Anda di halaman 1dari 4

1. Acropora sp.

Kingdom : Animalia
Phylum : Coelenterata
Class :Anthozoa
Ordo : Madreporaria
Family :Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora sp
www.seascapestudio.net

Hidupnya berkoloni berbentuk seperti tanduk rusa. Koloni sangat umum dijumpai dalam
bentuk bercabang, meja dan semak-semak. Bentuk mengerak (encrusting) dan submasif
jarang ditemukan. Menurut Veron (1986), Acropora sp. memiliki dua tipe koralit yaitu axial
koralit dan radial koralit. Tidak memiliki kolumella. Dinding koralit terpisah dengan
konesteum (koralit memiliki dinding masing-masing). Polip hanya muncul dimalam hari.
Bagian-bagian cangkang yang terlihat: corallite, theca (tepi corallite), scleroseptum,
coenosarc (dasar tanduk diantara dua corallite, dan pedal disc atau dasar yang digunakan
untuk melekat pada substrat. Apabila tinggal cangkangnya disebut aragonite kristae.
2. Pocillopora sp.

Kingdom : Animalia
Fillum : Coelenterata
Class : Anthozoa
Ordo : Siphonophora
Famili :–
Genus : Pocillopora
Spesies : Pocillopora sp www.coral.aims.gov.au

Batu karang yang memiliki skeleton kompak berbadan batu kapur. Polipnya kecil yang
terdapat bagian yang berbentuk piala skeleton. Terdapat tentakel dan tidak memiliki
siphonoglyph. Warna tubuhnya cokelat dengan terdapat bintik-bintik putih dan kuning yang
kecil.
Bercabang tipis, kebanyakan cabangnya saling menyilang dan membentuk lingkaran
(melingkar). Verrucae jarang ditemukan atau tidak berkembang. Karang ini biasa ditemukan
diatas tubir sehingga pocillopora merupakan karang yang mudah terlihat. Spesies ini
ditemukan di seluruh Indo-Pasifik. Jenis ini memiliki koralit yang tenggelam atau struktur
internal yang tersembunyi. Kolumella padat yang rendah dengan 2 lingkaran septa yang tidak
sama. Konesteum ditutupi oleh granula. Hewan karang (polip) bisa ditemukan pada malam
hari (Veron, 1986).

3. Conus sp.
Kingdom : Animalia
Filum : Mollusca
Kelas : Gastropoda
Ordo : Neogastropoda
Family : Conidae
Genus : Conus
Species : Conus sp. www. waynesword.palomar.edu

Conus sp., adalah salah satu jenis gastropoda yang yang mempunyai ciri-ciri bentuk luar
(morfologi) dari keong suku Conidae dapat dikenal dari bentuk cangkangnya. Ada bercak-
bercak mirip tutul-tutul teratur yang indah pada cangkang, cangkangya agak licin. Menurut
Oemarjati (1991) cangkang terdiri dari apex yaitu puncak dari cangkang , spire yang pendek,
whorl body, aperture yang dalam dan membuka pada whorl body pertama, bersifat karnivora.
Dalam keadaan hidup cangkang keong ini ditutupi oleh semacam lapisan tipis seperti
membran dan disebut mantel (periostracum). Mantel tersebut pada umumnya berwarna
kuning, tipis dan tembus pandang (transparan) dan ada juga yang berwarna agak kemerahan.
Dalam keadaan terbalut oleh mantel pola warna cangkang masih terlihat dengan jelas.
Bentuk umumnya menyerupai kerucut. Bagian yang menyempit adalah bagian depan
(anterior), sedangkan bagian yang melebar merupakan pangkal cangkang yang merupakan
bagian belakang (posterior). Celah bibir (aperture) adalah jalan keluar masuknya tubuh
keong saat bergerak atau saat menghindari bahaya. Keong jenis conidae telah banyak
digunakan dan juga dalam penelitian dalam bidang ilmu farmasi, namun keong jenis conidae
juga ada yang beracun. Contoh: Conus geograpu (Hutomo, 1985).

4. Cypraea sp

Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Class : Gastropoda
Order : Neotaeniglosa
Family : Cypraeidae
Genus : Cypraea Sumber: www.cnshells.net
Species : Cypraea sp

Cangkang mengkilat dan halus, bentuk cangkang seperti telur, dengan cangkang agak
memanjang. Disekitar apertur terdapat gigi radula Yang berfungsi untuk mengunyah dan
menghancurkan makanan. Bagian-bagian cangkang yang terlihat adalah apex, aperture dan
gigi radula . Menurut Oemarjati (1991), habitatnya di daerah pasang-surut di antara batu
karang yang banyak ditumbuhi alga, bentuk cangkang bulat telur dengan permukaan yang
licin dan mengkilap, bentuk spiral tidak terlihat, bibir luar (aperture) dan dalam berwarna
putih serta bergerigi.

5. Montipora sp
Kingdom : Animalia
Phylum : Cnidaria
Class : Anthozoa
Order : Scleractinia
Family : Acroporidae
Genus : Montipora
Spesies : Montipora sp www.reefcorner.com
\
Montipora sp. spesies ini bentuknya agak bulat dan permukaanya yang berlubang-lubang
kecil mengandung kapur. Karang spesies ini berwarna putih dan biasanya dijadikan sebagai
habitat atau tempat tinggal ikan-ikan kecil.
Umumnya ditemukan dengan bentuk koloni yang submassive, laminar,
foliaceous,encrusting, atau branching. Memiliki koralit yang sangat kecil. Tidak memiliki
kolumella. Septa menuju kedalam dengan dinding koralit terpisah dengan konesteum tapi
juga kadang-kadang menyatu. Koloni memiliki warna coklat keabu-abuan, kadang-kadang
warnanya lebih muda disepanjang tepinya. Umumnya terdapat pada daerah intertidal
terutama di puncak karang (Veron, 1986).
6. Favites sp.

Kingdom : Animalia
Phylum : Cnidaria
Class : Anthozoa
Ordo : Madreporania
Family : Favidae
Genus : Favites
Species : Favites sp. www habitatnews.nus.edu

Berdasarkan pengamatan didapatkan hasil bahwa Favites sp.bentuknya agak bulat bilateral
simetri. Hal ini sesuai dengan pengamatan Budiantoro (2016) yang menyatakan bahwa
Favites sp. termasuk ke dalam filum Cnidaria karena memiliki bentuk tubuh yang
radial/bilateral simetri, bersifat sessile, dan memiliki alat penyengat yang berada di ujung
tentakel (cnidocytes), yang tersusun atas sel-sel penyengat yang disebut nematocyst. Favites
sp. dimasukkan ke dalam kelas Anthozoa karena tubuh berbentuk bunga dan tidak memiliki
fasi medusa dalam daur hidupnya. Favites sp. dikelompokkan ke dalam sub kelas
Hexacorallia karena memiliki bentuk tubuh persegi enam. Favites sp. ini disebut juga star
coral karena terumbu karang ini memiliki motif seperti bintang pada permukaannya.
Cangkang Favites sp. terbuat dari bahan kapur, bentuk karangnya membulat dan
berkoloni. Tipe koralitnya cerioid, disebut demikian karena thecanya bergabung atau
menyatu. Terdapat theca (bagiab terluar dari corallite), fossa, calyx (jarak antar theca), dan
septum (sekat/dinding yang membagi bagian dalam calyx dalam beberapa bagian
(Budiantoro, 2016).

Daftar Pustaka
Budiantoro, Agung. 2016. Petunjuk Praktikum Keanekaragaman Invertebrata dan
Vertebrata. Yogyakarta. Laboratorium Fakultas MIPA Universitas Ahmad Dahlan.

Hutomo, M. 1985. Telaah Ekologik Komunitas Ikan pada Padang Lamun (Seagrass,
Anthophyta) di Perairan Teluk Banten. Disertasi. Fakultas Pascasarjana, Institut
Pertanian Bogor. Bogor. Hyman, H.L. 1967. The Invertebrates Vol. VI.

Oemarjati, Boen S. 1991. Taksonomi Hewan Avertebrata. Yogyakarta: UGM Press

Veron. J.E.N. 1986. Coral of Australia and The Indofasific. Angus & Robertos. Australia.

Anda mungkin juga menyukai