Anda di halaman 1dari 6

1.

Rasio Likuiditas Bank


A. Quick Ratio
Rasio untuk mengukur kemampuan bank dalam memunuhi kewajiban terhadap para
Deposan.
Tahun Cash asset (a) Total deposit Quick rasio (c) Quick rasio %
(b) = a/b
2016 85.751.914 702.060.230 0,122143 12,21%
2017 86.786.628 749.583.982 0,11578 11,57%
table tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 12,21% dan pada tahun 2017 terjadi
penurunan nilai rasio menjadi 11,57%.

B. Investing polish rasio


Rasio ini digunakan untukmengukur kemampuan bank dalam melunasi kewajibannya
pada deposan dengan cara melikuiditas surat berharga yang dimiliki.
Tahun Securities ( Total deposit IPR (c) = a/b IPR %
a) (b)
2016 56.822.471 702.060.230 0,080937 8%
2017 59.531.701 749.583.982 0,07942 7%
table tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 8 %dan pada tahun 2017 terjadi
penurunan nilai menjadi 7 %.

C. Deposit risk rasio


Rasio yang digunakan untuk mengukur risiko kegagalan bank dalam membayar kembali
deposanya.
Tahun Equity capital Total deposit Deposit risk Deposit risk
rasio rasio %
2016 153.369.723 702.060.230 0,218457 21 %
2017 170.006.132 749.583.982 0,226801 22 %
table tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 21 %dan pada tahun 2017 terjadi
peningkatan nilai menjadi 22 %

D. Loan to Deposit Ratio


Rasio untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan
jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan.
Tahun Total Loan (a) Total deposit Equity capital LDR = LDR %
(b) (c) a/b+c
2016 649.322.953 702.060.230 153.369.723 0.76 76%

2017 712.037.865 749.583.982 170.006.132 0.77 77%

table tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 76% dan pada tahun 2017 terjadi
peningkatan nilai menjadi 77%
2. Rasio Solvabilitas Bank
A. Capital Adequate Ratio
Rasio untuk mengukur kinerja bank untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki
bank untuk menunjang aktiva yang mengandung atau menghasilkan resiko, misalnya
kredit yang diberikan.
Tahun Equity capital Total Loans Securities (c) CAR = CAR %
(a) (b) a/b+c
2016 153.369.723 649.322.953 56.822.471 0.217 21.7%

2017 170.006.132 712.037.865 59.531.701 0.220 22%

table tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 21.7%dan pada tahun 2017 terjadi
Peningkatan nilai menjadi 22%

B. Primary Ratio
Rasio untuk mengukur permodalan yang dimiliki sudah memadai.
Tahun Equity Capital Total Assets ( b ) PR ( c ) = a/b PR (%)
(a)
2016 153.369.723 1.038.706.009 0.148 14.8%
2017 170.006.132 1.124.700.847 0.151 15.1%
Tabel tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 14.8% dan mengalami kenaikan pada
tahun 2017 menjadi 15.1%.
C. Risk Assets Rasio
Rasio untuk mengukur kemungkinan penurunan risk assets.
Tahun Equity Total Assets ( b Cash Assets Securities RAR RAR
Capital ) (c) (d) (e) = (%)
(a) a/(b-c-
d)
2016 153.369.723 1.038.706.009 85.751.914 56.822.471 0.171 17.1%
2017 170.006.132 1.124.700.847 86.786.628 59.531.701 0.174 17.4%
Tabel tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 17.1% dan mengalami kenaikan pada
tahun 2017 menjadi 17.4%.
D. Secondary Risk Ratio
Rasio untuk mengukur penurunan asset yang mempunyai risiko lebih tinggi.
Tah- Total Assets Aset Tetap ( Aset lain- Cash assets SRR (e) =
un (a) b) lain ( c ) (d) a-(b+c+d)

2016 1.038.706.009 35.663.290 11.557.238 85.751.914 905.733.567


2017 1.124.700.847 36.618.753 15.014.218 86.786.628 986.281.248
Tabel tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 905.733.567 dan mengalami kenaikan
pada tahun 2017 menjadi 986.281.248.
3. Rasio Rentabilitas Bank
A. Gross Profit Margin
Rasio ini digunakan untuk mengetahui presentasi laba dari kegiatan usaha murni dari
banyak bank yang bersangkutan setelah dikurangi biaya-biaya.
Tahu Operating Operating Expense GPM ( c ) = (a – GPM ( % )
n Income ( a ) (b) b)/a
2016 95.996.313 62.188.120 0,3890 38,90 %
2017 101.783.171 56.152.717 0,4151 41,51 %
table tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 38,90% dan mengalami kenaikan
menjadi 41,51% pada tahun 2017.
B. Net Profit Margin
Rasio ini untuk mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan net income dari
kegiatan operasi pokoknya.
Tahun Net Income ( a ) Operating Expense NPM ( c ) = a/b NPM ( % )
(b)
2016 18.612.727 62.188.120 0,3315 33,15 %
2017 27.169.751 56.152.717 0,4369 43,69 %
table tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 33,15% dan mengalami kenaikan pada
tahun 2017 menjadi 43,69%.

C. Return On Equity Capital


Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola
capital yang ada untuk mendapatkan net income.
Tahun Net Income ( a ) Equity Capital ( b ) ROEC ( c ) = a/b ROEC ( % )
2016 18.612.727 170.006.132 0,1214 12,14 %
2017 27.169.751 153.369.723 0,1598 15,98 %

D. Gross Yield On Total Assets


Rasio ini untuk mengukur kemampuan manajemen menghasilkan income dari
pengelolaan asset.
Tahun Operating Total Asset ( b ) GYOTA ( c ) = a/b GYOTA ( %
Income ( a ) )
2016 95.996.313 1.038.706.009 0,0924 9,24 %
2017 101.783.171 1.124.700.847 0,0905 9,05 %
table tersebut dapat diketahui pada tahun 2016 sebesar 9,24 % dan mengalami penurunan
menjadi 9,05 % pada tahun 2017.

E. Net Income Total Assets


Rasio ini untuk mengukur kemampuan manajemen dalam memperoleh profitabilitas dan
manajerial efisiensi secara keseluruhan
Tahun Net Income ( a ) Total Assets ( b ) NITA ( c ) = a/b NITA ( % )
2016 18.612.727 1.038.706.009 0,0179 1,79 %
2017 27.169.751 1.124.700.847 0,0242 2,42 %
Dari table tersebut dapat diketahui pada tahun 2016 sebesra 1,79% dan mengalami
kenaikan menjadi 2,42 % pada tahun 2017.

F. Laverage Multiplier
Rasio ini untuk mengukur Manajemen dalam mengelola asetnya karena adanya biaya
yang harus dikeluarkan akibat penggunaan aktiva
Tahun Total Assets ( a ) Total Equity ( b ) LM( c ) = a/b
2016 1.038.706.009 153.369.723 6.77 Kali
2017 1.124.700.847 170.006.132 6.62 Kali
table tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 6.77 Kalidan mengalami penurunan
pada tahun 2017 menjadi 6.62 Kali.

G. Asset Utilization
Rasio ini untuk mengukur kemampuan Manajemen suatu bank dalam mengelola asset
dalam rangka menghasilkan operating income dan non operating income
Tahun Operating Non Operating Total Assets ( c AU (d)= AU (%)
Income ( a ) Income( b ) ) (a+b)/c
2016 95.996.313 9.377.741 1.038.706.009 0.10 10 %
2017 101.783.171 10.325.187 1.124.700.847 0.09 9%
table tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 10 %dan mengalami penurunan pada
tahun 2017 menjadi 9 %.

H. Interest Expense Ratio


Rasio ini untuk mengukur kemampuan besarnya presentase antara bunga yang dibayar
kepada para deposanya dengan total deposit yang ada dibank.
Tahun Interest Total Deposit ( b IER ( c ) = a/b IER (%)
Income ( a ) )
2016 71.145.401 66.222.609 0.101 10.1 %
2017 73.271.984 60.440.474 0.098 9.8 %
table tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 10.1 %dan mengalami penurunan pada
tahun 2017 menjadi 9.8 %.

E. Return on Equity
rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola
capital yang ada untuk mendapatkan net income.
Tahun Net Income ( a ) Equity capital ROE = a/b ROE %
(b)
2016 18.612.727 153.369.723 0.121 1.21%

2017 27.169.751 170.006.132 0.160 1.60%


table tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 1.21% dan pada tahun 2017 terjadi
Peningkatan nilai menjadi 1.6%
F. Return on Assets
Rasio untuk mengukur kemampuan manajemen dalam memperoleh profitabilitas dan
manajerial efisiensi secara overall.
Tahun Operating Income Total Asset (b) ROA = a/b ROA %
(a)
2016 95.996.313 1.038.706.009 0.092 9.2%

2017 101.783.171 1.124.700.847 0.090 9.0%


table tersebut diketahui pada tahun 2016 sebesar 9.2% dan pada tahun 2017 terjadi
Penurunan nilai menjadi 9%

Kesimpulan
Standar Tingkat Kesehatan Bank Umum Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor :
6/10PBI/2004 Rasio-rasio Standar Bank Indonesia dibandingkan dengan Rasio-rasio Bank
Mandiri
No. Jenis Ratio 2016 2017 Rata-rata Standar Bi Keterangan
1. Loan Deposit 76% 77% 76.50% 85%-100% Tidak Sehat
Ratio
2. Capital Adequate 21.7% 22% 21.85% >8% Sehat
Ratio
3. Return on Equity 1.21% 1.60% 1.41% 5%-12.5% Tidak Sehat
4. Return on Assets 9.2% 9.0% 9.10% 0.5%-1.25% Sehat

Dari data diatas perhitungan rata-rata selama dua periode untuk dua rasio yang terdiri
dari Return on Asset dan Capital Adequacy Ratio dinyatakan sehat. Hal ini berdasarkan dimana
hasil rata-rata perhitungan rasio selama tiga tahun PT Bank Mandiri periode 2016 – 2017 lebih
tinggi dibandingkan dengan standar Bank Indonesia.

Kemudian dari data diatas perhitungan rata-rata selama dua periode untuk dua rasio yaitu Loan
to Deposit Ratio dan Return on Equity dinyatakan tidak sehat. Hal ini berdasarkan hasil rata-rata
perhitungan rasio selama tiga tahun PT Bank Mandiri periode 2016 –2017 lebih rendah
dibandingkan dengan standar Bank Indonesia.

1. Untuk perhitungan Loan to Deposit Ratio (LDR) secara rata-rata selama dua periode masih
dibawah standar Bank Indonesia sebesar 85% - 100 % yang berarti PT Bank Rakyat Indonesia
dapat dikatakan tidak sehat dari sisi Loan to Deposit Ratio dengan rata-rata 76,50%, karena sisi
total deposito (dana pihak ketiga ditambah KLBI) dan modalnya mempunyai total sangat besar
dibandingkan total loans dari bank tersebut, hal ini disebabkan kurangnya kemampuan bank
dalam menyalurkan dananya dalam bentuk kredit terhadap masyarakat, bank dapat dikatakan
sehat jika bank tersebut mencapai standar, yaitu antara 85%-100%.

2. Untuk Capital Adequacy Ratio (CAR) secara rata-rata selama dua periode diketahui berada
diatas standar Bank Indonesia yaitu > 8%yang berarti PT Bank Mandiri dikatakan sehat dari sisi
Capital Adequacy Ratio (CAR) dengan rata-rata 21.85%karena semakin besar rasio CAR yang
dimiliki oleh bank, bank akan semakin mampu menyediakan modal dalam jumlah besar, hal ini
disebabkan dalam pemberian kredit dan perdagangan sekuritas yang dikeluarkan oleh bank yang
mungkin menimbulkan resiko yang terjadi, sehingga bank memerlukan modal yang sangat besar
untuk menimalisir resiko yang akan terjadi, akan tetapi Bank Mandiri mampu menutupi resiko
dalam pemberian kredit dan perdagangan sekuritas yaitu dengan modal yang dimiliki oleh bank.

3. Untuk Return on Equity (ROE) secara rata-rata selama dua periode diketahui berada dibawah
standar Bank Indonesia (5% - 12,5%) yang berarti PT Bank Mandiri dikatakan Tidak Sehat dari
sisi Return on Equity dengan rata-rata 1.41%karena ketidakmampuan manajemen bank dalam
mengelola equity capital yang ada untuk mendapatkan net income.

4. Perhitungan Return on Asset (ROA) secara rata-rata selama dua periode diketahui berada
diatas standar Bank Indonesia (0,5% -1,25%) yang berarti PT Bank Mandiri dikatakan sehat dari
sisi Return on Asset dengan rata-rata 9.10%karena adanya kemampuan manajemen bank
menghsilkan income atau pendapatan dari pengelolaan aset bank tersebut, dimana jumlah
operating income diperoleh dari jumlah pendapatan bunga dan pendapatan operasional lainnya