Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.

M
DENGAN DIAGNOSA MEDIS DIARE AKUT TANPA DEHIDRASI
DI RUANG ANAK LANTAI 1 RSUP Dr. KARIADI SEMARANG

DISUSUN OLEH :
CAHYA TRI UTAMI
P.1337420919052

PROGRAM STUDI SARJANAN TERAPAN KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS


JURUSAN KEPERAWATAN - POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES
SEMARANG
2019
LAPORAN KASUS TERHADAP An. M
DENGAN DIAGNOSA DIARE AKUT TANPA DEHIDRASI
DI RUANG ANAK LANTAI 1 RSUP dr. KARIADI SEMARANG

Tanggal Pengkajian : Selasa, 7 Januari 2020, 07.00


Ruang/RS : Ruang Anak Lantai 1 RSUP Dr. Kariadi Semarang
PENGKAJIAN
A. Data Demografi
1. Klien/Pasien
a. Tanggal masuk : 3 Januari 2020 21.45
b. Identitas
Nama : An. M
Tgl lahir/umur : 09 April 2019/8 bulan 29 hari
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Suku : Jawa
Diagnosa medis : Diare Akut tanpa dehidrasi
2. Orangtua / Penanggung jawab
Ibu
a. Nama : Ny.N
b. Umur : 28 tahun
c. Hub. Dengan klien : Ibu
d. Pendidikan : SMA
e. Pekerjaan : Ibu rumah tangga
f. Suku : Jawa
g. Agama : Islam
h. Alamat : Demak
i. No.telp :-
Ayah
a. Nama : Tn. N
b. Umur : 35 tahun
c. Hub. Dengan klien : Ayah
d. Pendidikan : SMA
e. Pekerjaan :Petani
f. Suku : Jawa
g. Agama : Islam
h. Alamat : Demak
i. No.telp :-
B. Riwayat Klien
1. Riwayat keperawatan klien sebelumnya
Ibu klien mengatakan bahwa anaknya sebelum masuk rumah sakit
mengeluhka demam tinggi, sehingga ibu memeriksakan anaknya di RS Demak. Saat
di Demak dan diberikan obat penurun panas. Namun tidak berespon pada klien.
Sehingga klien memeriksakan diri kembali dan akan dilakukan pemeriksaan virus
CMV (Cytomegalovirus). Namun karena pemeriksaan tersebut di Demak tidak
ditanggung oleh BPJS maka klien di rujuk di RSUP dr. Kariadi Semarang. Klien
masuk di RSUP dr.Kariadi Semarang dengan keluhan demam, diare dan sesak napas.
Setelah dilakukan pemeriksaan feses, darah rutin dan virus CMV. Klien positif
terdapat virus CMV. Program yang dilakukan klien yaitu pemberian antibiotik selama
7 hari, peningkatan asupan diet.
2. Riwayat kehamilan
Ibu An. M selalu rajin memeriksakan kandungannya selama hamil 1 bulan
sekali di Bidan yang melahirkan klien, 1 kali di dokter kandungan untuk USG dan
selama hamil tidak pernah mengalami masalah apapun. Namun saat hamil, ibu klien
mengatakan memelihara unggas berupa burung sebanyak 20 ekor di dalam rumahnya
dan saat hamil ibu klien rutin membersihkan tinja burung setiap hari.
3. Riwayat persalinan
Pada saat proses INC, ibu An. M melahirkan secara normal ditolong oleh
bidan desa dan tidak ada keluhan apapun dengan BB lahir 2800 g serta menangis.
4. Riwayat Imunisasi
An. M mendapatkan imunisasi lengkap yaitu imunisasai hepatitis B yang
pertama pada usia kurang dari 12 hari, vaksin BCG saat usia 1 bulan, vaksin DTP saat
usia 6 minggu, vaksin polio 1,2,3,4 juga sudah lengkap, campak dan Hib.
5. Riwayat alergi
An. M memiliki alergi terhadap obat ampicilin sulbactam.
6. Riwayat pemakaian obat – obatan
Ibu maupun Ayah tidak hafal obat – obat apa saja yang telah digunakan An. M
sejak sakit. Hanya yang diingat paracetamol untuk meredakan panas klien.
7. Riwayat tumbuh kembang
Pada tahap usia perkembangan 8 bulan, klien baru bisa tengkurap secara
mandiri namun pada kepala klien masih lemah. Ibu klien menyadari bahwa anaknya
mengalami hambatan dalam tumbuh kembang anaknya dikarenakan klien memiliki
down syndrom. Namun ibu klien mengatakan, selalu melatih anaknya untuk
tengkurap dan latihan duduk jika sudah mampu.
C. Riwayat Kesehatan Keluarga
1. Riwayat penyakit dalam keluarga
Tidak ada keluarga klien yang menderita penyakit infeksi seperti klien. Anak
pertama ibu klien yaitu normal.
2. Genogram

Keterangan :

: laki-laki : tinggal serumah

: perempuan : pasien/klien

: garis keturunan
D. Riwayat Keperawatan Sekarang
Keluhan utama
Ibu klien mengatakan klien sudah diare 7 kali yaitu dalam 24 jam dengan
konsistensi lembek dan cair, ada ampas, berwarna kuning terang serta tidak disertai darah
dengan volume ¼ popok dan paling banyak ½ popok. Klien mendapatkan diit dari RS
dan tidak menggunakan ASI dikarenakan klien sesak napas dengan selang NGT.
1. Penampilan Umum
a. Keadaan Umum
Klien komposmentis, kooperatif, nilai GCS 15: E 4 M 5 V6. Klien dalam
kondisi lemas, terpasang selang NGT dan infus.
b. Pemeriksaan Tanda tanda vital
Pernapasan : 35 kali/menit
Suhu : 36,7°C
Nadi : 140 kali/menit
c. Klien terpasang kanul oksigen sebanyak 1 liter per menit
2. Nutrisi dan cairan
Nutrisi :
a. Tinggi badan :70.5 cm
b. Berat badan : 8 kg
c. IMT/BMI : 16 (Baik)
d. Status nutrisi
Klien saat ini diberikan diit susu formula neocate 8x100 ml dengan protein
yang mudah dicerna karena klien belum dapat mengkonsumsi ASI
dikarenakan sesak napas. Susu formula yang diberikan dihabiskan 100 cc
dengan pemberian 30menit pertama yaitu 50 cc dan 30 menit selanjutnya yaitu
50 cc. Saat dirumah ibu klien mengatakan kualitas ASInya yaitu mengalir
dengan cukup dan bayi menyusui dengan lahap.
Kebutuhan kalori
Rumus : Nilai RDA (Recommended Dietary Allowances) x BBI
KK = (50-70 kkal) 7 kg
KK = 350-490 kkal/hari
 Jenis makanan : Susu Neocate (susu formula yang mengandung
asam amino serta diperuntukan untuk bayi yang hipoalergik(alergi susu
sapi) dan intoleransi protein)
Makanan yang disukai :-
Alergi makanan : tidak ada
 Kesulitan saat makan : Karena klien megalami sesak napas, klien tidak
dapat minum ASI seperti biasanya.
 Kebiasaan khusus : Ibu klien mengatakan klien mengkonsumsi ASI
tanpa menggunakan botol. Ibu klien mengatakan, dirumah ada unggas dan
setiap menyusui klien tidak cuci tangan dengan baik serta tidak menjaga
lingkungan bersih saat menyusui. Kualitas ASI ibu yaitu cukup dan klien
menyusui dengan lahap. Klien sudah mulai makan pendamping ASI yaitu
bubur serelac dan tidak makan seperti sayur dll.
 Keluhan : mual (-), muntah (-)

Cairan :
a. Kebutuhan cairan 24 jam
Rumus : 100 ml/KgBB untuk 10 kg pertama, ditambahkan dengan
50ml/KgBB untuk 10 kg berikutnya ditambahkan 25ml/KgBB untuk
setiap berat badan berikutnya.
BB anak M: 8 Kg
KC = (100 ml/KgBB x 10 KgBB) + (50 ml/kgBB x 10) + (25 ml/kgBB) +
(25 ml/kgBB x 1)
KC = 100 ml x 9 kg = 900 ml
b. Rute cairan masuk
NGT = Makanan : 8x 100 : 800 cc
Air mineral : 10 cc
= 810 cc/24 jam
= 270 cc/8 jam
Infus = 360 ml/24 jam = 120 ml/8jam
c. Balance cairan (8 jam)
 Intake
NGT = 270 cc/8 jam
Parenteral = 360 ml/24 jam = 120 ml/8jam
Air Metabolisme = 7 cc/kg BB/hari = 7cc x 8 kg/ 24 jam
= 56 cc/24 jam
= 18,6 cc/8 jam
Jumlah intake= 270+ 120 + 18.6= 408,6 cc/ 8 jam = 1225,8cc/24 jam
 Output
IWL = (30 - 3) x cc/kgBB/hari
= (30 – 3) x 8 kg/ hari= 216cc/ 24 jam
= 72cc/ 8 jam
Urine = 7 kali sehari X ±50 cc = 350 cc/24 jam =116cc/8jam
Feses = ±175 cc /24 jam=58 cc/8jam
Jumah output= 72 + ±116 +±58= 597
 Balance cairan dalam 24 jam = intake – output
= 408,6 cc/24 jam –246 cc /24 jam
= +162,6cc/ 24 jam
d. Keluhan : Klien tidak menetek sementara karena masih sesak.
3. Istirahat tidur
a. Lama waktu tidur :
Sebelum sakit : saat malam ± 8 jam dan tidur siang ± 1 jam
Saat sakit: Klien tidur ± 8 jam
b. Kebiasaan sebelum tidur : tidak dapat terkaji
4. Pengkajian nyeri
Pengkajian skala nyeri dengan skala VAS (Visual Analog Scale)

Klien tidak merasakan nyeri, klien tidak nyaman karena BAB dan sesak napas.
5. Pemeriksaan fisik
a. Kepala :Bentuk mengoloid, tidak terdapat benjolan, sedikit cekung pada
bagian ubun-ubun klien. Pertumbuhan rambut baik. Lingkar kepala 40 cm.
b. Mata : Letak mata simetris antara kanan dan kiri, mata starbismus (mata
juling), konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik
c. Hidung : Bentuk simetris, hidung terpasang NGT dan selang nasal kanul, tidak
ada pernapasan cuping hidung, hidung bersih
d. Mulut : Stomatitis (-),tidak ada perdarahan gusi, bibir lembab dan berwarna
merah muda, lidah bersih.
e. Telinga : Bentuk simetris, penumpukan serumen (-)
f. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
g. Dada
 Paru-paru
I : Simetris kanan dan kiri, terdapat retraksi dinding dada
P : fokal premitus melemah pada lapang paru kiri, benjolan (-)
P : sonor kanan= kiri, pekak pada bagian lapang paru kiri bawah
A : nafas cepat, ronci (-), wheezing (+)
 Jantung
I : bentuk simetris, IC = ics 4 mid clavicula kiri
P : denyut apeks ics 4
P : redup parasternal kanan hingga midclavicula kiri
A : BJ I&II regular, bunyi jantung tambahan (-)
h. Abdomen
I : acites (-), lesi (-), dinding abdomen tampak simetris.
P : nyeri tekan (-), nyeri lepas (-), hepatomegali (-), splenomegali(-)
P : timpani - redup
A : BU = 6x / menit
i. Ekstremitas
- Atas : tidak terdapat oedem, terpasang infus ditangan kiri klien
- Bawah : tidak terdapat oedem
- Kulit : Turgor Kulit <2 detik, akral hangat
- Kuku : kapilari refil < 2dtk
j. Genetalia : jenis kelamin laki-laki, tidak ada keluhan
k. Rectal : terjadi iritasi kemerahan pada daerah anus dan sekitarnya,
tidak luka dan tidak berdarah. Saat disentuh bayi merasa tidak nyaman karena
perih. Ibu klien mengatakan semenjak diare menjadi kemerahan disekitar anus
karena lembap.
6. Psikososial anak dan keluarga
a. Respon hospitalisasi
- Orang tua klien mengatakan akan mengikuti pengobatan yang diberikan di
RS demi kesehatan anak nya.Namun ibu klien mengatakan bahwa sedikit
bosan dan ingin segera pulang ke rumah.
- Orang tua mengatakan klien merasa tidak nyaman saat dirumah sakit yang
digambarkan dengan pergerakan yang aktif seperti gelisah.
b. Kecemasan (anak dan orang tua)
- Orangtua klien mencemaskan kondisi kesehatan anaknya.
c. Koping pasien/keluarga dalam menghadapi masalah
- Keluarga mengatakan akan selalu mengupayakan untuk pengobatan pasien
d. Pengetahuan orang tua tentang penyakit anak
- Orang tua klien mengatakan anaknya terkena penyakit CMV dan down
sindrom.
- Ibu klien mengatakan mengetahu penyebab penyakit anaknya karena
memelihara unggas di rumahnya dan klien mengatakan menyesal sehingga
burung yang ada dirumah klien di jual semua.
e. Keterlibatan orang tua dalam perawatan anak
- Saat dirumah sakit yang merawat klien adalah ibunya dikarenakan suami
klien bekerja dan mengurus kakak klien yang masih berusia 8 tahun
dirumah.
f. Adakah terapi lain selain medis yang digunakan
- Keluarga mengatakan saat ini klien hanya menjalani pengobatan di RSUP
Kariadi dan hanya mengkonsumsi obat dari Rumah Sakit
E. Pemeriksaan penunjang

Laboratorium Patologi Klinik(tanggal 27 Desember 2019.4.19 )

PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI NORMAL KET


Hematologi
Hematologi paket
Hemoglobin 10.7 g/dL 11,3 – 14,1 L
Hematocrit 33.2 % 40 - 54 L
Eritrosit 4.40 10^6/uL 4.5 – 6.5 L
MCH 24.3 pg 24 – 34
MCV 75.5 fL 83 – 110 L
MCHC 32.2 g/dL 29 – 36
Leukosit 6.4 10^3/ul 6 – 17,5
Trombosit 586 10^3/ul 150 – 400
RDW 17 ∞ 11.60– 14.80 H
MPV 12.4 fL 4.00– 11.00

Laboratorium Patologi Klinik (tanggal 30 Desember 2019 4.19)

PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI NORMAL KET


KIMIA KLINIK
Kalsium 2.0 mmol/L 2.12- 2.52 L
Elektrolit
Natrium 138 mmol/L 136-145
Kalium 3.6 mmol/L 3.5-5.0
Chlorida 107 mmol/L 95-105 H

Pemeriksaan Urin (tanggal 28 Desember 2019 10.42)

PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI NORMAL KET


URINE LENGKAP
+ANALYZER
Bakteri 553.3 /uL 0-100 H
Pemeriksaan Feses (tanggal 28 Desember 2019 19.34)

PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI NORMAL KET


FAECES RUTIN
E.Coli Negatif - Negatif
Sisa Makanan
Lemak Positif - Negatif
Bakteri Positif - Negatif

Pemeriksaan Imunoserologi (tanggal 4 Desember 2019 18.37)

PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI NORMAL KET


IMUNOSEROLOGI
TSHs 2.69 uIU/mL 0.51-4.94
Free T4 19.93 pmol/L 10.6-19.4 H
Anti CMV IgG 104 IU/L Negatif:<4 Positif
Equivocal :>=4 to
<6
Positif >= 6

X FOTO THORAKS 30 Desember 2019


Tampak terpasang gastric tube dengan ujung distal setnggi corpus vertebra Th.12
COR : CTR = 46%, Bentuk dan letak jantung normal
Retrocardiac dan retro sternal space tak menyempit
PULMO : Corakan vaskuler tampak meningkat, tampak bercak pada perihiler kanan kiri dan
pericardial kanan
Tampak penebalan hilus kanan
Hemidiafragma kanan setinggi costa 9 posterior
Sinus costofrenikus kanan kiri lancip
Kesan:
COR tak membesar
Gambaran bronkopneumonia
Penebalan hilus kanan, curiga limfadenopati masih mungkin suatu proses spesifik
PROGRAM TERAPI

No Nama Obat Dosis Rute Fungsi


1. Dekstrose 5% dan ½ 15ml/jam Intravena
NS
2. Fosfomycin 500 mg/12 Intravena obat antibiotik
jam dengan fungsi untuk
mengobati berbagai
jenis infeksi bakteri
3. Paracetamol 4ml/4-6 jam Peroral obat yang biasanya
digunakan untuk
mengobati rasa sakit
ringan hingga
sedang,
4. N-asetil sistein 40 mg/8 jam Peroral
5. Zink 20 mg/24 Peroral
jam syrup
6. Cetirizine 5mg/24 jam Peroral
Syrup
7. Metronidazole 3,5 mg/8 Peroral
jam
8. Inhalasi Ventolin /8 jam Inhalasi
9. Inhalasi Pulmicort /8 jam Inhalasi

F. DAFTAR MASALAH
Tanggal
DATA FOKUS MASALAH TTD
/jam
7 Januari DS : Ibu klien mengatakan klien Defisit Nutrisi
2020 mengalami diare selama 7x sehari dan
08.00 hanya mengkonsumsi susu formula dari
rumah sakit karena klien megalami
sesak napas sehingga klien tidak dapat
minum ASI seperti biasanya.
DO :

- Tinggi badan : 70.5 cm


- Berat badan : 8 kg
- IMT/BMI: 16 baik
- Terpasang selang NGT dengan diit
neocate 8 x100 ml dihabiskan
- Ketidakmampuan memakan
makanan
7 Januari DS: Gangguan
2020 Integritas Kulit
Ibu klien mengatakan semenjak diare
08.15
menjadi kemerahan disekitar anus
karena lembap.

DO:

Terjadi iritasi kemerahan pada daerah


anus dan sekitarnya, tidak luka dan
tidak berdarah. Saat disentuh bayi
merasa tidak nyaman karena perih.

7 Januari DS: Risiko


08.10 Ketidakseimban
Ibu klien mengatakan klien sudah diare
gan Elektrolit
7 kali yaitu dalam 24 jam dengan
konsistensi lembek dan cair, ada ampas,
berwarna kuning terang serta tidak
disertai darah dengan volume ¼ popok
dan paling banyak ½ popok.

DO:

Ubun-ubun bayi mengalami cekung


sedikit
Klien lemas
Kalsium 2.0(L)
Chlorida 107 (H)
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Defisit Nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien


2. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan kelembapan
3. Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit berhubungan dengan diare

G. INTERVENSI
NO DX KEP. TGL/JAM TUJUAN INTERVENSI TTD
1. Defisit Nutrisi Selasa, 7 Setelah dilakukan 1. Kaji penyebab diare CTU
berhubungan Januari tindakan 2. Lakukan oral care pada
dengan 2020 keperawatan klien
ketidakmampuan 08.00 selama 3x24 jam, 3. Kaji toleransi klien
mengabsorbsi masalah Defisit terhadap diit yang
nutrien Nutrisi teratasi diberikan (apakah terjadi
dengan kriteria muntah atau diare semakin
hasil : parah)
1. Asupan nutrisi 4. Ajarkan keluarga untuk
meningkat melakukan perawatan NGT
(klien dapat dan membiasakan ibu
menetek ASI untuk mencuci tangan
ibunya) sebelum memberikan
2. Kepatuhan diet nutrisi ke klien
yang diberikan 5. Berikan diit nutrisi sesuai
3. Mukosa bibir yang diadvicekan yaitu
lembab, susu Neocate 100 ml setiap
kongjutiva 3 jam sekali
tidak terjadi 6. Evaluasi respon klien saat
anemis diberikan diit
nutrisi,hentikan sementara
jika terjadi muntah.
2. Gangguan Selasa,7 Setelah dilakukan 1. Monitor ulserasi dan iritasi CTU
integritas kulit Januari tindakan pada kulit
berhubungan 2019 keperawatan 2. Anjurkan ibu untuk sering
dengan 08.12 selama 3x24 jam, melihat popok bayi agar
masalah Gangguan saat klien BAB dan BAK
Integritas Kulit sudah penuh harus diganti
teratasi dengan popok
kriteria hasil : 3. Ajarkan keluarga untuk
1.Kulit klien tetap mengganti popok dengan
kering benar
2.Kemerahan/iritasi 4. Kolaborasi pemberian obat
kulit tidak meluas topikal untuk mengatasi
bahkan berkurang iritasi
1.
3. Risiko Selasa, 7 Setelah dilakukan 1. Kaji tanda dan gejala CTU
Ketidakseimbangan Januari tindakan dehidrasi
Elektrolit 2020 keperawatan 2. Identifikasi penyebab
berhubungan 08.17 selama 3x24 jam, ketidakseimbangan
dengan diare masalah risiko elektrolit
ketidakseimbangan 3. Berikan cairan Intravena
elektrolit teratasi 4. Edukasi keluarga untuk
dengan kriteria mengetahui tanda dan
hasil : gejala dehidrasi
1.Tidak terdapat 5. Kolaborasi pemberian
tanda dehidrasi suplemen elektrolit (NGT)
(mukosa
bibirlembap,turgor
kulit kembali <3
detik, tidak pucat)
2.Cairan Rehidrasi
adekuat sesuai
advice dokter
IMPLEMENTASI

NO DX KEP. TGL/JAM IMPLEMENTASI RESPON TTD


1 1 Selasa, 7 Januari Identifikasi penyebab diare pada klien DS : Ɣ
2020 Ibu klien memahami bahwa penyebab Vin
08.20 WIB diare salah satunya dikarenakan virus
yang positif diderita bayi dikarenakan
memelihara unggas dirumah
DO :
Ibu memahami penjelasan yang
diberikan

2. 2 08.30 Mengkaji iritasi daerah rectal pada klien DS:


Ibu klien mengatakan iritasi
kemerahan dikarenakan lembab
karena sering diare
DO:
Kemeraha pada kulit klien
3. 2 08.45 Membersihkan daerah sekitar anus karena DS:
sehabis diare dan mengeringkannya Klien diare dan langsung diganti
popok menggunakan tisue basah dan
mengeringkannya
DO:
Popok diganti
4. 2 08.47 Memberikan obat topikal ketoconazole DS:
cream Ibu klien mengatakan setiap setelah
BAB memberikan obat topikal untuk
mengurangi iritasi
DO:
Klien tampak mengolesi obat topikal
pada klien
5. 3 09.00 Mengidentifikasi tanda dan gejala dehidrasi DS:Bayi menangis dan sedikit rewel
dan melakukan kolaborasi pemberian cairan DO:
intravena Tidak terjadi tanda dan gejala
dehidrasi (mukosa bibir lembap,
turgor kulit <2 detik)
Klien terpasang infus d5 & ½ NS
6. 1 09.00 Memberikan diit nutrisi pada klien neocate DS:-
12.00 100 ml DO:
Memberikaan diit 50 cc untuk 30
menit pertama dan selanjutnya 50 cc.
Tidak terjadi muntah
IMPLEMENTASI

NO DX KEP. TGL/JAM IMPLEMENTASI RESPON TTD


1 1 Rabu, 8 Januari Mengkaji diare pada klien DS : Ɣ
2020 Ibu klien mengatakan kemarin dalam Vin
WIB 24 jam diare 7 kali dan pada hari ini
08.00 klien sudah diare 2 kali dengan
konsisitensi lembek cair berwarna
kuning ada ampas dan ¼ popok bayi
DO :
Klien lemas

2. 3 08.15 Membantu rehidrasi klien dengan terapi DS:


Intravena Ibu klien mengatakan infus dilepas
karena bengkak
DO:
Pemasangan infus belum berhasil
karena pembuluh darah klien susah
dicari

3. 2 08.45 Membersihkan daerah sekitar anus karena DS:


sehabis diare dan mengeringkannya Klien diare dan langsung diganti
popok menggunakan tisue basah dan
mengeringkannya
DO:
Popok diganti
4. 2 08.47 Memberikan obat topikal ketoconazole DS:
cream Ibu klien mengatakan setiap setelah
BAB memberikan obat topikal untuk
mengurangi iritasi
DO:
Klien tampak mengolesi obat topikal
pada klien
5. 3 09.00 Mengidentifikasi tanda dan gejala dehidrasi DS:Bayi menangis dan sedikit rewel
dan melakukan kolaborasi pemberian cairan DO:
intravena Tidak terjadi tanda dan gejala
dehidrasi (mukosa bibir lembap,
turgor kulit <2 detik)
Klien terpasang infus d5 & ½ NS
6. 1 09.00 Memberikan diit nutrisi pada klien neocate DS:-
12.00 100 ml DO:
Memberikaan diit 50 cc untuk 30
menit pertama dan selanjutnya 50 cc.
Tidak terjadi muntah