Anda di halaman 1dari 22

BAB I

Abstrak

Penyakit Tidak Menular ( PTM ) merupakan penyakit yang tidak terdeteksi karena tidak
bergejala dan tidak ada keluhan. Biasanya ditemukan dalam tahap lanjut sehingga sulit
disembuhkan dan berahir dengan kecacatan atau kematian dini. Keadaan ini menimbulkan
beban pembiyayaan yang besar bagi penderita, keluarga dan negara.. Untuk mencegah hal
tersebut semakin meluas pemerintah mencanangkan program POSBINDU PTM. Adapun
tujuan dibuatnya karya tulis ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai
pencegahan penyakit tidak menular melalui POSBINDU PTM di UPT Puskesmas Pematang
Duku Kec. Bengkalis

Pendahuluan

Latar belakang

Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk yang makin pesat, pembangunan harus
diimbangi dengan kualitas penduduk yang baik tentunya. Kualitas penduduk atau mutu
sumber daya manusia sangat berpengaruh terhadap tingkat kemajuan suatu negara. Kualitas
penduduk suatu negara dapat diketahui dari faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu tingkat
pendapatan, tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan.Kualitas penduduk dalam hal kesehatan
merupakan faktor yang yang penting dan berpengaruh terhadap kinerja dan produktivitas
seseorang. Masalah kesehatan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat guna
terwujudnya masyarakat sehat. Manusia harus berusaha memelihara, mempertahankan serta
meningkatkan kebutuhan dasar kesehatan untuk terus hidup.

Penyakit Tidak Menular ( PTM ) merupakan penyakit yang tidak terdeteksi karena tidak
bergejala dan tidak ada keluhan. Biasanya ditemukan dalam tahap lanjut sehingga sulit
disembuhkan dan berahir dengan kecacatan atau kematian dini. Salah satu PTM yang
menjadi masalah kesehatan adalah hipertensi. Hipertensi merupakan suatu penyakit yang
ditandai dengan peningkatan tekanan darah diatas nilai normal, dengan nilai sistolik > 140
mmhg dan sistol > 90. Berdasarkan hasil RISKESDAS tahun 2013 prevalensi penyakit
hipertensi di Indonesia sebesar 26,5 %. Hasil SKRT tahun 2010 menyebutkan bahwa
penyakit cardiovascular merupakan penyakit nomor satu penyebab kematian, sekitar 20- 35%
kematian tersebut disebabkan oleh hipertensi. Hal inilah yang menyebabkan pemerintah
menjadikan hipetensi sebagai salah satu indikator penyakit prioritas nasional. Penelitian
epidemiologi oleh darmojo. 2009, membuktikan bahwa hipertensi berhubungan secara linier
dengan morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular. Sehingga diperlukan
pemberdayaan dan peran serta masyarakat yang dikenal dengan pos binaan terpadu
(POSBINDU) PTM.

Pos Binaan terpadu PTM (POSBINDU) PTM adalah peran serta masyarakat dalam
melaksanakan kegiatan deteksi dini dan monitoring terhadap faktor risiko PTM serta tindak
lanjut yang di laksanakan secara terpadu, rutin dan periodik. Upaya pengembangan program
POSBINDU PTM sedang gencar dilakukan, dan harapan kedepan POSBINDU PTM dapat
dijadikan kenderaan program pengendalian penyakit tidak menular dimasyrakat.

Pokok Permasalahan

Sebelum merumuskan tentang masalah yang di hadapi dalam penulisan makalah ini, terlebih
dahulu mengetahui pengertian dari masalah itu sendiri.masalah adalah merupakan suatu
kejadian dimana kejadian tersebut memerlukan pemecahan atau masalah adalah kejadian
yang menimbulkan pertanyaan kenapa dan bagaimana.
Adapun rumusan masalah yang dikemukakan dalam penulisan makalah ini sesuai
dengan latar belakang diatas,maka yang menjadi masalah adalah
1. kurangnya pengetahuan masyarakat tentang apa itu POSBINDU PTM dan tujuan di
bentuknya POSBINDU
2. kurangnya pengetahuan masyarakat tentang jenis ptm gejala, bahaynya penyakit
tidak menular.
3. kurangnya minat masyarakat untuk datang ke POSBINDU PTM, sebagai deteksi
dini ptm dan pencegahan ptm.

Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah agar mendapatkan informasi mengenai
penyakit tidak menulaR dan bagaimana POSBINDU PTM bisa menjadi sarana untuk
mendeteksi dini mencegah bahkan mengendalikan penyakit tidak menular.

BAB II

PEMBAHASAN
Posbindu menurut Depkes RI (2002) adalah pusat bimbingan pelayanan kesehatan
yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dari
petugas kesehatan dalam rangka pencapai masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Posbindu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya
masyarakat (UKBM) yang dibentuk oleh masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan
masyarakat itu sendiri,. Posbindu kependekan dari Pos binaan Terpadu. Melalui kegiatan
Posbindu PTM dilaksanakan monitoring, dan deteksi dini faktor risiko PTM (merokok, pola
makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, obesitas, stress, hipertensi, hiperglikemi,
hiperkolestrol) secara terpadu, rutin, dan periodik, serta menindak lanjutinya secara dini
faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera merujuknya ke fasilitas
pelayanan kesehatan dasar. (pppl.depkes.go.id )
Sasaran Posbindu PTM dibagi menjadi 3 kelompok yaitu sasaran utama, sasaran
antara, dan sasaran penunjang. Pendekatan terhadap ketiga sasaran tersebut dilakukan satu
persatu berurutan namun harus dilakukan secara integratif selama proses pelaksanaan.
1)Sasaran UtamaSasaran utama adalah masyarakatsehat, berisiko dan penyandang PTM
berusia 15 tahun ke atas.
2)Sasaran AntaraSasaran antara adalah individu/kelompok masyarakat yang dapat
menjadi agen pengubah faktor risiko PTM, dan dapat menciptakan lingkungan yang
kondusif untuk mencegah dan mengendalikan faktor risiko PTM melalui
penyelenggara Posbindu PTM. Sasaran antara tersebut adalah petugas kesehatan baik
pemerintah maupun swasta, tokoh panutan masyarakat, anggota masyarakat yang
peduli PTM
.3)Sasaran Penunjang Sasaran penunjang adalah individu, kelompok/ organisasi/
lembaga masyarakat dan profesi, lembaga pendidikan dan lembaga pemerintah yang
diharapkan dapat memberi dukungan baik dukungan kebijakan, teknologi dan ilmu
pengetahuan, material maupun dana, untuk terwujudnya Posbindu PTM dan
keberlangsungan aktifitasnya. Mereka antara lain adalah pimpinan daerah/ wilayah,
Perusahaan, Lembaga Pendidikan, Organisasi Profesi, dan Penyandang Dana

TUJUAN POSBINDU PTM


Tujuan diadakannya Posbindu ptm adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan
dan mutu kehidupan masyarakat, memonitoring dan deteksi dini penyakit tidak menular,
memberikan penyuluhan dan upaya agar tidak sampai menjadi masyarakat yang beresiko
terkena penyakit PTM. Bagi masyarakat beresiko, Posbindu PTM bertujuan untuk mengenali
faktor resiko PTM yang ada dan upaya mengurangi jumlah maupun intensitas faktor resiko
tersebut agar tidak menjadi penyakit PTM.

JENIS PENYAKIT TIDAK MENULAR


1. HIPERTENSI (tekanan darah tinggi )
2. diabetes melitus type 2
3. obesitas
4. stroke
5. PPOK
6. kanker leher rahim
7. tumor payudara

1. Hipertensi

adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis
(dalam jangka waktu lama). Penderita yangmempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan
tekanan darah yang melebihi atau sama dengn sistol 140 mmhg dan diastol 90 mmhg
.
Faktor risiko hipertensi
a. yang tidak dapat di modifiksi
- Genetik / keturunan
- Usia
- Jenis kelamin

b. yang dapat di modifikasi


- Merokok
- Mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan garam.
- Minum alkohol
- Kurang aktifitas fisik
- Penggunaan kb hormonal
- Mengkonsumsi obat – obatan tertentu secara terus menerus dalam jangka
waktu yang lama.
- Stress
gejala hipertensi
- Nyeri kepala
- Nyeri tengkuk sampai terasa tegang
- Mual
- Muntah
- Mudah lelah
- Gelisah
- Sesak nafas
- Pandangan kabur
- Pada penderita berat bisa terjadi penurunan kesadaran bahkan koma.
Pencegahan hipertensi
- Merubah pola hidup dengan menerapkan gaya hidup cerdik
- Menghindari makananyang mengandung sodium
- Tidak mengkonsumsi alkohol
- Beralih ke KB non Hormonal seperti IUD, Kondom atau fasektomi dan
tubektomi.
- Makan obat secara teratur bagi penderita HiperTensi.

2. Diabetes Melitus type 2

Diabetes tipe 2 adalah kondisi di mana kadar gula dalam darah melebihi nilai normal.
Tingginya kadar gula darah disebabkan tubuh tidak menggunakan hormon insulin secara
normal. Hormon insulin itu sendiri adalah hormon yang membantu gula (glukosa) masuk ke
dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi.
Faktor risiko
a. yang tidak dapat di modifikasi
- umur
- jenis kelamin
- genetik
b. yang dapat dimodifikasi
- kelebihan berat badan
- kurang aktivitas fisik
- mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi gula.
- mengkonsumsi obat – obatan tertentu dalam jangka waktu yang lama.

Gejala

 Sering merasa kehausan

 Cepat merasa lapar

 Buang air kecil yang sering, khususnya malam hari

 Luka yang lambat pulih

 Berat badan menurun secara drastis tanpa sebab yang jelas

 Lemas, lesu, dan tidak bertenaga

 Pandangan buram

 Rasa sakit atau mati rasa pada kaki dan tangan

 Mudah terkena infeksi, entah itu di kulit, gusi dan mulut, atau di area genital

 Gatal di area selangkangan atau area genital

 Kulit menghitam, terutama di bagian lipatan ketiak. leher, dan selangkangan

Kapan seseorang dinyatakan terkena penyakit gula?

Diagnosis DM bukan hanya dari gejalanya saja, namun harus diikuti dengan pemeriksaan
darah yaitu pemeriksaan glukosa darah dari pembuluh darah vena. Seseorang didiagnosis
menderita DM jika ia mengalami satu atau lebih kriteria di bawah ini:

 Mengalami gejala klasik DM dan kadar glukosa plasma sewaktu > 200 mg/dL

 Mengalami gejala klasik DM dan kadar glukosa plasma puasa >126 mg/dL
 Kadar gula plasma 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) > 200 mg/dL

 Pemeriksaan HbA1C > 6.5%

Pencegahan

- Merubah pola hidup dengan menerapkan gaya hidup cerdik

- Diet rendah gula

- Minum obat secara teratur bagi penderita.

3. Obesitas

Obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan ataupun abnormal yang dapat
mengganggu kesehatan (WHO, 2011) Obesitas dianggap sebagai salah satu faktor yang dapat
meningkatkan prevalensi hipertensi, intoleransi glukosa, dan penyakit jantung koroner
aterosklerotik

Faktor risiko

 Ketidakseimbangan antara asupan kalori dari makanan dengan penggunaan kalori


sebagai energi pada aktivitas fisik.

 Lingkungan tempat tinggal dan tempat bekerja.

 Faktor lain seperti obat-obatan.Orang yang menggunakan steroid jangka panjang akan
mengalami penambahan berat badan.

Obesitas dapat diketahui dengan mengukur indeks masa tubuh

Dengan rumus

IMT = Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)

Pencegahan

Merubah pola hidup dengan menerapkan gaya hidup cerdik


4. Penyakit paru obstruksi kronik (PPOK)

Penyakit Paru Obstruktif Kronik dahulu disebut dengan Penyakit Paru Obstruktif Menahun.
Penyakit ini ditandai dengan adanya perlambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya
reversibel. Perlambatan Aliran udara umumnya bersifat progresif dan berkaitan dengan
respons inflamasi yang abnormal terhadap partikel atau gas iritan.

Faktor risiko

a. tidak dapat dimodifikasi

- Umur

- Jenis kelamin

- Genetik

b. dapat dimodifikasi

- Merokok

- Riwayat terpajan polusi udara yang lama di lingkungan atau tempat kerja

- Hipereaktiviti bronkus

- Riwayat infeksi saluran nafas bawah yang berulang

Gejala

 Sesak napas

 Batuk-batuk kronis (batuk 2 minggu)

 Sputum yang produktif (batuk berdahak)


Pada PPOK eksaserbasi akut terdapat gejala yang bertambah parah seperti:

 Bertambahnya sesak napas

 Kadang-kadang disertai mengi (weezing )

 Bertambahnya batuk disertai meningkatnya sputum (dahak)

 Sputum menjadi lebih purulen dan berubah warna

 Gejala non-spesifik: lesu, lemas, susah tidur, mudah lelah, depresi

Pencegahan

Merubah pola hidup dengan menerapkan gaya hidup cerdik

Minum obat trratur bagi penderita.

5. Stroke

Adalah sebagai suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak fokal (atau
global) dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat
menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain kelainan pembuluh
darah.Ada 2 macam jenis stroke yaitu stroke hemoragic dan strok non hemoragic

Faktor risiko

- Penderita hipertensi yang tidak teratur minum obat

- Penderita diabetes
- Penderita penyakit jantung koroner

- Penderita obesitas

- Mengkonsumsi rokok dan alkohol

- Kurang aktifitas fisik

Gejala

 tiba-tiba merasa lemah pada sebelah wajah, serta lengan dan kaki terutama satu sisi tubuh.
 Tiba-tiba kebingungan dan kesulitan bicara
 Sakit kepala hebat
 Penglihatan mendadak terganggu

 Tiba-tiba kesulitan berjalan, gangguan keseimbangan dan koordinasi

Pencegahan

- Mengubah pola hidup dengn menerapkan gaya hidup cerdik

- Tidak mengkonsumdi alkohol

- Berobat secara teratur bagi penderita berisiko.

6. Kanker leher rahim

kanker leher rahim adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim yang merupakan bagian
terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang senggama.

FAKTOR RISIKO TERJADINYA KANKER LEHER RAHIM ?

1. Menikah/mulai melakukan aktifitas seksual di usia muda (<20 tahun)

2. Berganti-ganti pasangan seksual

3. Melakukan hubungan seks dengan pria yang sering bergonta-ganti pasangan.


4. Riwayat infeksi di daerah kelamin atau radang panggul (IMS)

5. Perempuan yang melahirkan banyak anak

6. Merokok/ terpapar asap rokok (perokok pasif)

7. Memiliki riwayat keluarga dengan kanker

8. Kurang menjaga kebersihan alat kelamin

9. Adanya riwayat iva test atau paps smer yang abnormal sebelumnya

10. Penurunan kekebalan tubuh misalnya karena HIV/AIDS dan penggunaan obat-obatan
kortikosteroid jangka panjang

GEJALA KANKER LEHER RAHIM

Stadium dini

 Pada tingkat dini, kanker leher rahim seringkali tidak menunjukkan gejala atau tanda
yang khas. Sehingga terkadang sulit untuk dikenali.

Stadium lanjut:

 Keputihan dan pendarahan sesudah senggama perlu dicurigai sebagai gejalanya.


Walaupun tidak selalu, hal tersebut juga merupakan gejala pada polip leher rahim atau
radang leher rahim

 Gejala kanker leher rahim pada tingkat lanjut :

1. Haid tidak teratur

2. Nyeri panggul

3. Nyeri saat berhubungan seksual

4. Pendarahan spontan tidak pada masa haid/ diantara menstruasi

5. Pendarahan pada masa menopause


6. Keputihan atau keluar cairan encer putih kekuningan terkadang bercampur darah
seperti nanah.

MENCEGAH KANKER LEHER RAHIM

1. Pencegahan utama adalah menghindari faktor risiko kanker leher rahim terutama
dengan tidak berperilaku seksual berisiko untuk terinfeksi HPV seperti tidak berganti-
ganti pasangan seksual dan tidak melakukan hubungan seksual pada usia dini (kurang
dari 20 tahun)

2. Selain itu juga menghindari asap rokok (aktif dan pasif), menindak lanjuti hasil
pemeriksaan IVA/pap smear dengan hasil positif.

3. Melakukan vaksinasi HPV

7. Kanker payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Tumor ganas
merupakan kumpulan sel kanker yang berkembang secara cepat ke jaringan di sekitarnya atau
menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh. Penyakit ini terjadi hampir selalu pada wanita
namun dapat terjadi pula pada pria.

Faktor risiko.

a. tidak bisa dimodifikasi

 Umur

 Jenis kelamin

 Faktor genetik

b. bisa dimodifikasi

 Obesitas

 Massa payudara yang besar


 Merokok

 Pecandu alkohol

 Terpapar kb hormon yang lama

 Tidak menyusui

Gejala klinis kanker payudara

 Benjolan yang menetap pada payudara

 Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara.

 Perubahan bentuk pada puting payudara.

 Rasa sakit pada payudara yang tak kunjung hilang, bahkan ketika Anda sudah masuk
ke masa haid bulan berikutnya. Meski begitu, beberapa wanita juga ada yang tidak
mengalami rasa sakit atau nyeri di payudaranya.

 Puting mengeluarkan cairan bening, berwarna cokelat, atau kuning.

 Puting tiba-tiba memerah dan bengkak tanpa diketahui penyebabnya.

 Bengkak di sekitar ketiak yang disebabkan karena pembesaran kelenjar getah bening
di daerah tersebut.

 Pembuluh vena terlihat pada payudara, akibatnya urat-urat di bagian payudara terlihat
dengan jelas.

 Pada stadium lanjut mulai tampak adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit
jeruk atau kulit menjadi kemerahan), terkadang kulit juga jadi mencekung seperti
lesung pipi karena tertarik oleh benjolan.

Pencegahan

1. Melakukan pemeriksaan sadari


2. Menerapakan pola hidup cerdik
3. Memilih kb yang tepat
4. Meberikan ASI kepada bayinya.

PEMBENTUKAN POSBINDU
Pada prinsipnya pembentukan Posbindu didasarkan atas kebutuhan masyarakat.
POSBINDU PTM bisa menjadi sarana untuk mendeteksi dini mencegah bahkan
mengendalikan penyakit tidak menular. Di wilayah kerja UPT Puskesmas Pematang duku
pada tahun 2019 telah memiliki 9 posbindu dasar yang berintegrasi dengan poslansia dimana
masing2 kader posbindu ptm telah di bina oleh petugas kesehatan dari UPT Puskesmas
Pematang duku dan beberapa kader telah mendapat pelatihan dari petugas Posbindu PTM
Provinsi riau.

NAMA DESA JLH JLH KADER KETERANGAN


POSBINDU

1 PENEBAL 1 5

2 PEMATANG DUKU 1 5

3 PEMATANG DUKU 1 5
TIMUR

4 KETAM PUTIH 1 5

5 SUNGAI BATANG 1 5

6 KELEMANTAN 1 5
7 KELEMANTAN BARAT 1 5

8 PALKUN 1 5

9 SEKODI 1 5

Tujuan didirikan posbindu

1. Deteksi faktor risiko ptm oleh masyarakat sedini mungkin;

2. Terselenggaranya penanganan faktor risiko ptm oleh masyarakat sesegera mungkin;

3. Terselenggaranya kegiatan pemantauan FR PTM oleh masy sebaik mungkin;

Jenis Kegiatan Posbindu PTM meliputi :

1. Melakukan wawancara untuk menggali informasi faktor resiko keturunan dan


perilaku;

2. Melakukan penimbangan dan mengukur lingkar perut, serta Indeks Massa Tubuh
termasuk analisa lemak tubuh (jika alat tersedia );

3. Melakukan pengukuran tekanan darah;

4. Melakukan pemeriksaan gula darah;

5. Melakukan pengukuran kadar lemak darah (kolesterol total dan trigliserida);

6. Melakukan pemeriksaan fungsi paru sederhana (Peakflowmeter);

7. Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) oleh tenaga dokter dan bidan terlatih di
puskesmas;

8. Melaksanakan konseling (diet, merokok, stress, aktifitas fisik dan lain-lain) dan
penyuluhan kelompok termasuk sarasehan;

9. Melakukan olah raga/aktifitas fisik bersama dan kegiatan lainnya;


10. Melakukan rujukan kePuskesmas;

11. Jadwal sebaiknya diatur berdasarkan kesepakatan bersama dengan memperhatikan


anjuran jangka waktu monitoring yang bermanfaat secara klinis;

Permasalahan atau kendala yang muncul pada pengendalian penykit tidak menular
melalui POSBINDU PTM

1. Kurangnya minat masyarakat untuk mendatangi posbindu ptm di desa masing -


masing

2. Kurangnya kepatuhan masyarakat untuk minum obat secara teratur menerapkan


pola hidup cerdik di kehidupan sehari – hari.

Untuk menyikapi permasalahan tersebut maka diberikan solusi dan inovasi untuk pemecahan
maslah. Kurangnya kepatuhan masyarakat untuk minum obat secara teratur menerapkan pola
hidup cerdik di kehidupan sehari – hari, di sebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat
mengenai ptm, apa itu ptm, apa bahayanya dan bagaimana pencegahan dan pengobatannya.
Kurangya sosialisasi kepada masyarakat betapa pentingnya menerapkan pola hidup cerdik
pada kehidupan sehari – hari dimulai dari diri mereka sendiri.

Inovasi yang di lakukan dengan cara memberikan penyuluhan dan menginformasikan secara
lengkap tentang penyakit tidak menular kepada seluruh masyarakat desa denagn cara
pendekatan kepada masyarakat. Sosialisasi bisa di lakukan di sekolah menengah atas dengan
melibatkan PMR, pada kegiatan posyandu balita, pada kelompok tppkk, majlis taklim, dan
pada pertemuan musyawarah masyarakat desa.

Untuk menyikapi masalah kurangnya minat masyarakat untuk mendatangi POSBINDU desa
dikarnakan beberapa faktordi antaranya kurangnya pengetahuan tentang POSBINDU PTM,
pada kegiatan POSBINDU PTM masyarakat tidak mendapat obat – obatan, jarak tempuh
yang cukup jauh, faktor pekerjan, dan sekolah.

Inovasi yang dilakukan, memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang apa itu
POSBINDU PTM dan menginformasikan kepada seluruh kader untuk dapat mengajak serta
seluruh sasaran POSBINDU PTM untuk dapat hadir pada kegiatan tersebut
Pada kasus dimana masyarakat tidak mendapat obat – obatan inovasi yang diberikan dengan
mengadakan kegiatan yang berbeda – beda pada setiap bulannya. Diantaranya pengecekan
kadar gula, cholesterol as. urat dan HB oleh petugas labor UPT PKM Pematang Duku,
mengadakan pentas seni dimana pesertanya adalah seluruh anggota POSBINDU,
mendengarkan ceramah agama narasumber dari anggota POSBINDU, Sosialisasi tentang
penyakit tidak menular yang sedang marak di desa tersebut.melakukan aktivitas fisik seperti
senam bersama. Mngadakan demo masak makanan bagi penderita hipertensi dan diabetes.

Pada kasus jarak tempuh yang jauh dari rumah warga ke POSBINDU PTM inovasi yang
diberikan POSBINDU PTM mobile, dimana kegiatan posbindu ptm akan berpindah tempat.
Sehingga memudahkan masyarakat yang jauh untuk medatangi posbindu ptm.

Pada kasus faktor pekerjaan inovasi yang diberikan melakukan kegitan POSBINDU PTM
pada kantor dan sekolah menegah atas. Pada saat pelaksanaan penjaringan siswa dan
kegiatan uks ukgs.

Hasil karya inovasi


kunjungan pasien hipertensi
1000
900
800
700
600
500
400
300
200
100
0
2016 2017 2018

400

350

300

250

200

150

100

50

0
2016 2017 2018

Kunjungan pasien penyakit diabetes melitus type 2 di poli umum upt pkm pematang duku.

Dari dua grafik diatas terlihat peningkatan kunjungan pasien penyakit tidak menulardari
tahun ketahun. Dikarnakan penderita sudah mulai memahami bahaya penyakit yang
dideritanya dan mulai teratur berobat. Data diperoleh dari rekapan laporan bulanan UPT
PKM Pematang Duku bagian Program PTM.

Jumlah posbindu dan jumlah kunjungan posbindu ptm tahun 2017

450

400

350

300

250

200

150

100

50

0
mawar merah putih padu SEJATI
Series 1
700

600

500

400 Series 1

300

200

100

0
mawar merah putih padu sejati suci sehati muara kASIH SEGAR

Jumlah Posbindu PTM dan jumlah kunjungan Posbindu yang mulai meningkat setelah di
adakan inovasi.

BAB III

KESIMPULAN

Salah satu upaya untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular yang sedang
berkembang khususnya dui wilayah kerja UPT PKM Pematang duku adalah dengan cara
melakuakan pendekatan kepada masyarakat dengan mendirikan POSBINDU PTM di setiap
desa. Dimana pada Posbindu PTM masyarakat akan mendapatakan sosialisasi penyuluhan
dan informasi mengenai penyakit tidak menular, apa saja jenisnya , bahayanya bagaimana
pencegahannya dan pengobatan yang tepat. Sehingga diharapakan bagi masyarakat yang
sudah menderita PTM agar dapat berobat secara teratur, bagi yang beresiko ataupun tidak
dapat menerapkan pola hidup cerdik.

Masyarakat juga mendapatkan deteksi dini dari penyakit tidak menular yang mungkin akan
menggerogoti tubuhnya jika tidak terdeteksi secara dini. Untuk mendatangkan minat
masyarakat maka dilakukan beberapa inovasi yang bertujuan untuk menimbulkan minat
masyarakat yang sesuai sasaran dimana sasaran posbindu ptm adalah usia > 15 tahun untuk
datang mengunjungi posbindu Ptm di desa masing – masing.
SARAN

Dari pemaparan mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular melalui
Posbindu PTM, saran yang di ampaikan

 1. Karna jangkauan posbindu ptm di upt puskesmas pematang duku sudah mulai
meluas maka diharapkan adanya penambahan tenaga kesehatan sebagai penyuluh dan
pemantau jalannya posbindu ptm di tiap desa.

 2. Menjalin advokasi lintas sektor yang baik dimana diaharapkan tiap posbindu ptm
mendapat sarana dan prasarana yang komplit yang di danai oleh desa setempat dan
juga masalah honorer kader.

 3. Memberikan pelatihan, penyegaran dan kaji banding kepada kader posbindu, agar
pengetahuan dan pelayanan lebih bagus.
Daftar pustaka

http//:www.depkes.go.id

peraturan Menteri Kesehatan RI No.71 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Tidak
Menular