Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN LANSIA NY S

DENGAN MASALAH NYERI PADA BAGIAN LUTUT DAN ALAT GERAK


DI KECAMATAN LEPASAN
TANGGAL 09 JANUARI 2020 S/D 11 JANUARI 2020

OLEH
NOOR ROSAIDA RAHMI, S.KEP
NIM. 18.31.1311

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS


STIKES CAHAYA BANGSA BANJARMASIN
TAHUN 2019-2020
LEMBAR PENGESAHAN

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN LANSIA NY S


DENGAN MASALAH NYERI PADA BAGIAN LUTUT DAN ALAT GERAK
DI KECAMATAN LEPASAN
TANGGAL 09 JANUARI 2020 S/D 11 JANUARI 2020

OLEH
NOOR ROSAIDA RAHMI S.KEP
NIM. 18.31.1311

Banjarmasin,
Mengetahui,
Preseptor Akademik Preseptor Klinik

( ) ( )
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN LANSIA NY S DENGAN MASALAH NYERI
PADA BAGIAN LUTUT DAN ALAT GERAK
DI KECAMATAN LEPASAN

A. Data biografi
Nama : Sri Rejeki
Tempat &tanggal lahir : Marabahan, 2 November 1956
Pendidikan terakhir : S1 Ekonomi
Agama : Islam
Status : Kawin
TB/BB : 165 / 65 kg
Penmpilan : Rapi, bersih, berjalan masih normal
Ciri-ciri tubuh : Gemuk, tinggi, kulit putih, rambut beruban.
Alamat : Kecamatan Lepasan
Orang yang bertangung jawab : Sri Wuryani
Hubungan dengan pasien : Anak no 3
Alamat : Kecamatan Lepasan
Tanggal pengkajian : 9 Januari 2020

B. Riwayat Lingkungan Hidup


Tipe tempat tinggal : Permanen
Jumlah kamar : 3 Jumlah Tongkat
Kondisi tempat tinggal : Pencahayaan cukup terang, ventilasi baik
tidak lembab, bersih tidak pengap
Jumlah orang yang tinggal dirumah : 3 orang, 2 wanita dan seeorang lelaki
Derajat privasi : Baik

C. Diskripsi Kekhususan
Klien secara rutin ikut kegiatan sholat berjamaah di Musholla dekat rumah

D. Status Kesehatan
Klien tidak mempunyai penyakit yang serius, tapi memang pernah diopname di Rumah
sakit.
E. Keluhan Utama :
Klien mengatakan nyeri pada bagian lutut dan alat gerak, Klien mengatakan sulit
merawat diri karna penurunan daya tahan, nyeri pada waktu bergerak, Klien sering
mengeluh kakinya tidak bisa digerakkan saat nyeri itu kambuh.
Penatalaksanaan masalah kesehatan :
Selama ini klien cukup periksa ke perawat panti yang selalu menangani masalah
kesehatan orang-orang panti. Klien tidak pernah sakit yang serius . Dan pemahaman
klien mengenai penyakit yang dideritanya adalah penyakit orang yang sudah tua.

F. Pola persepsi pemeliharaan kesehatan


Selama ini klien tidak pernah melakukan hal-hal yang merugikan kesehatan seperti
merokok atau minum-minuman keras.
Alergi : Klien alergi dingin dan alergi dengan ikan laut.
Penyakit yang diderita : klien tidak mempunyai penyakit keturunan seperti Hipertensi,
DM dll.

G. Pola aktifitas Hidup sehari hari


Kemampuan Perawatan Independen Bantuan Bantuan Bantun orang Dependent
Diri Alat orang lain lain &
peralatan
1. makan /minum V
2. mandi V
3. Berpakaian V
4. Ke WC V
5. Transfering/pindah V
6. Ambulasi V

Nutrisi : - klien secara bergantian mengambil makanan untuk anggota/penghuni panti,


makan khusus untuk Ibu Sri Rejeki 3x porsi sedang kadang tidak habis
Eliminasi : BAB = 2 hari sekali
BAK = Tidak ada normal
Aktifitas : - klien dapat melakukan aktifitas sendiri tanpa bantuan, secara postur klien
berjalan dengan normal.
- Klien sering berkumpul bersama dengan penghuni panti lain sambil melihat TV
Istirahat & tidur :
- Terkadang sulit tidur menurut pemahamannya factor usia, tidur mulai jam 23.00 –
03.00
Sexual : selama di panti klien tidak pernha berhubungan dengan pria, karena
menganggap sudah tua, aplagi sudah tidak menstruasi lagi.
Psikologis :
a) Persepsi klien : klien merasakan linu dan kurang nafsu makan merupakan
penyakitnya orang yang sudah tua
b) Konsep diri : Klien sangat percaya diri bila berkumpul dengan teman sebaya terbukti
pada sat acara rekreasi di ruang pertemuan klien menyanyi lebih dulu.
c) Emosi : klien termasuk orang yang periang pernah menunjukkan emosi yang
terkadang berlebihan /pernah marah-marah
d) Adaptasi : klien dipanti sudah 8 tahun yang lalu, dan sangat akrab dengan penghuni
panti baik satu wisma maupun penghuni antar wisma.
e) Mekanisme pertahanan diri : bila ada masalah klien selalu mengutarakan masalahnya
kepada saudara yang juga disini, selain itu klien selalu berdo’a kepada Tuhan Yang
Maha Esa .

H. Tinjauan Sistem
Keadaan umum : baik, postur tubuh normal
Tingkat kesadaran : kompos mentis
GCS : membuka mata = 4, verbal = 5, psikomotor = 6
Tanda vital : nadi = 88 X/menit RR = 22 X/mnt, tensi = 110/70 mmHg
a) Sistem kardiovaskuler : perkusi jantung terdengar pekak, irama jantung terdengar
regular
b) Sistem pernafasan : frekuensi 22 x/mnt , suara nafas vesukuler di area paru,
bronchovesikuler di percabangan bronchus dan tidak ada suara tambahan seperti
wezing, ronchi dll.
c) Sistem integumen : kulit keriput , warna putih tidak ditemukan kelainan.
d) Sistem muskuloskeletal : klien dapat beraktifitas sendiri, cuman kadang nyeri di lutut
dan alat gerak.
e) Sistem endokrin : klien tidak menderita sakit DM
f) Sistem gastrointestinal : klien mengalami penurunan nafsu makan, peristaltik 15
X/mnt, BAB 2hari sekali.
g) Sistem persyarapan : klien tidak mengalami gangguan persyarapan
h) Sistem pengecapan : klien masih merasakan rasa manis, pahit, asin, asam.
i) Sistem penciuman : klien masih bisa membedakan bau kopi
j) Status kognitif/Afektif sosial.
k) APGAR keluarga : 0 fungsi sosial keluarga baik

I. Data penunjang
- Lab
- Radiologi :
- EKG
- USG
- CT_scan

ANALISA DATA
DATA MASALAH ETIOLOGI
SUBYEKTIF : Nyeri Proses Penyakit
Klien mengatakan :
1. kadang nyeri pada lutut dan alat gerak.
2. Mengeluh kaki tidak bisa digerakkan
saat nyeri kambuh.

OBYEKTIF :
TD : 110/70 mmHg
RR : 28x/menit
S : 36,2° C
N : 84x/menit Kurangnya pengetahuan Keterbatasan
Klien tampak memegangi kakinya. Kognitif

SUBYEKTIF :
Klien mengatakan tidak mengerti tentang
penyakit rematik, makanan pantangan dan
cara pengobatan untuk rematik.
OBYEKTIF:
Klien tampak bertanya tentang rematik,
makanan pantangan dan cara pengobatan
rematik
DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS MASALAH
1. Nyeri berhubungan dengan proses penyakit
2. Kurang pengetahuan tentang rematik berhubungan dengan keterbatasan
kognitif

PROSES KEPERAWATAN
NO Dx. Kep KH + Tujuan Intervensi Rasional TTD
1 Nyeri b/d Setelah dilakukan 1.Ajarkan Klien 1) Mencegah
Proses tindakan asuhan untuk sering terjadinya kelelahan
Penyakit keperawatan mengubah posisi umum,mengurangi
selama 1x24 jam. tidur. gerakan atau rasa
KH : 1. Klien sakit pada alat
mengatakan rasa gerak.
nyeri pada lutut
dan alat gerak 2.Berikan masase
berkurang. lembut 2) Meningkatkan
2. Klien relaksasi atau
mengatakan nyeri mengurangi
tidak bisa tegangan otot.
digerakkan saat
nyeri kambuh.
TD : 130/80
mmHg
S : 36,5 °C
RR : 28x/menit
N : 84x/menit
Klien tampak
tenang dan
nyaman, tidak
menahan sakit dan
tidak memegangi
kakinya.
2 Kurang Setelah dilakukan 1. Kaji tingkatan 1. Menambah
pengetahuan inervensi pengetahuan klien pengetahuan klien
tentang rematik diharapkan : . tentang penyakit
b/d yang dideritanya.
keterbatasan 1. Klien
kognitif mengatakan paham
mengenai 2. Berikan 2. Mengetahui
penyakitnya. pendidikan sejauh mana klien
kesehatan tentang memahami tentang
cara mencegah penyakit yang
dan mengatasi dideritanya.
rematik

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI.


DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI
1 a. Mengajarkan klien untuk a. Klien hanya tahu posisi tidur yang
mengubah posisi tidur. seenaknya.
b. Mengajarkan penggunaan b. Klien tahu bagaimanacara
tehnik manajemen nyeri. mngendalikan nyeri yang di
c. Memberikan posisi yang deritanya.
nyaman sendi yang nyeri c. Klien mengatakan akan mencoba
diistirahatkan dan diberi memberikan bantalan pada
bantalan kakinya.

DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI


2 1. Mengkaji tingkatan 1. Klien sudah tau tentang
pengetahuan klien . penyakitnya.
2. Memberikan pendidikan 2. Klien sudah paham tentang
kesehatan tentang cara pendidikan tentang cara mencegah
mencegah dan mengatasi dan mengatasi rematik
rematik

PERKEMBANGAN KEPERAWATAN
No Hari/tgl Diagnosa Perkembangan keperawatan Ket
Kepw
1 jumat, 1 S : klien mengatakan nyeri pada kaki sudah berkurang
10.1.2020 O: klien dapat mengendalikan rasa nyeri pada kakinya
dengan menggunakan bantal.
A: masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi

2 Jumat, 2 S : Klien mengatakan tau tentang penyakitnya


10.1.2020 O: Klien mengatakan lancer berjalan
A : Masalah terasa sebagian
P : lanjutkan intervensi