Anda di halaman 1dari 22

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

DI RUMAH SAKIT SIDO WARAS

PERIODE TAHUN 2013 - 2016


BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu rumah sakit dituntut untuk dapat
memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.
Masyarakat yang menerima pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan dan pengunjung di
rumah sakit dihadapkan pada risiko terjadinya infeksi atau infeksi nosokomial yaitu
infeksi yang diperoleh di rumah sakit, baik karena perawatan atau datang berkunjung ke
rumah sakit. Untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi di rumah sakit dan fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya perlu diterapkan pencegahan dan pengendalian infeksi
(PPI), yaitu kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, pendidikan
dan pelatihan, serta monitoring dan evaluasi.
Pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit (PPIRS) sangat penting karena
menggambarkan mutu pelayanan rumah sakit. Apalagi akhir-akhir ini muncul berbagai
penyakit infeksi baru (new emerging, emerging diseases dan re-emerging diseases).
Wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB) dari penyakit infeksi sulit diperkirakan
datangnya, sehingga kewaspadaan melalui surveilans dan tindakan pencegahan serta
pengendaliannya perlu terus ditingkatkan. Selain itu infeksi yang terjadi di rumah sakit
tidak saja dapat dikendalikan tetapi juga dapat dicegah dengan melakukan langkah-
langkah yang sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI bersama World
Health Organization (WHO) ke rumah sakit - rumah sakit di Propinsi / Kabupaten / Kota
disimpulkan bahwa Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
(KPPIRS) selama ini belum berfungsi optimal sebagaimana yang diharapkan. Penelitian
juga menunjukkan bahwa anggota Komite belum memahami dengan baik tugas,
kewenangan, serta tanggung jawab yang harus dilaksanakan dalam lingkup pencegahan
dan pengendalian infeksi di rumah sakit.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka Direktorat Bina Pelayanan Medik
Spesialistik menyusun Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di
Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan lainnya merupakan salah satu faktor
pendukung yang sangat penting untuk mendapat dukungan dan komitmen dari pimpinan
rumah sakit dan seluruh petugas.
Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya ini mengacu kepada Standar Pelayanan Rumah
Sakit tahun 2006, Panduan Pencegahan Infeksi untuk Fasilitas Pelayanan dengan
Sumber Daya Terbatas tahun 2004 dan Handbook Infection Control for Health Care
Worker tahun 2004. Pedoman ini harus dapat diterapkan di semua rumah sakit tanpa
membedakan kepemilikan, kelas, besar kecil rumah sakit atau kekhususan dari rumah
sakit itu sendiri. Setiap rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
direkomendasikan dapat menciptakan sendiri Manual Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi (IPCM / Infection Prevention and Control Manual) dengan berdasarkan pada
dokumen yang ada, dan dimodifikasi sesuai dengan fasilitas, kemampuan sumber daya
manusia, lingkungan di wilayah kerja masing-masing.

2. TUJUAN

Tujuan Umum:
Menyiapkan agar Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain dengan sumber
daya terbatas dapat menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi, sehingga dapat
melindungi tenaga kesehatan dan masyarakat dari penularan penyakit menular (Emerging
Infectious Diseases) yang mungkin timbul, khususnya dalam menghadapi kemungkinan
pandemi influenza.
Tujuan Khusus:
Memberikan informasi kepada petugas kesehatan di Rumah Sakit dan fasilitas kesehatan
lain mengenai :
1. Konsep Dasar Penyakit Infeksi
2. Fakta-Fakta Penting Beberapa Penyakit Menular
3. Kewaspadaan Isolasi (Isolation Precautions)
4. Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas
5. Petunjuk Pencegahan dan Pengendalian Infeksi untuk Pengunjung
6. Kesiapan Menghadapi Pandemi Penyakit Menular (Emerging Infectious Diseases)
BAB II
GAMBARAN UMUM

A. Sejarah Rumah Sakit Sido Waras


RS. Sido Waras Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama pada
tanggal 28 Oktober 2002, (Semangat Sumpah Pemuda), mulai beroperasional pada
pada tanggal 12 Desember 2003 dan diresmikan pada tanggal 19 Februari 2004
oleh Bupati Mojokerto, Drs. H. Achmady, MSi, MM. Pembangunan tahap pertama
RS. Sido Waras menempati lahan seluas ± 4000 m2 dengan luas bangunan 2.250
m2, berkonsep rumah sakit taman. Nama SIDO WARAS dipilih atas masukan dan
saran dari masyarakat sekitar yang masih kuat memegang tradisi dan budaya Jawa,
dengan makna berupa do’a atau harapan agar semua pasien menjadi sembuh.
Dalam perjalanan waktu, dengan beberapa pertimbangan pada tanggal 29
Agustus 2012 PT. Prima Karya Husada menghibahkan Rumah Sakit Sido Waras
kepada PT. Prima Karya Bersaudara. Perubahan badan hukum tersebut, secara
prinsip tidak mengubah sarana prasarana, pelayanan dan sumber daya manusia
yang ada di Rumah Sakit Sido Waras.
Angka infeksi nosokomial di Rumah sakit Sido waras mencapai sekitar 0.24%pada
tahun 20013 untuk thun 2014 0.23% atau lebih dari 1500 pasien rawat inap di
Rumah Sakit Sido Waras. Hasil survey point prevalensi pada tahun 2013 didapatkan
angka infeksi nosokomial untuk ILI ( Infeksi Luka Infus ) 0.23%, ILO (Infeksi Luka
Operasi) 0%, Dekubitus 0%.

B. Visi, Misi dan Motto RS. SIDO WARAS


Visi : Menjadi rumah sakit yang bermutu, diminati, dan bermanfaat bagi
masyarakat yang mendambakan hidup sehat.
Misi : 1. Memberikan pelayanan dengan hati yang ikhlas tanpa membedakan
latar belakang pasien.
2. Mengutamakan pelayanan bermutu, yang dilandasi sikap profesional,
cepat dan bertanggung jawab.
3. Menumbuhkan dan senantiasa menjaga kepercayaan yang diberikan
oleh masyarakat.
4. Berusaha selalu mengikuti perkembangan keilmuan di bidang
kedokteran dan keperawatan.
5. Menanamkan rasa kebanggaan kepada setap karyawan terhadap RS.
Sido Waras dan berperan aktif dalam memajukannya.
6. Membuka diri terhadap masukan yang bersifat membangun dan
bermanfaat demi kemajuan rumah sakit.

Motto : Tekadkan Hati, Satukan Langkah, Bangkitkan Senyum Pasien.


BAB III
VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI, DAN TUJUAN
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

3.1 Visi PPI Rumah Sakit Sido Waras


Menjadikan Rumah sakit yang bermutu dalam pelayanan dengan pencegahan dan
pengendalian infeksi secara efektif dan efisien dan terus menerus
3.2 Misi PPI Rumah Sakit Sido Waras
1. Menurunkan angka kejadian infeksi nosokomial di Rumah Sakit Sido Waras
2. Menggerakkan SDM dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi
3. Memantau dan mengevaluasi pelakasanaan program PPI
3.3 Falsafah
Kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit dan fasilitas
pelayanan kesehatan merupakan suatu standar mutu pelayanan dan penting bagi
pasien,petugas kesehatan maupun pengunjug rumah sakit dan fasilitas kesehatan
lainnya.Pencegahan dan pengendalian infeksi ini harus dilakasnakan oleh semua
staf Rumah sakit Sido Waras yang meliputi :
1. Ada pedoman tentang PPI
2. Terdapat kegiatan tertulis tentang program PPI memuat tentang pencegahan
,kewaspadaan isolasi,surveilans,pendidikan dan pelatihan
3. Pelaksanaan program PPI dilakukan evaluasi dan tindak lanjut secara berkala.

3.4 Sarana Prasarana


1. Sarana yang dibutuhkan adalah :
 Ruangan dan tenaga sekretaris yang bekerja full time
 Komputer,printer
 Alat tulis kantor
2. Dukungan menejemen
Dukungan menejemen yang dibutuhkan adalah :
a. Pembuatan Surat Keputusan untuk panitia PPIRS
b. Anggaran atau dana untuk kegiatan yang meliputi ;
 Pendidikan dan pelatihan
 Pengadaan fasilitas penunjang
 Untuk melaksanakan program ,monitoring,evaluasi laporan dan rapat
rutin
3. Pengembangan dan pendidikan
a. Panitia PPI
 Wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan PPI dasar dan lanjutan
 Memiliki sertifikat PPI
 Mengembangkan diri mengikuti worshop seminar dan lain sebagainya
 Bimbingan teknis secara berkesinambungan
b. Staf rumah sakit
 Semua staf harus mengetahui prinsip – prinsip pencegahan dan
pengendalian infeksi
 Semua staf baru atau lama yang berhubungan dengan pelayanan
pasien harus mengikuti pelatihan PPI
 Rumah sakit secara berkala melakukan sosialisasi tentang PPI
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT SIDO WARAS
Keputusan Direktur Rumah Sakit Sido Waras Nomor : 002 / Dir / RSSW / VI / 2013

GOVERNING BOARD

Panitia Mutu dan Keselamatan Pasien


DIREKTUR
Panitia Etik dan Disiplin RS
Panitia K3
Panitia Dalin RS
Komite Medik Panitia Peristi
Panitia Rekam Medik
Satuan Pemeriksaan Internal Panitia Farmasi & Terapi

Manajer Divisi Manajer Divisi Manajer Divisi Manajer Divisi Manajer Divisi Manajer Divisi
Pelayanan Keperawatan Pelayanan Medik Penunjang Klinik Administrasi dan
Keuangan SDM dan Diklat
dan Kebidanan Penunjang Non Klinik
Supervisor
Unit Hospital Promotion an
Staf Medik Fungsional Relation

Manajer Unit Keperawatan Manajer Supervisor


Manajer Supervisor Supervisor
Manajer Unit Keperawatan Instalasi Rawat Intensif Unit Administrasi
IGD dan Trauma Center Unit Keuangan Unit Personalia
Manajer Unit Keperawatan
Manajer Unit Kamar
Bersalin Manajer Supervisor
Manajer Supervisor Supervisor
Instalasi Rawat Jalan Instalasi Radiologi Unit Pemeliharaan Fasilitas Unit Akuntansi Unit Kesejahteraan dan
Diklat SDM

Manajer Manajer Supervisor Supervisor


Instalasi Rawat Inap Instalasi Laboratorium Klinik Unit Kesehatan Lingkungan Unit Purchasing & Logistik

Manajer Manajer Supervisor


Instalasi Kamar Bedah Instalasi Farmasi Unit Pelayanan Boga

Manajer
Instalasi Gizi

Manajer
Instalasi Rekam Medik
BAB V
STRUKTUR ORGANISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

5.1 Struktur Organisasi


Sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Sido Waras Nomor :
0107084 / ARS / RSSW / DIR / I / 2010 Tentang Panitia Mutu Dan Keselamatan
Pasien Rumah Sakit Rumah Sakit Sido Waras yang terdiri dari :
Direktur,Ketua,IPCN,IPCLN

DIREKTUR

KETUA PANITIA
PPI

IPCN

IPCLN IPCL IPCL

KEPERAWATAN PENUNJANG KLINIK NON KLINIK


BAB VI
URAIAN TUGAS

PANITIA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

5.1 Direktur

1. Membentuk panitia PPIRS dengan surat keputusan


2. Bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap penyelenggaraan
upaya pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial
3. Bertanggung jawab terhadap tersedianya fasilitas sarana dan prasarana termasuk
anggaran yang dibutuhkan
4. Menentukan kebijakan pencegahan dan pegendalian infeksi
5. Mengadakan evaluasi kebijakan PPI berdasarkan saran dari panitia PPIRS
6. Mengadakan evaluasi pemakaian antibiotik yang rasional dan paemakaian
desinfektan di rumah sakit berdasarkan saran dari panitia PPIRS
7. Dapat menutup suatu unit perawatan atau instalasi yang dianggap potensial
menularkan penyakit untuk beberapa waktu sesuai kebutuhan berdasarkan saran
dari panitia PPIRS
8. Mengesahkan standar prosedur operasional ( SPO ) untuk PPIRS

5.2 Infection Protection and Control Doctor ( IPCD)

Nama Jabatan : Ketua Panitia PPIRS


Unit Kerja : Panitia PPIRS
Pengertian : Seseorang yang mempunyai keahlian di bidang PPI yang diberi tugas,
tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat berwenang
untuk melakukan evaluasi kegiatan program di bidang pelayanan PPI.
Ikhtisar Jabatan :
- Ahli atau dokter yang berminat dalam PPI
- Mengikuti Pendidikan dan pelatihan PPI
- Memiliki kemampuan leadership
Uraian Tugas :

1. Berkontribusi dalam diagnosa dan terapi infeksi yang benar


2. Turut menyusun pedoman penulisan resep antibiotik dan surveylen
3. Mengidentifiksi dan melaporkan kuman patogen dan pola resisten antibioik
4. Bekerjasama dengan perawat PPI memoitoring kegiatan surveylen infeksi dan
mendeteksi infeksi serta menyelidiki KLB
5. Membimbing dan mengajarkan praktik dan prosedur PPI yang berhubungan
denganprosedur terapi
6. Turut memonitor cara kerja tenaga kesehatan dalam merawat pasien
7. Turut membantu petugas kesehatan untuk memahami pencegahan
danpengendalian infeksi

5.3 Infection Prevention and Control Nurse ( IPCN )


Nama Jabatan : penanggung Jawab PPI
Unit Kerja : Panitia PPIRS
Pengertian : Seseorang yang mempunyai keahlian di bidang PPI yang diberi tugas,
tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat berwenang
untuk melakukan kegiatan teknis fungsional di bidang pelayanan PPI.
Ikhtisar Jabatan :
- Perawat dengan minimal pendidikan D3 dan memiliki sertifikat pelatihan PPI
- Memiliki komitmen dibidang PPI
- Memiliki kemampuan leadership
- Bekerja purna waktu

Uraian Tugas

1. Mengunjungi ruangan setiap hari untuk memonitor kejadian infeksi yang terjadi di
lingkungan kerja baik rumah sakit dan fasilitas` pelayanan kesehatan lainnya
2. Memonitor pelaksanaan PPI,penerapan SPO, kepatuhan petugas serta
kewaspadaan isolasi
3. Melaksanakan surveilans infeksi dan melaporkan kepada Panitia PPI.
4. Bersama Panitia PPI melakukan pelatihan petugas kesehatan tentang PPI di
rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
5. Melakukan investigasi terhadap KLB dan bersama-sama Komite PPI memperbaiki
kesalahan yang terjadi.
6. Memonitor kesehatan petugas kesehatan untuk mencegah penularan infeksi dari
petugas kesehatan ke pasien atau sebaliknya
7. Bersama Komite menganjurkan prosedur isolasi dan memberi konsultasi tentang
pencegahan dan pengendalian infeksi yang diperlukan pada kasus yang terjadi di
rumah sakit.
8. Audit Pencegahan dan Pengendalian Infeksi termasuk terhadap limbah, laundry,
gizi, dan lain-lain dengan mengunakan daftar tilik
9. Memonitor kesehatan lingkungan.
10. Memonitor terhadap pengendalian penggunaan antibiotika yang rasional.
11. Mendesain, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi surveilans infeksi yang
terjadi di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
12. Membuat laporan surveilans dan melaporkan ke Komite PPI.
13. Memberikan motivasi dan teguran tentang pelaksanaan kepatuhan PPI.
14. Memberikan saran desain ruangan rumah sakit agar sesuai dengan prinsip PPI.
15. Meningkatkan kesadaran pasien dan pengunjung rumah sakit tentang PPIRS.
16. Memprakarsai penyuluhan bagi petugas kesehatan, pengunjung dan keluarga
tentang topik infeksi yang sedang berkembang di masyarakat, infeksi dengan
insiden tinggi.
17. Sebagai koordinator antara departemen / unit dalam mendeteksi, mencegah dan
mengendalikan infeksi di rumah sakit

Hasil Kerja :
1. SPO kegiatan PPI
2. Uraian tugas Pelaksana survey di tiap – tiap unit
3. Hasil survey
4. Laporan bulanan,enam bulanan dan tahunan
5. Program kerja, pelaksanaan dan evaluasi PPI

5.4 Infection Prevention and Control Link Nurse ( IPCLN )


Nama Jabatan : penanggung Jawab ditiap - tiap Unit Pelaksanaan survey PPI
Unit Kerja : Panitia PPIRS
Pengertian : Seseorang yang mempunyai tanggung jawab pelaksanaan
survey diruangan dan diberi tugas, tanggung jawab dan
wewenang secara penuh oleh Ketua Pannitia PPI untuk
melakukan kegiatan survey dan pelaksanaan program PPI.
Uraian Tugas :
1. Mengisi dan mengumpulkan formulir surveilans setiap pasien di unit rawat inap
masing-masing, kemudian menyerahkannya kepada IPCN ketika pasien pulang.
2. Memberikan motivasi dan teguran tentang pelaksanaan kepatuhan pencegahan dan
pengendalian infeksi pada setiap personil ruangan di unit rawatnya masing-masing.
3. Memberitahukan kepada IPCN apabila ada kecurigaan adanya infeksi nosokomial
pada pasien
4. Berkoordinasi dengan IPCN saat terjadi infeksi potensial KLB, penyuluhan bagi
pengunjung di ruang rawat masing-masing, konsultasi prosedur yang harus
dijalankan bila belum faham.
5. Memonitor kepatuhan petugas kesehatan yang lain dalam menjalankan Standar
Isolasi

Hasil Kerja :
1. Hasil rekap survey
2. Rekap bulanan
3. Pelaksanaan program dan evaluasi PPI
BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

7.1 Skema Hubungan Kerja

INSTALASI INSTALASI INSTALASI INSTALASI


INSTALASI RAWAT JALAN
GAWAT KAMAR BEDAH REKAM MEDIS RAWAT INAP

DARURAT

INSTALASI INSTALASI

FARMASI GIZI ( F&B )

INSTALASI INSTALASI

LAB. KLINIK RADIOLOGI & EM

ADMINISTRASI PPIRS
FRONT OFFICE
LAUNDRY

ADMINISTRASI
PELAYANAN
KEUANGAN KERJASAMA

SIRS

PEMELIHARAAN KEUANGAN
SARANA
ISS PRASARANA SDM / LLP LOGISTIK (PURCHASING)

Hubungan tata kerja di Instalasi Rawat Intensif bersifat garis komunikasi, koordinasi dan
informasi dalam pelaksanaan kegiatan. Dilakukan melalui pertemuan dan atau surat dinas.
7.2 Keterkaitan Hubungan Kerja Paniitia PPI Rumah Sakit Sido Waras dengan
instalasi / unit lain.
1. Instalasi Gawat Darurat
a. Pemindahan pasien
Berhubugan tentang semua tindakan yang yang berkaitan dengan infeksi
nosokomial baik dari pasien,petugas atau juga keluarga pasien juga
lingkungan.Serta pemakaian APD yang tepat serta bekerja sesuai dengan Standar
Prosedur Operasional

b. Driver
Koordinasi dalam pemakaian ambulans dalam hal pemakaian APD

2. Instalasi Kamar Bedah ( IKB )


Pasien yang dilakukan tindakan prosedur operasi dan prosedur pencegahan infeksi

dikamar operasi.Penggunaan APD yang tepat

3. Instalasi Rekam Medis


Koordinasi tentang persiapan formulir rekapitulasi kejadian infeksi dan rekam medis
pasien pelaporan ke Intansi Kesehatan bila diperlukan

4. Instalasi Rawat Jalan


a. Koordinasi berhubungan dengan pengawasan infeksi yang disebabkan luka operasi
bekerjasama dengan praktek dokter spesialis bedah bila ada temuan kejadian
infeksi luka operasi ( ILO ),serta prosedur tentang pencegahan infeksi di rumah
sakit.
b. Kewaspadaan trasmisi tentang penyakit menular melalui droplet /
kontak.penggunaan APD yang tepat.

5. Instalasi Rawat Inap


a. Berhubugan dengan semua tentang tindakan atau prosedur tentang pencegahan
infeksi serta survey tentang kejadian infeksi pada pasien yang dilaporkan setiap
bulan dan apabila ada kejadian insidentil maka segera dilaporkan saat kejadian.
b. Berkoordinasi tentang kewaspadaan isolasi yang berhubungan dengan penyakit
yang perlu diwaspadai penularannya
c. Berkoordinasi tentang adanya paparan pajanan dan tentang kesehatan karyawan

6. Instalasi Laboratorium Klinik


a. Berkoordinasi tentang pemeriksaan kultur yang berhubungan dengan infeksi
nosokomial
b. Penggunaan APD dan pelaksanaan program PPI di unit laboratorium

7. Instalasi Radiologi dan Elektromedik


a. Berkoordinasi tentang hasil pemeriksaan penunjang yang berhubungan dengan
infeksi nosokomial
b. Penggunaan APD dan pelaksanaan progran PPI
c. Pembuangan limbah radiologi
8. Instalasi Farmasi
a. a. Koordinasi penyediaan kebutuhan alat kesehatan
b. Berkoordinasi tentang pemakaian antibiotik di rumah sakit dan pemetaan kuman yang
ada di Rumah Sakit Sido Waras
c. Pendistribusian obat dari logistik ke farmasi
d. Pengadaan bahan desinfektan dan alat pelindung diri ( APD ) yang disposibel

9. Instalasi Gizi
a. Koordinasi persiapan dan penyajian makanan pasien
b. Cara penyimpanan bahan makanan dan pengolahan makanan
c. Penggunaan APD saat memasak dan saat penyajian makanan
d. Pengadaan perlengkapan dapur dan kebutuhan bahan makanan.

10. Laundry
a. Koordinasi tentang penyediaan linen bersih dan pendistribusian ke unit yang
memerlukan
b. Penanganan linen yang terkontaminasi maupun yang tidak terkontaminasi
11. Keuangan (Purchasing)
a. Koordinasi pemenuhan kebutuhan akan ATK
b. Pengadaan alat pelindung diri yang re - use
12. Unit Pemeliharaan Fasilitas ( UPF )
a. Koordinasi pemeliharaan dan perawatan fasilitas rumah sakit ISS
Koordinasi pemeliharaan dan perawatan didalam rumah sakit berkaitan dengan
kebersihan
b. Koordinasi pemeliharaan dan perawatan peralatan non medis di semua unit rawat
inap sesuai dengan yang prosedur

13. Diklat
Koordinasi dalam hal pengembangan ilmu dan pelatihan tentang PPI baik yang
Inhouse atau eks house training.
BAB VIII

POLA KETENAGAAN PPIRS

Dalam upaya meningkatkan progrm pencegahan dan pengendalian rumah sakit ( PPIRS )
di perlukan tenaga yang mempunyai komitmen dalam melakukan kegiatan program PPI.

Jenis ketenagaan menurut Peraturan Pemerintah RI tahun No .32 Tahun 1996 tentang
tenaga kesehatan
No Jenis tenaga Pendidikan formal sertifikat Jumlah

1 Dokter Dokter Spesialis/Umum PPI lanjut 1


2 ICN D-3 PPI dasar 1/150 TT
3 Perawat D-3 CSSD 1
4 Ahli gizi D-3 Management 1
Gizi
5 farmasi D-3 1
6 Laborat D-3 1

Kualifikasi ketenagaan PPI

1. Karyawan yang berminat dalam bidang PPI.


2. Minimal pendidikan D3
3. Mempunyai sertifikat PPI (basic maupun advand)
4. Bekerja purna waktu
BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

Kegiatan orientasi dilakukan pada seluruh karyawan baru Untuk Program PPI adalah sesuai
Jadwal orientasi sesuai tabel dibawah ini :
Hari Materi Waktu Metode Pengarah
1 a. Pengenalan Personil. 30 Ceramah Ketua Panitia PPI
b. Sosialisasi Visi, Misi dan Struktur 60 Ceramah Ketua Panitia PPI
Organisasi Rumah Sakit Sido
Waras. 60 Ceramah Ketua panitia PPI
c. Sosialisasi Visi, Misi dan Struktur
Organisasi Panitia PPI.
d. Sosialisasi Peraturan dan Kebijakan 30 Ceramah Ketua Panitia PPI
Rumah Sakit Sido Waras.
e. Sosialisasi Peraturan dan Kebijakan 60 Ceramah Ketua Panitia PPI
PPI.
2 a. Sosialisasi uraian jabatan dan tata 30 Ceramah Ketua Panitia PPI
hubungan kerja
b. Sosialisasi Pedoman Pelayanan 60 Ceramah Ketua Panitia PPI
c. Sosialisasi Program Tahunan PPI 60 Cerama Ketua Panitia PPI
d. Sosialisasi Perencanaan dan 60 Ceramah Ketua Panitia PPI
Evaluasi Kerja
BAB X

RAPAT

A. Pengertian
Rapat merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang memiliki
kepentingan dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau memecahkan suatu masalah
tertentu.

B. Tujuan
1. Umum :
Dapat membantu terselenggaranya PPI di Rumah Sakit Sido Waras

2. Khusus :
b. Dapat menggali segala permasalahan terkait dengan kejadian infeksi di rumah sakit
c. Dapat mencari jalan keluar atau pemecahan permasalahan yang terkait dengan
temuan kejadian PPI
C. Kegiatan Rapat
Rapat dilakukan dan diadakan oleh Panitia PPI yang dipimpin oleh Ketua Panitia PPI serta
diikuti oleh semua manager Unit .

Rapat yang diadakan ada 2 macam yaitu :

1. Rapat Terjadwal :
Rapat terjadwal merupakan rapat yang diadakan oleh ketua Panitia PPI dan atau
Manager Unit Pelayanan Keperawatan setiap bulan 1 kali dengan laporan hasil temuan
dan angka kejadian yang terjadi.

2. Rapat Tidak Terjadwal :


Rapat tidak terjadwal merupakan rapat yang sifatnya insidentil dan diadakan oleh Ketua
Panitia PPI dan atau Manager Unit Pelayanan Keperawatan untuk membahas atau
menyelesaikan permasalahan yang ditemukan dan bersifat insiden.
BAB XI

PELAPORAN

A. Pengertian
Pelaporan merupakan sistim atau metode yang dilakukan untuk melaporkan segala bentuk
kegiatan yang ada terkait dengan program Pencegahan dan pengendalian infeksi rumah
sakit ( PPIRS )

B. Jenis Laporan
Laporan dibuat oleh IPLCN dan IPCN . Adapun jenis laporan yang dikerjakan terdiri dari :

1. Laporan Harian
Laporan yang dibuat oleh IPCLN dalam rekap harian tertulis setiap hari.

Adapun hal – hal yang dilaporkan adalah :

a. Laporan pemakaian infus setiap hari


b. Laporan Pemasangan kateter setiap hari
c. Laporan Dekubitus setiap hari
d. Laporan jumlah pasien yang dilakukan operasi setiap hari
e. Laporan hasil survey cuci tangan
f. Laporan Insiden keselamatan pasien ( IKP )
2. Laporan Bulanan
Laporan yang dibuat oleh IPLCN dalam bentuk tertulis setiap bulannya dan diserahkan
kepada Manager Pelayanan Keperawatan batas maksimal tanggal 10 bulan berikutnya.

Adapun hal-hal yang dilaporkan adalah :

a. Laporan kejadian infeksi yang meliputi :


 Jumlah kejadian infeksi ( ILI )
 Jumlah kejadian infeksi ( ILO )
 Jumlah kejadian infeksi saluran kemih ( ISK )
 Jumlah kejadian dekubitus
 Jumlah kepatuhan cuci tangan
b. Laporan keadaan fasilitas, sarana dan prasarana untuk pencegahan dan
pengendalian infeksi ( PPI ) yang meliputi :
 Kelengkapan Fasilitas cuci tangan.
 Kelengkapan APD disetiap unit
 Kondisi alat dan Fasilitas lainnya disetiap unit.
3. Laporan Triwulan
Laporan yang dibuat oleh IPCN dalam bentuk tertulis setiap bulannya dan diserahkan
kepada Ketua Panitia PPI dan direktur Rumah Sakit Sido Waras, yang meliputi :

a. Laporan kejadian infeksi di Rumah Sakit selama 6 bulan


b. Laporan kepatuhan cuci tangan semua staf di Rumah Sakit selama 6 bulan
c. Laporan keadaan fasilitas dan sarana Perinatal dan Evaluasi dalam 6 bulan.
d. Laporan dan evaluasi program PPI
4. Laporan Tahunan
Laporan yang dibuat oleh IPCN dalam bentuk tertulis dalam 1 tahun diketahui oleh
Ketua Panitia PPI dan diserahkan kepada Direktur. Adapun hal-hal yang dilaporkan
adalah :

a. Laporan kejadian infeksi dalam 1 tahun dan evaluasi.


b. Laporan kepatuhan cuci tangan dan evaluasi dalam 1 tahun.
c. Laporan keadaan fasilitas dan sarana di Instalasi Rawat Intensif dan evaluasi dalam
1 tahun.
d. Laporan evaluasi program PPI selama 1 tahun