Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN Virus : Respiratory syntical virus, virus influenza,

Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga virus sitomegalik.


BRONKOPNEUMONIA (SKRT) sejak 1986 sampai era 2000 an hampir 80
Jamur : Citoplasma Capsulatum, Criptococcus
sampai 90 persen kematian balita akibat serangan
Nepromas, Blastomices Dermatides, Cocedirides
ISPA dan pnemonia.
Immitis, Aspergillus Sp, Candinda Albicans,
Angka kejadian tertinggi ditemukan pada usia Mycoplasma Pneumonia. Aspirasi benda asing.
kurang dari 4 tahun dan mengurang dengan
Faktor lain yang mempengaruhi timbulnya
meningkatnya umur.
Bronchopnemonia adalah daya tahan tubuh yang
Untuk wilayah Jawa Tengah, khususnya daerah menurun misalnya akibat malnutrisi energi protein
Purwodadi bronkopneumonia menduduki peringkat
(MEP), penyakit menahun, pengobatan antibiotik
ke-4 penyakit terbanyak yang ada di RSUD dr. R.
yang tidak sempurna.
Soedjati Purwodadi.

APA GEJALANYA ?
APA ITU BRONKOPNEUMONIA ?
Biasanya didahului infeksi saluran nafas bagian atas.
Bronkopneumonia merupakan infeksi Penyakit ini umumnya timbul mendadak, suhu
Oleh :
sekunder yang biasanya disebabkan oleh virus
meningkat 39-40O C disertai menggigil, napas sesak
penyebab Bronchopneumonia yang masuk ke
Sholihatun dan cepat, penderita batuk kering, sakit kepala, nyeri
saluran pernafasan sehingga terjadi peradangan
otot, tidak nafsu makan dan kesulitan menelan.
broncus dan alveolus. Peradangan bronkus ditandai
adanya penumpukan sekret, sehingga terjadi
demam, batuk berdahak dan mual.
FAKTOR RESIKO
Kepaniteraan Klinik a. Polusi udara

Bagian Ilmu Penyakit Dalam APA PENYEBABNYA ? b. Infeksi saluran nafas bagian atas.
Bakteri : Diplococus Pneumonia, Pneumococcus,
c. Immobilitas yang lama
RSUD DR. R SOEDJATI PURWODADI
Stretococcus Hemoliticus Aureus, Haemophilus
Influenza, Basilus Friendlander (Klebsial d. Therapy immuno supresif (kortikosteroid,
2010
Pneumoni), Mycobacterium Tuberculosis. kemoterapi)
e. Malnutrisi, dehidrasi KOMPLIKASI Pembimbing :
Komplikasi dari bronchopneumonia adalah :  dr. Bambang Pudjijanto, Sp.PD
f. Penyakit kronis :DM, hipertensi, penyakit
jantung - Atelektasis adalah pengembangan paru-paru  dr. Agus Kurnia, Sp.PD
yang tidak sempurna atau kolaps paru
g. Tidak imunisasi DPT (difteri dan pertusis dan
merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau Penyuluhan oleh kepaniteraan klinik Ilmu
tetanus)
refleks batuk hilang. Penyakit Dalam periode 21 Juni – 14 Agustus
h. Umur : umur makin muda makin banyak. 2010
- Empisema adalah suatu keadaan dimana
terkumpulnya nanah dalam rongga pleura
PENATALAKSANAAN terdapat di satu tempat atau seluruh rongga Penyusun :

Kemotherapi untuk mycoplasma pneumonia, dapat pleura. Sholihatun, S. Ked

diberikan Eritromicin 4 X 500 mg sehari atau - Abses paru adalah pengumpulan pus dalam
Tetrasiklin 3 – 4 mg sehari. Tim Kepaniteraan :
jaringan paru yang meradang.
1. Rizki Wibowo, S. Ked
Obat-obatan ini meringankan dan mempercepat - Infeksi sitemik
2. Fuad Najib, S. Ked
penyembuhan terutama pada kasus yang berat.
- Endokarditis yaitu peradangan pada setiap 3. Dian Wulaningsih, S.Ked
Pengobatan simtomatik seperti :
katup endokardial. 4. Desy Perwita Sari, S.Ked
- Istirahat, umumnya penderita tidak perlu
- Meningitis yaitu infeksi yang menyerang 5. Vita Oktaviana, S.Ked
dirawat, cukup istirahat dirumah.
selaput otak.
- Simptomatik terhadap batuk.

- Batuk berdahak jangan ditekan dengan antitusif


DAFTAR PUSTAKA :
- Bila terdapat obstruksi jalan napas, dan lendir 1. Zul Dahlan, Pneumonia, Buku Ajar Ilmu
serta ada febris, diberikan broncodilator. Penyakit Dalam, Balai Penerbit FKUI, Edisi IV,

- Pemberian oksigen umumnya tidak diperlukan, Jakarta, 2006, Hal.983

kecuali untuk kasus berat. Antibiotik yang 2. Rahmatullah, Pasian, Pneumoni, Buku Ajar

paling baik adalah antibiotik yang sesuai dengan Pulmunologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK

penyebab yang mempunyai spektrum sempit. UNDIP, Semarang, 1997,Hal.46


3. Mubin, Halim, Panduan Praktis IPD
Diagnosis dan Terapi, EGC. 2001, Hal.201