Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH ANALISIS DU PONT

Dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Ibu .. pada mata kuliah
Analisis dan Penggunaan Laporan Keuangan

Kelas VII-Ak-A3

Kelompok 4

Ketua: Olivia Ardana Neswari 41152020160xxx

Anggota:

Maria Proklam Oni S S 41152020160177

Fingka Qimara Absar 41152020160200

Asep Ramdhan 41152020160202

Nabila Pelita Dwi Rahmat 41152020160xxx

UNIVERSITAS LANGLANGBUANA

2019-2020
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengantar
Pada tahun 1919 Du Pont adalah seorang pengusaha sukses dan terkenal yang
memiliki produk Du Pont yang sangat berkualitas dan laris terjual di pasar. Du Pont
Corporation mempelopori salah satu metode analisa kinerja perusahaan yang
sampai dengan saat ini dikenal dengan nama Du Pont Analysis.

Du Pont sistem ini memberikan informasi mengenai berbagai faktor yang


menyebabkan naik turunnya kinerja keuangan sebuah perusahaan. Metode hampir
sama dengan analisa laporan keuangan biasa, namun pendekatannya lebih
integrative dan menggunakan komposisi laporan keuangan sebagai elemen
analisisnya. Sistem Du Pont adalah sistem yang menggunakan pendekatan tertentu
terhadap analisis rasio untuk mengevaluasi efektivitas perusahaan (Horne &
Wachowicz, 2012:182). Menurut Syafarudin (1993) analisis Du Pont penting bagi
manajer untuk mengetahui faktor mana yang paling kuat pengaruhnya antara Profit
Margin dan Total Asset Turnover terhadap Return on Investment.

2.2 MODEL DUPONT ANALYSIS

Tujuan menganalisa laporan keuangan antara lain adalah mengevaluasi


kinerja perusahaan. Alat pengukur kinerja keuangan yang paling popular
sebagaimana yang digunakan dalam analisa DuPont adalah analisa Return on
Equity (ROE) dan Return on Investment (ROI). Cara analisa DuPont hampir sama
dengan analisa laporan keuangan biasa, tetapi pendekatannya lebih integratif dan
menggunakan komposisi laporan keuangan sebagai elemen analisanya.

Return on Equity (ROE) Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa karier


banyak eksekutif senior naik dan turun mengikuti ROE perusahaannya. ROE
diperlukan demikian penting karena merupakan ukuran efisiensi yang dicapai
perusahaan dalam mendayagunakan modal para pemilik saham. ROE merupakan
taksiran tentang laba bersih per dollar dari modal (equity) yang diinvestasikan atau
persentase pengembalian ( return) kepada pemilik dari investasinya dalam
perusahaan.

Pada modul ini akan dibahas mengenai komponen – komponen utama yang
mempengaruhi ROE, serta mengevaluasi dan mengalisa masing- masing komponen
tersebut. Selanjutnya akan mempertimbangkan beberapa masalah penting dengan
penggunaan ROE sebagai pengukur kinerja keuangan.

2.3 Rumus DuPont

Metode DuPont merupakan alat analisis yang dilakukan dengan cara


menggabungkan sekaligus analisis atas tiga kegiatan utama perusahaan yaitu
kegiatan pendanaan, investasi, dan operasi. Untuk melakukan analisis, metode
DuPont membutuhkan gabungan dua data laporan keuangan sekaligus, yakni
laporan Laba Rugi dan Neraca.

Pada tahap pertama, metode DuPont memecah rasio Profitabilitas yang


diukur dengan Return On Asset (ROA) menjadi dua rasio keuangan, yaitu Net Profit
Margin dan Asset Turnover. Berikut ini adalah rumus dari ketiga rasio tersebut:

Net Income
ROA =
Assets

𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
Net Profit Margin =
𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠

𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
Asset Turnover =
𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
Dengan memecah rasio Profitabilitas, ROA menjadi dua rasio keuangan, yaitu Net
Profit Margin dan Assets Turnover, analisis DuPont akan memberikan gambaran
secara sekaligus tentang bagaimana perusahaan mencapai profitabilitasnya (ROA)
dilihat dari kemampuan perusahaan menghasilkan profitabilitas atas penjualan yang
dilakukannya (kegiatan operasi), dan sejauh mana perusahaan bisa mencapai
efisiensi dalam memanfaatkan aktiva yang dimilikinya untuk menghasilkan
penjualan (kegiatan investasi). Tahap yang kedua, metode DuPont mencoba
menghubungkan rasio-rasio tersebut dengan rasio profitabilitas return of equity
(ROE) dengan menggunakan rasio financial leverage (bisa juga disebut sebagai
financial leverage multiplier) yang menunjukan perbandingan jumlah pendanaan
eksternal dan internal yang digunakan oleh perusahaan (kegiatan pendanaan).
Dengan memasukan komponen financial leverage, kita bisa mengevaluasi
pengaruh keputusan sumber pendanaan terhadap tingkat pengendalian yang akan
diterima oleh pemilik perusahaa. Berikut ini adalah rumus dari kedua rasio tersebut:

ROE = ROA x Financial Leverage

𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
Finanncial Leverage =
𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 𝐻𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦

Jika kita menggabungkan rasio tersebut sekaligus, maka kita bisa mendapatkan
rumusan yang bisa kita jadikan sebagai “alat deteksi awal” atas tiga kegiatan
sekaligus yang dilakukan oleh perusahaan.

ROE = Net Profit Margin x Asset Turnover x Financial Leverage

2.4 Kerangka Analisis DuPont

Dikatakan bahwa analisis DuPont sangat terintegrasi karena tidak perlu


secara detail seperti analisis rasio.

Berikut ini adalah kerangka analisis DuPont:


Penjualan
Bersih Laba Bersih
setelah Pajak
Total Biaya Rasio Laba
Bersih
Penjualan
Bersih

ROI

Penjualan
Total Aktiva Bersih Perputaran
Lancar Total
Penjualan Aktiva
Bersih
Total Aktiva
Tetap
Kata kunci untuk memahami analisis rasio dan DuPont

Apapun jenis analisis rasio, analisis DuPont dipastikan tidak sulit apabila para
analis telah mampu menyusun dan memahami laporan keuangan (khususnya
laporan neraca dan rugi laba). Artinya diharuskan untuk dapat mengelompokkan
dan mengklasifikasikan pos-pos laporan neraca (aktiva, kewajiban dan modal),
serta laporan rugi laba (pendapatan dan beban-beban). Selain hal diatas, para analis
keuangan diharapkan memahami jenis rasio serta rumus rasio itu sendiri.

2.5 Contoh Soal

1. Soal analisis DuPont

Neraca saldo yang telah disesuaikan perusahaan dagang PT. Sentosa, menyajikan data
neraca dan rugi-laba tahun yang berakhir 31 desember 2011.

Kas Rp 100.000.000
Persediaan barang dagang Rp 200.000.000
Aktiva lancar lainnya Rp 150.000.000
Peralatan, net Rp 250.000.000
bangunan, net Rp 425.000.000
Tanah Rp 200.000.000
Penjualan Rp 620.000.000
Retur penjualan pengurangan harga Rp 40.000.000
Harga pokok penjualan Rp 1.200.000.000
Beban operasi Rp 738.000.000
Beban bunga Rp 30.000.000
Pajak penghasilan Rp 96.000.000
Modal saham biasa Rp 600.000.000
Laba ditahan Rp 350.000.000
Utang dagang Rp 175.000.000
Utang lancar lainnya Rp 50.000.000
Utang obligasi Rp 250.000.000

Ditanya :

1. Susun laporan neraca per 31 desember 2011


2. Susun laporan rugi-laba, tahun yang berakhir 31 desember 2011
3. Hitunglah total biaya selama tahun 2011
4. Hitunglah ROI, dengan menggunakan kerangka analisis DuPont
5. Asusmsikan ROI untuk rata-rata industri 35%, apakah PT. Sentosa dikatakan baik
atau tidak baik?
Jawaban :

1. Laporan neraca
PT. Sentosa
Laporan Neraca (jutaan rupiah)
31-Des-11
aktiva lancar kewajiban lancar
kas 100 utang dagang 175
persediaan barang dagang 200 utang lancar lainnya 50
aktiva lancar lainnya 250 total kewajiban lancar 225
total aktiva lancar 550
kewajiban tidak lancar
aktiva tetap utang obligasi 250
peralatan, net 250 total kewajiban 475
bangunan, net 425 equitas
tanah 200 modal saham biasa 600
total aktiva tetap 875 laba ditahan 350
total equitas 950
Total Aktiva 1425 Total kewajiban dan equitas 1425

2. Laporan rugi-laba
PT. SENTOSA
LAPORAN NERACA (JUTAAN RUPIAH)
Tahun yang berakhir 31 desember 2011
Penjualan (kotor) Rp 2.620
Retur penjualan & pengurangan harga Rp 40
Penjualan bersih Rp 2.580
Harga pokok penjualan Rp 1.200
Laba kotor Rp 1.380
Beban operasi Rp 738
Laba bersih sebelum bunga dan pajak Rp 642
Beban bunga Rp 30
Laba bersih sebelum pajak Rp 612
Pajak penghasilan Rp 96
Laba bersih sesudah pajak Rp 516

3. Total Biaya

Harga Pokok Penjualan Rp 1.200


Beban Operasi Rp 738
Beban Bunga Rp 80
Pajak Penghasilan Rp 96
Rp 2.114
4. ROI, analisis DuPont (jutaan rupiah, terkecuali ROI)

Penjualan
Bersih Laba Bersih
Total Biaya setelah Pajak Rasio Laba
Penjualan Bersih
Bersih

ROI

Penjualan
Total Aktiva Bersih Perputaran
Lancar Total
Penjualan Aktiva
Bersih
Total Aktiva
Tetap
5. PT. Sentosa dikatakan baik atau berhasil dengan ROI 36%, artinya diatas
rata-rata industri.

2. laporan neraca dan laba-rugi dan (sebagian) dari PT. Jaya Karta selama tahun 2011,
sebagai berikut:

Penjualan Kotor Rp. 650.000.000

Retur Penjualan Rp. 10.000.000

Total Aktiva Rp. 1.280.000.000

Laba Bersih Setelah Pajak Rp. 200.000.000

Ditanya:

Hitunglah ROI menurut analisis DuPont?

Jawab :

640.000.000
200.000.000
Rasio Laba
0 Bersih
640.000.000

ROI

640.000.000
Total Aktiva Perputaran
Lancar Total
640.000.000 Aktiva

Total Aktiva
Tetap
BAB III

PENUTUP
REFERENSI