Anda di halaman 1dari 12

ANALISA DATA

Nama Klien : Ny. F Diagnosa Medis : Hipertensi


Usia : 62 tahun

No Data Etiologi Problem

1. DS: Faktor predisposisi (usia) Risiko Sindrom


- Klien mengatakan lansia lemah
mengalami penurunan Fungsi kognitif Psikomotor Psikososial
penglihatan, saat
melihat benda jauh
Daya persepsi
tidak begitu jelas
Ketergantungan
DO:
pemahaman pada orang
- Klien kesulitan mendengar
lain
bila di ajak bicara atau
diajak bicara jarak jauh.
Gerakan kurang
- Telinga kanan dan kiri
tindakan perhatian
klien mengalami masalah
penurunan pendengaran. kurang cekatan
Ketika mengobrol, Reaksi dan depresi
perawat mendekat ke Perilaku lambat
telinga klien. Klien tidak gang. Pola tidur
menggunakan alat bantu
dengar. kesehatan jiwa lansia
- Score TUG: 9, 845 (<12
detik, diperkirakan jatuh Risiko sindrom lansia lemah
dalam kurun waktu 6
bulan)
- Score GDS: 3 (<5)
- Score apgar keluarga: 5
(disfungsi sedang)
- Status nutrisi: score 2
(good)

2. DS : Stimulasi baroreseptor dari sinus karotis dan Nyeri kronis


Klien mengeluhkan nyeri arkus aorta
dan pusing sejak 4 hari yang ↓
lalu Peningkatan aktivitas saraf simpatis
P : Jika tekanan darah tinggi ↓
tidak stabil Peningatan katekolamin
Q : Seperti di berputar-putar ↓
R : kepala Aktivitas epineprin dan norepineprin
S : 4/10 ↓
T : Hilang timbul, ± 4 hari Vasokonstriksi pembuluh darah
terakhir ↓
Tekanan Darah meningkat
DO : ↓
Klien tampak pusing Gangguan sirkulasi
Hasil pengukuran : ↓
TD: 182/113mmHg , N: Otak
98x/menit, RR : 21x/menit; ↓
suhu: 36,2°C Resistensi pembuluh darah
Riwayat HT kronis ↓
Nyeri kronis

3. DS: Faktor predisposisi Insomnia


- Klien menyatakan (status kesehatan, usia, gaya hidup,
mengalami kesulitan depresi/cemas)
tidur sejak mulai ↓
berbaring Degenerasi sel dan organ menurun
- Klien menyatakan ↓
bangun tidur pagi jam Kebutuhan tidur menurun
04.00 ↓
- Klien menyatakan Ketidakmampuan mencukupi waktu total
sering malam hari tidur
terbangun untuk ke ↓
kamar mandi dan susah Insomnia
memulai tidur kembali
DO:
- Klien tampak lelah
- Score PSQI: 11 (kualitas
tidur kurang)
- Klien nocturia +
4. DS :
Klien meminum obat yang
Hipertensi kronis
didapatkan dari petugas

kesehatan saat posyandu
Kurang informasi dan pengetahuan tentang
lansia diminum ketika terasa
hipertensi dan komplikasinya
pusing. Selain itu, obat

jarang diminum karena batuk Ketidakefektifan
Kurang kesadaran untuk melakukan
dan sering pipis di malam manajemen
perawatan diri terhadap hipertensi
hari kesehatan

Ketidak efektifan manajemen kesehatan
DO :

TD: 182/113mmHg , N:
Ketidakefektifan manajemen kesehatan
98x/menit, RR : 21x/menit;
suhu: 36,2°C

5. DS :
Klien meminum obat yang
didapatkan dari petugas
kesehatan saat posyandu
lansia diminum ketika terasa
pusing. Selain itu, obat
Hipertensi kronis
jarang diminum karena batuk

dan sering pipis di malam
Risiko tidak patuh minum obat
hari
↓ Risiko
Tekanan darah tidak terkontrol ketidakstabilan
DO :
↓ Tekanan Darah
Hasil pengukuran TTV
Risiko ketidakstabilan tekanan darah
TD: 182/113mmHg , N:
98x/menit, RR : 21x/menit;
suhu: 36,2°C
- Mendapatkan terapi
anti inflamasi
paracetamol
- Mendapat terapi
captopril
6. DS: Faktor predisposisi (usia) Resiko jatuh
- Klien menyatakan ↓
terkadang lutut dan Penurunan sistem sensori dan gangguan
pinggang nya nyeri saat muskuloskeletal
berjalan jauh ↓
- Klien menyatakan takut Penurunan massa otot, kekakuan jaringan
jika jatuh penghubung dan perlambatan konduksi
saraf
DO: ↓
- Score TUG : 9,845 Gangguan gaya berjalan
(<12 detik, ↓
diperkirakan jatuh Penurunan ROM sendi dan peningkatan
dalam kurun waktu 6 postural sway (goyangan badan)
bulan) ↓
Pemeriksaan fisik Kelambatan gerak
Muskuloskeletal ↓
- Nyeri sendi Perlambatan reaksi
- Klien terkadang ↓
merasa nyeri seperti Antisipasi jatuh menurun
di tusuk – tusuk di ↓
lutut dengan skala Resiko Jatuh
nyeri 2 dari 10 dan
nyeri timbul saat
berjalan.
DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN

1. Nyeri Kronis berhubungan dengan proses penyakit ditandai dengan perubahan tanda-
tanda vital
2. Insomnia berhubungan dengan ketidaknyaman fisik ditandai kepala terasa pusing
sehingga sering terbangun malam hari, sulit memulai tidur, mengorok dan kedinginan
di malam hari
3. Ketidakefektifan manajemen kesehatan berhubungan dengan kurang informasi dan
pengetahuan ditandai dengan ketidakpatuhan klien dalam minum obat secara rutin
4. Risiko Sindrom lansia lemah berhubungan dengan penurunan fungsi penglihatan dan
pendengaran, kualitas tidur yang kurang, kelemahan dan penurunan kekuatan otot,
takut jatuh pada risiko populasi usia >60 tahun
5. Risiko ketidakstabilan tekanan darah dengan faktor risiko ketidakkonsistenan regimen
pengobatan
6. Risiko Jatuh dengan faktor risiko usia > 65 tahun dan penurunan kekuatan ekstremitas
bawah

DAFTAR PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN

1. Nyeri Kronis berhubungan dengan proses penyakit ditandai dengan perubahan tanda-
tanda vital
2. Insomnia berhubungan dengan ketidaknyaman fisik ditandai kepala terasa pusing
sehingga sering terbangun malam hari, sulit memulai tidur, mengorok dan kedinginan
di malam hari
3. Ketidakefektifan manajemen kesehatan berhubungan dengan kurang informasi dan
pengetahuan ditandai dengan ketidakpatuhan klien dalam minum obat secara rutin
4. Resiko Sindrom lansia lemah berhubungan dengan penurunan fungsi penglihatan dan
pendengaran, kualitas tidur yang kurang, kelemahan dan penurunan kekuatan otot,
takut jatuh pada risiko populasi usia >60 tahun
RENCANA KEPERAWATAN

Nama Klien : Ny. F No. Reg :


Usia : 62 tahun Tgl Pengkajian : 15 Juli 2019

No Tgl Dx. Keperawatan Tujuan & KriteriaHasil Intervensi

1 15 Juli Nyeri Kronis Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2 kali NIC: Managemen nyeri
2019 pertemuan, maka nyeri yang dirasakan klien berkurang 1. Lakukan pengkajian nyeri meliputi lokasi,
karakteristik, onset atau durasi, frekuensi,
kualitas, kuantitas, intensitas dan faktor
Kriteria Hasil : sesuai indikator pencetus
NOC: 2. Pastikan perawatan analgesik dengan
Pain Level pemantauan yang ketat

No indikator 1 2 3 4 5 3. Tentukan akibat dari pengalaman nyeri


terhadap kualitas hidup seperti pola tidur,
1 Melaporkan nyeri  nafsu makan, perasan dan performa kerja
4. Gali bersama pasien faktor-faktor yang
Ekspresi wajah
2  dapat menurunkan atau memperberat
nyeri nyeri
5. Ajarkan prinsip-prinsip manajemen nyeri
(kompres hangat)
Keterangan:
6. Dukung istirahat yang adekuat untuk
Skala nyeri
menurunkan nyeri
1: skala 1- 10
2: skala 7 – 8 NIC: Massage ( Pemijatan)
1. Kaji keinginan pasien untuk pemijatan
3: skala 4 – 6
2. Tetapkan lama waktu pemijatan untuk
4: skala 2 – 3
5: skala 0 – 1 mencapai respon yang diinginkan
3. Pilih lokasi yang akan di pijat
Ekspresi wajah 4. Cuci tangan dengan air hangat
5. Gunakan lotion atau minyak untuk
mengurangi gesekan dengan kulit
6. Ajarkan pasien nafas dalam dan rilax
selama pemijatan
7. Instruksikan kepada pasien untuk
melakukan pemijatan pada area yang
NOC: Pain: Disruptive Effects (efek yang mengganggu) nyeri (jika nyeri timbul)
No. Indikator 1 2 3 4 5 8. Instruksikan pasien untuk beristirahat
1. Gangguan pada  setelah beristirahatdan siap untuk
aktivitas hidup sehari- memulai pergerakan secara perlahan-
hari lahan
2. Ketidaknyamanan 
3. Gangguan pergerakan  NIC : Teaching Disease Process
fisik (Hypertension)
4. Gangguan konsentrasi 
1. Mengkaji tingkat pengetahuan pasien terkait
Keterangan: penyakit yang dialami
1: sangat terganggu 2. Menjelaskan tanda dan gejala
2: Banyak terganggu 3. Mendiskusikan perubahan gaya hidup sehat
3: Cukup terganggu 4. Mendiskusikan pengobatan yang didapat
4: Sedikit terganggu 5. Mendiskusikan risiko komplikasi penyakit
5: Tidak terganggu
NOC: Knowledge : Hypertension Management

No indikator 1 2 3 4 5

Target Tekanan
1 
Darah Normal

Komplikasi
2 
Darah Tinggi

Keuntungan
3 Pengobatan 
jangka panjang

Pentingnya
4 kepatuhan 
minum obat

Perubahan gaya
5 
hidup sehat

Keterangan :
1. Tidak mampu menjelaskan materi kembali
2. Mampu menjelaskan materi kembali (25% benar)
3. Mampu menjelaskan materi kembali (50% benar)
4. Mampu menjelaskan materi kembali (75% benar)
5. Mampu menjelaskan materi kembali (100% benar)

2 15 Juli Insomnia Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 NIC: Sleep Enhancement
2019 kali pertemuan, lansia mampu menjalankan terapi yang 1. Tentukan pola tidur atau aktifitas pasien
diberikan 2. Monitor atau catat pola tidur dan jumlah
jam tidur pasien
3. Sesuaikan lingkungan misalnya cahaya,
kebisingan, tempat tidur, dan gangguan
Kriteria Hasil : sesuai indikator serangga (nyamuk) untuk meningkatkan
NOC: Sleep (tidur) tidur
No. Indikator 1 2 3 4 5 4. Monitor makanan sebelum tidur dan
1. Jam tidur  intake minuman yang dapat menggaggu
2. Pola tidur  aktifitas tidur
3. Kesulitan memulai  5. Anjurkan pasien untuk menghindari
tidur makanan dan minuman sebelum tidur
4. Mengorok  yang dapat mengganggu tidur
5. Perasaan segar setelah 
tidur NIC: Terapi Relaksasi
Keterangan: 1. Gambarkan rasionalisasi dan manfaat

1: sangat terganggu relaksasi serta jenis relaksasi seperti

2: Banyak terganggu mendengarkan musik, meditasi, bernafas

3: Cukup terganggu dengan ritme dan relaksasi otot progresif

4: Sedikit terganggu 2. Dorong klien untuk mengambil posisi

5: Tidak terganggu yang nyaman dengan pakaian longgar dan


mata tertutup
3. Ajarkan pasien dalam aktifitas relaksasi
sebelum tidur seperti bernafas dalam,
pernafasan perut, dan bayangan yang
menyenangkan
4. Dorong pengulangan tehnik praktek-
praktek tertentu secara berkala

3 15 Juli Ketidak efektifan Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 kali NIC : Teaching Disease Process (Hypertension)
pertemuan maka pengetahuan klien tentang hipertensi
2019 manajemen kesehatan
meningkat
diri 1. Mengkaji tingkat pengetahuan pasien
NOC: Knowledge : Hypertension Management
terkait penyakit yang dialami

No indikator 1 2 3 4 5 2. Menjelaskan tanda dan gejala


3. Mendiskusikan perubahan gaya hidup
Target Tekanan
1  sehat
Darah Normal
4. Mendiskusikan pengobatan yang didapat
Komplikasi 5. Mendiskusikan risiko komplikasi
2 
Darah Tinggi
penyakit
Keuntungan
3 Pengobatan 
jangka panjang

Pentingnya
4 kepatuhan 
minum obat

Perubahan gaya
5 
hidup sehat
Keterangan :
1. Tidak mampu menjelaskan materi kembali
2. Mampu menjelaskan materi kembali (25% benar)
3. Mampu menjelaskan materi kembali (50% benar)
4. Mampu menjelaskan materi kembali (75% benar)
5. Mampu menjelaskan materi kembali (100% benar)

4 15 Juli Risiko sindrom lansia Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama, 1 NIC: Terapi aktivitas
2019 lemah kali pertemuan lansia mampu menjalankan terapi yang 1. Pertimbangkan kemampuan klien dalam
diberikan berpartisipasi melaluui aktivitas spesifik
2. Dorong aktivitas kreatif yang tepat
Kriteria Hasil : sesuai indikator 3. Bantu klien untuk mengidentifikasi
NOC: Partisipasi dalam latihan aktivitas yang diinginkan aktivitas yang
No. Indikator 1 2 3 4 5 diinginkan dan bermakna
1. Merencanakan latihan  4. Instruksikan klien dan keluarga untuk
yang tepat mempertahankan fungsi dan kesehatan
2. Ikut serta dalam latihan  terkait peran dalam beraktifitas secara
untuk mempertahankan fisik, sosial , spiritual dan kognisi
keseimbangan 5. Sediakan aktivitas motorik kasar untuk
3. Patuh pada program  klien hiperaktif
latihan 6. Berikan permainan kelompok terstruktur
Keterangan: non kompetitif dan aktif
1 : tidak pernah menunjukkan 7. Bantu klien untuk meningkatkan motivasi
2 : jarang menunjukkan diri dan penguatan
3 : kadang-kadang menunjukkan
4 : sering menunjukkan
5 : konsisten menunjukkan
NIC: Terapi Latihan: Mobilitas (Pergerakan)
NOC: Mobility (Pergerakan) sendi
No. Indikator 1 2 3 4 5 1. Ajarkan pasien untuk tidak menggunakan
1. Keseimbangan  pakaian ketat melainkan pakaian yang
2. Cara berjalan  nyaman
3. Gerakan sendi  2. Tentukan batasan pergerakan sendi dan
4. Berjalan  efek terhadap fungsi sendi
5. Pergerakan  3. Jelaskan pada pasien manfaat dan tujuan

Keterangan: melakukan latihan sendi

1: sangat terganggu 4. Bantu pasien mendapatkan posisi tubuh

2: Banyak terganggu yang optimal untuk pergerakan sendi aktif

3: Cukup terganggu dan pasif

4: Sedikit terganggu 5. Instruksikan pasien cara melakukan

5: Tidak terganggu latihan ROM pasif dan ROM aktif dengan


bantuan
6. Instruksikan pasien untuk melakukan
pergerakan sendi yang teratur sesuai kadar
nyeri dan ketahanan sendi
7. Sediakan dukungan positif dalam
melakukan latihan sendi