Anda di halaman 1dari 12

______________________________________________________________________

KONTRA MEMORI KASASI


Sehubungan dengan Memori Kasasi
Terhadap Putusan Pengadilan Hubungan Industrial
Pada Pengadilan Negeri Palangkaraya
No: 9/ Pdt.Sus-PHI/ 2019/ PN. Plk Tanggal 2019

Antara :

Ketua Yayasan Pendidikan Alumni Sarjana Ekonomi Indonesia Selaku PEMOHON


KASASI / dahulu TERGUGAT

MELAWAN :

HARTIWI AGUSTINA DKK selaku TERMOHON KASASI / dahulu PENGGUGAT

Jakarta, 2 Desember 2019

Kepada Yth.
KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA
Jalan Medan Merdeka Utara No. 9-13, Jakarta-10110

Melalui :

KETUA PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL


PADA PENGADILAN NEGERI PALANGKARAYA

Dengan hormat,
Perkenankan kami yang bertanda-tangan di bawah ini :
1. RENIUS JUNI ANTO SIMAMORA, S.H.
2. RAMOT SIAGIAN, S.H.

Para Advokat & Konsultan Hukum yang beralamat kantor di Jalan Hendrik Timang No.
12, Komplek UNPAR, RT. 001/RW. 017, Kelurahan Palangka, Kecamatan Pahandut,
berdasarkan surat kuasa Khusus tertanggal 27 November 2019 (terlampir) bertindak
untuk dan atas nama:

1. Nama : HARTIWI AGUSTINA,SE., M.SI

1
Alamat : Jalan RTA. Milono KM.4, Perum Citra Mandiri,
RT.004/RW.013, Kelurahan Langkai, Kecamatan
Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Pekerjaan : Dosen dan Karyawan STIE P.Raya
Selanjutnya disebut Sebagai-------Termohon Kasasi 1/ dahulu Penggugat 1
2. Nama : MULYADI JAYA, SE., M.SI
Alamat : Jalan Bukit Raya I No. 41 RT.XXX/RW.013
Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota
Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Pekerjaan : Dosen dan Karyawan STIE P.Raya
Selanjutnya disebut Sebagai-------Termohon Kasasi 2/ dahulu Penggugat 2
3. Nama : PRIANTO
Alamat : Jalan Putri Junjung Buih III b, No. 09 RT.004/RW.009,
Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota
Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Pekerjaan : Karyawan STIE P.Raya
Selanjutnya disebut Sebagai-------Termohon Kasasi 3/ dahulu Penggugat 3
4. Nama : SUSTRI YANI. CS
Alamat : Jalan WR. Supratman RT.009/RW.000, Kelurahan Hilir
Sper, Kecamatan Dusun Selatan, Kalimantan Tengah.
Pekerjaan : Dosen dan Karyawan STIE P.Raya
Selanjutnya disebut Sebagai-------Termohon Kasasi 4/ dahulu Penggugat 4
5. Nama : BUDIARTO
Alamat : Jalan Krakatau No. 535 RT 003 / RW.013 Kelurahan
Palangka Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya,
Kalimantan Tengah
Pekerjaan : Karyawan STIE P.Raya
Selanjutnya disebut Sebagai-------Termohon Kasasi 5/ dahulu Penggugat 5
6. Nama : YUNALA
Alamat : Jalan Garuda XI, RT.003/RW.022. Kelurahan Palangka,
Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan

2
Tengah
Pekerjaan : Karyawan STIE P.Raya
Selanjutnya disebut Sebagai-------Termohon Kasasi 6/ dahulu Penggugat 6
7. Nama : MELIZA
Alamat : Jalan B.Koetin BBA. No. 36. RT.004/RW.017, Kelurahan
Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya,
Kalimantan Tengah
Pekerjaan : Dosen dan Karyawan STIE P.Raya
Selanjutnya disebut Sebagai-------Termohon Kasasi 7/ dahulu Penggugat 7
8. Nama : ESTER PRADISA
Alamat : Jalan Dayak Permai. No. 09. RT.001/RW.014, Kelurahan
Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota
Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Pekerjaan : Karyawan STIE P.Raya
Selanjutnya disebut Sebagai-------Termohon Kasasi 8/ dahulu Penggugat 8
9. Nama : HERLINA MARGARETA, SE.,
Alamat : Jalan S. Parman Gg. Patra. No. 25 RT.003/RW.017,
Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota
Palangka Raya Kalimantan Tengah
Pekerjaan : Dosen dan Karyawan STIE P.Raya
Selanjutnya disebut Sebagai-------Termohon Kasasi 9/ dahulu Penggugat 9
10. Nama : NADYA CHITAYAE
Alamat : Jalan Menteng V. RT.001/RW.011, Kelurahan Menteng,
Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan
Tengah
Pekerjaan : Karyawan STIE P.Raya
Selanjutnya disebut Sebagai-------Termohon Kasasi 10/ dahulu Penggugat 10
11. Nama : RETNAWATI. AM.d. CS
Alamat : Jalan Nilam 11 No. 01,. RT.001/RW.006, Kelurahan
Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya,
Kalimantan Tengah

3
Pekerjaan : Karyawan STIE P.Raya
Selanjutnya disebut Sebagai-------Termohon Kasasi 11/ dahulu Penggugat 11

dalam hal ini memilih domisili hukum pada kantor kuasa nya sebagaimana disebut di
atas untuk selanjutnya secara bersama-sama dalam Kontra Memori Kasasi ini disebut
sebagai PARA TERMOHON KASASI / dahulu PARA PENGGUGAT.

Bahwa Para Termohon Kasasi/ dahulu Para Penggugat dengan ini menyampaikan
Kontra Memori Kasasi terhadap Memori Kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/
dahulu Tergugat tertanggal 18 November 2019 dan diterima oleh Termohon Kasasi
pada tanggal 22 November 2019 sebagaimana disebutkan dalam surat tanda terima
memori kasasi tertanggal 22 November 2019 perihal memori kasasi terhadap Putusan
Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Palangkaraya, Tanggal 24
Oktober 2019, yang amar putusannya berbunyi :
MENGADILI :
1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian;
2. Menghukum Tergugat untuk mempekerjakan kembali Penggugat 1 (Agustina,
S.E.,M.Si), Penggugat 2. (Mulyadi Jaya, S.E., M.Si), Penggugat 11 (Retnawatie
A.Md), sebagaimana mestinya;
3. Menghukum Tergugat untuk membayar sisa gaji kontrak yg belum
dibayar, dengan perincian sebagai berikut:
- Pengugat 3 (Prianto): Gaji belum dibayar 6 bulan (Juli 2018 sampai dengan
Desember 2018) = 6 bulan x Rp575.000,00=Rp3.450.000,00 (tiga juta empat
ratus lima puluh ribu rupiah);
- Pengugat 4 (Sustri Yani): Gaji belum dibayar 6 bulan (Juli 2018 sampai
dengan Desember 2018) = bulanxRp675.000,00=Rp4.050.000,00 (empat
juta lima puluh ribu rupiah);
- Pengugat 5 (Budiarto): Gaji belum dibayar 8 bulan (Mei 2018 sampai dengan
Desember 2018) = 8 bulan x Rp675.000,00 = Rp5.400.000,00 (lima juta
empat ratus ribu rupiah);
- Pengugat 6 (Yunala): Gaji belum dibayar 6 bulan (Juli 2018 sampai dengan
Desember 2018) = 6 bulan X Rp575.000,00 = Rp3.450.000,00 (tiga juta
empat ratus lima puluh ribu rupiah);
- Pengugat 7 (Meliza): Gaji belum dibayar 8 bulan (Mei 2018 sampai dengan
Desember 2018) = bulan x Rp675.000,00 = Rp5.400.000,00 (lima juta empat
ratus ribu rupiah);
- Pengugat 8 (Ester Pradisa): Gaji belum dibayar 6 bulan (Juli 2018 sampai
dengan Desember 2018) = 6 bulan x Rp.625.000,- = Rp.3.750.000.- (tiga juta
tujuh ratus lima puluh ribu rupiah);
- Pengugat 9 (Herlina Margareta): Gaji belum dibayar 8 bulan(Juli 2018 sampai
dengan Desember 2018) = 8 bulan x Rp625.000,00 = Rp5.000.000,00 (lima
juta rupiah);

4
- Pengugat 10 (Nadya chitayae): Gaji belum dibayar 6 bulan (Juli 2018 sampai
dengan Desember 2018) =6 bulan x Rp600.000,00 = Rp3.600.000,00(tiga
juta enam ratus ribu rupiah);
Jumlah keseluruhan sisa gaji kontrak Penggugat 3 sampai Penggugat 10
sebesar Rp34.100.000,00 (tiga puluh empat juta seratus ribu
4. Menolak gugatan Para Penggugat untuk selain dan selebihnya;
5. Membebankan biaya perkara yang timbul dari perkara ini kepada Tergugat
sebesar Rp 416.000,00 (empat ratus enam belas ribu rupiah);

Bahwa sebelum Para Termohon Kasasi menguraikan secara rinci dalil-dalil bantahan
terhadap dalil-dalil yang diajukan Pemohon Kasasi dalam Memori Kasasi maka terlebih
dahulu kami sampaikan bahwa Para Termohon Kasasi menerima Surat Pemberitahuan
Kasasi dan Memori Kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi melalui kepaniteraan
Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Palangkaraya pada tanggal
22 November 2019 sehingga pengajuan Kontra Memori Kasasi ini masih dalam batas
waktu yang diatur oleh undang-undang sehingga patut untuk diterima oleh Majelis
Hakim pemeriksaa Perkara A quo pada tingkat Kasasi;

Selanjutnya menurut Para Termohon Kasasi pertimbangan Judex Facti Tingkat


Pertama Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Palangkaraya yang
termuat dalam Putusan No. 9/ Pdt.Sus-PHI/ 2019/ PN. Plk, tanggal 24 Oktober 2019
sudah merupakan pertimbangan hukum yang tepat dan benar ;

Bahwa secara keseluruhan isi dari Memori Kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi
adalah menyangkut penilaian terhadap bukti-bukti yang sebenarnya Judex Factie
tingkat pertama telah cukup mempertimbangkan nya secara saksama dalam Putusan
No. 9/ Pdt.Sus-PHI/ 2019/ PN. Plk, tanggal 24 Oktober 2019, dan Judex Factie tidak
salah dalam menerapkan hukum yang berlaku serta tidak lalai dalam memenuhi syarat-
syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan;

Termohon Kasasi membantah dengan tegas semua dalil-dalil yang disampaikan oleh
Pemohon Kasasi dalam Memori Kasasi tersebut, dengan alasan sebagai berikut :
1. Bahwa seluruh dalil-dalil keberatan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi
hanyalah mengenai penilaian terhadap bukti-bukti semata, sehingga dalam
praktik peradilan, Majelis Hakim pada Tingkat Kasasi tidak berwenang untuk
memberikan penilaian terhadap bukti-bukti tersebut, karena terhadap hasil
pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu kenyataan/fakta sudah
tidak dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan pada tingkat Kasasi;
2. Bahwa berdasarkan pasal 30 ayat 1 undang-undang nomor 5 tahun 2004
tentang perubahan atas undang-undang nomor 14 tahun 1985 tentang

5
Mahkamah Agung, maka alasan Majelis Hakim pada tingkat Kasasi
membatalkan putusan atau penetapan-penetapan pengadilan dari semua
lingkungan pengadilan ialah karena alasan-alasan sebagai berikut:
- tidak berwenang (baik kewenangan absolut maupun relatif) untuk melampaui
batas wewenang;
- salah menerapkan hukum atau melanggar hukum yang berlaku;
- lalai memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-
undangan yang mengancam kelalaian dengan batalnya putusan yang
bersangkutan
dengan demikian semua alasan-alasan yang dikemukakan oleh Pemohon
Kasasi dalam Memori Kasasinya haruslah berdasarkan pada alasan-alasan
tersebut di atas;
3. Bahwa Pemohon kasasi tidak dapat menguraikan satupun alasan-alasan yang
telah diuraikan pada pasal 30 ayat 1 undang-undang tentang Mahkamah Agung
untuk mengkualifikasikan Putusan Judex Factie tingkat pertama apakah patut
dibatalkan oleh Mahkamah Agung atau tidak.
Pada kenyataannya Pemohon Kasasi/dahulu Tergugat hanya mengulang dalil-
dalil yang sudah disampaikan dalam Jawaban Gugatan pada pemeriksaan
perkara di Pengadilan Tingkat Pertama hal mana telah dipertimbangkan oleh
Judex Factie pada pengadilan tingkat pertama secara cukup dan benar dengan
menguji dalil-dalil tersebut melalui alat bukti yang dihadirkan baik oleh Termohon
Kasasi/dahulu Penggugat maupun Pemohon Kasasi dahulu Tergugat;

I. TERHADAP DALIL KEBERATAN PEMOHON KASASI MENGENAI AMAR


PUTUSAN JUDEX FACTIE ANGKA 2
4. Bahwa pada memori kasasi halaman 2 sampai halaman 4, Pemohon kasasi/
dahulu Tergugat pada intinya keberatan dengan amar putusan Judex Factie
tingkat pertama angka 2 yang memutuskan untuk mempekerjakan kembali
Termohon Kasasi 1/ dahulu Penggugat 1, Termohon Kasasi 2/Penggugat 2 dan
Termohon kasasi 11/Penggugat 11 sebagaimana mestinya;
5. Bahwa sebagaimana Termohon Kasasi telah uraikan dalam Gugatannya dan
dinyatakan dalam pertimbangan hukum Judex Factie tingkat pertama pada
halaman 39 putusan Nomor 9/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Plk bahwa yang menjadi
pokok permasalahan dalam perkara a quo adalah:
“apakah Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan oleh Pemohon
Kasasi/dahulu Tergugat terhadap Para Termohon Kasasi telah memenuhi

6
ketentuan Pasal 169 ayat 1 huruf c, d dan ayat 2 Undang-undang nomor 13
tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sehingga Para Termohon Kasasi
tersebut berhak untuk mendapatkan uang pesangon, uang penghargaan
masa kerja, unag penggantian hak sebagaimana ketentuan pasal 156
undang-undang tentang Ketenagakerjaan ataukah Pemutusan Hubungan
Kerja karena Para Penggugat tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja
dengan Tergugat akibat adanya perubahan kepengurusan yayasan
sebagaimana pasal 163 Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang
ketenagakerjaan”
6. Bahwa sebagaimana telah diuraikan dalam Gugatannya, Para Termohon kasasi
baru mengetahui jika telah dikeluarkan surat pemberhentian terhadap Para
Termohon Kasasi setelah Para Termohon Kasasi menempuh upaya hukum
melalui Dinas Tenaga Kerja Palangka Raya, dimana dalam Surat Anjuran Nomor
: 242/Bid.HIJK-01/naker/V/2019 yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota
Palangkaraya disebutkan bahwa Pemohon Kasasi telah memberhentikan para
Termohon Kasasi melalui surat keputusan yang dikeluarkan oleh Pelaksana
Tugas ketua sekolah tinggi ilmu ekonomi palangkaraya yaitu surat Nomor 10/1-
2/STIE-PR/SK/III/2019 tertanggal 23 maret 2019;
7. Bahwa sebelumnya Termohon Kasasi 1, Termohon Kasasi 2 dan Termohon
Kasasi 11 hanya mengetahui telah diberhentikan melalui rekan-rekan dosen
yang lain yang bekerja pada STIE Palangkaraya, sebab surat pemberhentian
terhadap Termohon Kasasi 1, Termohon Kasasi 2 dan Termohon Kasasi 11 tidak
pernah diterima oleh Para Termohon Kasasi tersebut sebagaimana terungkap
dalam pemeriksaan perkara a quo di tingkat pertama;
8. Bahwa hal inilah yang diminta penjelasan oleh Termohon Kasasi 2 dan
Termohon Kasasi 11 dalam surat tertanggal 18 Mei 2019 Perihal Mohon
Penjelasan Surat Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Palangkaraya
tentang Dosen Pengasuh Mata Kuliah Semester Genap Tahun Akademik
2018/2019 Nomor 10/I-2/STIE-PR/SK/III/2019 tanggal 23 Maret 2019, dan hal ini
tidak pernah bisa dijelaskan oleh Pihak Yayasan maupun STIE Palangkaraya;
9. Bahwa Pemohon Kasasi/dahulu Tergugat tidak pernah hadir dalam proses
mediasi yang diadakan di Kantor Dinas Tenaga Kerja Palangka Raya, yang
terjadi justrua adalah Pemohon Kasasi malah mengirimkan surat yang isinya
menyatakan tidak akan datang menghadiri Mediasi di Kantor Dinas Tenaga Kerja
dan mempersilakan apabila Para Termohon Kasasi tidak terima dengan
keputusan yang diambil oleh Pemohon Kasasi sebagaimana turut disebutkan

7
dalam risalah dan anjuran Dinas Tenaga Kerja Palangkaraya yaitu Surat Anjuran
Nomor : 242/Bid.HIJK-01/naker/V/2019, hal ini menunjukkan arogansi dari
Pemohon Kasasi maupun STIE yang sama sekali tidak bersedia bertemu
dengan Para Termohon Kasasi;
10. Bahwa berdasarkan pasal 151 ayat 3 disebutkan: Dalam hal perundingan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) benar-benar tidak menghasilkan
persetujuan, pengusaha hanya dapat memutuskan hubungan kerja dengan
pekerja/buruh setelah memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian
perselisihan hubungan industrial sehingga dengan demikian sehubungan dengan
perkara a quo, Pemohon Kasasi hanya dapat melakukan pemutusan hubungan
kerja setelah memperoleh penetapan (Izin) dari lembaga perselisihan hubungan
industrial dalam hal ini Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri
Palangkaraya;
11. Bahwa keputusan Judex Factie yang menghukum Pemohon Kasasi/Dahulu
Tergugat untuk mempekerjakan kembali Termohon Kasasi 1/dahulu
Penggugat 1 (Hartiwi Agustina,S.E,Msi), Termohon Kasasi 2/ dahulu
Penggugat 2 (Mulyadi Jaya,SE.,M.Si.,) dan Termohon Kasasi 11/dahulu
Penggugat 11 (Retnawatie AMd) sebagaimana mestinya sudah tepat dengan
didasarkan pada bukti dan keterangan saksi, termasuk diantaranya keterangan
saksi-saksi yang dihadirkan oleh Pemohon Kasasi yang dijadikan pertimbangan
oleh Judex Factie tingkat pertama dalam pertimbangannya pada halaman 43
yaitu saksi Tergugat Mahrawati bin Yuel yang keterangannya sebagaimana
dikutip sebagai berikut:
‘bahwa terhadap Penggugat 1 (Hartiwi Agustuna), Penggugat 2 (Mulyadi
Jaya) dan Penggugat 11 (Retnawati) yayasan tidak memutus hubungan
pekerjaan dengan Para Pengggugat tersebut’
Serta keterangan saksi Drs Tasman H. Taher bin Hardi Taher yang menyatakan
‘saksi sebagai sekretaris yayasan tidak pernah membuat surat pemutusan
hubungan kerja dengan para Penggugat tersebut’.
12. Bahwa sebagaimana telah terungkap dalam pemeriksaan perkara a quo pada
tingkat pertama berdasarkan risalah dan anjuran dari Dinas Tenaga Kerja
diketahui bahwa Pemohon Kasasi sudah mengeluarkan surat pemberhentian
terhadap Termohon Kasasi 1, Termohon Kasasi 2 dan Termohon Kasasi 11
akan tetapi hal ini sangat bertolak belakang dengan keterangan saksi yang
dihadirkan oleh Pemohon Kasasi sendiri yaitu Saksi Mahrawati bin Yuel dan
Saksi Drs Tasman H. Taher bin Hardi Taher yang pada intinya menerangkan

8
tidak ada surat Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Termohon Kasasi 1 dan
Termohon Kasasi 2 dan Termohon Kasasi 11, sehingga dengan demikian
berdasarkan Pasal 150 dan pasal 151 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun
2003 tentang ketenagakerjaan sudah sepatutnya Pemohon Kasasi
mempekerjakan kembali Termohon Kasasi 1, Termohon Kasasi 2 dan Termohon
Kasasi 11 pada STIE Palangkaraya sebagaimana mestinya ;
13. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas sudah jelas bahwa Judex Factie
sudah tepat dalam menerapkan hukum dalam Putusannya sehingga semua dalil-
dalil yang disampaikan oleh Pemohon Kasasi/ dahulu Tergugat mengenai Amar
Putusan angka (2) haruslah ditolak untuk seluruhnya;

II. DALIL KEBERATAN PEMOHON KASASI ATAS AMAR PUTUSAN ANGKA 3


14. Bahwa Termohon kasasi menolak dengan tegas seluruh dalil-dalil Pemohon
Kasasi pada halaman 5 sampai 7 Memori Kasasi perihal keberatan Pemohon
Kasasi terhadap Amar Putusan angka 3 yang pada intinya menghukum
Pemohon Kasasi/ dahulu Tergugat untuk membayar sisa gaji kontrak yang
belum dibayarkan kepada Termohon Kasasi 3, Termohon Kasasi 4, Termohon
Kasasi 5, Termohon Kasasi 6, Termohon Kasasi 7, Termohon Kasasi 8,
Termohon Kasasi 9, Termohon Kasasi 10 sebab semua dalil-dalil Pemohon
Kasasi/ dahulu Tergugat hanya merupakan pengulangan dari jawaban Gugatan
yang telah disampaikan pada saat pemeriksaan di tingkat pertama;
15. Bahwa berdasarkan Pasal 161 ayat 1 dan 2 menyatakan:
‘(1) Dalam hal pekerja/buruh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur
dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama,
pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja, setelah kepada
pekerja/buruh yang bersangkutan diberikan surat peringatan pertama, kedua,
dan ketiga secara berturut-turut.
(2) Surat peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) masing-masing
berlaku untuk paling lama 6 (enam) bulan, kecuali ditetapkan lain dalam
perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama’
Sehingga apabila Pemohon Kasasi mendalilkan Termohon Kasasi melakukan
pelanggaran, berdasarkan undang-undang sudah seharusnya Pemohon Kasasi
mengirimkan surat pemanggilan, surat peringatan untuk menunjukkan kesalahan
apa yang telah dilakukan oleh Para Termohon Kasasi, pada kenyataannya

9
Pemohon Kasasi tidak pernah mengirimkan Surat Panggilan atau Surat
Peringatan kepada Para Termohon Kasasi sebagaimana diharuskan oleh
Undang-undang;
16. Bahwa selanjutnya berdasarkan Pasal 62 UU Nomor 13 Tahun 2003 :’Apabila salah
satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang
ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu, atau berakhirnya hubungan kerja
bukan karena ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1), pihak yang
mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya
sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian
kerja’
17. Bahwa pada kenyataannya Yayasan telah bertindak semena-mena terhadap
para Termohon kasasi dengan memberhentikan para Termohon Kasasi tanpa
pernah memberi surat panggilan, surat peringatan bahkan Surat Pemberhentian
itu sendiri, dan tidak pernah membayar gaji Para Termohon Kasasi dengan
rincian sebagaimana disampaikan dalam Putusan Judex Factie tingkat pertama,
sehingga sudah sepatutnya Pemohon Kasasi memberikan ganti rugi berupa
upah/ gaji Termohon Kasasi sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu
perjanjian;
18. Bahwa pada kenyataannya Para Termohon Kasasi mengetahui telah
diberhentikan setelah adanya Anjuran dari dinas Tenaga Kerja yaitu Anjuran
Nomor: Anjuran Nomor : 242/Bid.HIJK-01/naker/V/2019, dimana dalam anjuran
tersebut terungkap bahwa Pemohon Kasasi telah mengeluarkan surat Nomor:
YP SEI PR Nomor 266/YP-SEI/V/2018 tanggal 2 mei 2018, selanjutnya Surat
Keputusan YP SEI PR Nomor 267/YP-SEI/V/2018 tanggal 2 Mei 2018, dan
Surat Keputusan YP SEI PR Nomor 359/YP-SEI/V/2019, namun Para Termohon
Kasasi tidak pernah menerima surat-surat tersebut sampai saat ini, sehingga
tidak tahu apakah surat tersebut benar pernah dikeluarkan atau tidak;
19. Bahwa dalil yang disampaikan oleh Pemohon Kasasi pada angka 8 hanya
mencari-cari alasan dan tidak berdasarkan fakta yang sesungguhnya serta tidak
pernah diungkapkan pada persidangan pada tingkat pertama, sehingga dalil
yang demikian tidak dapat dipertimbangkan oleh Majelis Hakim pada tingkat
kasasi dan berdasarkan hukum dalil tersebut wajib untuk dikesampingkan dan
ditolak;

10
III. DALIL KEBERATAN PEMOHON KASASI TENTANG LAIN-LAIN

20. Bahwa Termohon Kasasi keberatan dengan seluruh dalil yang disampaikan oleh
Pemohon Kasasi pada halaman 7 sampai 10 Memori Kasasi dengan judul: “lain-
lain” Karena tidak berdasarkan bukti-bukti dan fakta hukum yang sesungguhnya;
21. Bahwa hampir keseluruhan dalil-dalil yang disampaikan oleh Pemohon Kasasi
pada halaman 7 sampai halaman 10 mengenai judul: lain-lain hanya mencari-
cari alasan dan tidak berdasarkan fakta yang sesungguhnya serta tidak pernah
diungkapkan pada persidangan tingkat pertama, Pemohon Kasasi bermaksud
melegitimasi tindakannya yang melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap
Para Termohon Kasasi yang tidak sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku;
22. Bahwa Pemohon Kasasi pada pemeriksaan tingkat pertama tidak dapat
membuktikan apa yang didalilkan pada angka 1 halaman 7 Memori Kasasi yaitu
menuduh para Termohon Kasasi membentuk STIE Ilegal, melakukan
pemungutan SPP, Uang Ujian Semester, Uang Ujian Skripsi, Uang Judicium,
Uang Wisuda dan Penerimaan mahasiswa baru, sehingga dalil yang demikian
wajib untuk dikesampingkan dan ditolak;
23. Bahwa pada kenyataannya mengenai penggantian dan pengalihan Tugas ketua
STIE Palangkaraya dari Sdr.Yudi Pungan kepada Saudari Sri Hartini tidak ada
hubungannya dengan perkara a quo dan tidak dapat dijadikan alasan pembenar
secara hukum atas tindakan Pemohon Kasasi yang melakukan pemutusan
hubungan kerja terhadap Para Termohon Kasasi dengan semena-mena dan
bertentangan dengan undang-undang ketenagakerjaan.
Adapun mengenai persoalan penggantian dan pengalihan Tugas STIE
Palangkaraya, Saudara Yudi Pungan sudah mengajukan Gugatan dan belum
ada putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap atas gugatan tersebut;
24. Bahwa dalil-dalil Pemohon Kasasi pada angka 6-7 adalah mengada-ada sebab
tidak berdasarkan bukti dan fakta hukum yang sebenarnya, sebab pada
kenyataanya Para Termohon Kasasi tidak pernah mengetahui kalau sudah
diberhentikan oleh yayasan sebab tidak pernah ada surat panggilan maupun
pemberitahuan bahkan surat pemberhentian itu sendiri, sehingga Pemutusan
Hubungan Kerja yang demikian adalah bertentangan dengan undang-undang,
oleh karenanya Pemohon Kasasi/ dahulu Tergugat wajib untuk membayar
seluruh hak yang seharusnya diterima oleh Termohon Kasasi yang belum
diterima hingga saat ini;

11
25. Bahwa dalil yang disampaikan oleh Pemohon Kasasi selain dan selebihnya
sudah merupakan dalil yang mengada-ada dan merupakan pengulangan dari
dalil-dalill yang telah disampaikan pada jawaban gugatan yang telah diajukan
pada saat pemeriksaan perkara a quo di tingkat pertama;
26. Bahwa hampir keseluruhan dalil keberatan dari Memori Kasasi yang diajukan
oleh Pemohon Kasasi/dahulu Penggugat adalah menyangkut penilaian terhadap
bukti-bukti yang diajukan dalam persidangan pada tingkat pertama yang menurut
praktik peradilan, Majelis Hakim tingkat Kasasi Mahkamah Agung Republik
Indonesia tidak berwenang untuk memberikan penilaian terhadap bukti-
bukti, karena terhadap hasil pembuktian yang bersifat penghargaan
tentang suatu kenyataan tidak dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan
pada tingkat Kasasi, dan oleh karenanya Majelis Hakim Kasasi sudah
seharusnya menolak dalil keberatan yang menyangkut penilaian bukti-bukti
dalam Memori Kasasi ;

Berdasarkan alasan-alasan keberatan di atas, maka sangatlah beralasan hukum


apabila Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung Republik Indonesia yang
memeriksa perkara a quo pada tingkat Kasasi berkenan untuk memutuskan:
1. Menolak dalil-dalil keberatan dalam Memori Kasasi dari Pemohon Kasasi/ dahulu
Tergugat untuk seluruhnya;
2. Menerima dalil-dalil Kontra Memori Kasasi dari Termohon Kasasi/ dahulu
Penggugat untuk seluruhnya ;
3. Menguatkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial No: 9/ Pdt.Sus-PHI/ 2019/
PN. Plk, Tanggal 24 Oktober 2019 ;
Atau
Apabila Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung Republik berpendapat lain,
mohon kiranya putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono)

Hormat Kami ;
Kuasa Hukum Termohon Kasasi

Renius Juni Anto Simamora, S.H Ramot Siagian, S.H

12

Anda mungkin juga menyukai