Anda di halaman 1dari 15

i

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


APLIKASI EP3 ( Edukasi, Pembentukan, Perakitan, dan Penghibahan )
sebagai solusi sampah bagi masyarakat di pinggiran sungai rawan banjir di
desa sekip bedung

BIDANG KEGIATAN
PKM PENGABDIAN MASYARAKAT

Diusulkan Oleh:
Toni Okta Fiyansah 061740421455 2017
Helga Andery 0618404115912018
Rizki Nurjanah 061830200285 2018
Feby Nia Amalda 061930400078 2019

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PALEMBANG
2019

i
ii

PENGESAHAN PROPOSAL PKM – PENGABDIAN MASYARAKAT

1. Judul Kegiatan :Aplikasi EP3 (Edukasi,


Pembentukan, Perakitan, dan
Penghibahan) Sebagai Solusi
Sampah Bagi Masyarakat Pinggiran
Sungai Rawan Banjir di Desa Sekip
Bedung
2. Bidang Kegiatan : PKM-M
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Toni Okta Fiyansah
b. NIM : 061740421555
c. Jurusan : Teknik Kimia
d. Perguruan Tinggi : Politeknik Negeri Sriwijaya
e. Alamat Rumah dan No. Tel./HP : Jl. Makrayu. No.30B
Palembang. Sumsel/083175452862
f. Email : tonioktafiyansah1555@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 (Tiga) Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Ir. Sofiah, M.T.
b. NIDN/NIDK :0027066207 / 19620627198903200
c. Alamat Rumah dan No. Telp./HP :Jl. 0711353414/082176316932

6. Biaya Kegiatan Total


a. Kemristekdikti : Rp 9.840.000,-
b. Sumber Lain : Rp 0,-
7. Jangka Waktu Pelaksanaan :
Palembang, 16-12-2019
Menyetujui,
Ketua Jurusan Teknik Kimia Ketua Pelaksana,

(Adi Syakdani, S.T.,M.T.) (Toni Okta Fiyansah)


NIP. 19690411199203100 NIM. 061740421555

Pembantu Direktur III Dosen Pendamping,


Politeknik Negeri Sriwijaya

(Ir. H. Irawan Rusnadi, M.T.) (Ir. Sofiah, M.T.)

ii
iii

NIP. 196702021994031004 NIP. 19620627198903200


DAFTAR ISI

Cover ................................................................................................................. i
Lembar Pengesahan ......................................................................................... ii
Daftar Isi ........................................................................................................... iii
Daftar Tabel ...................................................................................................... iv
Daftar Gambar.................................................................................................. v
BAB 1. PENDAHULUAN ............................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 2
1.2 Solusi Masalah Mitra................................................................................ 2
1.3 Target Luaran ........................................................................................... 2
1.4 Manfaat Kegiatan bagi mitra ................................................................... 2

BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN ....................... 3


2.1 Profil dan Kondisi Sosial ekonomi masyarakat sasaranya ...................... 3
2.2 Kondisi dan Potensi wilayah sasaranya ................................................... 4

BAB 3. METODE PELAKSANAAN............................................................. 6


3.1 Metode Penelitian ................................................................................... 6
3.2 Tahapan Penelitian ................................................................................... 6
3.3 Prosedur Penelitian .................................................................................. 7
3.4 Luaran dan Indikator Capaian ................................................................. 8
3.5 Teknik Pengumpulan Data....................................................................... 8
3.6 Analisis dan Penafsiran Data ................................................................... 8

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ................................................. 9


4.1 Anggaran Biaya ....................................................................................... 9
4.2 Jadwal Kegiatan ...................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 10
LAMPIRAN ...................................................................................................... 11
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, Biodata Dosen Pendamping............. 11
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan........................................................ 18
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas ............ 19
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana ............................................... 20
Lampiran 5. Surat Pernyataan Kesediaan dari Mitra.......................................... 21
Lampiran 6. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja................................................... 22

iii
iv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kondisi sungai sekip bendung yanng tercemari sampah................ 3


Gambar 2.2 Sampah yang menumpuk di dekat permukiman............................. 4
Gambar 2.3 Sampah di pinggiran sungai desa sekip bendung............................ 5
Gambar 3.1 Tahapan penelitian kegaiatan.......................................................... 6
Gambar 3.2 Siklus manajemen sampah.............................................................. 7
Gambar 3.3 Desain tempat penampungan sampah............................................. 7

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Luaran dengan Indikator Capaian ...................................................... 8


Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya PKM-M................................................... 9

iv
v

Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan PKM-M.................................................................... 9

v
1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Permasalahan sampah merupakan hal yang krusial. Bahkan sampah dapat
dikatakan sebagai masalah kultural karena dampaknya terkena pada berbagai sisi
kehidupan (Sudradjat, 2006). Pengelolaan sampah hanya dilakukan sebagai
sesuatu yang bersifat rutin, yaitu hanya dengan cara wadah-kumpul-angkut-buang
(single method), Hal ini berdampak pada semakin langkanya tempat untuk
membuang sampah. Produksi sampah yang semakin banyak menyebabkan
masyarakat membuang sampah diberbagai tempat, baik lahan kosong, trotoar,
maupun di sungai-sungai yang terdapat di wilayah Kota Palembang khusunya di
daerah aliran anak sungai musi yang memang posisinya membelah pemukiman
padat penduduk yang ada di desa sekip bendung.
Padahal dampak sebuah masalah tercipta pada saat ini rumah-rumah makan
tersebut serta masyarakat yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS). Tidak
adanya pemeriksaan atau pengawasan secara langsung menyebabkan sampah dan
segala kotoran dibuang langsung ke sungai dan hanyut ke laut. Para penduduk
yang ada di sekitar DAS atau desa Sekip Bendung menyadari bahwa dilarang
mengotori sungai apalagi membuang sampah baik organik maupun non organik,
namun kebiasaan ini telah berlagusung sejak dahulu sampai sakarang walaupun
sudah ada peraturan daerah (PERDA) dari pemerintah daerah setempat tentang
pengelolaan sampah. Sehingga menyebabakan pendangkalan sungai dan
menghalangi air yang akan mengalir. Tentunya hal ini menyebakan banjir bagi
daerah dataran rendah dan kawasan di pinggiran sungai.
Berdasarakan masalah diatas di perlukan solusi untuk mengatasi masalah
tersebut dan membangun kesadaran masyarakat terhadap sampah. Salah satunya
ialah dengan program Aplikasi EP3 (Edukasi, Pembentukan, Perakitan, dan
Penghibahan) sebagai solusi sampah bagi masyarakat di pinggiran sungai rawan
banjir di desa sekip bendung. Dalam program ini kami tidak sekedar mengedukasi
masyarakat terkait masalah sampah dan cara pengolahannya namum kami juga
memberikan fasilitas berupa tempat penampungan sampah dan membentuk
petugas sampah yang di berdayakan oleh masyarakat sekitar. Sehingga dengan di
jalankannya program ini, diharapkan masyarakat mampu mengolah sampah
menjadi pupuk organik dan mempunyai tempat pembuangan yang memadai.
Masyarakat sasaran merupakan masyarakat menengah ke bawah yang
berfokus menjaga kebersihan sungai sehingga intensitas dari banjir yang di
timbulkan dapat berkurang. Dengan menerapkan Aplikasi EP3 ini diharapakan
desar pinggiran sungai sekip bendung dapat bebas dari sampah dan tidak terjadi
banjir lagi dengan perubahan besar pada pola perilaku masyarakatnya.

1.2 Rumusan Masalah


2

1. Bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap


pentingnya membuang sampah yang tepat dan benar ?
2. Bagaimana cara menciptakan lingkungan masyarakat di sekitar sungai
bebas sampah ?
3. Bagaimanan cara mengelola sampah yang benar dan menarik minat
masyarakat untuk berpartisipasi ?

1.3 Solusi Masalah Mitra


1. Memberikan pemahaman dengan membangun kesadaran masyarakat
melalui edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya membuang sampah
yang tepat dan benar
2. Memfasilitasi masyarakat dengan tempat penampungan sampah yang tepat
dan benar
3. Membentuk organisasi yang di berdayakan masyrakat untuk mengawasi
dan membuang sampah ke tempat pembuangan akhir
4. Meningkatkan kemampuan masyarakat dengan melakukan pelatihan
pengolahan sampah sehingga sampah dapat bennilai guna

1.4 Manfaat
1. Bagi Mitra
a. Masyarakat mendapatkan edukasi tentang pentingnya membuang
sampah yang tepat dan benar
b. Masyarakat mendapatkan fasilitas tempat pembuangan sampah yang
yang tepat
c. Masyarakat mendapatkan pelatihan tenang cara mengolah sampah
yang benar
d. Terjaganya daerah aliran sungai dari sampah penduduk sekitar
e. Mengurangi intensitas banjir pada daerah tersebut
2. Bagi Mahasiswa
Program ini dapat membantu mengembangkan kreativitas mahasiswa
dalam pengembangan IPTEK yang lebih efektif dan efisien sesuai dengan
kebutuhan masyarakat.

1.5 Luaran
Melalui Program Kreativitas Mahasiswa ini luaran yang diharapkan dari
kegiatan yang dilaksanakan yaitu :
a. Daerah aliran sungai menjadi bebas dari sampah
b. Laporan kemajuan
c. Laporan akhir
d. Artikel Ilmiah “Aplikasi EP3” yang akan diterbitkan pada jurnal
Nasional /Internasional
BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

2.1 Profil dan kondisi Sosial Ekonomi Masyakat


3

Sungai musi merupakan sungai utama di wilayah sumatra selatan, dengan


panjang sungai 8,887km. Sungai ini memeiliki beberapa anak sungai. Salah
satu anak sungai ini terdapat di wilayah sekip bendung (Bappeda. 2014).
Masyarakat yang berada disekitar daerah aliran sungai wilayah sekip bendung
adalah masyarakat yang rata-rata golongan menengah kebawah dengan
kebanyakan pekerjaaan dari penduduknya dalah sebagai pedagang. kurangnya
kesadaran masyarakat di sekitar daerah aliran sungai musi tentang perilaku
kebersihan menyebabkan volume sampah terus meningkat. Setiap hari
penduduk di sekitar daerah aliran sungai membuang sampah dalam volume
yang besar. Sampah-sampah tersebut berasal dari kegiatan rumah tangga,
hiburan dan industri. Apabila sampah tersebut telambat dibersihkan akan
menumpuk, tumpukan sampah tersebut makin lama akan menutupi permukaan
sungai dan membusuk sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.
Dikarenakan jauhnya tempat pembuangan semntara, kurangnya kesadaran
masyrakatnya dan tidak adanya pengawasan dari pemerintah menyebabkan hal
tersebut terjadi secara terus-menerus.
Gambar
2.1
Kondisi
sungai
sekip
bendung
yanng

tercemari sampah

Kondisi permukiman yang sempit, dan kurangnya fasilitas tempat


pembuangan sampah di setiap sudut jalan menyebabkan banyak sampah
berserakan, baik disungai maupun di pinggiran sungai. Produksi sampah yang
tidak sebanding dengan tempat penampungan dan fasilitas yang tersedia, dan
kurangnya kesadaran masyarakat menjadi masalah utama dari persoalan ini.
Wilayah ini merupakan wilayah daratan rendah dan merupakan wilayah
yang mendapatkan kiriman aliran air dari wilayah lainnya ketika hujan.
Sehingga apabila intensitas aliran sungai yang tidak bagus maka, ini dapat
menyebabakan sungai meluap dan menyebabkan banjir bagi penduduk di
sekitar daerah aliran sungai sekip bendung. Menurut data BMKG SMB II-
4

Palembang, jika hujan yang intensitasnya diatas 100 mmm per hari maka
wilayah ini akan terjadinya genangan air hingga banjir. Petuga sampah yang
dikerahkan hanya menggangkut sampah di daerah tertentu saja, dan belum
menjangkau banyak tempat di daerah ini.
Masyarakat disekitaran desa ini belum mempunyai kesadaran yang
disebabkan kurangnya edukasi yang di dapatkan masyarakat tentang cara
membuang dan mengolah sampah dengan tepat dan benar, dampak negatif
dari sampah yang di buang di sungai, serta pemanfaatan sampah tersebut yang
dapat bernilai guna. Dengan perlu adanya tempat sebagai wadah untuk
masyarakan membuang sampah yang benar dan perlu dibentuk organisasi
(petugas) sampah yang di berdayakan oleh masyrakat sekitar untuk bekerja
sama mengatasi sampa pada daerah ini, diharapkan ini menjadi suatu sistem
yang dapat menjaga kelestarian sungai di daerah sekip bendung ini.

2.2 Potensi Wilayah Masyarakat sasaran


Keadaan topografi Kota Palembang, pada umumnya merupakan dataran
rendah, dengan ketinggian rata-rata + 4 – 12 meter di atas permukaan laut.
Sebagian besar dari wilayah Kota Palembang merupakan dataran rendah yang
landai seperti sekip bendung. Desa ini terletak pada keluarahan 9 ilir,
Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Wilayah ini merupakan dataran rendah
dari beberapa wilayah di dekatnya, sungai yang terdapat di daerah ini
merupakan anak dari sungai musi.

Gambar 2.2 Sampah yang menumpuk di dekat permukiman

Kondisi sungai pada daerah sekip bendung ini sangat memperhatinkan,


dapat dilihat sampah berserakan di pinggiran sungai, warna sungai yang coklat
kehitaman dan bau sungai yang menyengat. Dari atas kita dapat melihat
sungai yang mengalami pendangkalan sehingga kedalamannya berkurang.
Kondisi ini disebakan masyarakat yang bermukim disekitar sungai.
5

Masyarakat yang menempati wilayah ini merupakan masyrakat yang kurang


edukasi.
Masyarakat pada daerah ini termasuk kelas menengah ke bawah.
Pekerjaan masyarakatnya sebagian besar merupakan pedagang. Dan beberapa
bekerja serabutan. Aktivitas masyrakat yang aktif diikuti oleh produksi limbah
yang tinggi. Setiap hari penduduk sekip bendung menghasilkan limbah rumah
tangga. Namun kenyataannya limbah tersebut di buang langsung ke sungai
yang menyebabkan lingkungan menjadi tercemar

Gambar 2.3 Sampah di pinggiran sungai desa sekip bendung

Dapat dilihat kondisi pinggiran sungai juga tidak jauh berbeda, banyak
sampah berserakan, dikarenakan tidak adanya nya bak-bak penampungan
sampah di sekitar penduduk ini. Oleh karena itu, potensi daerah pinggiran
sungai ini sangat tepat sebagai tempat untuk merealisasikan Aplikasi EP3 ini,
yang tentunya akan merubah kondisi sungai ini menjadi lebih baik lagi dan
menjadikan lingkungan permukiman masyarakat menjadi lebih bersih.
Karena, lingkungan yang bersih menjadi dasar utama untuk menjaga
kesehatan.

BAB 3. METODE PELAKSANAAN


6

3.1 Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif.


Metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, studi kasus
adalah suatu metode untuk memahami individu yang dilakukan secara
intergrative dan komprehensif agar diperoleh pemahaman yang mendalam
tentang individu tersebut beserta masalah yang dihadapinya dengan tujuan
masalah dapat terselesaikan dan memperoleh perkembangan diri yang baik .
dengan studi kasus dapat ditemukan masalah yang terdapat di masyarakat dan
menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut
Metode kuantitatif yaitu dengan menggunakan pendekatan expost facto.
Expost facto adalah sesudah fakta, yaitu penelitian yang dilakukan setelah
suatu kejadian itu terjadi. Penelitian expost facto bertujuan menemukan
penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena
yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku, gejala atau fenomena yang
disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan
perubahan pada variabel bebas secara keseluruhan sudah terjadi.

3.2 Tahapan Penelitian

Penetapan Observasi Identifikasi


darah sasaran masalah
Daerah Sasaran

Menemukan Izin Sosialisasi


solusi yang pelaksanaaan program
tepat kegiatan

Pelaksanaan
Pengontrolan Evaluasi
program

Gambar 3.1 Tahapan penelitian kegaiatan

3.3 Prosedur Penelitian


a. Edukasi
7

 Melakukan sosialisasi yang berisikan edukasi tentang cara


pembuangan sampah yang benar, dampak negatif membuang sampah
di sungai
 Melakukan pelatiahan cara pengelolaan limbah rumah tanga menjadi
kompos
b. Pembentukan
 Membentuk sistem manajemen sampah yang berkesinambungan di
desa sekip bendung dengan mekanisme sebagai berikut:

Ketua
Bak masyarakat
Penampungan (Pengawas)
sampah Sa
m
Dia pah
n gk
si ut
d uk h
pa
o
Pr
a m Petugas
s

n
ajiba
Masyarakat Kew
Iuran
Gambar 3.2 Siklus manajemen sampah TPA

c. Perakitan dan pengadaaan bak penampung sampah


 Mendesign bak penampungan sampah dengan tipe organik dan
anorganik
 Menempatkan bak penampungan sampah di setiap sudut jalan Daerah
Aliran Sungai (DAS)

Gambar 3.3 Desain tempat penampungan sampah

d. Penghibahan
 Melakukan penghibahan tempat penampungan sampah untuk
masyarakat desa sekip bendung
e. Pengawasan
 Melakukan pengawasan setiap minggu untuk mengawasi sistem yang
ada
8

 Mengamati setiap wilayah lingkungan yang termasuk dalam daerah


mitra.
3.4 Luaran dan Indikator Capaian
Berikut rencana target capaian luaran dari Aplikasi EP3 di daerah
aliran sungai desa sekip bendung
Tabel 3.1 Luaran dengan Indikator Capaian
No Jenis Indikator Capaian
Luaran Wajib
1 Perbaikan tata nilai masyarakat (sosial, ekonomi, Penerapan
kesehatan, pendidikan ketentraman )
2 Peningkatan penerapan IPTEK di masyarakat Penerapan
(mekanisasi dan manajemen )
3 Peningkatan fasilitas tempat pembuangan sampah Penerapan
4 Publikasi Ilmiah pada Jurnal Nasional Tidak ada
Luaran Tambahan
1 Publikasi ilmiah pada jurnal Internasional Tidak ada
2 Publikasi media massa/cetak/online Tidak ada
3 Hak kekayaan Intelektual Tidak ada

3.5 Teknik Pengupulan Data


Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tinjauan pustaka untuk
memperoleh studi kepustakaan melengkapi data sekunder yang menunjang
pengabdian. Kemudaian melakukan observasi atau pengamatan yang
dilakukan secara langsung dari hasil program yang telah dilakukan untuk
mengamati lingkungan sekolah di setiap bagiannya secara detail sehingga
dapat menjadi acuan dalam pembuatan laporan kegiatan. Kemudian
melakukan dokumentasi untuk medapatkan data secara berkala serta
wawancara untuk mendapatkan sumber informasi pada beberapa narsumber.

3.6 Analisis dan Penafsiran Data


Mengidentifikasi masalah dari data-data yaang dikumpulkan secara
induktif. Mengelompokkan data dalam bentuk tabel, grafik untuk
mempermudah analisis data. Penafsiran data dilakuakan dengan memperluas
analisis dengan mengajukan pertanyaan yang berkenaan dengan hubungan
antara hasil analisis, penyebab, aplikasi dan implikasi dari hasil analisis.
Menghubungan hail analisis dengan literatur sehingga empunyai kekuatan
dalam memberikan penafsiran.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya PKM-M


No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
9

1. Peralatan penunjang 6.530.000


2. Bahan habis pakai 510.000
3. Perjalanan 1.300.000
4. Lain-lain 1.500.000

Jumlah 9.840.000

4.2 Jadwal Kegiatan

Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan PKM-M


Bulan Bulan Bulan Bulan
No. Kegiatan
ke-1 ke-2 ke-3 ke-4
1. Survey
2. Observasi
Pembuatan
3.
prototype
Izin dengan pihak
4.
terkait
Sosialiasi
5. program ke
masyarakat
Edukasi dan
6.
pendampingan

7. Pengontrolan

8. Laporan Akhir

Keterangan
= Sudah dilaksanakan

= Belum terlaksana
10

DAFTAR PUSTAKA

Sudrajat. 2006. Mengelola Sampah Kota. Jakarta: Penabar Suwadaya.

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah. 2014. Rencana Tata ruang dan
Wilayah Kota Palembang 2011-2031. Palembang: Bappeda