Anda di halaman 1dari 20

1

OPTIMALISASI SATUAN KESLAP DALAM RANGKA DUKKES DI MEDAN


OPERASI DAN LATIHAN GUNA MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN

PRAJURIT, PNS DAN KELUARGANYA

BAB I
PENDAHULUAN

1. Umum

Kesehatan sebagai salah satu fungsi teknis militer umum TNI AD


melaksanakan tugas dengan menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan
dukungan kesehatan prajurit, PNS TNI AD beserta keluarganya dan Satuan TNI
AD dalam rangka mendukung tugas-tugas TNI AD, juga ikut berperan serta
didalam memajukan suatu Pembinaan Sistem Kesehatan Nasional, olah karenanya
Kesehatan Angkatan Darat merasa perlu ikut serta berpartisipasi di dalam
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum dan ini juga
merupakan bagian Bhakti TNI AD dari perwujudan kemanunggalan TNI-Rakyat.
Untuk mewujudkan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang optimal, keslap dalam
hal ini Kompi kesehatan lapangan di Batalyon Kesehatan dan Pleton kesehatan di
batalyon Infanteri serta Seksi kesehatan/Tim keslap pada Satbanpur/Satbalak
harus berupaya meningkatkan kemampuan dan kinerjanya serta lebih
memodernisasi sarana dan prasarana pendukungnya dihadapkan pada tugas
kedepan dalam mendukung tupok kesad pada umumnya.

2. Maksud dan Tujuan

a. Maksud. Memberikan gambaran tentang upaya Optimalisasi Satuan Keslap


dalam rangka dukkes di medan operasi dan latihan guna meningkatkan derajat
kesehatan prajurit, pns dan keluarganya

b. Tujuan. Agar diperoleh kesamaan pemahaman tentang upaya Optimalisasi


Satuan keslap dalam rangka dukkes di medan operasi dan latihan guna
2

meningkatkan derajat kesehatan prajurit, Pns dan keluarganya antara unsur


komando atas dengan unsur pelaksana di daerah..

3. Ruang Lingkup dan Tata Urut.

a. Ruang Lingkup. Penulisan ini membahas tentang upaya optimalisasi satuan


keslap dalam rangka dukkes di medan operasi dan latihan guna meningkatkan
derajat kesehatan prajurit, Pns dan keluarganya.
b. Tata Urut. Substansi dari penulisan karya tulis ini dibatasi pada peran
dukungan kesehatan di satuan-satuan jajaran Kotama, dalam upaya pembinaan
fungsi satuan, dengan tata urut sebagai berikut :

1) Pendahuluan
2) Landasan Pemikiran
3) Kondisi Dukungan Kesehatan Saat Ini
4) Faktor yang mempengaruhi
5) Kondisi Dukungan Kesehatan Yang Diharapkan
6) Upaya dalam rangka meningkatkan dukungan kesehatan di satuan
Jajaran
7) Penutup

4. Metode dan Pendekatan.


Pembahasan masalah dalam penulisan ini menggunakan metode diskriptif analitis
melalui pengamatan dan pengalaman dilapangan serta studi literatur.

5. Pengertian - pengertian

a. Komando Utama AD. Adalah institusi militer TNI AD yang melaksanakan


fungsi Komando di Jajaran TNI AD sebagai eselon pelaksana dibawahi langsung
kepala staf angkatan darat (KSAD) antara lain KODAM, KOPASSUS, KOSTRAD
dan KODIKLAT TNI AD.
b. Komando Kewilayahan. Adalah institusi militer TNI AD yang melaksanakan
fungsi penyelenggaraan Perwilayahan yang disusun secara vertikal mulai dari
Kodam, Korem, Kodim sampai tingkat Koramil.
3

c. Kesdam. Adalah institusi militer yang menyelenggarakan fungsi


pembinaan teknis bidang kesehatan TNI AD pada setingkat Kotama Kodam.

d. Denkesyah. Adalah institusi militer yang menyelenggarakan fungsi


pembinaan teknis bidang kesehatan TNI AD pada tingkat Komando Kewilayahan
setingkat Korem.

e. Kesehatan TNI AD. Adalah Kesehatan TNI AD


merupakan Kecabangan TNI AD yang menyelenggarakan dan
melaksanakan fungsi tehnis Militer kesehatan berdasarkan sistem kesehatan
TNI AD.

f. Pembinaan Kesehatan TNI AD. Pembinaan Kesehatan TNI


AD merupakan segala usaha, kegiatan dan pekerjaan yang berhubungan dengan
perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengerahan, pengendalian dan
pengawasan segenap sumber-daya, dana dan sarana serta metoda yang
diarahkan kepada terselenggaranya bantuan kesehatan bagi TNI AD secara
berdaya guna dan berhasil guna.

g. Pelayanan Kesehatan. Pelayanan Kesehatan (Yankes), merupakan


pelaksanaan upaya-upaya kesehatan yang dikaitan dengan pencapaian derajat
yang optimal bagi personil TNI AD beserta keluarganya.

h. Satuan Kesehatan Wilayah. Satuan Kesehatan Wilayah (Satkesyah)


adalah Satuan Kesehatan yang disusun berdasarkan DSPP dan disiapkan untuk
mendukung Satker (Kodam/Korem) sebagai Kompartemen/ Sub Kompartemen
Strategis dan merupakan sandaran bagi Satkeslap dan Satkes lainnya yang
berada di wilayah Satker tersebut dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan.

i. Satuan Kesehatan Lapangan. Satuan Kesehatan Lapangan (Satkes-


lap) adalah suatu Satuan Kesehatan yang disusun berdasarkan TOP dan disiapkan
untuk dukungan kesehatan bagi Satuan TNI AD yang melaksanakan tugas tempur,
bantuan tempur dan tugas operasi lainnya.
4

j. Satuan Kesehatan Bantuan. Satuan Kesehatan Bantuan (Satkesban)


adalah Satuan Kesehatan yang di bentuk dalam rangka penugasan secara
khusus, baik penugasan pelayanan kesehatan maupun dukungan kesehatan
sesuai dengan situasi dan kondisi.

k. Kesehatan Promotif. Adalah upaya peningkatan kesehatan yang


meliputi segala usaha, kegiatan dan pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan
kesehatan TNI AD dan keluarganya.

l. Kesehatan Preventif. Adalah upaya kesehatan pencegahan yang


meliputi segala usaha, pekerjaan untuk mencegah penyakit dilingkungan personil
TNI AD dan keluarganya.

m. Kesehatan Kuratif. Adalah upaya penyembuhan yang meliputi segala


usaha, kegiatan dan pekerjaan untuk penyembuhan penderita Sakit, baik personil
TNI AD maupun keluarganya.

o. Kesehatan Rehabilitatif. Adalah upaya pemulihan yaitu meliputi segala


usaha, kegiatan dan pekerjaan pemulihan penderita agar sejauh mungkin kembali
ke keadaan kesehatan yang optimal sehingga dapat bertugas kembali.

BAB II
LATAR BELAKANG PEMIKIRAN

6. Umum.

Kita menyadari bahwa TNI AD berada dalam era perubahan kondisi lingkungan
strategis yang sangat cepat dan dinamis, sehingga TNI AD senantiasa dituntut untuk
melakukan penyesuaian-penyesuaian atau perubahan-perubahan agar tetap mampu dan
eksis melaksanakan tugas secara proporsional dan profesional. Namun apa pun
penyesuaian dan perubahan itu tidak boleh melenceng dari aturan yang sudah baku,
pasti adalah bahwa setiap perubahan itu tidak terlepas dari tujuan utama yaitu
5

pengabdian TNI AD khususnya kecabangan Kesehatan TNI AD tetap untuk keutuhan


NKRI dan Sang Merah Putih.

7. Dasar Pemikiran.

a. Landasan Idiil. Panca Sila yang merupakan dasar negara, ideologi


dan pandangan hidup bangsa Indonesia merupakan sumber dari segala sumber
hukum yang mengandung nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, senantiasa menjadi dasar dari segala
upaya penyelenggaraan negara dan pemerintahan termasuk TNI AD dan
Kesehatan AD pada khususnya dengan memberi pelayanan kesehatan bagi setiap
personil TNI AD, PNS AD dan keluarganya serta masyarakat yang
membutuhkannya pada setiap operasi ataupun di home base sebagai perwujudan
dari peran serta kesehatan TNI AD meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan
bangsa Indonesia.

b. Landasan Konstitusional. Dalam Pembukaan dan Batang Tubuh


UUD 1945 tentang pokok-pokok pikiran mengenai penyelenggaraan pertahanan
negara yang dijiwai oleh falsafah Panca sila.

c. Landasan Operasional
1) Ketetapan MPR RI Nomor VII/MPR/2000 Tentang Pemisahan TNI
dan Polri Pasal 1 Tentang Jati Diri Tentara Nasional Indonesia,
2) Ketetapan MPR RI Nomor VII/MPR/2000 Pasal 4 Tentang Tugas
Bantuan Tentara Nasional Indonesia.
3) UU RI Nomor 34 Tahun 2004 Tentang TNI, Bab II Jati Diri Pasal 2,
bahwa Prajurit TNI adalah Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara
Nasional serta Tentara Profesional. Eka Paksi. Pelayanan kesehatan,
pembinaan mental, pemberian tanda penghargaan

d. Landasan Sejarah
1) Masa merebut kemerdekaan. Pada masa ini kesehatan belum ada
secara organisasi yang tersusun baik, baru berupa kelompok yang
menamakan Palang Merah yang memberikan pertolongan perawatan pada
korban tempur maupun non tempur dengan peralatan yang sangat
6

sederhana dan jenis obatan-obatan yang terbatas begitu pula


personil kesehatannya terdiri dari orang-orang yang kurang profesional,
tetapi mereka bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi hanya satu
dalam benak mereka memberi pertolongan secara ikhlas di dorong
pengabdian yang tulus demi kemerdekaan yang mereka perjuangkan
saat itu.
2) Masa mempertahankan kemerdekaan. Pada masa ini pelayanan
kesehatan sudah mulai meningkat lebih profesional dan sudah ada
organisasi kesehatan TNI AD, secara kwantitas dan kwalitas personil
kesehatan sudah baik dan mereka merupakan lulusan kedokteran dan
sekolah perawat, sistem pelayanan kesehatan yang diberikan baik didaerah
belakang dan pertempuran sudah cukup baik.
3) Masa mengisi kemerdekaan. Pada masa ini Kesehatan AD lebih
kesehatan yang tangguh dan dapat mendukung tugas pokok TNI AD
didalam menegakkan kedaulatan NKRI .

BAB III
KONDISI SAAT INI

8. Umum.

Tugas berat yang diemban oleh TNI saat ini khususnya TNI AD adalah
mengembalikan citra TNI yang sudah terpuruk di mata masyarakat. Segenap daya dan
upaya dikerahkan oleh TNI AD untuk dapat kembali merebut hati rakyat, diantaranya
adalah dengan menggalakkan serbuan pembinaan teritorial, bhakti sosial yang tepat
sasaran. Bhakti sosial yang dimaksudkan disini adalah melalui pengobatan massal baik
yang berskala besar (MABESAD) ataupun yang berskala kecil (Keslap), melalui kegiatan
bhakti TNI ini diharapkan dapat membuka wahana berfikir masyarakat bahwa TNI
mencoba untuk memperbaiki diri, menempatkan dirinya pada sisi yang sesungguhnya
untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa TNI telah kembali kepada jati
dirinya sebagai tentara pejuang, tentara rakyat dan tentara nasional serta tentara
professional.
7

9. Kondisi dukungan kesehatan saat ini.

Dukungan kesehatan di satuan tempur dan satuan bantuan tempur Kostrad


maupun wilayah Kodam saat ini masih dirasakan sangat kurang optimal, personel-
personel kesehatan yang ada, sebagian besar masih ada yang kurang di bidangnya
dikarenakan terkadang tugas mereka tidak sesuai dengan fungsi kecabangannya dalam
arti mereka tidak sepenuhnya pada porsi tugasnya sebagai personel Keslap. Banyak dari
mereka ditempatkan pada satuan keslap (Yonkes 1 dan Yonkes 2/ Kostrad) tetapi tidak
memiliki basic kesehatan sama sekali, sehingga menjadi permasalahan baru bagi satuan
tersebut. Karena ada keinginan komando atas agar satuan – satuan kesehatan lapangan
segera terpenuhi maka dimasukkanlah personel dari satuan – satuan yang tidak
mempunyai kemampuan (basic kesehatan). Walaupun demikaian kondisinya namum
pelaksanaan dukkes baik di medan tugas operasi maupun pada saat di medan latihan
tetap terlaksana dengan mengerahkan segenap kemampuan dan segala
keterbatasannya. Kekurangan personel berkwalifikasi kesehatan, keterbatasan sarana
dan prasarana, obat – obatan dan piranti lunak sudah menjadi hal yang biasa kita hadapi
di lapangan, sehingga tidak jarang personel keslap melaksanakan pertolongan korban di
lapangan dengan alat - alat seadanya yang tersedia dilapangan (improvisasi).

BAB IV
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

10. Umum. Dalam pelaksanaan dukungan kesehatan di satuan tempur dan satuan
bantuan tempur Kostrad maupun wilayah Kodam,masih banyak di temukan permasalahan
klasik yang pada umumnya menyangkut keterbatasan sumber daya manusia, alkes dan
obat – obatan, dukungan dari komando atas, serta kurangnya motivasi dan semangat dari
personel itu sendiri. Keberhasilan suatu tugas bagi personel Keslap hanya dapat
dinyatakan secara subjektif yaitu dari kepuasan atau keluhan dari pihak yang di dukung/
dilayani. Permasalahan pokok yang sering dihadapi adalah sebagai berikut :
a. Kemampuan tehnis medis perorangan belum sesuai dengan kebutuhan.
b. Keterbatasan dukungan dari komando atas.
c. Kurangnya piranti lunak mengenai petunjuk, sistem, metoda dan prosedur
pembinaan teknis yang ada disatuan-satuan tempur.
8

11. Faktor Eksternal. Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap sistem


dukungan kesehatan di satuan-satuan adalah:

a. Kesempatan. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh prajurit untuk


bisa tercapainya dukungan kesehatan yang lebih baik dan terarah apabila satuan –
satuan memanfaatkan waktu dan untuk mempermahir dan mengasah keterampilan
prajuritnya dengan memberikan kesempatan untuk mengadakan penataran –
penataran didalam satuan atau kursus di lembaga pendidikan. Tidak ada alasan
anggota tidak bisa, karena pada dasarnya setiap prajurit dipaksakan untuk
melakukan sesuatu diluar kemampuan manusia pada umumnya.
.
b. Kendala. Kendala yang umum sering terjadi di satuan – satuan jajaran
adalah keterbatasan sarana pendukung seperti Alkes, obat-obatan, sarana
evakuasi dan kebijakan komando, sehingga berdampak dalam memberikan
kontribusi yang nyata pada sistem dukungan kesehatan yang mereka berikan pada
satuan-satuan jajaran.

12. Faktor Internal. Faktor internal yang berpengaruh terhadap sistem


dukungan kesehatan di satuan-satuan adalah:

a. Kekuatan Personel. Di setiap satuan tidak semua personel bisa


terpenuhi sesuai struktur organisasi ( TOP/DSPP ) nya. Disatuan lain ada yang
personelnya berlimpah namun kwalitas SDMnya rendah namun ada juga
personelnya lebih sedikit tetapi kemampuannya diatas rata – rata untuk dapat
melaksanakan dukkes. Faktor ini juga sangat berpengaruh terhadap personel
kesehatan disatuan – satuan tempur /satbanpur.
b. Kelemahan. Personel yang banyak namum kwalitas SDMnya rendah
sangat berdampak terhadap satuan tersebut karena bisa mempengaruhi kinerja
personel yang mempunyai kwalifikasi keslap disebabkan adanya kejenuhan
terhadap dirinya karena terlalu sering melaksanakan dukkes yang berulangkali,
sedangkan personel yang tidak mempunyai kemampuan di bidang keslap tidak
pernah dilibatkan kegiatan dukkes karena alasan tidak bisa, bukan dari
kecabangan kesehatan. Disisi lain personel non kesehatan yang bergabung ke
9

satuan kesehatan lapangan karena pemenuhan TOP/DSPP timbul rasa malas


untuk belajar dan menyesuaikan dengan satuan baru karena beda kecabangan.

BAB V
KONDISI YANG DIHARAPKAN

13. Umum. Kita menyadari bahwa pada umumnya satuan manapun baik dari
Kostrad maupun dari jajaran Kodam pada saat melaksanakan tugas baik di medan
operasi maupun di daerah latihan selalu berusaha untuk memberikan dukungan dan
pelayanan yang terbaik bagi satuan - satuan yang di dukungnya, karena kesadarannya
akan tugas dan tanggungjawabnya kepada bangsa dan negara pada umumnya dan
kepada TNI AD , PNS dan keluarganya guna meningkatkan derajat kesehatan TNI AD,
PNS dan keluarganya. Dalam melaksanakan tugas pokok TNI-AD sangat membutuhkan
bantuan kesehatan, baik dalam rangka pembinaan kekuatan maupun dalam rangka
penggunaan kekuatan TNI-AD, karena Inti kekuatan TNI-AD terletak pada kekuatan
sumber daya manusianya. Prajurit TNI-AD semua dilengkapi persenjataan dan peralatan
tempurnya, hebat strategi, teknik dan taktik bertempurnya untuk tujuan utama siap
melaksanakan tugasnya dengan baik, tetapi semua perlengkapan prajurit yang
sempurna dan hebat tidak akan dapat dimanfaatkan tanpa prajurit yang sehat jasmani
dan rohaninya.
Dengan demikian peran keslap di satuan Kostrad maupun Kodam sangatlah
penting dalam memberikan dukungan kesehatan, karena menjadi sangat dominan untuk
mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pokok satuan-satuan tempur maupun
Satbanmpur.
.
14. Dukungan Kesehatan Yang Profesional. Pada intinya dukkes akan berjalan
dengan baik apabila ditunjang dengan sarana dan prasarana yang seimbang, SDM yang
berkwalitas, perencanaan yang matang serta kebijakan komando berperan sangat penting
dalam mendukung terselenggaranya dukkes yang optimal.

15. Sumber Daya Manusia Yang Profesional. Keberhasilan pencapaian tugas


pokok kesehatan lapangan di satuan satuan tempur maupun satbanpur sangat
dipengaruhi oleh profesionalitas sumberdaya manusianya, baik secara
individu/perorangan maupun kelompok karena pada dasarnya dukungan kesehatan
10

adalah suatu pengorganisasian yang baik dari orang perorang prajurit yang mempunyai
keahlian bidang masing-masing, sehingga pada saat memberikan pertolongan dalam
situasi kedaruratan mereka bisa cepat bertindak karena sudah paham betul siapa harus
berbuat apa pada porsi tugasnya.
Hasil akhir yang diharapkan selanjutnya adalah :
a. Derajat kesehatan prajurit, pns dan keluarganya meningkat karena
terlaksananya dukungan kesehatan di medan operasi maupun medan latihan yang
dilaksanakan oleh satuan kesehatan lapangan dengan perencanaan, persiapan
sampai pelaksanaan dan pengakhiran yang matang.
b. Mengurangi resiko terkecil sakit, cacat seumur hidup dan meninggal dari
prajurit, pns dan keluarganya akibat penanganan anggota keslap yang kurang
cepat dan profesional dilapangan.
c. Menumbuhkan rasa solidaritas yang tinggi dan kebanggaa terhadap
anggota keslap karena prestasi dan pengabdiannya yang tulus dalam membantu
sesama prajurit, pns dan keluarganya serta masyarakat di medan tugas operasi
maupun dimedan latihan yang membutuhkan pertolongan.

BAB VI

UPAYA SATUAN KESLAP DALAM RANGKA DUKKES DI MEDAN OPERASI DAN


LATIHAN GUNA MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN

PRAJURIT, PNS DAN KELUARGANYA

16. Umum. Keberhasilan pencapaian tugas pokok kesehatan lapangan di satuan


satuan tempur maupun satbanpur sangat dipengaruhi oleh profesionalitas sumberdaya
manusianya, baik secara individu/perorangan maupun kelompok karena pada dasarnya
dukungan kesehatan adalah suatu pengorganisasian yang baik dari orang perorang
prajurit yang mempunyai keahlian bidang masing-masing, sehingga pada saat
memberikan pertolongan dalam situasi kedaruratan mereka bisa cepat bertindak karena
sudah paham betul siapa harus berbuat apa pada porsi tugasnya. Tentunya memiliki
kemampuan dalam menangani korban dimedan tempur sebenarnya tidak segampang kita
bayangkan. Diperlukan sikap mental yang kuat, keberanian bertindak dan mengambil
keputusan dalam situasi sulit ditunjang fisik yang prima serta pengetahuan tentang cara
memberikan pertolongan kepada korban dilapangan menjadi syarat utama seorang
prajurit yang tergabung di satuan keslap. Kesamaptaan jasmani dan pengetahuan serta
11

pengalaman dalam bidang kesehatan dan ilmu kemiliteran lainnya harus diatas
kemampuan rata – rata seorang prajurit, karena prajurit keslap baik secara individu
maupun sebagai sebuah tim sangat besar pengaruhnya terhadap pasukan manuver
satuan tempur, karena prajurit keslap bisa menambah moril pasukan satuan
tempur/banpur pada saat melaksanakan tugas operasi maupun di medan latihan. Prajurit
keslap selain memikirkan kesehatan dan keselamatan dirinya sendiri dia juga memikirkan
kesehatan dan keselamatan pasukan yang diikutinya. Dimana ada tentara melaksanakan
kegiatan disitu pula ada keslap disiapkan, seperti ibarat ada gula ada semut, namun
semut disini sangat berbeda karena bukan semut yang mencari gula tetapi gula lah yang
membutuhkan kehadiran semut.
Berdasarkan uraian diatas maka untuk menjawab semua tantangan tersebut maka
masing – masing prajurit kesehatan harus disiapkan sedemikian rupa agar dapat
melaksanakan dukungan kesehatan secara optimal. Untuk itu maka perlu diadakan upaya
perencanaan dan persiapan yang matang agar pelaksanaan dukungan kesehatan
dimedan operasi dan latihan dapat berjalan dengan lancar dan berhasil:
a. Perencanaan dan persiapan. Perencanaan dan persiapan yang dilakukan
adalah :
1) Memberikan pembekalan dan pelatihan secara rutin kepada seluruh
anggota keslap baik teori maupun praktek dengan berbagai kasus yang
kemungkinan dapat terjadi pada saat dilapangan baik di medan operasi
maupun tempat latihan.
2) Meninjau medan atau survey tempat yang akan dijadikan tempat atau
daerah pelaksanaan dukkes baik diatas peta atau dimedan sebenarnya.
3) Koordinasi dengan satuan yang didukung dan rumah sakit terdekat
yang bisa dijadikan rujukan evakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih
lanjut apabila terjadi korban tempur atau kecelakaan latihan.
4) Menentukan jalur evakuasi terdekat ke rumah sakit rujukan guna
mempermudah akses dan evakuasi pasien ke rumah sakit agar segera
mendapatkan perawatan lebih maksimal.
5) Mempersiapkan tenaga kesehatan lapangan (Dokter , Anastesi, Ba
Kesehatan, Ta kesehatan dan tenaga kesehatan dan dari Ruamah sakit
instansi pemerintah setempat untuk dilibatkan langsung dalam pelaksanaan
program dukkes satuan di medan operasi dan di daerah latihan. Dalam
12

mempersiapkan tenaga tentu dibutuhkan persiapan yang matang yang


diharapkan adalah :
a) Personel TNI berasal dari satuan Kesdam dengan jajaran
Rumah Sakit Tentara (RST) tersebar diseluruh wilayah Indonesia dari
sabang sampai merauke.
b) Dokter dan perawat serta tenaga kesehatan dari Rumah sakit
instansi pemerintah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia
diharapkan dapat memberikan bantuan/dukungan kesehatan di
daerah operasi dan medan latihan apabila rumah sakit tentara tidak
terjangkau fasilitas sarana dan prasarananya kurang lengkap.
c) Dokter dan perawat serta tenaga kesehatan dari Rumah sakit
swasta yang lebih lengkap fasilitas sarana dan prasarana
kesehatannya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia diharapkan
dapat memberikan bantuan/dukungan kesehatan di daerah operasi
dan medan latihan.
b. Tahap pelaksanaan. Dalam tahap pelaksanaan keslap yang di backup oleh
personel kesehatan dari unsur TNI AD, khususnya dari jajaran Kesdam dengan
jajaran Rumah Sakit Tentara (RST) , Rumah sakit instansi pemerintah dan swasta
bekerja bersama-sama, bahu-membahu sesuai dengan fungsi dan tugas masing-
masing. Prajurit TNI AD (Keslap) dalam melaksanakan tugasnya secara langsung
dimedan operasi atau latihan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD
sebagaimana tercantum dalam UU RI nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI sebagai
bentuk tindakan nyata dilapangan, sementara Rumah Sakit Tentara, Rumah Sakit
pemerintah dan swasta bersiap sedia menerima korban/pasien yang di evakuasi
dari angggota keslap dari garis depan/medan operasi atau latihan. Tentunya
harapan dari prajurit dan keluarga korban tempur/kecelakaan latihan diberikan
prioritas utama dalam penanganannya di rumah sakit khususnya di rumah sakit
milik TNI Angkatan Darat (RST/DKT), untuk:
1) Mencegah terjadi kematian/semakin bertambah parahnya
korban/pasien akibat keterlambatan penanganan karena prosedur terlalu
bertele – tele.
2) Menghindari sikap arogansi prajurit/keluarganya yang tidak puas
pelayanannya terhadap pasien/korban tempur/latihan.
13

3) Memberikan pelayanan terbaik kepada prajurit tanpa membeda


bedakan kepangkatan sesuai hak prajurit.
4) Memberikan KIE kepada prajurit dan keluarganya apabila selama
didalam perawatan dilakukan oleh rumah sakit ternyata pasien meninggal
dunia supaya kepercayaan prajurit kepada Rumah Sakit milik Angkatan
Darat tetap terpelihara.
c. Tahap akhir. Setelah Keslap selesai melaksanakan, maka akan
dilaksanakan evaluasi secara menyeluruh agar hasil dari pelaksanaan Dukkes
tersebut dapat diketahui kekurangan – kekurangan maupun hal – hal positif baru
yang didapatkan bisa menjadi atensi dan mancari solusi perbaikan apabila
ditemukan kekurangan selama melaksakan dukkes. Karena setiap pelaksanaan
kegiatan walaupun sudah tersusun rencana dengan baik, pasti masih di temukan
celah kekuranganya.

BAB VII
PENUTUP

17. Kesimpulan.
Pelaksanaan gelar satuan Kesehatan Daerah/Kesehatan Kostrad (Kotama) sangat
di perlukan untuk mengetahui bagaimana kesiapan personel kesehatan lapangan masing
– masing Kotama apabila dihadapkan dengan tantangan masa depan bidang kesehatan
agar dapat mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI-AD, baik dalam rangka pembinaan
kekuatan maupun dalam rangka penggunaan kekuatan TNI-AD. Inti kekuatan TNI-AD
terletak pada kekuatan sumber daya manusianya yaitu prajurit-prajurit TNI-AD beserta
komplemennya yaitu pegawai negeri sipil TNI-AD. Prajurit TNI-AD diberi kelengkapan
persenjataan, peralatan canggih, strategi yang hebat, tehnik dan taktik yang mumpuni
dalam melaksanakan tugasnya, namum perlengkapan prajurit yang sempurna tidak akan
dapat dimanfaatkan tanpa prajurit yang sehat jasmani maupun rohaninya.
Dengan demikian peran Kesehatan lapangan merupakan faktor yang sangat
penting bagi keberhasilan pelaksanaan tugas pokok TNI AD yang diemban
oleh personel dimasing - masing Kotama, maka diperlukan suatu upaya pembinaan
dukungan kesehatan yang meliputi :
a. Subyek yang tepat diharapkan pada bidangnya.
14

b. Alkes, obat-obatan dan sarana penunjang evakuasi terupdate.


c. Sumber daya manusia yang profesional.
d. Sarana dan prasarana yang mendukung tugas kesehatan dilapangan.
e. Revisi piranti lunak yang mendasari protap – protap kesehatan yg sudah
tidak relevan dengan kondisi sekarang.
f. Merencenakan gelar yang diarahkan pada pembinaan gelar Satuan
Kesehatan (Kotama) baik secara terpusat maupun kewilayahan.
g. Meningkatkan peranan dari pada komando satuan.
h. Meningkatkan kesejahteraan prajurit kesehatan lapangan di satpur/banpur.

18. Saran.
Selain upaya satuan keslap dalam rangka dukkes di medan operasi dan latihan
guna meningkatkan derajat kesehatan prajurit, pns dan keluarganya, kesejahteraan
prajurit dapat ditingkatkan melalui program – program yang bersifat sosial seperti
pengobatan gratis dan sunatan massal bagi keluarga prajurit di daerah jauh dari pusat
perkotaan yang fasilitas kesehatannya masih terbatas. Prajurit keslap dapat juga
difungsikan sebagai sarana untuk memberikan wawasan dan pendidikan kesehatan
informal bagi anggota TNI yang akan melaksanakan tugas di satuan teritorial, oleh karena
itu dislokasi satuan bagi anggota TNI akan pindah kesatuan teritorial hendaknya
terprogram secara struktural dari satuan sehingga anggota yang akan pindah
mendapatkan bekal pengetahuan kesehatan yang merupakan modal untuk kaderisasi
satuan sehingga satuan tempur (Kostrad, Kopassus) dan satuan lainnya tetap dalam
kondisi yang mantap dan sehat baik fisik mentalnya. Sehingga tidak terkesan anggota
yang di pindahkan ke satuan teritorial adalah anak buangan karena sudah tidak layak lagi
di satuan tempur, karena sudah sakit sakitan, cacat fisik rata-rata sudah tua atau
menjelang purna tugas atau persiapan pensiun.
Sebaliknya anggota yang pindah satuan teritorial juga tetap dalam kondisi sehat,
sigap dalam menghadapi segala kemungkinan dan perkembangan kesehatan yang terjadi
dilingkungan masyarakat karena personelnya telah mendapatkan pelatihan kesehatan
yang nyata sebelumnya.

19. Penutup.

Demikian karya tulis ini dibuat agar bermanfaat dan dapat digunakan sebagai
wahana bahan masukan bagi prajurit TNI dalam upaya satuan keslap dalam rangka
15

dukkes di medan operasi dan latihan guna meningkatkan derajat kesehatan prajurit, pns
dan keluarganya, untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa Inonesia yang kita
cintai. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk penyempurnaan karya
tulis ini.

Kediri, September 2018


Penulis

Jumein
Kapten Ckm NRP 21950249850774
16

OPTIMALISASI SATUAN KESLAP DALAM RANGKA DUKKES DI MEDAN


OPERASI DAN LATIHAN GUNA MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN

PRAJURIT, PNS DAN KELUARGANYA

DISUSUN OLEH :

JUMEIN
KAPTEN CKM NRP 21950249850774

i
i
17

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

1. Umum . . ………………………………………….……………………............................1

2. Maksud dan Tujuan ..….……………………….……………………….........................1

3. Ruang Lingkup dan Tata Urut .……………………………….….........................……..2

4. Metode dan Pendekatan .……………………………………………….........................2

5. Pengertian .…………………………………………………………….............................2

BAB II

LATAR BELAKANG PEMIKIRAN

6. Umum .…………….……………………………..…………………….............................4

7. Dasar Pemikiran ..……………………………..………………………...........................5

BAB III

KONDISI SAAT INI

8. Umum …………………………………………………………..….…..…........................6

9. Kondisi dukungan kesehatan saat ini …………………………….…...........................7

BAB IV

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

10. Umum .………………..……….……………….…........................................................7


18
ii

11. Faktor External .……………………………………………………….........................…8

12. Faktor Internal ..……………………………………………………….............................8

BAB V

KONDISI YANG DIHARAPKAN

13. Umum ….………………………………………………………………............................9

14. Dukungan Kesehatan Yang Profesional……...................…......................................9

15. Sumber Daya Manusia Yang Profesional..................................................................9

BAB VI

UPAYA SATUAN KESLAP DALAM RANGKA DUKKES DI MEDAN OPERASI DAN

LATIHAN GUNA MENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN

PRAJURIT,PNS DAN KELUARGANYA

16. Umum ….………………………………………………………………..........................10

BAB VII

PENUTUP

17. Kesimpulan .………………………………………………………......................….…..13

18. Saran .……………………………………………………......................…………….....14

19. Penutup .…………………………………………….......................…………………....14

20. Proses penentuan judul...........................................................................................16


16
19

PROSES PENENTUAN JUDUL

PROPOSISI NO.3

“MELALUI DUKKES YANG HANDAL DARI SATUAN KESLAP BAIK DI MEDAN


OPERASI MAUPUN DI MEDAN LATIHAN DAPAT MENINGKATKAN DERAJAT
KESEHATAN PRAJURIT, PNS DAN KELUARGANYA

VARIABEL I VARIABEL II

DUKKES KESLAP

KESEHATAN

MEDAN OPERASI HOMEBASE

MEDAN LATIHAN

PNS

PRAJURIT KELUARGA

JUDUL

OPTIMALISASI SATUAN KESLAP DALAM RANGKA DUKKES DI MEDAN OPERASI


DAN LATIHAN GUNA MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN PRAJURIT, PNS DAN
KELUARGANYA
20