Anda di halaman 1dari 15

KETERAMPILAN MEMBIMBING DISKUSI KELOMPOK KECIL

LAPORAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Bidang Studi
Geografi yang diampu oleh:
1. Dr. Hj. Epon Ningrum, M.Pd.
2. Totok Doyok Pamungkas. M.Eng.

Oleh:
Kelompok 7
Bintang Mahesa 1703268
Euis Sumarni 1705745
Mazwin Febiani 1705587
Reksi Iskandar 1704871
Riovaldi Ardhian Partasasmita 1607575

DEPARTEMEN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2019
A. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Menurut Djamarah (2000 : 157) dalam Zulfiandri, dkk (2016) menyatakan
bahwa diskusi kelompok kecil merupakan suatu proses yang teratur melibatkan
sekelompok individu dalam suatu interaksi tatap muka secara kooperatif untuk tujuan
membagi informasi, atau membuat keputusan, atau memecahkan masalah.
Keterampilan dapat menunjukkan pada sifat khusus yang ditampilkan atau sifat
dimana keterampilan tersebut dilaksanakan. Banyak kegiatan yang dianggap sebagai
suatu keterampilan, yan terdiri dari beberapa keterampila dan derajat penguasaaan yang
dicapai dengan seseorang menggambarkan tingkat keterampilannya. Hal ini terjadi
karena kebiasaan yang sudah diterima umum untuk menyatakan bahwa satu atau
beberapa pola gerak atau perilaku yang diperluas bisa disebut keterampilan, misalnya
menulis, memainkan gitar atau piano, menyetel mesin, berjalan, berlari, melompat dan
sebagainya. Jika ini yang digunakan, maka kata “keterampilan” yang dimaksud adalah
kata benda (Fauzi, 2010:7)
Menurut Mulyasa dalam Suwarna (2006:79) dalam Zulfiandri, dkk (2016),
“diskusi kelompok adalah suatu proses percakapan yag teratur, yang melibatkan
sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka, dengan tujuan
berbagi informasi/pengalaman, mengambil keputusan atau memcahkan masalah”.
Diskusi kelompok merupakan salah satu strategi yang memungkinkan siswa
untuk dapat menguasai suatu konsep atau memcahkan suatu permasalahan melalui satu
proses yang memberi kesempatan bagi mereka untuk dapat berpikir, berinteraksi social,
juga berlatih bersikap positif. Karenanya, dengan adanya diskusi kelompok dapat
meningkatkan kreativitas siswa, serta dapat membina kemampuan dalam
berkomunikasi dimana diantaranya termasuk dalam keterampilan berbahasa.
Diskusi kelompok memiliki beberapa karakteristik yaitu:
1. Melibatkan beberapa orang yang terdiri dari 3-9 orang anggota
kelompok(idealnya 5-9 orang)
2. Beralnsung dalam interaksi secara bebas (tidak ada tekanan dan paksaan) dan
langsung, hal itu berarti bahwa semua anggota kelompok memiliki kesempatan
untuk saling beradu pandang dan saling mendengarkan serta saling
berkomunikasi dengan anggota kelompoknya yang lain
3. Memiliki tujuan tertentu yang akan dicapai dengan cara kerjasama diantara
semua anggota kelompok
4. Berlangsung menurut proses yang teratur dan sistematis, menuju suatu
kesimpulan

Sehingga dapat disimpulkan bahwa keterampilan membimbing diskusi kelompok


kecil merupakan pelaksaan suatu kegiatan dengan cara membimbing peserta didik agar
dapat melaksanakan diskusi kelompok kecil secara efektif dalam rangka mencaai
indicator keberhasilan.

Menurut Rusman (2013 : 89) dalam dalam Zulfiandri, dkk (2016) “keterampilan
memimbing diskusi kelompok kecil adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk
memfasilitasi system pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa secara kelompok.
Untuk itu keterampilan guru harus dilatih dan dikembangkan, sehingga para guru
memiliki kemampuan untuk melayani siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran
kelompok kecil”.

Sedangkan menurut Sanjaya (2006 : 157) dalam Zulfiandri, dkk (2016) mengatakan
bahwa “disuse kelompok kecil dilakukan dengan membagikan siswa dalam kelompok-
kelompok. Jumlah anatara kelompok 3-5 orang pelaksanaanya dilakukan dengan guru
menyajikan permasalahan secara umum, kemudian masalah tersebut dibagi-bagi
kedalam sub masalah yang harus dipecahkan oleh setiap kelompok kecil. Setelah
diskusi dalam kelompok kecil, ketua kelompok menyajikan hasil diskusinya”.

a. Komponen Keterampilan Membimbing Diskusi


1. Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi
Ketika kegiatan berdiskusi sedang berlangsung, guru harus senantiasa
berupaya agar dapat memusatkan perhatian dan aktivitas pembelajaran yang
sedang dilakukan siswa pada topik atau permasalahan yang sedang di
diskusikan. Dengan dmeikian jika terjadi pembicaraan yang menyimpang dari
apa yang sedang di diskusikan, pada saat itu pemimpin dari diskusi kelompok
kecil harus segera meluruskan dan mengingatkan arah pembicaraan dari
anggota kelompoknya agar kembali pada topik dan sasaran diskusi yang sedang
dilakukan. Masalah yang terjadi ketika diskusi tersebut dapat diatasi dengan
memusatkan perhatian siswa. Dalam berupaya memusatkan perhatian siswa,
guru dapat melakukan beberapa cara, yaitu :
1. Rumuskan tujuan dan topik yang akan dibahas pada awal diskusi.
Guru berusaha untuk menyampaikan kembali tujuan diskusi tersebut
dan bagaimana cara mencapainya. Untuk membantu siswa dalam
memahami topik diskusi yang sedang dilakukan, guru dapat membantu
dengan mengajukan beberapa pertanyaan seputar topik yang sedang
dibicarakan. Pertanyaan tersebut harus focus dan bersifat menantang
keingintahuan siswa tentang topik yang sedang dibahas.
2. Kemukakan masalah-masalah khusus.
Guru menyampaikan masalah-masalah khusus dan ketika diskusi
tersebut terlihat mulai melenceng dari tujuan awal diskusi, maka guru
mengingatkan kembali tentang topik dana rah pembicaan pada diskusi yang
sedang berlangsung tersebut.
3. Catat perubahan atau penyimpangan diskusi dari tujuan
Guru harus mencermati setiap penyimpangan yang terjadi pada saat
diskusi berlangsung dan selalu mengingatkan supaya setiap kelompok
diskusi kembali pada rambu-rambu diskusi yang telah disepakati
sebelumnya.
4. Rangkum hasil pembicaraan dalam diskusi
Guru membuat kesimpulan pada akhir subpermasalahan yang sedang
dibahas, untuk menghimpun pendapat-pendapat siswa tentang subtopic
tersebut. Pendapat dan gagasan yang diutarakan oleh siswa di dalam
kelompok dapat dimanfaatkan gutu untuk dapat meningkatkan hasil dari
diskusi kelompok
2. Memperluas Masalah atau Urutan Pendapat
Selama diskusi berlangsung sering terjadi penyampaian ide yang kurang
jelas hingga sukar ditanggap oleh anggota kelompok, yang akhirnya
menimbulkan kesalahpahaman hingga keadaan dapat menjadi tegang. Jika
kejadian dibiarkan semakin berkembang, maka proses dan hasil diskusi bisa
terganggu.
Oleh karenanya guru atau pemimpin diskusi harus segera memperjelas
pendapat dan pembicaraan peserta didik yang ditangkap kurang jelas oleh
peserta diskusi lainnya. Dengan melalui upaya guru atau pemimpin diskusi
terlebih dahulu memberikan penjelasan yang diperlukan selama proses diskusi
berlangsung, maka setiap peserta diskusi akan memiliki persepsi yang sama
terhadap ide dan gagasan yang dikemukakan oleh anggota kelompok diskusi
yang lainnya.
Dalam hal demikian tugas guru dalam memimpin diskusi untuk
memperjelasnya, yakni dengan cara :
1. Menguraikan kembali atau merangkum urunan tersebut sehingga menjadi
jelas
2. Meminta komentar siswa dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang
membantu mereka memperjelas atau mengembangkan ide tersebut
3. Menguraikan gagasan siswa dengan memberikan informasi tambahan atau
contoh – contoh yang sesuai hingga kelompok memperoleh pengertian yang
lebih jelas
3. Menganalisis Pandangan Siswa

Di dalam diskusi sering terjadi perbedaan di antara anggota kelompok.


Perbedaan pendapat yang terjadi ketika diskusi merupakan sesuatu yang wajar
dang kemungkinan besar akan terjadi. Namun ada hal yang harus diperhatikan
oleh guru dan pemimpin diskusi ketika terjadi perbedaan pendapat tersebut
yaitu bagaimana cara agar perbedaan pendapat tersebut dapat menjadi suatu
pendorong dan membimbing setiap anggota kelompok diskusi agar dapat
berpartisipasi secara aktif dan konstruktif agar permasalahan yang sedang
didiskusikan dapat terpecahkan.

Dengan demikian guru hendaklah mampu menganalisis alasan


perbedaan tersebut dengan cara, sbb :

1. Meneliti apakah alasan tersebut memang mempunyai dasar yang kuat


Dari sinilah pentingnya untuk melakukan analisis terhadap pendangan
yang berbeda-beda yang dimunculkan oleh setiap anggota kelompok diskusi.
Analisis tersebut etrutama ditujukan agar dapat meminta klasifikasi atau
alasan yang dapat dijadikan dasar pemikiran terhadap setiap pendapat yang
diutarakan oleh masing-masing anggota kelompok diskusi. Dengan
demikian, seluruh peserta diskusi akan dapat memahami dan menghargai
setiap perbedaan pendapat yang dikemukakan oleh anggota diskusi yang
lain.
2. Memperjelas hal – hal yang disepakati dan yang tidak disepakati
Setelah informasi dari alasan-alasan masing-maisng anggota kelompok
diskusi yang berbeda-beda pendapat tersebut diperoleh, pemimpin diskusi
dapat menindaklanjuti dengan mencapai suatu kesepakatan bersama
terhadap hal-hal mana saja yang dapat disepakati bersama, sehingga dari
diskusi tersebut dapat membuahkan suatu kesimpulan bersama.
4. Memperluas masalah atau urunan pendapat
Pada saat diskusi berjalan, kadang-kadang pertanyaan, komentar,
pendapat, atau gagasan yang disampaikan peserta diskusi ada kalanya kurang
jelas, sehingga jelas mengaburkan pada topik pembahasan kadang-kadang juga
menimbulkan ketegangan atau permasalahan baru dalam diskusi. Kejadian ini
jangan dibiarkan semakin berkembang, karena akan mengganggu proses dan
hasil diskusi itu sendiri.
Oleh karena itu guru atau pimpinan diskusi, harus segera memperjelas
terhadap pendapat atau pembicaraan peserta diskusi yang kurang jelas
ditangkap oleh peserta diskusi lainnya. Dengan demikian melalui upaya guru
atau pimpinan diskusi ikut memberikan penjelasan yang diperlukan, maka
setiap peserta diskusi akan memiliki persepsi yang sama terhadap ide yang
disampaikan oleh anggota kelompok diskusi.
Beberapa cara untuk meningkatkan urunan pikir siswa:
a. Mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang menantang siswa untuk
berpikir.
b. Memberikan contoh – contoh verbal atau nonverbal yang sesuai dan tepat.
c. Memberikan waktu untuk berpikir
d. Memberikan dukungan terhadap pendapat siswa dengan penuh perhatian
5. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
Proses dan hasil diskusi harus mencerminkan dari hasil kerja kolektif
antar sesama peserta diskusi. Oleh karena itu setiap anggota diskusi harus
memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan ide, pendapat, atau
memberikan komentar. Kegiatan diskusi merupakan salah satu contoh
penerapan demokrasi dalam pembelajaran, karenanya pimpinan diskusi atau
guru harus mampu mengendalikan kegiatan diskusi agar pembicara tidak
didominasi oleh sekelompok atau orang-orang tertentu saja.
Apabila pembicaraan dalam diskusi hanya dimonopoli oleh peserta tentu
saja, maka proses diskusi tidak akan berjalan secara efektif dan efisien.
Demikian juga kesimpulan dari diskusi tersebut tidak mencerminkan hasil
diskusi yang baik, melainkan kesimpulan dari sekelompok orang tertentu saja.
Penyebaran kesempatan berpartisipasi dapat dilakukan dengan cara:
a. Mencoba memancing urunan siswa yang enggan berpartisipasi dengan
mengarahkan pertanyaan langsung secara bijaksana. Misalnya “ Bapak
(Ibu) yakin bahwa nita dapat menjawab. Coba, Nita!”
b. Mencegah terjadinya pembicaraan serentak dengan memberi giliran kepada
siswa yang pendia terlebih dahulu.
c. Mencegah secara bijaksana siswa yang suka memonopoli pembicaraan
d. Mendorong siswa untuk mengomentari urunan temannya hingga interaksi
antarsiswa dapat ditingkatkan.
6. Menutup diskusi
Keterampilan akhir yang harus dikuasai oleh guru adalah menutup
diskusi.Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a) Membuat rangkuman hasil diskusi dengan bantuan para siswa.Ini lebih
efektif daripada bila rangkuman hanya dibuat sendiri oleh guru
b) Memberi gambaran tentang tindak lanjut hasil diskusi ataupun tentang topik
diskusi yang akan dating.
c) Mengajak siswa untuk menilai proses maupun hasil diskusi yang telah
dicapai
7. Hal-hal yang perlu di perhatikan
a) Mendominasi diskusi sehingga siswa tidak diberi kesempatan
b) Membiarkan siswa tertentu memonopoli diskusi
c) Membiarkan terjadinya penyimpanan dari tujuan diskusi dengan
pembicaraan yang tidak relevan
d) Membuat siswa yang enggan berpartisipasi.
e) Tidak memperjelas atau mendukung urunan pikir siswa
f) Gagal mengakhiri diskusi secara efektif

Dari komponen-komponen yang telah disebutkan dijelaskan di atas, dapat


disimpulkan bahwa tidak semua pembicaraan kelompok dapat disebut sebagai suatu
diskusi. Dalam suatu kegiatan pembelajaran, diskusi kelompok kecil juga harus memnuhi
persyaratan yang jelas. Hal ini berkaitan bahwa setiap diskusi kelompok kecil yang
dilakukan juga harus memiliki tujuan dan maksud yang jelas yang akan dicapai oleh
kelompok, diskusi dapat berlangsung secara sistematis, dan setiap peserta didik yang
menjadi anggota kelompok diskusi memiliki kesempatan untuk bertatap muka dan
mengutarakan pendapatnya terhadap topik diskusi yang dibahas secara bebas, denan tidak
mengabaikan aturan-aturan diskusi yang telah disepakati sebelumnya.
Lembar Observasi

Keterampilan : Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Sekolah : SMAN 1 Lembang

Kelas : XI IPS 1

Guru : Heni Hudayani

Materi Pokok : Usaha Ketahanan Pangan

Waktu : 2x45 menit

Pelaksanaan
No Kegiatan Keterangan
Ya Tidak
- Sebelum melakukan diskusi, guru
menginstruksikan untuk
membuat kelompok dan
memaparkan topik dan diskusi
yang akan dilakukan. Tema
diskusi yang akan dibahas yaitu
Memusatkan perhatian siswa
1 √ mengenai analisis potensi
pada tujuan dan topik diskusi
ketahanan pangan di daerah
maisng-masing.
- Guru mengulang kembali topik
dari diskusi untuk memusatkan
perhatian siswa yang mulai
terlihkan dan tidak kondusif.
Memperluas masalah atau Guru memberikan komentar
urunan pendapat terhadap diskusi yang sedang
2 √ dilakukan oleh siswa, dengan
memberikan informasi tambahan
yang dibutuhkan oleh siswa.
Menganalisis pandangan siswa Siswa yang sebelumnya memiliki
3 √ perbedaan pendapat akhirnya sepakat
setelah diberikan saran oleh guru.
Memperluas masalah atau Guru memberikan pertanyaan
urunan pendapat mengenai pangan apa saja yang
4 √ cocok, juga memberikan kesempatan
kepada siswa untuk memberikan
jawaban.
Menyebarkan kesempatan - Guru memberikan kesempatan
berpartisipasi kepada setiap anggota kelompok
diskusi agar memberikan
pendapat terhadap potensi
ketahanan pangan yang ada di
5 √ daerah masing-masing siswa.
- Siswa yang sebelumnya terlihat
pasif, akhirya ikut mengeluarkan
pendapat dan saran mengenai
potensi ketahanan pangan yang
ada di sekitar daerahnya.
Menutup diskusi Guru merangkum hasil dari diskusi
yang dilakukan oleh siswa mengenai
6 √
potensi pangan yang ada di
daerahnya maisng-masing.

1. Hasil Observasi
a. Kegiatan yang harus dilakukan : 6 kegiatan
b. Kegiatan yang sudah dilakukan : - kegiatan
c. Kegiatan yang belum dilakukan : - kegiatan
d. Catatan Observer : Guru sudah melaksanakan semua kegiatan yang
ada dalam instrument
2. Refleksi
Dari enam kegiatan yang harus dilakukan sesuai dengan instrumen, guru sudah
melakukan semua kegiatan yang ada dalam instrument.
Catatan observasi kegiatan yang belum dilakukan : Tidak ada
3. Evaluasi Observasi Lapangan
a. Seluruh kegiatan yang dilakukan : 6
b. Kegiatan yang sudah dilakukan : 6
c. Kompetensi keterampilan : 100%

Berdasarkan observasi yang dilakukan gruu sudah melaksanakan semua kegiatan


yang tercantum dalam lembar observasi. Artinya guru sudah menjalankan keterampilan
membimbing diskusi kecil dengan baik, yaitu dengan memahami bahwa keterampilan
membimbing diskusi kelompok kecil adalah membimbing setiap siswa dalam
kelompok kecil untuk dapat memecahkan masalah pada saat berdiskusi, hal tersebut
dilakukan agar dapat mencapai tujuan yang ingin di capai.
REFLEKSI, EVALUASI DAN TINDAK LANJUT HASIL MICROTEACHING

1. Kelompok yang di observasi


Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
1. Bintang Mahesa (1703268)
2. Euis Sumarni ( 1705745)
Nama 3. Mazwin Febiani (1705587)
4. Reksi Iskandar (1704871)
5. Riovaldi Ardhian Partasasmita (1607575)
Kelas/Semester XI/Satu
Materi Pokok Persebaran Flora Fauna di Dunia dan Indonesia
Materi Pembelajaran Persebaran Flora dan Fauna di Dunia

2. Kelompok yang mengobservasi : Keterampilan Membuka ( dua lembar observasi)


3. Hasil Observasi
a. Kegiatan yang harus dilakukan : 5 kegiatan
b. Kegiatan yang sudah dilakukan : 4 kegiatan
c. Kegiatan yang belum dilakukan : 1 kegiatan
d. Catatan Observer : Guru model tidak menambahkan materi flora
dan fauna kepada peserta didik ketika diskusi berlangsung
4. Refleksi
Dari lima kegiatan yang harus diakukan sesuai dengan instrumen, yang sudah
dilakukan empat kegiatan, dan satu kegiatan belum dilakukan.
Catatan observasi kegiatan yang belum dilakukan : kegiatan yang belum dilakukan
yaitu kegiatan dimana guru model memberikan informasi tambahan mengenai flora dan
fauna yang sedang dibahas dalam diskusi.
5. Tindak Lanjut
1. Untuk kedepannya akan memberikan tambahan informasi yang dibutuhkan oleh
siswa ketika diskusi telah selesai
2. Untuk kedepannya akan lebih menguasai pengelolaan kelas agar kelas menjadi
kondusif dengan cara membuat kesepakatan dengan peserta didik sebelum diskusi
dimulai
6. Evaluasi Diri
a. Seluruh kegiatan yang dilakukan : 5
b. Kegiatan yang sudah dilakukan : 4
c. Kompetensi keterampilan : 80%
d. 4 orang dari 5 memiliki kompetensi keterampilan diskusi kelompok kecil

Dari lima kegiatan yang diwajibkan yang sudah dilaksanakan adalah empat
kegiatan, sehingga kelompok kami memiliki kompetensi : 4/5 x 100% = 80%

Dari lima orang anggota kelompok keterampilan diskusi kelompok kecil, empat
orang sudah memiliki kompetensi keterampilan diskusi kelompok kecil sebagai calon
pendidik/guru. Sedangkan satu orang belum, karena ketika kegiatan microteaching
berlangsung tidak mengikuti kegiatan microteaching tersebut.
KESIMPULAN

Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil sangat dibutuhkan oleh guru karena
dapat membantu guru dalam melakukan pengelolaan kelas ketika diskusi sedang berlangsung.
Manfaat dari keterampilan ini bagi guru yaitu agar tujuan dari diskusi yang dilakukan dapat
tercapai dan kondisi ketika diskusi dapat terkontrol atau kondusif.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMAN 1 Lembang, guru yang mengajar
sudah memiliki keterampilan dalam membimbing diskusi kelompok kecil, karena sudah dapat
menguasai kelas ketika diskusi tengah berlangsung. Sedangkan berdasarkan observasi yang
dilakukan ketika microteaching, guru belum sepenuhnya memiliki keterampilan membimbing
diskusi kelomppok kecil karena dalam penguasaann pengelolaan kelas masih kurang.
DAFTAR PUSTAKA

Usman, Moh. Uzer. 2004. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya

Zulfanidar,dkk. 2016. Keterampilan Guru Membimbing Diskusi Kelompok Kecil di SD Negeri


Garot Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
FKIP Unsyiah Volume 1 Nomor 1,hal. 176-181.
https://media.neliti.com/media/publications/18764-ID-keterampilan-guru-membimbing-diskusi-
kel.pdf. (Diakses 27 September 2019 pukul 06.53)