Anda di halaman 1dari 3

INTEGRASI PPK DALAM MODUL ANALISIS KURIKULUM 2013*)

*) Ahmad Muzani, S.Ag, M.Pd.I disampaikan dalam kegiatan IHT K13 UPTD SMPN 3 Jorong
tanggal 23-24 September 2019

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)


Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) menjadikan
pendidikan karakter sebagai platform pendidikan nasional untuk membekali peserta didik sebagai
generasi emas tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan karakter yang baik guna menghadapi dinamika
perubahan di masa depan (Pasal 2). Perpres ini menjadi landasan awal untuk kembali meletakkan
pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.
Kurikulum 2013 sebagai rujukan proses pembelajaran pada satuan pendidikan, perlu
mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Integrasi tersebut bukan sebagai program
tambahan atau sisipan, melainkan sebagai cara mendidik dan belajar bagi seluruh pelaku pendidikan di
satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada September 2016, telah membentuk
Tim Implementasi PPK untuk mengembangkan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter yang menjadi
salah satu amanat Nawacita Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Pemerintah telah membuat pedoman
dan konsep dasar tentang Penguatan Pendidikan Karakter, mulai dari naskah akademik utama, yaitu
Pedoman dan Konsep Dasar PPK; Buku Saku Panduan Penilaian PPK; dan berbagai modul pelatihan dan
mekanisme pelatihan fasilitator PPK untuk guru, kepala sekolah, komite sekolah dan pengawas; serta
mekanisme dan struktur pelatihan fasilitator PPK. Keseluruhan naskah ini dapat ditemukan di laman
http://www.cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id.
Dua tahun setelah terbitnya Perpres nomor 87 Tahun 2017, seluruh sekolah di Indonesia harus
mengimplementasikan PPK sesuai dengan Perpres 87/2017. Salah satu upaya untuk mempercepat
implementasi PPK tersebut, Kemendikbud mengintegrasikan materi PPK ke dalam modul-modul Bimtek
Kurikulum 2013. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam menyukseskan
percepatan implementasi PPK di seluruh sekolah.
Kurikulum 2013 menjadi bagian inti dalam Penguatan Pendidikan Karakter. Karena itu, modul bimbingan
teknis Kurikulum 2013 ini diintegrasikan dengan pendekatan-pendekatan dalam Penguatan Pendidikan
Karakter. Integrasi ini diperlukan agar tidak terjadi kebingungan di kalangan guru tentang keberadaan
Kurikulum 2013 dan PPK atau program-program lain yang menjadi sistem pendukung pengembangan
kualitas sekolah, seperti gerakan literasi sekolah, sekolah adi wiyata, dan lain-lain.
Pada intinya, Penguatan Pendidikan Karakter mempergunakan tiga basis pendekatan utama PPK,
yaitu pendidikan karakter berbasis kelas, pendidikan karakter berbasis budaya sekolah dan pendidikan
karakter berbasis masyarakat. Tiga pendekatan ini merupakan pendekatan pendidikan karakter utuh dan
menyeluruh yang harus diterapkan di satuan pendidikan. Keutuhan dan integrasi PPK ini juga ditegaskan
di dalam Perpres Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter terutama pasal-pasal
yang menjelaskan tentang penyelenggaraan PPK yang terintegrasi di dalam kegiatan intrakurikuler,
kokurikuler dan ekstrakurikuler, dilakukan baik di satuan pendidikan formal maupun nonformal (pasal
6,7,8).
Sangat jelas bahwa pengintegrasian PPK dalam implementasi Kurikulum 2013 perlu diletakkan
dalam kerangka pembentukan karakter peserta didik dengan nilai-nilai kebaikan yang merupakan
impmelentasi nilai-nilai Pancasila. Fokus pendekatan PPK dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah
pada pendidikan karakter berbasis kelas. Pendidikan karakter berbasis kelas merupakan keseluruhan
interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam proses pemelajaran untuk memenuhi tuntutan minimal
dalam kurikulum yang disepakati.
Pendidikan karakter berbasis kelas berbicara tentang bagaimana relasi atau hubungan antara guru dan
peserta didik dalam konteks pemelajaran formal isi kurikulum. Selain itu, dalam pendekatan ini,
bagaimana guru mengintegrasikan nilai-nilai pembentukan karakter dalam proses pembelajaran yang
terintagrasi dalam kurikulum menjadi sangat penting. Guru perlu memahami bagaimana cara
mempersiapkan dan mengintagrasikannya dalam proses pembelajaran melalui pemilihan metodologi
pembelajaran, pengelolaan kelas, dan cara membuat evaluasi. Hal-hal ini menjadi bagian penting yang
perlu dipahami pendidik dalam rangka mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter dalam
Kurikulum 2013.

Konsep Integrasi PPK dalam Kurikulum


Pengintegrasian PPK dalam kurikulum mengandung arti bahwa pendidik mengintegrasikan nilai-
nilai utama PPK ke dalam proses pembelajaran dalam setiap mata pelajaran. Pembelajaran yang
mengintegrasikan nilai-nilai utama karakter dimaksudkan untuk menumbuhkan dan menguatkan
pengetahuan, menanamkan kesadaran, dan mempraktikkan nilai-nilai utama PPK. Pendidik dapat
memanfaatkan secara optimal materi yang sudah tersedia di dalam kurikulum secara kontekstual dengan
penguatan nilai-nilai utama PPK.
Langkah-langkah menerapkan PPK melalui pembelajaran terintegrasi dalam kurikulum, dapat
dilaksanakan dengan cara:
a. Melakukan analisis SKL dan KI untuk mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terdapat dalam
dokumen SKL dan KI
b. melakukan analisis KD melalui identifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam materi
pembelajaran dan penilaian yang akan dilakukan;
c. mendesain RPP yang memuat fokus penguatan karakter dengan memilih metode
pembelajaran dan pengelolaan (manajemen) kelas yang relevan;
d. melaksanakan pembelajaran sesuai skenario dalam RPP;
e. melaksanakan penilaian otentik atas pembelajaran yang dilakukan; dan
f. melakukan refleksi dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran.

Analisis PPK dalam Kurikulum


KERJA KELOMPOK
Peserta dibagi dalam kelompok mata pelajaran
Masing-masing kelompok dibekali dengan KI dan KD untuk mata pelajaran yang dibahas (Permendikbud
No 24 tahun 2016)
Peserta membaca Buku Kajian dan Pedoman pada halaman 7-8 mengenai rincian masing-masing dari 5
nilai utama karakter
Mengintegrasikan nilai utama PPK dalam materi
Contoh dalam Mapel IPA
Contoh Silabus integrasi PPK

Cotntoh Format Hubungan Dokumen SKL, KI, KD, IPK, Materi Pokok, Pembelajaran dan Penilaian