lapangan diperoleh beberapa kelompok jasa
pariwisata di sekitar Kawasan Pantai Kuta. Dari sekian banyak Kelompok
penjual jasa yang ada, Kelompok PKMM dari Universitas Mahasaraswati
Denpasar, memilih Kelompok Penjual Jasa Kepang Rambut yang secara
frekeunsi waktu berkomunikasi dengan konsumen lebih lama dibandingkan
dengan kelompok jasa lainnya
2. Pemberian Pelatihan Komunikasi Sederhana dalam Penjual Jasa Kepang
Rambut bagi Turis Asing.
Kelompok PKMM Universitas Mahasaraswati Denpasar dengan pengetahuan
dan keilmuan yang diperoleh dari bangku kuliah menawarkan kepada kelompok
penjual jasa kepang rambut bagi turis asing untuk dilakukan pelatihan
bagaimana prosedur yang baik dan benar dalam menawarkan Jasa dengan
berkomunikasi yang baik
Pelatihan Standar Operasional Prosedur (SOP) mengambil tempat disekitar
Pantai Kuta atau ditempat mereka melakukan usaha jasa mereka
Pelatihan dimulai dengan memberikan:
a) Bagaimana Menawarkan Jasa dengan cara berkomunikasi dalam bahasa
inggris melalui penampilan dan cara penyampaian, melalui Media Charta,
penayangan video/Yuotube, media lain
5

b) Melaksanakan demonstrasi, dengan cara melatih para penjual jasa agar


dapat melaksanakan sesuai dengan apa yang telah diperolehnya.
c) Melakasnakan Praktek (peer teaching) dengan sesama Peserta pelatihan
d) Kelompok PKMM merancang dan membuat Buku Saku sederhana yang
mudah digunakan sesuai Standar Opersaional Prosedur (SOP)
e) Kelompok PKMM membagikan kepada peserta untuk dapat digunakan
sebagai panduan di lapangan.
f) Mengadakan evaluasi kepada peserta terhadap simulasi yang telah
dilaksanakan
3. Data secara Deskriptif diperolah saat kegiatan Identifikasi (sosialisasi), dan
pelatihan dianalisis keberhasilannya melalui reduksi data untuk dapat
menjawab permasalahan yang ada di lapangan sehingga kegiatan ini memang
benar ada kemanfataanya lebih lanjut
4. Evaluasi dan Pendampingan
Setelah berakhirnya program PKMM kelompok tetap mengadakan pendam
pingan dengan memonitor keberhasilan dan pengembangan penggunaan SOP
tersebut, yang diharapkan keberhasilan ini dapat dibuatkan Program PKM yang
lain kedepan adalah Program PKMT.

BAB IV. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1 Anggaran Biaya
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, total biaya yang diusulkan ke Dikti
sebesar Rp. 8.665.000,00, dDengan ringkasan biaya sebagai berikut :

Tabel 4.1. Format Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya PKM-M


No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1. Perlengkapan yang diperlukan 3,500,000.00
2. Bahan habis pakai 2,432,000.00
3. Perjalanan 1,750,000.00
4 Lain - lain 983,000.00
Jumlah 8.665.000,00

4.2 Jadwal Kegiatan


Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 4 bulan yang dimulai sejak pendanaan
dengan jadwal sebagai berikut :

Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan PKM-M


6

No Jenis Kegiatan Bulan


1 2 3 4
1. Identifikasi kelompok penjual Jasa Kepang
rambut di kawasan pantai Kuta
Melalui kegiatan observasi lapangan.
2. Pemberian Pelatihan Komunikasi Sederhana
dalam Penjual Jasa Kepang Rambut bagi Turis
Asing.
3. Pelatihan Standar Operasional Prosedur (SOP).
a) Bagaimana Menawarkan Jasa dengan cara
berkomunikasi dalam bahasa inggris
melalui penampilan dan cara penyampaian,
melalui Media Charta, penayangan
video/Yuotube, media lain
b) Melaksanakan demonstrasi, dengan cara
melatih para penjual jasa agar dapat
melaksanakan sesui dengan apa yang telah
didapatkan
c) Melakasnakan Praktek (peer teaching)
dengan sesama Peserta pelatihan
4. Merancang dan membuat Buku Saku sederhana
yang mudah digunakan sesuai Standar
Opersaional Prosedur (SOP), serta membagikan
kepada peserta untuk dapat digunakan sebagai
panduan di lapangan.
5. Evaluasi kepada peserta terhadap simulasi yang
telah dilaksanakan, dan analisis keberhasilan
melalui reduksi data untuk menjawab
permasalah an yang ada sehingga kegiatan ini
memang benar ada kemanfataanya lebih lanjut
6. Pendampingan Program PKM-M
7. Pelaporan kegiatan PKM-M

DAFTAR PUSTAKA
Juliartini, Ketut. 2012. Skripsi: Pengaruh Umur, Pendidikan, Jumlah
Tanggungan Anak, dan Intensitas Adat Terhadap Pendapatan Wanita (Studi
Kasus Pedagang AcungWanita di Pantai Legian Kelurahan Legian,
Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung)
Saputra, I Made, Dian. 2010. Skripsi: Resistensi Pedagang Acung
7
8
9
10
11
12

Lampiran 1. Biodata Dosen Pendamping


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Dr. Drs. Cornelius Sri Murdo Yuwono,M.Si

2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi Pendidikan Biologi

4 NIP/NIDN/NIDK 8812011019

5 Tempat dan Tanggal Lahir Banyumas, 18 Juli 1954

6 Alamat E-mail Cornelius_smy@yahoo.co.id

7 Nomor Telepon/HP 082147250333

B. Riwayat Pendidikan
Gelar Akademik Sarjana S2/Magister S3/Doktor
Nama Institusi UKSW Salatiga IPB Bogor Univ. Negeri
Malang (UM)

Jurusan/Prodi Biologi Biologi Pendidikan Biologi

Tahun Masuk-Lulus 1973 -1979 1992 - 1995 2009 - 2012

C. Rekam Jejak Tridharma


C.1 Pendidikan/Pengajaran

No Nama Mata Kuliah Wajib/Pilihan SKS


1 Morfologi Tumbuhan Wajib 3

2 Botani Phanerogamae Wajib 3

3 Anatomi dan Fisiologi Manusia Wajib 3

4 Pengembangan Bahan Ajar Biologi Wajib 2

5 Evaluasi Pembelajaran Biologi Wajib 3

6 Seminar Wajib 3

C.2. Penelitian
No Judul Penelitian Penyandang Dana Tahun
13

1 Outdoor Learning dalam Pembelajaran Universitas 2017


Rekontekstualisasi Prinsip 4F (Food, Feed, Fuel,
dan Fertilizer) Sistem Pertanian Terintegrasi
(Simantri)

2 Pengembangan Model Pembelajaran Matakuliah Belmawa 2016


Botani Phanerogamae melalui Pendekatan Lesson kemenristekdikti
Study bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pengembangan
Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi
Universitas Mahasarawati Denpasar. (LSLC)

3 Analisis Modal Sosial dan Jejaring Kerja Kerja KemenristekDikti 2015


Sosial Komunitas Pelajar pada Jenjang Hibah Penelitian
Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi di Bali Fundamental

C.3. Pengabdian Kepada Masyarakat


No Judul Pengabdian kepada Masyarakat Penyandang Dana Tahun
1 Model pembelajaran Berpendekatan Saintifik FKIP Universitas 2019
Berbasisi 5-M Bagi Peserta Didik, Pengabdian Mahasaraswati
kepada Masyarakat Bagi Guru-Guru SMK Seni Denpasar
Budaya dan SMK Kesehatan Maharesi Desa
Dedulu, Kecamatan Blabatuh, Kabupaten
Gianyar

2 Desiminasi Teknologi Usaha Tani Padi Berbasis Kemenristekdikti 2018


Organik pada Ekosistem dan Budaya Subak di Pengambdian
Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, KKN
Kabupaten Tabanan

3 Model Pembelajaran Berpendekatan Saintifik FKIP Universitas 2018


Berbasisi 5-M, dan Kecakapan Abad ke 21 Bagi Mahasaraswati
Peserta Didik. Pengabdian Melalui Diskusi Bagi Denpasar
Guru-Guru SMA dan SMK Negeri dan Swasta,
Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan

4 Penggunaan Garam Beryodium Cegah Gangguan LPPM Univ. 2017


Akibat Kurang Yodium (GAKY). Penyuluhan Mahasaraswati
bagi Ibu-Ibu PKK dan Remaja Putri di Banjar Denpasar
Kesiut Kelod, Desa Ksiut, Kecamatan
Kerambitan, kabupaten Tabanan
14
15

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1.Perlengkapan yang Diperlukan Volume Harga Satuan (Rp) Nilai (Rp)


Charta komunikasi Bahasa Inggris 5 buah 150.000,00 750.000,00

Tripot untuk meletakkan Charta 5 buah 50.000,00 250.000,00

Aplikasi Grammer Bahasa Inggris 1 buah 1000.000,00 1000.000,00

Sewa Audio visual kegiatan 1 buah 500.000,00 500.000,00

Ongkos Cetak Buku SOP 50 buah 20.000,00 1000.000,00

SUB TOTAL (Rp) 3,500,000.00

2.Bahan Habis Pakai Volume Harga Satuan (Rp) Nilai (Rp)


Kertas HVS 1 rim 50.000,00 50.000,00

ATK(Spidol,Tinta Print,Pen) 2 paket 250.000,00 500.000,00

Kertas Manila warna 7 buah 11.000,00 77,.000,00

Desain Buku Saku SOP 2 buah 500,000.00 1000,000.00

Buku Saku SOP Jasa Kepang Rambut 50 buah 75.000,00 375.000,00

Listrik 4 bulan 107.500,00 430.000,00

SUB TOTAL (Rp) 2,432,000.00

3.Perjalanan Volume Harga Satuan (Rp) Nilai (Rp)


Perjalanan ke lokasi kegiatan 7 kali 200.000,00 1..400.000,00

Perjalanan pembelian bahan dan alat 5 kali 70.000,00 350.000,00


penunjang
SUB TOTAL (Rp) 1,750,000.00

4. Lain-lain Volume Harga Satuan (Rp) Nilai (Rp)


Biaya Jasa layanan 5 kali 100,000.00 500.000,00

Sapnduk kegiatan 3 x 1 m 2 buah 75.000,00 150.000,00

Sewa Domain Kegiatan 3 hari 111.000,00 333,000,00

SUB TOTAL (Rp) 983,000.00

TOTAL 1+2+3+4 (Rp) 8.665.000,00

(Delapan juta enam ratus enam puluh lima ribu rupiah)


16

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas


No Nama/ NPM Program Bidang AlokasiWaktu Uraian Tugas
Studi Ilmu (jam/minggu)
1 Maria Angelica Pendidikan Biologi 8 jam/minggu 1) Bertanggung jawab atas
Ayu Gloria Biologi kegiatan Proposal dan
Jagga (FKIP) Laporan
Wali/180184205 2) Mengkoordinasi
0009 Anggota dlam kegiatan
3) Melakukan pelatihan
2 Rosmiati Magi Pendidikan Biologi 7 jam/minggu 1) Mengatur keuangan
kepada peserta
Diala Biologi 2) Melakukan pelatihan
1801842050015 (FKIP) kepada peserta
3) Membuat dan merancang
buku sederhana tentang
3. Putu Ayu Nanda Pendidika Biologi 7 jam/minggu 1) SOP
Menyiapkan tempat dan
Candrika n Biologi 4) Membuat daftar
perlengkapan hadir
pelatihan
1801842050023 (FKIP) 2) peserta
Melakukan pelatihan
kepada peserta
3) Membuat dan merancang
buku sederhana tentang
4. Ni Kadek Ayu Sastra Bahasa 7 jam/minggu 1) SOP
Bertanggung jawab
Weda Tantri Inggris Inggris 5) Membuat daftar hadir
dalam kegiatan
1908792020017 (FBA) peserta
sosialisasi
2) Mendokumentasikan
kegiatan
3) Melakukan pelatihan
kepada peserta
4) Menilai peserta pada
saat evaluasi
5. Luh Gde Pendidika Biologi 7 jam/minggu 1) Mempersipakan bahan
Charismandini n Biologi dan alat penunjang
1901842050020 (FKIP) kegiatan
2) Mempersiapkan
konsumsi tim pelaksana
dan peserta
3) Melakukan pelatihan
kepada peserta
17
18
19

Lampiran 6. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja