Anda di halaman 1dari 29

KARYA TULIS ILMIAH

PEMBUATAN ANTI SEPTIK DARI LIDAH BUAYA

Laporan Ini Di Ajukan Sebagai Syarat Umum Untuk Menempuh Ujian Nasional

Disusun Oleh :
Nama : Khanif
NIS/NISN : 170680/0010228635
Program Studi : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL AHROM


MADRASAH ALIYAH AL AHROM KARANGSARI
TERAKREDITASI – B
Jl. Nangka No.45 Kelurahan Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak
Telp. (0291) 690355 Email maalahrom@gmail.com

TAHUN PELAJARAN 2019/2020

i
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL AHROM
MADRASAH ALIYAH AL AHROM
TERAKREDITASI B
Jl. Nangka No.45 Kelurahan Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak
Telp. (0291) 690355 Email maalahrom@gmail.com

PERSETUJUAN
Kami Selaku Pembimbing dari Siswa MA AL AHROM Karangsari

Nama : Khanif
NIS : 170680/0010228635
Program Studi : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Judul : Pembuatan Anti Septik Dari Lidah Buaya

Dengan ini menyatakan bahwa karya tulis ilmiah yang dibuat siswa telah
selesai dan siap di uji.

Demak, 23 Juli 2019


Pembimbing

Purna Adi, S.Pd

ii
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL AHROM
MADRASAH ALIYAH AL AHROM
TERAKREDITASI B
Jl. Nangka No.45 Kelurahan Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak
Telp. (0291) 690355 Email maalahrom@gmail.com

PENGESAHAN

Karya tulis ilmiah bertujuan “PEMBUATAN ANTI SEPTIK DARI LIDAH


BUAYA” yang di tulis Khanif NIS 1170680/0010228635 telah di pertahankan di
hadapan sidang panitita ujian karya tulis ilmiah Program Tulis Ilmu Pengetahuan
Alam (IPA) MA AL AHROM Karangsari Karangtengah Demak.

Pada Hari : Selasa


Tanggal : 17 Desember 2019

Yang Mengesahkan

Wali Kelas Penguji

Lutfi Khalim, S.Pd Faisol Fuad, S.Pd

Mengetahui,
Kepala Madrasah MA AL AHROM

Fauzi, S.Pd.I

iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO
1. Mau jadi anak pintar ? ayo rajin belajar;
2. Belajarlah hingga ke negeri china;
3. Ingatlah kesuksesan selalu di sertai dengan kegagalan;
4. Janganlah takut untuk melangkah karena jarak 1000 mil dimulai dari langkah
pertama.

PERSEMBAHAN
Karya ini saya persembahkan kepada
1. Bapak Fauzi, S.Pd.I selaku Kepala Madrasah Aliyah AL AHROM
2. Bapak H. Ali Masykur, M.Si
3. Bapak Faisol Fuad, S.Pd selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia
4. Bapak Lutfi Khalim, S.Pd selaku wali kelas XII MIA 1
5. Bapak Purna Adi, S.Pd selaku pembimbing karya tulis
6. Bapak Faisol Fuad, S.Pd selaku penguji karya tulis
7. Bapak Muhammad Najib, S.Pd.I Kepala Perpustakaan
8. Kedua orang tua saya yang saya sayangi
9. Seluruh Bapak atau Ibu guru MA Al Ahrom yang saya cintai
10. Teman-teman yang saya sayangi
11. Orang-orang yang saya sayangi
12. Kakak-kakak yang saya sayangi.

iv
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha
penyayang. Saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-nya kepada saya, sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah biologi tentang pembuatan anti septik dari lidah buaya.

Adapun karya tulis ilmiah biologi tentang pembuatan anti septik dari lidah
buaya ini telah saya usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan
beberapa pihak. Sehingga dapat melancarkan pembuatan karya tulis ini. Untuk itu
saya tidak lupa menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu saya dalam pembuatan karya tulis ilmiah.

Penyusun mengharapkan semoga dari karya tulis ilmiah biologi tentang


pembuatan anti septik dari lidah buaya ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya
sehingga dapat memberikan inspirasi terhadap membaca..

Wassalamu’alaikum wr.wb

Demak, 17 Desember 2019


Penulis

Khanif

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i


PERSETUJUAN ............................................................................................ ii
PENGESAHAN ............................................................................................. iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................ iv
KATA PENGANTAR ................................................................................... v
DAFTAR ISI ................................................................................................. vi

BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................ 1


A. Latar Belakang Masalah .......................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................... 2
C. Tujuan Penelitian ..................................................................... 2
D. Manfaat Penelitian .................................................................... 2

BAB II. PEMBAHASAN ............................................................................ 3


A. Landasan Teori ........................................................................ 3
B. Deskripsi Data ................................................................................... 4
C. Analisis Data ..................................................................................... 15

BAB V. PENUTUP ..................................................................................... 18


A. Kesimpulan .............................................................................. 18
B. Saran ........................................................................................ 19

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 20


LAMPIRAN ................................................................................................... 21
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ....................................................................... 23

vi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Lidah Buaya atau Aloe Vera yang berasal dari bahasa latin Aloe
Barbadensis Milleer adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan
tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan
untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di
kawasan kering di Afrika. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi, pemanfaatan tanaman lidah buaya berkembang sebagai bahan baku
industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman
kesehatan.

Lidah buaya hampir menyerupai kaktus dan merupakan tanaman jenis


tahunan, keistimewaan dari sifatnya yang patut dikagumi adalah kemampuanya
yang bertahan hidup di daerah kering pada musim kemarau, yakni dengan cara
menutup stomatanya rapat-rapat. Hal itu dilakukan untuk menghindari
kehilangan air di tubuhnya.

Di dunia farmasi, lidah buaya lebih dikenal dengan nama Aloe vera Linn.
Tanaman hortikultura ini keberadaanya telah dikenal sejak lama, bahkan ibu-
ibu sering menanam dipekarangan atau di pot-pot sebagai penghias rumah dan
sekali diambil daunnya sebagai pencuci rambut atau shampoo.

Salah satu jenis tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan


adalah lidah buaya. Lidah buaya merupakan tanaman yang fungsional karena
semua bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan, baik untuk perawatan
tubuh maupun untuk mengobati berbagai penyakit.

1
2

Berdasarkan hasil penelitian, daun idah buaya dapat berfungsi sebagai


anti-inflamasi, anti-jamur, anti bakteri, dan regenerasi sel. Disamping itu, lidah
nuaya bermanfaat untuk menurunkan kadar guna dalam darah bagi penderita
diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap
serangan kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung bagi
penderita HIV.

Lidah buaya bukan tanaman asing bagi kita. Hal ini terlihat dari
banyaknya orang yang telah menanam dan memakainya. Bentuk tentang
tanaman ini pendek dengan daun bersap-sap, rapat, melingkar, serta
mempunyai daun yang berwarna hijau berlapis lilin dan didalamnya terdapat
daging daun yang tebal berwarna bening.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah lidah buaya dapat berfungsi sebagai anti septik ?
2. Apa bagian yang terdapat pada lidah buaya yang digunakan sebagai anti
septik ?
3. Zat apa yang terdapat pada bagian lidah buaya tersebut ?

C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah lidah buaya berfungsi sebagai anti septik.
2. Untuk mengetahui bagian yangterdapat pada lidah buaya yang digunakan
sebagai anti septik.
3. Untuk mengetahui zat yang terdapat pada bagian lidah buaya.

D. Manfaat Penulisan
1. Dapat mengetahui kalau lidah buaya berfungsi sebagai anti septik;
2. Dapat mengetahui bagian yang terdapat pada lidah buaya yang digunakan
sebagai anti septik;
3. Dapat mengetahui zat yang terdapat pada bagian lidah buaya;
4. Dapat memberi informasi kepada pembaca mengenai lidah buaya.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Landasan Teori

Serai sering digunakan untuk bumbu dalam berbagai makanan karena


memiliki aroma yang sedap dan juga berbau seperti lemon, tanaman serai ini
disebut dengan herba lemon. Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah
ditemukan tanaman serai. Serai mengandung antioksidan flavonoid, dan
senyawa fenolik seperti luteolin, glikosida, dan asam klorogenat, yang
berkhasiat. Senyawa utama dalam serai adalah lemonal atau citral, yang
memiliki sifat anti-jamur dan anti-mikroba, serta menyediakan bau lemon yang
berbeda-beda.

Tanaman serai berupa semak, memiliki akar serabut, berwarna kuning,


hidup menahun dan tingginya sekitar satu meter. Batang tidak berkayu, beruas-
ruas pendek, berwarna putih kotor. Daun tunggal berbentuk lanset, dan
bertulang sejajar. Pelapah bagian pangkal memeluk batang dan kasap. Bagian
pelapah inilah yang dipakai sebagai rempah atau bumbu berbagai masakan,
seperti kari ikan, sambal goreng, pepes ikan, dan gulai. Daun berujung runcing
dan bertepi rata. Panjang daun berkisar 25-75 cm dan lebarnya sekitar 1,5
meter.

Rasa sereh adalah pedas dan bersifat hangat, sereh mengandung minyak
atsiri dengan komponen citronellai, citrai, geraniol, methylheptone, eugenol
methyleteer, dipenten, eugenol, kedinol, dan limonene. Minyak atsiri sereh
banyak digunakan dalam pembuatan sabun dan detergen. Seluruh tanaman di
atas tanah ( segar atau kering ) dan minyak atsiri dapat digunakan. Apabila
dilihat sepintas, maka tanaman serai sangat mirip dengan tumbuhan rumpur

3
4

ilalang (alang-alang). Namun demikian berbeda dengan alang-alang yang


kerap kali dianggap sebagai gulma, serai merupakan jenis tumbuhan anggota
sebagai pengharum makanan. Kecuali itu serai yang sudah dikeringkan
digunakan pula sebagai ramuan jamu, diminum begitu sajapun bisa pula.

B. Deskripsi Data

1. Pengertian Tanaman Serai


Serai merupakan tanaman semak berupa herba yang berasal dari daerah
beriklim tropis. Serai ini sering digunakan dalam bumbu dalam berbagai
masakan karena memiliki aroma yang sedap dan juga berbau seperti lemon.
Tanaman serai ini disebut dengan herba lemon. Hampir disetiap tempat dapat
dengan mudah ditemukan tanaman serai. Di Indonesia tanaman serai ini
dikenal dengan berbagai nama. Di Jawa Tengah, Sunda, Madura disebut
dengan Sere. Di Sumba disebut dengan kendong witu dan di Makasar disebut
dengan Sare.

a. Tanaman Serai (Cymbopogon Citratus) dapat diklasifikasikan


sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Subkelas : Monocotyledonae
Ordo : Graminales
Famili : Graminiae
Genus : Cymbopogon
Species : Cymbopogon Nardus
Tribe : Andropogineae

b. Di Indonesia tanaman serai memiliki beberapa nama daerah seperti


berikut ini:
Sumatra : Threue, Sere Mangat, Sorai Arum,
Sere, Sange-Sange, Sorai, Sorai.
Jawa-Madura : Sereh, Sere.

4
5

Bali-Nusa Tenggara : See, Patahan mpori, kendaung


witu, nau sina, bumuke, tenian,
nalai.
Kalimantan : Serai, Belangkak, Salai.
Sulawesi-Maluku : Tonati, Timbuala, langilo, Tiwo
embane, Sare, Rimanil, Dirangga,
Tapisa-pisa, hisa-hisa, Isalo, Bisa,
Hewuwu, Garama, Kusu,
baramakusu

2. Syarat Tumbuh dan Budidaya Serai

a. Persyaratan Tumbuh
Keadaan tanah dan iklim dapat berpengaruh baik terhadap vitalitas dan
umur tanaman maupun rendemen dan mutu minyak yang dihasilkan. Oleh
karena itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal. Maka faktor tanah dan
iklim mendapat perhatian khusus.
1) Keadaan Tanah
Tanaman serai lebih cocok tumbuh di tanah subur, gembur dan
banyak mengandung bahan organik. Untuk mendapatkan tanah yang
subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik dapat dilakukan
pemupukan dengan pupuk kandang yang belum masak justru dapat
menjadi sumber inokulum yang mengakibatkan busuknya akar serai
tersebut.

2) Keadaan Iklim
Sinar matahari berperan sebagai sumber energi untuk proses
fotosintesis bagi setiap tanaman. Jenis sinar yang dibutuhkan adalah
sinar putih yang merupakan gabungan dari sinar merah, jingga, ungu.
Kuning, hijau, biru, dan nila. Tanaman serai menyukai sinar matahari
yang jatuh secara langsung karena mampu meningkatkan kadar
minyaknya.

5
6

Selanjutnya mengenai curah hujan, ternyata mempunyai beberapa


fungsi bagi tanaman, antara lain sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk
gula dan pati, sarana transportasi hara dalam tanaman, penumbuhan sel
dan pembentukkan enzim dan menjaga stabilitas suhu. Tanaman serai
membutuhkan curah hujan yang merata sepanjang tahun. Sedangkan
suhu yang cocok untuk tanaman serai adalah sekitar 18º-25º celcius.

Pada dasarnya tanaman serai dapat tumbuh di mana-mana, mulai


dataran rendah (100 meter) sampai ketinggian 1000 meter. Akan tetapi,
serai bereproduksi panjang pada ketinggian optimum sekitar 180-250
meter diatas permukaan laut.

b. Budidaya Serai

1) Pembibitan
Meskipun tanaman serai sesungguhnya dapat berbunga namun
sistem pembungaannya tergolong “kikir”. Sehingga pengembang
biakan secara generatif sulit diharapkan. Oleh karena itu, pada
umumnya pengembangbiakan tanaman serai dilakukan secara
vegetatif, yakni menggunakan stek
a) Kriteria Bibit
Untuk memperoleh stek bibit serai yang baik perlu
diperhatikan beberapa hal berikut ini:
- Tanaman induk harus sehat, bebas dari hama penyakit.
- Tanaman induk berupa rumpun tua, sekurangnya
berumur 1 tahun.
- Stek diperoleh dengan cara memecah rumpun yang
berukuran besar namun tidak beruas.
- Sebagian daun stek dipotong atau dikurangi hingga 3 –
5 cm dari pelepah daun, untuk mengurangi penguapan.

6
7

- Sebagian akar stek juga dikurangi dan ditinggalkan ±2,5


cm di bawah leher akar, untuk menghindari terlipatnya
akar pada waktu penanaman yang kadang-kadang
membuat akar tersebut tidak berfungsi atau busuk dan
akhirnya mati.
Adapun kebutuhan stek bibit untuk bahan satu hektar sekitar
30.000 – 40.000 stek dalam kondisi normal, jika penanaman serai
ini dilakukan pada tanah-tanah yang kurang subur dengan sistem
penanaman segitiga atau segiempat, maka kebutuhan stek bibit
meningkatkan 2-3 kalinya.

b) Persemaian
Tindakan persemaian ini diawali dengan melakukan
pengolahan tanah. tanah di cangkul dan dicampur pasir dengan
perbandingan tanah dan pasir 2:1. Selanjutnya buatlah bedengan
dengan ukuran lebar sekitar 80-120 cm, tinggi sekitar 25-30 cm,
dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lapangan. Diatas
bedengan diberi pupuk kandang atau kompos secara merata.
Bedengan harus diberi pohon naungan atau bedengan diberi atap
daun kelapa, alang-alang, dan sebagainya.

Pekerjaan pengolahan tanah persemaian ini dilakukan sekitar


tiga minggu sebelum stek bibit disiapkan, agar keadaan tanah
bedengan sungguh-sungguh netral, dan siap ditanami.
Penanaman stek bibit ini di bedengan dilakukan sore hari, dengan
jarak tanam 10x10 cm dan posisinya miring ±45º. Selama
menunggu tumbuhnya stek bibit di persemaian, harus dilakukan
penyiangan dan penyiraman; 3 – 4 minggu kemudian, tunas dan
akar sudah tumbuh merata, dan itu berarti sudah siap dipindahkan
ke kebun.

7
8

2) Penanaman
Setelah kita bahas pembibitannya, baiklah kini kita bahas juga
cara-cara penanamannya yang meliputi:
a) Persiapan Lahan
Tanah tempat tumbuh serai kiranya patut kita perhatikan
dengan seksama. Pertama-tama perlu diolah, sekalipun sedai pada
dasarnya kurang membutuhkan pengolahan tanah secara rumit,
kecuali kondisi tanah tersebut keras dan padat. Jika hendak
menanam serai pada tanah yang belum pernah diolah, maka perlu
dilakukan pencangkulan lebih dahulu, agar tanah menjadi gembur
1-2 bulan sebelum penanaman. Dengan cara ini tanah yang
semula berada dibagian bawah akan berada dipermukaan dan
mendapati sinar matahari, sedangkan rumput dan gulma mati

Sesudah itu kita persiapkan lubang-lubang tanaman. Adapun


ukuran lubang-lubang tanam adalah panjang 30 cm, lebar 30 cm,
dan kedalaman 10 cm. pada tanah-tanah cangkulan tersebut
dilakukan sekurang-kurangnya satu bulan sebelum tanam dan
kebutuhannya 5 cm perhektar.

b) Cara Tanam
Tanaman serai cukup membutuhkan air terutama pada fase
awal pertumbuhannya. Oleh karena itu, waktu tanam diusahakan
pada permulaan musim hujan, yakni pada bulan November-
Desember, atau pada mangsa kanep (istilah jawa). Namun boleh
juga tanaman serai ditanam diluar musim penghujan, asalakan
tanaman serai disirami pagi dan sore.

Adapun jarak tanam bagi tanah subur adalah 100 cm x 100


cm, sedangkan bagi tanah kurang 75 cm.

8
9

3) Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman serai meliputi penyulaman, penyiangan,
pembubunan, dan pemupukan.

a) Penyulaman
Sekitar 2-3 minggu setelah tanam, hendaknya diadakan
pemeriksaan ke kebun serai. Bila ditemukan pertumbuhan serai
yang loyo atau malah mati, secepatnya dilakukan penyulaman.
Agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan
tanaman lain, sebaiknya dipilih stek bibit yang baik disekitar
pemeliharaan intensif. Penyulaman ini berguna untuk mengetahui
jumlah tanaman yang sesungguhnya, dan nantinya digunakan
untuk memprediksi produk yang dihasilkan.

b) Penyiangan
Disamping itu, tindakan penyiangan juga dimaksudkan untuk
menolak datangnya hama dan penyakit yang biasanya
menjadikan rumput atau gulma lain sebagai tempat
persembunyian, sekaligus untuk memutus daur hidup hama dan
penyakit. Penyiangan selanjutnya biasanya dilakukan pada awal
maupun akhir musim penghujan karena pada itu banyak gulma
yang tumbuh.

c) Pembubunan
Pembumbunan biasanya dilakukan bersamaan dengan
penyiangan, dapat pula berulangkali, tergantung kondisi alamnya.
Namun apabila tanaman serai masih muda, cukuplah tanah
dirangkuli tipis disekeliling rumpun dengan jarak ±20 cm. Pada
tahun berikutnya, cangkulan dapat diperdalam dan diperlebar.

9
10

d) Pemupukan
Selama hidupnya, yaitu dihitung dari saat penanaman sampai
dengan setiap kali petik daunnya, pasti tanaman serai telah
menyedot sejumlah unsur-unsur makanan. Ini berarti bahwa
tanpa usaha penambahan unsur-unsur makanan. Kondisi tanah
menjadi kurus dan akibatnya pertumbuhan serai terganggu. Oleh
karena itu, perlu usaha memelihara, menambah, dan
mempertinggi kesuburan tanah, dan salah satu diantaranya ialah
dengan pemupukan.

4) Pemanenan
a) Waktu Panen
Berdasarkan pengalaman, saat panen terbaik ditentukan bila
setiap batang tanaman punya enam lembar daun tua, sedangkan
daun ketujuh masih menguncup. Panen perdana dilakukan pada
tanaman berumur sekitar 6-8 bulan, dan panen-panen berikutnya
diulang setiap 75-90 hari sekali. Dalam setahunnya, frekuensi
panen rata-rata lima kali, kecuali pada tahun pertama, hanya tiga
kali.

b) Cara Panen
Memanen daun serai dapat menggunakan sabit, yang perlu
diperhatikan, pemangkasan daun yang aman dalam (terlalu
kepangkal) justru merugikan kita, karena tanaman dapat mati.
Untuk mengatisipasi keadaan tersebut, sisa daun yang harus
ditinggalkan ±5 cm diatas pelapah daun.

3. Manfaat Tanaman Serai Dalam Kehidupan Sehari-Hari


Serai, sering dipakai sebagai rempah penyedap masakan. Serai atau
dalam bahasa latinnya disebut Cymbopogon ciatrus adalah genus yang berisi
sekitar 55 spesies rumput. Tumbuhan ini bisa tumbuh subur di cuaca hangat

10
11

dan mencapai ketinggian sekitar 2 sampai 4 meter. Tanaman serai


dipergunakan dalam berbagai kebudayaan. Bagian dari tanaman ini yang bisa
dipakai untuk herbal meliputi akar, batang, dan daunnya.

a. Berikut Pemaparan Tanaman Serai


1) Akar
Tanaman serai memiliki akar yang berukuran besar. Akar
tanaman ini merupakan jenis akar serabut yang berimpang pendek.
Akar tersebut bisa dimanfaatkan sebagai ramuan jamu dengan cara
merebusnya

2) Batang
Batang tanaman serai bergerombol dan berumbi, serta lunak,
dan berongga. Isi batangnya merupakan pelepah umbi untuk pucuk
dan berwarna putih kekuningan. Batang tanaman serai juga bersifat
kaku dan mudah patah. Bagian batang ini bisa dipakai sebagai
rempah atau bumbu berbagai masakan.

3) Daun
Daun tanaman serai berwarna hijau dan tidak bertangkai.
Daunnya kesat, panjang, dan runcing, hampir menyerupai daun
ilalan. Selain itu, daun tanaman serai memiliki bentuk seperti pita
yang makin keujung makin runcing. Daun serai memiliki aroma
yang pekat dengan cara direbus atau dibakar.

b. Manfaat Lain

1) Mencegah Kanker
Serai sangat efektif untuk mengobati berbagai jenis kanker
tanpa mempengaruhi sel-sel normal tubuh yang sehat. Study
laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak serai dapat menghambat

11
12

fase awal kanker, terutama hati. Dalam serai mengandung satu


senyawa yang disebut citral, berfungsi menginduksi kematian sel
dalam kasus kanker payudara.

2) Gangguan Pernapasan
Serai banyak digunakan sebagai obat untuk pengobatan batuk
dan pilek. Seiring dengan senyawa sehat lainnya, yaitu vitamin E
dalam serai membantu mengatasi penyumbatan hidung karena flu
dan gangguan pernapasan lainnya seperti asma bronkial.

3) Mengobati Sakit Gigi


Sakit atau nyeri pada gusi sanggup diringankan dengan
berkumur-kumur memakai air rebusan daun serai selama satu menit.
Bisa untuk mengobati sakit gigi disebabkan karena serai
mengandung zat antibakteri yang berguna untuk membantu
menghilangkan rasa sakit pada gusi gigi tersebut.

4) Menurunkan Tekanan Darah


Serai dapat membantu menurunkan tekanan darah karena
memiliki sidat diuretikyang berfungsi mampu membantu membuang
kelebihan garam dan air dalam tubuh memang merupakan salah satu
penyebab dari hipertensi.

5) Menurunkan Berat Badan


Air rebusan serai mengandung sedikit kalori, sehingga baik
untuk diet dan menurunkan berat badan. Air rebusan serai juga
membuat lebih kenyang dan mencegah makan berlebihan. Rebusan
serai mengandung polifenol untuk meningkatkan pengeluaran energi
dan oksidasi lemak, sehingga bisa menurunkan berat badan.

12
13

c. Langkah-langkah Cara Membuat Wedang Sari Hangat


1) Bahan-bahan
a) air bersih 1 liter
b) sereh 5 batang
c) jahe segar 100 gr
d) gula batu 200 gr

2) Cara membuat minuman wedang serai hangat


a) Jahe dan batang serai dicuci terlebih dahulu dengan air
sampai benar-benar bersih, tiriskan.
b) Kupas kulit jahe kemusdian dimemarkan dengan cara
digeprek.
c) Ambil semua batang serai lalu memarkan juga sampai
setengah hancur.
d) Siapkan satu buah panci ukuran sedang untuk merebus
bahan.
e) Masukkan air kedalam panci yang sudah disiapkan lalu
rebus sampai mendidih.
f) Masukkan jahe dan batang serai yang sudah dimemarkan
kedalam panci yang berisi air mendidih, aduk-aduk.
g) Tambahkan gula batu kedalam rebusan jahe dan serai, aduk
terus sampai gula batu menjadi larut dan tercampur rata.
h) Matikan api lalu diamkan rebusan wedang serai selama 5
menit supaya uapnya tidak terlalu panas
i) Siapkan satu buah gelas saji kemudian tuang wedang serai
kedalam gelas saji.
j) Wedang serai hangat siap untuk dinikmati.

13
14

3) Cara Penggunaan
a) Jika kita akan menggunakan atau meminumnya,
alangkah baiknya kita saring terlebih dahulu wedang
tersebut biar kotoran tidak ikut diminum.
b) Wedang tersebut dapat kita gunakan satu hari atau dua
hari tergantung pada warna wedang tersebut.
c) Jika wedang masih berwarna dan harum kita dapat
menambahkan air mineral lagi kedalam panci tersebut
kisaran satu gelas.
d) Nyalakan kompor kembali dan tutup sampai rapat panci
tersebut.
e) Tunggu beberapa menit lagi sampai air mendidih dan
mulai berwarna agak merah kecoklatan atau keruh.
f) Matikan kompor setelah wedang mendidih.
g) Wedang sudah matang dan kira dapat meminumnya
kembali.
h) Wedang dapat diminum sehari 2 kali
1) Pagi ahri pada waktu bangun tidur.
2) Sore hari atau malam hari sebelum tidur.

Dalam proses pembuatan atau langkah-langkah


membuat wedang serai hangat adalah tidak sulit jika kita
mengetahui langkah-langkah seperti diatas.

Kita tidak usah susah-susah membuatnya ketika


mau meminumnya karena wedang serai hangat dapat
digunakan 2 kali pakai. Jika wedang tersebut airnya
berwarna dan harum. Kita bisa menambah air mineral
kembali dan kita nyalakan kompor tersebut.

14
15

C. Analisis Data

1. Estimasi Pendapatan
a) Asumsi
- Umur produktif tanaman serai 4 tahun
- Perbandingan daun segar dan daun kering = 2,5:1
- Harga daun serai adalah Rp. 100.000/Kg

b) Perhitungan
Dalam membuat estimasi pendapatan usaha tan serai dihitung 4
tahun lamanya. Selanjutnya untuk menghitung pendapatan rata-rata
pertahunnya adalah sebagai berikut:

Penjual = Rp. 6.300.000,00


Total Modal = Rp. 3.392.000,00 ˗
Pendapatan = Rp. 2.907.800,00

2. Analisis Ekonomi
Dalam analisis usaha tani serai akan dihitung kelayakannya melalui
beberapa alat ekonomi yang meliputi : NPV (Net Present Value), IRR (Internal
Rate of Return), B/C Ratio (Benefit-Cost Ratio), dan ROS (Rate of Return on
Investment).

3. Aspek Pemasaran
Indonesia dikenal sebagai negara produsen minyak serai, namun tingkat
konsumsi dalam negeri terhadap produk tersebut sangat rendah dan justru
sebagai besar – sekitar 80% - 90% produk minyak serai secara sengaja
diekspor.

15
16

4. Efek Samping Tanaman Serai


Serai relatif aman jika dikonsumsi secara wajar dan tidak berlebihan serta
dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun
beberapa kelompok disarankan waspada dan membatasi mengkonsumsi
wedang serai.

a. Mengganggu Kehamilan
Bagi perempuan yang sedang hamil mengkonsumsi air rebusan serai
penting melalui sebuah pemahaman tertentu. Mengetahui takaran rebusan
serai yang akan dikonsumsi. Sebab jika tidak, kehamilan Anda bisa saja
terganggu. Hal ini yang dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap
kehamilannya.

b. Mual dan Muntah


Efek samping yang satu ini bisa menjadi salah satu tanda reaksi tubuh
yang tidak stabil menerima kandungan daun serai.

c. Kepala Pusing dan Sakit Kepala


Mual dan muntah di atas biasanya disertai dengan rasa kepala pusing.
Kepala pusing sekali lagi menjadi bagian reaksi tubuh atas sesuatu yang
mengganggu sistem di dalam tubuh. Sehingga tubuh tidak bekerja secara
maksimal.

d. Bisa Menjadi Memunculkan Reaksi Berbahaya


Efek samping setelah minum air rebusan serai adalah munculnya
sebuah reaksi bahaya di dalam tubuh. Sebab tidak semua tubuh mau dan
mampu menerima kandungan yang terdapat di dalam serai. Jika tidak,
reaksi bahaya itu bisa dirasakan. Untuk itu penting sebuah kehati-hatian
dalam mengkonsumsinya, agar tidak memunculkan reaksi yang berbahaya
di dalam tubuh tersebut.
e. Bisa Menimbulkan Bahaya Bagi Ibu Menyusui

16
17

Selain berbahaya bagi perempuan hamil, air rebusan serai ini juga
berbahaya bagi ibu yang sedang menyusuhi. Meskipun di sisi lain rebusan
daun serai ini dapat memperlancar kandungan susu yang ada di dalam
tubuh perempuan. Namun sekali lagi, jika Anda mengkonsumsinya dalam
jumlah yang over, maka efek positif itu akan berbalik menjadi efek negatif
di dalam tubuh.

17
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sereh dapur terbagi menjadi dua varietas, yaitu sereh flexuosus
(Cymbopogon Flexuosus) dan sereh citratus (Cymbopogon Citratus). Serai
ini umumnya digunakan untuk bumbu dalam berbagai makanan karena
memiliki aroma yang sedap dan juga berbau seperti lemon, tanaman serai
ini disebut dengan herba lemon. Bagian pelapah inilah yang dipakai sebagai
rempah atau bumbu berbagai masakan, seperti kari ikan, sambal goreng,
pepes ikan, dan gulai. Selain itu, serai bisa digunakan untuk pengobatan
tradisional yang dimanfaatkan sebagai obat kumur untuk sakit gigi, gusi
yang bengkak, melancarkan air seni dan haid.

Syarat tumbuh dan budidaya serai yang meliputi keadaan tanah,


keadaan iklim, pembibitan, persemaian, penanaman, pemeliharaan,
pemupukan, dan yang terakhir pemanenan tanaman serai tersebut.

Selain memiliki banyak manfaat, serai bisa dijadikan minuman yaitu


wedang serai hangat dan cara penggunaannya. Dalam proses pembuatan
atau langkah-langkah membuat wedang serai hangat adalah tidak sulit jika
mengetahui langkah-langkahnya. Minuman wedang serai relatif aman
dikonsumsi secara tidak berlebihan karena wedang serai juga memiliki efek
samping yang dirasakan di dalam tubuh, seperti mengganggu kehamilan,
bisa menimbulkan bahaya bagi ibu menyusui, dan kepala pusing.

Serai digunakan untuk pengobatan penyakit, misalnya untuk


mencegah kanker dan gangguan pernapasan. Study laboratorium

18
19

menunjukkan bahwa ekstrak serai dapat menghambat fase awal kanker,


terutama hati. Satu senyawa dalam serai, yang disebut citral berfungsi
menginduksi kematian sel dalam kasus kanker payudara. Gangguan
pernapasan, serai banyak digunakan sebagai obat untuk pengobatan batuk
dan pilek. Seiring dengan dengan senyawa sehat lainnya, yaitu vitamin C
dalam serai membantu mengatasi penyumbatan hidung flu dan gangguan
pernapasan lainnya seperti asam bronkial.

B. Saran – saran
1. Pemerintah perlu melakukan sosialisasi tentang manfaat tanaman
disekitar kita salah satunya yaitu tanaman serai.
2. Masyarakat yang lain memanfaatkan tanaman serai harus
memperhatikan keanekaragamannya sehingga tanaman serai tidak
punah.
3. Jagalah kesehatan sebaik mungkin dan jangan menganggap kesehatan
remeh karena kesehatan sangatlah berharga.
4. Pembaca yang ingin memanfaatkan tanaman serai sebaiknya
dimanfaatkan secara efektif agar tidak ada bagian yang terbuang.
DAFTAR PUSTAKA

Hieronymus Budi Santoso. 1990. Bertanam Serai. Yogyakarta. Kanius

https://ridwan97.wordpress.com/2008/04/08/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-
sereh-symbopogon-citratus/&hl=id-ID.

https://www.tokomesin.com/peluang-usaha-wedang-serai-hangat-dan-
usahanya.html&hl=id-ID

https://www.99.co/blog/indonesia/manfaat-serai-untuk-kesehatan/&hl=id-ID

Pinus Lingga. 1988. Serai. Jakarta: Info Agribisnis.

Ruslan Harris. 1987. Tanaman Minyak Atsiri. Jakarta: Penebar Swadaya

Suratman. 1987. Pedoman Bercocok Tanaman dan Pengobatan Hasil Serai Wangi.
Bogor: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

20
LAMPIRAN
22
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Siti Khotijah

Tempat Tanggal Lahir : Demak, 20 Maret 2001

Umur : 18 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Desa Wonowoso Rt 02/Rw 02 Kec Karangtengah Kab. Demak

Agama : Islam

Hobi : Memasak

Cita-cita : Menjadi seorang dokter yang profesional

Kewarganegaraan : Indonesia

Pendidikan :

- TK Sidoluhur 1 Desa Wonowoso tahun 2006 lulus tahun


2003
- SD Negeri Wonowoso 2 Desa Wonowoso Tahun 2007 lulus
tahun 2013
- MTS Miftahul Ulum Desa Daon Tahun 2013 lulus tahun
2016
- MA AL AHROM Karangsari sampai sekarang

Pendidikan non-formal : TPQ (Tempat Pendidikan Al-Qur’an) lulus tahun 2013