Anda di halaman 1dari 117

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam mewujudkan program pembangunan di wilayah perbatasan,
pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu program prioritas yang saat ini
menjadi fokus utama pemerintah sebagai tonggak pembangunan Nasional. Hal
tersebut diwujudkan dengan adanya berbagai program yang dicanangkan oleh
pemerintah baik pada sektor pertanian maupun peternakan. Kabupaten Lingga
menjadi salah satu wilayah perbatasan yang menjadi target salah satu wilayah yang
dapat menjadi swasembada baik berpotensi di bidang pertanian maupun peternakan
yang menjadi salah satu wilayah Praktik Kerja Lapangan I yang saat ini mendapatkan
perhatian khusus bagi pemerintah.
Upaya meningkatkan pembangunan pada sektor pertanian di wilayah Lingga
saat ini dengan berbudidaya berbagai tanaman khususnya bagi tanaman pangan,
diantaranya adalah Jagung, berikut penjabaran mengenai jagung yang menjadi salah
satu target swasemda di wilayah Kabupaten Lingga.
Tanaman jagung yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Zea mays L adalah salah
satu jenis tanaman biji-bijian yang menurut sejarahnya berasal dari Amerika. Orang-
orang Eropa yang datang ke Amerika membawa benih jagung tersebut ke negaranya.
Melalui Eropa tanaman jagung terus menyebar ke Asia dan Afrika. Baru sekitar abad
ke-16 tanaman jagung ini oleh orang Portugis dibawa ke Pakistan, Tiongkok dan
daerah-daerah lainnya di Asia termasuk Indonesia (Wirawan dan wahab, 2007).
Di Indonesia jagung merupakan salah satu komoditi pertanian strategis kedua
setelah padi. Hal ini dikarenakan pada saat ini masih banyak masyarakat Indonesia
yang menjadikan jagung sebagai bahan makanan pokok kedua setelah beras. Jagung
merupakan tanaman yang dimanfaatkan bijinya sebagai bahan makanan, bahan pakan
untuk ternak ,seperti misalnya pakan ayam, sebagai bahan utama pembuatan tepung
maizena dan sebagainya.
Jagung memiliki arti penting untuk industri terutama di Indonesia baik untuk
industri bahan baku makanan ataupun industri untuk bahan pakan ternak. Dengan

86
semakin berkembangnya industri-industri yang menjadikan jagung sebagai bahan
utama, maka dari hal tersebut permintaan akan jagung semakin meningkat.
Meningkatnya permintaan jagung menjadi salah satu acuan untuk menambah
produktivitas yang dihasilkan. Peningkatan produktivitas jagung sudah dilakukan
dengan beberapa cara yaitu mulai dengan perluasan lahan tanam yang akan ditanami
jagung serta telah dilakukan penelitian oleh lembaga-lembaga penelitian.
Untuk dapat meningkatkan hasil produksi jagung tersebut dapat dilakukan
dengan memilih benih yang bermutu, memiliki vigor tinggi, memilih varietas yang
unggul, melakukan penanamannya secara benar serta juga melakukan pemberian
pupuk. Hal ini dilakukan agar hasil panen jagung yang diperoleh maksimal, memiliki
produksi yang tinggi serta kualitas yang baik sehingga harga jualnya pun tidak rendah.
Hal ini perlu dilakukan mengingat harga jagung yang dijual para petani harganya
masih rendah dikarenakan kualitas yang kurang bagus.
Selain itu, hal yang menyebabkan menurunkan harga jual jagung para petani
yaitu dalam teknologi pasca panennya serta jagung yang dijual umumnya dijual
segera setelah panen. Maka dari itu perlu dilakukan suatu usaha yang dapat
menjadikan tanaman jagung menghasilkan hasil panen yang maksimal dengan
kualitas yang bagus pula. Kualitas yang bagus dapat menjadikan harga jual jagung
semakin tinggi.
Usaha budidaya jagung dinilai dapat terintegrasi dengan Usaha lain dimana
bahan makanan pokok kedua ini dapat diperoleh dengan mudah. Sementara itu,
limbah batang maupun daun jagung dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun
pembuatan pupuk organik. Dalam hubunganya dengan masyarakat sekitar, jenis
usaha ini dapat menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, dengan adanya usaha ini
diharapkan juga dapat memberikan edukasi bagi masyarakat sekitar dalam
menumbuhkan jiwa wirausaha dengan memanfaatkan sumberdaya lokal. Dalam
jangka panjang, usaha ini dapat dikembangkan melalui system pemberdayaan
masyarakat sekitar dengan model inti-plasma atau model pola bagi hasil lainnya.
Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga memiliki potensi
besar dalam bidang Budidaya Jagung, yakni dari segi pemasarannya dirasa potensial dengan
pemenuhan kebutuhan sendiri dan peluang untuk ekspor yang masih sangat tinggi yakni letak

86
geografisnya yang dekat dengan Negara Singapura, dan Malaysia. Dari segi Ketersediaan
Lahan yang masih sangat luas untuk melakukan budidaya dengan kemungkinan peningakat
perluasan lahan yang masih akan terus dicanangkan oleh pemerintah. Demikian dalam hal ini
perlu dibuat Rencana Usaha Agribisnis agar kegiatan pertanian masyarakat khususnya Marok
Kecil dapat terarah dan sesuai dengan prinsip sapta usaha tani dan prinsip ekonomi.

1.2 Tujuan PKL I


Tujuan PKL I yang diintegrasikan dengan Program Upaya Khusus Peningkatan
Produksi Padi, Jagung dan Kedelai serta tentang Program Upaya Khusus Percepatan
Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting sebagai berikut.
a. Mahasiswa kompeten dalam mengidentifikasi potensi wilayah yang
berorientasi pada keunggulan komoditi tertentu yang berpendekatan
agribisnis dan berwawasan global.
b. Mahasiswa kompeten dalam menganalisis dan menetapkan strategi
terpilih dalam penguatan masyarakat yang berbasis pada aspek teknik
sosial-ekonomik dan aspek hukum serta lingkungan sasaran menuju
agribisnis.
c. Mahasiswa kompeten dalam menyusun draf konsepsi berupa Business
plan dalam bewira usaha, kemitraan dan/atau penguatan masyarakat
secara layak terap, baik pada aspek teknik, sosial, ekonomik dan aspek
hukum serta pada aspek lingkungan global.
d. Mahasiswa secara real terpasilitasi (terbina dan terdanai) dalam
menerapkan bidang penyuluhan pada dunia nyata.
Tujuan Perencanaan Usaha
Tujuan khusus
1. Agar petani dapat mengetahui cara budidaya jagung yang baik dan benar melalui
Business Plan Budidaya Jagung khususnya petani di daerah Marok Kecil baik
secara teori maupun teknis di lapangan.
2. Dapat menciptakan lapangan kerja baru melalui rencana usaha yang akan
dilakukan di Desa Marok Kecil sehingga terwujudnya kesejahteraan bagi
masyarakat.

86
Tujuan Umum
1. Melatih mahasiswa untuk melakukan budidaya jagung dengan pembelajaran
secara langsung di lapangan.
2. Dapat menambah wawasan mahasiswa dengan melakukan budidaya jagung yang
diterapkan atau diaplikasiman dilahan gambut maupun lahan rawa yang memiliki
pH keasaman yang cukup tinggi.

2.3 Manfaat PKL I


Manfaat PKL I yang diintegrasikan dengan Program Upaya Khusus Peningkatan
Produksi Padi, Jagung dan Kedelai serta tentang Program Upaya Khusus Percepatan
Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting sebagai berikut.
a. Manfaat bagi mahasiswa
1) Mahasiswa sebagai peserta PKL I mengenali wilayah sasaran secara
nyata, makro, dan komplek dari segala aspek kehidupan yang
merupakan faktor internal dan eksternal dalam meningkatkan
produktivitas dan agribisnisnya.
2) Mahasiswa sebagai Peserta PKL I tumbuh sikap mental dan percaya
diri, tangguh, kreatif dan inovatif yang dinamis dan berorientasi
agribisnis.
3) Mahasiswa mengenali masalah real dan secara konsepsi mencari
solusinya.
4) Mahasiswa terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat sasaran
sesuai dengan program kebijakan yang ada.

86
Manfaat bagi pihak terkait :

b. Manfaat bagi Institusi


1) Sebagai media penyampaian kinerja pada Jajaran Kementerian Pertanian kepada
pihak lainnya, dalam upaya membangun bangsa.
2) Pihak Pemerintah Daerah (Kabupaten Lingga), mendapat masukan tentang
sistem pemberdayaan baik pada sektor peternakan maupun sector pertanian
tanaman pangan.
3) Kegiatan PKL yang dipadukan dengan program Upaya Khusus Peningkatan
Produksi Padi, Jagung dan Kedelai serta tentang Program Upaya Khusus
Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting mempunyai
sinergitas yang positif untuk pembangunan SDM di wilayah sasaran.

Manfaat dalam Perencanaan Usaha Budidaya Jagung


1. Mahasiswa dapat mengetahui cara budidaya jagung dengan baik dan benar sesuai
dengan teori yang dapat diaplikasikan di lapangan.
2. Mahasiswa dapat melakukan pendampingan serta berbagi ilmu kepada petani
mengenai budidaya jagung yang tepat, khususnya di lahan gambut maupun rawa
atau di lahan baru.

86
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Deskripsi Agribisnis
Agribisnis berangkat dari kata Agribusiness, dimana
Agri=Agriculture artinya pertanian dan Business berarti usaha atau kegiatan yang
berorientasi profit. Jadi secara sederhana Agribisnis (agribusiness) adalah usaha
atau kegiatan pertanian serta apapun yang terkait dengan pertanian berorientasi
profit. Istilah “agribusiness” untuk pertama kali dikenal oleh masyarakat Amerika
Serikat pada tahun 1955, ketika John H. Davis menggunakan istilah tersebut dalam
makalahnya yang disampakan pada "Boston Conference on Disiribution". Kemudian
John H. Davis dan Ray Goldberg kembali lebih memasyarakatkan agribisnis melalui
buku mereka yang berjudul "A Conception of Agribusiness" yang terbit tahun 1957
di Harvard University. Ketika itu kedua penulis bekerja sebagai guru besar pada
Universitas tersebut. Tahun 1957, itulah dianggap oleh para pakar sebagai tahun
kelahiran dari konsep agribisnis.
Berikut merupakan pengertian Agribisnis menurut pendapat dari beberapa Ahli:
a) E. Paul Roy memandang agribisnis sebagai suatu proses koordinasi berbagai
sub-sistem. Koordinasi merupakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan
berbagai sub-sistem menjadi sebuah sistem.
b) Arsyad dan kawan-kawan menyatakan Agribisnis adalah suatu kesatuan
kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai
produksi, pengolahan hasil dan pemasaran yang ada hubungannya dengan
pertanian dalam arti luas. Pertanian dalam arti luas adalah kegitan usaha yang
menunjang kegiatan pertanian dan kegiatan usaha yang ditunjang oleh kegiatn
pertanian.
c) Pengertian Agribisnis menurut Austin: Agribisnis adalah kesatuan kegiatan
usaha yang meliputi kegiatan usahatani, pengolahan bahan makanan, usaha
sarana dan prasarana produksi pertanian, transportasi, perdagangan, kestabilan
pangan dan kegiatan-kegiatan lainnya termasuk distribusi bahan pangan dan
serat-seratan kepada konsumen.

86
Agribisnis dari cara pandang ekonomi ialah usaha penyediaan pangan.
Pendekatan analisis makro memandang agribisnis sebagai unit sistem industri dan
suatu komoditas tertentu, yang membentuk sektor ekonomi secara regional atau
nasional. Sedangkan pendekatan analisis mikro memandang agribisnis sebagai
suatu unit perusahaan yang bergerak, baik dalam salah satu subsistem agribisnis,
baik hanya satu atau lebih subsistem dalam satu lini komodias atau lebih dari satu
lini komoditas.
Secara konsepsional sistem agribisnis dapat diartikan sebagai semua aktifitas,
mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi (input) sampai dengan
pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh usaha tani serta agroindustri, yang
saling terkait satu sama lain. Dengan demikian sistem agribisnis merupakan suatu
sistem yang terdiri dari berbagai subsistem yaitu:
a. Subsistem Agro Input
Meliputi pengadaan sarana produksi pertanian antara lain terdiri dari
benih, bibit, makanan ternak, pupuk , obat pemberantas hama dan penyakit,
lembaga kredit, bahan bakar, alat-alat, mesin, dan peralatan produksi pertanian.
Pelaku-pelaku kegiatan pengadaan dan penyaluran sarana produksi adalah
perorangan, perusahaan swasta, pemerintah, koperasi. Betapa pentingnya
subsistem ini mengingat perlunya keterpaduan dari berbagai unsur itu guna
mewujudkan sukses agribisnis. Industri yang meyediakan sarana produksi
pertanian disebut juga sebagai agroindustri hulu (upstream).
b. Subsistem Agro Produksi
Usaha tani menghasilkan produk pertanian berupa bahan pangan, hasil
perkebunan, buah-buahan, bunga dan tanaman hias, hasil ternak, hewan dan
ikan. Pelaku kegiatan dalam subsistem ini adalah produsen yang terdiri dari
petani, peternak, pengusaha tambak, pengusaha tanaman hias dan lain-lain.
c. Subsistem Agro Industri yang meliputi Pengolahan dan Pemasaran
Dalam subsistem ini terdapat rangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan
produk usaha tani, pengolahan, penyimpanan dan distribusi. Sebagian dari produk
yang dihasilkan dari usaha tani didistribusikan langsung ke konsumen didalam
atau di luar negeri. Sebagian lainnya mengalami proses pengolahan lebih dahulu

86
kemudian didistribusikan ke konsumen. Pelaku kegiatan dalam subsistem ini ialah
pengumpul produk, pengolah, pedagang, penyalur ke konsumen, pengalengan
dan lain-lain. Industri yang mengolah produk usahatani disebut agroindustri hilir
(downstream). Peranannya amat penting bila ditempatkan di pedesaan karena
dapat menjadi motor penggerak roda perekonomian di pedesaan, dengan cara
menyerap/mencipakan lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan pendapatan
dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Berdasarkan pandangan bahwa agribisnis sebagai suatu sistem dapat terlihat dengan
jelas bahwa subsistem-subsistem tersebut tidak dapat berdiri sendiri, tetapi saling terkait
satu dengan yang lain. Subsistem agribisnis hulu membutuhkan umpan balik dari
subsistem usaha tani agar dapat memproduksi sarana produksi yang sesuai dengan
kebutuhan budidaya pertanian. Sebaliknya, keberhasilan pelaksanaan operasi subsistem
usaha tani bergantung pada sarana produksi yang dihasilkan oleh subsistem agribisnis
hilir. Selanjutnya, proses produksi agribisnis hilir bergantung pada pasokan komoditas
primer yang dihasilkan oleh subsistem usahatani. Subsistem jasa layanan pendukung,
seperti telah dikemukakan, keberadaannya tergantung pada keberhasilan ketiga subsistem
lainnya. Jika subsistem usahatani atau agribisnis hilir mengalami kegagalan, sementara
sebagian modalnya merupakan pinjaman maka lembaga keuangan dan asuransi juga akan
mengalami kerugian.
2.2 Konsepsi Identifikasi Potensi Wilayah PRA
Participatory Rural Appraisal (PRA) bersifat interaktif Pendekatan dalam
penelitian yang menekankan partisipasi lokal, yang memungkinkan masyarakat local
untuk berkontribusi sendiri penilaian, analisis dan rencana. PRA bertujuan untuk
memudahkan berbagi informasi antar pemangku kepentingan.
Konsep Dasar PRA
PRA terdiri dari sekumpulan teknik atau alat yang dapat dipakai untuk mengkaji
keadaan pedesaan. Teknik ini berupa visual (gambar, tabel, bentuk) yang dibuat oleh
masyarakat sendiri dan dipergunakan sebagai media diskusi masyarakat tentang
keadaan mereka sendiri serta lingkungannya.
Menurut Wanti et.al., (2014) analisis SWOT adalah suatu alat perencanaan
stratejik yang penting untuk membantu perencanaan untuk membandingkan

86
kekuatan dan kelemahan internal perusahaan dengan peluang dan ancaman dari
eksternal. Analisis SWOT didasarkan pada kesesuaian antara sumber daya internal
perusahaan dengan situasi eksternalny. Kesesuaian yang baik akan memaksimalkan
kekuatan dan peluang perusahaan serta meminimalisir kelemahan dan ancaman.
Strengths (kekuatan) dan weaknesses (kelemahan) adalah faktor manajemen yang
sepenuhnya dalam kendali manajemen, dimana kekuatan adalah faktor-faktor yang
selama ini berhasil dikendalikan sehingga memberikan dampak positif bagi
organisasi. Sedangkan kelemahan adalah faktor yang tidak berhasil dikelola sehingga
memberikan dampak yang negatif bagi perusahaan. Opportunities (peluang) adalah
faktor yang ada diluar kendali manajemen, tetapi kemunculannya akan memberikan
suatu peluang sukses bagi perusahaan. Jika perusahaan mempunyai kkeuatan yang
cukup untuk beradaptasi. Threats (ancaman) adalah faktor-faktor yang berada diluar
manajemen, tetapi bila muncul akan mengancam hidup perusahaan. Ancaman
merupakan penghalang utama bagi perusahaan dalam mencapai posisi saat ini atau
posisi yang diinginkan. Setelah kelemahan, kekuatan, serta peluang dan ancaman
dapat diidentifikasi, maka selanjutnya akan diproses dengan formulasi strategi
dengan menggunakan analisis SWOT menggunakan tabel EFAS (External Factor
Analysis Summary) dan IFAS (Internal Factor Analysis Summary).

2.3 Deskripsi Rencana Usaha (Business Plan)


Rencana Usaha atau Business Plan merupakan dokumen yang disediakan oleh
entrepreneur yang disesuaikan dengan pandangan penasihat profesionalnya yang
memuat rincian tentang masa lalu, keadaan sekarang dan kecenderungan masa depan

86
dari sebuah perusahaan. Isinya mencakup analisis tentang manajerial, keadaan fisik
bangunan, karyawan, produk, sumber permodalan, informasi tentang jalannya
perusahaan selama ini dan posisi pasar dari perusahaan. Business Plan juga berisi
tentang rincian profit, neraca perusahaan, proyeksi aliran kas untuk dua tahun yang
akan datang. Juga memuat pandangan dan ide dari anggota tim manajemen. Hal ini
menyangkut strategi tujuan perusahaan yang hendak dicapai. Business plan dibuat
dalam bentuk jangka pendek ataupun jangka panjang yang pertama kali diikuti untuk
tiga tahun berjalan. Business plan merupakan rencana perjalanan atau road map yang
akan diikuti oleh wirausaha.

2.4 Deskripsi Tanaman Jagung


Berikut adalah deskripsi dari tanaman jagung yang mana menjadi rencana bisnis
yang akan dijalankan.
Tanaman jagung (Zea Mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-
bijian dari keluarga rumput-rumputan. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman
pangan yang penting, selain gandum dan padi. Tanaman jagung berasal dari Amerika
yang tersebar ke Asia dan Afrika, melalui kegiatan bisnis orang Eropa ke Amerika.
Pada abad ke-16 orang portugal menyerbarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia.
Jagung oleh orang Belanda dinamakan main dan oleh orang Inggris (Ki-Jin, 2000).
Jagung merupakan tanaman semusim (Annual Plants). Satu siklus hidupnya
diselesaikan dalam 80 – 150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap
pertumbuhan vegetatif, dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi
tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun, tanaman jagung umumnya memiliki
ketinggian antara 1 meter sampai 3 meter, namun ada varietas yang dapat mencapai
tinggi 6 meter.
Tinggi tanaman bisa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum
bunga jantan (Suprapto,2011). Jagung adalah tanaman monokotil (tumbuhan berbiji
tunggal) sehingga perakarannya pun tergolong akar serabut yang kedalamannya
dapat mencapai 8 meter, meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 meter.
Batang tanaman jagung tegak dan mudah terlihat, seperti sorgum dan tebu
(Suprapto,1995).

86
Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endosperma.
Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji.
Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin.
Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin.
Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti
dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung diketahui mengandung amilopektin
lebih rendah tetapi mengalami peningkatan fitoglikogen dan sukrosa, dan bagian
yang dapat dicerna 90%. Untuk ukuran yang sama, meski jagung mempunyai
kandungan karbohidrat yang lebih rendah, namun mempunyai kandungan protein
yang lebih banyak daripada beras.
Tabel 1. Kandungan gizi Jagung per 100 gram bahan adalah:
Komponen Satuan Jumlah
Kalori Kal 355
Protein Gr 9,2
Lemak Gr 3,9
Karbohidrat Gr 73,7
Kalsium Mg 10
Fosfor Mg 256
Besi Mg 2,4
Vitamin A Standar Internasional 510
Vitamin B1 Mg 0,38
Air Gr 12
Sumber : Wikipedia

86
2.5 Taksonomi dan Morfologi Tanaman Jagung

Secara umum, jagung memiliki kandungan gizi dan vitamin. Di antaranya kalori,
protein, lemak, karbohidrat, kalsium, dan mengandung banyak vitamin.
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotiledon
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L (Sepriliyana, 2010).
Morfologi tanaman jagung
1. Akar
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m
meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah
cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang
membantu menyangga tegaknya tanaman. (Akbar, 2011)

86
Gambar 1. Akar Adventif Pada Gambar 2. Akar Tanaman Pada
Jagung (Aak,1993) Jagung Muda
(Aak,1993)

2. Batang Jagung
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu,
namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak
tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas
terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh
namun tidak banyak mengandung lignin. (Akbar, 2011)

86
Gambar 3. Batang Jagung
(Aak,1993)

3. Daun Jagung
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara
pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang
daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stomata pada daun
jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stomata
dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam
respon tanaman menanggapi defisit air pada selsel daun. (Akbar, 2011)

Gambar 4. Daun Jagung


(Aak,1993)

4. Bunga
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin)
dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas
bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh
sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak
tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning
dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. (Akbar, 2011)

86
Gambar 5. Bunga Jantan Gambar 6. Bunga Betina
(Subekti,2010) (Subekti,2010)

5. Tongkol

Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada
umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif
meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Buah Jagung siap panen Beberapa
varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut
sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan
2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).(Akbar, 2011)

Gambar 7. Tongkol
Jagung
(Azuar,2009)

2.6 Syarat tumbuh tanaman jagung


a) Iklim
Adapun faktor iklim yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman jagung
adalah sebagai berikut :
1) Suhu

86
Suhu yang sesuai untuk tanaman jagung antara 21°C – 30°C dengan suhu
optimum antara 23°C – 27°C, Untuk daerah-daerah di Indonesia, persyaratan
suhu tidak menjadi persoalan. Di Jawa Timur yang banyak membudidayakan
tanaman jagung, mempunyai suhu antara 25°C – 27°C. Daerah ini sangat cocok
untuk pertanaman jagung sehingga menjadi daerah jagung penting di
Indonesia.
Pada waktu perkecambahan biji, suhu optimal berkisar 30°C – 32°C; suhu
di bawah 12,8°C akan mengganggu perkecambahan sehingga dapat
menurunkan hasil. Pada suhu 40°C – 44°C lembaga (embrio) jagung dapat
rusak.
Keadaan suhu di Indonesia tidak menjadi masalah karena suhunya sudah
cukup optimal bagi pertumbuhan jagung. Namun, masa panen yang jatuh pada
musim kemarau akan lebih baik daripada pada musim penghujan. Hal ini
terutama berpengaruh pada lamanya masak biji dan mudahnya proses
pengeringan biji dengan menggunakan sinar matahari.
2) Ketinggian Tempat
Jagung dapat ditanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di
daerah pegunungan yang memiliki ketinggian tempat 1000 – 1800 m di atas
permukaan laut (dpl). Di Kenya, jagung dapat tumbuh baik pada ketinggian
1200 – 1800 m dpl. Jagung yang ditanam di dataran rendah di bawah 800 m
dpl juga masih memberikan hasil yang baik pula.
3) Kemiringan Lahan

Kemiringan lahan mempunyai hubungan dengan gerakan air pada


permukaan tanah. Lahan dengan kemiringan kurang dari 8% dapat ditanami
jagung, karena pada tingkat kemiringan tersebut sangat kecil kemungkinan
terjadinya erosi tanah. Namun air hujan yang berlebihan akan terbagi; sebagian
meresap ke dalam tanah dan sebagian lain mengalir ke bagian yang lebih
rendah.
Pada suatu daerah yang mempunyai tingkat kemiringan lebih dari 8%,
sebaiknya dibuat teras terlebih dahulu agar dapat menghambat terjadinya aliran
air yang cepat yang dapat membawa hara dari tanah yang dilewatinya.

86
Perpindahan hara bersama tanah yang dilalui aliran air yang sering disebut
erosi tanah, kemudian diendapkan di tempat yang lebih rendah. Tanah yang
telah tererosi tersebut akan menjadi tanah gersang, miskin hara sehingga untuk
pengolahan tanah berikutnya perlu diberikan tambahan pupuk.
4) Intensitas Cahaya/Penyinaran

Pertanaman jagung menghendaki sinar matahari langsung, oleh karena itu


jika ternaungi maka akan memberikan hasil yang kurang baik : batangnya
kurus dan lemah, tongkolnya ringan, dan hasilnya rendah.
Sinar matahari diperlukan sebagai sumber energi yang membantu dalam
proses fotosintesis. Pada proses fotosintesis, sinar matahari berperan langsung
pada pemasakan makanan yang kemudian ditranslokasikan ke seluruh bagian
tanaman. Hasil fotosintesis yang disalurkan ke calon buah menyebabkan calon
buah makin cepat berkembang dan pengisian buahpun makin bertambah baik,
tongkol semakin berisi sehingga hasil yang diharapkan dapat terwujud.
5) Curah Hujan

Tanaman jagung membutuhkan curah hujan relatif sedikit. Tanaman


jagung akan tumbuh normal pada curah hujan sekitar 250 – 5000 mm ; kurang
atau lebih dari angka ini akan menurunkan hasil jagung.
Kandungan air optimal untuk perkecambahan biji sekitar 25% – 60% dari
kapasitas lapangan; jika melebihi 60% maka akan mengganggu
perkecambahan. Setelah perkecambahan, kebutuhan airnya relatif sedikit,
sedangkan kebutuhan air terbanyak terjadi setelah tanaman jagung berbunga.
Hujan lebat dalam waktu sebentar pada stadia berbunga disusul penyinaran
matahari merupakan pengaruh baik untuk produksi jagung dibanding hujan
terus-menerus atau tidak ada hujan sama sekali.
Pada daerah yang curah hujannya merata dengan batas musim kemarau
yang kurang tegas, seperti di sebagian Jawa Barat dan Jawa Timur, maka
kebutuhan airnya cukup terpenuhi ,sehingga jagung dapat tumbuh dengan baik.
Namun sebagian daerah di Jawa Timur yang curah hujannya relatif rendah

86
karena musim kemarau yang lebih panjang maka produksi jagungnya relatif
lebih rendah.
Jumlah air yang diuapkan oleh satu tanaman jagung pada suhu 23°C
adalah 1,8 liter, makin tinggi suhu maka air yang diuapkan juga semakin
banyak. Pada suhu 27°C dapat menguapkan air sebanyak 3,1 liter. Meskipun
demikian, tanaman jagung juga mempunyai kemampuan yang tinggi untuk
mengambil air dari dalam tanah sehingga air yang diuapkan dapat diimbangi.
Oleh karena itu, penanaman jagung perlu tepat waktu, terutama pada daerah-
daerah yang bercurah hujan rendah.
b) Tanah
Jagung dapat ditanam di hampir semua jenis tanah, asalkan tanahnya
subur, gembur (sarang), dan kaya akan humus. Selain itu, drainase, aerasi, dan
pengelolaan yang baik akan membantu keberhasilan usaha tanaman jagung.
Berdasarkan hasil penelitian, pH tanah yang baik untuk pertumbuhan
jagung di Indonesia adalah antara 5,5 – 7,5, sedangkan yang paling baik adalah
pH 6,8. Pada tanah-tanah dengan pH rendah (kurang dari 5,5) pertumbuhan
tanaman jagung kurang baik, hal ini mungkin disebabkan karena keracunan ion-
ion alumanium. Pada pH tanah di atas 8,0 tanaman masih dapat tumbuh baik
asalkan tanah tersebut cukup mengandung zat hara terutama hara mikro.
Pada tanah-tanah dengan pH rendah, sebaiknya dilakukan pengapuran
dengan maksud menaikkan pH tanah : selain itu, akan menambah hara-hara
tanaman karena hara-hara yang tadinya terikat akan dilepas tanah ; juga dapat
menambah kalsium tanah yang berguna untuk pertumbuhan tanaman.
Adapun jenis-jenis tanah yang sesuai untuk pertanaman jagung adalah
sebagai berikut:

1) Tanah Andosol
Tanah andosol, yaitu tanah pegunungan yang berwarna hitam dan
berdebu adalah sesuai untuk pertumbuhan jagung, namun pH-nya harus
disesuaikan dengan persyaratan tumbuh tanaman jagung. Beberapa sifat
umum tanah andosol adalah : berwarna kelam, coklat sampai hitam, sangat
porous / sarang, sangat gembur,, struktur remah, terasa berminyak karena

86
mengandung bahan organik antara 8% – 30% dengan pH 4,5 – 6. Kandungan
C dan N tinggi tetapi nisbah C/N rendah, sedangkan kadar P rendah karena
terfiksasi kuat.
2) Tanah Latosol

Tanah-tanah latosol cocok untuk pertumbuhan tanaman jagung asalkan


keasaman tanah sesuai persyaratannya dan kaya akan humus. Ciri umum
tanah latosol adalah : bertekstur lempung sampai geluh, berstruktur remah
sampai gumpal lemah dan konsistensi gembur. Warna tanah merah, merah
kekuningan, coklat kemerahan, coklat, coklat kekuningan, dan merah ungu.
3) Tanah Grumosol

Tanah grumusol dapat ditanami jagung asalkan aerasi dan


draenasenya diperbaiki karena grumusol termasuk tanah berat. Nama
grumusol berasal dari istilah grumus yang berarti gumpal keras. Nama ini
diberikan untuk tanah lempung berwarna kelam yang bersifat fisik berat.
Jenis lempung yang terbanyak adalah monmorilonit sehingga daya
adsorbsinya tinggi. Umumnya jenuh akan basa terutama Ca dan Mg. pH-
nya sekitar 6,0 – 8,2 dan makin dalam makin alkalis. Hal ini menyebabkan
gerakan air dan keadaan aerasinya buruk. Kandungan bahan organiknya
sekitar 1,5% – 4,0%.
Tanah grumusol yang telah lama dijadikan tanah pertanian memiliki
kadar asam fosfat yang rendah. Dalam beberapa hal terdapat korelasi antara
kadar fosfat dan kadar kapur, artinya tanah yang kaya fosfat biasanya
alkalis, sehingga unsur hara tak siap untuk diserap.Tanah yang telah
berkembang, umumnya miskin unsur N dan kekurangan bahan organik.
Pada tanah-tanah semacam ini, bila curah hujan tinggi maka air
biasanya akan menggenangi tanah sehingga benih yang ditanam menjadi
busuk atau tanaman akan kekurangan udara sehingga tumbuhnya merana
karena akarnya menjadi busuk dan tidak dapat mengambil hara tanaman
dalam tanah yang berakibat daun-daun tanaman menjadi hijau pucat
kekuning-kuningan, kurus, dan akhirnya mati.

86
4) Tanah Berpasir
Tanah berpasir dapat ditanami jagung asalkan cukup air dan hara
tanaman untuk prtumbuhannya , sebab tanah semacam ini memiliki
porositas yang tinggi atau mudah meloloskan air secara perkolasi
(peresapan ke bawah).
5) Tanah Gambut

Pada tanah gambut jagungpun dapat tumbuh baik asalkan


kemasaman tanah diperbaiki, misalnya dengan pengapuran, karena tanah
gambut bereaksi masam (pH 3,0 – 5,0).
Gambut terbentuk jika humifikasi lebih besar daripada mineralisasi.
Hal ini terjadi dalam keadaan di mana tanaman mati lemas dalam air atau
bagian tanaman terendam air, membentuk endapan-endapan yang
mengandung bahan organik dalam persentasi yang sangat tinggi (lebih dari
65%). Bakteri anaerob menyelenggarakan proses pembusukan dan
penguraian sehingga terjadi dekomposisi membentuk humus.
Pengapuran sangat dianjurkan pada tanah-tanah yang pH-nya rendah
(kurang dari 5,5) apabila menghendaki pertanaman jagung yang baik. Pada
tanah-tanah di Indonesia terutama pada tanah-tanah yang pH-nya kurang
dari 5,5, pertumbuhan jagung kurang baik. Hal ini kemungkinan karena
keracunan ion-ion alumanium.
Tanah yang kaya bahan organik atau humus penting artinya karena
dari padanya diharapkan hara tanaman, dan juga karena kandungan
humusnya maka tanah tidak akan cepat kering pada musim kemarau karena
tanah mempunyai daya memegang air yang tinggi. (Anonymous, 2013)

2.7 Teknis Budidaya Jagung


2.4.1 Persiapan Benih
Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi, baik mutu
generik, Fisik, maupun fisiologisnya.berasal dari varietas unggul (daya
tumbuh besar, tidak tercampur benih/varietas lain, tidak mengandung
kotoran, dan tidak tercemar hama dan penyakit). Benih yang demikian dapat

86
diperoleh bila menggunakan benih bersertifikat. Pada umumnya benih yang
dibutuhkan sangat bergantung pada kesehatan benih, kemurnian benih dan
daya tumbuh benih. Penggunaan benih jagung hibrida biasanya akan
menghasilkan produksi yang lebih tinggi. (Tim Karya Tani Mandiri, 2010)
2.4.2 Persiapan Lahan
Menurut Rukmana (2006), Penyiapan lahan untuk tanaman jagung
dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu tanpa olah tanah (TOT) atau disebut
zerro tillage, pengolahan tanah minimum (Iminimum tillage), dan
pengolahan tanah maksimum (maksimum tillage).
Sistem TOT dapat dipraktikan pada bekas lahan tebang, cara
penyiapan lahan sistem TOT adalah melakukan pendongkelan sisa-sisa
pangkal batang tanaman sebelumnya, kemudian langsung ditanam benih
jagung. Keuntungan dari sistem TOT ini adalah menekan biaya pengolahan
tanah dan memperpendek waktu tanam. Pengolahan tanah minimum
(minimum tillage) dapat dipraktekkan pada tanah-tanah berpasir atau tanah
ringan.
Hasil penelitian para pakar pertanian menunjukkan bahwa pengolahan
tanah minimum pada tanah latosol dan andosol memberikan hasil jagung
yang tidak berbeda nyata dengan pengerjaan tanah cara petani. Cara
pengolahan tanah minimum adalah mencangkul tanah pada bidang yang
akan dijadikan barisan tanaman jagung hibrida sedalam 15 cm – 25 cm atau
sedalam mata cangkul hingga tanah menjadi gembur. Pengolahan tanah
minimum biasanya dilakukan karena waktu tanam mendesak. Cara ini pun
mempunyai keuntungan, antara lain dapat menekan biaya pengolahan tanah
dan mempercepat waktu penanaman, terutama menjelang musim kemarau
tiba.
Pada tanah – tanah berat, lakukan pengolahan tanah secara maksimal
(maksimum tillage), pengolahan tanah dilakukan dua kali atau lebih. Mula-
mula tanah dicangkul atau dibajak hingga strukturnya gembur. Tahap
berikutnya tanah diolah ulang sambil membentuk petakan atau guludan.

86
Adapun tujuan dari pengolahan tanah secara sempurna adalah sebagai
berikut:
1. Memperbaiki tekstur dan struktur tanah.
2. Memberantas gulma dan hama dalam tanah
3. Memperbaiki aerase dan drainase tanah
4. Mendorong aktifitas mikroorganisme tanah
5. Membuang gas-gas beracun didalam tanah

Berdasarkan ilustrasi tersebut, penyiapan lahan untuk kebun jagung


hibrida dapat dilakukan dengan sistem TOT, pengolahan tanah minimum,
dan pengolahan tanah sempurna yang disesuaikan dengan keadaan tanah
ataupun musim. Tata cara pengolahan tanah amat tergantung pada jenis atau
keadaan tanah amat tergantung pada jenis atau keadaan tanah. Pengolahan
tanah berat meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
1. Bersihkan pepohonan yang tidak berguna dan rumput-rumput liar dari
areal lahan.
2. Olah tanah dengan cara dicangkul atau dibajak dua kali sedalam 15 cm-
30 cm hingga tanah menjadi gembur.
3. Buat petakan – petakan atau guludan-guludan yang dilengkapi dengan
saluran parit keliling.
2.4.3 Penanaman
Penanaman jagung merupakan kegiatan pembenaman benih kedalam
tanah, dapat dilakukan secara manual atau dengan bantuan alat, dan mesin
pertanian (Tim Karya Tani Mandiri, 2010). Menurut Rukmana (2006),
Penanaman jagung pada umumnya dilakukan pada musim kering
(kemarau), meskipun demikian penanaman jagung kadang-kadang
dilakukan pada musim hujan. Jagung yang ditanam pada musim hujan
mengalami banyak hambatan, diantaranya terlalu jenuh air, resiko serangan
hama dan penyakit cukup tinggi, proses pengolahan pasca panen terganggu,
dan produksinya cenderung turun.
2.4.4 Pemeliharaan Tanaman Jagung

86
Pemeliharaan tanaman jagung meliputi kegiatan dilapangan (lahan)
meliputi kegiatan pokok sebagai berikut :
1. Penyiangan
Penyiangan merupakan kegiatan mencabut tanaman lain atau rumput
liar yang tumbuh di areal lahan yang digunakan sebagai penanaman
tanaman utama sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman utama.
Menurut Rukmana (2006), Rumput liar (Gulma) yang tumbuh diareal
lahan jagung merupakan pesaing dalam hal kebutuhan sinar matahari, air,
unsur hara (pupuk), dan lain-lain. Di samping itu rumput liar juga
merupakan tempat bersarangnya hama dan penyakit. Rumput liar harus
segera disiangi (dibersihkan). Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman
berumur ±15 hari setelah penanaman atau pertumbuhan tanaman setinggi
lutut.
Alat bantu penyiangan dapat menggunakan tangan, cored, cangkul, atau
alat lainnya. Cara penyiangan adalah dengan membersihkan atau mencabut
seluruh gulma secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman.
2. Pemupukan Susulan
Menurut Rukmana (2006), Selama pertumbuhan, tanaman jagung di
lahan membutuhkan ketersediaan unsur hara yang memadai. Untuk
memenuhinya dilakukan pemupukan. Jenis dan dosis pupuk yang tepat
untuk tanaman jagung harus mengacu kepada hasil analisis tanah ataupun
tanaman dilaboratorium. Oleh karena itu, dosis pupuk tanaman jagung dapat
berbeda antara satu daerah dengan daerah lain.
3. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama adalah hewan yang merusak tanaman atau hasil tanaman karena
aktivitas hidupnya, terutama aktivitas untuk memperoleh makanan. Hama
tanaman memiliki kemampuan merusak yang sangat hebat. Akibatnya
tanaman dapat rusak atau bahkan tidak menghasilkan sama sekali.
Sedangkan penyakit tanaman adalah gangguan pada tanaman yang
disebabkan oleh Mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut adalah virus,
bakteri, protozoa, jamur, dan cacing nematoda. Mikroorganisme ini dapat

86
menyerang organ tumbuhan seperti pada akar, batang, daun dan buah (Tim
Karya Tani Mandiri, 2010).
Menurut Rukmana (2006), Perlindungan tanaman yang dianjurkan
adalah pengendalian hama dan penyakit tanaman secara terpadu. Komponen
pengendalian hama dan penyakit terpadu meliputi pengendalian fisik, dan
mekanis, kultur teknis, biologis, dan kimiawi.
Pengendalian secara fisik dan mekanis dilakukan dengan cara – cara
sebagai berikut:
- Mengumpulkan dan memusnakan organisme hama atau penyakit secara
langsung.
- Mencabut atau memangkas bagian tanaman yang terserang hama dan
penyakit.
- Penjemuran atau pengeringan benih jagung sebelum ditanam.

Pengendalian secara kultur teknis dilakukan dengan mengatur


penanaman secara serempak, penggiliran (rotasi) tanam, pengelolaan tanah
yang sempurna, penyiangan gulma, pemupukan berimbang, dan perbaikan
aerase dan drainase tanah, pengendalian secar biologis dilakukan dengan
cara memanfaatkan musuhmusuh alami dari hama dan penyakit.
Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan menggunakan pestisida
selektif.

Prinsip pengendalian hama dan penyakit terpadu adalah


penggabungan beberapa cara pengendalian secara serasi dalam waktu
bersamaan ataupun tidak bersamaan untuk menekan populasi atau tingkat
kerusakan hama dan penyakit dibawah ambang ekonomi.

Beberapa jenis hama yang dilaporkan sering menimbulkan kerusakan


ekonomis, yaitu lalat bibit (Atherigona sp.), ulat grayak (Spodoptera sp.),
kumbang bubuk (Sithopillus sp.), kutu daun (Rhopalosiphum maydis),
penggerek batang (Ostrinia furmacalis), penggerek tongkol (Helicoverva

86
armigera), dan kumbang bubuk (Sitophillus sp.) (Tim Karya Tani Mandiri,
2010).

a. Lalat Bibit (Atherigona exigua)

Daerah sebaran : Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan NTT.


Tanaman inang: Jagung, Padi gogo, dan Sorgum.
Ciri- ciri hama:
- Lalat berukuran kecil, panjangnya 3 mm – 3,5 mm, dan bewarna
kelabu.
- Lalat meletakkan telur pada permukaan daun, kemudian telur
menetas setelah 2-3 hari.
- Larva berwarna cream bening berukuran 1,8 mm -2,2 mm.

Gejala serangan:
- Stadium hama yang menyerang adalah larva.
- Bagian yang diserang yaitu pangkal daun, pangkal batang, dan titik
tumbuh.
- Gejala serangan ditandai dengan adanya lubang-lubang kecil pada
daun, kemudian daun menguning, titik tumbuh layu, dan jika bagian
yang layu dicabut akan mudah lepas serta tampak busuk.
Pengendalian:
- Pergiliran tanaman dengan bukan tanaman ingan.
- Tanam serentak dengan selisih waktu kurang dari 10 hari.
- Penggunaan mulsa jerami 5 ton/ha untuk mengurangi jumlah
peletakan telur lalat.

86
- Perlakuan benih dengan insektisida Karbosulfan dosis 2,5 g/ kg
benih.
b. Hama Ulat Grayak (Spodoptera sp.)

Daerah sebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian


jaya.

Tanaman inang : Jagung , teki, kedelai, dan kacang-kacangan.

Ciri-ciri hama:

- Spodoptera sp. Ngengat bewarna coklat, Aktif dimalan hari.


- Telurnya berwarna putih sampai kekuning-kuningan, berkelompok.
- Tiap ekor bisa bertelur sampai 400 butir, periode telur 5 hari.
- Larva aktif dimalam hari, umur larva 31 hari, stadium kepompong 8
hari.

Gejala serangan:

- Daun berlubang – lubang sampai tinggal tulang daunnya.

Pengendaliannya:

- Pergiliran tanam
- Tanam serempak
- Sanitasi inang liar
- Penyemprotan dengan insektisida.
c. Hama Kumbang bubuk (Sithopillus sp.)

86
Daerah sebaran : Tersebar luas diseluruh dunia.

Tanaman inangnya : Padi, jagung, sorgum, dan kacang-kacangan.

Ciri-ciri hama:

- Kumbang Sitophillus sp. Merupakan jenis serangga Betina mampu


bertelir hingga 300 – 500 butir, periode telur 3 – 7 hari. Siklus
hidupnya sekitar 30 - 45 hari, serangga dewasa dapat bertahan hidup
selama 36 hari tanpa diberi makan.

Gejala serangan:

- Biji jagung berlubang – lubang dan bercampur kotoran serangga serta


banyak kumbang bubuk.
- Kumbang bubuk menyerang dari lahan sampai kegudang
penyimpanan.

Pengendalian:

- Pengeringan biji/benih kadar air 10 %.


- Sanitasi tempat penyimpanan biji.
- Pengasapan.
- Bahan nabati untuk dicampur biji sebelum disimpan : serbuk daun
putri malu, daun mendi, daun nimba, akar tuba, biji mahoni, dan
rimpong dringo dengan takaran 10-20 g/ kg biji.
- Perlakuan benih dengan insektisida Karbosulfan dosis 2,5 g/ kg benih.
d. Hama Penggerek batang (Ostrinia furmacalis)

86
Daerah sebaran : Asia, Eropa, dan Amerika.

Tanaman inang : Jagung, sorgum, terong, Amaranthus sp., Panicium sp.

Ciri-ciri hama:

- Ngengat bewarna coklat pucat sampai coklat gelap, berukuran


panjang 13,5mm dengan rentang sayap25 mm – 29 mm.
- Telur diletakkan secara berkelompok, antara 6 – 130 butir pada
permukaan bawah daun muda, dekat tulang daun.
- Telur berbentuk oval dan bewarna kuning pucat.
- Larva (ulat) yang baru keluar dari telur berwarna ungu, kemudian
setelah tumbuh sempurna berubah menjadi cream atau putih kotor.

Gejala serangan:

- Hama ini menyerang bagian daun, batang dan tongkol. Akibatnya


menimbulkan gejala bekas gerekan melintang dan kadang-kadang
memanjang.
- Gejala serangan yang khas adalah terdapatnya kotoran larva berupa
serbuk gergaji bewarna putih.

Pengendalian:

- Penanaman serempak
- Pergiliran (rotasi) tanaman yang bukan inang hama
- Sanitasi gulma / rumput liar.
- Aplikasi insektisida.
e. Hama penggerek tongkol (Helicoverva armigera)

86
Daerah sebaran : Diseluruh dunia termasuk indonesia.

Tanaman inang : Jagung, sorgum, terong, Amaranthus sp., Panicium sp.


Ciri-ciri hama:

- Imago (ngengat) berwarna sawo kekuning – kuningan dengan


berbintik – bintik dan bergaris bewarna hitam.
- Imago meletakkan telur pada rambut jagung , pucuk tanaman muda,
atau pucuk bunga jantan.
- Larva berbentuk silindris, panjangnya mencapai 3,5 cm, berwarna
hijau, ungu, kuning atau coklat.
- Ulat berkepompong dalam tanah.
- Daur siklus hidup berlangsung selama 52 – 58 hari.

Gejala serangan:

- Tongkol biji rusak atau bolong – bolong.


- Serangan berat menyebabkan tongkol dan biji yang terserang busuk
berulat, serta penurunan hasil hingga 20 %.

Pengendalian:

- Menanam varietas jagung yang kelobotnya menutup tongkol rapat.


- Menggunakan musuh alami hama dengan parasit telur
Trichogrammanana.
- Penyemprotan insektisida.
f. Belalang (Locusta sp., dan Oxya chinensis)

86
Gejala:
- Hama ini menyerang terutama di bagian daun, daun terlihat rusak
karena serangan dari belalang tersebut, jika populasinya banyak serta
belalang sedang dalam keadaan kelaparan, hama ini bisa
menghabiskan tanaman jagung sekaligus sampai tulang–tulang
daunnya.
Pengendalian:
- Secara kimiawi bisa dilakukan penyemprotan insektisida berbahan
aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau
lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.
g. Ulat Tanah (Agrotis sp.)

Gejala:
- Menyerang tanaman jagung muda di malam hari, sedangkan siang
harinya bersembunyi di dalam tanah. Ulat tanah menyerang batang
tanaman jagung muda dengan cara memotongnya, akhirnya tanaman
jagung mati.

86
Pengendalian:

- Dapat dilakukan menggunakan insektisida biologi dari golongan


bakteri seperti Bacilius thuringiensis atau insektisida biologi dari
golongan jamur seperti Beauvaria bassiana;
- Insektisida Dursban 20 EC, dengan dosis 2 ml tiap 1 liter air. Tiap
hektar dapat digunakan 500 liter larutan.
h. Kutu Daun (Mysus persicae)

Gejala:
- Hama ini mengisap cairan tanaman jagung terutama pada daun
muda, kotorannya berasa manis sehingga mengundang semut serta
berpotensi menimbulkan serangan sekunder yaitu cendawan jelaga.
Serangan parah menyebabkan daun tanaman mengalami
klorosis(menguning), serta menggulung. Kutu daun Mysus juga
menjadi serangga vektor penular virus mosaik.

Pengendalian:

- Dapat menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin,


imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau
lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Penyakit Pada Tanaman Jagung

Beberapa jenis penyakit yang merusak tanaman Jagung, gejala


kerusakan dan pengendaliannya adalah sebagai berikut:\

a. Penyakit bulai (Peronoscleropora sp)

86
Penyebab penyakit bulai adalah jamur atau cendawan
Peronoscleropora sp. Daerah sebaran penyakit ini diseluruh provinsi di
Indonesia, tanaman inang penyakit ini adalah jagung, sorgum, tebu, dan
beberapa jenis rumput - rumputan.

Gejala yang sering ditimbulkan pada penyakit ini adalah:

- Terjadinya garis – garis kuning pada daun jagung . Garis – garis kuning
tersebut berukuran lebar dan tertutup oleh tepung putih.
- Daun jagung yang terserang penyakit ini bewarna kuning kehijau-
hijauan, dan batangnya memendek.
- Bila tanaman jagung masih kecil (umur 1½ bulan) terserang penyakit ini
pertumbuhannya terhambat (kerdil) dan daun – daunya bewarna bulai
(bule, kuning keputih-putihan). Bila tanaman jagung manis dewasa yang
terserang penyakit ini, pembentukan tongkol terhambat, atau tidak
sempurna.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

- Menanam varietas jagung yang tahan terhadap varietas bulai, misalnya


varietas arjuna, wiyasa, kalingga, dan hibrida CP-1.
- Perlakuan benih (seed treatment) sebelum tanam dengan fungisida
Ridomil 35 SD sebanyak 5 g – 7 g per kg benih.
- Mencabut dan memusnahkan tanaman jagung manis yang sakit keras.
- Melakukan perbaikan aerase dan draenase tanah agar keadaan kebun
tidak lembab.

86
b. Penyakit bercak daun (Bipolaris maydis Syn.)

Penyebab penyakit bercak daun adalah cendawan (jamur)


Helminthosporium maydis Nissik.

Daerah sebaran penyakit ini tersebar luas diseluruh dunia. Tanaman


inang penyakit ini adalah tanaman jagung, sorgum, dan beberapa jenis
rumput – rumputan.

Gejala yang sering ditimbulkan pada penyakit ini yaitu:

- Pada daun jagung yang terserang penyakit ini timbul bercak – bercak
berukuran kecil, berbentuk bulat seperti lonjung, dan bewarna kuning
ditengahnya dikelilingi warna coklat.
- Bagian tanaman jagung yang sakit bewarna cokelat muda sampai
cokelat tua seperi jerami dan kebasah – basahan.
- Serangan berat dapat menyebabkan penurunan hasil hingga 50%.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

- Menanam varietas yang tahan terhadap serangan bercak daun.


- Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai akarnya (Eradikasi
tanaman) pada tanaman terinfeksi bercak daun.
- Penggunaan fungisida menggunakan bahan aktif mancozeb atau
karbendazim. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.
c. Penyakit karat daun (Puccinia polysora)

86
Penyebab penyakit karat daun adalah cendawan (jamur) Puccinia
polysora Undrew atau P.shorgi.

Daerah sebaran penyakit ini tersebar luas diseluruh dunia termasuk di


Indonesia. Tanaman inang penyakit ini yaitu tanaman jagung itu sendiri.

Gejala yang sering ditimbulkan pada penyakit ini yaitu:

- Pada permukaan daun jagung yang terserang penyakit ini timbul noda-
noda kecil bewarna merah karat dan terdapat tepung berwarna cokelat
kekuning – kuningan.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

- Menanam varietas jagung yang tahan terhadap puccinia.


- Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai ke akarnya (Eradikasi
tanaman) pada tanaman terinfeksi karat daun maupun gulma.
- Penyemprotan fungisida menggunakan bahan aktif benomil.
Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

86
d. Penyakit virus kerdil (Virus Mozaik)

Gejala yang ditimbulkan meliputi:


- Ditandai tanaman jagung menjadi kerdil, daun berwarna mosaik atau
hijau dengan diselingi garis-garis kuning, jika dilihat secara
keseluruhan tanaman tampak berwarna agak kekuningan mirip gejala
bulai namun permukaan daun bagian bawah maupun atas apabila
dipegang tidak terasa adanya serbuk spora. Penularan virus dapat
terjadi secara mekanis atau melalui serangga Myzus percicae dan
Rhopalopsiphum maydis secara nonpersisten. Tanaman jagung
terinfeksi virus ini umumnya menjadikan penurunan hasil secara
signifikan.
Pengendalian yang dapat dilakukan:
- Mencabut tanaman jagung terinfeksi virus seawal mungkin agar tidak
menjadi sumber infeksi bagi tanaman sekitarnya ataupun pertanaman
musim mendatang.
- Melakukan pergiliran tanaman, tidak menanam tanaman jagung
secara terus menerus di lahan yang sama.
- Penyemprotan pestisida apabila di lapangan populasi vektor cukup
tinggi. Dosis/konsentrasi tidak melebihi anjuran dalam kemasan.
- Tidak menanam benih jagung dari tanaman terinfeksi virus.

86
e. Penyakit busuk pelepah (Rhizoctonia solani)

Penyebab penyakit ini adalah cendawan Rhizoctonia solani.

Daerah sebaran penyakit ini tersebar luas diseluruh dunia.


Tanaman inang penyakit ini banyak jenis tanaman Cynodon dactylon,
sorgum, dan beberapa jenis rumput – rumputan.

Gejala yang sering ditimbulkan pada penyakit ini yaitu:

- Mula – mula pada pelepah timbul bercak- bercak bewarna salmon.


- Kemudian bercak meluas dan berupa warna menjadi abu – abu atau
putih.
- Di lapangan, intensitas serangan berkisar antar 10 % - 100%. Tanaman
tidak memberikan hasil bila penyakit telah menyerang tongkol.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

- Membersihkan sisa – sisa tanaman (sanitasi).


- Menanam pada awal musim kemarau.
- Membuang atau mencabut tanaman yang sakit berat.
- Aplikasi fungisida yang mangkus dan sangkil, seperti Delsene MX
200 atau Dithane M-45 dengan konsentrasi yang dianjurkan.

86
f. Penyakit Busuk Batang

Penyebab penyakit busuk batang ini adalah cendawan (jamur)


phytium sp.

Daerah sebaran penyakit ini tersebar luas diseluruh dunia. Tanaman


inang penyakit ini yaitu tanaman jagung , sorgum, gandum, oats, barley,
kapas, kedelai, dan lain – lain.

Gejala yang ditimbulkan adalah:

- Tanaman jagung terserang penyakit ini tampak layu atau kering


seluruh daunnya. Umumnya gejala tersebut terjadi pada stadia
generatif, yaitu setelah fase pembungaan. Pangkal batang terserang
berubah warna dari hijau menjadi kecoklatan, bagian dalam batang
busuk, sehingga mudah rebah, serta bagian kulit luarnya tipis. Pangkal
batang teriserang akan memperlihatkan warna merah jambu, merah
kecoklatan atau coklat. Penyakit busuk batang jagung dapat
disebabkan oleh delapan spesies/cendawan seperti Colletotrichum
graminearum, Diplodia maydis, Gibberella zeae, Fusarium
moniliforme, Macrophomina phaseolina, Pythium apanidermatum,
Cephalosporium maydis, dan Cephalosporium acremonium.

86
Pengendalian yang dapat dilakukan:

- Menanam varietas tahan serangan penyakit busuk batang.


- Melakukan pergiliran tanaman.
- Melakukan pemupukan berimbang, menghindari pemberian N tinggi
dan K rendah.
- Drainase baik.
- Pengendalian penyakit busuk batang (Fusarium) secara hayati dapat
dilakukan dengan cendawan antagonis Trichoderma sp.
g. Hawar Daun (Helmithosporium turcicum)

Gejala yang ditimbulkan:


- Awal terinfeksinya hawar daun, menunjukkan gejala berupa bercak
kecil, berbentuk oval kemudian bercak semakin memanjang
berbentuk ellips dan berkembang menjadi nekrotik (disebut hawar),
warnanya hijau keabu-abuan atau coklat. Panjang hawar 2,5-15 cm,
bercak muncul di mulai dari daun terbawah kemudian berkembang
menuju daun atas. Infeksi berat akibat serangan penyakit hawar daun
dapat mengakibatkan tanaman jagung cepat mati atau mengering.
Cendawan ini tidak menginfeksi tongkol atau klobot jagung,
cendawan dapat bertahan hidup dalam bentuk miselium dorman pada
daun atau sisa-sisa tanaman di lahan.
Pengendalian yang dapat dilakukan:
- Menanam varietas tahan hawar daun.
- Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai ke akarnya (Eradikasi
tanaman) pada tanaman terinfeksi bercak daun;
- Penyemprotan fungisida menggunakan bahan aktif mankozeb atau
dithiocarbamate. Dosis/konentrasi sesuai petunjuk di kemasan.
h. Busuk Tongkol

86
Penyakit busuk tongkol dapat disebabkan oleh beberapa jenis
cendawan antara lain:
1) Busuk tongkol Fusarium

Gejala:
- Gejala penyakit ini ditandai permukaan biji tongkol jagung berwarna
merah jambu sampai coklat, kadang-kadang diikuti oleh pertumbuhan
miselium seperti kapas berwarna merah jambu. Cendawan
berkembang baik pada sisa tanaman maupun di dalam tanah,
cendawan ini dapat terbawa benih, penyebarannya dapat melalui
angin atau tanah. Penyakit busuk tongkol Fusarium disebabkan oleh
infeksi cendawan Fusarium moniliforme.
2) Busuk Tongkol Diplodia

Gejala:
- Serangan busuk tongkol diplodia ditandai adanya warna coklat pada
klobot. Jika infeksi terjadi setelah 2 minggu keluarnya rambut
jagung menyebabkan biji berubah menjadi coklat, kisut.

86
- Akhirnya busuk. Miselium cendawan diplodia berwarna putih,
piknidia berwarna hitam tersebar pada kelobot. Infeksi dimulai dari
dasar tongkol berkembang ke bongkol kemudian merambat ke
permukaan biji serta menutupi kelobot. Cendawan dapat bertahan
hidup dalam bentuk spora dan piknidia berdinding tebal pada sisa
tanaman di lahan. Gejala busuk tongkol Diplodia disebabkan oleh
infeksi cendawan Diplodia maydis.
3) Busuk tongkol Gibberella

Gejala:
- Serangan dini pada tongkol jagung dapat menyebabkan tongkol
jagung menjadi busuk, kelobotnya saling menempel erat pada
tongkol, serta buahnya berwarna biru hitam di permukaan kelobot
maupun bongkol. Gejala busuk tongkol Gibberella disebabkan oleh
infeksi cendawan Gibberella roseum.
Pengendalian:
- Menggunakan pemupukan berimbang;
- Tidak membiarkan tongkol terlalu lama mengering di lahan, jika
musim hujan bagian batang di bawah tongkol dipotong agar ujung
tongkol tidak mengarah ke atas;
- Pergiliran tanaman mengunakan tanaman bukan termasuk padi-
padian, karena patogen ini mempunyai banyak tanaman inang.

86
2.4.5 Panen dan Pasca Panen Jagung
1. Panen
1) Ciri dan umur panen
Panen jagung dilakukan setelah berumur 3 bulan, tergantung dari jenis
bibit yang digunakan dan yang diharapkan pada saat penanaman, untuk
jagung sendiri pemanenan dapat dilakukan pada saat muda maupun sudah
tua, untuk panen muda jagung disebut dengan baby corn biasa dijual untuk
sayur, sedangkan panen tua dapat dijual secara langsung kepada konsumen
atau dapat diolah menjadi tepung jagung dan lain sebagainya. Dalam hal ini
pemanenan jagung secara umum adalah berumur 3 bulan. Ciri-ciri jagung
yang siap dipanen:
a. Rambut jagung berwarna coklat kehitaman.
b. Biji jagung memiliki kadar air yang sedikit apabila dipencet.
2) Cara panen
Tata cara panen pada jagung adalah memilih jagung yang menunjukkan
tanda-tanda siap untuk dipanen. Dengan menebas seluruh batang pada
jagung, dapat dilakukan juga dengan pemetikan buah saja, akan tetapi dapat
dilakukan dengan praktis adalah menebas seluruh batang jagung dan
melakukan pemilihan buah jagung yang bagus dan tanpa penyakit, untuk
batang tanaman jagung dapat dijual atau digunakan sebagai pakan ternak.
3) Periode panen
Tanaman jagung dipanen setelah berumur kurang lebih 3 bulan, dan
untuk pemanenan hanya dibutuhkan 1 kali panen.
4) Prakira produksi panen
Tabel 2. Perkembangan Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Jagung
di Indonesia, 2004–2013
Tahun Luas Panen (ha) Produktivitas Produksi (ton)
(ton/ha)
2004 3.356.914 3,34 11.225.243
2005 3.625.987 3,45 12.523.894
2006 3.345.805 3,47 11.609.463
2007 3.630.324 3,66 13.287.527
2008 4.003.313 4,08 16.323.922

86
2009 4.160.659 4,24 17.629.740
2010 4.131.676 4,44 18.327.636
2011 3.861.433 4,57 17.629.033
2012 3.957.595 4,90 19.387.022
2013 3.821.504 4,84 18.511.853
(r %/thn) 1,71 4,61 6,32
Sumber: www.bps.go.id (2004–2013)

Potensi per hektar dari jagung dapat dilihat dari tabel di atas.
2. Pasca Panen
Jagung termasuk komoditi yang mudah rusak, susut dan cepat busuk.
Oleh karena itu, setelah panen memerlukan penanganan pascapanen yang
memadai.
1) Pengumpulan
Setelah panen dilakukan pengumpulan buah ditempat penampungan
hasil atau gudang sortasi.
2) Penyortiran dan Penggolongan
Kegiatan sortasi dimulai dengan memisahkan jagung yang rusak, memar,
busuk, dan tidak normal secara tersendiri dari buah yang bagus dan normal.
Klasifikasi jagung berdasarkan bentuk dan ukuran yang seragam, jenis
maupun tingkat kematangannya.
3) Penyimpanan
Penyimpanan dilakukan pada saat harga jagung turun dengan cara
dikeringkan ataupun dapat diolah sehingga lebih tahan lama.
4) Pengemasan dan Pengangkutan
Kegiatan pengemasan dapat dilakukan setelah dipilih (sortasi) berdasarkan
tingkat kerusakannya agar seragam. Kemudian jagung dapat dimasukkan
dalam keranjang bambu atau peti kayu dengan ukuran wadah pengemasan
60 x 30 x 30 cm yang diberi lubang ventilasi. Proses pengangkutan dimulai
dengan memasukkan peti kemas secara teratur pada alat pengangkutan,
jagung dapat diangkut dan dipasarkan ke tempat pemasaran.

86
2.4.6 Pemasaran
Pemasaran berhubungan dengan mengidentifikasi dan memenuhi
kebutuhan manusia dan masyarakat. Asosiasi Pemasaran Amerika
mendefinisikan pemasaran yaitu sebagai satu fungsi organisasi dan
seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan
menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan
dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya.
Pemasaran harus dapat menafsirkan kebutuhan - kebutuhan konsumen
dan keinginan konsumen sehingga apa yang diproduksi oleh perusahaan
dapat terserap oleh pasar atau konsumen. Pemasaran adalah satu fungsi
organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan,
mengkomunikasikan dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan
mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan
organisasi dan para pemiliki sahamnya (Kotler dan Keller, 2007: 6).
Berdasarkan definisi di atas dapat digambarkan bahwa kegiatan
pemasaran itu sangat luas. Tidak saja menjual barang dan jasa melainkan
segala aktivitas yang berhubungan dengan arus barang dan jasa dari tangan
produsen sampai ke tangan konsumen akhir. Dengan demikian, kegiatan
pemasaran itu dilakukan baik sebelum maupun sesudah pertukarannya
ditujukan untuk memberikan kepuasan baik kepada penjual maupun
pembeli.
Pemasaran produk jagung perlu diperhatikan agar kualitas produk tetap
terjaga. Karakteristik produk jagung memerlukan penanganan pemasaran
yang berbeda dengan produk yang lain. Pemasaran jagung merupakan aspek
penting dalam sebuah bisnis. Pemasaran jagung tidak terfokus pada
bagaimana produk dapat terjual, namun bagaimana produsen dapat
memenuhi kebutuhan konsumen dan bagaimana produsen memperluas
jaringan pemasaran.
Peranan Pemasaran dalam Masyarakat
Pemasaran mempunyai peranan yang penting dalam masyarakat karena
pemasaran menyangkut berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang ekonomi

86
dan sosial. Menurut Assauri (2013) pemasaran memiliki empat peranan
dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut:
1) Peranan Pemasaran dalam Memenuhi Kebutuhan dan Keinginan
Manusia
Kegunaan suatu produk dilihat dari teori ekonomi adalah
ditimbulkan dari kegunaan karena bentuk, kegunaan karena tempat,
kegunaan karena waktu, dan kegunaan karena kepemilikan. Sebagian
besar usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia
dilakukan melalui pemasaran. Hal ini disebabkan Karena proses
pemasaran menambah nilai guna dari produk yang ada, yaitu kegunaan
karena tempat, kegunaan karena waktu, dan kegunaan karena
kepemilikan. Jadi fungsi pemasaran, seperti pembelian, penjualan,
pengangkutan, dan penggudangan, merupakan proses untuk menambah
kegunaan produk yang ada.
2) Peranan Pemasaran dalam Mengalirkan Produk Dari Produsen Ke
Konsumen
Pada dasarnya pemasaran suatu barang mencakup perpindahan
dari dua hal, yaitu aliran fisik barang itu sendiri dan aliran kegiatan
transaksi untuk barang tersebut. Aliran kegiatan transaksi merupakan
rangkaian kegiatan transaksi, mulai dari penjual produsen sampai kepada
pembeli konsumen akhir. Mengalirnya produk dari produsen sampai
ke tangan konsumen dilakukan dengan menggunakan peralatan
pengangkutan atau transportasi dan fasilitas pergudangan. Kegiatan
pemasaran dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bidang kegiatan, yaitu
kegiatan transaksi atau transfer, kegiatan suplai fisik, dan kegiatan yang
mempermudah arus transaksi dan arus barang. Didalam masing-masing
bidang terdapat beberapa kegiatan yang dirincikan sebagai berikut:
1. Bidang kegiatan transaksi atau transfer yang meliputi:
a. Pembelian (Buying)
Kegiatan yang termasuk fungsi pembelian dalam pemasaran
terdiri dari berbagai kegiatan yang berbeda, tetapi saling

86
berhubungan, yang dijalankan oleh produsen, pedagang besar,
dan pengecer. Kegiatan ini meliputi penyusunan dan implementasi
dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur penentuan
kebutuhan dan keinginan konsumen, pemilihan sumber-sumber
suplai, pengujian ketepatan tersedianya barang, negosiasi harga saat
pengiriman, dan hal-hal lain yang menyangkut pemindahan hak atau
transaksi.

b. Penjualan (Selling)
Kegiatan penjualan merupakan kegiatan pelengkap atau
suplemen dari pembelian, untuk memungkinkan terjadinya
transaksi. Kegiatan penjualan terdiri dari serangkaian kegiatan yang
meliputi penciptaan permintaan (demand), menemukan pembeli,
negosiasi harga, dan syarat-syarat pembayaran.
2. Bidang kegiatan suplai fisik, yang meliputi:
a. Pengangkutan (Transportation)
Didalam transaksi pembelian dan penjualan terdapat kegiatan
pemindahan produk yaitu jagung. Dalam transaksi terjadi
perpindahan hak milik yang menimbulkan perpindahan lokasi
barang, yang merupakan fungsi pengangkutan. Oleh karena itu
seluruh kegiatan atau proses pemasaran terdapat kegiatan atau fungsi
pengangkutan. Pelaksanaan fungsi pengangkutan mempunyai
sasaran untuk dapat memindahkan barang ke tempat tujuan
yang diharapkan tepat dalam jumlah, waktu, dan mutu dengan
biaya yang seminimal mungkin. Oleh karena itu, penekanan
pelaksanaan fungsi pengangkutan tidak hanya dari efisiensinya
tetapi juga efektivitasnya.
b. Pergudangan/Penyimpanan (Storage)
Jasa pergudangan dibutuhkan untuk menciptakan daya guna
karena waktu. Kegunaan ini timbul karena waktu dibutuhkannya
suatu produk tidak sama dengan waktu diproduksinya, atau

86
jumlah yang dibutuhkan dari suatu saat tidak sama dengan jumlah
yang dihasilkan dari saat tersebut. Karena perbedaan periode waktu
tersebut, maka dibutuhkan proses pemasaran dengan beberapa
fungsi terutama pergudangan.
3) Bidang kegiatan penunjang untuk memperlancar arus kegiatan
transaksi dan arus barang, yang meliputi:
a. Penjajaan (Merchandising)
Penjajaan dilakukan dengan menampilkan produk jagung dalam
mengenalkan dan menunjukan, juga mendemonstrasikan dan
menjelaskan identifikasi serta ciri-ciri produk. Fungsi penjajaan
menyangkut bermacam-macam strategi yang perlu dilakukan oleh
pengusaha untuk memungkinkan terjadinya transaksi jual-beli.
b. Standarisasi dan Grading
Fungsi ini merupakan penunjang bagi keberhasilan atau kelancaran
terjadinya transaksi, yang menyebabkan perpindahan hak dan
perpindahan fisik barang. Kedua kegiatan standarisasi dan grading ini
sangat erat hubungannya. Dengan menentukan batas-batas dasar untuk
tingkat atau grade dari produk yang merupakan dasar pemilihan
produk untuk kegiatan pengolahan lebih lanjut atau dasar pemenuhan
tingkat kepuasan konsumen. Jadi yang dimaksud dengan grading adalah
pemilihan nyata dari suplai barang atau produk menurut standar yang
telah ada, atau yang telah disusun.
c. Pembelanjaan (Financing)
Fungsi pembelanjaan mencakup pengelolaan sumber dan
pengalokasian dana, termasuk pengaturan syarat-syarat pembayaran atau
kredit yang dibutuhkan dalam rangka usaha untuk memungkinkan
barang atau produk mencapai konsumen akhir atau pemakai industri.
Dalam mengatasi kebutuhan dana bagi pelaksanaan kegiatan pemasaran,
terdapat banyak bantuan untuk memenuhi fungsi pembelanjaaan ini,
seperti lembaga keuangan, perbankan, dan perusahaan dagang yang
memberikan cicilan.

86
d. Penanggungan risiko (Risk Taking)
Dalam pemasaran barang dan jasa selalu terdapat sejumlah risiko
yang tidak dapat dihindarkan. Risiko yang terdapat dalam pemasaran
mencakup penurunan mutu (deterioration), penuaan (obsolescence),
kehilangan atau pencurian, kerusakan, tidak berharga lagi, perpanjangan
kredit, dan perubahan penawaran atau permintaan, yang semuanya itu
mempunyai dampak terhadap harga. Risiko ini terutama disebabkan
pergerakan atau perpindahan barang melalui saluran pemasaran sering
memakan waktu, sehingga terjadi perubahan harga.
e. Informasi pasar (Market Information)
Untuk dapat menentukan produk yang akan dihasilkan dengan
tepat, dibutuhkan informasi, baik dari konsumen maupun informasi
mengenai perusahaan pesaing lainnya. Kegiatan diatas sering disebut
sebagai fungsi pemasaran.
4) Keterkaitan antara Pemasaran dengan Industrialisasi
Industri pabrik atau manufaktur melakukan proses pengolahan
bahan baku atau masukan (input) dengan meningkatkan daya guna
karena bentuk menjadi keluaran (output). Dengan adanya industrialisasi,
proses pengolahan dilakukan secara massa menggunakan dasar
spesialisasi, sehingga dapat dihasilkan hasil produksi secara besar-
besaran. Keterkaitan antara pemasaran dan industri, terlihat pula dalam
pelaksanaan kegiatan ekonomi untuk meningkatkan kemakmuran
masyarakat, dimana masing-masing orang tidak membuat atau
menghasilkan seluruh produk yang dikonsumsinya.
5) Peranan Pemasaran dalam Kegiatan Ekonomi
Pemasaran diartikan sebagai kegiatan untuk meningkatkan
kemakmuran ekonomi seluruh masyarakat. Pemasaran makro merupakan
suatu proses sosial ekonomi yang berkaitan dengan mengalirnya barang
dan jasa secara ekonomis dari produsen ke konsumen, sehingga secara
efektif dapat memenuhi permintaan yang heterogen dengan kemampuan

86
penawaran atau suplai yang heterogen dan dapat memenuhi tujuan-
tujuan masyarakat jangka pendek maupun jangka panjang.
2.4.7 Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran produksi jagung mencakup perencanaan, strategi
dari seluruh kegiatan produsi. Manajemen pemasaran dapat terjadi disebuah
organisasi dalam hubungan dengan pasarnya dan juga untuk mempengaruhi
tingkat, jangkauan, waktu dan komposisi permintaan dalam suatu cara
sehingga membentuk organisasi untuk mencapai sasarannya.
Manajemen Pemasaran adalah seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan
mendapatkan, menjaga, dan menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan,
menyerahkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul (Kotler
dan Keller, 2007: 6).
Sedangkan menurut Saladin (2007:3), pengertian manajemen
pemasaran adalah ”Analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian
program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan
mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran
dengan maksud mencapai tujuan-tujuan organisasi”.
Maka dengan demikian dapat dilihat bahwa proses manajemen
pemasaran akan meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. Jadi dapat
dilihat bahwa manajemen pemasaran lebih menekankan dari fungsi
penganalisaan perencanaan atau penerapan serta pengawasannya. Untuk
membuat suatu rencana, fungsi penganalisaan sangat penting agar rencana
yang dibuat dapat lebih matang dan tepat. Dari segi lain, penerapan
merupakan kegiatan untuk menjalankan rencana, sedangkan fungsi terakhir
dari manajemen adalah pengawasan, yaitu fungsi pengendalian segala
macam aktivitas agar tidak terjadi penyimpangan. Jadi fungsi ini untuk
menghadiri adanya penyimpangan yang mungkin terjadi.
Proses Manajemen Pemasaran
Proses manajemen Pemasaran terdiri dari analisis peluang-peluang
pasar, penelitian dan pemulihan pasar sasaran, pengembangan strategi

86
pasar, perencanaan program pasar, pengorganisasian dan pelaksanaan
serta pengendalian upaya pemasaran (Kotler, 2007).
Proses manajemen pemasaran tersebut secara sistematis
dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 1. Proses Manajemen Pemasaran

2.4.8 Segmentasi, Targetting, dan Positioning (STP)


STP merupakan salah satu langkah awal dalam membuat strategi
pemasaran modern. STP dilakukan sebagai perencanaan awal dari
manajemen pemasaran. Terdiri dari segmentasi pasar, targetting serta
positioning.
Menurut Tjiptono (2007), tujuan utama dilakukannya segmentasi pasar,
targeting, dan positioning adalah menempatkan suatu produk atau pun
merek didalam benak konsumen sehingga produk atau merek tersebut
memiliki keistimewaan atau keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Sebuah produk dipilih oleh konsumen karena keunikan ataupun perbedaan
produknya.
1) Segmentasi
Segmentasi memberikan peluang bagi perusahaan untuk
menyesuaikan produk atau jasanya dengan permintaan pembeli secara
efekitif. Kepuasan konsumen dapat ditingkatkan dengan memfokuskan

86
segmentasi.
Menurut Kotler dan Keller (2009) segmen pasar terdiri dari
sekelompok pelanggan yang memiliki sekumpulan kebutuhan dan
keinginan yang sama. Segmentasi bisa disesuaikan secara
menguntungkan untuk mengenali perbedaan pelanggan. Berikut
merupakan empat macam dari segmentasi:
a. Segmentasi Geografis, memerlukan pembagian pasar
menjadi beberapa unit geografis seperti negara, negara bagian,
wilayah, kabupaten, kota, atau lingkungan sekitar.
b. Segmentasi Demografis, pemasar membagi pasar menjadi
kelompok- kelompok berdasarkan variabel seperti usia, ukuran
keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan,
pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kebangsaan, dan
kelas ssial.
c. Segmentasi Psikografis, pembeli dibagi menjadi
kelompok berdasarkan sifat pskologis/kepribadian, gaya hidup atau
nilai.
d. Segmentasi Perilaku, pemasar membagi pembeli menjadi
beberapa kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap,
penggunaan, atau respon terhadap sebuah produk.
2) Targetting
Setelah perusahaan mengidentifikasi peluang segmen pasarnya,
perusahaan harus memutuskan berapa banyak dan segmen pasar mana
yang akan dipilih, hal ini biasa disebut sebagai targeting (Kotler dan
Keller, 2009).
Menurut Kasali (2003) targeting atau tahap menetapkan target
pasar adalah tahap selanjutnya dari analisis segmentasi. Produk dari
targeting adalah target market (pasar sasaran), yaitu satu atau beberapa
segmen pasar yang akan menjadi fokus kegiatan-kegiatan pemasaran.
Kadang-kadang targeting juga disebut selecting karena marketer
harus menyeleksi. Menyeleksi disini berarti marketer harus memiliki

86
keberanian untuk memfokuskan kegiatannya pada beberapa bagian saja
(segmen) dan meninggalkan bagian lainnya.
3) Positioning
Positioning merupakan kerangka bagaimana kepala manusia
bekerja dalam proses komunikasi. Strategi positioning merupakan
strategi yang berusaha menciptakan diferensiasi yang unik dalam benak
pelanggan sasaran, sehingga terbentuk citra (image) merek atau produk
yang lebih unggul dibandingkan merek/produk pesaing (Tjiptono,
2007).
Menurut Kotler dan Keller (2009) mendefinisikan positioning
sebagai tindakan tindakan merancang penawaran dan citra
perusahaan agar mendapatkan tempat khusus dalam pikiran pasar
sasaran. Tujuannya adalah menempatkan merek dalam pikiran
konsumen untuk maksimalkan manfaat potensial bagi perusahaan.
Kasali (2003) mendefinisikan positioning sebagai
strategi komunikasi untuk memasuki jendela otak konsumen,
agar produk/merek/nama pemasar mengandung arti tertentu yang
dalam beberapa segi mencerminkan keunggulan terhadap
produk/merek/nama lain dalam bentuk hubungan asosiatif.
2.4.9 Bauran Pemasaran
Menurut Kotler dan Keller (2009:15) mengemukakan definisi bauran
pemasaran (marketing mix) adalah sekumpulan alat pemasaran yang dapat
digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam
pasar sasaran. Sedangkan Zeithaml dan Bitner (dalam Hurriyati, 2008:48)
mengatakan bahwa bauran pemasaran adalah elemen-elemen organisasi
perusahaan yang dapat dikontrol oleh perusahaan dalam melakukan
komunikasi dengan konsumen dan akan dipakai untuk memuaskan
konsumen.
Unsur-unsur Bauran Pemasaran Jasa menurut Zeithaml dan Bitner yang
dikutip dalam Hurriyati (2008:47) terdiri dari :
1. Produk (Product)

86
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan meliputi
barang fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan gagasan.
2. Harga (Price)
Yaitu jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk
memperoleh produk atau jasa.
3. Promosi (Promotion)
Aktivitas yang mengkomunikasikan produk dan membujuk
pelanggan sasaran untuk membelinya.
4. Tempat atau Lokasi (Place)
Termasuk aktivitas perusahaan untuk menyalurkan produk atau
jasa yang tersedia bagi konsumen.
5. Orang (People)
Semua perilaku yang memainkan sebagai penyajian jasa dan
karenanya mempengaruhi persepsi pembeli. Yang termasuk dalam
elemen ini adalah personil perusahaan dan konsumen lain dalam
lingkungan jasa.
6. Proses (Process)
Meliputi prosedur, tugas-tugas, jadwal-jadwal, mekanisme,
kegiatan dan rutinitas dimana suatu produk atau jasa disampaikan
kepada pelanggan.
7. Bukti Fisik (Physical Evidence)
Merupakan lingkungan fisik dimana jasa disampaikan, perusahaan
jasa dan konsumennya berinteraksi dan setiap komponen yang berwujud
memfasilitasi penampilan atau komunikasi jasa tersebut.
Menurut Zeithml dan Bitner yang dikutip oleh Ratih Hurriyati (2008;49)
konsep bauran pemasaran tradisional (traditional marketing mix) terdiri dari 4P
yaitu product, price, promotion, place. Untuk pemasaran jasa perlu bauran
pemasaran (expanded marketing for services) dengan penambahan unsur non-
traditional marketing mix, yaitu people, process, dan physical evidance, menjadi
tujuh unsur (7P). Dari tujuh bauran pemasaran tersebut saling berhubungan dan
mempunyai suatu bauran yang optimal sesuai dengan karakteristik segmennya.

86
BAB III
METODE PELAKSANAAN

3.1 Waktu dan Tempat


Praktik Kerja Lapangan I dilakukan pada tanggal 12 Februari 2018 sampai
dengan tanggal 12 Mei 2018 yang berlokasikan di Desa Marok Kecil Kecamatan
Singkep Selatan Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau.

3.2 Jenis Kegiatan


Kegiatan PKL I tahun Akademik 2017/2018 tefokus pada kegiatan UPSUS
PAJALE dan SIWAB yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pertanian
Khususnya pada wilayah perbatasan dengan menempuh cara kerjasama dengan
Pemerintah Kabupaten Lingga, sehingga menerjunkan Mahasiswa STPP disamping
proses menerapkan Kurikulum maka mahasiswa juga melakukan pendampingan.
Tabel 2. Jenis kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa disajikan pada tabel
berikut:
NO Waktu Kegiatan Rincian Kegiatan Keterangan

1. Minggu 1 Kegiatan pendampingan - Survey lahan - Mengetahui


dan 2 dan Identifikasi Potensi persawahan desa lahan
Wilayah Marok Kecil percetakan
bersama dengan sawah dan
petani dan kegiatan
Babinsa petani desa
- Kegiatan Marok
Penanaman dan Kecil.
pembelajaran - Pemanfaatan
inovasi pertanian dan display
dan peternakan inovasi
- Menggali data teknologi
dari dinas, pertanian
penyuluh, dari pihak
petani/peternak mahasiswa

86
- Data Geografis bersama
dan dengan
Kelembagaan petani.
Masyarakat. - Data potensi
- Menggali data wilayah
dari masyarakat baik data
setempat. primer
- Kegiatan maupun
penyuluhan data
sekunder.
2. Minggu 3 Kegiatan pendampingan - Melakukan - Data potensi
dan 4 dan Identifikasi Potensi penyuluhan di wilayah
Wilayah bidang pertanian baik data
maupun primer
peternakan maupun ata
dalam rangka sekunder.
memperkenalkan
ilmu-ilmu
pertanian kepada
petani.
- Penggalian data
sekunder
3. Minggu Kegiatan - Ketersediaan agro - Pemilihan
5dan 6 Pendampingan bersama Input, agro dan
Petani dan Identifikasi Produksi/agro Penjaringan
Data Primer farm Ide Bisnis.
- Konsultasi
pembimbing

4. Minggu 7 Pendampingan dan - Sub sistem agro - Rencana


dan 8 Identifikasi Data Primer industri Tema
- Sub sistem agro Usaha yang
niaga akan

86
- Konsultasi dilakukan
pembimbing
5. Minggu 9 Kegiatan - Penetapan usaha - Terpilihnya
Pendampingan dan agribisnis segmen
Kegiatan Penetapan - Konsultasi usaha
tema rencana usaha pembimbing agribisnis
pada
komoditi
tertentu.
6. Minggu Penyusunan Business - Menyusun Penyusunan
10 plan Rencana Usaha Business plan
- Penyusunan
gambaran detail
usaha
berdasarkan IPW
yang telah
dilaksanakan.
- Melakukan
Analisis pasar,
pesaing, dan
pemasaran
berdasarkan
Bauran
Pemasaran
Marketing Mix
7. Minggu Penyusunan Rencana - Manajemen Penyusunan
11 Usaha Agribisnis organisasi usaha Business plan
Income - Analisis finansial
Generating/peningkatan atau keuangan
pendapatn(Business dalam proses
Plan) berjalannya
usaha
- Analisis

86
Kelayakan Usaha
Agribisnis
budidaya dari
komoditi yang
telah dipilih
8. Minggu Peninjauan Business - Peninjauan ulang Business plan dan
12 plan business plan draft Laporan PKL
- Penyusunan 1
Laporan
Kegiatan PKL 1
- Konsultasi
pembimbing
9 Minggu Akhir Kegiatan Praktik - Kegiatan akhir Business plan
13 Kerja Lapangan. dari penyusunan
Business Plan
atau Finalisasi
business plan dan
Laporan
Kegiatan PKL 1
10 Prakiraan - Ujian PKL I dan Laporan Praktik
Minggu Presentasi Hasil. Kerja Lapangan 1
14 dan Bussines Plan.

Jenis kegiatan dari perencanaan bisnis budidaya jagung dilakukan dengan


observasi dan praktek dilapangan. Secara khusus, elemen kompetensi diawali dari
mengenali secara nyata kondisi agribisnis perunit agribisnis dan bisnis inti dari usaha
yang telah direncanakan, menganalisis masalah pada unit usaha, merumuskan
pemecahan masalah usaha serta pembuatan rencana usaha atau business plan.
Berikut adalah tabel materi kegiatan perencanaan bisnis budidaya jagung:
Tabel Kegiatan Perencanaan Bisnis Budidaya Jagung

86
Kegiatan Metode Pelaksananan Keterangan
No
a. Pemasaran
b. Keuangan
c. Produksi
d. Sumber Daya
Analisa Manusia
1
Usaha e. Rencana
Pengemembanga
n
Dampak Resiko
Usaha
Pengenalan Wawancara dan Diskusi
Profil Unit Promosi Produk
Usaha
(dalam
2
konteks dari
produk yang
telah
dihasilkan)
a. Persiapan Bibit Observasi dan Evaluasi Bulan 1-3
b. Penanaman kegiatan
Budidaya c. Pemupukan
Tanaman d. Pemeliharaan
3
Jagung e. Pengendalian
Hama Penyakit
f. Panen
a. Pengumpulan Observasi dan Evaluasi Bulan 3
b. Pensortiran kegiatan
Pasca Panen
3 c. Pengepakan
Jagung
d. Penyimpanan
e. Pengangkutan

86
a. Persyaratan Diskusi Dan Bulan 3-4
4 Pemasaran Transakasi Observasi
b. Proses Transaksi

3.3 Hasil yang diharapkan


a) Pihak yang terkait
Hasil yang diharapkan dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL I) yang
dilakukan di wilayah perbatasan khususnya wilayah kabupaten lingga yang telah
bekerjasama dengan Kementerian Pertanian adalah dapat terwujud dan tercapainya
program yang telah disusun sesuai dengan yang diharapkan baik dari pihak
pemerintah setempat dan program yang telah diusung dari Kementerian Pertanian.
b) Pihak Mahasiswa
Dengan adanya PKL I hasil yang diharapkan dari mahasiswa selain
menerapkan ilmu yang diperoleh dari kampus dapat diaplikasikan di lapangan
adalam mahasiswa juga memperoleh ilmu dan pengalaman yang lebih banyak lagi
sehingga juga dapat tersusunnya Rencana Usaha terkait bidang yang telah dipilih.
Sehingga program pemberdayaan masyarakat dan program pemerintah dapat
dilakukan secara maksimal dan seluruh yang diharapkan dapat tercapai.

3.4 Prosedur Pelaksanaan

3.4.1 Melakukan Paktik Kerja Lapangan dan Pendampingan


Setiap mahasiswa yang ditugaskan di daerah masing-masing melakukan
berbagai kegiatan berdasarkan pedoman PKL dan pengarahan supervisor atau
pembimbing dari masing-masing mahasiswa.

3.4.2 Membuat Laporan harian

86
Selama PKL setiap mahasiswa harus mencatat semua kegiatan yang
dilakukan ditemoat pendampingan desa masing-masing pada log book yang
telah disediakan.

3.4.3 Pembuatan Laporan PKL


Setiap mahasiswa harus membuat laporan sesuai dengan materi PKL
selama berlangsungnya Praktik Kerja Lapangan di daerah penugasan.
3.4.4 Mengikuti Presentasi PKL
Laporan hasil PKL yang telah disusun oleh mahasiswa akan
dipresentasikan dihadapan supervisor atau pembimbing.

3.4.5 Penyerahan Laporan


Laporan diserahkan kepada moderator, dosen pembimbing dan supervisor
pada saat atau presentasi berlangsung.

86
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Kondisi Wilayah Desa Marok Kecil


4.1.1 Sejarah Desa
Marok Kecil merupakan sebuah desa di wilayah Kecamatan Singkep Selatan,
Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Desa Marok Kecil sudah berdiri sejak
zaman penjajahan Belanda. Pada zaman dahulu Marok Kecil merupakan nama
umum yang terdiri dari gabungan nama kampung Laboh dan Resang. Dalam bahasa
melayu, “Laboh” memiliki arti sebuah lekukan yang posisinya paling bawah (Teluk
/ Teluk Baruk).
Pada awal mula, suku asli yang mendiami desa Marok Kecil ini adalah Suku
Baruk. Ciri-ciri dari orang Baruk mirip seperti orang Kalimantan. Hingga saat ini
keturunan dari Suku Baruk yang tinggal di desa Marok Kecil tinggal sedikit.
Kebanyakan orang Baruk pergi menuju ke Pekan Baru (dulunya bernama
Pangkalan Baruk) dan menetap disana. Sedangkan di desa Marok Kecil mendapat
pendatang baru yaitu orang Melayu yang berasal dari Bangka Belitung dan orang
Bugis. Agama yang dianut dari warga yaitu agama islam.
Dalam sistem pemerintahan di desa (Kepala Kampung), pada waktu dulu
memiliki urutan tersendiri mulai dari atas sampai bawah, yaitu Batin, Temenggung,
Penghulu, dan Kepala Desa (Kades).
Marok Kecil mempunyai tiga dusun yang terdiri dari, Dusun Laboh, Dusun
Remik, dan Dusun Resang. Tetapi, pada tahun 2015 Marok Kecil hanya memiliki
dua dusun karena resang telah menjadi desa. Di desa Marok Kecil terdapat
peninggalan dari Belanda yaitu berupa bangunan gedung (rumah candu) sejak
zaman VOC dan digunakan sebagai tempat menyimpan kokain (candu) yang
dibawa dari Belanda dan nantinya akan dijual di desa.
Mata pencaharian warga dari dulu hingga sekarang adalah di kebun karet (deres
karet), sedangkan sebagai mata pencaharian sampingannya yaitu nelayan. Kelapa
baru masuk di desa pada tahun 1971, sedangkan sahang baru-baru ini masuk desa.
Dulu harga beras di desa Rp. 25,-/kg (masih menggunakan uang dollar Singapura)

86
dan rupiah baru masuk dan digunakan untuk alat jual beli pada tahun 1970’an. Pada
tahun 1970’an itu juga banyak orang yang berdatangan untuk motong karet.
Terdapat juga cerita daerah sekitar yang menarik perhatian, dan berjudul Putri
Kebuyung (peri penunggu sungai yang berwujud ikan betok). Awal mula kisahnya
yaitu Putri Kebutung ditaksir oleh Ikan Terubuk yang datang ke desa setiap 1 tahun
sekali. Putri Kebuyung kemudian menolak Ikan Terubuk dengan alasan bahwa Ikan
Terubuk hanya seekor ikan. Ikan Terubuk marah dan mengirim tentara-tentara ikan
serta Menteri (ikan pirang) untuk menyerang Putri Kebuyung. Kemudian Putri
Kebuyung mengutus mata-mata (ikan pelusuk) untuk mengawasi dan mengintai
ikan-ikan yang lewat dan melaporkannya ke Putri Kebuyung. Dengan
kepintarannya, Putri Kebuyung kemudian menjebak pasukan Ikan Terubuk ke
jaring dan akhirnya terperangkap.
Desa Marok Kecil juga pernah beberapa kali mengalami bencana alam, yaitu
guncangan gempa dengan skala kecil dari tsunami Aceh dan banjir besar akibat
bertemunya air laut dan air sungai yang terjadi setiap bulan 12 dan 1 kali dalam satu
tahun. Lokasi Dapur Arang dulunya adalah tempat pemakaman bagi orang baruk
dan sekarang sudah dipindahkan.
4.1.2 Peta Mobilitas Desa Marok Kecil
Berdasarkan wawancara semi terstruktur terhadap tokoh masyarakat desa
Marok Kecil, bahwa sebaran masyarakat Marok Kecil hanya berada didalam desa
saja. Tetapi sebaran masyarakat Marok Kecil yang keluar desa hanya sampai ke
tingkat kecamatan. Secara umum sebaran masyarakat desa Marok Kecil ini didalam
desa yaitu Sawah, Mesjid, dapur arang, sungai, pustu, kantor desa, kebun dan
Sekolah Dasar. Untuk sebaran masyarakat yang keluar desa yaitu Pasar Dabo
Singkep, Kios Saprotan, PT Pasir dan Puskesmas Resang. Sedangkan untuk
masyarakat yang pergi ke Hutan dan Laut ada yang berada di dalam desa Marok
Kecil dan desa Resang. Jarak dari setiap sebaran tersebut secara umum paling dekat
5 meter dan paling jauh hingaa 34 km. yang mempunyai intensitas paling tinggi
yaitu Mesjid, Pasar, Sawah atau ladang, dan sekolah. Sedangkan untuk kios
saprotan frekuensinya sedang atau sering dikunjungi dan puskesmas serta balai
desa frekuensinya palng rendah atau kadang.

86
1. SAWAH
Pada umumnya masyarakat desa Marok Kecil yang pergi ke sawah yaitu laki-
laki dan perempuan. Jarak yang ditempuh oleh masyarakat untuk berkunjung ke
sawah mencapai 6 km. Frekuensi masyarakat desa Marok Kecil ke Sawah atau
Ladang secara umum 7 kali dalam seminggu (setiap hari) artinya selalu
mengunjungi sawah. Dengan intensitas yang berbeda tergantung situasi dan kondisi
tanamanya. Seperti frekuensi yang paling tinggi sebanyak 7 kali dalam seminggu
(setiap hari) itu dilakukan dalam kegiatan persiapan pengolahan lahan yaitu dengan
membersihkan semak-semak, ranting-ranting maupun batang pohon bekas bukaan
lahan baru. Kegiatan usaha tani masih dilakukan secara berkelompok baik dalam
pengelolaan maupun hak pengelolaan lahanya masih per kelompok. Sampai dengan
saat ini, pembagian hak kelola lahan masih belum bisa dilakukan, karena lahan yang
sduah tercetak baru sekitar 70 Ha dari total percetakan lahan sawah desa Marok
Kecil yang mencapai 364 Ha. Tetapi jika dilakukan oleh buruh tani setengah hari
pada saat pengolahan lahan kurang lebih Rp 50.000 per setengah hari (sampai
dzuhur). Dengan demikian, pendapatan menjadi buruh tani dalam satu minggu Rp
350.000 atau Rp. 1.500.000 per bulan tapi pengolahan tidak sampai dengan satu
bulan. Dengan intensitas waktu yang dilakukan warga Marok Kecil untuk kegiatan
pengolahan dimulai pukul 08.00 – 11.00 WIB, kemudian dilanjutkan pada pukul
13.00 WIB. Sedangkan frekuensi 3 kali dalam seminggu dilakukan untuk kegiatan
pemeliharaan tanaman padi seperti mengecek pengarian dan untuk mengetahui
adanya serangan hama dan penyakit, dengan intensitas 1-2 jam. Biasanya petani
pergi ke sawah menggunakan motor, yang menghabiskan bahan bakar bensin
sebanyak 1 liter per hari dengan harga Rp. 10.000,- per liter. Sehingga dalam satu
bulan membutuhkan harus menyiapkan uang kurang lebih sebesar Rp. 300.000,-
2. Laut-mancing, jaring
Pada dasarnya masyarakat Marok kecil berprofesi sebagai nelayan. Biasanya
warga yang pergi ke laut untuk kegiatan mancing dan jaring dilakukan oleh laki-
laki baik yang sudah berkeluarga maupun yang masih bujang. Frekuensi
masyarakat Marok Kecil pergi ke laut untuk kegiatan mancing dan jaring ikan
dilakukan 7 kali dalam seminggu atau setiap hari artinya selalu dikunjungi oleh

86
warga desa Marok Kecil. Kegiatan jaring ikan dilakukan di tengah laut yang dengan
jaraknya mencapai 1 mil. Intensitas Nelayan untuk kegiatan mancing mencapai 5
jam. Biasanya mancing dilakukan pada waktu sore hari atau pagi hari. Kegiatan
melaut masyarakat Marok Kecil dengan menggunakan ketek, sampan, perahu dan
pongpong dengan bahan bakar bensin. Untuk sekali pergi melaut mencari ikan
membutuhkan bensin 1,5 liter. Harga bahan bakar bensin di desa Marok Kecil yaitu
1 botol aqua ( 1 ½ Liter) Rp. 14.000;-. Sehingga biaya yang dikeluarkan untuk
kegiatan melaut dalam satu bulan mencapai Rp. 630.000;. Rata-rata nelayan
menghasilkan ikan 5 – 10 Kg. Biasanya hasil ikan dijual langsung ke tengkulak
dengan harga ikan kecil yang biasa didapatkan nelayan mencapai Rp. 10.000 – 12
.000;. Sehingga pendapatan rata nelayan desa Marok Kecil berkisar antara Rp.
50.000 – 100.000 per hari. Namun mayoritas nelayan di desa Marok Kecil
umumnya hanya mendapatkan penghasilan dari menjaring ikan hanya berkisar Rp.
50.000 per hari.
3. Mesjid
Jarak yang ditempuh masyarakat desa Marok Kecil ke Mesjid hanya 5 – 500
meter. Frekuensinya tinggi dalam sehari semalam 5 kali sehingga dalam seminggu
35 kali kunjungan ke Mesjid. Kegiatan yang dilakukan untuk melaksanakan ibadah
atau sholat wajib, dengan intensitasnya antara 10 – 20 menit persekali kunjungan.
Sedangkan pada saat melakukan kegiatan di lahan, kegiatan ibadah atau sholat
wajib dilakukan di saung-saung atau pondok yang berada di pinggir lahan petani.
untuk waktu magribh dan isya biasanya ada warga biasa memakai motor untuk
pergi ke mesjid melaksanakan sholat wajib tersebut. Tetapi kebanyakanya warga di
desa Marok Kecil ini jalan kaki untuk melaksanakan sholat wajib tersebut. Secara
perhitungan, untuk yang biasa memakai motor, menghabiskan bahan bakar bensin
1 liter per dua hari. Harga bahan bakar bensin di desa Marok Kecil sebesar Rp.
10.000/ Liter. Sehingga dalam sebulan, warga tersebut harus menyiapkan uang
sebesar Rp. 150.000;.
4. Kebun
Pada dasarnya masyarakat Marok kecil berprofesi sebagai nelayan dan
pekebun kelapa. Biasanya warga yang pergi ke kebun kelapa untuk kegiatan

86
pemupukan, penyiangan atau pembersihan lahan dari semak-semak dan panen.
Frekuensi jarang, karena dilakukan 3 kali dalam satu minggu. Dengan intensitas
kurang lebih 8 jam, dimulai dari pukul 08.00 – 16.00 WIB. Kelapa siap dipanen
sekitar 3 bulan setelah panen sebelumnya. Rata-rata 1 Ha kelapa bisa
menghasilkan 3.500 butir. Hasil panen kelapa di jual ke tengkulak dengan harga
Rp. 1.500; per butir kelapa yang sudah dikupas. Untuk mengakses ke kebun
kelapa, warga menggunakan motor. Dengan menghabiskan sekitar 1 Liter per
hari, dengan jarak pemukiman ke kebun kelapa sekitar 0,2 – 2 km. sehingga
penghasilan warga hasil panen kelapa dalam satu kali panen bisa mencapai Rp.
5.250.000, kalau dirata-ratakan per bulan pekebun kelapa menghasilkan uang
sebesar Rp. 1.750.000; sedangkan biaya untuk mengakses ke kebun kelapa
sebesar Rp. 10.000 per sekali berangkat dan Rp. 120.000 per 12 kali kunjungan
(setara dengan satu bulan).
5. Kios Pertanian
Jarak yang ditempuh masyarakat ke Kios pertanian yaitu 32 km dan berada di
Dabo Singkep. Frekuensinya jarang, karena samoai dengan saat ini, petani masih
menggunakan sarana dan prasarana yang disediakan langsung oleh dinas
pertanian kabupaten Lingga. Tujuanya untuk membeli sarana produksi dari mulai
pupuk, benih, dan pestisida. Karena salah satu masalah yang dihadapi oleh petani
di desa Marok Kecil yaitu hama wereng dan walang sangit pada tanaman padi.
Biasanya petani pergi kekios pertanian dengan menggunakan motor yang
menghabiskan bensin 3 liter pulang pegi. Sehingga biaya ongkos yang harus
dikeluarkan yaitu Rp 30.000;. Dengan intensitasnya kurang lebih 1 jam.
Dilakukan oleh laki-laki sebagai petani.

6. Pasar
Jarak yang ditempuh oleh masyarakat ke Pasar adalah 34 km. Frekuensinya 7 kali
dalam seminggu dan berada di Dabo Singkep. Mereka melakukanya untuk
kegiatan berbelanja sayuran, warung dan kebutuhan sembako. Kegiatan tersebut
dilakukan oleh pedagang sayuran dan pedagang warung. Sampai saat ini, warga
belum melakukan pemasaran hasil pertanianya, karena hasil produksinya masih

86
rendah. Untuk pedagang sayuran kegiatan belanja dilakukan dengan
menggunakan motor bak. Sedangakan pedagang warung menggunakan mobil
pickup untuk mengangkut barang-barangnya. Kebutuhan bahan bakar bensin
motor 3 liter sehingga menghabiskan biaya sebesar Rp. 30.000;. Sedangkan
Dengan frekuensi tersebut masyarakat yang berkunjung ke Pasar ini harus
mengeluarkan uang Rp 10.000 untuk ongkos ojek (pulang pergi) dan Rp 15.000
untuk ongkos angkut barang (baik belanjaan maupun pupuk) dalam setiap hairnya.
Sehingga biaya yang dikeluarkan dalam seminggu untuk ongkos angkut barang
yaitu Rp. 105.000 dan untuk sebulan Rp. 420.000.
7. Dapur Arang
Desa Marok Kecil berada di pulau, sehingga terdapat sumberdaya yang cukup
melimpah berupa kayu bakau. Kayu bakau tersebut dijadikan sebagai bahan baku
pembuatan arang oleh warga. Frekuensi selalu dikunjungi yaitu 6 kali dalam satu
minggu (Senin – Minggu, tanpa hari Jum’at). Dengan intensitas bekerjanya 5 – 8
jam, dengan sistem borongan. Jarak dari pemukiman warga ke dapur arang sekitar
20 – 150 meter. Biasanya warga menggunakan motor untuk mengangkut arang ke
tempat pengumpul. Biaya yang diperlukan untuk melakukan kegiatan
pengangkutan 2 liter per hari yaitu Rp. 20.000 per hari.
8. Sekolah
Jarak yang ditempuh oleh masyarkat khusunya anak sekolah dasar hanya 20
meter. Kegiatan yang dilakukanya yaitu kegiatan belajar. Dengan intensitas 4 ½
jam. Frekuensi kunjungan yang dilakukanya untuk kegiatan belajar yaitu 6 hari
artinya frekuensinya selalu. untuk yang sekolah dasar, tidak mengeluarkan biaya,
karena jaraknya masih sangat dekat. Sedangkan yang pergi sekolah tingkat SLTP,
memerlukan biaya sebesar Rp. 10.000-, per hari, karena harus membeli bensin
sebanyak 1 liter. Sehingga dalam satu bulan menghabiskan uang Rp. 300.000-,
9. Kantor Desa
Jarak yang ditempuh masyarakat ke balai desa hanya 30 meter, dengan
frekuensinya kadang-kadang. Yaitu tergantung kebutuhan masyarakat itu sendiri.
Tujuanya mayarakatnya itu hanya untuk melengkapi data kependudukan seperti
surat pengantar pembuatan KTP, KK, daftar nikah dan SKCK. Intensitasnya

86
hanya ½ jam saja. Frekuensi kunjunga ke kantor desa jarang, karena
menyesuaikan dengan kondisi atau sesuai denga kebutuhan.
10. Puskesmas
Jarak yang ditempuh masyarakat ke Puskesmas adalah 1 km. Frekuensinya
kunjungan jarang karena tergantung kondisi masyarakat jika sakitnya parah baru
dibawa ke Puskesmas. Tujuan berkunjung ke Puskesmas yaitu untuk berobat,
chek up, dan membuat surat keterangan. Dengan intensitas hanya 1 jam.

Sumber : Kamarudin (Kepala Dusun I Laboh, Ds. Marok Kecil)

86
Gambar Peta Mobilitas
Mesjid
Laut
Puskesmas
/ Pustu

Kios
Sawah
Pertanian

PEMUKIMAN
DS. MAROK
KECIL

Kantor
Pasar Desa

Sekolah
Kebun
Dapur
Arang

: Selalu Dikunjungi

: Sering Dikunjungi

: Jarang Dikunjungi

: Kadang-Kadang Dikunjungi
86
DIAGRAM VENN DESA MAROK KECIL

PASAR

SEKOLAH

POKTAN
BPD
MASYARAKAT GAPOKTAN
POSYANDU

PUSTU
PKK
KANTOR DESA

86
4.1.3 Identifikasi Wilayah Desa Marok Kecil
Identifikasi Internal Stratejik dilakukan melalui data primer dan data
sekunder. Identifikasi data primer dilakukan dengan wawancara kepada
petani sekunder dilakukan melalui penggalian data dari kantor Desa Marok
Kecil.
4.1.4 Identifikasi Potensi Internal Stratejik
Hasil identifikasi Internal Stratejik Desa Marok kecil Kecamatan
Singkep Selatan Kabupaten Lingga. Secara geografis Desa Marok Kecil
berada pada ketinggian antara 15-25mdpl.
Jarak tempuh Desa Marok Kecil ke ibu kota kecamatan adalah ±15 km,
jarak dengan ibu kota kabupaten ±120km, jarak dengan ibu kota provinsi
±485 km.Kondisi jalan di Desa Marok Kecil termasuk kategori kurang baik,
sebagian besar unit jalan masih tanah, sehingga perbaikan jalan diperlukan
agar mempermudah akses transportasi.Jalan diperkeras sepanjang ± 20km
sedangkan jalan tanah ± 28.942 km. Dengan kondisi jalan yang baik akan
menjadi salah satu faktor penunjang kelancaran transportasi dalam
menjalankan kegiatan pertanian seperti pendistribusian hasil pertanian
tanaman pangan ke luar daerah.
Desa Marok Kecil merupakan daerah yang berpotensi pertanian dengan
orientasi usaha tani tanaman pangan, perkebunan, dan ruminansia kecil.
Sebagian besar wilayahnya terdiri dari laut dan hutan sedangkan lainnya
terdiri dari tanah sawah, perumahan, dan lapangan.
Secara administratif, Desa Marok Kecil terletak di Kecamatan Singkep
Selatan Kabupaten Lingga dengan luas ± 12.882 ha dan dibatasi oleh
a. Sebelah Utara : Desa Sungai Raya Kecamatan Singkep
Barat
b. Sebelah Barat : Desa Resang Kecamatan Singkep Selatan
c. Sebelah Selatan : Laut Jambi dan Lampung
d. Sebelah Timur : Kota Dabo Singkep

86
4.1.5 Geografi Desa Marok Kecil
Tabel 4. Keadaan lahan Desa Marok Kecil
Letak dari
Nama Luas Lahan Kesuburan Kesuburan
No permukaan Topografi
Desa (Ha) Fisik Kimia
Laut (m)

1 Marok 12.882 15 – 25 mdpl - - -


Kecil

Sumber :Data Monografi Desa Marok Kecil 2017

Tabel 5. Keadaan Tanah Lahan Sawah Desa Marok Kecil

Nama Jenis Tekstur Warna Status Hara


No pH
Desa Tanah Tanah Tanah N P K
1 Marok Lempung Merah 3-4 Sedang Sedang Rendah
Kecil berpasir sangat
(agak kasar, gelap
bahan
organik
cenderung
tinggi)
Lempung Abu-abu 5-6 Sedang Sedang rendah
berpasir gelap
(agak kasar) kemerah
an
Sumber: Hasil Analisa Tekstur, Warna Tanah serta pH tahun 2018

86
Tabel 6. Rerata Kondisi Iklim Desa Marok Kecil
Kondisi Iklim Nilai Rata-rata
Tipe Iklim Tropis
Suhu Udara 30,2-31,5 oC
Tekanan Udara 1011,3 mb
Kecepatan Angin 5 knot
Penyinaran Matahari 59 %
Kelembapan Udara 82 %
Curah Hujan 98,6 mm3
Sumber :linggakab.bps.go.id

Secara umum keadaan iklim Desa Marok Kecil beriklim tropis dengan suhu
rata-rata 31,2-31,5oC. Desa marok Kecil termasuk daerah dataran rendah karena
mempunyai ketinggian 15-25 mdpl. Marok Kecil merupakan daerah pesisir pantai,
sehingga udara di desa Marok Kecil relatif panas.Untuk mengetahui kondisi curah
hujan, kelembapan udara, penyinaran matahari, kecepatan angin, tekanan udara
dapat dilihat tabel diatas.

86
Tabel 6. Data Curah Hujan 2010-2014

Bulan CurahHujan

2010 2011 2012 2013 2014 Jumlah Rata- rata

Mm hh Mm hh mm hh Mm Hh Mm hh Mm Hh mm hh

Januari 13.1 9 25.25 10 16.44 9 15.7 17 12.4 10 82.89 55 16.57 11

Februari 14 10 15.4 5 13.08 12 14.47 17 0 0 56.95 44 11.39 8.8

Maret 14.51 12 16.8 10 19.5 10 12.67 18 18.2 5 81.68 55 16.33 11

April 14.69 8 12.69 13 17.31 16 24.5 21 20.71 14 89.9 72 17.98 14.4

Mei 24.25 9 17.3 13 16.66 15 18.16 12 15.63 11 92 60 18.40 12

Juni 25.22 9 21.57 14 17.8 15 21.2 10 16.25 12 102.04 60 20.40 12

Juli 11.04 11 21.12 12 15.67 15 24.35 17 17.35 14 89.53 69 17.90 13.8

Agustus 7.73 15 15.38 9 17.93 16 13.09 11 21.35 17 75.48 68 15.09 13.6

September 11.57 13 19.69 13 2.75 12 21.92 14 24.4 5 80.33 57 16.06 11.4

Oktober 11.08 12 15.23 13 17.66 15 23.18 11 32.8 5 99.95 56 19.99 11.2

November 14.9 11 16.69 13 14.33 15 20.11 18 17.43 16 83.46 73 16.69 14.6

Desember 17.9 11 19.77 18 17.88 18 17.93 15 27.62 16 101.1 78 20.22 15.6

Jumlah 179.99 130 216.89 143 187.01 168 227.28 181 224.14 125 1035.31 747 207.062 149.4

Rata- rata 15.00 10.83 18.07 11.92 15.58 14.00 18.94 15.08 18.68 10.42 86.28 62.25 17.26 12.45

Keterangan :
mm : millimeter

86
hh : hari hujan

86
4.1.6 Keadaan Penduduk
a. Jumlah Penduduk
Tabel . Proyeksi Penduduk Menurut Kelompok Umur Tahun 2014-2017
No Nama Kelu- Kelompok Umur (Tahun) Jml
rahan/Desa 0-10 11-20 21-30 31-40 41-50 51-60 >60
1. Marok kecil 238 160 198 184 140 113 81 1114

Jumlah
Sumber :Database Desa Marok Kecil 2018

Tabel 9. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Laki-laki (orang) Perempuan (orang)


873 241
Sumber: Data Monografi Desa Marok Kecil 2018

Penduduk Desa Marok Kecil tahun 2018 berjumlah 1114 jiwa yang terdiri
dari 873 laki-laki dan 241 perempuan atau terdiri dari 332 Kepala Keluarga.

Tabel 10. Jumlah Penduduk Berdasarkan Pekerjaan

No Nama Jenis Pekerjaan


Desa/ Petani Peternak Nelayan PNS/ Wiraswasta Lain-
Kelurahan Polri lain
1. Marok 261 9 140 34 42 -
kecil

Jumlah 261 9 140 34 42 -


Sumber: Data Monografi Marok Kecil 2018

Berdasarkan data diatas, pekerjaan yang terbanyak penduduk Desa Marok


Kecil adalah Petani sebanyak 261.Kemudian disusul dengan Nelayan,wiraswasta,
PNS dan Peternak.

Berikut adalah Bagan Kecenderungan Mata Pencaharian Masyarakat Marok


Kecil

NO Jenis Usaha Tahun Catatan


2005 2010 2015 2018

86
1 Nelayan Nelayan semakin tahun
semakin menurun karena
masyarakat cenderung
***** **** *** ***
melakukan usaha lain
seperti berkebun dan
bertani
2 Petani Petani semakin lama
semakin meningkat, karena
baru-baru ini pemerintah
* ** melakukan pembukaan
lahan sawah untuk warga
dan antusiasme masyarakat
dalam bercocok tanam
3 Peternak Ternak hanya sebagai
usaha sampingan yang
** ** ** ** dilakukan secara turun-
temurun dengan jumlah
peternak yang sama
4 Pedagang Pedagang (pemilik kedai
* ** ** ** atau warung) sebagai usaha
sampingan
5 Pekebun Berkebun (kelapa, pinang,
merica) telah dilakukan
** ** *** *** sejak tahun 90-an dan
semakin lama semakin
bertambah.
6 Buruh Pekerjaan sebagai buruh
meningkat sesuai dengan
** ** *** ***
banyaknya kebun yang
juga terus meningkat
7 Pegawai Negeri Jumlah PNS semakin lama
semakin meningkat, tetapi
* ** ** **
jumlahnya cenderung
masih sedikit
8 Pegawai Swasta Pegawai swasta meliputi
pekerja dapur arang,
bauksit, PT pasir. Semakin
* * ** *** lama semakin meningkat
karena bauksit dan PT pasir
baru dibuka tahun 2010
dan 2017

86
TENAGA KERJA
JENIS KEGIATAN BAHAN
PEMASARAN BAGAIMANA MULAI MASALAH
USAHA BAKU/HASIL

TANI / KEBUN
1. Kelapa Tengkulak kelapa Memanfaatkan lahan, Sebagian anakan pohon
memanfaatkan peluang pasar, kelapa dimakan ternak
investasi jangka panjang

Memanfaatkan lahan,
memanfaatkan peluang pasar, Susah dalam perawatan
2. Merica Tengkulak Biji Merica investasi jangka panjang (mudah terserang hama)

Memanfaatkan lahan,
memanfaatkan peluang pasar,
3. Karet Tengkulak Getah karet investasi jangka panjang

Memanfaatkan lahan, Sebagian anakan pohon


memanfaatkan peluang pasar, pinang dimakan ternak
4. Pinang Tengkulak Buah pinang investasi jangka panjang

TERNAK

Minimnya pengetahuan
Melanjutkan usaha keluarga (turun- peternak tentang
temurun) budidaya ternak
1.Kambing Pasar kambing kambing

Kurangnya pengetahuan
Mendapat bantuan ternak sapi dari
peternak dalam
pemerintah
2.Sapi pasar sapi berbudidaya sapi

86
Tidak adanya fasilitas
Memanfaatkan pekarangan yang ada
3. ayam kampung Subsisten, pasar ayam kandang dari pemilik

NON PERTANIAN
Jauhnya akses untuk
Sembako dan Sumber penghasilan sampingan membeli persediaan
1.Warung Masyarakat sekitar keperluan lainnya tetap barang di warung

Sumber penghasilan sampingan Naik turunnya minat


2.Penjual gorengan Masyarakat sekitar Gorengan tetap konsumen

86
86
Tabel 10. Data Penduduk Penurut Agama

No Agama Jumlah (jiwa)


1 Islam 1104
2 Kristen -
3 Hindu -
4 Budha 10
5 Lainnya -
Sumber: Data Monografi Desa Marok Kecil 2017

Berdasarkan data diatas agama yang banyak dianut oleh masyarakat Desa
Marok Kecil yaitu agama Islam.Dikarenakan mayoritas beragam islam maka
banyak kegiatan terkait keagamaan yang dilakukan di rumah warga maupun di
masjid. Selain itu, masyarakatnya juga ada yang menganut agama Kristen namun
hanya sebagian kecil.di Desa Marok Kecil tidak ada gereja sehingga apabila akan
beribadah harus pergi ke desa lain.

Tabel 13. Data Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No Nama Desa/ Tingkat Pendidikan


Kelurahan
Paud TK SD SLTP SLTA D1-D3 S1-S2 Tidak/Blm
Sekolah
1. Marok kecil 408 23 20 15 32 379
Jumlah 408 23 20 15 32 379
Sumber: Data Monografi Desa Marok Kecil 2017

Tingkat pendidikan di Desa Marok Kecil masih tergolong rendah, hal ini
dapat dilihat dari data diatas bahwa pendidikan yang terbanyak yaitu tamat SD
dengan jumlah 408 orang. Pendidikan yang paling sedikit adalah tamat
akademik/sederajat dengan jumlah sebanyak 15 orang. Tingkat pendidikan yang
rendah dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain dari tingkat ekonomi
keluarga. Masyarakat lebih memilih untuk bekerja dari pada sekolah untuk bisa
memenuhi kebutuhan.

86
4.1.7 Keadaan Pelaku Utama

Tabel 12. Jumlah KK, KKT dan Kepemilikan Lahan


Jumlah penduduk
Status Kepemilikan Lahan
Nama (Jiwa)
Jml Jml
No Kelurahan Pemilik Buru
KK KKT Penggar
/Desa L P Jml penggar h Jml
ap
ap Tani
1. Marok kecil 873 241 1114 118 118 25 261

Jumlah 873 241 1114 118 118 25 261


Sumber : Database Kantor Desa Marok Kecil Tahun 2018
Keterangan :

L : Laki-laki
P : Perempuan
KK : Kepala Keluarga
KKT : Kepala Keluarga Tani
Jml : Jumlah

Tabel 15. Luas Alokasi Penggunaan Lahan


Luas Kepemilikan Lahan
Tegal/
Luas Padan Tanah
Nama Kebun Perke- Tanama
No wilayah Pekarang g Tidak Lain-
Kelurahan / bunan n kayu-
(Ha) an Rump diusahaka lain
Ladan rakyat kayuan
ut n
g
Marok
1. 12.882 1400 76 11.406
kecil

Jumlah
Sumber : Data Monografi Desa Marok Kecil tahun 2017

Desa Marok Kecil terletak di daerah pesisir pantai, sehingga banyak hutan-
hutan dari pada lahan sawah. Penduduk setempat memaksimalkanpotensi wilayah
yang ada dengan menanam pohon kelapa, karet dan buah-buahan. Penggunaan
lahan yang paling besar yaitu hampir 70% masih sebagai hutan lebat. Pemanfaatan

86
lahan sawah di desa ini rendah karena keadaan geografis yang lebih memudahkan
menanam tanaman berkayu daripada sawah. Lahan sawah baru dibuka pada tahun
2017, sehingga pemanfaatan lahan sawah masih dalam tahap proses pembentukan
sawah yang baik. Selain itu terdapat beberapa lahan pula yang dijadikan sebagai
lahan perkebunan seperti karet, kelapa dan merica.

4.1.8 Organisasi Petani (Kelompok Tani dan GAPOKTAN)


Tabel 16. Jumlah Kelompok Tani Desa Marok Kecil

Jumlah kelompok Tani


Jumlah
Nama Tani dewasa Tani Wanita Taruna Tani
No Kelompok
Kelurahan Jml Jml Jml Jml Jml Jml
Tani
Kel Anggota Kel Anggota Kel Anggota
1. Marok Kcil 6 6 119

Sumber : Database Kantor Desa Marok Kecil Tahun 2016

Menurut peraturan Menteri Pertanian nomor 273/Kpts/OT.160/4/2007


tentang pedoman kelembagaan petani, maka tumbuhnya kelompok tani di Desa
Marok Kecil di bentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi
lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya) dan keakraban untuk meningkatkan dan
mengembangkan usaha pada kelompok tani yang ada di Desa Marok Kecil yaitu
pengembangan agribisnis yang kuat dan mandiri serta saling percaya sehingga
mempunyai ikatan yang kuat untuk melaksanakan kegiatan secara bersama- sama.
Secara kelembagaan kelompok tani Desa Marok Kecil terdiri dari satu Gabungan
kelompok Tani (GAPOKTAN) dan 6 kelompok tani (POKTAN).

Tabel 17. Nama Kelompok Tani dan Kedudukan


Kela Jenis
Nama Jumlah Modal
Nama s Usaha
RU RA RU Ketua Anggo Kelomp
No Kelurahan Kelompok Utam
P L K K B ta ok
a
Marok Langkap v Basirun
1. 50
Kecil jaya
Marok Usaha v
2. M.Cadek 26
Kecil Berama

86
Marok Mekar
3. v Arifudin 7
Kecil Abadi
Marok Maju
4. v M.syukur 26
Kecil Unggul
Marok Satu Untuk
5. v zulkarnain -
Kecil Semua
Hari
Marok Tunggal
6. v Mulyon 6
Kecil Abadi
o
Jumlah 6
Sumber : Database Kantor Desa Marok Kecil Tahun 2016
Keterangan:
RUK : Rencana Usaha Kelompok
RAK : Rencana Anggaran Kelompok
RUB : Rencana Usaha Bersama

Berikut adalah anggota kelompok tani Langkap Jaya

TanggalLahi
No Nama L/P Pekerjaan Alamat Jabatan
r

RT. 001/
1. Basirun 01-07-1970 L Nelayan Ketua
RW. 001
RT. 001/
2. RuslanIdrus 08-09-1977 L Buruh Sekretaris
RW. 001
RT. 001/
3. Rusdi 10-10-1972 L Buruh Bendahara
RW. 001
RT. 001/
4. Amir K. 01-07-1969 L Wiraswasta Anggota
RW. 001
RT. 001/
5. Riono 01-07-1959 L Wiraswasta Anggota
RW. 001
RT. 001/
6. Idrus 17-09-1954 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
7. Sultan L Anggota
RW. 001
RT. 001/
8. Baharudin L Wiraswasta Anggota
RW. 001
RT. 001/
9. HendraSaputra 30-08-1989 L Wiraswasta Anggota
RW. 001
RT. 001/
10. M. Jais 12-01-1980 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
11. Heri 20-04-1962 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
12. Abu Nawas 21-08-1989 L Petani Anggota
RW. 001
RT. 001/
13. AndiAlimudin 01-07-1966 L Buruh Anggota
RW. 001

86
TanggalLahi
No Nama L/P Pekerjaan Alamat Jabatan
r

RT. 001/
14. Abdul Rahman 01-07-1948 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
15. Hanapiah 03-07-1964 P IRT Anggota
RW. 001
RT. 001/
16. Arman L Wiraswasta Anggota
RW. 001
RT. 001/
17. Sulaiman 22-09-1979 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
18. AndiPermadi 19-08-1990 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
19. Engkus 08-02-1966 L Buruh Anggota
RW. 001
MuhamadSuard RT. 001/
20. 10-12-1952 L Petani Anggota
i RW. 001
RT. 001/
21. Jumadi 26-08-1988 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
22. Jaini L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
23. Darwis 01-07-1958 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
24. M. Nuh 03-07-1958 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
25. SitiHapidah 01-07-1955 P IRT Anggota
RW. 001
RT. 001/
26. Indra 23-03-1986 L Wiraswasta Anggota
RW. 001
RT. 001/
27. Saparudin 22-12-1980 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
28. Kaharudin L Anggota
RW. 001
RT. 001/
29. Muslim Idris 15-02-1973 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
30. AbriYanto 03-04-1964 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
31. Mahmudin 01-07-1978 L Petani Anggota
RW. 001
KaryawanSwas RT. 001/
32. M. Burhan 01-07-1975 L Anggota
ta RW. 001
RT. 001/
33. M. Tahir 01-07-1965 L Wiraswasta Anggota
RW. 001
RT. 001/
34. Abu Bakar 01-07-1976 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
45. Purnama 15-09-1989 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
36. Amin Amzah 18-08-1988 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
37. Zailani 21-03-1962 L Buruh Anggota
RW. 001

86
TanggalLahi
No Nama L/P Pekerjaan Alamat Jabatan
r

RT. 001/
38. M. Riduan L Wiraswasta Anggota
RW. 001
RT. 001/
39. Suniadi 01-07-1989 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
40. Aripin 01-07-1979 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
41. IdrisAliyas 01-07-1960 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
42. Paisal L Wiraswasta Anggota
RW. 001
RT. 001/
43. Rahman 01-07-1972 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
44. Alex 01-03-1958 L Wiraswasta Anggota
RW. 001
RT. 001/
45. AmbokSelo 01-07-1988 L Buruh Anggota
RW. 001
RT. 001/
56. Rugiah 06-06-1956 P IRT Anggota
RW. 001
KaryawanSwas RT. 001/
57. Yusrial 05-07-1978 L Anggota
ta RW. 001
RT. 001/
48. Dayurmansyah 25-07-1989 L Nelayan Anggota
RW. 001
RT. 001/
49. Ikhsan 17-10-1989 L Wiraswasta Anggota
RW. 001
RT. 001/
50. SitiAisyah 04-02-1985 P IRT Anggota
RW. 001

Berikut adalah anggota kelompok tani Tani Usaha Bersama

Tanggal L/ Pekerjaa Alama


No Nama Jabatan
Lahir P n t

1. M. Cadek 01-07-1979 L Petani Ketua


Karyawa
2. Kusnadi 27-04-1983 L Sekretaris
n
Bendahar
3. Hartoyo 20-03-1976 L Buruh
a
4. Zahri 05-01-1987 L Guru Anggota
Karyawa
5. Kamdani 06-02-1989 L Anggota
n
6. Idris 01-07-1953 L Petani Anggota

7. Abdul Kahar 01-07-1961 L Buruh Anggota

86
Tanggal L/ Pekerjaa Alama
No Nama Jabatan
Lahir P n t

Karyawa
8. Azwira 13-06-1992 L Anggota
n
9. Asrul 01-07-1972 L Buruh Anggota

10. Suwandi 01-07-1982 L Buruh Anggota

11. Bahtiar 01-07-1963 L Buruh Anggota

12. Idris 01-07-1965 L Buruh Anggota

13. Musliadi 02-04-1979 L Petani Anggota


Karyawa
14. JuliPandra 01-07-1987 L Anggota
n
15. Hasan 27-03-1960 L Buruh Anggota

16. Firdaus 01-07-1976 L Buruh Anggota

17. Herman Jaya 15-01-1986 L Buruh Anggota


Muhammad
18. 05-07-1983 L Buruh Anggota
Kasim
19. Muhammad Ali 01-07-1971 L Nelayan Anggota

20. Marwah 01-07-1948 P IRT Anggota

21. Darmawan 05-03-1980 L Buruh Anggota

22. Rabe Ali 01-07-1951 L Petani Anggota

23. Maryamah 01-07-1965 P IRT Anggota

24. Jafri 01-07-1985 L Petani Anggota

25. Alyas 07-05-1985 L TNI Anggota

26. Ismail 03-05-1948 L Buruh Anggota

Berikut adalah anggota kelompok tani Mekar Abadi

TanggalLa L/
No Nama Pekerjaan Alamat Jabatan
hir P

RT. 002 /
1. Arifuddin 17-02-1969 L Buruh Ketua
RW. 002

86
TanggalLa L/
No Nama Pekerjaan Alamat Jabatan
hir P

KaryawanSwas RT. 002/ Sekretaris


2. Cemang 01-07-1987 L
ta RW. 002
Ramadha RT. 002/ Bendahar
3. 02-01-1979 L Buruh
n RW. 002 a
RT. 002/
4. Idrus (a) 01-07-1946 L Petani Anggota
RW. 002
RT. 002/
5. Herman 07-03-1981 L Wiraswasta Anggota
RW. 002
KaryawanSwas RT. 002/
6. Zainudin 29-11-1990 L Anggota
ta RW. 002
RT. 002/
7. Idrus (b) 01-07-1967 L Nelayan Anggota
RW. 002

Berikut adalah anggota kelompok tani Maju Unggul

Tanggal
No Nama L/P Pekerjaan Alamat Jabatan
Lahir

1. M. Syukur 17-05-1974 L Buruh Ketua

2. Kamarudin 15-10-1970 L Nelayan Sekretaris

3. Wardi 31-08-1984 L Wiraswasta Bendahara


Muhammad
4. 15-12-1976 L Buruh Anggota
Samir
5. Ishak 06-02-1980 L Buruh Anggota

6. Bakri 06-09-1982 L Guru Anggota

7. Abdullah 11-04-1976 L Wiraswasta Anggota

8. Acok 01-07-1948 L Buruh Anggota

9. Abdul Aziz 27-10-1976 L Wiraswasta Anggota

10. Hardi 01-04-1946 L Petani Anggota

11. Aria Anuar 01-07-1978 L Wiraswasta Anggota

12. Zainal 01-07-1959 L Buruh Anggota

13. M. Sani 07-04-1977 L Wiraswasta Anggota

86
Tanggal
No Nama L/P Pekerjaan Alamat Jabatan
Lahir

14. M. Ali 01-07-1973 L Buruh Anggota

15. Zaitun 20-04-1965 P IRT Anggota

16. Abdul Wahab 08-06-1963 L Buruh Anggota

17. Ambok Tang 01-07-1977 L Buruh Anggota

18. Sayid Kadir 01-07-1965 L Buruh Anggota

19. Bayu Andika 22-03-1997 L Wiraswasta Anggota

Berikut adalah kelompok tani Sawah Marok Kecil Satu Untuk Semua

Sementara anggota kelompok tani Satu Untuk Semua belum terbetuk hanya
saja lahan persawahan dapat manfaatkan oleh warga sebaik mungkin yang di ketuai
oleh pak pak Zulkarnain dan ketua Kelompok mampu menggarap lahan seluas 2 Ha
di bantu oleh kelompok tani lainnya.

Berikut adalah kelompok tani Sawah Marok Kecil Tunggal Abadi

Tanggal L/ Pekerjaa
No Nama Alamat Jabatan
Lahir P n

RT. 002 /
1. Hari Mulyono 21-02-1966 L Petani Ketua
RW 002
RT. 002 /
2. Abdul Khalid L Petani Sekretaris
14-04-1947 RW 002
RT. 002 /
3. H. Sohor L Petani Bendahara
01-07-1947 RW 002
RT. 002 /
4. Aidi L Nelayan Anggota
05-10-1979 RW 002
RT. 002 /
5. Selamet L Buruh Anggota
19-11-1954 RW 002

86
Desa Marok Kecil memiliki satu gabungan kelompok tani yang bernama
Laboh Tani Mandiri. Gapoktan Laboh Tani Mandiri Bersama ini terdiri dari 6
kelompok tani dan beranggotakan 119 anggota. Pengurus di gapoktan tersebut
dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 18. Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN )

Nama Pengurus Jenis Luasan


Jumlah
No Nama Gapoktan Usaha
Wakil Sekretar Bendaha Anggota
Ketua Utama Ha Ekor Petak
Ketua is ra
Marok Kecil Kama
Kusnad Hendr
1 Laboh tani - rud 119 Tan. Pan
i a
Mandiri in
Sumber : Database Kantor Desa Marok Kecil Tahun 2017

Dengan adanya kelompok tani dan penyuluh pertanian membuat masalah


yang di hadapi pertanian semakin mudah untuk di pecahkan dan dengan aktifnya
kelompok tani dan gabungan kelompok tani dalam mengikuti penyuluhan akan
menjadikan pembangunan pertanian di Desa Marok Kecil semakin baik tiap
tahunnya.Dikarenakan pembentukan kelembagaan petani yang baru, sehingga
terdapat beberapa data administrasi kelompok yang harus dilengkapi.
Tabel 19. Fasilitas Usaha Petani/Kelompok Tani (Pertanian)
Kepemilikan

Sabit Hand Traktor Hand Sprayer Traktor Transplanter

M
Nama Mi ili
No Desa/Kel Mi
Milik Milik lik k
urahan Milik Milik Milik Milik Milik lik Milik Milik Milik Milik Milik
Swast Petan Sw S
Petani DinasSwasta Petani Dinas Swa Petani Dinas Dinas Petani Dinas
a i ast w
sta
a as
ta

86
1. Marok 30 4 2 2
Kecil
Jumlah 30 4 2 2

Kepemilikan

Gerobak Sekop

M
Nama Mi ili
No Desa/Kel Mi
Milik Milik lik k
urahan Milik Milik Milik Milik Milik lik Milik Milik Milik Milik Milik
Swast Petan Sw S
Petani DinasSwasta Petani Dinas Swa Petani Dinas Dinas Petani Dinas
a i ast w
sta
a as
ta

1. Marok
Kecil
Jumlah

Sumber: Wawancara kepada Perangkat Desa

Berdasarkan hasil wawancara dari Kepala Desa Marok Kecil, dapat dilihat
pada tabel diatas terkait tentang sarana dan prasarana didalam usaha tani.Peralatan
yang dimiliki petani hanya sabit, sedangkan transplenter, traktor, hand sprayer,
handtraktor merupakan bantuan dari dinas yang telah di hibahkan untuk petani
Marok Kecil. Sarana dan prasarana yang termasuk bantuan dari dinas dikelola desa
guna mempermudah pekerjaan petani maupun masyarakat setempat.

Tabel 20. Fasilitas Usaha Petani/Kelompok Tani (Peternakan)


Kepemilikan

Nama Kandang Chopper Gerobak

No Telompok Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik
Tani Milik Milik Milik
Petan Dina Swast Dina Swast Dina Swast Dina Swast
Petani Petani Petani
i s a s a s a s a

86
1. Marok 2
Kecil
Jumlah 2

Sumber: Wawancara kepada Perangat Desa

Bahwa kegiatan peternakan masih belum maksimal karena kurangnya


fasilitas atau alat dan mesin peternakan. Fasilitas yang ada sementara ini hanya ada
beberapa kandang ayam dan kambing milik petani setempat. Karena Fasilitas yang
kurang memadai ini di harapkan agar pemerintah dapat memberikan bantuan
berupa fasilitas atau sarana dan prasarana peternakan agar kebutuhan dari
peternakan dapat tercukupi serta kegiatan pembangunan perternakan dapat berjalan
dengan baik sebagai mana mestinya yang dapat membawa kegiatan semakin maju
dan masyarakat dapat hidup sejahtera.

Tabel 21. Fasilitas Usaha Petani/Kelompok Tani (Perkebunan)


Kepemilikan

Nama Desa/
No Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik
Kelurahan Milik Milik Milik Milik
Dina Swast Dina Swast Dina Swast Dina Swast
Petani Petani Petani Petani
s a s a s a s a

1. Marok Kecil - - - - - - - - - -- - -

Jumlah

Berdasarkan tabel diatas, fasilitas usaha dibidang perkebunan masih sangat


kurang.Hal ini dikarenakan masyarakat di Desa Marok Kecil banyak yang bermata
pencarian nelayan sehingga dibidang perkebunan kurang diperhatikan.Di Desa
Marok Kecil perkebunan yang yang paling banyak adalah pohon kelapa dan tidak
membutuhkan perawatan yang intensif.Kemudian disusul dengan karet dan
perawatannya juga masih secara sederhana.Selain itu akhir-akhir tahun ini
masyarakat mulai menanam merica. Untuk kedepanya, masyarakat semakin giat

86
beratanam dibidang perkebungan dan pemerintah dapat memfasilitasi dengan cara
memberikan bantuan peralatan perkebunan yang dapat mendorong kegiatan
dibidang perkebunan maju.

Tabel 21. Produksi Usaha Tani dibidang Pertanian


Hasil Nilai Biaya Biaya Biaya
Nama Luas Biaya Bibit Pemasaran
Panen Produksi Pupuk Obat Lainnya
Komoditas (Ha) (Rp) Hasil
(kg/Ha) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

- - - - - Konsumsi
Padi 1 3200
Sendiri

Sumber :Perhitungan Ubinan di Lahan Petani Tahun 2018

Tabel di atas menunjukan rincian data dari hasil kegiatan analisis usaha tani
di bidang Pertanian di Desa Marok Kecil. Dari kegiatan usaha tani di atas masih
kurang untuk memenuhi kebutuhan para petani dan di harapkan kegiatan usaha tani
yang ada di Desa Marok Kecil semakin berkembang sebagai mana mestinya di
dampingi seorang penyuluh yang handal dan mampu menguasai teknologi pertanian
sehingga mampu menyerap adopsi inovasi pertanian kepada petani.

Adapun data spesifik produksi usaha tani dibidang tanaman pangan dapat
dilihat pada tabel 22 dibawah ini.

Tabel 22. Produksi Usaha Tani dibidang Tanaman Pangan dan Hortikultura
Jenis
Jumlah Luas Luas Panen Produksi Produktivitas
No Usahatani
Tanam (Ha) (Ha) (Ton) (kg/Ha)
(pada lahan)
1 Padi 1 3200
2 Ubi Kayu
3 Cabai
4 Terong
5 Labu
Kacang
6
Panjang

86
7 Kacang
8 Kecipir
9 Jagung
Sumber :Wawancara kepada petani
Produksi tanaman pangan dan Hortikultura Desa Marok Kecil masih sangat
minim.Dapat dilihat pada tabel ada banyak tanaman yang dibudidayakan oleh
masyarakat Marok Kecil, namun tanaman tersebut belum dibuat dalam skala
usaha.Tanaman tersebut dibudidayakan disekitar pekarangan rumah, ada juga yang
ditanam dikebun dan juga dipinggiran sawah sehingga luasannya tidak bisa
ditentukan.Jumlahnyapun juga sedikit karena tanaman pangan tersebut hanya
digunakan untuk konsumsi sendiri. Budidaya padi sendiri untuk masyarakat Marok
Kecil masih baru dimulai tahun 2017 sehingga luasanya juga masih sedikit.
Tabel 23. Produksi Usaha Tani dibidang Tanaman Perkebunan
Jenis Luas Jumlah Rata2 Ket
Produksi Produktiv
Usahatani Lahan Tanaman Jumlah Luas
No ditingkat itas
(pada (ha) (phn/rpn/ Panen perorang
Kec.(Ton) (Kw/Ha)
lahan) ha) (Ha/org)
80.000
1 Kelapa 40 2000 1
buah
2 Karet 10 10.000 1000kg - -
3 Merica 11 11000 5500kg -
4 Pinang 15 15.000 22.500kg 1
Sumber :Wawancara Pemilik Kebun
Di bidang perkebunan masih sedikit petani yang menanam tanaman
perkebunan. Saat ini petani setempat masih membudidayakan kelapa dan karet.
Meskipun petani banyak yang membudidayakan kelapa, petani sudah sepenuhnya
mampu dalam hal pemasaran kelapa. Hasil panen kelapa dijual dipengepul
setempat dengan harga yang rendah. Apabila petani maupun masyarakat setempat
mampu mengolah kelapa menjadi minyak ataupun sebagainya hal ini bisa
menambah nilai jual dari kelapa tersebut. Keterbatasan pada SDM menjadi salah
satu kendala dalam pengelolaan kelapa.

86
Tabel 24. Produksi Usaha Tani dibidang Tanaman Buah-buahan
Jenis Usahatani Jumlah Rata2 Luas Produksi
No (pada lahan) Jumlah Panen Produktivitas
Tanaman perorang ditingkat
(phn/rpn/ha) (Kw/Ha)
Buah-buahan (phn/rpn/ha) (Ha/org) Kec.(Ton)

1 Nanas

2 Pisang

3 Cempedak

4 Nangka

5 Mangga

6 Durian

Sumber : Database Kantor BPP Tahun 2015

Dibidang tanaman buah-buahan masih sedikit yang dibudidayakan oleh


masyarakat karena kondisi tanah yang ada di Desa Marok Kecil adalah tanah
berpasir sehingga tidak semua tanaman hortikultura tumbuh maksimal ditanah
pasir. Kebanyakan mereka membudidayakan tanaman nanas,pisang,cempedak,
nangka,mangga,durian. Namun dari semua yang dibudidayakan belum ada yang
dibuat usaha.Masyarakat menanam tanaman hanya untuk memenuhi kebutuhan
sendiri.

Tabel 24. Produksi dan Populasi Ternak Desa Marok Kecil

Jenis Ternak

Iti
k
Nama
No Kambi (e Lain-
Kelurahan Kerbau Sapi Domba Ayam Bebek Ket
ng k lain
(ekor) (ekor) (ekor) (ekor) (ekor)
(ekor) o
r
)
Marok
1 1 194 42 15
Kecil

86
Jumlah 1 194 42 15

Sumber : Database Monografi Desa Marok Kecil Tahun 2017

Dapat diketahui bahwa populasi yang paling banyak di Desa Marok Kecil
adalah kambing sebanyak 194 ekor. Pemeliharaan kambing merupakan semi
intensif dimana kambing pada siang hari digembalakan kemudian kembali ke
kandang pada malam hari. Fungsi kandang sendiri merupakan tempat naungan dari
panas maupun dingin. Alasan masyarakat memelihara kambing yaitu karena
pemeliharaannya yang mudah. Pemasaran kambing sendiri terjadi pada Hari-Hari
Besar seperti Hari Idul Adha dengan pembeli mendatangi langsung peternak
kambing tersebut.

Tabel 25. Jumlah Kelompok Industri Desa Marok Kecil Tahun 2015

Kelompok Industri Jumlah Rumah Produksi

Industri Roti/Kue Basah

Industri Kerupuk, Keripik dan Sejenisnya 2

Industri Pengeringan, Penggaraman Ikan 1

Industri Barang Anyaman

Sumber: Database Monografi Desa Marok Kecil Tahun 2017

Tabel 26. Pemasaran


Lokasi Keterangan
Nama Nama Jenis Produksi
No Pemasaran
Kelurahan Kelompok yang dipasarkan
Produk

Sumber :Wawancara Petani

Untuk pemasaran, kelompok tani sendiri baru didirikan pada tahun lalu serta
gapoktan pada tahun ini, oleh karena itu kelompok tani masih belum menghasilkan
produk yang dapat dipasarkan. Untuk itu berdasarkan data pemasaran yang diperoleh
dari usaha tani yang dimiliki masyarakat sebagai penghasilan pribadi adalah sebagai
berikut.

86
1. Bagan arus pemasaran kelapa

Tengkulak Pedagang Konsumen


Petani
enceran

Petani Pedagang enceran Konsumen

Petani Konsumen

2. Bagan arus pemasaran merica

Petani Tengkulak Desa Tengkulak kecamatan

Komsumen Pedagang enceran

3. Bagan arus penyaluran pupuk

Produsen Distributor Pupuk Pengecer Konsumen

86
4. Bagan arus pemasaran karet

Petani Tengkulak Perusahaan Konsumen

5. Bagan arus pemasaran jagung

Petani Tengkulak Pedangang enceran Konsumen

Petani Pedagang enceran Konsumen


6. Bagan alur pemasaran Cabai

Petani Konsumen

Petani Tengkulak Pedagang Enceran Konsumen

Petani Pedagang enceran Konsumen

Petani Konsumen
7. Bagan alur pemasarn pinang

86
Petani Tengkulak desa Tengkulak kecamatan

Konsumen Pedagang enceran

Petani tengkulak Pedagang enceran Konsumen

Petani tengkulak konsumen

86
4.1.9 Potensi Eksternal Stratejik (Primer/Sekunder)
Tabel 26. Keadaan Penduduk
No Uraian Jumlah (jiwa)
1 Desa 1114
2 Kecamatan 2.602
3 Kabupaten
4 Propinsi
5 Nasional 255.461.700
Sumber :Database Kantor Desa Marok Kecil Tahun 2017

Pertumbuhan jumlah penduduk di Desa Marok Kecil semakin lama semakin


bertambah dan kebutuhan penduduk akan pangan juga akan sewmakin bertambah
untuk itu pemerintah harus mengatasi peledakan jumlah penduduk melalui program
KB ( Keluarga Berencana) dan meratakan penduduk yang padat ke daerah yang
potensinya belum di manfaatkan seutuhnya, agar penduduk bisa memanfaatkan
potensi yang ada sehingga kebutuhan akan pangan penduduk dapat tercukupi.
Tabel 27. Keadaan Infrastruktur Desa Marok Kecil
Jarak Ke Ibu Kota (km)
No Nama Desa/ Kelurahan
Kecamatan Kabupaten
1. Marok Kecil 15 120
Sumber :Data Monografi Desa Marok Kecil Tahun 2017

Desa Marok Kecil berjarak 15 km dari ibu kota kecamatan dan jarak dengan
ibu kota kabupaten 120 km.Kondisi jalan di Desa Marok Kecilmasih dalam kategori
belum baik karena jalan menuju kecamatan belum beraspal.Namun ada juga jalan
yang sudah beraspal sehingga kelancaran transportasi dapat terjamin. Dengan
kondisi jalan yang sudah baik menjadi salah satu faktor penunjang kelancaran
transportasi dalam menjalankan kegiatan pertanian seperti pendistribusian hasil
pertanian tanaman pangan ke luar daerah.

86
Tabel 28. Kelembagaan Ekonomi Pedesaan
Nama Jumlah Koperasi Pertanian Lembaga Lumbu
Kios
Desa/ BUUD/KUD di Luar KUD Swadaya ng
BUD Saprota
No Kelura Jml Angg Jml Anggot Desa(LSD Padi/des
n
han KUD ota Koperta a ) a
Marok
1 - - - - - - - -
Kecil

Dari hasil wawancara maupun data dari desa, belum ada kelembagaan
ekonomi di Desa Marok Kecil.
Tabel 30. Data Pesaing Usaha di Luar Wilayah PKL
No Kelurahan/Desa Komoditas Produksi (ton) Pemasaran Ket
1 Marok Kecil Perkebunan
(Kelapa)

Berdasarkan hasil dari wawancara dengan masyarakat Marok Kecil, hasil


produksi kelapa (perkebunan) di Desa Marok kecil lebih banyak dibandingkan
dengan di Desa Resang. Hal ini menjadi salah satu pesaing usaha di bidang
perkebunan.

4.1.10 Sub sistem Agribisnis Peternakan Desa Marok Kecil


1. Agro Input
a. Bibit
Jumlah peternak di Desa Marok Kecil 9 orang yang meliputi 1
peternak sapi dan 8 Kambing.
Masing-masing bibit ternak belum menggunakan bibit unggul.
Peternak menggunakan bibit dari anakan yang dihasilkan dari induk
yang dipelihara. Banyak pula anakan tersebut dihasilkan dari
perkawinan yang inbreeding. Sehingga terdapat beberapa kelainan
ataupun permasalahan saat melahirkan lagi.Selain bibit diambil dari
hasil anakan yang dipelihara tak jarang pula bibit dibeli dari sesama
peternak.

86
b. Pakan
Pakan yang diberikan pada sapi maupun kambing hanya hijauan
saja tanpa ditambahi konsentrat ataupun suplemen. Hijauan yang
diberikan berasal dari rumput liar yang tumbuh di kebun milik sendiri
ataupun orang lain. Sehingga menimbulkan salah satu sapi mengalami
pertumbuhan secara tidak seimbang dan berakibat pada kematian.
Hanya terdapat beberapa peternak yang menanam rumput untuk pakan
sapi seperti rumput raja. Sehingga, tidak memerlukan pembelian
rumput untuk tambahan pakan.
Beberapa peternak tidak memberikan rumput tambahan kepada
ternak. Tetapi terdapat peternak yang memberikan rumput tambahan
rata-rata 1-3 karung/hari untuk 3 ekor sapi.
c. Kandang
Kandang terbuat dari kayu dengan lantai tanah. Bahan kayu
digunakan karena mudah didapat dan harganya murah. Masih banyak
tumbuh pohon liar yang kayunya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan
kandang. Tidak seluruh kandang diberi atap. Hanya untuk tempat
berteduh yang diberi atap dari daun nipa. Daun nipa diperoleh dari
dalam hutan.
d. Peralatan
Peralatan yang digunakan untuk kebutuhan proses pemeliharaan
tidak banyak. Peralatan masih terbatas dan hanya menggunakan
peralatan tradisional. Peralatan yang digunakan antara lain sabit dan
karung. Peralatan tersebut merupakan milik pribadi yang dibeli di toko-
toko penyedia peralatan tersebut.
2. Agro On Farm
Lahan atau kebun yang terdapat di Desa Marok Kecil sangat luas,
sehingga hampir 50% peternak membiarkan ternak hidup berkeliaran di
kebun ataupun ladang tanpa diikat. Tetapi ada sebagian juga yang
mengandangkan pada malam hari dan melepaskan di kebun pada siang
hari. Kebanyakan sistem pemeliharaan yang dilakukan adalah semi
intensif. Pada sapi yang dibiarkan lepas di kebun atau lahan biasanya

86
hanya dicek sesekali, tidak dilakukan pengecekan setiap hari. Tetapi untuk
sapi yang juga dikandangkan selalu dicek setiap hari dan diberikan pakan
tambahan berupa hijauan yang disediakan untuk persediaan makan sapi
pada malam hari. Pakan yang dimakan sapi kebanyakan rumput liar yang
tumbuh dikebun, tetapi sekarang beberapa peternak sudah mulai menanam
rumput raja, gajah odot, turi, dll untuk diberikan kepada ternak. Pemberian
minum juga dilakukan pada pagi dan sore hari. Sehingga, minum selalu
tersedia di tempat minum.
Pada pemeliharaan yang juga dikandangkan, kandang yang
digunakan hanya kayu yang dibuat sebagai pagar, atap kandang tidak
seluruhnya hanya sedikit dan lantainya langsung ke tanah. Jika kayu lapuk
atau sudah tidak kuat sapi sering menerobos keluar melalui kayu yang
rusak. Penggantian kayu yang lapuk merupakan perawatan kandang yang
rutin dilakukan. Selain itu, sesekali dilakukan pembersihan kandang agar
kandang tetap bersih.
Hampir 85% sapi sistem perkawinannya adalah alami. Petugas IB
juga mengakui bahwa sejak adanya upsus siwab sapi yang dikawinkan
dengan sistem IB baru meningkat. Jarak antara petugas IB dan Desa Marok
Kecil yang jauh dan akses jalan yang susah juga menjadi salah satu
hambatan pada saat akan dilakukan IB. Pada saat kawin alami tidak jarang
pula yang terjadi inbreeding. Sehingga pada saat kelahiran sapi terdapat
beberapa kelainan. Angka kelahiran pertahun pedet belum terlalu
diperhatikan.
Pemberian vaksin, obat ataupun vitamin pada sapi hanya dilakukan
pada saat ada pengobatan gratis dari dinas. Itupun hanya dilakukan pada
sapi yang bertali. Peternak belum terlalu memperhatikan mengenai
masalah penyakit ataupun pemberian vitamin pada ternak. terdapat banyak
sapi yang terkena caplak, tetapi belum ada tindakan pengobatan secara
medis, pengobatan hanya dilakukan dengan mengoleskan air garam,
minyak, ataupun kunyit yang telah dihancurkan ke tubuh sapi.

86
3. Agro Off Farm

Output dari kegiatan budidaya sapi bali di Desa Marok Kecil adalah
ternak hidup (sapi siap sembelih) baik yang masih bisa produksi
maupun yang sudah afkir. Jumlah sapi yang dijual tidak tentu
jumlahnya tiap peternak, tergantung apakah peternak tersebut mau
menjual sapinya atau tidak. Kegiatan yang dilakukan oleh peternak
pada saat pasca panen adalah menyiapkan sapinya yang akan dijual
sehingga dapat menarik minat konsumen untuk membeli.

Faktor yang menjadi pertimbangan peternak menjual sapi dalam


keadaan hidup dari pada karkas:

1. Penjualan tidak berupa daging karkas karena mayoritas masyarakat


Desa Marok Kecil jarang mengkonsumsi daging sapi.
2. Tidak ada rumah potong hewan (RPH) sehingga penanganan
penyembelihan hewan relative sulit. RPH yang ada terletak di Dabo,
Kecamatan Singkep Barat yang bisa ditempuh dalam waktu 2 jam.
3. Tidak ada biaya yang digunakan untuk kegiatan pasca panen apabila
dijual dalam keadaan hidup. Jika hasilnya berupa karkas ada biaya
tambahan untuk penyembelihan dan transportasi.

Hasil sampingan dari budidaya sapi bali berupa feces dan urin belum
termanfaatkan dengan baik. Hanya sebagian kecil peternak yang
memanfaatkan feces sapi sebagai pupuk kandang, tanpa mengalami
pengolahan (feces kering). Feces dibiarkan mengering dan menumpuk
disekitar kandang karena kurangnya pengetahuan peternak tentang
pengolahan limbah. Meskipun tidak mengganggu masyarakat sekitar
karena jarak antar rumah warga jauh, namun limbah tersebut dapat
menyebabkan pencemaran lingkungan.

Pemasaran sapi di Desa Marok Kecil masih mengalami kesulitan.


Sistem pemasaran di Desa Marok Kecil adalah konsumen yang datang
ke peternak sehingga penjualan tidak menentu. Penjualan sapi hanya
terjadi saat Hari Raya Idul Adha, tidak setiap saat terjadi. Selain itu tidak

86
ada pasar ternak sebagai tempat pemasaran sapi, menyebabkan peternak
hanya bisa menunggu konsumen datang. Namun keuntungannya
peternak dapat meminimalkan biaya pasca panen karena tidak ada biaya
tambahan untuk transportasi. Biaya transportasi dari rumah peternak ke
konsumen sepenuhnya merupakan tanggung jawab konsumen. Harga
jual sapi bali terkadang tidak stabil karena pasar masih kurang
mendukung. Harga sapi betina umur > 2 tahun berkisar antara Rp.
7.000.000,- sampai Rp. 9.000.000,- sedangkan harga jual sapi bali jantan
umur >2 tahun berkisar antara Rp. 17.000.000,- sampai Rp. 20.000.000,-
tergantung kesepakatan antara peternak dan konsumen. Selain itu adanya
pemasaran melalui tengkulak juga mempengaruhi harga jual dan
mengendalikan pasar.

4. Jasa Penunjang
Jarak antara Desa Marok Kecil dan pusat Kota Dabo cukup jauh.
Akses jalan ke Desa Marok Kecil juga susah karena kondisi jalan yang
rusak. Sehingga juga menghambat proses distribusi barang ataupun proses
transportasi. Jalan menuju ke pusat kota 50% masih jalan tanah yang
banyak berlubang. Dengan kondisi jalan yang demikian sehingga
membuat tenaga medis atau yang lainnya juga kesusahan untuk
menjangkau Desa Marok Kecil setiap saat.
Selain itu, sarana untuk menjalin komunikasi juga terhalang oleh
kurangnya sinyal yang dapat mempermudah proses komunikasi.
Walaupun sudah ada tower pemancar sinyal, tetapi sinyal yang sampai ke
desa belumlah kuat. Dengan lancarnya komunikasi akan mempermudah
dalam membentuk jejaring untuk memperluas usaha.
Modal yang digunakan peternak untuk usaha berasal dari modal
sendiri. Belum terdapat koperasi yang dapat digunakan untuk peminjaman
modal. Hasil yang diperoleh selama usaha dirasa cukup oleh para peternak.
4.1.11 Subsistem Agribisnis Pertanian
1. Agro Input
a. Benih

86
Benih padi yang digunakan petani di Desa Marok Kecil berasal
dari bantuan pemerintah. Varietas yang digunakan adalah inpari 30.
Lahan di Marok Kecil merupakan lahan rawa sehingga varietas yang
sesuai salah satunya adalah varietas inpari.
b. Pupuk
Selain benih, pupuk yang digunakan petani berasal dari bantuan
pemerintah, adapun pupuk yang diberikan anatara lain pupuk NPK, Urea,
SP-36, TSP. Standar mutu pupuk sampai saat ini masih bagus akan tetapi
bentuk pupuk menjadi mengeras dikarenakan penyimpanan pupuk yang
kurang tepat.
c. Pestisida
Pemerintah memberikan bantuan pestisida kepada petani yaitu
sidatan, regent. Dalam pengaplikasiannya petani masih kurang paham
terkait dosis serta cara penyemprotan yang benar seperti penggunaan alat
perlindungan ketika menyemprot.
d. Alat-alat pertanian
Mesin mesin pertanian yang diberikan pemerintah berupa
transplenter, traktor, hand traktor, sprayer, pompa. Transplenter belum
bisa digunakan secara maksimal karena terkendala oleh kondisi lahan.
Saat ini yang bisa digunakan oleh petani berupa parang, cangkul.
2. Agro Farm
a. Pembibitan
Pembibitan atau persemaian merupakan tempat menumbuhkan
benih padi menjadi bibit tanaman sebelum dipindah kelapangan (sawah).
Berdasarkan data dilapangan, kebanyakan petani di Marok Kecil
melakukan persemaian dengan cara disemai menggunakan trei. Namun
ada sebagian dari petani menyemai langsung pada tanah tanpa alas.
Pembibibitan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan alas
dibawahnya agar akar tanaman padi tidak rusak ketika melakukan
penanaman. Benih padi yang digunakan petani tahun 2017/2018
merupakan benih padi inpari 30. Penyemaian benih padi ini selama 14-
21 hari. Benih padi ini berasal dari bantuan pemerintah.

86
b. Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan dilakukan untuk mempermudah dalam
penanaman serta menyiapkan media tanaman yang baik utuk padi.
Pengolahan lahan yang dilakukan petani di Marok Kecil masih
menggunakan cangkul. Hal itu disebabkan karena petani belum bisa
menggunakan alat mesin modern seperti traktor. Selain itu lahan yang
olah tidak memungkinkan jika menggunakan traktor karena lahan yang
digarap adalah lahan rawa yang banyak air.
c. Pengairan
Dalam proses pengairan atau irigasi di lahan sawah desa Marok
kecil yaitu dengan memanfaatkan sumber air yang berada dalam hutan
kemudian dialirkan melalui parit yang telah dibuat, dan dialirkan ke
sawah. Sejauh ini tidak ada kendala dalam ketersediaan air untuk lahan
sawah marok kecil, akan tetapi sistem irigasi yang perlu diperbaiki
kembali.
d. Penanaman
Cara tanam yang dilakukan petani di Marok Kecil kebanyakan
menggunakan sistem tanam tegel. Namun ada beberapa petani yang
sudah menggunakan sistem jarwo 4 1, ada juga yang menerapkan pola
tanam 5 1. Bibit yang ditanam berjumlah 1-3 bibit per rumpun dengan
menggunakan bibit muda berumur antara 14-21 hari. Penanaman juga
masih menggunakan sistem manual.
e. Pemupukan
Penggunaan pupuk berupa pupuk anorganik yang diperoleh dari
bantuan pemerintah kepada Desa Marok Kecil. Adapun pupuk yang
digunakan antara lain pupuk urea, pupuk NPK, SP-36, TSP. Pemahaman
petani mengenai cara dan dosis pemupukan yang tepat masih kurang
sehingga masih perlu adanya penyuluhan terkait permasalahan tersebut.
f. Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman
Hama utama pada tanaman padi adalah wereng, penggerek batang
padi walang sangit, ulat daun dan burung.Pengendalian hama dan
penyakit pada tanaman padi dengan cara di semprot menggunakan

86
pestisida. Salah satu pestisida yang digunakan adalah sidatan yang
merupakan bantuan dari pemerintah. Namun dalam hal ini, pengetahuan
dan ketrampilan petani terkait penggunaan pestisida masih kurang,
contohnya penggunaan dosis.
g. Panen
Tujuan pemanenan padi adalah untuk mendapatkan gabah dari
lapangan pada tingkat kematangan optimal, mencegah kerusakan dan
kehilangan hasil seminimal mungkin. Pemanenan padi tidakakan
menguntungkan dan memuaskan jika prosesnya dilakukan dengan cara
yang kurang benar dan pada umur panen yang tepat. Berdasarkan
keadaan dilapangan, petani masih memanen dengan cara manual yaitu
menggunakan sabit.
h. Pasca panen
Petani di Marok Kecil memanen padinya dengan cara dipukul dan
dibanting. Pada saat perontokan, dibawah diberi alas tikar agar padi
tidak berserakan. Penggilingan padi dilakukan di pulau Lingga karena
di Marok Kecil sendiri belum ada alat penggilingan padi.
5. Agro Industri
Komoditas yang dihasilkan padi dalam satu periode ,
pelaksanaannya biasanya dilakukan sendiri/perorangan dangan sistem
pascapanen secara manual dan hasil panennya di konsumsi sendiri.
Pelaksaan pasca panen dilakukan perorangan dengan dikerjakan sendiri
dan biasanya terdiri dari 1-3 orang dari tiap kepala keluarga, kegiatan
pascapanen bagi petani sendiri bisa dikatakan bahwa petani cukup
mampu/mahir dalam pengerjaannya dengan modal sendiri selama
pengerjaan sekitar kurang dari 1 bulan.
6. Agro Niaga
Hasil panen padi petani ada yang dikonsumsi sendiri ada juga
yang dijual. Penjualan dilakukan melalui aparatur pemerintah.
7. Agro Support
Modal yang digunakan petani untuk berbudidaya padi seperti
lahan, benih, pupuk, pestisida, alat pertanian berasal dari pemerintah

86
karena pemerintah menetapkan program swasembada pangan di Desa
Marok Kecil Kecamatan Singkep Selatan. Di Desa ini juga belum ada
koperasi yang dapat digunakan untuk peminjaman modal.
Dalam hal transportasi petani masih kesusahan dalam
memasarkan produk dikarenakan akses jalan masih belum bagus. Jalan
menuju ke pusat kota 50% masih jalan tanah dan banyak berlubang
sehingga dapat menghambat proses distribusi.
Selain itu, sarana untuk menjalin komunikasi juga terhalang oleh
kurangnya sinyal yang dapat mempermudah proses komunikasi.
Walaupun sudah ada tower pemancar sinyal, tetapi sinyal yang sampai ke
desa belumlah kuat. Dengan lancarnya komunikasi akan mempermudah
dalam membentuk jejaring untuk memperluas usaha.

4.2 Hasil Identifikasi Potensi Agribisnis


Dalam mewujudkan program yang direncanakan oleh pemerintah
bahwasanya Desa marok Kecil merupakan salah satu desa yang memiliki potensi
besar untuk dilakukannya budidaya tanaman pangan khususnya padi, selain padi
juga masih banyak potensi lain yang dapat dikembangkan di desa Marok kecil
dalam berbudidaya.
Berdasarkan Identifikasi Potensi Wilayah yang diperoleh bahwa budidaya
jagung sangatlah cocok untuk diterapkan baik di desa marok kecil maupun
sekitarnya, selain tekstur tanah yang cocok untuk budidaya jagung, sumber daya
alam yang dapat menunjang seperti luasnya lahan yang dapat digunakan dalam
budidaya juga sangat mendukung, hanya saja dalam proses budidaya jagung
membutuhkan kapur dolomit yang cukup banyak sebagai penetral pH tanah akan
tetapi unsur hara hingga kelembaban tanah sudah memenuhi syarat tumbuh dari
budidaya jagung. Berdasarkan hal tersebut maka penulis memilih budidaya jagung
sebagai rencana usaha yang akan dilakukan.
Gambaran Umum Rencana Usaha
Nama Usaha yang akan digeluti adalah Corn Niaga Nusantara, pemberian
nama usaha tersebut dengan maksud dan tujuan agar produk budidaya jagung yang
dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan jagung dalam Negeri dan dapat menjadi

86
lahan Ekspor untuk wilayah Negara tetangga sehingga dapat meningkatkan
pendapatan bagi Negara Indonesia khususnya bagi wilayah penghasil jagung
sendiri.

Visi Usaha
“Meningkatkan Produktivitas Budidaya Jagung dalam Upaya Pemenuhan
Kebutuhan Jagung dalam Negeri Serta Menjadi Lahan Ekspor Untuk Negara
Tetangga”
Misi Usaha
- Dapat memotifasi masyarakat lain dalam melakukan usaha diwilayah setempat.
- Pembelajaran bagi masyarakat dalam budidaya tanaman pangan khususnya
pada tanaman jagung.
Keunggulan komparatif
- Kondisi lahan yang cocok untuk budidaya jagung.
Keunggulan kompetitif
- Pasar masih luas
- Banyaknya Permintaan
- Kualitas unggul
- Harga tawar yang masih tinggi

Analisis Pesaing:
Strenght
 Kontinuitas produk yang dihasilkan
 Harga yang dapat dikendalikan oleh produsen
 Penjualan produk langsung pada konsumen
 Kondisi lahan yang mendukung untuk budidaya jagung
 Letak strategis untuk kegiatan ekspor
 Kelompok petani yang potensial dan semangat
Weakness
 Perlunya perlakuan budidaya yang cukup intensif
 Sumber daya manusia (tenaga kerja) yang belum berpengalaman
 Kebutuhan pupuk yang belum terpenuhi secara maksimal

86
 Kendala pada distribusi produk di luar daerah
 Belum tersedianya pabrik pengolahan dalam menjalin kerjasama usaha
 Belum tersedia akses informasi pasar modern
 Penggunaan alat pertanian yang masih manual
 Minimnya kios pertanian sebagai penyedia sarana dan prasarana yang
dibutuhkan untuk budidaya jagung
Opportunity
 Persaingan produksi jagung yang masih sedikit
 Besarnya permintaan pasar
 Respon dan antusias masyarakat cukup baik untuk menerima produk yang
dihasilkan
Threats
 Lahan yang terbuka serta ancaman dari hewan liar
 Anomali iklim atau cuaca yang kurang mendukung sehingga dapat
mempengaruhi proses produksi
 Serangan hama dan penyakit
Rencana Pengembangan
Jangka pendek
 Penjualan produk secara langsung kepada konsumen tanpa melalui
tengkulak, sebab dengan penjualan secara langsung dapat memotong rantai
pemasaran yang dapat merugikan petani, dapat menyebabkan harga pasar
lebih tinggi
Jangka menengah
 Menciptakan lapangan kerja
 Menghasilkan produk dengan inovasi baru
 Bersaing di pasar modern
Jangka panjang
 Dapat menembus perusahaan besar
 Ekspor
Analisis Dampak Dan Resiko Usaha
Terhadap masyarakat sekitar

86
 Respon dan antusias masyarakat cukup baik untuk menerima produk yang
dihasilkan
 Membuka peluang dan Menciptakan lapangan kerja
Terhadap lingkungan
 Dengan banyaknya tanaman maka semakin baik untuk lingkungan
 Memanfaatkan lahan yang masih kosong
Analisis resiko usaha
 Adanya pesaing atau produk yang dihasilkan dari luar daerah
 Persaingan dengan produk lainnya
 Kegagalan dalam budidaya
 Ancaman dari hewan liar (babi)
 Hama dan penyakit
 Cuaca yang tidak menentu atau anomali iklim
Antisipasi
 Meningkatkan mutu produk dan menjaga kontinuitas produk yang
dihasilkan
 Menciptakan harga produk yang terjangkau bagi konsumen dan
menciptakan inovasi baru dalam pengolahan produk
 Memberikan pelatihan kepada SDM
 Pemberian pagar
 Pemeliharaan secara intensif
 Pembuatan kalender musim

4.3 Analisis Rencana Biaya Usaha Agribisnis (Business Plan)


Sesuai dengan potensi yang ada bahwa Rencana bisnis yang dipilih oleh
penulis sesuai dengan keadaan wilayah dan potensi yang ada di Desa Marok Kecil
adalah Budidaya Jagung. Berikut Estimasi Keuangan Budidaya Jagung dalam 3
kali Produksi selama 1 Tahun.
A. Biaya tetap (Fix Cost)
NO Nama Alat / Bahan JML Harga Total
1 Mesin Pompa Air 1 Rp 3.000.000 Rp 3.000.000
2 Cangkul 5 Rp 60.000 Rp 300.000

86
200
3 Selang Rp 5.000 Rp 1.000.000
meter
4 Bangunan 1 Rp 500.000 Rp 500.000
5 Drum 1 Rp 250.000 Rp 250.000
6 Keranjang Panen 3 Rp 60.000 Rp 180.000
Jumlah Rp 5.230.000

Biaya tetap atau Fix Cost berbentuk barang yang dapat diguanakan untuk
beberapa kali produksi dilakukan.
B Biaya penyusutan alat
Nama Alat /
No JML Harga JUE Penyusutan/Thn Total
Bahan
Mesin Pompa
1 1 Rp 3.000.000 3 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
Air
2 Cangkul 5 Rp 60.000 3 Rp 20.000 Rp 100.000
3 Selang 200 Rp 5.000 3 Rp 1.667 Rp 333.333
4 Bangunan 1 Rp 500.000 3 Rp 166.667 Rp 166.667
5 Drum 1 Rp 250.000 3 Rp 83.333 Rp 83.333
6 Keranjang Panen 3 Rp 60.000 3 Rp 20.000 Rp 60.000
Jumlah Rp 1.743.333

Jumlah penyusutan dihitung selama tiga tahun Produksi Budidaya Jagung.

C Biaya Variabel (Variabel Cost)


No Nama Alat / Bahan JML Harga Total
1 NPK Mutiara 100 kg Rp 36.000 Rp 3.600.000
2 Pupuk Kandang 60 karung Rp 120.000 Rp 7.200.000
5
3 Dolomit 20 karung Rp 60.000 Rp 1.200.000
pck=25/1Ha
4 Benih Jagung 5 pack Rp 300.000 Rp 1.500.000 1 pack = 5 kg
5 Pestisida 1 botol Rp 135.000 Rp 135.000 Matador
Jumlah Rp 13.635.000

Biaya Variabel merupakan biaya yang habis digunakan dalam satu kali
produksi, estimasi dari tiga kali produksi yang dikalkulasikan dalam satu tahun.
BIAYA USAHA
Keterangan Modal Sendiri Kredit Jumlah
A. INVESTASI
1. Mesin Pompa Air Rp 3.000.000
2. Cangkul Rp 60.000
3. Selang Rp 5.000

86
4. Drum Rp 250.000
5. Keranjang Panen Rp 60.000
6. Bangunan Rp 500.000
Total Aktiva Tetap Rp 3.875.000

B. INVESTASI PRA
OPERASIONAL
1. Rencana Usaha
2. Perizinan
3. Uji Coba
4. Pelatihan
Total Pra Operasional 0

C. TOTAL INVESTASI (A+B) Rp 3.875.000

D. MODAL KERJA
Biaya Pokok Produksi
1. Bahan Baku Rp 13.635.000
2. Upah Tenaga Rp 1.200.000
Total Biaya Produksi Rp 14.835.000

Biaya Usaha
1. Gaji Pimpinan Rp 2.000.000
2. Biaya Pemasaran Rp 300.000
3. ATK Rp 50.000
4. Biaya Sewa Rp 500.000
Total Biaya Usaha Rp 2.850.000
Total Biaya Operasi Rp 17.685.000
MODAL KERJA Rp 17.685.000
TOTAL BIAYA USAHA (C+D) Rp 21.560.000

PROYEKSI LABA
RUGI
Keterangan Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3
A. PENJUALAN Rp 40.000.000 Rp 80.000.000 Rp 160.000.000
B. BIAYA PRODUKSI
1. Bahan Baku Rp 13.635.000 Rp 27.270.000 Rp 54.540.000
2. Upah Tenaga Kerja Rp 1.200.000 Rp 2.400.000 Rp 4.800.000
Total Biaya Pokok Produksi Rp 14.835.000 Rp 29.670.000 Rp 59.340.000
C. LABA KOTOR (A-B) Rp 25.165.000 Rp 50.330.000 Rp 100.660.000
D. BIAYA USAHA

86
1. Biaya Pimpinan Rp 2.000.000 Rp 2.000.000 Rp 2.000.000
Rp
2. Biaya Pemasaran Rp 300.000 Rp 300.000 300.000
Rp
3. ATK Rp 50.000 Rp 50.000 50.000
Rp
4. Biaya Sewa Rp 500.000 Rp 500.000 500.000
5. Penyusutan Rp 1.743.333 Rp 1.743.333 Rp 1.743.333
6. Amortisasi
Total Biaya Usaha Rp 4.593.333 Rp 4.593.333 Rp 4.593.333
E. LABA USAHA (C-D) Rp 20.571.667 Rp 45.736.667 Rp 96.066.667
F. BUNGA
G. LABA SEBELUM
PAJAK (E-F) Rp 20.571.667 Rp 45.736.667 Rp 96.066.667
H. PAJAK
I. LABA (G-H) Rp 20.571.667 Rp 45.736.667 Rp 96.066.667
J. BEP (D/C) x A x 100% Rp 7.301.145 Rp 7.301.145 Rp 7.301.145

86
PROYEKSI
ARUS KAS
TOTAL PENJUALAN Tahun ke-0 Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3
A. ARUS KAS MASUK
1. Penjualan Tunai Rp 40.000.000 Rp 80.000.000 Rp 160.000.000
2. Penerimaan Piutang
Rp
3. Modal Sendiri 21.560.000
4. Kredit Investasi
5. Kredit Modal Kerja
6. Saldo Kas Awal Rp 17.685.000 Rp 40.000.000 Rp 87.480.000
Rp
Total Kas Masuk 21.560.000 Rp 57.685.000 Rp 120.000.000 Rp 247.480.000

B. ARUS KAS KELUAR


Rp
1. Investasi 3.875.000
2. Biaya Pokok Produksi Rp 14.835.000 Rp 29.670.000 Rp 59.340.000
3. Biaya Usaha Sebelum
Penyusutan Rp 2.850.000 Rp 2.850.000 Rp 2.850.000
4. Bunga
5. Pajak
Rp
Total Kas Keluar 3.875.000 Rp 17.685.000 Rp 32.520.000 Rp 62.190.000

86
Rp
C. KAS BERSIH (A-B) 17.685.000 Rp 40.000.000 Rp 87.480.000 Rp 185.290.000

D. KEWAJIBAN BANK
1. Angsuran Kredit Investasi
2. Angsuran Modal Kerja
Total Kewajiban Bank

Rp
E. SALDO KAS AKHIR (C-D) 17.685.000 Rp 40.000.000 Rp 87.480.000 Rp 185.290.000

86
BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Kabupaten Lingga khususnya di Desa Marok Kecil memiliki potensi untuk
dilakukannya bisnis budidaya tanaman jagung. hal tersebut bisa dibuktikan
dengan kondisi wilayah yang cocok serta dukungan dari pemerintah daerah
setempat. Dengan adanya luasan lahan yang belum termanfaatkan secara
maksimal, sangat memungkinkan untuk menjadi peluang bisnis budidaya
tanaman jagung yang dapat mencukupi kebutuhan jagung dalam Negeri serta
lahan Ekspor di beberapa Negara Tetangga.
6.2 .Saran
Sarana dan Prasarana (Transportasi) sangat dibutuhkan untuk
memudahkan dalam kegiatan pendampingan dan pengawalan maupun IPW.
Jika sarana dan prasarana tidak mendukung maka akan menghambat jalannya
kegiatan PKL dan UPSUS di Desa Marok Kecil.

86
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2014. Menanam Jagung Manis Hibrida Varietas Bonanza F1. http://budi
dayahebat.blogspot.com/2014/03/menanam-jagung-manis-hibrida-
varietas. html. (25 Oktober 2017).
Anonim.2014.http://www.ciputraentrepreneurship.com/pemikiran.ciputra/kemitr
aan -sangat-penting-bagi-entrepreneur. (25 Oktober 2017).
Anonim. 2013. Biologi jagung hibrida. http://eprints.ung.ac.id/510/6/2013-2-
54211-613409045-bab2-10012014070816.pdf. (25 Oktober 2017).
Anonim. 2012. http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/122823-S-5461-Gambaran%20
kemitraan-Tinjauan%20literatur.pdf. (26 Oktober 2017).
Anonim. 2010. Karakteristik Produk pertanian. http://agribisnis.blogspot.com/
2010/06 karakteristik-produk-pertanian.html. 2010. (26 Oktober 2017).
Anonim, 2010. http://ejournal.umm.ac.id/index.php/industri/article/view File
/1874/2010 umm_scientific_journal.pdf (27 Oktober 2017).
Rukmana. 2006. Usaha tani jagung. Jakarta. Kanisius rev.II.
Suryana, A. Dan Agustian, A. 2014 Analisis Daya Saing Usaha Tani Jagung di
Indonesia.
Fermin, U. Dan Sabaruddin, L. 2013 Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea
mays L.) dan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)Melalui Pemberian
Nutrisi Organik dan Waktu Tanam dalam Sistem Tumpangsari.
Prahasta, 2009. Agribis Jagung. Pustaka Grafika. Bandung, hal. 1.

86