Anda di halaman 1dari 4

DAFTAR PUSTAKA

Aditama, T.Y. (2002). Tuberkulosis Paru, Diagnosis, Terapi dan Masalahnya, Edisi 4.
Jakarta: IDI.

Alie, Y,. & Rodiyah. (2013). Pengaruh Batuk Efektif Terhadap Pengeluaran Sputum
Pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Peterongan Kabupaten Jombang.
Jurnal Metabolisme,(online), Vol. 2 No. 3
(http://ejurnal.stikespemkabjombang.ac.id, diakses 1 September 2019).

Amin, Z., & Bahar, A.2009. Ilmu Penyakit Dalam Jilid III.Edisi V. Jakarta:Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia.hlm. 2230-2233.

Arif, M. ( 2000 ), Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, Medica Aesculpalus, FKUI, Jakarta.

Asmadi. ( 2008 ), Konsep Dasar Keperawatan, Jakarta : EGC

Doenges, M.E.(2000). Rencana Asuhan Keperawatan & Pedoman Untuk Perencanaan


dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi III.Alih Bahasa: I Made Kriasa.
Jakarta : EGC.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2011. Pedoman penanggulangan nasional


TBC. Jakarta: Depkes RI.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2016. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan
Penelitian dan pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.
www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf
(diakses tanggal 28 Oktober 2019).
Harahap, I, A, (2004). Terapi Oksigen dalam Asuhan Keperawatan. Digitized by USU
digital library.
Herdman, T.H. & Kamitsuru, S. (2014) NANDA NIC-NOC International Nursing
Diagnoses: Definitions & Classification, 2015–2017. 10nd ed. Oxford: Wiley
Blackwell.
Isselbacher, Kurt (2009), Harrison: Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam: (Harrison's
Principles of Internal Medicine); Volume 1.penerbit buku kedokteran Jakarta.
Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2018. Jakarta; Kemeterian Kesehatan
Republik Indonesia. 2018.
http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-
indonesia/profil-kesehatan-Indonesia-2018.pdf (diakses tanggal 10 September
2019)
Kozier, B. & Erb. (1998), Fundamental of nurshing; consept, process and practice, (fourth Edition)
California : Addison-Wesley Publishing CO.

Majampoh, A. B., Rondonuwu, R., Onibala, F., (2013). Pengaruh Pemberian Posisi Semi
Fowler Terhadap Kestabilan Pola Napas Pada Pasien TB Paru Di Irina C5 Rsup
Prof Dr. R. D. Kandou Manado. E-Journal Keperawatan (e-Kp), Volume 3, Nomor
1, Februari 2013.
Mansjoer, A, (2008), Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem
Muskuluskeletal, Jakarta: EGC
Monedero, I., Caminero, J.A., (2011). Evidence for promoting fixed-dose combination
drugs in tuberculosis treatment and control: a review. Int J Tuberculosis Lung
Diseas 15(4):433–439.
Muttaqin, A. (2008). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem
Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika.
Natadidjaja H. (2012). Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik Penya
Santi, M. (2013). Evaluasi Program Pengendalian Tuberculosis Paru Dengan Strategi
DOTS di Puskesmas Tanah Kalikeding Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi.
Syaripuddin, M. (2013). Efektifitas, Kelebihan dan Kekurangan Obat Anti Tuberculosis
Paru. Jurnal Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat.
Sibuea, H, Panggabean, M, & Gultom,P. S.(2005).Ilmu Penakit Dalam Jakarta. PT Rineka
Cipta.
Smeltzer, S, C & Bare, B, G. (2007). Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah Brunner &
Suddart.Edisi 8, Vol 1, alih bahasa: Kuncara Monica Ester. Jakarta: EGC.

Soedarto, (2009). Penyakit Menular di Indonesia. Penerbit Sagung Seto, Jakarta.

Somantri, I. (2008). Keperawatan Medikal Bedah: Asuhan Keperawatan pada Pasien


dengan Ganggua Sistem pernapasan / Irman Somantri. Jakarta : Salemba Medika.
Sudoyo, A. (2006). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (2 ed., Vol. III). Jakarta: Departemen
Ilmu Penyakit Dalam.
Widoyono. (2008). Penyakit Tropis: Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan
Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.
World Health Organization (WHO). Global Tuberculosis Report 2013. Switzerland.2013.