Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

M
DENGAN MASALAH UTAMA HIPERTENSI PADA Tn. M
DI DESA SRONDOL KULON RT 04 / 01
KEC. BANYUMANIK KAB SEMARANG

Disusun Oleh :
Agung Jabbar s
P1337420918005

PRODI PROFESI NERS


JURUSAN KEPERAWATAN SEMARANG
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2019
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. Pengkajian Keluarga

Tanggal : 18 Maret 2019

II. Data Umum

1. Nama kepala keluarga (KK) : Tn.M

2. Usia : 61 tahun

3. Pendidikan : SD

4. Pekerjaan : buruh

5. Alamat : Desa Srondol Kulon RT. 04 RW 01

Kec. Banyumanik

6. Komposisi keluarga :

Status Imunisasi
No Nama JK Hub Umur Pend Polio DPT Hepatitis Ket
BCG Campak
1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
1 Tn.M L KK 61 th SD
Genogram

Keterangan :

= laki-laki = klien

= perempuan = hubungan dengan keluarga

= meninggal

= tinggal satu rumah

Tn. M mengatakan hanya tinggal sendiri, namun setiap harinya terdapat

cucu dari saudaranya yang sering bermain dirumah dan menemaninya.

6. Tipe keluarga

Keluarga Tn, M termasuk tipe keluarga janda (single family) yaitu keluarga yang

terjadi karena perceraian atau kematian.

7. Suku dan Bangsa

Bahasa yang digunakan Tn, M bahasa Jawa karena berasal dari Jawa dan bahasa

nasional yaitu bahasa Indonesia.

8. Agama

Keluarga Tn, M beragama Islam dan taat menjalankan ibadah sholat 5 waktu, dan

menjalankan ibadah sesuai dengan yang di ajarkan oleh agama.

9. Status sosial ekonomi keluarga


Kebutuhan sehari-hari keluarga cukup terpenuhi dengan pendapatan keluarga

sebulan dipenuhi + Rp 800.000 – Rp 1.000.000, Tn, M bekerja sebagai buruh.

Barang-barang yang dimiliki Tn. M yaitu Almari, meja kursi, televisi, kulkas dan

Tn. M merasa sudah cukup.

10. Aktifitas rekrasi keluarga

Keluarga jarang melakukan rekreasi pergi karena Tn. M sudah memasuki usia lanjut

dan sibuk bekerja serta menganggap bekerja. Beliau sering bersosialisasi dengan

tetangga dan itu menjadi hiburan tersendiri untuk Tn. M

III. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga

1. Tahap perkembangan saat ini

Keluarga tinggal sendiri dirumah, namun setiap harinya terdapat cucu dari

saudaranya yang sering bermain dirumah dan menemaninya. Tahap perkembangan

keluarga saat ini yaitu memasuki keluarga usia tua.

2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

Dalam tahap perkembangan keluarga yang sudah terpenuhi yaitu klien sudah

beradaptasi dengan perubahan yang terjadi yaitu kehilangan pasangan, kekuatan fisik

dan penghasilan keluarga serta mempertahankan keakraban dengan keluarga ataupun

dengan orang lain.

3. Riwayat keluarga inti

Dalam keluarga Tn.M tidak ada yang memiliki penyakit keturunan

IV. Lingkungan

1. Karakteristik rumah
a. Denah Rumah
15 m2

Kamar tidur kamar tidur ruang tamu

gudang pelataran
dapur

5 m2
kamar
mandi

Rumah Tn. M merupakan rumah dengan kepemilikan sendiri, dengan


luas rumah ± 125 m² terdiri dari ruang tamu, dua kamar tidur, dapur, kamar
mandi, dan ruang makan. Perabotan rumah sedikit, kebiasaan merawat rumah
disapu sehari sekali.
Tipe rumah permanen, atap terbuat dari asbes, lantai keramik dan
terdapat ventilasi yang di buka yaitu pintu depan. Kondisi ruangan sedikit
pengap, penerangan ruangan kurang dan keluarga kalau mandi dengan air PAM,
minum air dengan air yang di rebus.
b. Pembuangan Air Kotor
Sistem pembuangan air kotor ataupun limbah pada rumah Tn.M
dialirkan di got dengan sistem pembuangan tertutup.
c. Sanitasi
Sanitasi pada keluarga Tn.M yaitu terdapat instalasi air bersih yang
dialirakan dari PAM dan digunakan dalam kebutuhan sehari-hari. Selain itu
pembuangan air limbah disalurkan ke got menggunakan pipa paralon dan juga
dalam rumah tersebut sudah terdapat septic tank.
d. Sumber Pencemaran
Rumah Tn.M terdapat sumber pencemaran diantarannya yaitu sampah
hasil rumah tangga.
e. Sumber Air Minum
Sumber air minum di dapat dari air mineral maupun dari air yang di
masak sendiri.
f. Jamban
Jamban yang di gunakan oleh keluarga Tn.M yaitu jamban jenis leher
angsa, dan di rumah Tn.M sudah terdapat saptic tank yang jaraknya < 10 m.
2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Lingkungan tetangga umumnya penduduk asli dan pendatang, hubungan antar
tetangga cukup baik karena Tn.M juga aktif dalam kegiatan yang di adakan oleh RT
dan RW dan hal ini membuat komunikasi antar tetangga selalu terjalin.
3. Mobilitas geografis keluarga
Rumah Tn.M merupakan daerah perkotaan yang dekat dari jalan raya. Rumah Tn.M
berada di tengah tengah RT sehingga memungkinkan untuk bermasyarakat dengan
baik. Hal tersebut memudahkan tetangga menjalin komunikasi dengan Tn.M.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Di dalam Masyarakat Tn.M sering mengikuti perkumpulan bersama masyarakat.
5. Sistem pendukung keluarga
Tn.M tinggal sendiri dirumah, namun setiap harinya terdapat cucu dari saudaranya
yang sering bermain dirumah dan menemaninya. Klien hanya memiliki keluhan
sering merasa pegal pada tengkuk. bila klien sakit klien hanya beli obat warung dan
tidak pernah memeriksakan kesehatannya pada fasilitas kesehatan yang ada.
Keluarga Tn. M sering tolong menolong apabila ada orang lain yang sakit.

V. Struktur keluarga

1. Pola komunikasi keluarga


Walaupun klien hanya tinggal sendiri di rumah, namun jika terdapat suatu
permasalahan yang menganggu pikirannya Tn.M selalu mengkomunikasikan kepada
saudaranya.
2. Struktur kekuatan keluarga
Klien menyelesaikan permasalahan dan pengambilan keputusan sendiri. Namun tidak
jarang klien meminta pendapat dari saudaranya untuk pengambilan keputusan.
3. Struktur peran (formal & informal)
Formal
a. Tn.M sebagai kepala keluarga sekaligus pencari nafkah untuk memenuhi
kebutuhan dirinya, karena klien sudah berpisah dengan istrinya dan belum
sempat memiliki keturunan, saat ini Tn.M sudah memasuki usia lanjut .
Informal
a. Klien selalu memiliki peran sebagai pendorong bagi dirinya sendiri.
VI. Nilai & norma keluarga

Tn.M selalu mematuhi aturan-aturan dan norma yang berhubungan dengan agama
dan masyarakat.
1. Fungsi keluarga
a. Keluarga afektif
Keluarga Tn.M hidup dengan kesederhanaan, dapat menyelesaikan
masalah sendiri, namun jika tidak dapat menyelesaikan, keputusan keluarga
yang terakhir ditentukan oleh saudara dari Tn.M.
b. Fungsi sosial
Tn.M selalu berdisiplin dalam menjalankan ibadah keagamaan sehingga
terbentuk karakter tepat waktu sehingga Tn.M taat pada ajaran agama yang ada
dan juga taat pada aturan yang telah di terapkan di lingkungan masyarakat.

2. Fungsi perawatan kesehatan


a. Kemampuan kel mengenal masalah
Tn.M mengatakan bahwa hanya sering merasakan pegal pada tengkuk dan bila
sakit Tn.M hanya membeli obat warung dan biasanya sebuh.
a. Kemampuan keluarga mengambil keputusan
Karena Tn.M hidup sendirian, terkadang dalam pengambilan keputusan kurang
tepat.
b. Kemampuan keluarga merawat anggota yang sakit
Karena Tn.M hanya tinggal sendiri maka apabila Tn.M sakit klien hanya
membeli obat warung dan biasanya sebuh.
c. Kemampuan keluarga dalam memelihara lingkungan yang sehat
Tn.M mengerti cara memelihara rumah sehat namun kurang paham dalam
menjaga kesehatan.
d. Kemampuan keluarga mengunakan fasilitas kesehatan
Fasilitas kesehatan yang terdekat dari rumahnya adalah dokter keluarga dan
puskesmas, klien mengatakan todak pernah memeriksakan mengenai
kesehatannya pada fasilitas kesehatan bila Tn.M sakit beliau hanya membeli obat
warung dan beliau mengatakan biasanya sembuh.
3. Fungsi reproduksi
Tn.M merupakan seorang laki-laki. Anak ke-3 dari 5 bersaudara. Tn.M berpisah
dengan istrinya dan belum memiliki keturunan.
4. Fungsi ekonomi
Keluarga Tn.M sudah tercukupi masalah kebutuhan pokok.

VII. Stres dan Koping Keluarga

1. Stresor jangka pendek dan panjang


a. Pendek : Stresor jangka pendek yang dipikir Tn.M saat ini yaitu memikirkan
mengenai pekerjaanya.
b. Panjang : Saat ini keluarga Tn.M memikirkan mengenai kehidupan klien
kedepanya karena Tn.M tinggal sendiri.
2. Kemampuan keluarga dalam merespon terhadap situasi dan stresor
Keluarga Tn.M selalu menyelesaikan masalah sendiri, namun apabila tidak bisa
menyelesaikan klien bersama dengan saudaranya selalu bermusyawarah untuk
menyelesaikan masalah.
3. Strategi koping yang digunakan
Keluarga Tn.M apabila ada masalah baik dalam keluarga atau masyarakat selalu
menyelesaikan nya .
4. Strategi adaptasi disfungsional
Dalam menghadapi masalah selalu berusaha dan berdoa tapi pada akhirnya Tuhan
yang menentukan.
VIII. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Tn. M
Keadaan Baik
umum
Kesadaran Kesadaran: CM
TTV :
1. TD 140/90 mmHg
2. Nadi 74 x / mnt
3. RR 20 x/ mnt
4. Suhu 36,3 ºC
BB/TB 160 cm/50 kg
Kepala : Mesochepale
Rambut Pendek, hitam, tidak mudah rontok
Mata Simetris, an anemis, an ikterik
Hidung Cuping hidung (-), tidak ada polip, flu
(-), secret (-)
Telinga Simetris, tidak ada penumpukan
serumen
Mulut & gigi Membran mukosa kering, mukosa
bibir tampak kehitaman seperti
terbakar gigi utuh, stomatitis (-).
Leher Pembesaran kelenjar tiroid (-)
Bendungan vena jugularis (-),
gangguan menelan (-)
Dada Paru
I: Simetris kanan dan kiri, tidak ada
retraksi dinding dada, lesi (-)
Pal: Benjolan (-), nyeri (-)
Per: Sonor kanan ics 2 – ics 5 pekak
pada ics 6, sonor kiri ics 2 – ics 6
pekak pada ics 7-8 saat ekspirasi
A : Nafas teratur, ronchi (-)
Jantung
I : Bentuk simetris, lesi (-)
Pal: Denyut apeks di ics 6 sejajar
dengan garis mid axilla sinistra

Per : Batas kanan atas – bawah : pekak


dari ics 3 parasternal dextra hingga ics
4 parasternal dextra Batas kiri atas –
bawah : pekak dari ics 3 parasternal
sinistra hingga ics 6 mid axilla sinistra
A :BJ I&II reguleri, regular, bunyi
jantung tambahan (-)
Abdomen I : Simetris, benjolan(-), lesi (-), asites
(+).
A : Bising usus 6 x/menit
Per : Suara dulnes pada abdomen
kuadran I
Pal: pembesaran organ (-)

Punggung Nyeri punggung (-) Lesi (-)


Genetalia Laki- laki
Ekstermitas Gerak aktif
5 5
5 5
Akral hangat, tidak ada oedem, nyeri
sendi (-), lesi (-)

IX. Harapan Keluarga

Harapan yang diinginkan Ny. K yaitu menginginkan dirinya sehat dan tidak sakit-
sakitan serta dapat selalu beraktifitas dan tidak merepotkan keluarga maupun tetangga.
B. Analisa Data

No Tanggal Data Fokus Masalah Penyebab


1. 11-3-2019 DS : - Tn.M mengatakan bila Ketidak Ketidak mampuan
15.30 sakit klien hanya beli efektifan keluarga dalam
obat warung dan tidak manajemen memanfaatkan
pernah memeriksakan kesehatan fasilitas kesehatan.
kesehatannya pada
fasilitas kesehatan
yang ada
DO : - klien diketahui memiliki
kartu jaminan keshatan
nasional
- klien terlihat bingung
saat dijelaskan
mengenai fungsi kartu
jaminan kesehatan.
2. 11-3-2019 DS : - Tn.M mengatakan Defisit Ketidakmampuan
15.45 memiliki keluhan pengetahuan keluarga mengenal
sering merasa pegal masalah kesehatan
pada tengkuk. pada anggota
DO : - TD: 140/90 mmHg keluarga.
N: 74 x / mnt
RR: 20 x/ mnt
S : 36,3 ºC
- Tn. M tidak paham
dengan penyakit
hipertensi

C. Diagnosa Keperawatan

1. Ketidak efektifan manajemen kesehatan berhubungan dengan ketidak


mampuan keluarga dalam memnafaatkan fasilitas kesehatan.
2. Defisiensi pengetahuan tentang hipertensi berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan pada anggota
keluarga dengan hipertensi

D. Skoring Data

2. Ketidak efektifan manajemen kesehatan berhubungan dengan ketidak mampuan


keluarga dalam memnafaatkan fasilitas kesehatan.
Kriteria Skor Bobot Nilai

1. Sifat masalah. Skala : aktual 3 2 1 2/3 x1=2/3


Resiko 2
Potensial 1

2. Kemungkinan masalah dapat


diubah. 1 2 ½ x2=1
Skala :Mudah 2
Sebagian 1
Tdk dapat 0

3. Potensial masalah untuk


dicegah 2 1 2/3x1=2/3
Skala : Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1

4. Menonjolnya masalah.
Skala : masalah berat harus 1 1 1/2x1=1/2
segera di tangani 2
Ada masalah tp tdk perlu
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0

Jumlah skor = 2 5/6

3. Defisiensi pengetahuan tentang hipertensi berhubungan dengan ketidakmampuan

keluarga mengenal masalah kesehatan pada anggota keluarga

Kriteria Skor Bobot Nilai

1. Sifat masalah. 3 1 3/3 x1=3/3


Skala : aktual 3
Resiko 2
Potensial 1
2. Kemungkinan 1 2 ½ x2=1
masalah dapat diubah.
Skala :Mudah 2
Sebagian 1
Tdk dapat 0

3. Potensial masalah untuk


dicegah 2 1 2/3x1=2/3
Skala : Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1

4. Menonjolnya masalah.
Skala : masalah berat harus 1 1 1/2x1=1/2
segera di tangani 2
Ada masalah tp tdk perlu
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0

Jumlah skor = 3 1/6

E. Prioritas Masalah

1. Defisiensi pengetahuan tentang hipertensi berhubungan dengan ketidakmampuan


keluarga mengenal masalah kesehatan pada anggota keluarga.
2. Ketidak efektifan manajemen kesehatan berhubungan dengan ketidak mampuan
keluarga dalam memnafaatkan fasilitas kesehatan
F. INTERVENSI KEPERAWATAN KELUARGA
NO TGL/JAM DIAGNOSA NOC NIC PARAF
KEPERAWATAN
1. 18 Maret 1. Defisiensi pengetahuan Setelah dilakukan tindakan asuhan 1. Lakukan pengukuran TTV
2018 tentang hipertensi keperawatan selama selama 3 x 24 2. Kaji ulang tingkat pengetahuan
16.30 WIB berhubungan dengan jam, diharapkan pengetahuan keluarga keluarga tentang hipertensi
ketidakmampuan paham tentang penyakit hipertensi 3. Lakukan penyuluhan terkait
keluarga mengenal dengan kriteria hasil: Hipertensi kepada keluarga
masalah kesehatan pada 1) Keluarga mengetahui penyakit 4. Demonstrasikan relaksasi otot
anggota keluarga. hipertensi progresif
2) Keluarga mampu mengambil 5. Lakukan penyuluhan etika
keputusan mengenai masalah merokok
hipertensi 6. Evaluasi pengetahuan keluarga
3) Keluarga mampu merawat keluarga setelah dilakukan penyuluhan
yang sakit 7. Jelaskan cara merawat
4) Keluarga mampu memodifikasi keluarga yang mengalami
lingkungan yang berhubungan tanda dan gejala Hipertensi
dengan penyakit yang ada 8. Jelaskan pentingnya
memanfaatkan pelayanan
kesehatan yang ada
1. 18 Maret 2. Ketidak efektifan Setelah dilakukan tindakan asuhan 1. Ekplorasi persepsi individu
2018 manajemen keperawatan selama selama 3 x 24 mengenai kemampuannya
16.30 IB kesehatan jam, diharapkan managemen kesehatan untuk melaksanakan perilaku
berhubungan dengan keluarga dengan kriteria hasil: tertentu.
ketidak mampuan 1) Menunjukan perilaku 2. Ekspolrasi persepsi individu
keluarga dalam kepatuhan mengenai keuntungan
memnafaatkan 2) Melakukan program yang melaksanakan perilaku-
fasilitas kesehatan diagendakan perilaku yang diinginkan.
3. Kaji pemahaman klien
mengenai penyakit,
komplikasi, dan pengobatan
yang di rekomendasikan.
4. Lakukan pemantauan untuk
menentukan rujukan.
5. Identifikasi perawatan yang
di perlukan,
6. Identifikasi rekomendasi
penyedia layanan kesehatan
terkait rujukan yang di
perlukan
G. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
NO. DX TANGGAL IMPLEMENTASI EVALUASI PARAF
1 20 maret 2018 1. Mengukur TTV keluarga Tn. M S:
15:30vwib 2. Mengkaji tingkat pengetahuan Tn. M dan  Tn. M mengatakan selama ini belum
keluarga tentang hipertensi dan tindakan pernah mengikuti ataupun diberikan
yang telah dilakukan. pendidikan kesehatan tentang Hipertensi.
3. Mengkaji pemeriksaan kesehatan pada  Tn. M mengatakan terakhir periksa di
pelayanan kesehatan terakhir kali klinik TD : 140/90 mmHg 4 hari lalu yang
4. Mengkaji pengetahuan tentang manfaat lalu
pelayanan kesehatan  Tn. M mengatakan ke pelayanan kesehatan
jika ada keluhan saja dan tidak dapat
ditangani dengan obat warung
O:
 Hasil pengukuran TTV keluarga Tn. S
 Tn. M
TD: 140/90 mmHg
N: 74 x / mnt
RR: 20 x/ mnt
S : 36,3 ºC
 Tn. M dan keluarga tidak mampu
menjawab saat diberikan pertanyaaan oleh
mahasiswa terkait Hipertensi
A: Masalah belum teratasi
P:
 Kontrak kegiatan selanjutnya
 Lakukan penyuluhan Hipertensi dan
demonstrasi
1.