Anda di halaman 1dari 7

A.

Judul Penelitian
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING
BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP KETERAMPILAN
PROSES SAINS (KPS) DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA
(Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Ciamis Materi
...)

B. Latar Belakang Penelitian


Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting dalam
kehidupan bermasyarakat, hal ini tidak lepas dalam peran pendidikan yang
merupakan faktor utama dalam pembentukan karakter manusia. Melalui
pendidikan seseorang akan mendapatkan wawasan, pengetahuan,
keterampilan serta menggali bakat yang dimiliki, karena dengan pendidikan
manusia dapat mengarahkan segala pengalaman belajar yang berlangsung
dalam segala lingkungan masyarakat baik dalam perkembangan fisik, mental,
emosional, sosial, dan etikanya menuju ke arah yang lebih baik dan menuju
ke arah kematangan dan kedewasaan.
Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi dari peserta
didik melalui belajar serta untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
selain itu, pendidikan bertujuan juga untuk meningkatkan kualitas sumber
daya manusia sebagai faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan
pembangunan (Kemendikbud, 2014). Keberhasilan atau kegagalan proses
pendidikan sangat tergantung pada faktor peserta didik, instrument
pembelajaran, instrument penunjang, dan penggerak proses pendidikan.
Dalam proses pembelajaran diperlukan adanya hubungan interaksi
antara guru dan siswa ditempat belajar untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Hal ini sesuai dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat (1) ditegaskan bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar tercapainya tujuan
belajar yaitu peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan dalam hal spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta
keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat maupun
bangsa dan negara

Berbicara mengenai pendidikan, ada satu hal yang tidak bisa di


pisahkan dari pendidikan yaitu proses pembelajaran, dimana proses
pembelajaran itu sendiri diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang
berlangsung di sekolah antara guru dan siswa. Dimana peran guru adalah
mengajar sedangkan peran dari peserta didik adalah belajar. Komunikasi yang
baik akan memberikan hasil belajar yang baik pula, begitupun sebaliknya.
Namun dalam proses komunikasi tersebut seringkali terjadi hambatan, yang
manakala peserta didik cenderung menerima apa adanya informasi dan
cenderung masih sulit dalam memahami apa yang di sampaikan oleh guru,
artinya tidak selamanya pesan dapat tersampaikan dengan baik kepada siswa.
Adakalanya pesan yang diterima tidak sesuai dengan maksud yang
disampaikan atau terjadi misskomunikasi. Oleh sebab itu, maka diperlukan
keterampilan khusus untuk menyederhanakan cara belajar agar siswa
memahami apa yang disampaikan dalam proses pembelajaran.
Pada pembelajaran sains, seyogyanya lebih menekankan pada proses,
dimana peserta didik tidak hanya dituntut untuk lebih memahami konsep,
pengenalan rumus-rumus serta pengetahuan secara verbalitas saja, namun
hendaknya guru dalam proses pembelajaran tidak menitikberatkan pada
penguasan konsep semata yang menyebabkan pembelajaran menjadi
monoton. Maka daripada itu guru hendaknya mengarahkan siswa untuk
menggunakan pengetahuan dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-
hari, sehingga pembentukan sikap ilmiah yang sebenarnya sangat dibutuhkan
siswa dalam kehidupannya dan tidak hanya dengan hapalan-hapalan konsep
saja. Dengan kata lain saat proses belajar siswa harus terlibat langsung dalam
kegiatan nyata. Dengan begitu belajar sains bisa untuk menguasai ilmu
keterampilan proses dan menerapkannya dalam penyelidikan ilmiah tidak
hanya mengingat berapa banyak konten ilmu.
Biologi merupakan salah satu bidang studi IPA yang memiliki peran
besar dalam suatu ilmu pendidikan yang menekankan pada pemberian
pengalaman secara langsung. Sesuai dengan tujuan pembelajaran biologi
yaitu untuk memupuk sikap ilmiah diharapkan nantinya dalam mempelajari
biologi menjadi sauatu prospek pengembangan lebih lanjut dalam kehidupan
sehari-hari, sehingga sains bukan hanya penguasan kumpulan pengetahuan
yang berupa fakta-fakta, konsep ataupun prinsip saja tetapi juga merupakan
suatu proses penemuan (Depdiknas, 2003).
Untuk mencapai tujuan pembelajaran biologi yang diharapkan maka
diperlukan model dan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi
yang akan diberikan dan mampu menumbuhkan motivasi siswa, sehingga
dapat melibatkan pemahaman siswa baik dalam aspek afektif, kognitif
maupun psikomotor (Arahmat, 2017:2). Salah satu inovasi model
pembelajaran yang dapat memfasilitasi permasalahan tersebut ialah dengan
menggunakan model pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based
Learning (PBL).
Problem Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran
berbasis masalah, dimana model ini melatih dan mengembangkan
kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah
otentik dari kehidupan aktual peserta didik, untuk merangsang kemampuan
berpikir tingkat tinggi yang lebih mengedepankan tingkat belajar lebih
bergairah dengan memulainya dari hal-hal yang nyata dalam kehidupan
(Mulyono, 2015:154).
Penelitian yang telah dilakukan oleh Sihombing, et al, (2018:4)
menyimpulkan bahwa Problem Based Learning dengan teknik Mind
Mapping berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SMP
Negeri 1 Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Penelitian
yang telah dilakukan oleh Sumarta (2017:75) juga mengungkapkan bahwa
peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa yang
dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan Mind
Map lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran langsung.
Penggunaan model pembelajaran akan lebih maksimal apabila
dipadukan dengan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi
pembelajaran. Namun disisi lain penggunaan yang tidak sesuai membuat
peserta didik tidak memahami dan mengerti akan konsep-konsep yang ada
pada setiap materi ilmu yang dipaparkan. Dengan kata lain, proses belajar
yang dilakukan tidak mencapai tujuan pembelajaran. Maka daripada itu,
pembelajaran kiranya diperlukan cara lain untuk membantu peserta didik
dalam memahami suatu materi. Salah satu metode yang bisa digunakan dalam
materi yang berfokuskan pada aspek tertetu dari suatu topik tertentu yaitu
dengan menggunakan Mind Mapping.
Mind Mapping merupakan salah satu cara dari strategi pembelajaran
yang mengupayakan seorang peserta didik mampu menggali ide-ide yang
kreatif, efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran. Sehingga
pembelajaran yang dilakukan akan menjadi lebih hidup, variatif dan
membiasakan peserta didik memecahkan permasalahan dengan cara
memaksimalkan daya fikir dan kreatifitas (Mulyono, 2015:150). Mind
Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan
memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran, dengan demikian cara
kerja alami otak yang dilibatkan sejak awal. Ini berarti min mapping
digunakan agar memudahkan dalam menyusun fakta serta mengatasi
kesulitan peserta didik dalam menguhubungkan beberapa konsep sehingga
informasi menjadi lebih mudah dipahami dan lebih bisa diandalkan daripada
menggunakan teknik mencatat tradisional (Lukman, 2015:115)
Karsli & Alipasa (2014:1, dalam Nida, et al 2017:1) menganggap
Keterampilan proses sains merupakan adaptasi dari keterampilan para
ilmuwan yang di dalamnya melatih langkah-langkah untuk menemukan suatu
konsep, merumuskan masalah dan menyusun kesimpulan. Dengan kata lain
bahwa keterampilan proses sains adalah keterampilan khusus untuk
menyederhanakan cara belajar biologi serta menanamkan kecakapan ilmiah
pada peserta didik (Karamustafaoglu, 2011:26 dalam Nida, et al 2017:1).
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta
didik kurang dalam menguasai dan memahami sains, sehingga pemahaman
peserta didik menjadi rendah dan tidak bertahan lama, hal tersebut
mengakibatkan sebagian peserta didik kurang menguasai keterampilan proses
sains. Selain itu selama proses pembelajaran siswa relatif pasif serta
cenderung menghafal terhadap konsep dan rumus yang mengindikasikan
rendahnya keterampilan proses sains. Berdasarkan hasil tersebut, maka
penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran biologi perlu disajikan
dengan model yang inovatif dalam memperoleh pengetahuan berdasarkan
fenomena, sehingga peserta didik dapat terlatih dalam keterampilan
ilmiahnya (Nida, et al. 2017:2).
Berdasarkan hasil penelitian Wahyudi, et al. (2015:6) menyimpulkan
bahwa Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap
keterampilan proses sains dan hasil belajar biologi ranah pengetahuan siswa
kelas X SMA Negeri Jumapolo.
Maka dari itu, berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan,
peneliti terdorong melakukan penelitian mengenai: “Efektivitas Penggunaan
Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping Terhadap
Keterampilan Proses Sains (KPS) dan Hasil Belajar Siswa SMA”

C. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Adakah Pengaruh Model
Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping Terhadap
Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa SMA?

D. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model
Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping Terhadap
Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa SMA

E. Manfaat Penelitian
Berdasarkan dengan tujuan yang telah dirumuskan di atas, maka hasil
dari penelitian ini di harapkan akan membawa dampak atau manfaat yang
positif. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Ilmiah
Menambah, memperdalam dan memperluas keilmuan mengenai media
pembelajaran menggunakan Mind Mapping terhadap keterampilan
proses sains dan hasil belajar siswa SMA.
2. Manfaat Praktis
a. Manfaat bagi Peneliti
Dapat menambah wawasan dan pengetahuan dan sebagai alat untuk
memotivasi diri dalam mencapai penguasaan tentang proses
pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem
Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Keterampilan
proses sains.
b. Manfaat bagi siswa
Dapat memberikan pembelajaran yang lebih menarik perhatian
dalam proses pembelajaran sehingga dapat menumbuhkan motivasi
dan minat siswa dalam belajar terhadap kemampuan proses sains
serta mendapatkan pengalaman suasana belajar yang berbeda.
c. Manfaat bagi Guru
Dapat membantu guru dalam menciptakan kondisi belajar yang
optimal dan menyenangkan, serta dapat dijadikan sebagai acuan
untuk meningkatkan dan mengembangkan metode pembelajaran
yang interaktif dalam proses belajar mengajar dengan pembelajaran
menggunakan model PBL berbantuan Mind Mapping.
d. Manfaat bagi Sekolah
Dengan adanya kegiatan penelitian ini diharapkan dapat membawa
dampak positif terhadap perkembangan sekolah yang nampak pada
hasil belajar sehingga dapat dijadikan bahan masukan dan
pertimbangan bagi sekolah dalam mengembangkan pembelajaran
terutama pada pelajaran biologi.