Anda di halaman 1dari 1

Remaja Asal Asahan Alami Kebutaan, Ngaku

Keseringan Main Game Online


Medan - Surya Utama (19), remaja asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut),
mengalami kebutaan diduga karena terlalu sering main game online di handphone.
Aktivitas main game itu bisa dilakukan Surya lebih dari lima jam dalam sehari.

Surya kini harus dituntun saat berjalan. Matanya tidak bisa melihat lagi. Didampingi
ayahnya, Supardi (57), Surya melakukan pemeriksaan mata di Rumah Sakit Khusus
Mata, Sumatera Eye Centre (Smec), Jalan Iskandar Muda, Medan, Selasa (10/9/2019).

Dikatakan Surya, kebutaan yang dialaminya berlangsung sejak akhir Mei 2019. Surya
menyatakan, awal mula matanya mendadak merah, dan sehari berikutnya
pandangannya mulai mengabur, dan hari berikutnya berangsur tak bisa melihat sama
sekali.

Surya menduga kerusakan matanya kemungkinan besar akibat


keseringan main game di handphone yang dilakoninya sejak 2018.
Menurut pengakuannya, ada tiga game yang sering dimainkan, yakni
Mobile Legend, PUBG, dan Free Fire.
"Sehari bisa lima, terkadang tiga jam saja. Bisa main game sampai jam dua atau jam tiga
pagi," kata Surya.

Kondisi matanya sudah beberapa kali diperiksakan ke dokter. Sejauh ini Surya baru diberi
obat tetes mata, namun belum sampai tahap operasi.

Glaukoma Primer

Dr Pinto Pulungan yang menangani Surya menyatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan


Surya menderita glaukoma primer. Ini penyakit yang generatif atau tidak bisa sembuh.
Ada peninggian tekanan pada bola mata, dan kerusakan saraf pada penglihatannya.

"Kami lakukan dengan menegakkan diagnosa di sini, dengan scanning. Jadi scanning
saraf penglihatannya, kita dapatkan foto scanningnya, bahwa sarafnya sudah mengalami
atrofi, atau kematian saraf," kata Pulungan.

Disebutkan Pulungan, penyakit ini tidak disebabkan permainan-permainan gadget


maupun alat-alat komputer, tidak ada hubungan. Tapi kalau penyakit lain mungkin,
misalnya keletihan pada mata, atau infeksi maupun keletihan pada mata yang sangat
hebat.

"Untuk pasien Surya ini dia memang murni glaukoma, tapi datang dengan sudah
terlambat. Mungkin dia tidak ada keluhan selama ini. Sebenarnya penyakit ini bukannya
datang tanpa keluhan, dan tiba-tiba buta, melainkan pasien yang tidak menyadarinya,"
kata Pulungan.

Terhadap kasus seperti ini, kata dia, penanganan medis yang dilakukan dengan cara
diberikan obat-obat tetes mata atau obat makan sebagai upaya untuk menurunkan
tekanan ke angka normal. Bila tidak tercapai angka normal, bisa dilakukan operasi.

"Bisa lakukan tindakan dengan sinar laser, operasi, yang sesuai kebutuhan untuk
mencapai angka normal tadi. Makin normal dia, kebutaannya makin lama. Karena dia
kan tidak akan mungkin sembuh. Kita lakukan penurunan tekanan untuk memperpanjang
penglihatan dia," kata Pulungan.

Sumber https://news.detik.com/berita/d-4700461/remaja-asal-asahan-alami-kebutaan-ngaku-
keseringan-main-game-online/2