Anda di halaman 1dari 5

Nama : Euis Sumarni

NIM : 1705745
Kelas : 5A/Pendidikan Geografi
Mata Kuliah : Metode Penelitian Geografi

Perbedaan Penelitian Ex Post Facto dan Eksperimen


Penelitian Ex- Post Facto Penelitian Eksperimen
Penelitian Ex post facto adalah metode dimana menelusuri Menurut Davis (2004) penelitian eksperimental
kembali kemungkinan peristiwa yang sudah terjadi apakah didasarkan pada asumsi bahwa dunia bekerja menurut
peristiwa tersebut dikendalikan, direkayasa atau
dimanipulasi oleh para investigator (Cooper and Schindler hukum-hukum kausal. Sedangkan menurut Wiersma
Definisi (1991: 99) eksperimen sebagai suatu situasi
2001:136).
Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang penelitian yang sekurang-kurangnya satu variabel
menjelaskan bagaimana variable-variabel dalam penelitian
bebas, yang disebut sebagai variabel eksperimental,
saling berhubungan atau berpengaruh, serta menemukan
bagaimana gejala-gejala atau perilaku itu dapat terjadi. sengaja dimanipulasi oleh peneliti.
1. Data dikumpulkan setelah semua peristiwa terjadi 1. Merupakan satu-satunya metode penelitian yang
2. Variabel terikat ditentukan terlebih dahulu, kemudian dianggap paling dapat menguji hipotesis
meruntut ke belakang untuk menemukan sebab,
hubungan, dan maknanya hubungan sebab-akibat, atau yang paling dapat
3. Penelitian bersifat deskriptif yang mana menjelaskan memenuhi validitas internal
penemuannya sebagaimana yang telah diamati 2. Merupakan rancangan penelitian yang dapat
Karakteristik 4. Penelitian bersifat korelasional artinya mencoba
memberikan pengujian hipotesis yang paling ketat
menemukan hubungan kasual fenomena yang diteliti
5. Penelitian eksperimental, dan ex post facto dari logika disbandingkan dengan jenis penelitian yang
yang digunakan dan tujuan yang ingin dicapai sama lainnya
yaitu menentukan validitas empiris. 3. Merupakan penelitian yang dapat digunakan
6. Penelitian ex post facto dilakukan jika dalam beberapa
hal penelitian eksperimen tidak dapat dilaksanakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu
terhadap dampaknya dalam kondisi yang
terkendalikan.
4. Ciri khas yang membedakan penelitian
eksperimen dengan penelitian lainnya yaitu:
a. Satu atau lebih variable bebas dimanipulasi
(kondisinya dibuat berbeda, missal: treatment dan
non-treatment)
b. Semua variable lainnya, keculai variable
perlakuan (variable bebas), dikendalikan
c. Pengaruh manipulasi variable bebas (pemberian
perlakuan) terhadap variable terikat yang diamati,
dengan asumsi karena diberi perlakuan yang
berbeda maka akan memberikan dampak yang
berbeda pula.
d. Adanya komparasi, sehingga perlu penyamaan
antara kelompok yang akan dikenai perlakuan
dengan kelompok yang tidak dikenai perlakuan
(dua kelompok yang akan dibandingkan tersebut
harus komparasi).
1. Perumusan masalah, masalah yang ditetapkan harus 1. Memilih dan merumuskan masalah, termasuk
mengandung unsur sebab atau kasua bagi munculnya akan menguji-cobakan perlakuan apa, dampak
variable dependen.
2. Hipotesis, peneliti harus mampu mengidentifikasi dampak apa yang ingin dilihat.
Langkah-langkah penelitian
tandingan atau alternative yang mungkin dapat 2. Memilih subyek yang akan dikenai perlakuan
menerangkan hubungan antar variable independen dan dan subyek yang tidak dikenai perlakuan.
dependen.
3. Memilih disain penelitian eksperimen.
3. Pengelompokkan data, penentuan kelompok subjek 4. Mengembangkan instrumen pengukuran
yang akan dibagi, pertama-tama kelompok yang diplih (instrumen untuk mengumpulkan data)
harus memiliki karakteristik yang menjadi konsen
penelitian. 5. Melaksanakan prosedur penelitian dan
4. Pengumpulan data, hanya data yang diperlukan yang pengumpulan data.
kumpulkan, baik yang berhubungan dengan variabel 6. Menganalisis data
dependen maupun berkenaan dengan faktor yang
7. Perumusan kesimpulan
dimungkinkan munculnya hipotesis tandingan.
5. Analisis data, teknik analisis data yang digunakan,
serupa dengan yang digunakan dalam penelitian
diferensial maupun eksperimen. Dimana perbandingan
nilai variabel dependen dilakukan antar kelompok
subjek atas dasar faktor yang menjadi konsen
1. Penelitian ex post facto memenuhi kebutuhan penting 1. Dapat dibuat perencanaan yang sistematis
bagi para peneliti dimana pendekatan eksperimen yang 2. Jumlah dan jenis analisis data yang digunakan
lebih teliti tidak memungkinkan. Dalam kasus dugaan dapat ditentukan terlebih dahulu dengan tingkat
hubungan antara merokok dan kanker paru-paru, kepercayaan yang tinggi
misalnya, ini tidak dapat diuji secara ekperimental 3. Pengaruh variable yang diteliti dapat diukur
(hanya sejauh keprihatinan terhadap sesama) lebih tepat
2. Metode ini menghasilkan informasi yang berguna 4. Kesimpulan yang diperoleh lebih pasti
Kelebihan tentang sifat fenomena –apa yang terjadi dengan apa 5. Memiliki kemampuan untuk membuktikan ada
dan dalam kondisi bagaimana. dengan demikian tidaknya hubungan sebab-akibat yang dihasilkan
penelitian ex post facto adalah alat ekplorasi yang pada penelitian eksperimen lebih kuat atau
berharga. bahkan paling kuat dibandingkan dengan
3. Peningkatan dalam teknik statistik dan metodologi penelitian non-eksperimen.
umum telah membuat desain ex post facto lebih 6. Memiliki kemampuan untuk memanipulasi
dipertahankan. secara tepat satu atau lebih variable yang
diinginkan oleh peneliti.
4. Penelitian ex post facto sangat cocok ketika sedang
mengekplorasi hubungan sebab-akibat dalam konteks
yang lebih sederhana
5. Metode ini dapat memberikan dan menyediakan
sumber hipotesis yang bermanfaat yang kemudian
dapat diuji dengan lebih teliti
1. Kurangnya kontrol, peneliti tidak dapat memanipulasi 1. Sulit untuk digeneralisasikan dalam kehidupan
variabel independen atau untuk mengacak subyeknya sehari-hari.
2. Tidak tahu pasti apakah faktor penyebab telah di 2. Pelaksanaan penelitian ini membutuhkan waktu
masukkan atau bahkan telah diidentifikasi yang relative lebih lama dibandingkan dengan
3. Tidak ada faktor tunggal yang menjadi sebab suatu penelitian lainnya.
akibat, tetapi beberapa kombinasi dan interaksi faktor- 3. Desain dan analisis penelitian eksperimen selalu
faktor berjalan bersama di bawah kondisi tertentu dinyatakan dalam ‘bahasa’ statistika.
menghasilkan akibat tertentu 4. Umumnya diperlukan biaya yang lebih besar
4. Ketika sebuah hubungan antar variabel ditemukan, 5. Metode penelitian ini lebih sesuai untuk bidang-
Kelemahan
permasalahan timbul dalam menentukan penyebab dan bidang teknologi dan sains
efeknya dengan kemungkinan terbalik
5. Mengklasifikasikan subyek ke dalam kelompok
dikotomi (misalnya yang berprestasi dan yang tidak
berprestasi) untuk tujuan komparasi penuh dengan
masalah, karena kategori seperti ini adalah samar-
samar, dapat bervariasi, dan sementara
Sumber :

Jatmika, Surya. dkk. 2014. Penelitian Eksperimen dan Ekpos Fakto. Makalah. Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan Program Pascasarjana
Universitas Negeri Yogyakarta.

Jaedun, Amat. 2011. Metode Penelitian Eksperimen. Modul. Puslit Dikdasmen, Lemlit UNY.

Ana, Suhana. 2016. Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Eksperimen. Diakses dari
https://www.scribd.com/document/321998347/Kelebihan-Dan-Kekurangan-Penelitian-Eksperimen-NADIA